• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ukuran Pemusatan Data. Arum Handini P., M.Sc Ayundyah K., M.Si.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Ukuran Pemusatan Data. Arum Handini P., M.Sc Ayundyah K., M.Si."

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

Ukuran Pemusatan Data

Arum Handini P., M.Sc Ayundyah K., M.Si.

(2)

Notasi untuk Populasi dan Sampel

Notasi:

Sample Populasi Mean (rata-rata) μ Variansi s2 σ2 Simpangan baku s σ x

(3)

Ukuran Pemusatan Data

1. Mean (rata-rata)

2. Median

(4)

Mean

1. Mean untuk data tunggal

• Mean sampel dari himpunan n observasi: x1, x2, x3, …, xn, dirumuskan:

• Contoh: The birth weights in pounds of five babies born in a hospital on a certain day are 9.2, 6.4, 10.5, 8.1, and 7.8.

• The mean birth weight for these data is

1 n i i x x n  

9.2 6.4 10.5 8.1 7.8 42 8.4 5 5 x       

(5)

• Mean sampel dari himpunan n observasi: x1, x2, x3, …, xn, yang mempunyai frekuensi berturut-turut f1, f2, f3, …, fn,

dirumuskan: 1 n i i i n i f x x f   

Nilai Frekuensi x1 f1 x2 f2 x3 f3 … … xn fn

(6)

Latihan: Mean

• Loss of calcium is a serious problem for older women. To investigate the amount of loss, a researcher measured the initial amount of bone mineral content in the radius bone of the dominant hand of elderly women and then the amount remaining after one year. The differences, representing the loss of bone mineral content, are given in the following table (courtesy of E. Smith).

(7)

2. Estimasi Mean data berkelompok

a) Menghitung mean data kelompok dengan metode biasa

• Penyajian data berkelompok:

• Mean dihitung dengan formula:

Interval/ Selang Titik Tengah (xi) Frekuensi (fi)

Limit kelas ke-1 X1 f1 Limit kelas ke-2 X2 f2

… … …

Limit kelas ke-n Xn fn

1 1 n i i i n i i f x x f   

(8)

• Contoh:

Interval Kelas Titik Tengah Kelas (xi) Frekuensi (fi) fixi 7 – 9 8 2 16 10 – 12 11 8 88 13 – 15 14 14 196 16 – 18 17 19 323 19 – 21 20 7 140 Jumlah 50 763 1 763 15.26 n i i i n f x x    

(9)

b) Menghitung mean data kelompok dengan metode simpangan rata-rata

• Jika A merupakan rataan hitung sementara yang diperoleh dari:

• Maka rataan hitung dirumuskan:

1 2 n x x A   1 1 n i i i n i i f d x A f    

x1: limit bawah kelas pertama xn: limit atas kelas terakhir

di: xi – A

xi: nilai tengah masing-masing kelas fi: frekuensi kelas

(10)

• Contoh: Interval Kelas Titik Tengah Kelas (xi) Deviasi (di) Frekuensi (fi) fi di 7 – 9 8 -6 2 -12 10 – 12 11 -3 8 -24 13 – 15 14 0 14 0 16 – 18 17 3 19 57 19 – 21 20 6 7 42 Jumlah 50 63 7 21 14 A    1 14 63 15.26 n i i i n f d x  A    

Untuk banyak interval kelas ganjil,

‘0’ pasti terletak di kelas yang tengah

(11)

c) Mean berkelompok dengan metode coding

• Jika A merupakan rataan hitung sementara yang diperoleh dari:

• Mean dengan metode coding dirumuskan:

1

2

n

x x

A   x1: limit bawah kelas pertama

xn: limit atas kelas terakhir

1 1 n i i i n i i f c x A p f     

ci: kode untuk setiap kelas

xi: nilai tengah masing-masing kelas fi: frekuensi kelas

(12)

• Contoh: Interval Kelas Kode (ci) Frekuensi (fi) fi ci 7 – 9 -2 2 -4 10 – 12 -1 8 -8 13 – 15 0 14 0 16 – 18 1 19 19 19 – 21 2 7 14 50 21 7 21 14 A    1 14 3 21 15.26 n i i i n f c x   A p     

Untuk banyak interval kelas ganjil,

‘0’ pasti terletak di kelas yang tengah

(13)

3. Mean data gabungan

• Sample berukuran n1, n2, …, nk diambil dari k populasi, masing-masing memiliki mean , maka mean gabungan: 1, ,...,2 k x x x 1 1 k i i i c k i i n x x n   

(14)

4. Mean terboboti

• Terdapat k buah nilai x1, x2, …, xk dengan bobot masing-masing w1, w2, …, wk, maka mean dirumuskan:

• Contoh: • Nilai akhir: 1 1 k i i i w k i i w x x w   

Komponen Tugas Quiz UTS UAS

Bobot 20% 10% 30% 40% Nilai 80 75 65 75

0.2 80

 

0.1 75

 

0.3 65

 

0.4 75

73 0.2 0.1 0.3 0.4 w x            

(15)

Median

1. Median data tunggal

• Median sampel dari himpunan n observasi: x1, x2, x3, …, xn, adalah nilai tengah dari observasi terurut dari yang terkecil hingga terbesar.

