one small step
for a centralized application system
one giant leap
The
RULLY FASRI
Supervisor Implementasi Sub Direktorat Pengembangan dan Implementasi Aplikasi ICON+
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
T
eknologi berkembang sangat pesat dalam beberapa dekade terakhir. Perkembangannya seakan berlomba dengan perputaran waktu. Perkembangan teknologi menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari, masuk dalam seluruh sendi kehidupan manusia. Ƥ para pelaku industrinya. Derasnya dinamika industri TIK menuntut pelaku bisnis untuk bertindak dengan cepat. Siapa yang tidak bisa mengikuti gerak langkah dinamika industri TIK, maka harus siap berada dibarisan belakang kompetitornya. Semua ini bermuara kepada kepuasan pelanggan.
Pesatnya perkembangan TIK memungkinkan PLN semakin memanjakan konsumennya. Pelayanan listrik kini tidak lagi dibatasi oleh waktu dan tempat. Saat ini pelanggan menuntut untuk bisa menikmati berbagai layanan listrik dengan mudah, kapanpun dan di manapun berada.
Buku ini berisikan paparan tentang kerja cerdas insan PLN dalam memberikan berbagai ǡƤ yang dilakukan PLN. PLN telah menunggu sekian lama untuk memiliki sebuah aplikasi yang standar dan terpusat, akhirnya PLN berhasil mengembangkannya bersama-‐sama dengan anak perusahaan yaitu PT Indonesia Comnets Plus (ICON+). Terobosan inovasi tersebut adalah Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat (AP2T). Implementasi AP2T juga merupakan respon PLN terhadap tuntutan pelayanan listrik yang makin mudah dan praktis. Bagi internal perusahaan AP2T akan ǡƤ memberi ruang untuk pengembangan produk-‐produk layanan baru secara nasional.
Terima kasih dan selamat kepada ICON+, salah satu anak perusahaan PLN, yang telah berhasil menyelesaikan implementasi AP2T diseluruh Indonesia. Sesuai dengan peran yang diamanatkan PLN kepada PT. Icon+, sebagai enabler dan supporting bisnis dalam bidang teknologi informasi.
JANGAN PERNAH BERHENTI BERMIMPI...KARENA TAK ADA YANG
MUSTAHIL SELAMA MAU BERJUANG UNTUK MERAIHNYA.
SUKSES BUAT KITA SEMUA....!!!
Jakarta, 14 Desember 2012
RULLY FASRI
Direksi Pekerjaan Implementasi AP2T
04
.PENGERTIAN AP2T
08
.LATAR BELAKANG, TUJUAN DAN MANFAAT
09. Latar Belakang11. Tujuan 12. Manfaat
14
.PROSES PENGEMBANGAN, IMPLEMENTASI DAN OPERASIONAL
11. Proses Pengembangan12. Proses Implementasi dan Operasional
20
.PELAKSANAAN IMPLEMENTASI
21. Di Jawa dan Bali 26. Di Luar Jawa dan Bali
3
One small step for a centralized application systemAP2T (Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat) merupakan aplikasi terpusat berbasis web yang
mengimplementasikan seluruh proses bisnis Tata Usaha Pelanggan (TUL) PLN, Surat Edaran Direksi terkini, dan melayani kebutuhan integrasi terpadu sistem utama pelayanan pelanggan yang terpusat seperti: Pembayaran Online (P2APST), ERP PLN, Listrik Pra Bayar, Pembayaran Non Tagihan Listrik, dan Layanan informasi untuk Contact Center.
Layanan-‐layanan untuk pelanggan yang terdapat Ƥ͚ dalam siklus pelayanan pelanggan PLN mulai dari saat permohonan, menjadi pelanggan, after sales service, dan pengawasan kredit.
PENGERTIAN
Secara global, beberapa layanan yang disediakan melalui AP2T adalah sebagai berikut:
1. Permohonan pasang baru. 2. Permohonan perubahan daya.
3. Permohonan langganan listrik post paid menjadi pre paid. 4. Permohonan perubahan data pelanggan.
5. Entry Pengaduan Pelanggan. 6. Permohonan berhenti sementara. 7. Permohonan sambung kembali.
8. Permohonan penyambungan sementara. 9. Entry Pelanggaran P2TL.
10. Pencatatan meter .
11. Pembuatan rekening bulanan.
12. Perekaman data pelunasan pelanggan. 13. Pencetakan data pemutusan bagi pelanggan. 14. Pencetakan data pembongkaran bagi pelanggan.
