Berita Resmi Statistik Provinsi Lampung No. 11/03/18/Th. V, 1 Maret 2017 1
BPS PROVINSI LAMPUNG
No. 11/03/18/Th. V, 1 Maret 2017
P
ERKEMBANGANH
ARGAP
RODUSENG
ABAHD
ANH
ARGAB
ERAS DIP
ENGGILINGANA. RATA-RATA HARGA GABAH (GKP) DI PETANI TURUN 5,84 PERSEN
Selama Februari 2017, Survei Harga Produsen Gabah mencatat 41 observasi. Observasi didominasi oleh kelompok gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP). Tidak dijumpai kelompok gabah kualitas Gabah Kering Giling (GKG) dan gabah kualitas rendah.
Harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp. 4.900,00 per kg pada gabah kualitas GKP dengan Varietas IR64 terdapat di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Harga gabah terendah mencapai Rp. 3.800,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas Galur dan Cimelati terdapat di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur. Harga tersebut berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu Rp. 3.700,00 per kg.
Di tingkat penggilingan, harga gabah tertinggi Rp. 4.950,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas IR64 terdapat di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas GKP yaitu Rp. 3.880,00 per kg dengan Varietas Cimelati dan Galur terdapat di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur. Harga tersebut berada di atas HPP yaitu Rp. 3.750,00 per kg.
Harga gabah di tingkat petani maupun penggilingan turun di bulan Februari. Hal ini disebabkan oleh datangnya musim panen padi sehingga stok gabah meningkat dari bulan sebelumnya. Penurunan rata-rata harga kelompok kualitas GKP di tingkat petani sebesar 5,84 persen dari Rp. 4.507,20 per kg menjadi Rp. 4.244,15 per kg, dan di tingkat penggilingan dengan kelompok kualitas yang sama turun sebesar 5,93 persen dari Rp. 4.601,20 per kg menjadi Rp. 4.328,17 per kg.
Dari keseluruhan observasi yang dilakukan selama Februari 2017, pemantauan harga yang terbanyak berasal dari Kabupaten Lampung Timur 20 observasi (48,78 %), Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Tengah masing-masing 9 observasi (21,95 %), dan Kabupaten Pringsewu 3 observasi (7,32 %)
Selama Februari 2017, Survei Harga Produsen Gabah mencatat 41 observasi. Observasi didominasi oleh kelompok gabah kualitas GKP. Tidak dijumpai kelompok gabah kualitas GKG dan kualitas rendah. (Tabel 1).
Tabel 1. Jumlah Observasi dan Rata-rata Harga Gabah di Petani dan Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas, Februari 2017
Kelompok Kualitas
Jumlah Observasi
Harga Gabah di Petani
Harga Rata-rata di Penggilingan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Selisih Harga (Rp/kg) Kol (5)-(7)
(%) Terendah Tertinggi Rata-rata (Rp/kg) (Rp/kg) (Rp/kg) (%)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
GKG 0 (0 %)
GKP 41 3.800,00 4.900,00 4.244,15 4.328,17 3.700,00 544,15 14,71 (100 %) (Kec. Purbolinggo) (Kec. Palas) (Petani)
3.750,00 578,17 15,42 (Penggilingan) Keterangan: GKG : KA ≤ 14,00% dan KH ≤ 3,00% GKP : KA (14,01% - 25,00%) dan KH (3,01% - 10,00%) Di Luar Kualitas : KA > 25,00% atau KH > 10%
HPP berdasarkan Inpres No.5 Tahun 2015 tgl. 17 Maret 2015, diberlakukan mulai 17 Maret 2015 1. Harga Gabah Tertinggi dan Terendah
Harga gabah tertinggi di tingkat petani pada gabah kualitas GKP adalah Rp. 4.900,00 per kg dan di tingkat penggilingan Rp. 4.950,00 per kg terdapat di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, dengan Varietas IR64. Sedangkan harga terendah di tingkat petani untuk kualitas GKP yaitu Rp. 3.800,00 per kg dan di tingkat penggilingan Rp. 3.880,00 per kg terdapat di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Tengah dengan Varietas Cimelati dan Galur. (Grafik 1).
