• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah UPI Kampus Serang Koswara, 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah UPI Kampus Serang Koswara, 2016"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

UPI Kampus Serang Koswara, 2016

ANALISIS PERMAINAN TRADISIONAL JAWA BARAT ORAY-ORAYAN SEBAGAI ALTERNATIF METODE PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN CACAH BAGI SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia, pendidikan merupakan suatu tabungan dimasa depan, hal ini diakui oleh seluruh dunia. Dengan pendidikan diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap kemajuan suatu Negara, karena dengan pendidikan segala sesuatu yang diinginkan akan terwujud, dengan cara belajar semua lapisan masyarakat di dunia tidak akan mengalami kebodohan.

Pendidikan anak merupakan suatu yang penting karena pendidikan anak merupakan sesuatu hal yang sangat penting bagi masa depan anak itu sendiri, dengan mendapatkan pendidikan yang layak akan membuat anak-anak menjadi lebih kompeten dan siap berkontribusi terhadap kemajuan suatu Negara dimasa mendatang.

Periode berfikir anak usia 6/7 – 11/12 tahun, dikatakan periode berfikir konkrit, karena pada periode ini anak hanya mampu berfikir dengan logika. Jika untuk memecahkan persoalan yang sifatnya konkrit atau nyata saja, yaitu dengan cara mengamati atau melakukan suatu yang berkaitan dengan persoalan-persoalan itu. (Yusnandar, E. Dan Saabighoot, A Y. 2013 hlm 21).

Anak pada usia sekolah dasar merupakan periode dimana pola berfikir anak masih secara konkrit, mereka hanya mampu mengerjakan suatu soal atau persoalan yang mereka lihat secara nyata saja, bukan berupa soal atau persoalan penalaran. Dengan kata lain anak pada usia ini masih menggunakan suatu alat peraga yang bersifat nyata dan menggunakan metode yang masih berkaitan dengan kehidupan yang dialami oleh anak sekolah dasar itu sendiri. Oleh sebab itu Pendidikan bagi anak seharusnya terus melihat kemajuan dan

(2)

UPI Kampus Serang Koswara, 2016

ANALISIS PERMAINAN TRADISIONAL JAWA BARAT ORAY-ORAYAN SEBAGAI ALTERNATIF METODE PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN CACAH BAGI SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

perkembangan anak itu sendiri karena pada hakekatnya anak sekolah dasar masih berfikir secara konkrit atau nyata maka pendidikan yang cocok untuk anak SD hendaknya disesuaikan dengan pola berpikir mereka. Begitu juga dengan pendidikan setelah sekolah dasar.

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar, pembelajaran matematika sangat penting bagi siswa sekolah dasar khususnya di kelas rendah. Seorang guru di sekolah dasar yang akan mengajarkan matematika hendaknya mengetahui apa yang dimaksud dengan matematika itu sendiri, selain itu guru harus bisa memahami tingkah laku dari masing-masing siswanya. Dengan demikian guru mampu mencari suatu media atau metode pembelajaran yang cocok untuk diajarkan kepada siswanya, khususnya materi pembelajaran matematika di sekolah dasar.

Menurut (Russefendi ET, 1980 hlm 148) kata matematika berasal dari bahasa Yunani mathema dan mathein yang artinya pengetahuan atau ilmu (knowledge , science) dan belajar (berfikir), jadi berdasarkan asal katanya matematika dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang didapat dengan cara berfikir (bernalar). Matematika lebih bertitik pada penekanan dunia rasio dan logika, bukan berdasarkan pada hasil eksperimen atau observasi, karena matematika berasal dari pemikiran-pemikiran manusia yang berhubungan dengan ide-ide, proses dan penalaran yang empiris.

Salah satu topik pembelajaran matematika yang diajarkan di sekolah dasar adalah penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah, pembelajaran ini bagi orang dewasa memang terlihat sangat mudah, akan tetapi bagi siswa sekolah dasar yang memiliki pola berfikir konkrit pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacahmasih sangat sulit dimengerti.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan peneliti,pembelajaran matematika di kelas I SDN 9 Kota Serang, metode yang digunakan oleh guru masih menggunakan metode ceramah dan hanya berfokus pada buku siswa atau buku LKS. Pada aktifitas belajar mengajarnya siswa masih terlihat

(3)

UPI Kampus Serang Koswara, 2016

ANALISIS PERMAINAN TRADISIONAL JAWA BARAT ORAY-ORAYAN SEBAGAI ALTERNATIF METODE PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN CACAH BAGI SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

kurang aktif dalam belajar. Penggunakan metode belajar yang dipakai oleh guru mengakibatkan siswa menjadi bosan mengikuti pelajaran, bahkan bagi anak yang pendiam menggunakan metode pembelajaran dengan cara berceramah yang biasa dilakukan oleh guru cenderung menakutkan, itu disebabkan guru hanya memberikan penjelasan dan contoh soal dengan cara ceramah, selanjutnya langsung memberikan tugas kepada siswa.