Gbr 1.0 Fitur Utama AP2T Package Piutang
Non Rekening Package Piutang Ragu-‐ragu MonitoringPackage ReportingPackage Administrator AplikasiPackage Package Fungsi Pelayanan Pelanggan Package Fungsi Pembacaan Meter Package Fungsi Perhitungan Tagihan Package Fungsi Pembukuan Piutang Package Fungsi Penagihan Piutang Package Fungsi Pengawasan Kredit
Interface Contact Center Interface P2APST Interface SAP Interface Prepaid
AP2T (Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat)
Ǥ͚Ǥ͘Ǥ͚ ƥ
Dalam pelaksanaannya untuk melayani pelanggan, AP2T membantu Petugas PLN dalam melaksanakan tugasnya sesuai proses bisnis melayani pelanggan sedangkan bentuk antar muka langsung dengan pelanggan ditampilkan melalui berbagai media
komunikasi seperti: SMS, web page www.pln.co.id, antarmuka dengan perbankan guna mempermudah dan mempercepat pembayaran pelanggan, Contact Center 123, mobil pelayanan, gerai mal, layanan self service, aplikasi layanan touch screen, dan layanan kantor unit.
Berikut ini diagram mekanisme pendaftaran permohonan pasang baru melalui AP2T hingga penyelesaiannya
Gbr. 3.0. Skema sistem pelayanan pelanggan standar dan terpusat
Dalam pelaksanaan pelaporan terpusat, AP2T
merupakan aplikasi yang menghimpun data pelunasan dari P2APST yang kemudian dijadikan salah satu sumber laporan standar terpusat, seperti Laporan TUL IV-‐04 (Laporan Piutang Pelanggan) beserta pendukungnya.
Laporan lain, seperti TUL III-‐07 (Rekapitulasi Pembuatan Rekening Listrik per Golongan tarif) , III-‐09 (Laporan Penjualan Tenaga Listrik), dan IV-‐06 (Laporan Piutang Ragu-‐Ragu) juga dihasilkan dari aplikasi ini berdasarkan transaksi yang direkam dan dihimpun melalui aplikasi.
Gbr. 4.0. Mekanisme rekonsiliasi data dan penyiapan laporan standard AP2T
Berikut ini pada Gbr. 2.0. ditampilkan skema layanan pelanggan dengan AP2T sebagai inti back office-‐nya
Pelanggan/ Calon Pelanggan
Perintah Kerja
Ke Lapangan
Tim Teknis UPJ
Pelanggan mendapatkan No. Registrasi ?????????????? No. Registrasi Tgl. Registrasi Tgl. Jatuh Tempo ????????? Nama Jenis Transaksi Total Bayar ATM Teller Internet Banking Phone Banking SMS Banking EDC KUD EDC Transaksi Pembayaran (Key-‐In : No. resgister) Transaksi Pelunasan (Berupa Struk) Permohonan/ Pengaduan melalui UPJ/ CC123
AP2T
P2APST
Seksi PP UPJ SELESAI7
LATAR BELAKANG,
TUJUAN DAN MANFAAT
Latar Belakang
T
erdapat sejumlah pertimbangan penting yang melatarbelakangi kehadiran AP2T sebagai salah satu media layanan PLN kepada pelanggannya. Perubahan bisnis perusahaan dan tuntutan layanan prima terhadap pelanggan merupakan faktor yang cukup Ƥ AP2T.Kehadiran AP2T tidak terlepas dari upaya PLN dalam memperbaiki sistem informasi secara berkelanjutan, terutama mekanisme pelayanan pelanggan. Sebelum kehadiran AP2T, sistem pelayanan pelanggan dilakukan secara desentralisasi. Artinya, pelayanan pelanggan dilakukan di setiap kantor unit menggunakan sistem aplikasi tersendiri. Bahkan, satu kantor unit atau wilayah distribusi tersebut bisa memiliki lebih dari satu sistem aplikasi sejenis.
Perkembangan teknologi informasi diiringi pula dengan peningkatan pelayanan kepada pelanggan. Maka, AP2T diharapkan dapat memperbaiki pelayanan dari aspek ǡƤǤ tahap, sejumlah kantor unit atau wilayah distribusi
mencoba penerapan sistem aplikasi yang tersentralisasi. Ruang lingkupnya pun tidak hanya berkisar tentang sistem pembayaran listrik. Seiring waktu, muncul sistem aplikasi berbasis web bernama TULIS di Jawa Timur. Namun, penerapannya masih bersifat lokal. Sistem teknologi informasi inilah yang menjadi cikal bakal AP2T yang diterapkan di seluruh Indonesia.
