Mia Nurmala (08334016)
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
2.1 Tinjuan Pustaka
Jaringan WCDMA atau 3G di Indonesia masih terus dioptimasi untuk memperbaiki kinerja dan penggunaanya secara maksimal. Adapun permasalahannya yaitu pada optimasi kinerja perangkat pada teknologi WCDMA atau 3G. Berbagai penelitian telah dilakukan sebagai upaya mengoptimasi jaringan 3G dari sisi software. Berikut adalah penelitian tugas akhir yang erat kaitannya dengan tugas akhir ini.
a) Andhika Chandra Dewana. Analisis Kualitas Panggilan Layanan Suara (Voice) Sistem WCDMA Saat Terjadi Drop Call Berdasarkan Data Statistik Dan Drive Test. Proyek akhir ini membuat tools simulasi menggunakan Mathlab untuk mengetahui pengaruh drop call terhadap trafik di suatu site. Pembahasan pada tugas akhir ini tidak mencakup optimasi sistem tetapi analisa berdasarkan data hasil drive test dan perhitungan teori.
b) Ratu Betha Instania, 2011. Perancangan dan Implementasi Software Pendeteksi Error Modul RAX Pada Node-b Jaringan 3G PT. Indosat Tbk. Pembahasan pada tugas akhir ini adalah mengenai pendeteksian kesalahan pada modul RAX saja tanpa memperhatikan parameter untuk downlink nya pada modul TX dan sistem monitoringnya kurang maksimal karena hanya bisa diakses pada perangkat yang telah terpasang softwarenya saja.
2.2 Landasan Teori
2.2.1 Teknologi Third Generation (3G)
3G adalah istilah yang digunakan untuk teknologi telepon bergerak generasi ketiga, teknologi ini merupakan pengembangan dari generasi kedua (2G). 3G ditujukan untuk menyediakan layanan multimedia kecepatan tinggi pada jaringan wireless. ITU (International Telecommunication Union) mengistilahkan
3G sebagai International Mobile Telecommunication 2000 (IMT-2000). Standar teknologi 3G yang digunakan di Indonesia adalah WCDMA.
WCDMA mempunyai kecepatan transfer data hingga 2 Mbps. Adapun spesifikasi dari WCDMA dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Spesifikasi Teknologi WCDMA
PARAMETER JENIS/ NILAI
Pita Frekuensi Uplink: 1920-1980 MHz
Downlink: 2110-2170 MHz
Carrier Spacing 5MHz
Modulasi QPSK
Tipe Data Packet dan circuit switch
User Data Rate 384 Kbps hingga 2 Mbps
2.2.2 Arsitektur Jaringan 3G
Pada dasarnya arsitektur jaringan WCDMA tidak berbeda jauh dengan arsitektur jaringan sistem komunikasi bergerak selular pada GSM. Beberapa elemen jaringan pada GSM digunakan kembali oleh UMTS (Universal Mobile Telecommunication System) dengan melakukan beberapa upgrading di antaranya MSC (Mobile Switching Centre), HLR (Home Location Register), SGSN (Serving GPRS Support Node) dan GGSN (Gateway GPRS Support Node).
