• Tidak ada hasil yang ditemukan

SIFAT KEMAGNETAN BAHAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SIFAT KEMAGNETAN BAHAN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

NAMA KELOMPOK : NAMA KELOMPOK :

1

1.. AAHHMMAAD D AALLFFAAN N SSUURRUURRI I ((112211881100220011002255)) 2.

2. ILLILLAAVVI I PEBPEBRIARIAN N PRAPRASETSETI I (12(12181018102010201027)27) 3.

3. M. M. AIAINUNUR R ROROFIQ FIQ (1(1218218101020120103038)8)

MANETI! PROPERT" OF SOLID MANETI! PROPERT" OF SOLID

1

1.. PP##$%$%&&''&&$$

Magnet atau magnit adalah suatu obyek yang mempunyai suatu medan magnet. Asal kata Magnet atau magnit adalah suatu obyek yang mempunyai suatu medan magnet. Asal kata magnet diduga dari kata magnesia yaitu nama suatu daerah di Asia kecil. Menurut cerita di magnet diduga dari kata magnesia yaitu nama suatu daerah di Asia kecil. Menurut cerita di daerah itu sekitar 4.000 tahun yang lalu telah ditemukan sejenis batu yang memiliki sifat dapat daerah itu sekitar 4.000 tahun yang lalu telah ditemukan sejenis batu yang memiliki sifat dapat menarik besi atau baja atau campuran logam lainnya. Benda yang dapat menarik besi atau baja menarik besi atau baja atau campuran logam lainnya. Benda yang dapat menarik besi atau baja inilah yang disebut magnet. Untuk bisa mengambil suatu barang dari logam (contoh obeng besi) inilah yang disebut magnet. Untuk bisa mengambil suatu barang dari logam (contoh obeng besi) hanya dengan sebuah magnet misalkan pada peralatan perbengkelan biasanya dilengkapi dengan hanya dengan sebuah magnet misalkan pada peralatan perbengkelan biasanya dilengkapi dengan sifat magnet sehingga memudahkan untuk mengambil benda yang jatuh di tempat yang sulit sifat magnet sehingga memudahkan untuk mengambil benda yang jatuh di tempat yang sulit dijangkau oleh tangan secara langsung. Bahkan banyak peralatan yang sering digunakan antara dijangkau oleh tangan secara langsung. Bahkan banyak peralatan yang sering digunakan antara lain bel listrik telepon dinamo alat!alat ukur listrik kompas yang semuanya menggunakan lain bel listrik telepon dinamo alat!alat ukur listrik kompas yang semuanya menggunakan  bahan magnet.

 bahan magnet.

Magnet dapat dibuat dari bahan besi baja dan campuran logam serta telah banyak  Magnet dapat dibuat dari bahan besi baja dan campuran logam serta telah banyak  dimanfaatkan untuk industri otomotif dan lainnya. "ebuah magnet terdiri atas magnet!magnet dimanfaatkan untuk industri otomotif dan lainnya. "ebuah magnet terdiri atas magnet!magnet kecil yang memiliki arah yang sama (tersusun teratur) magnet!magnet kecil ini disebut magnet kecil yang memiliki arah yang sama (tersusun teratur) magnet!magnet kecil ini disebut magnet elementer. #ada logam yang bukan magnet magnet elementernya mempunyai arah sembarangan elementer. #ada logam yang bukan magnet magnet elementernya mempunyai arah sembarangan (tidak teratur) sehingga efeknya saling meniadakan yang mengakibatkan tidak adanya kutub! (tidak teratur) sehingga efeknya saling meniadakan yang mengakibatkan tidak adanya kutub! kutub magnet pada ujung logam. "etiap magnet memiliki dua kutub yaitu$ utara dan selatan. kutub magnet pada ujung logam. "etiap magnet memiliki dua kutub yaitu$ utara dan selatan. %utub magnet adalah daerah yang berada pada ujung!ujung magnet dengan kekuatan magnet %utub magnet adalah daerah yang berada pada ujung!ujung magnet dengan kekuatan magnet yang paling besar berada pada kutub!kutubnya.

yang paling besar berada pada kutub!kutubnya.

