• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA STRATEGIS INSPEKTORAT TAHUN JAKARTA 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA STRATEGIS INSPEKTORAT TAHUN JAKARTA 2021"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA STRATEGIS

INSPEKTORAT

TAHUN 2020-2024

JAKARTA

2021

(2)

1

Kata Pengantar

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat serta hidayat-Nya Rencana Strategis (Renstra) Inspektorat Tahun 2020 – 2024 (Revisi Tahun 2021) dapat tersusun. Dengan disusunnya Renstra ini, diharapkan arah kebijakan yang telah dirumuskan dapat dilaksanakan sesuai dengan visi yang akan dicapai melalui misi yang telah ditetapkan.

Renstra Inspektorat memuat visi, misi, tujuan, sasaran strategis, arah kebijakan, target kinerja dan pendanaan, yang merupakan acuan utama dalam penyusunan rencana dan pelaksanaan program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Inspektorat. Renstra Inspektorat disusun dengan mengacu Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024, dan Renstra Badan Standardisasi Nasional Tahun 2020-2024 serta perubahannya.

Renstra Inspektorat menjadi dokumen acuan dalam meningkatkan keterpaduan, keteraturan, dan keterkendalian perencanaan program dan kegiatan dalam rangka mencapai kinerja yang tinggi sebagaimana yang digariskan pada indikator kinerja yang ditetapkan. Harapan kami semoga Renstra Inspektorat dapat memberikan konstribusi dalam meningkatkan kualitas dan akuntabilitas kinerja khususnya kepada publik dan pembangunan nasional pada umumnya.

Tangerang Selatan, 25 Maret 2021 Inspektur

(3)

2

Daftar Isi

Halaman Judul... i

Kata Pengantar... ii

Daftar Isi... Iii Daftar Tabel... iv

Daftar Gambar... v

BAB I PENDAHULUAN... 1

1.1 Kondisi Umum ……….. 2

1.2 Potensi dan Permasalahan..……… 7

BAB II VISI, MISI, DAN TUJUAN 2020-2024……... 10

2.1 Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Strategis BSN………. 10

2.2 Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Strategis Inspektorat………. 11

BAB III KEGIATAN DAN RINCIAN OUTPUT... 14

3.1 Arahan Kebijakan dan Strategi Inspektorat………..………… 14

3.2 Kerangka Regulasi………....….. 15

3.3 Kegiatan, Sasaran Kegiatan dan IKSK unit Kerja Inspektorat …. 16 3.4 Rincian output ……….. 16

BAB IV TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN... 18

4.1 Target Kinerja……… 18

4.2 Kerangka Pendanaan……….………....….. 19

BAB V PENUTUP……….…………... 20

LAMPIRAN

Lampiran 1: Matrik Kinerja dan Pendanaan Inspektorat Lampiran 2: Matrik Kerangka Regulasi

(4)

3

Daftar Tabel

Tabel 1.1 Potensi, Permasalahan dan Tindak lanjut ……...……….... 9

Tabel 2.1 Tujuan Sekretariat Utama BSN Tahun 2020 – 2024……… 10

Tabel 2.2 Tujuan dan Indikator Tujuan Inspektorat……… 12

Tabel 2.3 Sasaran dan Indikator Kinerja Inspektorat ...………. 13

Tabel 3.1 Kegiatan, Sasaran Kegiatan dan IKSK Inspektorat………. 16

(5)

4

Daftar Gambar

(6)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |1

BAB I

PENDAHULUAN

Rencana Strategis Badan Standardisasi Nasional (Renstra BSN) Tahun 2020-2024 merupakan dokumen perencanaan jangka menengah di lingkungan BSN untuk periode 5 (lima) tahun, yakni tahun 2020 sampai dengan tahun 2024. Dalam penyusunannya, Renstra BSN Tahun 2020-2024 mengacu pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024. Selain itu, penyusunan Renstra BSN Tahun 2020-2024 juga mempertimbangkan berbagai kondisi perkembangan lingkungan strategis BSN, baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal, di kancah domestik dan di kancah internasional, sehingga pilihan kebijakan dan strategi yang dirumuskan dalam Renstra diharapkan mampu merespon perubahan lingkungan dan menjawab tantangan pembangunan, khususnya di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian.

Salah satu kondisi yang menjadi perhatian BSN dalam penyusunan Renstra BSN Tahun 2020-2024 (Revisi Tahun 2021) adalah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), yakni meluasnya penyebaran infeksi Covid-19 secara global ke seluruh negara, termasuk di Indonesia pada awal tahun 2020. Meluasnya pandemi Covid-19 dengan cepat secara global memaksa terjadinya perubahan tatanan yang menyebabkan terjadi guncangan perlambatan ekonomi global, termasuk di Indonesia.

Berdasarkan pedoman teknis penyusunan Renstra Kementerian/Lembaga (K/L) yang telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Nomor 5 Tahun 2019, sebagaimana perubahannya dalam Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Nomor 6 Tahun 2020, Renstra Inspektorat terdiri dari 5 bab dan 2 lampiran. Dalam Bab 1, disajikan kondisi umum Inspektorat yang merupakan penggambaran atas profil Inspektorat, pencapaian-pencapaian Renstra Inspektorat periode sebelumnya (Tahun 2015-2019). Selanjutnya, dalam rangka melayani pemangku kepentingan serta dalam rangka menjalankan tugas dan fungsinya sebagai regulator di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian, dijelaskan pula potensi dan permasalahan yang akan dihadapi oleh Inspektorat pada periode 5 (lima) tahun mendatang yakni tahun 2020 sampai dengan tahun 2024. Potensi dan permasalahan Inspektorat yang dipaparkan lebih lanjut dalam bagian akhir Bab I ini merupakan hasil analisis yang telah dilaksanakan oleh Inspektorat dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan serta potensi dan permasalahan yang berasal dari internal Inspektorat maupun yang berasal dari lingkungan eksternal.

(7)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |2

1.1. Kondisi Umum

Pengawasan (controlling) adalah salah satu fungsi manajemen yang diperlukan untuk mengendalikan pelaksanaan program dan kegiatan suatu organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran BSN secara ekonomis, efektif dan efisien. Upaya BSN dalam mewujudkan Visi dan Misi yang ditetapkan, ditopang oleh adanya fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan yang efektif.

Inspektorat adalah unit pengawasan internal, yang dibentuk berdasarkan Peraturan BSN Nomor 10 tahun 2020 Tanggal 16 September 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Standardisasi Nasional, yang mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2018 tentang Badan Standardisasi Nasional. Inspektorat merupakan unsur pengawasan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala BSN meIalui Sekretaris Utama. Inspektorat mempunyai tugas melaksanakan pengawasan internal di lingkungan BSN.

Sebagai bagian integral dari BSN, Inspektorat sepenuhnya mendukung BSN dalam menjalankan peran stratejiknya, melalui implementasi core business Inspektorat dengan melaksanakan peran pengawasan internal yang optimal, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah bahwa tugas APIP adalah meliputi audit, reviu, evaluasi, pemantauan dan tugas pengawasan lainnya, dalam rangka pemberian jaminan kualitas (Quality Assurance), konsultasi (Consulting), dan sistem peringatan dini (Early Warning System) kepada lembaga dan seluruh jajaran di bawahnya.

