L A K I P
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA DUMAI
TAHUN ANGGARAN 2015
BADAN PUSAT STATISTIK
KOTA DUMAI
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 i
NILAI-NILAI
BADAN PUSAT
STATISTIK KOTA
DUMAI
Profesional
Profesional merupakan modal dasar yang harus dimiliki oleh setiap insan statistik
dalam melaksanakan tugas. Nilai
profesional diwujudkan dalam prilaku yang efektif, efisien, sistemik dan menjunjung tinggi kompetensi, inovasi, dan excellent serta selalu memiliki respon yang baik
(cepat tanggap) terhadap lingkungan
sekitarnya.
Integritas
Integritas merupakan sikap dan prilaku yang harus dimiliki oleh setiap insan statistik dalam melaksanakan pekerjaan dan pengabdian kepada profesi dan organisasi. Integritas diartikan sebagai
mutu, sifat, atau keadaan yang
menunjukkan kesatuan yang utuh
sehingga memiliki potensi dan
kemampuan yang memancarkan
kewibawaan. Integritas diwujudkan dalam perilaku yang akuntabel, dedikatif, disiplin, konsisten, dan saling menghargai.
Amanah
Amanah merupakan sikap luhur yang harus dimiliki oleh setiap insan statistik
untuk dipertanggungjawabkan kepada
Tuhan Yang Maha Esa. Amanah adalah sesuatu yang dipercayakan atau dititipkan dan dapat diwujudkan dalam perilaku insan statistic yang jujur, tulus, dan adil
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 ii
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga Badan Pusat Statistik Kota Dumai dapat menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2015 .
Laporan ini disusun dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perjanjian Kinerja, sebagai pengganti Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja dan Pelaporan Kinerja Tahunan. LAKIP Tahun 2015 ini sebagai gambaran Capaian Kinerja Instansi Pemerintah yang bersifat taktis dan strategis, serta mengacu pada Visi dan Misi strategis berbasis analisis lingkungan.
LAKIP mempunyai beberapa fungsi, antara lain merupakan alat penilai kinerja secara kuantitatif, sebagai wujud akuntabilitas pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Pusat Statistik Kota Dumai menuju terwujudnya good governance, dan sebagai wujud transparansi serta pertanggungjawaban kepada masyarakat. Disisi lain LAKIP ini merupakan alat kendali dan alat pemacu peningkatan kinerja setiap unit organisasi di lingkungan Badan Pusat Statistik Kota Dumai.
Kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan LAKIP ini, kami ucapkan terima kasih. Kritik dan saran untuk perbaikan laporan ini dimasa yang akan datang sangat kami hargai. Semoga laporan ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan tolak ukur untuk pelaksanaan program dan kegiatan Tahun 2016.
Dumai, 2 Maret 2016 Kepala BPS Kota Dumai,
Ir. H. IWAN TRISNA, MP. NIP: 19640404 199102 1 001
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 iii
RINGKASAN EKSEKUTIF
Biro Pusat Statistik dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik. Sebagai pengganti kedua Undang-Undang tersebut ditetapkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Berdasarkan Undang-Undang ini dan ditindaklanjuti dengan peraturan perundang-undangan dibawahnya, secara formal nama Biro Pusat Statistik diganti menjadi Badan Pusat Statistik.
Materi yang merupakan muatan baru dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997, antara lain :
1. Jenis statistik berdasarkan tujuan pemanfaatannya terdiri atas statistik dasar yang sepenuhnya diselenggarakan oleh BPS, statistik sektoral yang dilaksanakan oleh instansi Pemerintah secara mandiri atau bersama dengan BPS, serta statistik khusus yang diselenggarakan oleh lembaga, organisasi, perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya secara mandiri atau bersama dengan BPS.
2. Hasil statistik yang diselenggarakan oleh BPS diumumkan dalam Berita Resmi Statistik (BRS) secara teratur dan transparan agar masyarakat dengan mudah mengetahui dan atau mendapatkan data yang diperlukan.
3. Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan efisien.
4. Dibentuknya Forum Masyarakat Statistik sebagai wadah untuk menampung aspirasi masyarakat statistik, yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan kepada BPS.
Adapun tugas BPS adalah melaksanakan tugas pemerintahan di bidang kegiatan statistik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sementara visi BPS, yaitu “Pelopor data statistik terpercaya untuk semua (the agent of trustworthy statistical data for all)”.