• Letak median:

– Ukuran data ganjil

Median terletak di data ke-

– Ukuran data genap

Median terletak diantara data ke- dan data ke- 1 2 n 2 n 1 2 n

(16)

• Contoh 1 (median):

Data 5 bobot bayi ketika lahir: 3.04; 4.20; 3.28; 3.12; 2.56

Diurutkan: 2.56, 3.04, 3.12, 3.28, 4.20 (n = 5)

Median terletak pada data ke- , yaitu 3.12. Data: 3, 15, 46, 64, 126, 623 (n = 6)

Median terletak pada data ke- dan ke- , yaitu: 5 1 3 2  6 3 2  6 1 4 2   46 64 55 2  

(17)

• Contoh 2 (median)

Lamanya enam pasien pencangkokan jantung adalah sebagai berikut: 15, 3, 46, 623, 126, dan 64 hari.

Data terurut: 3, 15, 46, 64, 126, 623

Median-nya adalah 55, sementara mean-nya 146.2

Perhatikan: jika dilihat dari nilai mean, maka hanya ada 1 pasien yang hidup di atas 146.2 hari. Di sini median menjadi indikator yang lebih baik, yaitu ada 3 pasien yang bertahan hidup lebih dari 55 hari.

Bagi distribusi yang tidak simetrik, kiranya median akan menjadi ukuran nilai tengah yang lebih bermakna daripada mean

Contoh ini menunjukkan bahwa median tidak dipengaruhi oleh nilai-nilai ekstrem pada sampel.

(18)

2. Estimasi median data berkelompok

• Rumus untuk median data berkelompok (data yang disajikan dalam tabel distribusi frekuensi):

1 2 k me n f Me b p f           

b: batas bawah kelas median p: panjang kelas

n: banyak data

fk: frekuensi kumulatif sebelum kelas median f : frekuensi kelas median

(19)

Modus

• Modus suatu sampel adalah nilai yang paling banyak muncul atau paling tinggi frekuensinya.

• Estimasi modus untuk data berkelompok:

• dimana: 1 1 2 d Mo b p d d         1 1 2 1 mo mo mo mo d f f d f f      

b: batas bawah kelas modus p: panjang kelas

fmo: frekuensi kelas modus

fmo-1: frekuensi kelas sebelum kelas modus fmo+1: frekuensi kelas setelah kelas modus

(20)

Persentil

• Persentil adalah nilai-nilai yang membagi segugus pengamatan menjadi 100 bagian yang sama.

• Nilai-nilai tersebut dilambangkan dengan P1, P2, …, P99, yang bersifat 1% dari seluruh data terletak di bawah P1, 2% terletak di bawah P2,…, dan 99% terletak di bawah P99.

• Menghitung persentil ke-p:

– Urutkan data dari yang terkecil ke terbesar.

– Tentukan hasil kali: banyak data × proporsi = np.

• Jika np bukan bilangan bulat, maka lakukan pembulatan ke atas dan tentukan data pada urutan tersebut.

(21)

Desil

• Desil adalah nilai-nilai yang membagi segugus pengamatan menjadi 10 bagian yang sama.

• Nilai-nilai tersebut dilambangkan dengan D1, D2, …, D9 yang bersifat 10% data berada di bawah D1, 20% di bawah D2, …, dan 90% di bawah D9.

(22)

Kuartil

1. Kuartil data tunggal

• Kuartil adalah nilai-nilai yang membagi segugus pengamatan menjadi 4 bagian sama besar.

• Dilambangkan dengan:

– Q1 (25% data jatuh di bawah nilai Q1) – Q2 (50% data jatuh di bawah nilai Q2) – Q3 (75% data jatuh di bawah nilai Q3)

• Contoh:

(23)

• Contoh:

Data Pengukuran Tingkat Kebisingan Lalu Lintas (Decibel)

52 55.9 56.7 59.4 60.2 61 62.1 63.8 65.7 67.9 54.4 55.9 56.8 59.4 60.3 61.4 62.6 64 66.2 68.2 54.5 56.2 57.2 59.5 60.5 61.7 62.7 64.6 66.8 68.9 55.7 56.4 57.6 59.8 60.6 61.8 63.1 64.8 67 69.4 55.8 56.4 58.9 60 60.8 62 63.6 64.9 67.1 77.1

(24)

• Kuartil ke-1:

– letak: 0.25 × 50 = 12.5 (pecahan), maka bulatkan ke atas menjadi 13. Kuartil pertama adalah data ke-13 yaitu 57.2.