Magnet dapat menarik benda lain beberapa benda bahkan tertarik lebih kuat dari yang Magnet dapat menarik benda lain beberapa benda bahkan tertarik lebih kuat dari yang lain yaitu bahan logam.

(2)

magnet. Besi dan baja adalah dua contoh materi yang mempunyai daya tarik yang tinggi oleh magnet. "edangkan oksigen cair adalah contoh materi yang mempunyai daya tarik yang rendah oleh magnet. "atuan intensitas magnet menurut sistem metrik "atuan 'nternasional ("') adalah

esladan "' unit untuk total fluks magnetik adalah eber

(

1weber

/

m

2

=

1tesla

)

  yang

mempengaruhi luasan satu meter persegi.

2. B&'&$ M&*$#+,- 

Bahan magnetik adalah suatu bahan yang memiliki sifat kemagnetan dalam komponen  pembentuknya. Berdasarkan perilaku molekulnya di dalam Medan magnetik luar bahan magnetik terdiri atas tiga kategori yaitu paramagnetik feromagnteik dan diamagnetik. Masing! masing jenis bahan tersebut memiliki sifat dan karakteristik yang khas dan berbeda!beda. Bahan!  bahan yang ada di alam semesta masing!masing memiliki sifat!sifat yang khas (karekteristik)

yang dapat dimanfaatkan untuk proses industri. #erkembangan penemuan dan pemilihan bahan!  bahan sangat menentukan proses dan hasil suatu industri karena bahan!bahan memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda!beda dimana sifat dan karakteristik bahan ditentukan oleh struktur  intern penyusun bahan tersebut. *engan sifat dan karakteristiknya ternyata jenis bahan feromagnetik paling banyak dipilih sebagai bahan untuk teknik dan industri seperti pada aplikasi untuk motor listrik generator loadspeaker dan beberapa aplikasi yang lain.

&. B&'&$ D,&&*$#+,- 

Bahan diamagnetik adalah bahan yang resultan medan magnet atomis masing!masing atom+ molekulya adalah nol tetapi medan magnet akibat orbit dan spin elektronnya tidak nol (,alliday - esnick /1). Bahan diamagnetik tidak mempunyai momen dipol magnet  permanen. 2ika bahan diamagnetik diberi medan magnet luar maka elektron!elektron dalam atom akan mengubah gerakannya sedemikian rupa sehingga menghasilkan resultan medan magnet atomis yang arahnya berlaanan dengan medan magnet luar tersebut.

"ifat diamagnetik bahan ditimbulkan oleh gerak orbital elektron. %arena atom mempunyai elektron orbital maka semua bahan bersifat diamagnetik. "uatu bahan dapat bersifat magnet apabila susunan atom dalam bahan tersebut mempunyai spin elektron yang tidak   berpasangan. *alam bahan diamagnetik hampir semua spin elektron berpasangan akibatnya

(3)

 bahan ini tidak menarik garis gaya. #ermeabilitas bahan ini$ µ< μ0

  dengan suseptibilitas

magnetik bahan$  χ m

<

0 . &ilai bahan diamagnetik mempunyai orde 10

−5

m3/kg . 3ontoh

 bahan diamagnetik yaitu$ bismut perak emas tembaga dan seng.

/. B&'&$ P&&&*$#+,- 

Bahan paramagnetik adalah bahan yang resultan medan magnet atomis masing!masing atom+ molekulnya tidak nol tetapi resultan medan magnet atomis total seluruh atom+ molekul dalam bahan nol hal ini disebabkan karena gerakan atom+ molekul acak sehingga resultan medan magnet atomis masing!masing atom saling meniadakan (,alliday - esnick /1). *i  baah pengaruh medan eksternal mereka mensejajarkan diri karena torsi yang dihasilkan. "ifat  paramagnetik ditimbulkan oleh momen magnetik spin yang menjadi terarah oleh medan magnet

luar.