Penerapan AP2T memerlukan analisa dan evaluasi berkesinambungan. Sebelum implementasi, uji coba AP2T dilaksanakan beberapa kali. Di tengah masa uji coba, penundaan implementasi AP2T sempat terjadi, seperti di wilayah distribusi Jawa Barat & Banten. Hal ini terpaksa ditempuh semata-‐mata agar pelayanan kepada pelanggan tidak terganggu. Penyempurnaan dan perbaikan, termasuk ketersediaan infrastruktur, pun terus dilakukan.
Akhirnya, AP2T Go Live pertama kali di wilayah Jawa Timur pada Agustus 2010. Selang tiga bulan kemudian, AP2T Go Live di Jawa Barat. Go Live terakhir AP2T rencananya akan digelar di Aceh bulan Desember 2012. Ini merupakan seri penutup dari penerapan AP2T di 21 wilayah operasional PLN.
Paralel dengan pertimbangan tersebut, implementasi AP2T juga dipercaya mampu mengatasi ragam kendala yang selama ini dihadapi PLN, terutama dalam upaya peningkatan kualitas layanan terhadap pelanggan. Kendala utama yang dirasakan adalah keragaman Aplikasi Pelayanan Pelanggan di unit PLN. Perbedaan ini menyebabkan timbulnya ketidakseragaman implementasi proses bisnis, dimana hal ini terkait erat dengan adanya perbedaan standar dalam hal teknologi, database dan juga struktur data.
Kendala tersebut semakin dipersulit dengan tidak adanya pemeliharaan sistem yang terintegrasi dan berkesinambungan di masing-‐masing unit. Sebelum implementasi AP2T, hal terakhir ini dirasakan oleh sebagian besar unit yang ada dalam tubuh PLN.
Biaya sewa itu pun masuk ke dalam anggaran rutin tiap tahunnya. Dampak dari kantor-‐kantor unit yang memiliki sistem aplikasi adalah membengkaknya biaya dan sumber daya manusia yang dibutuhkan.
Desentralisasi sistem aplikasi juga memiliki kekurangan dari aspek standardisasi data. Hal ini bisa dilihat dari perumusan kebijakan. Perumusan kebijakan PLN dalam skala nasional, seperti penetapan tarif dasar listrik (TDL), tentu memerlukan data terkini. Pengumpulan data yang beragam dan tersebar menjadi kendala tersendiri untuk memperlancar perumusan kebijakan atau regulasi PLN. Terkait dengan kondisi ini, maka salah satu dampak positif yang diharapkan dari implementasi AP2T Ƥǡ
dan juga pada saat hendak melakukan integrasi dengan sistem aplikasi korporat.
Oleh karena itu, seiring dengan perjalanan waktu yang mengiringi perubahan bisnis dan meningkatnya tuntutan pelanggan terhadap kualitas layanan yang terus bertumbuh, maka PLN memandang perlu upaya peningkatan kerjasama strategis antara PLN dengan anak perusahaan yang berbasis TI, yang dalam hal ini adalah PT Indonesia Comnet Plus (ICON+).
Mendampingi hal tersebut, PLN terus berupaya untuk menekan biaya operasi terhadap pemeliharaan sistem dan infrastruktur TI dengan mengembangkan sistem yang terpusat.
x KEPDIR Nomor 095. K/DIR/2011 Tentang Penetapan Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat (AP2T) Sebagai Aplikasi Pelayanan Standar Di PT. PLN (Persero).
x KEPDIR Nomor 096. K/DIR/2011 Tentang
Pembentukan Tim Imbangan Implementasi Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat (AP2T) Sebagai Aplikasi Pelayanan Di PT. PLN (Persero). x Perjanjian Kerjasama Strategis antara PT. PLN
(Persero) dengan PT. Indonesia Comnets Plus no. 114.Pj/041/Dirut/2010 tanggal 29 Maret 2010 tentang Pengembangan Layanan Telekomunikasi dan TI.
Tujuan
Tujuan utama yang hendak dicapai melalui implementasi dan aplikasi AP2T adalah sebagai berikut :
1. Standardisasi sistem aplikasi pelayanan pelanggan korporat secara terpusat dan berbasiskan .
2. Skalabilitas dan kemudahan integrasi antar sistem aplikasi korporat.
3. Standardisasi administrasi kontrak secara terpusat. 4. Pengamanan pendapatan yang lebih realtime on line
di Kantor Pusat.
5. Sistem pelayanan pelanggan yang seragam dan standar seluruh unit secara terpusat.
͞Ǥ Ƥȋ & aplikasi ) di unit.