2. Rata-rata Komponen Mutu
Rata-rata komponen mutu hasil panen gabah yang diperjual belikan menunjukkan hasil yang kurang baik dilihat dari Kadar Air (KA). Dilihat dari rata-rata KA kelompok gabah kualitas GKP tercatat 15,93 persen pada Januari dan 19,06 persen pada Februari. Sedangkan rata-rata KH kelompok gabah kualitas GKP tercatat 5,22 persen pada Januari dan 4,51 persen pada Februari. (Tabel 2).
Tabel 2. Rata-rata Komponen Mutu Menurut Kelompok Kualitas Gabah Desember 2016 s.d. Februari 2017
Kelompok Kualitas
Kadar Air (%) Kadar Hampa/Kotoran (%)
Desember Januari Februari Desember Januari Februari
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) GKG - - - - GKP 15,39 15,93 19,06 5,10 5,22 4,51 Kualitas Rendah - - - -
3. Rata-rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas
Rata-rata harga gabah di petani dan penggilingan mengalami penurunan pada Februari 2017. Penurunan rata-rata harga kelompok kualitas GKP di tingkat petani sebesar 5,84 persen dari Rp. 4.507,20 per kg menjadi Rp. 4.244,15 per kg, dan di tingkat penggilingan juga turun 5,93 persen dari Rp. 4.601,20 per kg menjadi Rp. 4.328,17 per kg. (Tabel 3).
Tabel 3. Rata-rata Harga Gabah di Petani dan Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Desember 2016 s.d. Februari 2017 Kelompok Kualitas Petani (Rp/Kg) Penggilingan (Rp/Kg)
Desember Januari Februari Selisih
Perubahan (4) thd (3)
(%)
Desember Januari Februari Selisih
Perubahan (9) thd (8) (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) GKG - - - - GKP 4.504,17 4.507,20 4.244,15 (263,05) (5,84) 4.596,46 4.601,20 4.328,17 (273,03) (5,93) Kualitas Rendah - - - -
4. Rata-rata Harga Gabah Menurut Kecamatan
Selama Februari 2017, pergerakan harga gabah tingkat petani bervariasi. Secara rata-rata harga gabah di petani dan penggilingan cenderung menurun. Penurunan harga gabah tertinggi di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur sebesar 14,26 persen atau Rp. 644,17 per kg. Diikuti Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah turun 5,97 persen atau Rp. 290,00 per kg. Beberapa daerah mengalami kenaikan harga gabah seperti di Kecamatan Trimurjo dan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, Kecamatan Palas, Penengahan, dan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan. (Tabel 4).
Tabel 4. Rata-rata Harga Gabah di Petani Menurut Kecamatan,
Desember 2016 s.d. Februari 2017
Kabupaten Kecamatan Harga Gabah (Rp/kg) Selisih (5) thd (4)
Perubahan (5) thd (4)
Desember Januari Februari (Rp/kg) (%)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Lampung Tengah Punggur 4.600,00 4.600,00 4.700,00 100,00 2,17 Trimurjo 4.700,00 4.400,00 4.700,00 300,00 6,82
Sendang Agung 4.866,67 4.860,00 4.570,00 (290,00) (5,97)
Lampung Timur Purbolinggo 4.500,00 4.516,67 3.872,50 (644,17) (14,26) Lampung Selatan Palas 4.383,33 4.466,67 4.833,33 366,67 8,21
Penengahan 4.000,00 4.083,33 4.100,00 16,67 0,41
Sragi 4.183,33 4.283,33 4.466,67 183,33 4,28
B. RATA-RATA HARGA BERAS DI PENGGILINGAN FEBRUARI 2017
Pemantauan harga beras dari keseluruhan observasi yang dilakukan selama Februari 2017 yang terbanyak berasal dari Kabupaten Lampung Tengah 7 observasi (36,84 %), Kabupaten Pringsewu 4 observasi (21,05 %), Kabupaten Tanggamus dan Lampung Selatan masing-masing 3 observasi (15,79 %), dan Kabupaten Lampung Timur 2 observasi (10,53 %). Harga beras tertinggi di tingkat penggilingan mencapai Rp. 9.800,00 per kg untuk kualitas Premium jenis beras Ciherang di Kecamatan Talang Padang dan Pugung, Kabupaten Tanggamus. Harga beras terendah yang diperjual belikan bulan ini mencapai harga Rp. 7.200,00 per kg untuk beras kualitas Asalan jenis beras Ciherang terdapat di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. (Tabel 5).