Gambar 1. Arah domain-domain dalam bahan paramagnetic sebelum diberi medan magnet luar 

Bahan ini jika diberi medan magnet luar elektron!elektronnya akan berusaha sedemikian rupa sehingga resultan medan magnet atomisnya searah dengan medan magnet luar. "ifat  paramagnetik ditimbulkan oleh momen magnetik spin yang menjadi terarah oleh medan magnet

(4)

Gambar 2. Arah domain dalam bahan paramagnetic setelah diberi medan magnet luar 

*alam bahan ini hanya sedikit spin elektron yang tidak berpasangan sehingga bahan ini sedikit menarik garis!garis gaya. *alam bahan paramagnetik medan B yang dihasilkan akan lebih besar dibanding dengan nilainya dalam hampa udara. "useptibilitas magnet dari bahan

 paramagnetik adalah positif dan berada dalam rentang 10

−5

sampai 10

−3

m3/ Kg 

sedangkan permeabilitasnya adalah µ>µ0 . 3ontoh bahan paramagnetik $ alumunium

magnesium dan olfram.

. B&'&$ F#&*$&+,- 

Bahan ferromagnetik mempunyai resultan medan magnet atomis besar hal ini disebabkan oleh momen magnetik spin elektron. #ada bahan ini banyak spin elektron yang tidak   berpasangan masing!masing spin elektron yang tidak berpasangan ini akan menimbulkan medan

magnetik sehingga medan magnet total yang dihasilkan oleh satu atom menjadi lebih besar  (,alliday - esnick /1). Medan magnet dari masing!masing atom dalam bahan ferromagnetik sangat kuat sehingga interaksi diantara atom!atom tetangganya menyebabkan sebagian besar atom akan mensejajarkan diri membentuk kelompok!kelompok kelompok inilah yang dikenal dengan domain.

*omain!domain dalam bahan ferromagnetik dalam ketiadaan medan eksternal momen magnet dalam tiap domain akan paralel tetapi domain!domain diorientasikan secara acak dan yang lain akan terdistorsi karena pengaruh medan eksternal. *omain dengan momen magnet

(5)

 paralel terhadap medan eksternal akan mengembang sementara yang lain mengerut. "emua domain akan menyebariskan diri dengan medan eksternal pada titik saturasi artinya baha setelah seluruh domain sudah terarahkan penambahan medan magnet luar tidak memberi  pengaruh apa!apa karena tidak ada lagi domain yang perlu disearahkan keadaan ini disebut dengan penjenuhan (saturasi). Bahan ini juga mempunyai sifat remanensi artinya baha setelah medan magnet luar dihilangkan akan tetap memiliki medan magnet karena itu bahan ini sangat

 baik sebagai sumber magnet permanen. #ermeabilitas bahan $  μ≫ μ0   dengan suseptibilitas

 bahan $  χ m≫0 . 3ontoh bahan ferromagnetik $ besi baja. "ifat kemagnetan bahan

ferromagnetik akan hilang pada temperatur 3urrie. emperatur 3urrie untuk besi lemah adalah

770oC   dan untuk baja adalah 1043oC  .

"ifat bahan ferromagnetik biasanya terdapat dalam bahan ferit. erit merupakan bahan dasar magnet permanen yang banyak digunakan dalam industri! industri elektronika seperti dalamloudspeaker motor!motor listrikdynamo dan %5,! meter.

Bahan ferromagnetik mula!mula memiliki magnetisasi nol pada daerah yang bebas medan magnetik bila mendapat pengaruh medan magnetik yang lemah saja akan memperoleh magnetisasi yang besar. 2ika diperbesar medan magnetnya akan makin besar pula magnetisasinya. 6ksperimen menunjukkan bila medan magnetik ditiadakan magnetisasi bahan tidak kembali menjadi nol. 2adi bahan ferromagnetik itu dapat mempunyai magnetisasi alaupun tidak ada medan sehingga bahan dikatakan memiliki magnetisasi spontan. *i atas temperatur  3urie ferromagnetik berubah menjadi paramagnetik 

(6)