7. Optimalisasi pemanfaatan kerjasama strategis dengan anak perusahaan.
8. Optimalisasi pengembangan sistem dan proses bisnis secara korporat dan terpusat.
9. Upaya peningkatan citra perusahaan di mata stakehloder dan pelanggan.
10. Tersedianya satu sumber data pelanggan terpusat.
11. Kredibilitas Laporan Keuangan. 12. Konsolidasi Laporan efektif dan akurat. 13. Kecepatan arus kas dapat dipantau setiap saat. Tentu saja hal ini berdampak pada tingginya biaya
pemeliharaan Teknologi Informasi (TI), baik pada sisi aplikasi maupun infrastruktur.
Ƥ informasi PLN masih bersifat desentralisasi. Satu sistem aplikasi memerlukan perangkat keras (hardware) serta peralatan penunjang lainnya. Tambah pula, satu sistem aplikasi memerlukan sumber daya manusia yang mengawasinya. Satu sistem aplikasi juga memerlukan biaya operasional, pemeliharaan, dan sebagainya. Di samping itu, sejumlah kantor unit atau wilayah distribusi PLN juga menyewa sistem aplikasinya.
sisi hardware, networking dan support. Kantor unit atau wilayah distribusi PLN tidak lagi memusingkan pemeliharaan sistem informasi yang diperlukan. Pengumpulan data juga tidak memerlukan waktu lama karena data yang tersedia sudah terpusat.
Kendala lain yang turut melatabelakangi
implementasi AP2T adalah kesulitan yang dihadapi PLN dalam mengontrol bisnis proses dan juga dalam menyajikan Laporan Konsolidasi. Selaras dengan kedua kendala tersebut, PLN juga mengalami kesulitan yang cukup signifikan dalam melaksanakan pengawasan / kontrol terhadap pengamanan
pendapatan secara terpusat secara realtime online
Landasan Implementasi AP2T
Dalam rangka memperbaiki citra PLN dan perbaikan kinerja layanan, maka Direksi PLN menegaskan untuk me-‐roll out dan mengimplementasikan AP2T. Ketegasan tersebut dituangkan dalam Keputusan Direksi sebagai berikut:
x KEPDIR Nomor 094. K/DIR/2011 Tentang Fitur Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat (AP2T) Berbasis Proses Bisnis Best Practice.
Layanan Online
Penyambungan
Baru PerubahanDaya PenyambunganSementara Simulasi Rekening Simulasi Biaya
Cek Tagihan Rekening
ID Pelanggan Cek
11
Vending LPB PLN PUSAT Kantor Distribusi / Wilayah APJ/Cabang/ Area UPJ/Ranting/ Rayon
Ada server di setiap UPJ/UPJ
UPJ Sorek dan QAK
Rekonsiliasi Proses Billing Perbankan Client Client Client P2APST Server SIP3 CIS / SIMPUL CIS / SIMPUL KD CC 123
Gbr. 5.0. Alur proses bisnis sebelum AP2T
Vending LPB ERP PLN PUSAT Kantor Distribusi / Wilayah APJ/Cabang/ Area UPJ/Ranting/ Rayon Rekonsiliasi
Operasional dan Controlling
Operasional dan Controlling
Operasional dan Eksekusi Hitung Billing dan Sorek
Perbankan
Client
Client
Client Client Client AP2T P2APST
CC 123
Gbr. 6.0. Alur proses bisnis setelah AP2T
Manfaat
Sebelum AP2T diimplementasikan, pelanggan PLN masih mendapatkan layanan PLN dengan mekanisme dan sistem yang beragam, sehingga kepastian penyambungan, persyaratan sangat beragam dan tidak transparan. Melalui kehadiran AP2T, maka PLN telah memiliki sistem pelayanan pelanggan yang terpusat (centralized), terpadu (integrated) dan dapat dikembangkan (scalable) dalam rangka membuat citra PLN yang lebih baik lagi di mata para pemangku kepentingan (stakeholders).
Manfaat yang secara langsung diperoleh PLN melalui penerapan AP2T antara lain adalah sebagai berikut :
R Proses Bisnis Pelayanan Pelanggan menjadi standar dan terpusat.
R ƤǤ R Mendukung revenue protection.
R Mempercepat proses pembuatan laporan TUL (+/-‐ 5 hari) di awal bulan.
R Memperoleh akses informasi dari unit-‐unit bisnis terkait secara real time.
Sedangkan manfaat secara tidak langsung adalah : R Merealisasikan sistem pelayanan lintas batas. R Kepastian layanan lebih terukur.
R PLN lebih fokus pelayanan dan bidang ketenagalistrikan.
R Pengawasan proses bisnis yang lebih baik. R Penyediaan laporan dan informasi pendukung
pengambilan keputusan yang lebih baik.
Adapun kemudahan yang dinikmati masyarakat adalah :
R Pelayanan pelanggan standard di seluruh loket PLN.