Mengingat kompleksitas dan luasnya cakupan pengawasan internal BSN, Inspektorat menyusun Rencana Strategis 2020-2024 yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran dan strategis, kebijakan, program dan kegiatan Inspektorat sesuai dengan tugas dan fungsi Inspektorat sebagaimana diatur dalam Peraturan BSN Nomor 10 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Standardisasi Nasional. Renstra Inspektorat 2020-2024 diharapkan dapat mengawal pencapaian perencanaan stratejik BSN 2020-2024 “Badan Standardisasi Nasional yang Andal, Profesional, Inovatif, dan Berintegritas dalam Pelayanan Kepada Presiden dan Wakil Presiden untuk Mewujudkan Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden: Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”, sehingga Inspektorat sangat berperan dalam penguatan pengawasan internal sesuai dengan program Reformasi Birokrasi BSN.

Pada tahun 2020 terjadi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan dilaksanakanya evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah oleh Tim Evaluator Kementerian PANRB, yang mengakibatkan adanya perubahan rencana strategis di BSN. Untuk menindaklanjuti perubahan tersebut, Inspektorat menyusun Renstra Inspektorat 2020-2024 (Revisi Tahun 2021).

(8)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |3 Renstra Inspektorat 2020-2024 (Revisi Tahun 2021) diharapkan dapat menjadi pedoman kebijakan dan perencanaan pengawasan tahunan Inspektorat agar menjadi lebih sistematis, terarah, dan berkesinambungan. Harapan lainnya yaitu tercapainya Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Inspektorat dan diimplementasikan sebagaimana amanah Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Atas dasar hal tersebut, Inspektorat menyusun Rencana Strategis Inspektorat 2020-2024 (Revisi Tahun 2021).

1.1.1. Tugas dan Fungsi

Sebagaimana dituangkan dalam Peraturan BSN Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Organisasi dan Tata Kerja BSN, Inspektorat mempunyai tugas melaksanakan pengawasan internal di lingkungan BSN. Dalam melaksanakan tugasnya, Inspektorat menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

1. Penyusunan kebijakan teknis pengawasan intern;

2. Pelaksanaan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya;

3. Pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Kepala; 4. Penyusunan laporan hasil pengawasan; dan

5.

Pelaksanaan administrasi Inspektorat.

1.1.2. Struktur Organisasi Inspektorat

Gambar 1.1 Struktur Organisasi Inspektorat

Kepala BSN Kukuh S. Achmad

Inspektur Ajat Sudrajat

Subkoordinator kelompok substansi administrasi umum

Hanif Nurcholis Pejabat Fungsional Auditor

Ajeng Harisetyowati Yudrika Putra

Gema Dwireka Hakim Dwitya Rupakumara Dian Silviani Ifa Luthfiana

Chynthia Kirana Putri Dadang P. Jatmiko Aisah Latifah R.P

Pejabat Fungsional Auditor Kepegawaian Amir Muchtar

Diah Aristya Hesti

Pejabat Fungsional Umum

Metik Bekti Sulistiorini (Analis Dukungan Pengawasan)

Hasni Rahayu Nurhidayah (Satuan Pelaksana Sistem Pengendalian Intenal)

Pengadministrasi Umum Kiki Ropiki (Sekretaris)

(9)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |4

1.1.3. Capaian Renstra Inspektorat 2015-2019

Capaian Rencana Strategis Inspektorat periode 2015-2019 (Renstra Inspektorat 2015-2019) merupakan gambaran kinerja pelaksanaan Renstra Inspektorat periode sebelumnya. Capaian Renstra Inspektorat 2015-2019 menjabarkan keberhasilan Inspektorat melalui pelaksanaan strategi, program, dan kegiatan Inspektorat selama tahun 2015-2019. Selain itu, capaian Renstra Inspektorat ini juga memasukkan hal-hal strategis yang masih terkendala selama periode sebelumnya, serta upaya perbaikan yang perlu dilakukan pada Renstra Inspektorat periode berikutnya sebagai suatu proses perencanaan strategis yang berkesinambungan. Capaian Inspektorat selama tahun 2015-2019 adalah sebagai berikut:

1. Terselenggaranya penguatan pengawasan di lingkungan BSN

Indikator kinerja untuk mengukur terwujudnya sasaran terselenggaranya penguatan pengawasan di lingkungan BSN terdiri dari 1 (satu) indikator kinerja Nilai penguatan pengawasan pada kriteria pengungkit. Capaian kinerja untuk indikator kinerja tersebut rata-rata capaian sebesar 100 %. Sampai dengan akhir tahun 2019 untuk kegiatan terselengaranya penguatan pengawasan di lingkungan BSN telah memenuhi target yang telah ditentukan sebesar 6,3 dari nilai PMPRB yang dilakukan oleh Inspektorat untuk di nilai penguatan pengawasan pada kriteria pengungkit.

Penilaian Reformasi Birokrasi (RB) pada tahun 2019 terdiri dari komponen pengungkit (60%) dan hasil (40%). Komponen pengungkit pada area Penguatan Pengawasan terdiri dari:

1) Gratifikasi 2) Penerapan SPIP

3) Pengaduan Masyarakat 4) Whistle-Blowing System

5) Penanganan Benturan Kepentingan 6) Pembangunan Zona Integritas

7) Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) 8) Maturitas SPIP

9) Kapabilitas APIP

10) Penyampaian Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN)

11) Penyampaian Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN) 12) Mekanisme Pengendalian Aktivitas Utama (SPIP)

13) Penanganan Pengaduan Masyarakat 14) Pembangunan Zona Integritas

(10)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |5 Beberapa kegiatan yang dilakukan sebagai upaya peningkatan nilai pelaksanaan RB pada area Penguatan Pengawasan selama tahun 2019 antara lain:

1) Sosialisasi dan public campaign dilakukan melalui media sosial dan aplikasi pesan

online.

2) Monitoring dan evaluasi secara periodik terkait pengendalian gratifikasi, penerapan

pelaporan pelanggaran atau whistleblowing system, penanganan benturan kepentingan, pengaduan masyarakat, kepatuhan ASN terhadap kewajiban pelaporan LHPKN dan LHKASN.

3) Bimbingan teknis dan pemantauan terhadap penerapan manajemen risiko di unit kerja BSN setiap periodik dan memberikan rekomendasi perbaikan.

4) Pendampingan atas pencanangan zona integritas dan penilaian atas pembangunan zona integritas di Pusat Layanan BSN antara lain Pusat Layanan Akreditasi, Pusat Layanan Diklat, Pusat Layanan Jasa Otorisasi Sponsorship, dan Pusat Layanan Informasi.

5) Peningkatan kapabilitas dan peran APIP melalui kegiatan audit, evaluasi, reviu, pemantauan dan pengawasan lainnya, serta pengembangan kompetensi SDM.