Dalam mencapai visi tersebut, Badan Pusat Statistik juga telah mnetapkan misi yang harus dijalankan yaitu:
a. Memperkuat landasan konstitusional dan operasional lembaga statistik untuk penyelenggara statistik yang efektif dan efisien;
b. Menciptakan insan statistik yang kompeten dan professional, didukung pemanfaatan teknologi informasi mutakhir untuk kemajuan perstatistikan Indonesia;
c. Meningkatkan penerapan standar klasifikasi, konsep dan definisi, pengukuran, dan kode etik statistik yang bersifat universal dalam setiap penyelenggaraan statistik;
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 iv e. Meningkatkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi kegiatan statistik yang diselenggarakan
pemerintah dan swasta, dalam kerangka Sistem Statistik Nasional (SSN) yang efektif dan efisien.
Selanjutnya Misi BPS ini dilaksanakan melalui arah kebijakan pembangunan statistik sebagai berikut :
a. Meningkatkan penyediaan statistik berkualitas diberbagai tingkat dengan melakukan kegiatan pengumpulan data melalui sensus, survei, dan metode lainnya;
b. Meningkatkan kerja sama dengan sumber, produsen, dan pengguna data, dengan memberikan apresiasi, serta melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) berbagai kegiatan statistik;
c. Meningkatkan jumlah, ragam ketrampilan dan kemampuan SDM terutama di daerah d engan mengupayakan penambahan dan melakukan pendidikan, pelatihan serta pembinaan karir pegawai;
d. Melaksanakan manajemen yang efisien, efektif, bersih dan bertanggungjawab, transparan serta bebas KKN melalui sistem pengawasan yang ketat berbasis teknologi informasi yang mutakhir dengan menciptakan pelayanan prima;
e. Mengefektifkan fungsi Forum Masyarakat Statistik (FMS) dengan memperbanyak pertemuan, diskusi, dan kunjungan lapangan.
Penetapan visi dan misi di atas, dimaksudkan untuk mencapai tujuan utama dala m pembangunan nasional di bidang statistik lima tahun kedepan, yang meliputi:
1: Peningkatan Kualitas Data Statistik.
2: Peningkatan Pelayanan Prima Hasil Kegiatan Statistik.
3: Peningkatan Penyelenggaraan/Pelaksanaan Birokrasi yang Akuntabel.
Adapun sasaran strategis pembangunan statistik BPS Kota Dumai dirumuskan sebagai berikut:
1). Meningkatnya kepercayaan pengguna terhadap kualitas data BPS;
2). Meingkatnya kualitas hubungan dengan sumber data (respondent engagement); 3). Meningkatnya kualitas hubungan dengan pengguna data (user engagement); 4). Meningkatnya kualitas manajemen sumber daya manusia BPS;
5). Meningkatnya pengawasan dan akuntabilitas kinerja aparatur BPS.
Dalam mencapai sasaran dari pembangunan perstatistikan yang telah ditetapkan, maka pada tahun 2015 BPS Kota Dumai menetapkan 3 (tiga) program berikut :
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 v 2. Program Peningkatan Sarana dan pasarana Aparatur..
3. Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik.
Penyelenggaraan program-program tersebut dibiayai Pemerintah Republik Indonesia melalui APBN yang dituangkan kedalam Bagian Anggaran 054 DIPA Tahun 2015, dengan nilai sebesar : Rp 3.507.470.000,-. Realisasi penggunaan anggaran tahun 2015 pada BPS Kota Dumai sebesar Rp. 3.298.167.464,- (94,03 persen), dengan rincian yaitu: Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya (DMPTTL) sebesar Rp.1.853.940.019,- (98,98 persen); Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara (PSPAN) sebesar Rp.400.764.500,- (97,51 persen); dan Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik (PPIS) sebesar Rp. 1.043.462.945,- (85,29 persen). Sedangkan realisasi anggaran menurut jenis belanja adalah belanja pegawai sebesar Rp. 1.564.409.297,- (99,50 persen); belanja barang sebesar Rp. 1.332.044.856,- (87,39 persen); dan belanja modal sebesar Rp.400.764.500,- (97,51 persen).