Jaringan UMTS memiliki elemen jaringan yang ditunjukkan pada Gambar 1. Adapun interface baru yang terdapat pada UMTS, yaitu:
1. Uu yang menghubungkan User Equipment dan node-b. 2. Iub (Iu-Bis) yang menghubungkan RNC dan node-b
3. Iu-CS yang menghubungkan jaringan UTRAN dengan MSC. Interface ini digunakan untuk data circuit-swtiched
4. lu-PS yang menghubungkan jaringan akses dengan SGSN dari core network. Interface ini digunakan untuk data packet-swtiched
5. Iur yang menghubungakn RNC dengan RNC lainnya. Om yang menghubungkan RNC dan OSS
Gambar 1. Arsitektur WCDMA-UMTS
Gambar 1. Arsitektur Jaringan 3G
Jaringan WCDMA-UMTS terdiri atas tiga bagian utama yaitu User Equipment (UE), UMTS Terresterial Radio Access Network (UTRAN), dan Core Network (CN)
UE ( User Equipment)
User Equipment merupakan perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk dapat memperoleh layanan komunikasi bergerak. UE dilengkapi dengan Universal Subscriber Identity Module (USIM). Selain terdapat USIM, UE juga dilengkapi dengan ME (Mobile Equipment) yang berfungsi sebagai terminal radio yang digunakan untuk komunikasi lewat radio Berbagai jenis UE dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Berbagai jenis UE
OSS Om Om Core Network
UMTS Terresterial Radio Access Network (UTRAN)
UTRAN memiliki dua elemen jaringan , yakni Node-B dan RNC (Radio Network Controller).
Node-b
Node-b adalah unit fisik untuk mengirim atau menerima frekuensi pada sel. Tugas utama node-b adalah memproses data-data yang diterima dari UE dan meneruskannya ke RNC. Terdapat interface Uu yang menghubungkan User Equipment dan node-b. Sedangkan untuk menghubungkan RNC dan node-b terdapat Iub (Iu-Bis). Node-b biasa disebut site, site ini harus dapat meng-cover areanya dengan baik. Untuk itu dilakukanlah sektorisasi antena. Sektorisasi pada antena adalah pengarahan daya pancar antena site pada arah tertentu. Pengarahan antena ini bergantung dari kebutuhan. PT Indosat membagi site ke dalam 3 sektor yakni sektorisasi 120o yang membagi wilayah cakupan sel menjadi tiga area yang sama besar. Sektorisasi tersebut ditunjukkan pada Gambar 3.
Gambar 3. Sektorisasi 120o
RNC
Sebuah RNC dapat menampung puluhan hingga ratusan Node-B untuk menangani pelanggan dalam suatu area. Dalam jaringan 3G, terdapat interface Iur yang menghubungkan antar RNC. Interface ini membantu jaringan UTRAN dalam melakukan handover antar RNC. Terdapat dua interface yang menghubungkan RNC dan Core Network, yaitu Iu CS dan Iu PS. Iu CS adalah interface untuk circuit switched yang menangani layanan voice, video dan layanan yang berupa layanan real-time. Sedangkan Iu PS merupakan interface untuk packet switched yang menangani berbagai macam layanan data.
Core Network (CN)
Core Network adalah bagian sentral (pusat) dari jaringan yang menyediakan berbagai layanan kepada user yang terhubung dengan jaringan. Core/jaringan backbone menyediakan jalur untuk pertukaran informasi antara jaringan yang berbeda-sub lalu mengolahnya agar bisa saling berhubungan dan bertukar informasi. Dengan melewati jaringan ini maka user tidak hanya berinteraksi dengan pengguna UMTS mobile saja, tetapi juga dengan jaringan yang lain. Core Network mengatur fungsi kontrol, switching, database dan autentikasi. Bagian ini terintegrasi dengan core pada jaringan 2G. Bagian core ini terhubung ke external network seperti PSTN, ISDN, provider lain dan jaringan internet.
2.2.3 Radio Base Station (RBS) 3G Ericsson
RBS adalah komponen terpenting dalam telekomunikasi bergerak, bisa dikatakan bahwa, tanpa RBS maka suatu komunikasi tidak bisa dikatakan sebagai mobile communication. RBS adalah komponen terdepan dari jaringan telekomunikasi bergerak, yang langsung berhubungan dengan mobile equipment. Dalam hal ini PT Indosat Tbk memakai produk dari vendor Ericsson dalam pengadaan perangkat RBS untuk jaringan UMTS (3G).