R Pelayanan pelanggan yang terpusat dan transparan waktu pengerjaan dan penyelesaiannya.
R Pelayanan pelanggan borderless – tidak dibatasi oleh ruang dan wilayah kerja unit PLN.
R Pembayaran terhadap tagihan dan non tagihan listrik dapat dengan mudah dibayarkan pelanggan kepada PLN melalui mitra perbankan.
Kualitas pelayanan sebelum AP2T dan setelah AP2T adalah sebagai berikut :
Sebelum AP2T :
R Pelayanan pelanggan belum standar di seluruh loket PLN menggunakan aplikasi pelayanan pelanggan yang beragam.
R Pelayanan pelanggan yang terdesentralisasi dan tidak transparan pengerjaan dan penyelesaiannya
R Cakupan akses pelayananan pelanggan lokal – dibatasi oleh ruang dan wilayah kerja unit PLN R Pembayaran terhadap tagihan listrik dan non
tagihan listrik tidak dapat dengan mudah dibayarkan pelanggan kepada PLN melalui mitra perbankan
Setelah AP2T
R Pelayanan pelanggan sudah standar di seluruh loket PLN menggunakan aplikasi pelayanan pelanggan yang seragam
R Pelayanan pelanggan dilakukan secara terpusat dan transparan pengerjaan dan penyelesaiannya
R Cakupan akses pelayanan pelanggan tidak dibatasi oleh ruang dan wilayah kerja unit PLN
R Pembayaran terhadap tagihan listrik dan non tagihan listrik dapat dengan mudah dibayarkan pelanggan kepada PLN melalui mitra
perbankan
R Kepastian penyambungan listrik antara 1-‐3 hari setelah pembayaran permohonan pelanggan via bank jika tanpa ada perluasan jaringan
Sesuai hasil survei kepuasan pelanggan dan indeks layanan masyarakat yang diselenggarakan oleh lembaga IFC – World Bank pada tahun 2012 maka peringkat PLN lebih baik dari tahun 2011. Keberadaan ͚ Ƥ dan pelanggan untuk kemudahan akses untuk penyambungan listrik, memperoleh kepastian
penyambungan listrik, dan serta transparansi layanannya. Implementasi AP2T adalah sebuah langkah kecil pemusatan sistem aplikasi yang memberi Ƥ layanan PLN secara keseluruhan.
“That’s One small step for a centralized application system, One giant leap for excellent services of PLN”
PROSES PENGEMBANGAN,
IMPLEMENTASI DAN OPERASIONAL
PROSES PENGEMBANGAN
Proses pengembangan AP2T melalui milestone sesuai gambar 7.0 berikut ini.
P
engembangan AP2T bermula saat pelaksanaan Pilot project aplikasi AP2T (dahulu disebut aplikasi TUL Interim Solution – TULIS Dist. Jawa Timur) untuk mengelola pelayanan pelanggan dilaksanakan di PLN Distribusi Jawa Timur (Dist. Jatim) pada 1 Desember ͚͛͘͘͘͡ ͚͙͘͘Ǥ Ƥ tersedia saat itu dengan rincian sebagai berikut: R Ȃǡ͙͘͞Ƥ R Ȃ ǡ͚͛Ƥ R Fungsi III – Perhitungan Rekening Listrik, sebanyak͘͜Ƥ
R Fungsi IV – Pembukuan Piutang Pelanggan, ͚Ƥ
R Ǧǡ͠Ƥ
R Ȃǡ͙͚Ƥ
Dalam proses pengembangan, implementasi, dan operasional
AP2T, ICON+ memiliki peranan penting sebagai penyedia managed
service layanan AP2T, yakni sebagai penyedia aplikasi, implementor,
operasional dan pemeliharaan, serta helpdesk terpusat.
Kesepakatan penyelesaian akhir AP2T versi 1.0 antara PLN Pusat, PLN Dist. Jawa Barat & Banten serta ICON+
Gbr.7.0 Diagram pengembangan AP2T
30 Juni 2010
TULIS DISJATIM AP2T AP2T 1.0
30 Agustus 2010 10 Februari 2011
Ƥ atau aplikasi lain berupa:
1. Automatic Meter Reading 2. Contact Center
3. P2APST & PPOB
Ƥ project di PLN Dist. Jatim tersebut maka setelah review dan evaluasi yang dilakukan menyeluruh Ƥ pada 8-‐10 Juni 2010 dan kesiapan implementasi oleh Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko, Divisi Niaga, Divisi Manajemen Risiko, dan Divisi Sistem Informasi PLN Pusat maka diputuskan untuk dilakukan rollout perdana di PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten pada tanggal 21 Juni 2010.