Setiap tujuan dan sasaran memang membutuhkan waktu dan kebersa maan untuk melihat kemajuan yang dihasilkan, karena berkait dengan perubahan budaya kerja organisasi. Secara umum capaian kinerja BPS Kota Dumai tahun 2015 tergolong kategori sangat baik, yaitu rata-rata capai sasaran sebesar 109,33 persen. Dari 5 sasaran strategis yang menjadi prioritas, semua sasaran melebihi target.
Tujuan dalam rencana strategis BPS adalah suatu keadaan yang akan dicapai atau dihasilkan dengan mengacu kepada visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisis strategis. Tujuan yang ditetapkan juga akan mengarahkan perumusan sasaran, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misinya. Adapun besarnya capaian tahun 2015 dari masing-masing tujuan adalah sebagai berikut :
Tujuan 1 : Peningkatan kualitas data statistik dengan capaian sebesar 116 persen (kategori sangat baik).
Tujuan 2 : Peningkatan pelayanan prima hasil kegiatan statistik dengan capaian sebesar 112 persen (kategori sangat baik).
Tujuan 3 : Peningkatan penyelenggaraan/pelaksanaan birokrasi yang akuntabel dengan capaian sebesar 100 persen (kategori sangat baik).
Meskipun program kegiatan sudah sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan, namun masih memerlukan beberapa langkah perbaikan guna lebih menyempurnakannya. Secara umum, beberapa penyebab atau kendala yang mengakibatkan tidak tercapainya target sasaran dan tujuan yang ditetapkan, diantaranya adalah kendala yang bersifat
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 vi non teknis sebagai berikut:
1) Keterbatasan tenaga untuk menangani pekerjaan teknis yang mendukung penyusunan kebijakan pemerintah termasuk dalam pengembangan metodologi dan melakukan pengawasan pelaksanaan survei;
2) Sarana komunikasi dan transportasi yang belum memadai, khususnya di daerah dengan kondisi geografis yang sulit di beberapa kecamatan.
3) Respon masyarakat terhadap kegiatan pengumpulan data oleh BPS Kota Dumai relatif masih rendah, khususnya dari kalangan dunia usaha.
4) Waktu antara pelaksanaan kegiatan statistik oleh BPS dengan kebutuhan data semakin pendek.
Selain itu juga terjadi kendala yang bersifat teknis yang berkaitan dengan kuantitas maupun kualitas sumber daya manusia, seperti perekrutan petugas mitra yang belum baik, tingkat pendidikan mitra yang belum memenuhi standar yang ditetapkan. Masalah lain yaitu pemahaman yang terbatas tentang manfaat data statistik.
Keterbatasan anggaran juga menyebabkan BPS Kota Dumai menjadi kurang dapat menyesuaikan kebutuhan sarana dan prasarana untuk mengikuti kecepatan pemekaran wilayah sehingga kebutuhan berbagai kegiatan BPS Kota Dumai tidak sepenuhnya tercukupi.
Berbagai upaya yang telah dilakukan BPS Kota Dumai untuk mengatasi kendala yang dihadapi yaitu dengan menyesuaikan keadaan dan situasi daerah setempat, memaksimalkan sarana dan prasarana yang dimiliki, serta memberikan apresiasi kepada petugas yang telah berdedikasi. Saran yang dapat dilakukan guna peningkatan kinerja BPS Kota Dumai dimasa mendatang adalah :
1) Penambahan jumlah pegawai yang menjadi urgensi BPS kota Dumai.
2) Mengoptimalkan sumber daya manusia dengan melakukan peningkatan kemampuan staf. 3) Pemanfaatan sarana teknologi informasi dan komunikasi terkini secara optimal.
4) Untuk meningkatkan pemasukan dokumen diusahakan dengan berbagai pendekatan, misalnya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, pendekatan kepada asosiasi pengusaha tentang kegiatan, hasil dan pemanfaatan data statistik.
5) Mengembangkan kerjasama dengan pemerintah daerah dan lembaga lainnya.
6) Perlunya kordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplikasi untuk berbagai kegiatan di BPS dan mengadakan pendekatan dan meningkatkan kerjasama dengan instansi dan lembaga terkait dalam memperoleh data sekunder.