Apabila kur7a magnetisasi dilanjutkan dengan mengurangi besarnya medan magnet , maka rapat fluk magnetik B akan turun tetapi turunnya rapat fluk magnetik B tidak mengikuti kur7a naiknya (8ambar 4). apat fluk magnetik B turun membentuk kur7a baru menuju titik Br  ketika medan magnet , sama dengan nol sehingga pada gambar jelas sekali terlihat baha ketika medan magnet , 9 0 rapat fluk magnetik B tidak sama dengan nol akan tetapi berada  pada titik Br hal ini menunjukkan baha pada bahan tersebut masih terdapat rapat fluk magnetik 

yang tertinggal. itik Br disebut sebagai kerapatan fluk remanensi atau remanensi bahan yaitu  besarnya rapat fluk magnetik B yang tertinggal pada bahan pada saat medan magnet ,

samadengan nol. %etika medan magnet , dibalik arahnya maka rapat fluk magnetik B akan mencapai nilai nol di titik ,c. itik ,c ini disebut sebagai gaya koersif atau koersi7itas bahan yaitu besarnya medan magnet atau intensitas , yang diperlukan unrtuk mengembalikan rapat fluk magnetik menjadi nol. Apabila siklus ini diteruskan maka akan didapat kur7a dengan bentuk  simetris yang dikenal dengan fenomena histeresis seperti pada 8ambar / di atas.

*ari kur7a histeresis dapat diketahui besarnya koersi7itas bahan ,c remanensi bahan Br  dan permeabilitas bahan : yang besaran!besaran tersebut menentukan sifat dan karakteristik  kemagnetan suatu bahan.

(7)

3. S,&+ M&*$#+,- 

"ifat material terbagi menjadi dua yaitu magnetic (dengan electron yang tidak   berpasangan) dan non magnetic atau diamagnetic (semua electron berpasangan).

4. P#,&- M&*$#+,-  B= μH 

B= μ0 H + μ0 M 

↓ ↓→ induksi yang dihasilkan oleh sampel

'nduksi yang dihasilkan oleh medan

 χ 

=

 M 

/

 H   χ 

=

suseptibilitasmagnetik  B

=

 μ0 H 

+

 μ0 M χ 

B= μ0 H 

(

1+ χ 

)

= μH 

(8)

(

1

+

 χ 

)=

μ

 μ0

=

 μr  μr= permitivitas relatif 

%eterangan $ B 9 rapat fluk magnetic

 μ  9 permiti7itas ( m0:ruang hampa¿

, 9 medan magnet

M 9 magnetisasi

5. P#,&- B&'&$ %&& M#%&$ M&*$#+

P#,&- T,# $,&, 6   P#/&'&$ 6 %#$*&$ $,$*-&+$& +##&+ K#+#*&$+$*& $ #%&$ 

*iamagnetisme −8×10−6  untuk 3u idak ada idak  

 paramagnetisme menurun idak 

#aramagnetisme  pauli

8.3×10−4  untuk Mn

idak ada idak  

erromagnetisme 5×103  untuk e

Menurun 'ya

antiferromagnetisme 0sampai10−2

meningkat iya

#erilaku magnetic mungkin dibedakan dengan nilai ; dan  μ  dan dengan temperaturnya dan

ketergantungan medan

•  &ilai positif 7s negati7e $ hanya material diamagnetic yang menunjukkan ; 

negati7e

•  &ilai absolute $ material ferromagnetic menunjukkan nilai positif yang sangat

(9)

• %etergantungan temperature $ diamagnetic tidak tergantung pada temperature

material antiferromagnetik meningkat dengan meningkatnya temperature dan  paramagnetik dan material ferromagnetic menurun dengan meningkatnya

temperature.

• %etergantungan medan $ hanya bahan ferro dan antiferromagnetik yang

tergantunga pada medan.

9. E#- T##&+#

Bahan paramagnetic $ mematuhi hokum 3urie

 χ =C 

T  3 $ konstanta 3urie< $ temperature

idak ada interaksi spontan di antara electron tidak berpasangan yang berdekatan. *engan meningkatnya temperature penjalaran lebih sulit dan ; menurun.