15
One small step for a centralized application system One giant leap for excellent services of PLN
Sejak saat itu aplikasi TULIS berubah menjadi AP2T (Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat), yang tadinya mengelola proses bisnis di skala level distribusi menjadi skala level nasional.
Pelaksanaan roll out di Jawa Barat dimulai pada 30 Agustus 2012. Dalam pelaksanaan roll out tersebut terjadi penyempurnaan aplikasi terhadap yang mencakup standardisasi proses bisnis sesuai Surat Edaran Direksi (SE Direksi) terbaru, rekomendasi auditor independen, penyempurnaan alur proses dan kontrol aplikasi, laporan pendukung, dan laporan akhir. Penyempurnaan aplikasi AP2T tersebut sebanyak 351 Ƥǣ
R ͠͠Ƥ R ͚͘Ƥ R ͜͜Ƥ R Ȃ͙͚͟Ƥ
R Fitur Non tagihan Listrik (Non Taglis) sebanyak 24buah
R Fitur SE Direksi terbaru sebanyak 8 buah
R Fitur Info Pelanggan sebanyak 2 buah
R Bidang Revenue Assurance tahap I sebanyak 38 buah
Ke-‐351 Fitur tersebut berhasil diselesaikan
seluruhnya di tanggal 10 Februari 2012 yang ditandai dengan UAT Final AP2T oleh Tim PLN Pusat dan Dist. Jabar & Banten di Bogor, Jawa Barat. Adapun hasil dari UAT tersebut, AP2T diberikan versi 1.0 dan dapat di roll-‐out nasional.
Pada kesempatan roll out berikutnya yang dimulai pada 8 Maret 2011 di PLN Distribusi Bali, terdapat permohonan penyempurnaan berupa integrasi
terhadap aplikasi sistem pengelolaan data jaringan dan distribusi (PDPJ). Seluruh sistem PDPJ di PLN dapat memiliki antarmuka dengan AP2T sehingga pelayanan pelanggan dan pengelolaan jaringan & distribusi dapat disinergikan.
Setelah implementasi dari PLN Dist. Bali tersebut permintaan penyempurnaan akibat dari kebutuhan
layanan di lokal distribusi dinyatakan tidak
diperkenankan dilakukan pada kesempatan roll out. Penyempurnaan akan dilakukan melalui mekanisme Change Request yang ditujukan dari PLN Distribusi kepada PLN Pusat dan akan diselesaikan pada kesempatan berikutnya setelah selesai roll out. Oleh karena itu pada kesempatan roll out berikutnya di PLN Distribusi Jaya & Tangerang dan Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta tidak dilaksanakan integrasi kebutuhan layanan lokal dan hanya menyelesaikan kegiatan Ƥ͚͙Ǥ͘Ǥ Hal tersebut terus berlanjut hingga AP2T selesai implementasi di 21 wilayah PLN.
Suasana pekerjaan pengembangan aplikasi TULIS Disjatim
Suasana pembahasan akhir penyempurnaan AP2T versi 1.0 dengan PLN Pusat dan PLN Dist. Jawa Barat & Banten Suasana koordinasi antara Pendamping Area dengan
Pelaksanaan implementasi AP2T dilaksanakan dalam kurun waktu 1 bulan dengan metode implementasi sesuai gambar 5.0 yang sudah disepakati antara PLN Pusat dan ICON+ dengan tahapan kegiatan:
1. Pra implementasi 2. Inisiasi implementasi 3. Pelatihan 4. Migrasi Data 5. Testing 6. Operasional
Ke-‐6 tahapan tersebut memiliki milestone berupa artifact proyek berupa berita acara kegiatan yang disetujui dan disahkan antara pihak PLN Distribusi/ Wilayah, PLN Pusat, dan ICON+
Dalam pelaksanaan kegiatan, implementasi dipimpin ƥ
manajemen proyek. Keduanya mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan tim migrasi data, tim pelatihan & change management, dan tim infrastruktur & jaringan. Masing-‐masing anggota tim ICON+ memiliki counter part yang sama di PLN Distribusi/Wilayah dan PLN Pusat.
Hal-‐hal yang akan dikembangkan ICON+ dan PLN Pusat guna meningkatkan kualitas layanan AP2T dalam masa implementasi adalah :
x Meningkatkan peran helpdesk AP2T yang
bekerjasama dengan tim Change Management PLN Wilayah
x Melaksanakan pembuatan integrasi layanan dengan aplikasi terpusat lainnya, misal Pembayaran Online (P2APST), ERP PLN, Listri Pra Bayar, Pembayaran Non Tagihan Listrik, dan Layanan informasi untuk Contact Center x Melaksanakan pembuatan integrasi layanan
dengan aplikasi lokal PLN Wilayah, misal : Sistem Informasi Distribusi, dan Automatic Meter Reading
x Menyediakan resource dan melaksanakan pemeliharaan aplikasi, seperti menyelesaikan permohonan
penyesuaian aplikasi dan laporan (change request) x Penyediaan data transaksi dan pelaporan terpusat
dengan format standar melalui web based Executive Information System
x Ƥonline mandiri bagi user PLN.