2. Terwujudnya SAKIP BSN sesuai tugas dan kewenangan Inspektorat

Indikator kinerja untuk mengukur terwujudnya sasaran terwujudnya SAKIP BSN sesuai tugas dan kewenangan Inspektorat terdiri dari 1 (satu) indikator kinerja Nilai komponen evaluasi internal pada nilai SAKIP BSN (10% dari 14%). Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) adalah rangkaian sistematik dari berbagai aktivitas, alat, dan prosedur yang dirancang untuk tujuan penetapan dan pengukuran, pengumpulan data, pengklasifikasian, pengikhtisaran, dan pelaporan kinerja pada instansi pemerintah, dalam rangka pertanggungjawaban dan peningkatan kinerja instansi pemerintah. SAKIP dievaluasi oleh Inspektorat BSN dan Kementerian PANRB. Pelaksanaan evaluasi SAKIP oleh Inspektorat berpedoman pada Keputusan Kepala BSN Nomor 235/KEP/BSN/5/2019 tentang Petunjuk Teknis Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Badan Standardisasi Nasional.

Evaluasi SAKIP dilaksanakan terhadap komponen perencanaan kinerja (30%), pengukuran kinerja (25%), pelaporan kinerja (15%), evaluasi internal (10%), dan pencapaian sasaran/kinerja (20%). Tugas dan kewenangan Inspektorat terdapat pada komponen evaluasi internal (10%) sehingga formula perhitungan kinerja adalah sebagai berikut:

Nilai = Nilai evaluasi SAKIP BSN x 14% 10% Keterangan:

● Nilai evaluasi SAKIP BSN dari hasil evaluasi Inspektorat

● Angka 14% merupakan bobot nilai evaluasi SAKIP pada komponen penilaian PMPRB ● Angka 10% merupakan bobot nilai evaluasi SAKIP komponen evaluasi internal

(11)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |6 Berdasarkan evaluasi Inspektorat, nilai SAKIP BSN adalah sebesar 71,73 (BB). Hasil ini mencerminkan bahwa implementasi sistem akuntabilitas di BSN sudah baik dan andal, namun masih memiliki beberapa hal yang perlu diperbaiki. Hal ini dikarenakan implementasi sistem akuntabilitas di BSN merupakan gabungan dari implementasi yang ada di unit kerja. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tidak semua unit kerja memiliki nilai yang sama.

Pada tahun 2019 Inspektorat mendukung SAKIP BSN, terutama di evaluasi internal dengan target nilai sebesar 0,92. Nilai evaluasi SAKIP BSN sebesar 71,73 dikalikan dengan 14% dan dibagi 10%, dari hasil perhitungan tersebut maka dihasilkan nilai sebesar

1,004 atau 100,91% dari target. Hal ini mencerminkan bahwa pelaksanaan evaluasi

SAKIP di BSN oleh Inspektorat telah memenuhi kriteria baik.

3. Menurunnya persepsi masyarakat terhadap korupsi di BSN

Indikator kinerja untuk mengukur terwujudnya sasaran menurunnya persepsi masyarakat terhadap korupsi di BSN terdiri dari 1 (satu) indikator kinerja Nilai persepsi korupsi BSN. Pelayanan Publik (Public Service) yang dilakukan birokrasi publik merupakan salah satu perwujudan dari fungsi aparatur negara sebagai abdi masyarakat disamping sebagai abdi negara. Pelayanan publik dimaksudkan untuk mensejahterakan masyarakat (warga negara) dari satu negara (welfare state). Dengan demikian pelayanan publik diartikan sebagai pemberian layanan (melayani) orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan. Pelayanan yang bersih dan bebas dari korupsi merupakan suatu keharusan dalam pemerintaan dalam era saat ini. Disamping itu, BSN merupakan Lembaga yang menerapkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi serta Wilayah Bersih Bebas dan Melayani. Untuk itu sangat penting untuk mengetahui penilaian masyarakat tentang komitmen BSN dalam mewujudkan wilayah yang bebas dari korupsi.

Atas pemikiran tersebut maka Inspektorat BSN selaku penyelenggara pengawasan melakukan Survei Persepsi Anti Korupsi (PAK). Dan dari hasil survey ini, diharapkan agar menjadi motivasi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik yang bersih dan melayani pada Unit pelayanan BSN dalam mewujudkan kinerja penyelenggaraan pemerintah dan meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat kepada BSN. Masukan atau kritikan yang sifatnya membangun dari berbagai pihak terhadap hasil survey ini sangat diharapkan untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan serupa pada masa-masa mendatang.

BSN merupakan salah satu Lembaga yang telah menerapkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bebas Bersih dan Melayani (WBBM). Oleh karena itu dirasa perlu untuk melakukan pengukuran terhadap anggapan masyarakat tentang persepsi anti korupsi di BSN. Sehingga diharapkan BSN dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan benar-benar bersih dan bebas korupsi.

(12)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |7 1) Mendapatkan deskripsi mengenai persepsi masyarakat terhadap BSN

2) Mengetahui tingkat kepercayaan masyarakat pada BSN dalam hal integritas.

3) Mendapatkan masukan, kritik dan saran masyarakat luas terhadap BSN guna perbaikan di masa mendatang.

Hasil survei persepsi masyarakat terhadap korupsi di BSN tahun 2019 adalah 3,5

atau 100% dari target. Hal ini mencerminkan bahwa penyelenggaraan layanan publik di

BSN telah memenuhi kriteria bebas dari korupsi.

Hasil survei ini juga diperkuat dengan predikat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI/WBK) yang diperoleh 2 (dua) unit kerja di BSN selaku Pusat Layanan Akreditasi yaitu Direktorat Akreditasi Laboratorium dan Direktoran Akreditasi Lembaga Inspeksi dan Lembaga Sertifikasi.

Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa untuk sasaran kinerja Inspektorat yang ketiga bahwa menurunnya persepsi masyarakat terhadap korupsi di BSN tercapai 100%. Berbagai unsur yang terkandung dalam kuisioner dapat dijadikan sebagai acuan untuk melihat sistem pelayanan dan kualitas SDM apakah sudah mendukung komitmen BSN dalam memberantas korupsi dan menerapkan Zona Integritas.

1.1.4. Aspirasi Pemangku Kepentingan Terhadap Inspektorat

Dalam rangka melaksanakan tugas pengawasan internal, terdapat aspirasi pemangku kepentingan terhadap Inspektorat, sebagai berikut:

1) Memberikan keyakinan yang memadai atas kehematan, efesiensi, efektivitas, dalam pencapaian tujuan penyelenggaraan tugas dan fungsi lembaga;

2) Memberikan penilaian profesional terhadap efektivitas sistem pengendalian intern dan proses tata kelola lembaga;

3) Memberikan rekomendasi dalam rangka peningkatan efektivitas penyelenggaraan SPIP dan proses tata kelola lembaga;

4) Mendorong peningkatan akuntabilitas kinerja lembaga dan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) BPK atas Laporan Keuangan Lembaga.

1.2. Potensi dan Permasalahan 1.2.1. Kekuatan

1. Adanya kekuatan hukum yang melandasi pelaksanaan tugas dan fungsi Inspektorat berupa Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Peraturan Menteri, dan Peraturan BSN;

2. Adanya komitmen yang kuat dari pimpinan dan personil Inspektorat dalam pelaksanaan tugas dan fungsi;

3. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai untuk mencapai target kinerja yang direncanakan.