Tabel 5. Rata-rata Harga Beras di Penggilingan Gabah Menurut Kelompok Kualitas, Februari 2017
Kelompok Kualitas
Harga Beras (Rp/kg)
Harga Rata-rata di Penggilingan (Rp/kg) Terendah Tertinggi (1) (2) (3) (4) Premium 8.400,00 9.800,00 9.066,67 Medium 7.500,00 8.500,00 7.990,00 Asalan 7.200,00 8.300,00 7.866,67
Selama Januari 2017, Survei Harga Beras di Penggilingan mencatat 19 observasi yang terdapat di 5 kabupaten terpilih. Berdasarkan kualitas beras, observasi yang dilakukan didominasi beras kualitas Medium. Berdasarkan jenis beras yang diperjual belikan didominasi oleh Ciherang.
Harga beras tertinggi di tingkat penggilingan mencapai Rp. 9.800,00 per kg untuk kualitas Premium. Sementara itu, harga beras terendah yang diperjual belikan bulan ini mencapai harga Rp. 7.200,00 per kg untuk beras kualitas Asalan.
Harga beras tingkat penggilingan kualitas Medium mengalami penurunan sebesar 4,50 persen. Sedangkan rata-rata harga beras kualitas Premium naik sebesar 0,90 persen, dan harga beras kualitas Asalan naik 4,89 persen.
Rata-rata Komponen Mutu
Rata-rata komponen mutu beras yang diperjual belikan pada Februari 2017 menunjukkan hasil yang cukup baik dibandingkan bulan sebelumnya dilihat dari rata-rata kadar air. Rata-rata kadar air tercatat 13,70 persen pada Januari dan 12,43 persen pada Februari. Rata-rata kadar broken tercatat 16,73 persen pada Januari dan 16,75 persen pada Februari. (Tabel 6).
Tabel 6. Rata-rata Komponen Mutu Menurut Kelompok Kualitas Beras Desember 2016 s.d. Februari 2017
Kelompok Kualitas
Kadar Air (%) Kadar Broken (%)
Desember Januari Februari Desember Januari Februari
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Premium 15,34 13,98 13,11 9,45 9,77 9,42 Medium 12,83 13,73 12,62 15,03 15,02 15,04 Asalan 12,13 13,40 11,57 23,23 25,40 25,80 Rata-rata 13,44 13,70 12,43 15,90 16,73 16,75
Rata-rata Harga Beras Menurut Kelompok Kualitas
Harga beras di tingkat penggilingan mengalami penurunan pada kelompok kualitas Medium. Rata-rata harga beras kualitas Medium turun sebesar 4,50 persen dari Rp. 8.366,67 per kg menjadi Rp. 7.990,00 per kg. Rata-rata harga beras kualitas Premium mengalami peningkatan sebesar 0,90 persen dari Rp. 9.066,67 per kg menjadi Rp. 8.985,71 per kg. Sementara itu, rata-rata harga beras kualitas Asalan naik 4,89 persen dari Rp. 7.500,00 per kg menjadi Rp. 7.866,67 per kg. (Tabel 7).
Tabel 7. Rata-rata Harga Beras di Penggilingan Gabah Menurut Kelompok Kualitas, Desember 2016 s.d. Februari 2017
Kelompok Kualitas
Harga Rata-rata di Penggilingan
(Rp/kg) Selisih (Rp/kg) Perubahan (4) thd (3) (%) Desember Januari Februari
(1) (2) (3) (4) (5) (6) Premium 9.020,00 8.985,71 9.066,67 80,95 0,90 Medium 8.466,67 8.366,67 7.990,00 (376,67) (4,50) Asalan 7.600,00 7.500,00 7.866,67 366,67 4,89
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI LAMPUNG
Jl. Basuki Rahmat No. 54 Teluk Betung Bandar Lampung 35215 Telepon (0721) 482909, 484329; Faksimili (0721) 484329
Email: [email protected]
Website: lampung.bps.go.id Keterangan lebih lanjut hubungi : Kepala Bidang Statistik Distribusi
Bambang Widjonarko, SP
Telpon (0721) 482909/484329 Email: [email protected]