PROSES IMPLEMENTASI DAN OPERASIONAL
Gbr.5.0 Metode Implementasi AP2T
Pra Implementasi Fase 1 Inisiasi Fase 2 Pelatihan Fase 3 Migrasi Data PROJECT MANAGEMENT CHANGE MANAGEMENT Fase 4 Testing Fase 5 Operasional Fase 6 Closing
PELAKSANAAN IMPLEMENTASI
IMPLEMENTASI DI JAWA DAN BALI
Pelaksanaan implementasi di regional Jawa dan Bali sesuai dengan rangkaian waktu pada Gbr. 6.0 berikut ini.
Gbr. 6.0 Jangka Waktu Pelaksanaan Implementasi AP2T Jawa dan Bali
RESUME KEGIATAN
Berikut ini disampaikan resume atas pelaksanaan implementasi AP2T di unit-‐unit Distribusi PLN di Jawa dan Bali. Nama Distribusi Tanggal ơ Tanggal Operasional Jumlah
Pelanggan* Total Pendapatan*
Total Unit (Area/Rayon)
Jawa Timur 27 Nov 2009 15 Feb 2010 8,280,125 Rp 1,474,409,072,395 38 area
Jawa Barat &
Banten 30 Agt 2010
7 Nov 2010 &
10 Feb 2011 8.311.688 Rp 2.681.365.954.204 100
Bali 8 Mar 2011 22 Mar 2011 712.418 Rp 243.842.063.966 3 area (22 rayon) & 1 area prima
Jaya &
Tangerang 4 Apr 2011 18 Apr 2011 3.565.044 Rp 2.604.637.758.423 38 area Jateng & DIY 2 Mei 2011 23 Mei 2011 7.537.029 Rp 1.128.906.542.473 79 UPJ
TULIS/AP2T Jatim
AP2T Jabar & Banten
AP2T Bali
AP2T Jaya & Tangerang
AP2T Jateng & DIY
27 November 2009 30 Agustus 2010 8 Maret 2011 4 April 2011 2 Mei 2011 23 Mei 2011
Meski telah diterapkan di sejumlah lokasi, evaluasi terhadap AP2T terus dilakukan
secara berkesinambungan. Evaluasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas
AP2T sekaligus pelayanan kepada pelanggan. Tidak tertutup kemungkinan, AP2T
dikembangkan dalam berbagai sinergi sistem aplikasi terpadu lainnya, seperti Sistem
Informasi Distribusi dan Automatic Meter Reading, penyediaan data transaksi,
dashboard serta pelaporan terpusat dengan format standar.
Suasana rekonsiliasi data DIL saat implementasi AP2T Dist. Jaya & Tangerang
Suasana rapat koordinasi evaluasi dan penyampaian hasil UAT AP2T dengan PLN Dist. Jabar & Banten dan PLN Pusat Penandatanganan BAST PLN Dist. Jabar & Banten
23
Tim Implementasi TULIS/AP2T Dist. Jatim
Suasana UAT Fitur TULIS/AP2T Dist. Jatim Suasana Persetujuan Hasil UAT dengan PLN Dist. Jabar & Banten ή͚Ƥ͚Ǥ
IMPLEMENTASI DI LUAR JAWA BALI
RESUME KEGIATAN
Berikut ini disampaikan resume atas pelaksanaan implementasi AP2T di unit-‐unit Distribusi PLN di Luar Jawa dan Bali. Nama Wilayah Tanggal Kick ơ Tanggal Operasional Jumlah
Pelanggan* Total Pendapatan*
Total Unit (Area/Rayon)
Sumatera Utara 3 Okt 2011 1 Nov 2011 2,775,355 Rp 460,108,392,300 65
Lampung 21 Des 2011 2 Jan 2012 1,319,822 Rp 169,739,431,075 21
Suluttenggo 6 Feb 2012 1 Mar 2012 994,118 Rp 129,971,154,516 45
Sumatera Barat 1 Mar 2012 2 Apr 2012 1,011,928 Rp 148,976,356,090 32
Riau 3 Apr 2012 1 Mei 2012 1,016,386 Rp 214,616,031,844 32
S2JB 2 Mei 2012 4 Juni 2012 2,038,113 Rp 333,074,780,093 42
Bangka
Belitung 7 Mei 2012 4 Juni 2012 248,884 Rp 43,995,292,554 8 NTT 5 Juni 2012 2 Juli 2012 458,826 Rp 39,573,479,932 19
