• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Flowchart Metodologi Penelitian

Mulai

Pendefinisian Masalah

Project dari perusahaan :

Analisis dan pendokumentasian Standard Operating Procedure (SOP) proses produksi kain guna memenuhi persyaratan produk dari pelanggan

Studi Pustaka Literatur

Laporan Penelitian Internet

1

Gambar 3.1 Flowchart Metodologi Penelitian Sumber : Hasil Analisis Penyusun

(2)

Gambar 3.1 Flowchart Metodologi Penelitian (lanjutan) 1 Sumber : Hasil Analisis Penyusun

(3)

Gambar 3.1 Flowchart Metodologi Penelitian (lanjutan) 2

(4)

Gambar 3.1 Flowchart Metodologi Penelitian (lanjutan) 3 Sumber : Hasil Analisis Penyusun

(5)

4

Pengolahan Data

Metode Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) Terdokumentasi menggunakan metode Penyusunan Baru Teknik Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) Terdokumentasi :

1. Teknik Bagan Arus 2. Teknik Naratif

Analisis Data

Analisis Perbandingan Proses Produksi Kain dengan Persyaratan ISO 9001 : 2008

Kesimpulan dan Saran

Selesai

Gambar 3.1 Flowchart Metodologi Penelitian (lanjutan 4) Sumber : Hasil Analisis Penyusun

(6)

3.2. Langkah - Langkah Penelitian

Untuk memahami flowchart/diagram alir metodologi penelitian pada gambar 3.1, berikut adalah penjelasan secara terperinci mengenai diagram alir penelitian tersebut :

1. Mulai

Dalam penyusunan Tugas Akhir, faktor utama yang dilakukan adalah penentuan perusahaan. Penyusunan Tugas Akhir dapat terlaksana apabila mendapatkan persetujuan dari perusahaan. Pembahasan atau topik yang diambil dalam penyusunan Tugas Akhir juga tergantung pada perusahaan. Oleh karena itu peran dari pemilihan perusahaan sangat penting.

2. Pendefinisian Masalah

Setelah proses mendapatkan perusahaan, proses selanjutnya adalah mendapatkan topik bahasan Tugas Akhir yang akan dilakukan. Dalam mendapatkan topik bahasan Tugas Akhir, penyusun mendapat project dari PT Mulia Knitting Factory untuk menganalisis dan mendokumentasikan standard operating procedure (SOP) proses produksi kain.

(7)

3. Studi Pustaka

Setelah mengetahui topik bahasan Tugas Akhir, penyusun melakukan studi pustaka guna mendapatkan data-data atau informasi yang berhubungan dengan topik bahasan dan juga untuk mendapatkan dasar teori yang digunakan dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini. Studi pustaka dilakukan dengan mencari literatur, laporan penelitian maupun sumber di internet yang berhubungan dengan penyusunan Standard operating procedure (SOP). Dari hasil studi pustaka, penelitian mengenai penyusunan Standard operating procedure (SOP) sudah cukup banyak dilakukan, antara lain :

Tabel 3.1 Rangkuman Jurnal

No Judul Pengarang Deskripsi Keterangan

1 Memenuhi Harapan Pengguna tentang Layanan Prima Perpustakaan Melalui Penerapan SOP (Standard Operation Procedure) Digital

B. Mustafa *Penyusunan SOP (Standard Operation

Procedure) bertujuan : 1. Staf perpustakaan mudah melaksanakan pekerjaan nya 2. Meningkatkan mutu layanan perpustakaan *penyusunan SOP (Standard Operation Procedure) dilakukan dengan menggunakan teknik bagan arus

Jurnal Pustakawan Indonesia volume 7 nomor 1

(8)

Tabel 3.1 Lanjutan Rangkuman Jurnal

No Judul Pengarang Deskripsi Keterangan

2 Standard operating procedures in Hospital - a Reality Check S. Bedi, S.D. Behera, S.K. Arya, S. Singh

Penelitian yang dilakukan di dua rumah sakit di NCR Delhi, menunjukkan bahwa ada kebutuhan yang dirasakan agar rumah sakit memiliki SOP (Standard Operational Procedure) . Dan penelitian ini menyarankan bahwa SOP (Standard Operational Procedure) perlu dibuat untuk setiap rumah sakit

Jurnal IndMedica, Vol. 18, No. 1

tahun 2006

3 Standard operating procedure for the collection

and preparation of voucher plant specimens for use in the

nutraceutical industry Jana Hildreth & Eva Hrabeta-Robinson & Wendy Applequist & Joseph Betz & James Miller