Berbagai metode atau cara digunakan oleh guru sekolah dasar dalam mengajarkan suatu pembelajaran di sekolah, salah satunya adalah metode pembelajaran dengan cara permainan. Metode permainan ini merupakan suatu cara atau strategi yang digunakan oleh guru untuk menjelaskan suatu pelajaran yang ada disekolah, dengan metode ini anak akan merasa lebih senang dalam mengikuti suatu pelajaran karena anak akan terlibat secara langsung dalam pembelajaran dan pada hakekatnya anak usia sekolah dasar masih senang dalam bermain, sehingga akan membuat anak lebih mudah mengerti dan memahami pembelajaran yang akan disampaikan.

Indonesia negeri yang kaya, sentuhan-sentuhan kearifan lokalnya tidak hanya tercermin dalam berbagai kerajinan, tetapi juga tervisualisasi dalam budaya sosial. Jika dikupas satu persatu mengenai kultur permainan tradisional, permainan-permainan itu memiliki suatu arti yang dalam. Tidak hanya pada efek sosialisasi, tetapi juga cetusan euphoria cinta. Rasa cinta terhadap orang tua, cinta kepada lingkungan, dan empati kepada teman. (Fad, A. 2014 hlm 5).

Permainan tradisional yang ada di Indonesia sangat beragam, dalam permainan tradisional bukan hanya menekankan pada kegiatan sosial anak saja, akan tetapi pada permainan tradisional juga mengajarkan mengenai pembelajaran yang ada di sekolah dasar, salah satunya adalah pelajaran matematika dengan topik penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka peneliti ingin menerapkan metode bermain sambil belajar pada penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.

(4)

UPI Kampus Serang Koswara, 2016

ANALISIS PERMAINAN TRADISIONAL JAWA BARAT ORAY-ORAYAN SEBAGAI ALTERNATIF METODE PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN CACAH BAGI SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Permainan yang digunakan dalam metode ini adalah permainan tradisional yang berasal dari jawa barat yaitu permainan oray-orayan. Permainan ini berpusat pada kerjasama dan sportifitas. Selain itu juga pada permainan ini mengajarkan siswa mengenai penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah secara langsung.

Oleh sebab itu peneliti tertarik untuk mengadakan suatu penelitian mengenai analisis permainan oray-orayan sebagai alternative pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah. Kemudian peneliti mengangkat judul “Analisis Permainan Tradisional Jawa Barat Oray– OrayanSebagai Alternatif Metode Pembelajaran Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Cacahbagi Siswa Kelas Satu Sekolah Dasar”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan diatas, maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. a. Bagaimana sistem permainan oray-orayan?

b. Bagaimana keterkaitan sistem permainan tradisional oray-orayan dengan pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah pada pelajaran matematika di sekolah dasar?

c. Bagaimana pemahaman siswa mengenai penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah melalui metode alternative permainan tradisional oray-orayan?

C. Tujuan Penelitian

Merujuk pada rumusan masalah yang ada pada penelitian maka peneliti menyatakan tujuan penelitian sebagai berikut.

(5)

UPI Kampus Serang Koswara, 2016

ANALISIS PERMAINAN TRADISIONAL JAWA BARAT ORAY-ORAYAN SEBAGAI ALTERNATIF METODE PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN CACAH BAGI SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

b. Menjelaskan bahwa pada permainan oray-orayan siswa secara tidak langsung diajarkan mengenai pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.

c. Menjelaskan kepada siswa mengenai pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah dengan menggunakan metode permainan oray-orayan.