1.2.2. Kelemahan

(13)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |8 2. Kuantitas sumber daya manusia pengawasan yang belum memadai;

3. Pelaksanaan kinerja masih output oriented, bukan proses maupun outcome oriented; 4. Rekomendasi hasil audit belum seluruhnya dapat dijadikan dasar untuk perbaikan dan

peningkatan kinerja satuan kerja;

5. Fungsi konsultatif yang belum dapat dijalankan secara memadai;

6. Belum ada sistem pengawasan berbasis aplikasi, audit masih dilakukan manual menggunakan aplikasi seperti Ms. Excel dan Ms. Word.

1.2.3. Peluang

1. Adanya regulasi mandatori yang melandasi pelaksanaan tugas dan fungsi Inspektorat berupa Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Peraturan Menteri, dan Peraturan BSN;

2. Komitmen manajemen puncak BSN atas penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), Manajemen Risiko dan Sistem Manejemen Terintegrasi

3. Komitmen manajemen puncak BSN atas kapabilitas APIP dalam implementasi pengawasan Intern;

4. Komitmen manajemen puncak BSN dalam berupaya meningkatkan hasil penilaian kinerja dan Reformasi Birokrasi oleh Kemenpan RB;

5. Komitmen manajemen puncak BSN dalam rangka menata dan menyelaraskan rencana kerja anggaran dengan program kegiatan BSN guna mendukung pencapaian tujuan dan sasaran;

6. Komitmen manajemen puncak BSN untuk meningkatkan akuntabilitas dan kinerja; 7. Perubahan pola kerja dikarenakan adanya pandemik COVID-19 dapat mengatasi

kekurangan sumber daya manusia pengawasan.

1.2.4. Tantangan

1. Tuntutan peran APIP yang semakin kompleks dan luas cakupannya, yaitu berperan sebagai Consulting, Quality Assurance and Early Warning System;

2. Tuntutan penerapan prinsip-prinsip Good Governance; 3. Peningkatan Kapabilitas APIP dan Maturitas APIP; 4. Sinergi pengawasan internal dan ekstenal;

5. Pendemik COVID-19 merubah pola kerja menjadi remote audit dan membutuhkan sistem pengawasan berbasis aplikasi.

6. Implementasi dan pemantauan program Penguatan Pengawasan dalam Reformasi Birokrasi.

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Inspektorat mempunyai potensi, permasalahan dan tindak lanjut yang dijabarkan dalam tabel 1.1 berikut ini:

(14)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |9

Tabel 1.1 Potensi, Permasalahan dan Tindak Lanjut

POTENSI PERMASALAHAN TINDAK LANJUT

1. Komitmen pemerintah yang kuat dalam upaya

memberantas korupsi antara lain melalui pelaksanaan reformasi birokrasi, aksi PPK dan SPIP.

2. Inspektorat mempunyai wewenang untuk melakukan pengawasan atas

pelaksanaan tugas di lingkungan BSN yang dipertegas dengan fungsi pelaksanaan pengawasan terhadap anggaran,

kepegawaian, perlengkapan dan akuntabilitas sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

1. Masih kurangnya

kesadaran unit kerja akan pentingnya pengendalian internal, contohnya terkait dengan pengelolaan keuangan, pengadaan barang dan jasa, dll. 2. Masih kurangnya

kesadaran unit kerja untuk menindaklanjuti hasil audit, evaluasi dan pemeriksaan eksternal.

3. Masih terbatasnya sumber daya manusia pengawasan yang kompeten dan tersertifikasi (QIA, CIA, CPA, CGIA dll). 4. Unit kerja masih belum

memanfaatkan secara optimal peran Inspektorat sebagai katalisator dan

quality assurance. 1. Melaksanakan sosialisasi terkait kebijakan dan peraturan terkait dengan pengawasan. 2. Melakukan pemantauan tindak lanjut hasil audit evaluasi, dan

pemeriksaan eksternal. 3. Meningkatkan

kompetensi dengan mengikuti diklat teknis dan sertifikasi bidang pengawasan (QIA, CIA, CPA, CGIA dll). 4. Memberikan konsultasi

dan fasilitasi dalam tata kelola, manajemen risiko dan

(15)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |10

BAB II

VISI, MISI, DAN TUJUAN 2020-2024

2.1 Visi BSN, Misi, Tujuan dan Sasaran Strategis Sekretariat Utama

Visi Sekretariat Utama BSN Tahun 2020-2024 adalah Mewujudkan Tata Kelola dan

Birokrasi yang Andal, Profesional, Inovatif, dan Berintegritas dalam mewujudkan Visi

Badan Standardisasi Nasional, yakni:

Visi Badan Standardisasi Nasional: “Badan Standardisasi Nasional yang Andal,

Profesional, Inovatif, dan Berintegritas dalam Pelayanan Kepada Presiden dan Wakil Presiden untuk Mewujudkan Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden: Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”

Sekretariat Utama BSN mendukung keseluruhan misi BSN, secara tidak langsung atas 5 misi pertama dan secara langsung pada misi ke-6 yakni: Menerapkan reformasi birokrasi BSN sesuai roadmap reformasi birokrasi nasional, melalui:

1. Meningkatkan pengembangan organisasi dan tata Kelola BSN 2. Meningkatkan manajemen SDM aparatur yang professional 3. Meningkatkan kualitas peraturan perundang-undangan

4. Memfasilitasi layanan sarana-prasarana, administrasi, dan teknis yang cepat, efektif, dan akuntabel

5. Memberikan dukungan layanan perencanaan dan penganggaran 6. Menyediakan informasi publik yang akurat dan aktual.

7. Menjalin Kerjasama dalam dan luar negeri dibidang SPK

8. Meningkatkan kualitas pelayanan kepada aparatur BSN dan masyarakat

Sedangkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Sekretariat Utama BSN, ditetapkan 1 (satu) tujuan Sekretariat Utama BSN Tahun 2020-2024 yang merupakan penjabaran dari Tujuan Utama BSN yaitu:

Tabel 2.1 Tujuan Sekretariat Utama BSN Tahun 2020-2024

Tujuan Indikator Tujuan

Terwujudnya Reformasi Birokrasi BSN Menuju Birokrasi Profesional

(16)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |11 Sedangkan Sasaran Strategis Sekretariat Utama BSN ditetapkan sebanyak 3 (tiga) yang merupakan mandat dari Tujuan dan Sasaran Strategis yang ada pada level BSN,

a. Terselenggaranya reformasi birokrasi BSN, dengan indikator kinerja Indeks Reformasi Birokrasi BSN,

b. SDM BSN yang berkualitas, dengan indikator kinerja Indeks Profesionalitas BSN . dan

c. Penguatan AKIP, dengan indikator kinerja Predikat Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Inspektorat dibentuk berdasarkan keperluan manajemen dalam melaksanakan fungsi pengawasan untuk memberikan informasi, masukan, koreksi dan rekomendasi/solusi, agar pelaksanaan program dan kegiatan Lembaga/Badan tercapai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, secara efektif, efisien dan ekonomis. Peran pengawasan dilaksanakan untuk mewujudkan akuntabilitas kinerja Badan Standardisasi Nasional yang diinginkan.