Prosedur yang diusulkan dalam penelitian untuk koleksi spesimen voucher yang bertujuan komersial atau penelitian seperti validasi metode analisis yang

berdasarkan pada taksonomi tanaman oleh universitas, penelitian lembaga, dan herbarium, dengan rincian yang berkaitan dengan penemuan dan identifikasi taksa baru Jurnal Springer-Verlag,tahun 2007 4 Implementing a Functional ISO 9001 Quality Management System in Small and Medium-Sized Enterprises Andres Sousa-Poza, Mert Altinkilinc, Cory Searcy Dokumentasi merupakan kunci keberhasilan dari penerapan persyaratan ISO 9001 pada Usaha Kecil Menengah. International Journal of Engineering (IJE), Volume (3) : Issue (3)

(9)

Tabel 3.1 Lanjutan Rangkuman Jurnal

No Judul Pengarang Deskripsi Keterangan

5 A Standard Operating Procedure for Assessing Liquid Handler Performance in High-Throughput Screening Paul B. Taylor, Stephen Ashman, Stuart M. Baddeley, Stacy L. Bartram, Clive D. Battle, Brian C. Bond, Yvonne M. Clements,Nathan J. Gaul, W. Elliot McAllister, Juan A. Mostacero, Fernando Ramon, Jamie M. Wilson, Robert P. Hertzberg, Andrew J.Pope and Ricardo Macarron Pengembangan Standard Operational Procedure untuk memastikan kualitas Liquid

Handler

Jurnal SageVolume 7, Number 6, 2002

Sumber : Hasil Rangkuman Penyusun

4. Pengumpulan Data

Tahap ini adalah tahap mengumpulkan data – data yang diperlukan dalam penyusunan Standard operating procedure (SOP) pada proses produksi kain.

Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu pengumpulan data secara langsung dan tidak langsung. Pengumpulan

(10)

data secara langsung dilakukan berdasarkan hasil observasi dan wawancara. Observasi dilakukan dengan mengamati bagian atau divisi yang berhubungan dengan proses produksi kain mulai dari marketing sampai ke Gudang.

Sedangkan wawancara dilakukan untuk mengetahui tahapan kegiatan yang berhubungan dengan proses produksi kain mulai dari Marketing sampai ke Gudang. Pengumpulan data secara tidak langsung juga dilakukan dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini. Data yang dikumpulkan mencakup data-data :

• Visi dan misi perusahaan

• Sejarah perusahaan dan struktur organisasi

• Dokumen pendukung proses produksi pada bagian Marketing, Laboratorium, Yarn Dyeing, Knitting, Bleaching Dyeing Finishing, Stenter dan Gudang.

• Gambaran tugas pada bagian Marketing, Laboratorium, Yarn Dyeing, Knitting, Bleaching Dyeing Finishing, Stenter dan Gudang.

(11)

5. Pengolahan Data

Persyaratan yang ditetapkan oleh pelanggan untuk menjalin kerja sama yaitu pelanggan menggunakan kain dan accessories produksi PT Mulia Knitting Factory adalah persyaratan regulasi, perjanjian kontrak, standar proses (Standard operating procedure), standar produk dan spesifikasi teknik. Salah satu persyaratan yang ditetapkan oleh pelanggan yang harus dipenuhi oleh PT Mulia Knitting Factory adalah standar proses (Standard operating procedure).

Berdasarkan Sistem Manajemen Mutu – Persyaratan ISO 9001:2008 klausul 1.1 (umum), standar ISO 9001:2008 menetapkan persyaratan sistem manajemen mutu organisasi untuk standar proses (Standard operating procedure). Oleh karena itu penyusunan Standard operating procedure menggunakan Sistem Manajemen Mutu – Persyaratan ISO 9001 :2008 sebagai acuan.

Berdasarkan Sistem Manajemen Mutu – Persyaratan ISO 9001 :2008 klausul 4.1 (Persyaratan Umum), bahwa organisasi harus menetapkan, mendokumentasikan, penerapan menerapkan dan memelihara sistem manajemen mutu dan terus menerus memperbaiki efektifitasnya sesuai dengan persyaratan standar ini. Organisasi harus: a. menentukan standar proses (Standard operating procedure) untuk

(12)

sistem manajemen mutu dan aplikasinya pada seluruh organisasi. Oleh karena itu penyusunan Standard operating procedure wajib terdokumentasi.