Pada laporan tugas akhir ini penulis tidak akan membahas mengenai tipe-tipe RBS 3G Ericsson, tetapi hanya menjelaskan modul-modul yang terdapat di dalam RBS 3G Ericsson. Berikut ini adalah arsitektur RBS 3G Outdoor keluaran Ericsson yang digunakan oleh PT Indosat ditujukan oleh Gambar 4.
Gambar 4. RBS Ericsson Tipe Outdoor (Ericsson, RBS Functional Overview)
Berikut adalah penjelasan dari modul-modulnya.
SCB
Bentuk fisik dari SCB ditunjukkan oleh Gambar 5.
Gambar 5. SCB
SCB berfungsi sebagai penanggung jawab proses switching. Proses-proses penting yang terjadi di dalam SCB adalah sinkronisasi, interface konektor ke setiap subrack, dan menyediakan power ke subrack juga unit fan.
TUB
Bentuk fisik dari TUB ditunjukkan oleh Gambar 6.
Gambar 6. TUB
TUB berfungsi membuat dan mendistribusikan referensi sinkronisasi untuk local timing. Frekuensinya ditentukan oleh referensi sinyal eksternal. Referensi sinyalnya harus dapat dilacak dan minimal harus sama dengan Stratum 2 (ITU-T G.812). Jika referensi sinyal external tidak dapat dideteksi maka TUB akan mengirimkan sinyal alarm ke GPB. Port A digunakan untuk input referensi sinkronisasi dan harus berada pada frekuensi 544 KHz atau 10 MHz. Port B dan C memiliki kegunaan yang sama yaitu untuk mengecek frekuensi sinkronisasi TUB.
ETB
ET-MC1 adalah Exchange Terminal dengan 8 interface E1 untuk transport ATM dan TDM. ET-MCI juga merupakan interface antara kabel transmisi dengan switch ATM di SCB dan remote MUB (Management Interface). Port A sampai D menerima input dari DF. ET ini ditunjukkan pada Gambar 7.
Gambar 7. ET-MC1
GPB
Bentuk fisik dari GPB ditunjukkan oleh Gambar 8.
Gambar 8. GPB
GPB berfungsi sebagai Main Processor. Proses-proses seperti signaling dan terminasi operation dan maintenance terjadi di sini. GPB dilengkapi dengan ethernet dan serial access. Sebuah flashcard di dalam GPB berfungsi menyimpan data-data software GPB yang hanya digunakan jika ingin merestart GPB.
RAXB
Bentuk fisik dari RAXB ditunjukkan oleh Gambar 9.
Gambar 9. RAXB
RAX digunakan sebagai pemprosesan uplink baseband. RAX bertugas menerima data uplink dari mobile user. Semakin banyak RAX yang dipasang, maka semakin banyak kapasitas trafik yang dapat ditangani.
TXB
Bentuk fisik dari TXB ditunjukkan oleh Gambar 10.
Gambar 10.TXB
TX digunakan sebagai pemprosesan downlink baseband, seperti penanganan transport channel, encoding, modulation, spreading, dan pengkombinasian channel secara fisik. Semakin banyak jumlah TX maka semakin banyak traffic yang dapat ditangani. Jumlah TX sebagai transmitter harus sebanding dengan jumlah RAX sebagai receiver.
BBIFB
Bentuk fisik dari BBIFB ditunjukkan oleh Gambar 11.
Gambar 11. BBIF
BBIF mengkoneksikan subrak BB ke subrak RF. Koneksinya membawa downlink dan uplink traffic stream. Port A sampai D terhubung langsung dengan RFIF di subrak RF. Sedangkan port E untuk interkoneksi antar BBIF 1 dengan BBIF 2.
RFIFB
RFIF berfungsi untuk mengatur beberapa hal sebagai berikut. 1. Konversi D/A dan A/D
2. Modulasi dan Demodulasi RF 3. Carrier combining dan splitting RF 4. LNA (Low Noise Amplifier)
Bentuk fisik dari BBIFB ditunjukkan oleh Gambar 12.