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 vii
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ………. ii
RINGKASAN EKSEKUTIF ………... iii
DAFTAR ISI ………... vii
DAFTAR TABEL ………... viii
DAFTAR GRAFIK ………. x
BAB I PENDAHULUAN ……….. 1
1.1 Latar Belakang ……….. 1
1.2 Kedudukan, Tugas, Fungsi, dan Susunan Organisasi …………... 2
1.3 Landasan Hukum ………... 4
1.4 Rencana Strategis BPS Kota Dumai ………. 5
1.5 Sistematika Laporan ……….. 7
BAB II PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015 ………... 9
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ………... 21
3.1 Capaian Kinerja Organisasi Tahun 2015 ………... 22
3.2 Evaluasi Kegiatan Tahun 2015 ……….. 32
3.3 Akuntabilitas Keuangan Tahun 2015 ……… 37
BAB IV PENUTUP ………. 42
4.1 Tinjauan Umum ………. 42
4.2 Permasalahan dan Kendala Umum ……… 42
4.3 Saran Tindak Lanjut ……….. 43
LAMPIRAN-LAMPIRAN :………. 44
Lampiran 1. Struktur Organisasi BPS Kota Dumai ……….. 44
Lampiran 2. Perjanjian Kinerja BPS Kota Dumai Tahun 2015 ……… 45
Lampiran 3. Target Pembangunan untuk Tahun 2015-2019 BPS Kota Dumai. 47 Lampiran 4. Indikator Kinerja Utama BPS Kota Dumai Tahun 2015-2019 …. 54 Lampiran 5. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) BPS Kota Dumai Tahun 2015. 57 Lampiran 6. Pengukuran Kinerja Sasaran BPS Kota Dumai Tahun 2015 …… 63
Lampiran 7. Pengukuran Kinerja Kegiatan BPS Kota Dumai Tahun 2015 ... 65
Lampiran 8. Sumber Daya Manusia (SDM) BPS Kota Dumai Tahun 2015 … 70 Lampiran 9. Mailing List Publikasi BPS Kota Dumai Tahun 2015 ………... 71
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 viii
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1. Indikator Kinerja Utama (Peraturan Kepala BPS No. 148 Tahun 2014) …... 15
2. Perjanjian Kinerja BPS Kota Dumai Tahun 2015 ………... 17
3. Anggaran Belanja BPS Kota Dumai Tahun 2015 ………... 19
4. Rentang Nilai dan Kategori Capaian Kinerja ……….. 21
5. Capaian Kinerja Tujuan “Peningkatan Kualitas Data Statistik” ………. 22
6. Capaian Kinerja Sasaran “Meningkatnya Kepercayaan Pengguna Terhadap Kualitas Data BPS” ………. 24
7. Capaian Kinerja Sasaran “Meningkatnya Kualitas Hubungan dengan Sumber Data (Respondent Engagement)” ……….. 26
8. Capaian Kinerja Tujuan “Peningkatan Pelayanan Prima Hasil Kegiatan Statistik” ……….. 26
9. Capaian Kinerja Sasaran “Meningkatnya Kualitas Hubungan dengan Pengguna Data (User Engagement)” ………... 29
10. Capaian Kinerja Tujuan “Peningkatan Penyelenggaraan/Pelaksanaan Birokrasi yang Akuntabel”……… 29
11. Capaian Kinerja Sasaran “Meningkatnya Kualitas Manajemen Sumber Daya Manusia BPS” ………... 31
12. Capaian Kinerja Sasaran “Meningkatnya Pengawasan dan Akuntabilitas Kinerja Aparatur BPS Kota Dumai”.……… 32
13. Capaian Kinerja Seksi Statistik Sosial Tahun 2015 ……… 33
14. Capaian Kinerja Seksi Statistik Produksi Tahun 2015 ……… 34
15. Capaian Kinerja Seksi Statistik Distribusi Tahun 2015 ……….. 34
16. Capaian Kinerja Seksi Statistik Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Tahun 2015 ……….. 36
17. Capaian Kinerja Seksi IPDS Tahun 2015 ……… 37
18. Target dan Realisasi Penggunaan Anggaran Dirinci Menurut Program Tahun 2015 ……….. 38
19. Target dan Realisasi Penggunaan Anggaran Dirinci Menurut Belanja Tahun 2015 ………. 39
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 ix
Tabel Halaman
20. Realisasi Penggunaan Anggaran Dirinci Menurut Program Tahun 2014 dan
Tahun 2015 ……….. 40
21. Realisasi Penggunaan Anggaran Dirinci Menurut Belanja Tahun 2014 dan
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 x
DAFTAR GRAFIK
Grafik Halaman