2.2 Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Strategis Inspektorat

1.2.1. Visi Inspektorat

Sebagaimana fungsi Inspektorat melaksanakan pengawasan (kontrol), yaitu melaksanakan salah satu fungsi manajemen, dalam hal ini menjadi alat bantu Kepala dalam mengawasi pelaksanaan program dan kegiatan Badan oleh unit-unit kerja sesuai dengan tugas, fugsi dan kewenangannya masing-masing. Selain itu juga menjadi salah satu sumber masukan Kepala dalam pengambilan langkah-langkah dan penetapan kebijakannya. Pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangan Badan harus dapat dipertangungjawabkan (akuntabel). Akuntabilitas terwujud jika pelaksanaan program dan kegiatan dilakukan secara terbuka dan transparan. Terbuka dapat diterjemahkan sebagai sikap antisipatif terhadap berbagai masukan konstruktif dari semua pihak terkait, baik dari dalam maupun dari luar. Dari sikap ini diharapkan dalam pelaksanaan program dan kegiatan dapat berhasil dan berdaya guna, serta berlangsung secara transparan. Keterbukaan dan transparansi dimaksudkan sebagai upaya pencegahan berbagai bentuk pemborosan dan penyimpangan pengelolaan sumber daya serta praktek-praktek yang tidak sesuai peraturan perundangan yang berlaku, seperti praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Dalam upaya mewujudkan akuntabilitas kinerja di atas, diperlukan unit pengawasan yang profesional dan mandiri, baik sistem maupun sumber daya manusia, sehingga mampu memberikan kontribusi secara objektif dan konstrktif untuk perbaikan manajemen serta langkah-langkah pengambilan keputusan dan kebijakan oleh Kepala Badan. Untuk itu Inspektorat memiliki visi :

“Menjadi Aparat Pengawasan Internal Pemerintah yang profesional, Independen dan mampu menjadi Katalisator Pencapaian Tujuan Sasaran Strategis BSN”

(17)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |12 Visi ini menyatakan maksud, bahwa Inspektorat dan segenap personelnya mempunyai cita-cita, keinginan dan harapan untuk menjadi institusi atau unit yang bekerja sesuai dengan peraturan perundangan dan dapat bertindak sebagai penjamin mutu (quality

assurance) dalam penyelenggaraan program dan kegiatan, guna mencapai visi dan misi

BSN. Dengan visi tersebut diharapkan pula tumbuh dan terciptanya pemahaman dari segenap personel unit kerja di lingkungan BSN akan fungsi pengawasan, yang pada gilirannya terwujud dukungan dan kerjasama yang baik dalam menyelenggarakan dan menegakkan pemerintahan yang akuntabel di BSN.

1.2.2. Misi Inspektorat

Untuk merealisasikan visi Inspektorat, maka Inspektorat BSN menetapkan misi sebagai berikut:

1. Memastikan tercapainya tujuan dan sasaran strategis BSN.

2. Memastikan terwujudnya iklim yang mampu mencegah terjadinya KKN di Lingkungan BSN.

Hubungan visi dan misi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut: Rumusan misi tersebut mencerminkan tekad dan komitmen dari pemimpin dan seluruh personel Inspektorat dalam mewujudkan pemerintahan yang baik melalui pelaksanaan pengawasan yang terpercaya dengan upaya pencegahan dan mengidentifikasi potensi penyimpangan dan pelanggaran mulai tahap perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan atas kegiatan. Pendekatan yang dilakukan dalam pelaksanaan fungsi pengawasan yang diselenggaran oleh Inspektorat dilakukan dengan tidak mencari kesalahan tetapi pendekatan yang dilakukan melalui identifikasi ketidaksesuaian dengan peraturan perundangan serta memberikan konsultansi dan fasilitasi kepada unit kerja lain di lingkungan Badan Standardisasi Nasional. Upaya ini membawa dampak dari tahun ketahun dalam pelaksanaan pengawasan Unit Kerja di Lingkungan BSN semakin baik dan tampak harmonis.

1.2.3. Tujuan Inspektorat

Pada periode Renstra 2020-2024 Inspektorat menetapkan tujuan yaitu “Terselenggaranya Pengawasan Internal yang menjamin Mutu atas Kinerja Lembaga dalam Mewujudkan Birokrasi yang Transparan dan Akuntabel”

Tabel 2.2 Tujuan dan Indikator Tujuan Inspektorat

Tujuan Indikator Tujuan

1. Terselenggara nya

Pengawasan

Internal yang

menjamin Mutu

1. Nilai persepsi korupsi yang merepresentasikan anggapan masyarakat terkait indikasi korupsi di BSN, target sampai dengan 2024 sebesar nilai 3,7.

2. Nilai evaluasi internal yang merupakan salah satu komponen Implementasi SAKIP Unit Kerja, target sampai dengan 2024 sebesar 75.

(18)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |13 atas Kinerja Lembaga dalam Mewujudkan Birokrasi yang Transparan dan Akuntabel

3. Nilai area penguatan pengawasan yang merepresentasikan kuat atau lemahnya sistem pengawasan di lingkungan, target nilai pengawasan sebesar 5,5.

4. Deviasi antara PMPRB BSN dengan Nilai Hasil Evaluasi RB BSN yang merepresentasikan tingkat akurasi dan kualitas PMPRB yang dilakukan oleh Inspektorat, target sampai dengan 2024 sebesar 5.

5. Prosentase temuan BPK yang ditindaklanjuti terkait pengelolaan keuangan dan BMN BSN, target sampai dengan 2024 sebesar 100%. 6. Tingkat kepuasan internal yang merepresentasikan persepsi baik atau

buruknya layanan pengawasan yang diselenggarakan di lingkungan BSN, target sampai dengan 2024 sebesar 3,5.

1.2.4. Sasaran Kegiatan Inspektorat

Sasaran Kegiatan Inspektorat yang ditetapkan untuk menunjang pencapaian Visi, Misi, dan Tujuan pada periode tahun 2021-2024 adalah:

Tabel 2.3 Sasaran dan Indikator Kinerja Inspektorat

SASARAN INDIKATOR KINERJA Target

2021 2022 2023 2024 1 Kepatuhan terhadap Peraturan

Perundang-undangan dan Efektivitas Sistem

Pengendalian Intern di BSN

1 Opini BPK RI Atas Laporan

Keuangan BSN WTP WTP WTP WTP

2 Persentase Rekomendasi Hasil Pemeriksaan Eksternal yang ditindaklanjuti

100 100 100 100

2 Manajemen Risiko, Tata Kelola dan Pengendalian Internal BSN yang Efektif

3 Persentase rekomendasi hasil Pemeriksaan internal yang ditindaklanjuti

100% 100% 100% 100%

4 Persentase Unit Kerja yang

Bebas Temuan Bersifat Material 100% 100% 100% 100%

3 Tata kelola BSN yang Bersih dan Bebas dari KKN

5 Indeks Persepsi Anti Korupsi

(IPAK) 3,55 3,6 3,65 3,7

4 Meningkatnya kualitas layanan internal inspketorat BSN

6 Indeks kepuasan penerima layanan internal Inspektorat BSN

3,5 3,5 3,5 3,5

5 Meningkatnya kualitas pengelolaan anggaran

7 Persentase realisasi anggaran Inspektorat

(19)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |14

BAB III

KEGIATAN DAN RINCIAN OUTPUT

2.1 Arah Kebijakan dan Strategi Inspektorat

Sebagai langkah awal untuk menyusun strategi yang tepat, Inspektorat telah menetapkan kebijakan-kebijakan yang selaras dengan kebijakan BSN. Arah kebijakan yang ditetapkan Inspektorat Tahun 2020-2024 adalah:

1. Terselenggaranya penguatan pengawasan di lingkungan BSN; 2. Terwujudnya SAKIP BSN sesuai tugas dan kewenangan Inspektorat; 3. Menurunnya persepsi masyarakat terhadap korupsi di BSN;

4. Meningkatkan kinerja pengelolaan anggaran.

Untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut Inspektorat menyusun strategi dengan menetapkan langkah-langkah yang menjadi fokus bagi Inspektorat yaitu:

1. Pelaksanaan kegiatan pengawasan berdasarkan PKPT berbasis risiko

2. Pemberian konsultasi untuk meningkatkan efektivitas manajemen risiko, sistem pengendalian internal pemerintah, dan proses tata kelola

3. audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan pengawasan lainnya 4. Peningkatan kapabilitas APIP.

Sebagai implementasi dari kebijakan dan strategi yang telah diuraikan tersebut, seluruh kegiatan Inspektorat dirangkum dalam Program “Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya”. Program tersebut diselenggarakan untuk mencapai sasaran BSN yang menjadi tujuan Inspektorat, yaitu: “Terselenggaranya Pengawasan Internal yang menjamin Mutu atas Kinerja Lembaga dalam Mewujudkan Birokrasi yang Transparan dan Akuntabel ”

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka ditetapkan sasaran Inspektorat tahun 2021-2024, yaitu:

1. Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan dan Efektivitas Sistem Pengendalian Intern di BSN;

2. Manajemen Risiko, Tata Kelola dan Pengendalian Internal BSN yang Efektif; 3. Tata kelola BSN yang Bersih dan Bebas dari KKN;

4. Meningkatnya kualitas layanan internal Inspektorat BSN; 5. Meningkatnya kualitas pengelolaan anggaran.

Inspektorat telah merumuskan Strategi ke dalam bentuk yang lebih operasional dalam mencapai Visi, Misi, dan Tujuan Inspektorat berupa kegiatan Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur BSN yang terdiri dari indikator kinerja:

(20)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |15 2. Persentase Rekomendasi Hasil Pemeriksaan Eksternal yang ditindaklanjuti; 3. Persentase rekomendasi hasil Pemeriksaan internal yang ditindaklanjuti; 4. Persentase Unit Kerja yang Bebas Temuan Bersifat Material;

5. Indeks Persepsi Anti Korupsi (IPAK);

6. Indeks kepuasan penerima layanan internal Inspektorat BSN; 7. Persentase realisasi anggaran Inspektorat BSN.

2.2 Kerangka Regulasi

Sebagai unit pengawasan di lingkungan BSN tugas dan fungsi Inspektorat BSN di jabarkan dalam Peraturan BSN nomor 10 tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Standardisasi Nasional. Dalam melaksanakan peran sebagai aparat pengawasan, landasan yang di gunakan adalah Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2008 tentang SPIP. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang SPIP bahwa APIP mempunyai fungsi dan peran sebagai Quality Assurance, Consulting, dan Early

Warning System. Dengan peran ini Inspektorat diharapkan menjadi unit pengawasan untuk

mengawal kinerja Lembaga dalam memberikan jaminan kualitas pengelolaan program/kegiatan dan anggaran BSN.

Regulasi yang terkait bidang pengawasan, yaitu:

1. Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 2. Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

3. Undang – Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara;

4. Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;

5. Undang - Undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang SPIP;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS;

8. Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 – 2025;

9. Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2018 tentang BSN;

10. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi;

11. Peraturan Kepala BSN Nomor 15 Tahun 2013 tentang Kode Etik Pegawai BSN; 12. Peraturan BSN Nomor 10 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja BSN.

Untuk mempertajam pelaksanaan sistem pengendalian internal di lingkungan BSN masih diperlukan berberapa peraturan turunan dari kebijakan nasional yang akan diterapkan di BSN antara lain kebijakan mengenai:

a) Pedoman/petunjuk pelaksanaan/standar prosedur pelaksanaan pengawasan seperti pelaksanaan audit/reviu/evaluasi/pemantauan/pengawasan lainya, dan sebagainya sesuai dengan struktur dan kebutuhan lembaga;

(21)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |16 b) Pedoman/petunjuk pelaksanaan/standar prosedur pelaksanaan terkait kegiatan yang

terkait pelaksanaan penilaian mandiri pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan BSN;

c) Pedoman/petunjuk pelaksanaan/standar prosedur pelaksanaan sistem informasi dan sistem informasi manajemen pengaduan (WBS Online).

Beberapa pedoman sudah dalam proses penyusunan dan akan segera dilakukan proses pengajuan untuk pengesahan sehingga pada akhir periode Renstra Inspektorat 2020-2024 kebijakan terkait pelaksanaan pengawasan sudah terimplementasi.

2.3 Kegiatan, Sasaran Kegiatan dan IKSK Unit Kerja Inspektorat

Inspektorat telah menetapkan kegiatan, sasaran kegiatan dan indikator kinerja sasaran kegiatan pada tahun 2021-2024 sebagaimana pada tabel 3.3.

Tabel 3.1 Kegiatan, Sasaran Kegiatan dan IKSK Inspektorat Tahun 2021-2024

Kegiatan Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan (IKSK) Peningkatan Penyelenggaraan Pengawasan Internal 1. Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan dan Efektivitas Sistem Pengendalian Intern di BSN

1) Opini BPK RI Atas Laporan Keuangan BSN

2) Persentase Rekomendasi Hasil Pemeriksaan Eksternal yang ditindaklanjuti

2. Manajemen Risiko, Tata Kelola dan Pengendalian Internal BSN yang Efektif

3) Persentase rekomendasi hasil Pemeriksaan internal yang ditindaklanjuti

4) Persentase Unit Kerja yang Bebas Temuan Bersifat Material

3. Tata kelola BSN yang Bersih dan Bebas dari KKN

5) Indeks Persepsi Anti Korupsi (IPAK)

4. Meningkatnya kualitas layanan internal inspketorat BSN

6) Indeks kepuasan penerima layanan internal Inspektorat BSN 5. Meningkatnya kualitas

pengelolaan anggaran

7) Persentase realisasi anggaran Inspektorat

2.4 Rincian Output

2.4.1 Pengawasan Non Audit

Inspektorat adalah unit kerja yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala BSN sesuai Peraturan BSN Nomor 10 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Standardisasi Nasional. Sebagai unit kerja yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala BSN, Inspektorat sesuai tugas dan fungsinya memiliki kontribusi untuk mencapai target sasaran strategis BSN yaitu “Terselenggaranya Penguatan Pengawasan di