Gambar 12. RFIFB
TRXB
Sebuah TRXB terdiri dari dua buah transceiver independen untuk dua pasang TX dan RX. TRX memfasilitasi proses-proses sebagai berikut.
1. A/D dan D/A conversion 2. Channel filtering
3. Delay dan gain adjustment
4. RF modulation dan demodulation
Bentuk fisik dari BBIFB ditunjukkan oleh Gambar 13.
Gambar 13. TRXB
AIU
AIU terdiri dari filter dan unit control, yang kita kenal dengan nama combiner dan splitter unit. AIU mengatur :
1. Duplex Filter dari sinyal TX dan Rx 2. Flexible frequency dan signal splitting 3. Low-noise amplification dari sinyal RX 4. Mengukur power TX
5. Frequency combination in the downlink,
6. Signal splitting dan high power combination ketika menggunakan 2 modul MCPA.
Bentuk fisik dari BBIFB ditunjukkan oleh Gambar 14.
Gambar 14. AIU
XALM
XALM mengontrol alarm keseluruhan RBS. Jika XALM menerima alarm, maka XALM akan meneruskan alarm tersebut ke CF3. XALM ditunjukkah pada Gambar 15. Gambar 15. XALM
XALM memiliki 6 buah port, yaitu :
a. Port 1 mengontrol alarm 1 sampai 8 untuk alarm pada DF atau OVP. Bertugas mendeteksi jika sistem transmisi seperti E1 menerima daya berlebihan dari daya yang seharusnya diterima.
b. Port 2 mengontrol alarm 9 sampai 16 untuk alarm pintu. Bertugas mendeteksi kemalingan, jika ada yang membuka pintu RBS tanpa izin. c. Port 3 mengontrol alarm 17 sampai 24 untuk alarm asap. Bertugas
mendeteksi kebakaran baik modul-modul di dalam RBS ataupun kebakaran di luar RBS.
d. Port 4 mengontrol alarm 26 sampai 32 untuk alarm lainnya seperti Main PLN OFF dan modul-modul yang bermasalah.
e. Port 5 adalah satu-satunya output port yang meneruskan alarm yang diterimanya ke CF3.
f. Port 6 sebagai input daya XALM.
2.2.4 Pengenalan Tools
Tools yang diperlukan untuk realisasi sistem ini adalah PHP dan database MySQL. Berikut sekilas tentang tools tersebut.
PHP
PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdroft, seorang programmer C pada tahun 1955. Tujuan dari bahasa scripting ini adalah untuk membuat aplikasi-aplikasi yang dijalankan di atas teknologi Web. Dalam hal ini, aplikasi-aplikasi pada umumnya akan memberikan hasil pada Web browser, tetapi prosesnya secara keseluruhan dijalankan Web server. Kekuatan yang paling utama PHP adalah pada konektivitasnya dengan sistem database di dalam Web. Sistem database yang dapat didukung oleh PHP adalah Oracle, MySQL, Sybase, PostgreSQL, dan lainnya. PHP dapat berjalan di berbagai sistem operasi seperti Windows, Unix, Linux, maupun Macintosh. (Kadir, Abdul; 2009)
Berikut dijelaskan mengenai dasar pemrograman PHP. a. Variabel
Dalam setiap bahasa pemrograman, selalu dikenal istilah variabel. Variabel adalah sebuah istilah tempat untuk menyimpan data yang nilainya dapat berubah.