Bahan paramagnetic menunjukkan beberapa magnetic (ferromagnetic) $

,ukum 3urie!5eiss

 χ = C 

T −

=

konstanta !eiss

(10)

#aramagnetik $ hokum 3urie<  menurun c meningkat

able / beberapa temperature 3urie dan temperature &eel

Material T "

(

oC 

)

 # 

(

oC 

)

3r => Mn !/?= e ??0 3o //=/  &i =>1 T ":

 temperature curie ferromagnetic

 # :

(11)

7. M#$ M&*$#+,- 

Momen magnetic

(

 μ

)

 dihubungkan secara langsung terhadap nomer electron yang tidak berpasangan. Bila terdapat dua buah kutub magnet yang berlaanan

+

m  dan  $m terpisah sejauh l maka besarnya momen magnetiknya ) (Mr adalah

dengan M

8ambar Arah momen magnetic bahan non magnetik 

8ambar Arah momen magnetic bahan magnetik 

momen magnet mempunyai satuan dalam cgs adalah gauss%"m

3

atau emu dan dalam

"' mempunyai satuan  & % m

2

 adalah sebuah 7ektor dalam arah 7ektor unit r  berarah dari^

kutub negatif ke kutub positif. Arah momen magnetik dari atom bahan non magnetik adalah acak  sehingga momen magnetik resultannya menjadi nol. "ebaliknya di dalam bahan!bahan magnetik arah momen magnetik atom!atom bahan itu teratur sehingga momen magnetik resultan tidak nol.

(12)

MOMEN MANETIK SPIN ELEKTRON

"ifat magnetic dari electron yang tidak berpasangan muncul dari spin electron dan gerak orbital electron.

Magneton Bohr (BM) $ merupakan konstanta alam yang muncul dari efek magnetic. Momen magnetic biasanya diekspresikan sebagai perkalian magneton Bohr.

BM = eh 4'm" e $ muatan electron h$ konstanta #lank  m$ massa electron c$ kecepatan cahaya

momen magnetic electron tunggal $

 μs=g

√ 

s

(

s+1

)

 μs=1.73BM 

g$ perbandingan gyromagnetik!@ (untuk momen magnetic spin electron)

s$ bilangan uantum spin

"$ penjumlahan bilangan uantum spin

¿

 / elektron tidak berpasangan

 μs

=

g

√ 

s

(

s

+

1

)

(13)

8erak electron di sekitar nucleus mungkin dalam beberapa bahan memberikan kenaikan momen orbital yang mengkonstribusi untuk momen magnetic secara keseluruhan.

 μ(+ )

=

[

4(

(

(

+

1

)+

 )

(

 )

+

1

)

]

1/2

C$ bilangan kuantum momentum sudut orbital

M&*$#+,&,

Magnetisai (kemagnetan) tidak dapat dipisahkan dari mekanika kuantum. Momen dipole magnet (momen magnet) untuk sebuah atom bebas berasal dari = sumber utama yaitu spin electron orbit electron dan perubahan momen magnet orbit yang diinduksi oleh medan magnet luar.

Magnetisasi (M) didefinisikan sebagai momen dipole magnet ( μ ) per satuan 7olume (D)

maka $

 M 

=

 μ

*  + se,angkanuntuk superkon,uktor M 

=

B

4

Bila suseptibilitas medan magnet (daya tembus medan magnet) per satuan 7olume didefinisikan (E)  χ 

=

 M  B

 =

μ *B →"gs  χ = μ0 M  B = μ0  μ *B → MK(

(14)

3ontoh untuk superkonduktor $  χ =

B/4

B =

−1 4

M&+#,& M&*$#+ #&' %&$ M&*$#+ K&+

Material magnetik diklasifikasikan menjadi dua yaitu material magnetic lemah atau soft magnetic materials maupun material magnetic kuat atau hard magnetic materials. #enggolongan ini berdasarkan kekuatan medan koersifnya dimana soft magnetic atau material magnetic lemah memiliki medan koersif yang lemah sedangkan material magnetic kuat atau hard magnetic materials memiliki medan koersif yang kuat. ,al ini lebih jelas digambarkan dengan diagram histerisis atau hysteresis loop sebagai loop.