(22)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |17 lingkungan BSN”. Pencapaian sasaran tersebut diukur dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) BSN yang terkait output Pengawasan Non Audit. Pada tahun 2021 BSN memiliki 4 (Empat) IKU yang terkait dengan output Pengawasan Non Audit yaitu:

1. Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan dan efektivitas Sistem Pengendalian Intern di BSN

2. Manajemen risiko, tata kelola dan pengendalian internal BSN yang efektif, 3. Tata kelola BSN yang bersih dan bebas dari KKN,

4. Meningkatnya kualitas layanan internal Inspektorat BSN,

Untuk memastikan sasaran strategis BSN dapat tercapai, telah dilakukan cascading sasaran dan indikator kinerja kegiatan di Inspektorat berdasarkan IKU BSN tersebut. Berdasarkan hasil cascading tersebut, terdapat 4 (Empat) Sasaran dan 6 (enam) Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) di Inspektorat yang secara langsung terkait dengan output Pengawasan Non Audit.

Dalam rangka menjalankan peran utamanya, Inspektorat diharapkan menjalankan fungsi sebagai Quality Assurance dalam pencapain tujuan dan sasaran. Melalui kebijakan pengawasan yang lebih bersifat preventif, adanya kesalahan maupun terjadinya penyimpangan akan terdeteksi secara dini, yang pada akhirnya tujuan dan sasaran kegiatan dapat dicapai secara efektif dan efisien dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Guna mencapai Sasaran dengan IKK Inspektorat yang telah ditetapkan, pada tahun 2021 Inspektorat melaksanakan kegiatan dengan output Pengawasan Non Audit. Output Pengawasan Non Audit terdiri dari komponen Reviu; Evaluasi; Pemantauan; Asistensi, fasilitasi dan pelatihan; dan Pengawasan lainnya.

2.4.2 Pengawasan Audit

Melaksanakan Audit Internal adalah kegiatan yang dilakukan oleh Inspektorat BSN mencakup proses identifikasi masalah, analisis, dan evaluasi yang dilakukan secara independen, objektif, dan profesional berdasarkan standar audit, untuk menilai kebenaran, kecermatan, kredibilitas, efektivitas, efisiensi, dan keandalan informasi pelaksanaan tugas dan fungsi Biro/Direktorat/Pusat di BSN. Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah 9 (sembilan) Laporan Hasil Audit: 1 Laporan Hasil Audit Pengadaan Barang dan Jasa dengan uji petik di Serpong, 4 Laporan Hasil Audit Kepegawaian, 1 Laporan Hasil Audit value for

money semester I, 1 Laporan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), 1 Laporan Hasil

Audit Pengadaan barang dan jasa serta sarana dan prasarana, dan 1 Laporan Hasil Audit Barang Milik Negara (BMN). Outcome yang diharapkan dari kegiatan ini adalah ditindaklanjutinya rekomendasi atas hasil audit sebesar 100%.

(23)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |18

BAB IV

TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN

Target kinerja dan kerangka pendanaan merupakan alat yang digunakan sebagai panduan implementasi strategi organisasi sehingga kinerja organisasi dapat terukur. Target kinerja memastikan bahwa setiap sasaran strategis dapat diukur keberhasilannya. Kerangka pendanaan memastikan bahwa strategi dapat dieksekusi sesuai anggaran yang ada. Target kinerja dan kerangka pendanaan disusun dengan mempertimbangkan kemampuan dari organisasi serta kebijakan nasional yang mengatur hal tersebut.

4.1 Target Kinerja

Dalam rangka mewujudkan visi dan misi Badan Standardisasi Nasional yang secara tidak langsung mendukung visi dan misi dari Presiden, serta mendukung tercapainya kebijakan pada level nasional, Inspektorat BSN menetapkan 5 (lima) Sasaran Kegiatan yang diukur melalui 7 (tujuh) Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan (IKSK). Keseluruhan yang merupakan kondisi yang ingin dicapai dalam kurun waktu 5 (lima) tahun sejak 2020. Tabel 4.1 menunjukkan target kinerja Biro PKUP tahun 2020 – 2024.

Tabel 4.1 Target Kinerja Inspektorat Tahun 2021-2024

Kegiatan Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan

(IKSK)

Satuan Target

Peningkatan Penyelenggaraan Pengawasan Internal 2020 2021 2022 2023 2024

1. Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan dan Efektivitas Sistem Pengendalian Intern di BSN 1) Opini BPK RI Atas Laporan Keuangan BSN Opini WTP WTP WTP WTP 2) Persentase Rekomendasi Hasil Pemeriksaan Eksternal yang ditindaklanjuti % 100 100 100 100 2. Manajemen Risiko, Tata Kelola dan Pengendalian Internal BSN yang Efektif 3) Persentase rekomendasi hasil Pemeriksaan internal yang ditindaklanjuti % 100 100 100 100

(24)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |19

4) Persentase

Unit Kerja yang Bebas Temuan Bersifat Material % 100 100 100 100 3. Tata kelola BSN yang Bersih dan Bebas dari KKN 5) Indeks Persepsi Anti Korupsi (IPAK) Nilai 3,55 3,6 3,65 3,7 4. Meningkatnya kualitas layanan internal inspketorat BSN 6) Indeks kepuasan penerima layanan internal Inspektorat BSN Nilai 3,5 3,5 3,55 3,6 5. Meningkatnya kualitas pengelolaan anggaran 7) Persentase realisasi anggaran Inspektorat % 97 97 97 97 4.2 Kerangka Pendanaan

Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran-sasaran strategis yang telah ditetapkan, Inspektorat BSN memerlukan dukungan berbagai macam sumber daya. Dukungan dari sarana dan prasarana yang memadai, dukungan regulasi, dan tentunya sumber pendanaan yang cukup. Sesuai target indikator kinerja yang telah ditetapkan maka kerangka pendanaan untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran Inspektorat periode 2021-2024 tertuang di dalam Lampiran 1 (tentang Matriks Kinerja dan Pendanaan Inspektorat

(25)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |20

BAB V

PENUTUP

Rencana Strategis (Renstra) periode 2020 – 2024 merupakan panduan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi unit kerja selama lima tahun. Namun sehubungan dengan adanya hasil reviu Indikator Kinerja Utama Badan Standardisasi Nasional (BSN) Tahun 2020 – 2024 oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan adanya Kebijakan Redesain Sistem Perencanaan dan Penganggaran dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, serta untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional dalam rangka penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), perubahan Renstra BSN tahun 2020 – 2024 ini selanjutnya menjadi acuan bagi penyusunan renstra unit kerja dibawahnya secara berjenjang.

Renstra Inspektorat revisi Tahun 2021 yang merupakan bagian dari periode renstra tahun 2020 – 2024 yang memuat visi, misi, tujuan, dan sasaran yang dijabarkan ke dalam arah kebijakan, program dan kegiatan yang sejalan dengan perkembangan penyelenggaraan standardisasi nasional, regional dan internasional sebagai dampak dari kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan perdagangan global, serta berdasarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Mengengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024, dan Strategi Standardisasi Nasional 2015 – 2025.