Variabel selalu diawali dengan adanya tanda dollar ( $ ). Variabel dalam PHP adalah case sensitive (membedakan antara huruf kecil dan huruf besar), oleh karena itu harus hati-hati dalam penulisan dan pemakaian nama variabel. Variabel dengan nama $abc berbeda dengan variabel $Abc. Contoh penggunaan variabel:
<? $nama = “Andi”; $umur = “8 tahun”; $Nilai = 10; ?> b. Tipe Data
PHP mengenal tiga macam data yakni string, integer dan floating point. String diapit oleh tanda petik ganda ( “ ) atau tanda petik tunggal ( „ ). Tipe data floating point lebih dikenal dengan nama double dan selalu dalam bentuk desimal. Contoh penulisan tipe data dalam PHP adalah sebagai berikut:
Tipe data string: $nama = “Dani”; $umur = “8 tahun”;
Tipe data integer: $Nilai = 10; $jumlah = 5;
Tipe data floating point (double): $total = 10.00;
$jarak = 35.15;
c. Konstanta
Konstanta adalah variabel nilainya tidak pernah berubah atau tetap. Konstanta ini dideklarasikan dan diberi nilai pada awal program dan nilainya tetap selama program berjalan. PHP telah mendefinisikan beberapa konstanta seperti contohnya
konstanta TRUE yang telah diberi nilai 1 dan FALSE yang bernilai 0 dan beberapa konstanta-konstanta lainya. Contoh penulisan konstanta:
define(“NAMA”, “John Tralala”); define(“JABATAN”, “Direktur”);
echo “Namaku adalah NAMA dan jabatanku adalah JABATAN”;
Perintah diatas akan menampilkan teks : “Namaku adalah John Tralala dan jabatanku adalah Direktur”.
d. Operator
Sebagaimana dalam pembahasan pemrograman lainya, didalam PHP dikenal ada beberapa operator. Operator adalah simbol yang digunakan untuk memanipulasi data. Dalam laporan tugas akhir ini hanya akan dibahas operator yang sering digunakan. Operator-operator tersebut ditunjukkan oleh Tabel 2.
Tabel 2. Berbagai Macam Operator pada PHP
e. Kontrol Percabangan
Percabangan adalah melakukan suatu proses jika kondisi yang ditentukan terpenuhi. Di dalam PHP dikenal tiga macam perintah percabangan yaitu:
- IF
Perintah IF adalah kontrol percobaan yang akan melakukan serangkaian perintah jika kondisi yang diberikan padanya terpenuhi atau bernilai benar. Cara penulisanya adalah sebaai berikut:
If(kondisi) {
serangkaian perintah yang akan dijalankan jika kondisi terpenuhi
}
- IF … ELSE
Perintah ini hampir sama dengan perintah IF di atas, bedanya kalau perintah IF tidak melakukan proses apa-apa jika kondisinya tidak terpenuhi, sedangkan IF … ELSE mempunyai pilihan proses yang akan dilakukan jika kondisinya tidak terpenuhi.
Cara penulisanya adalah sebagai berikut: If(kondisi)
{
serangkaian perintah yang akan dijalankan jika kondisi terpenuhi;
} else {
serangkaian perintah yang akan dijalankan jika kondisi tidak terpenuhi;
}
- SWITCH
Perintah SWITCH digunakan jika percabangan yang akan dilakukan lebih dari dua. Cara penulisannya adalah sebagai berikut:
Switch(kondisi) { case konstanta 1: serangkaian perintah 1; break; case konstanta 2: serangkaian perintah 2; break; case perintah 3: serangkaian perintah 3; break; case perintah 4: serangkaian perintah 4; default: serangkaian perintah; }
Perintah SWITCH akan mendeteksi nilai dari kondisi dan membandingkanya dengan nilai kostanta pada tiap – tiap case. perbandingan dimulai dari konstanta 1 sampai dengan konstanta terakhir. Jika ditemukan nilai yang sama maka serangkaian perintah akan dijalankan pada case yang bersangkutan sampai ditemukan peryataan break. Peryataan break ini akan mengakhiri perintah SWITCH. Jika tidak ditemukan nilai yang sama antara nilai kondisi dan nilai – nilai kostanta, maka serangkaian perintah pada default akan dijalankan.
f. Kontrol Pengulangan
Di dalam membuat program, terkadang ingin agar perintah dilakukan secara berulang– ulang. Maka tidak perlu menuliskan perintah sebanyak pengulangan tersebut, dapat digunakan perintah – perintah seperti FOR, WHILE dan DO … WHILE
- FOR
Perintah pengulangan FOR adalah perintah pengulangan yang sederhana.