(15)

*iagram histeresis diatas menunjukkan kur7a histeresis untuk material magnetic lunak   pada gambar (a) dan material magnetic keras pada gambar (b). , adalah medan magnetik yang diperlukan untuk menginduksi medan berkekuatan B dalam material. "etelah medan , ditiadakan dalam specimen tersisa magnetisme residual Br yang disebut residual remanen dan diperlukan medan magnet ,c yang disebut gaya koersif yang harus diterapkan dalam arah  berlaanan untuk meniadakannya. Magnet lunak mudah dimagnetisasi serta mudah pula

mengalami demagnetisasi seperti tampak pada 8ambar @.> &ilai , yang rendah sudah memadai untuk menginduksi medan B yang kuat dalam logam dan diperlukan medan ,c yang kecil untuk  menghilangkannya. Magnet keras adalah material yang sulit dimagnetisasi dan sulit di demagnetisasi. %arena hasil kali medan magnet (A+m) dan induksi (D.det+m@) merupakan energi  per satuan 7olume luas daerah hasil integrasi di dalam loop histerisis adalah sama den gan energi

yang diperlukan untuk satu siklus magnetisasi mulai dari 0 sampai F, hingga G,sampai 0. energi yang dibutuhkan magnet lunak dapat dapat diabaikan< medan magnet keras memerlukan energi lebih banyak sehingga pada kondisi!ruang demagnetisasi dapat diabaikan. *ikatakan magnetisasi permanen

(16)

S,&+;S,&+ M&*$#+

"ifat!sifat kemagnetan suatu bahan dapat diperlihatkan dalam kur7a histerisis yaitu kur7a hubungan intensitas magnet (,) terhadap medan magnet (B). "eperti ditunjukkan pada gambar = merupakan kur7a histerisis pada saat magnetisasi.

#ada gambar @. di atas tampak baha kur7a tidak berbentuk garis lurus sehingga dapat dikatakan baha hubungan antara B dan , tidak linier. *engan kenaikan harga , mula!mula B turut naik cukup besar tetapi mulai dari nilai , tertentu terjadi kenaikan nilai B yang kecil dan makin lama nilai B akan konstan. ,arga medan magnet untuk keadaan saturasi disebut dengan Bs atau medan magnet saturasi. "aturasi magnetisasi adalah keadaan dimana terjadi kejenuhan nilai medan magnet B akan selalu konstan alaupun medan eksternal , dinaikkan terus.Bahan yang mencapai saturasi untuk harga , rendah disebut magnet lunak seperti yang ditunjukkan kur7a (a). "edangkan bahan yang saturasinya terjadi pada harga , tinggi disebut magnet keras seperti yang ditunjukkan kur7a (c). "esudah mencapai saturasi ketika intensitas magnet , diperkecil hingga mencapai , 9 0 ternyata kur7a B tidak meleati jalur kur7a semula. #ada harga , 9 0 medan magnet atau rapat fluks B mempunyai harga Br H0 seperti ditunjukkan pada kur7a histerisis pada gambar @.. ,arga Br ini disebut dengan induksi remanen atau remanensi  bahan. emanen atau ketertambatan adalah sisa medan magnet B dalam proses magnetisasi pada

saat medan magnet , dihilangkan atau remanensi terjadi pada saat intensitas medan magnetik ,  berharga nol dan medan magnet B menunjukkan harga tertentu.#ada gambar @./0 tampak baha

setelah harga intensitas magnet , 9 0 atau dibuat negatif (dengan membalik arus lilitan) kur7a B(,) akan memotong sumbu pada harga ,c. 'ntensitas ,c inilah yang diperlukan untuk 