Dokumen Renstra Inspektorat Tahun 2020-2024 merupakan renstra yang disusun oleh Inspektorat sebagai koridor dalam penyelenggaraan tugas, tanggung jawab, dan kewenangan Inspektorat, selaku salah satu unit kerja di lingkungan BSN, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah Republik Indonesia dalam mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan nasional jangka menengah 2020-2024.

Renstra ini akan dijabarkan lebih lanjut dalam Rencana Kerja Tahunan dan juga digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan Rancangan Rencana Kerja, yang kemudian menjadi input dalam penyusunan Laporan Kinerja Inspektorat pada setiap tahunnya.

Renstra ini diharapkan dapat dikomunikasikan ke seluruh jajaran organisasi dan pemangku kepentingan terkait agar seluruh kegiatan-kegiatan Inspektorat yang direncanakan akan terlaksana, terkoordinasi dengan baik dan dilakukan secara harmonis demi tercapainya visi, misi, dan tujuan Inspektorat.

Inspektorat sebagai salah satu unsur dari organisasi BSN, memiliki kewajiban dan tanggungjawab yang seimbang dalam rangka mewujudkan tujuan BSN, bersama-sama dengan unit kerja yang lainnya Sasaran Kinerja yang ditetapkan oleh Inspektorat dalam perencanaan strategis dalam kurun waktu kali ini adalah untuk mendukung tercapainya

(26)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |21 tujuan BSN, yaitu Terselenggaranya Pengawasan Internal yang menjamin Mutu atas Kinerja Lembaga dalam Mewujudkan Birokrasi yang Transparan dan Akuntabel.

Sebagai APIP, kegiatan Inspektorat difokuskan pada kegiatan pengawasan internal atas unit-unit kerja di lingkungan BSN, baik melalui peran assurans maupun konsultansi. Namun demikian, Inspektorat juga akan melaksanakan kegiatan internal Inspektorat sendiri dalam hal penguatan kapabilitasnya sebagai APIP K/L, melalui pengukuran capaian level kapabilitas IACM. Dengan peningkatan level kapabilitas/IACM, Inspektorat diharapkan dapat berperan secara optimal dalam menjalankan tugas pengawasan internal untuk memberikan nilai tambah terhadap proses tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal di lingkungan BSN.

(27)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |22 Prog/

Keg

Sasaran Program (Outcome)/ Sasaran

Kegiatan (Output)/ Indikator Lokasi

Target Alokasi (dalam juta rupiah) 2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024 Peningkatan Penyelenggaraan Pengawasan Internal

BSN Jakarta 1.000 1.200 1.500 1.500 1.500

Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan dan Efektivitas Sistem Pengendalian Intern di BSN

- Opini BPK RI atas laporan keuangan

BSN WTP WTP WTP WTP

- Persentase rekomendasi hasil pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti

100 100 100 100

Manajemen Risiko, Tata Kelola dan Pengendalian Internal BSN yang Efektif

- Persentase rekomendasi hasil

pemeriksaan internal yang ditindaklanjuti %)

100% 100% 100% 100% - Persentase unit kerja yang bebas

temuan bersifat material 100% 100% 100% 100%

Tata kelola BSN yang Bersih dan Bebas dari KKN

- Indeks Persepsi Anti Korupsi (IPAK) 3,55 3,6 3,65 3,7

Meningkatnya kualitas layanan internal Insektorat

- Indeks kepuasan penerima layanan

internal Inpektorat 3,5 3,5 3,5 3,5

Meningkatnya kualitas pengelolaan anggaran

- Persentase realisasi anggaran

Inspektorat 97 97 97 97

LAMPIRAN I

(28)

Rencana Strategis Inspektorat BSN Tahun 2020-2024 |23

LAMPIRAN II

MATRIKS KERANGKA REGULASI

No. Arah Kerangka Regulasi dan/atau Kebutuhan Regulasi

Urgensi Pembentukan Berdasarkan Evaluasi Regulasi Eksisting, Kajian dan Penelitian

Unit Penanggung Jawab Unit Terkait/ Institusi Target Penyelesaian TAHUN 2023 1. 3 0 .

Perubahan Peraturan Badan Standardisasi Nasional No. 2/2015 tentang Penanganan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan BSN PBSN 10/2018 OTK BSN INSPEKTOR AT dan HKLI Kementerian/ LPNK Tahun 2023 2. 3 1 .

Perubahan Peraturan Badan Standardisasi Nasional No. 15/2013 tentang Kode Etik Pegawai BSN

UU No. 5/2014, PP 11/2017 tentang manajemen PNS, PP 54/2010, PBSN 10/2018 OTK BSN, PP 42/2004 SDMOH dan INSPEKTOR AT Internal Tahun 2023 TAHUN 2024 1. 5 0 .

Perubahan Peraturan Badan Standardisasi Nasional No. 4/2014 tentang Sistem Pengendalian Gratifikasi di lingkungan BSN

Inspektorat Kementerian/

LPNK

(29)

Gambar

Gambar 1.1 Struktur Organisasi Inspektorat Kepala BSN
Tabel 2.2 Tujuan dan Indikator Tujuan Inspektorat
Tabel 2.3 Sasaran dan Indikator Kinerja Inspektorat
Tabel 3.1 Kegiatan, Sasaran Kegiatan dan IKSK Inspektorat Tahun 2021-2024  Kegiatan  Sasaran Kegiatan  Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan
+2

Referensi

Dokumen terkait

Rencana Strategis (RENSTRA) Sekretariat DPRD Kabupaten Tana Tidung merupakan dokumen perencanaan 5 (lima) tahunan yang memuat visi, misi,tujuan, sasaran, strategi,

Rencana Strategis (Renstra) Balai POM di Pangkalpinang Tahun 2020-2024 memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan serta program dan kegiatan periode 2020-2024. Kegiatan yang

Renstra Biro Hubungan Masyarakat Kemenperin Tahun 2020-2024 memuat visi, misi, tujuan, sasaran strategis, arah kebijakan, strategi, program, kegiatan, dan anggaran pada

Rencana Strategis (Renstra) Direktorat Pengembangan Standar Mekanika, Energi, Elektroteknika, Transportasi, dan Teknologi Informasi (PSMEETTI) memuat visi, misi, tujuan,

Renstra Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan 2020-2024 memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan lingkup tugas dan fungsi Inspektorat

Rencana Strategis (Renstra) Direktorat Pengembangan Standar Mekanika, Energi, Elektroteknika, Transportasi, dan Teknologi Informasi (PSMEETTI) memuat visi, misi, tujuan,

Rencana Strategis LPMP Sulawesi Selatan tahun 2015-2019 yang memuat visi, misi, kebijakan, tujuan strategis, sasaran kegiatan dan indikakator kinerja kegiatan (IKK)

Rencana Strategis Kecamatan memuat penjabaran dari visi, misi, dan program camat yang merupakan perpanjangan tangan dari kepala daerah yang memuat tujuan,