Yang perlu dimasukkan hanyalah nilai awal dan nilai akhir dari variabel penghitung.
Cara penulisanya:
For ( nilai_awal, nilai_akhir, inkrementasi/dekrementasi) {
serangkaian perintah yang akan diulang; }
- WHILE
Perintah pengulangan WHILE adalah perintah pengulangan yang akan dilakukan selama kondisi terpenuhi atau selama kondisi bernilai TRUE. Pengulangan akan berhenti jika kondisi tidak terpenuhi lagi atau kondisi bernilai FALSE. Satu hal yang harus diperhatikan bahwa untuk masuk ke proses pengulangan, maka kondisi harus dibuat TRUE terlebih dahulu.
Cara penulisanya adalah: While (kondisi)
{
serangkaian perintah yang akan diulangi; }
- DO…..WHILE
Sebenarnya perintah ini mirip dengan printah WHILE, yang membedakannya adalah letak dari pemeriksaan kondisinya. Kalau pada perinah WHILE, pemeriksaan kondisi dilakukan sebelum memasuki proses perulangan, maka pada DO … WHILE pmeriksaan kondisi dilakukan setelah proses perulangan berlangsung. Dengan demikian pada perintah DO … WHILE, proses pengulangan akanberlangsung minimal satu kali sekalipun kondisi tidak terpenuhi, sedangkan pada perintah WHILE proses pengulangan tidak akan pernah terjadi jika kondisi tidak terpenuhi. Cara penulisannya:
Do {
serangkaian perintah pengulangan; }
While (kondisi)
PHP Excel Reader
Cara lama yang biasa digunakan untuk melakukan import data dari excel ke dalam MySQL adalah dengan menyimpan file excel tersebut sebagai file berformat CSV. Namun diyakini bahwa format CSV ini tidak akan valid karena batas antar sel dan batas antar baris masih menggunakan karakter huruf alfabet. Semisal, ditentukan sebuah cara bahwa batas sel adalah dengan tanda koma, maka jika dalam konten sel terdapat koma, maka akan terjadi kesalahan dalam pembacaan jumlah sel.
Cara paling baik yaitu membiarkan saja dalam bentuk .xls file yang dibuka encoding datanya, dan kemudian direstore dalam bentuk text yang bisa dibaca dengan normal oleh PHP. Untuk membuka encoding data ini telah disediakan sebuah tools yang terkenal yang dinamakan PHP Excel Reader yang dibuat oleh Vadim Tkachenko. Class ini sebenarnya hanya diperuntukkan untuk membaca file Excel saja, namun dengan sedikit modifikasi dan pengembangan dapat kita gunakan untuk melakukan import data Excel ke MySQL.
File yang diupload hanya akan diletakkan dalam direktori temporary, dan mulai dibaca. Sheet_index merupakan nomor worksheet yang dibaca. 0 adalah worksheet pertama. Selanjutnya pembacaan baris dimulai dari nomer 2 (dua) karena baris pertama berisi header kolom. Pembacaan akan dimulai dengan proses looping yang dimulai dengan angka dua dan berakhir pada jumlah baris excel yang terbaca oleh PHP. Urutannya adalah $cell->val( baris,kolom );. Data diinisiasi dalam variabel masing-masing, dan dimasukkan dalam query lalu dieksekusi.