• Persentil ke-10:

– letak: 0.1 × 50 = 5 (bilangan bulat), sehingga letak persentil ke sepuluh adalah di antara data ke 5 dan 6 yaitu: (55.8 + 55.9)/2 = 55.85

(25)

2. Estimasi Kuartil, Desil, dan Persentil Data Berkelompok

Rumus menghitung kuartil data berkelompok:

4 k i Q i n f Q b p f           

Qi: kuartil ke-i, Di: desil ke-i, Pi: persentil ke-i b: batas bawah kelas kuartil, desil, atau

persentil

p: panjang kelas n: banyak data

fk: frekuensi kumulatif sebelum kelas kuartil, desil, atau persentil.

fQ: frekuensi kelas kuartil, fD: frekuensi kelas desil, fP: frekuensi kelas persentil.

           10 k i D i n f D b p f            100 k i P i n f P b p f

(26)

Latihan

1. Delapan peserta lomba sepeda mencatat waktu tempuh sebagai berikut: 28, 22, 26, 33, 21, 23, 37, 24. Hitunglah mean dan mediannya.

2. Perhatikan tabel banyak anak pada setiap keluarga di Kampung Sejahtera.

Banyak anak Frekuensi

1 2

2 4

3 21

4 18

5 10

Tentukan mean dan mediannya.

(27)

3. Perhatikan diagram tangkai-daun skor ujian akhir mata kuliah statistika berikut:

2 48 3 155 4 002 5 03368 6 0124479 7 22355689 8 004577 9 0025 Hitunglah: a. Mean b. Median c. Kuartil: Q1, Q2, dan Q3

(28)

4. Berdasarkan dari data berikut: Hitung: a) Mean b) Median c) Modus d) Kuartil pertama e) P45

(29)

5. Berdasarkan data berikut: Hitung: a) Mean b) Median c) Modus d) Kuartil pertama e) P45

(30)

6. Seorang mahasiwa mendapatkan nilai 87.4 untuk mata kuliah Metode Statistika. Nilai yang diperoleh mahasiswa tersebut dan bobot nilai pada mata kuliah Metode Statistika adalah sebagai berikut:

Berapakah nilai UAS yang diperoleh mahasiswa tersebut?

Penilaian Bobot Nilai

Tugas 20% 88

Quiz 10% 75

UTS 30% 85

(31)

Referensi

• Bhattacharya, G. K., dan R. A., Johnson, 1997,

Statistical Concept and Methods, John Wiley

and Sons, New York.

• Walpole, R.E., 1995, Pengantar Statistika Edisi

ke-3, diterjemahkan oleh: Bambang Sumantri,

(32)

Referensi

Dokumen terkait

Mengkaji penerapan model regresi tiga level data pengamatan berulang untuk menganalisis hubungan antara capaian mahasiswa dalam mata kuliah Metode Statistika dengan

Terlihat bahwa motivasi berprestasi para mahasiswa tersebut meningkat setelah mengikuti mata kuliah Statistika Praktikum yang menggunakan metode pembelajaran kooperatif STAD..

Mata kuliah ini memberikan kemampuan kepada mahasiswa untuk menganalisis permasalahan arkeologi dasar, dengan menerapkan aktivitas belajar kuliah interaktif dan small group

Ukuran keberhasilan atau prestasi mahasiswa dapat dilihat dari Indeks Prestasi (IP) yang mencerminkan seluruh nilai yang diperoleh mahasiswa sampai semester yang sedang berjalan

Mengkaji penerapan model regresi tiga level data pengamatan berulang untuk menganalisis hubungan antara capaian mahasiswa dalam mata kuliah Metode Statistika dengan

Perbaikan nilai ditujukan untuk memperbaiki nilai akhir suatu mata kuliah dengan memprogram kembali mata kuliah tersebut pada semester berikutnya secara regular, keculai

Hasil belajar yang diperoleh dengan metode pemecahan masalah dan pemanfaatan tutor sebaya pada mata kuliah Ekologi Tumbuhan dapat ditunjukkan dengan nilai ujian

Mahasiswa yang tidak mengikuti pembelajaran dalam bentuk praktikum secara penuh 100 (seratus) persen dari suatu mata kuliah dalam satu semester dinyatakan gagal