Kaltim 12 Juni 2012 2 Juli 2012 593,679 Rp 155,006,384,227 19
Kalselteng 5 Juli 2012 1 Agt 2012 1,163,389 Rp 146,574,858,129 33
Kalimantan
Barat 31 Juli 2012 3 Sept 2012 137,562,954 Rp 96,691,527,491 20 Maluku &
Maluku Utara 11 Sept 2012 1 Okt 2012 365,288 Rp 37,059,355,430 22 Papua & Papua
Barat 4 Sept 2012 1 Okt 2012 316,819 Rp 69,413,423,506 31 Sulselrabar 4 Okt 2012 1 Nov 2012 1,835,141 Rp 265,763,871,918 60
NTB 4 Okt 2012 1 Nov 2012 696,977 Rp 58,940,765,097 16
Aceh 5 Nov2012 3 Des 2012 1,075,277 Rp 99,999,535,540 35 Suasana pasca rekonsiliasi data antara tim ICON+ dengan tim PLN Wil. Lampung
Suasana rekonsiliasi data antara tim ICON+ dengan tim PLN Wil. Lampung
* Kondisi data saat buku dicetak
27
ơ͚Ǥ ͚
Suasana pelatihan AP2T di PLN Wilayah Aceh Manajer Area menandatangani Pakta Komitmen PLN Wil
Aceh untuk Melaksanakan Implementasi AP2T dengan baik
Tim Pendamping Billing Perdana ICON+ di PLN Wil. Aceh GM Layanan Ketenagalistrikan memberikan sambutan
ơ͚Ǥ
Suasana pelaksanaan Billing Perdana Implementasi AP2T PLN Wil. Aceh
ơ͚Ǥ
ơ͚Ǥ Manajemen PLN Wil. Kalselteng memberikan laporan dan arahan saal Go Live AP2T ơ͚Ǥ
31
ơ͚Ǥ Penandatanganan Berita Acara Serah Terima selesainya implementasi di PLN Wil. Kalselteng Kepala Divisi Niaga PLN ikut menandatangani Pakta Komitmen Pelaksanaan Implementasi AP2T di PLN Wil. Sulselrabar Suasana Billing Perdana AP2T PLN Wil. Sumatera Barat
Direksi Pekerjaan AP2T PLN Pusat dan GM Wil. Maluku & Maluku Utara (MMU) menabuh genderang tanda dimulainya implementasi AP2T di PLN Wil. MMU
Direksi Pekerjaan AP2T PLN Pusat dan GM Wil. Maluku & Maluku Utara (MMU)menandatangani Pakta
Komitmen Implementasi AP2T di PLN Wil. MMU Tim ICON+ memberikan penjelasan metodologi dan jadwal implementasi AP2T di PLN Wil. NTB Salah satu Manajer Area Wil. MMU menandatangani Pakta Komitmen Implementasi AP2T disaksikan oleh GM dan tim AP2T PLN Pusat
35
Suasana pelatihan AP2T di PLN Wil. Papua dan Papua Barat (P2B)
Suasana pelatihan AP2T di PLN Wil. Papua dan Papua Barat (P2B) saat dijelaskan oleh Trainer ICON+ Seluruh Manajemen PLN Wil. Papua & Papua Barat berfoto bersama dengan Pakta Komitmen Implementasi Penjelasan dan arahan GM Wil. Papua & Papua Barat kepada seluruh Manajer Area untuk melaksanakan dan menyukseskan implementasi AP2T
Suasana kegiatan Pembuatan Rekening Perdana di PLN Wil. Papua & Papua Barat
Tim ICON+ memberikan arahan kegiatan dan proses saat Pembuatan Rekening Perdana di PLN Wil. Papua & Papua Barat
Terima Kasih Kepada Para Nara Sumber :
RULLY FASRI
Kepala Divisi Sistem Informasi PLN
BENNY MARBUN
Kepala Divisi Niaga PLN
MARIA RETNO SUMIARSIH
Manajer Senior Pelayanan Aplikasi Terpusat
HOETOMO SIDHARTA
Manajer Senior Bidang Data danTransaksi Pelayanan Pelanggan Terpusat
SINTA NABABAN
Manager Niaga PLN Wilayah Kalimantan Timur
SURYONO
ơ
Wisma Mulia Lt. 50-‐51 Jl. Gatot Subroto No. 42 Jakarta 12710, Indonesia T. 021-‐5253019