Untuk sementara hanya yang di bawah MS. Office 2007 atau Office 97-2003 saja. Dengan kata lain class ini tidak bisa digunakan untuk membaca file Excel yang berekstensi (*.xlsx). Oleh karena itu pastikan file Excel yang diimport berekstensi *.xls.(Rosihanari, 2010)
Database MySQL
Database sering didefinisikan sebagai kumpulan data yang terkait. Secara teknis, yang berada dalam sebuah database sekumpulan tabel atau objek lain (indeks, view, dan lain-lain). Tujuan utama pembuatan database adalah untuk memudahkan dalam akses data. Data dapat ditambahkan, diubah, dihapus, atau dibaca dengan relatif cepat.
Saat ini tersedia banyak perangkat lunak yang ditujukan untuk mengelola database. Salah satunya adalah MySQL yang merupakan software yang tergolong database server dan bersifat Open Source. Open Source menyatakan bahwa software ini dilengkapi dengan source code (kode yang dipakai untuk membuat MySQL). Hal menarik lainnya adalah MySQL bersifat multiplatform yang berarti dapat dijalankan pada berbagai sistem operasi. (Kadir, Abdul; 2009)
Pengaksesan data dalam database dapat dilakukan dengan mudah melalui SQL. Data dalam database bisa diakses melalui aplikasi non-Web (misalnya dengan Visual Basic) maupun aplikasi Web (misalnya dengan PHP).
Pada kesempatan kali ini hanya akan dibahas koneksi database MySQL melalui PHP. Secara umum akses ke database melalui tiga tahapan : • Koneksi ke database.
Untuk koneksi ke database MySql kita membutuhkan dua fungsi yaitu mysql_connect(), dan mysql_select_db().
- mysql_connect memiliki sintaks :
mysql_connect(nama host, username database, password database) - mysql_select_db memiliki sintaks :
mysql_select_db(nama database) . Fungsi mysql_select_db baru digunakan apabila database telah dibuat terlebih dahulu.
Untuk membuat database ataupun tabel ada beberapa cara diantaranya yaitu memakai program bantuan PHPMyAdmin ataupun melalui script PHP. Namun akan lebih mudah penggunaannya jika menggunakan PHPMyAdmin yang berfungsi melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan database seperti membuat database, tabel, dan lain-lain.
Untuk membuka program ini arahkan URL di browser ke http://localhost/phpmyadmin.
• Query/permintaan data.
- Memasukan Data (Insert)
Untuk memasukan data ke database, sintaks MySQL yang digunakan adalah :
INSERT INTO nama_tabel (field_1, field_2,...field_n) VALUES („data_1‟,‟data_2‟,...‟data_n‟)
Jika parameter field tidak dideklarasikan, data yang dimasukan jumlahnya harus sama dengan jumlah field dari tabel tersebut.
- Menampilkan Data (Select)
Query ini digunakan untuk menampilkan seluruh data ataupun mencari kemudian menampilkan data sesuai kriteria yang kita inginkan. Berikut ini perintah untuk menampilkan data:
SELECT nama_field_1, nama_field_2,...nama_field_n from nama_tabel where kriteria order by nama_field asc|desc
Untuk memilih seluruh field yang ada maka dapat digunakan :
SELECT * from nama_tabel where kriteria order by nama_field asc|desc
- Mengubah Data (Update)
Seringkali setelah data pun perlu untuk diperbaharui. Untuk mengubah data digunakan sintaks sebagai berikut:
UPDATE name_tabel SET nama_field_1=‟isi_baru_1‟,
nama_field_2=‟isi_baru_2‟, nama_field_n=‟isi_baru_n‟ WHERE kriteria;
- Menghapus Data (Delete)
Untuk menghapus data yang sudah tidak digunakan lagi, gunakan perintah: DELETE from nama_tabel WHERE kriteria;
Untuk mengambil hasil query dari database digunakan fungsi mysql_fetch_array(). Fungsi ini akan membaca data/record secara baris perbaris dan hasil yang diperoleh adalah dalam bentuk array assosiatif.
• Pemutusan koneksi database.
Adapun script yang digunakan untuk pemutusan koneksi database yaitu: <?php
mysql_free_result(variable untuk menyambungkan dengan database); ?>