(17)

membuat rapat fluks B90 atau menghilangkan fluks dalam bahan. 'ntensitas magnet ,c ini disebut koersi7itas bahan. %oersi7itasdigunakan untuk membedakan hard magnet atau soft magnet. "emakin besar gaya koersi7itasnya maka semakin keras sifat magnetnya. Bahan dengan koersi7itas tinggi berarti tidak mudah hilang kemagnetannya.Untuk menghilangkan kemagnetannya diperlukan intensitas magnet , yang besar. Bila selanjutnya harga diperbesar   pada harga negatif sampai mencapai saturasi dan dikembalikan melalui nol berbalik arah dan

terus diperbesar pada harga , positif hingga saturasi kembali maka kur7a B(,) akan membentuk satu lintasan tertutup yang disebut kur7a histeresis. Bahan yang mempunyai koersi7itas tinggi kemagnetannya tidak mudah hilang. Bahan seperti itu baik untuk membuat magnet permanen.

Magnet permanen dapat diberi indeks berdasarkan momen koersif yang diperlukan untuk  menghilangkan induksi (tabel @./). #atokan ukuran yang yang lebih baik adalah hasil kali B,.Bae/@/mempunyai nilai G,cyang sangat besar tetapi B,makssedang!sedang saja. karena rapat fluks lebih rendah dibandingkan bahan magnet permanen lainnya. *ari tabel @./ akan diperoleh gambaran mengenai peningkatan yang mungkin diperoleh beberapa para ahli  peneliti dan rekayasaan dengan pengembangan alnico (metalik) dan magnet

Bae/@/(keramik)

Magnet lunak merupakan pilihan tepat untuk penggunaan pada arus bolak!balik atau frekuensi tinggi karena harus mengalami magnetisasi dan demagnetisasi berulang kali selama selang satu detik. "pesifikasi yang agak kritis untuk magnet lunak adalah $ induksi jenuh (tinggi) medan koersif (rendah) dan pemeabilitas maksimum (tinggi). *ata selektif terdapat pada tabel

(18)

@.@ dan dapat dibandingkan dengan data tabel @./. asio B+,disebut permeabilitas. &ilai rasio B+,yang tinggi berarti baha magnetisasi mudah terjadi karena diperlukan medan magnet kecil untuk menghasilkan rapat fluks yang tinggi (induksi).

A,-&,

a. ransformator atau inti motor $ merupakan material magnetic lemah hysteresis rendah dan hilangnya arus eddy

 b. Magnet permanen $ merupakan material magnet keras temperature curie tinggi

c. #enyimpanan informasi $ merupakan material magnet lemah loop hysteresis unik system digital biner.

(19)

Gambar

Gambar 1. Arah domain-domain dalam bahan paramagnetic sebelum diberi medan magnet luar 
Gambar 2. Arah domain dalam bahan paramagnetic setelah diberi medan magnet luar 

Referensi

Dokumen terkait

Dalam gelap, laju aliran saliva berkurang 30-40% namun tidak mempengaruhi pada orang buta karena yang ditutup matanya beradpatasi terhadap namun tidak mempengaruhi pada

Bagian-bagian tersebut antara lain: (1) bagian yang berisi komponen inkuiri (inquiry), (2) bagian yang berisi komponen masyarakat belajar (learning community)

Penilaian kinerja sangat membutuhkan standar yang jelas yang dijadikan tolok ukur atau patokan terhadap kinerja yang akan diukur. Standar yang dibuat tentu saja

Karena pada dasarnya pertanyaan-pertanyaan tersebut yang terdapat pada dimensi ini sebagian besar sangat penting untuk pasien dan perlu juga untuk dilakukan oleh

V primeru, da upravitelj oceni da je ugodna tržna vrednost delnic oziroma cena, da je notranja vrednost delnice večja kot kažejo tržne razmere ima lahko vzajemni sklad tudi večji

Dalam pembahasan tentang pengendalian proses statistikal, istilah kualitas didefinisikan sebagai konsistensi peningkatan atau perbaikan dan penurunan

Penelitian ini menggunakan mode penggembangan ADDIE yang diadaptasi dari William W. Tahap analisis silabus pada kompetensi dilakukan untuk menemukan masalah pada

Jenis yang ditemukan adalah Eurhynchium celebicum, lumut ini memiliki percabangan menyirip tidak beraturan dengan daun tersusun pipih dan rata, daun berbentuk bulat telur