Tahap pengolahan data selanjutnya adalah langkah – langkah penyusunan Standard operating procedure (SOP) proses produksi kain terdokumentasi :

• Pada saat ini PT Mulia Knitting Factory telah memiliki Standard operating procedure proses produksi kain namun belum tertulis (terdokumentasi). Maka pada tahapan ini penyusun melakukan observasi prosedur kerja yang telah diterapkan oleh PT Mulia Knitting Factory.

• Setelah melakukan observasi prosedur kerja maka yang dilakukan adalah membandingkan setiap kegiatan proses produksi kain pada PT Mulia Knitting Factory dengan persyaratan ISO 9001 : 2008.

• Dari hasil analisis yang dilakukan pada perbandingan setiap kegiatan proses produksi kain pada PT Mulia Knitting Factory dengan persyaratan ISO 9001 : 2008 akan diperoleh tahapan kegiatan yang sudah maupun belum memenuhi persyaratan ISO 9001 : 2008. Dari

(13)

hasil analisis tersebut selanjutnya dilakukan penyusunan Standard operating procedure (SOP) tertulis (terdokumentasi).

• Penyusun mendesain form usulan yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan ISO 9001 : 2008.

Pada saat ini PT Mulia Knitting Factory telah memiliki Standard operating procedure proses produksi kain namun belum tertulis (terdokumentasi). Untuk menyesuaikan penyusunan Standard operating procedure (SOP) proses produksi kain tertulis (terdokumentasi) dengan keadaan yang berlangsung di PT Mulia Knitting Factory maka penyusun menggunakan metode penyusunan baru dalam penyusunan Standard operating procedure (SOP) proses produksi kain tertulis (terdokumentasi).

Dengan tujuan menyajikan Standard operating procedure (SOP) yang dapat dipahami oleh semua yang terlibat dan juga berkepentingan maka Penyusunan Standard operating procedure (SOP) proses produksi kain tertulis (terdokumentasi) menggunakan teknik bagan arus dan teknik naratif.

(14)

6. Analisis Data

Setelah selesai melakukan tahapan pengolahan data maka selanjutnya dilakukan analisis data. Adapun analisis data yang dilakukan adalah analisis perbandingan setiap kegiatan proses produksi kain dengan persyaratan ISO 9001 : 2008.

7. Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan dari hasil tahapan yang dilakukan sebelumnya maka dapatlah ditarik kesimpulan untuk menjawab perumusan masalah yang telah diuraikan di awal.

Pada tahapan ini sejumlah saran akan diberikan sehingga diharapkan dapat menjadi masukan yang bermanfaat bagi PT Mulia Knitting Factory khususnya pada proses produksi kain.

Gambar

Gambar 3.1 Flowchart Metodologi Penelitian
Gambar 3.1 Flowchart Metodologi Penelitian (lanjutan) 1
Gambar 3.1 Flowchart Metodologi Penelitian (lanjutan) 3
Gambar 3.1 Flowchart Metodologi Penelitian (lanjutan 4)
+4

Referensi

Dokumen terkait

Starter sebanyak 25 gram ditimbang, pada masing-masing variasi kandungan sampel di dalam wadah kaca dimasukkan starter, kemudian larutan ditutup dengan kain kasa.. Setelah 2

Mempersiapkan perangkat pembelajaran yakni Rencana pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Yang akan digunakan selama proses belajar- mengajar berlangsung

Penelitian yang berfokus pada kebakaran di kawasan hutan ini menyesuaikan parameter dari Peraturan Kepala BNPB Nomor 02 Tahun 2012 yang dalam menentukan potensi

Dengan menyesuaikan persepsi negatif pengalaman pengguna website MAN Bangkalan hasil dari FGD akan dipaparkan dalam bentuk tabel dan dapat menjawab pertanyaan yang telah

Yaitu dengan cara menyesuaikan instrumen dengan keterampilan proses sains siswa yang diteliti pada materi faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan

Selanjutnya sampel minuman jeli kulit pisang raja diperas menggunakan kain saring agar sampel berubah menjadi cair sehingga alat hand-refractometer dapat bekerja

Kuesioner Wawancara Evaluasi Hasil Pelatihan Instruktur Nasional dalam Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Memfasilitasi proses belajar selama pembelajaran berlangsung

Bahan baku utama yang digunakan Perusahaan dalam produksi ban adalah karet alam, karet sintetis, kain ban, karbon hitam, kawat baja dan bahan kimia untuk