D. Manfaat Penelitian

Penelitian diharapkan bermanfaat bagi berbagai kalangan, diantaranya. a. Bagi Peneliti Selanjutnya

Menambah pengetahuan mengenai permasalahan yang terjadi pada pendidikan yang ada di Indonesia dan untuk Menambah pengetahuan mengenai metode pembelajaran yang atraktif bagi siswa, selain itu juga dapat menjadi referensi pada penelitian yang selanjutnya

b. Bagi Guru

Dapat menambah wawasan guru mengenai metode atau cara mengajar yang baik kepada siswa, dan mengetahui kriteria yang ada pada siswa sehingga dapat dengan tepat memilih metode yang tepat pula dalam mengajarkan pembelajaran di sekolah

E. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh peneliti pada saat pembelajaran pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah, karena penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas satu sekolah dasar SDN IX Kota Serang yang bejumlah 34 orang mengenai penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah, dalam penelitian ini menggunakan suatu metode permainan yang berasal dari jawa barat yaitu permainan oray-orayan. Permainan ini dilakukan di luar ruangan kelas, karena permainan ini membutuhkan lebih dari satu orang siswa dan juga membutuhkan gerakan-gerakan dari siswa.

(6)

UPI Kampus Serang Koswara, 2016

ANALISIS PERMAINAN TRADISIONAL JAWA BARAT ORAY-ORAYAN SEBAGAI ALTERNATIF METODE PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN CACAH BAGI SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Permainan oray-orayan merupakan suatu permainan yang biasa dilakukan oleh anak-anak pada masa terdahulu, permainan ini biasanya dilakukan oleh tujuh orang atau lebih, karena dalam permainan ini lebih banyak orang tentunya akan lebih menyenangkan. Tiap anak akan dibagi menjadi sebuah terowongan yang terdiri dari dua anak, dan satu anak berperan sebagai kepala ular, dan sisanya akan menjadi bagian tubuh ular. Orang atau siswa yang berperan sebagai kepala ular bertugas untuk menangkap siswa yang berperan sebagai badan ular sampai mereka benar-benar habis tertangkap. Anak atau siswa yang berhasil ditangkap anak diminta untuk memilih menjadi kelompok bulan atau bintang, yang selanjutnya akan diteruskan dengan permainan saling tarik menarik tangan masing-masing kelompok bulan atau bintang untuk menentukan siapa yang kalah, kelompok bulan atau bintang yang menjadi pemenang.

F. Definisi Istilah

Untuk menghindari kesalahpahaman antara pembaca dan penulis dalam penelitian ini, maka peneliti memberikan suatu definisi yang terdapat pada judul penelitian sebagai berikut

a. Metode Pembelajaran Penjumlahan dan Pengurangan bilangan cacah Metode pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah yang dimaksud adalah suatu pemahaman guru mengenai cara atau metode yang digunakan dalam mengajarkan suatu pembelajaran, yakni pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.

b. Sistem Permainan Oray-Orayan

System permainan oray-orayan yang dimaksud merupakan suatu aturan permaianan yang telah disepakati bersama oleh anak-anak yang akan bermain permainan tersebut.

c. System permainan oray-orayan sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah

(7)

UPI Kampus Serang Koswara, 2016

ANALISIS PERMAINAN TRADISIONAL JAWA BARAT ORAY-ORAYAN SEBAGAI ALTERNATIF METODE PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN CACAH BAGI SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

System permainan oray-orayan sebagai alternative metode pembelajaran pada penelitian ini merupakan suatu pengertian mengenai system atau aturan yang ada pada permainan oray-orayan sebagai suatu alternative pembelajaran yang bisa digunakan pada pelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.

Referensi

Dokumen terkait

Berangkat dari masalah yang ditemukan, penulis mengadakan penelitian dengan metode studi pustaka, observasi, perancangan, instalasi, uji coba serta implementasi untuk menemukan

Indikator keterlaksanaan pembinaan minat baca yang baik dapat dilihat dari cara-cara yang dilakukan yaitu menyediakan jumlah koleksi perpustakaan yang memadai, guru

Miksi dengan normal, ditunjukkan dengan kemampuan berkemih sesuai dengan asupan cairan dan pasien mampu berkemih tanpa menggunakan obat, kompresi pada kandung kemih atau

Nilai ini menunjukkan bahwa kombinasi genotipe C111 dengan C120 untuk menghasilkan F1 yang memiliki jumlah buah terbanyak dibanding dengan genotipe hasil kombinasi tetua yang

(2) Bank Indonesia mencabut status BDP apabila Bank Indonesia telah menerima surat penetapan dari BPPN yang menyatakan program penyehatan terhadap Bank yang bersangkutan telah

Penyusunan tugas akhir ini merupakan salah satu syarat yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dalam

Fungsi speaker ini adalah mengubah gelombang listrik menjadi getaran suara.proses pengubahan gelombag listrik/electromagnet menjadi gelombang suara terjadi karna

Analisis stilistika pada ayat tersebut adalah Allah memberikan perintah kepada manusia untuk tetap menjaga dirinya dari orang-orang yang akan mencelakainya dengan jalan