1. Capaian Indikator Kinerja Tujuan “Peningkatan Kualitas Data Statistik” ... 22 2. Capaian Indikator Kinerja Tujuan “Peningkatan Pelayanan Prima Hasil
Kegiatan Statistik” ………. 27 3. Capaian Indikator Kinerja Tujuan “Peningkatan
Penyelenggaraan/Pelaksanaan Birokrasi yang Akuntabel” ………... 30 4. Target dan Realisasi Penggunaan Anggaran Dirinci Menurut Program
Tahun 2015 (Jutaan Rupiah) ………. 38 5. Target dan Realisasi Penggunaan Anggaran Dirinci Menurut Belanja
Tahun 2015 ……… 39
6. Persentase Realisasi Penggunaan Anggaran Dirinci Menurut Program
Tahun 2014 dan Tahun 2015 ……… 40 7. Persentase Realisasi Penggunaan Anggaran Dirinci Menurut Belanja
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Dumai sebagai instansi vertikal BPS di daerah mempunyai tugas menyediakan data dan informasi statistik yang berkualitas: lengkap, akurat, mutakhir, berkelanjutan, dan relevan bagi pengguna data. Data dan informasi statistik yang berkualitas merupakan rujukan bagi upaya perumusan kebijakan dalam menyusun perencanaan, melakukan pemantauan dan mengevaluasi program-program agar sasaran-sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tepat, sehingga tujuan pembangunan dapat dicapai dengan efektif.
Laporan Kinerja Pemerintah (LKP) BPS Kota Dumai Tahun 2015, merupakan wujud dari pertanggungjawaban atas kinerja yang dilaksanakan, juga sebagai alat kendali dan alat penilai kinerja secara kuantitatif dan perwujudan akuntabilitas pelaksanaan tugas dan fungsi BPS Kota Dumai menuju terwujudnya good governance yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, kebijakan yang transparan dan dapat dipertanggung jawabkan. LKP Tahun 2015 ini juga merupakan alat untuk memacu peningkatan kinerja dan pelayanan kepada
stakeholders pada setiap unit di lingkungan BPS Kota Dumai.
Laporan ini disusun dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perjanjian Kinerja, sebagai pengganti Peraturan Menteri Pendayagunaan aparatur Negara Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja dan Pelaporan Kinerja Tahunan. LKP Tahun 2015 ini sebagai gambaran capaian kinerja instansi pemerintah yang bersifat taktis dan strategis, serta mengacu pada Visi dan Misi strategis berbasis analisis lingkungan.
LKP BPS Kota Dumai Tahun 2015 ini disusun dimaksudkan untuk memberi gambaran penyelenggaraan program dan kegiatan perstatistikan nasional di Kota Dumai sebagai pelaksanaan tugas yang diberikan oleh BPS Republik Indonesia
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 2 kepada BPS Kota Dumai. LKP ini disusun juga sebagai masukan bagi Pemerintah dalam mengevaluasi program dan kegiatan BPS Kota Dumai Tahun 2015 serta sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi BPS Kota Dumai.
Performance BPS Kota Dumai diukur atas dasar penilaian indikator kinerja utama (IKU) yang merupakan indikator keberhasilan pencapaian sasaran-sasaran strategis (SS) sebagaimana telah ditetapkan pada Perjanjian Kinerja BPS Kota Dumai Tahun 2015 sebagai kontrak kinerja BPS Kota Dumai Tahun 2015.
1.2 Kedudukan, Tugas, Fungsi, dan Susunan Organisasi
Kedudukan, Tugas, fungsi, dan susunan organisasi Badan Pusat Statistik Kota Dumai berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2007 tentang Badan Pusat Statistik, dan Keputusan kepala BPS Nomor 121 tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan Badan Pusat Statistik di Daerah, sebagai berikut:
1) Kedudukan
Kedudukan dan kewenangan Badan Pusat Statistik tercantum dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Didalam undang-undang ini disebutkan bahwa BPS berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan berwenang menyelenggarakan statistik dasar.
Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor 121 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan BPS di Daerah maka Badan Pusat Statistik Kota Dumai adalah Perwakilan BPS di Kota Dumai yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau (Pasal 35 Ayat 1). Badan Pusat Statistik Kota Dumai dipimpin oleh seorang Kepala (Pasal 35 Ayat 2).
2) Tugas
Badan Pusat Statistik Kota Dumai mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan statistik dasar di lingkup wilayah Kota Dumai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 3 3) Fungsi
Badan Pusat Statistik Kota Dumai memiliki fungsi yaitu: a) Penyelenggaraan statistik dasar di Kota Dumai;
b) Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas-tugas teknis;
c) Pelancaran dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang kegiatan statistik Kota Dumai;
d) Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, persendian, perlengkapan, dan rumah tangga BPS Kota Dumai.
Dalam menyelenggarakan fungsi tersebut, Badan Pusat Statistik Kota Dumai mempunyai kewenangan :
a) Menyusun rencana kegiatan di bidang statistik pada cakupan wilayah Kota Dumai dengan mengacu kepada pedoman yang telah diberikan oleh BPS. b) Menyelenggarakan kegiatan statistik regional sesuai dengan ketentuan dan
perundang-undangan yang berlaku.
c) Melaksanakan koordinasi dengan Pemerintah Kota Dumai 4) Susunan Organisasi
Untuk melaksanakan tugas, fungsi, kewenangan, susunan organisasi dan tata kerja tersebut, sesuai Keputusan Kepala BPS Nomor 121 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan Badan Pusat Statistik di Daerah, telah ditentukan struktur organisasi Badan Pusat Statistik Kota Dumai, yaitu :
1. Kepala
Kepala BPS Kota Dumai adalah jabatan eselon IIIa 2. Kepala Sub Bagian Tata Usaha
Kepala Bagian Tata Usaha adalah jabatan eselon IVa yang membawahi para staf, yaitu staf keuangan, staf kepegawaian, dan staf urusan dalam.
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 4 Kepala Seksi Statistik Produksi adalah jabatan eselon IVa yang membawahi staf, bertanggung jawab atas kegiatan pengumpulan data Statistik Industri, Statistik Pertanian, dan Statistik Pertambangan, Energi dan Konstruksi.
4. Kepala Seksi Statistik Sosial
Kepala Seksi Statistik Sosial adalah jabatan eselon IVa yang membawahi staf, bertanggung jawab atas kegiatan pengumpulan data statistik kependudukan, statistik kesejahteraan rakyat, dan statistik ketahanan sosial.
5. Kepala Seksi Statistik Distribusi
Kepala Seksi Statistik Distribusi adalah jabatan eselon IVa yang membawahi staf, bertanggung jawab atas kegiatan pengumpulan data statistik keuangan dan harga produsen, statistik perdagangan dan jasa, serta statistik harga konsumen dan harga perdagangan besar.
6. Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik
Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik adalah jabatan eselon IVa yang membawahi staf, bertanggung jawab atas kegiatan pengumpulan data neraca produksi, neraca konsumsi,dan analisis statistik lintas sektor.
7. Kepala Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS)
Kepala Seksi IPDS adalah jabatan eselon IVa yang membawahi staf, bertanggung jawab atas kegiatan pengolahan data, diseminasi dan layanan statistik.
Secara rinci struktur organisasi BPS Kota Dumai terdapat pada Lampiran 1.
1.3 Landasan Hukum
Dalam menyelenggarakan pelaksanaan tugas dan fungsinya, Badan Pusat Statistik Kota Dumai dilindungi oleh perangkat hukum, yaitu :
1) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik menjamin kepastian hukum bagi penyelenggara dan pengguna statistik baik pemerintah maupun masyarakat. Dengan adanya Undang-Undang Statistik ini maka kepentingan masyarakat pengguna statistik akan terjamin terutama atas nilai informasi yang diperolehnya.
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 5 2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 1999 tentang
Penyelenggaraan Statistik yang mengamanatkan bahwa BPS berkewajiban menyelenggarakan kegiatan statistik dasar.
3) Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen yang menetapkan kedudukan BPS sebagai lembaga pemerintah non departemen yang mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan statistik dasar.
4) Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor 121 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan BPS di Daerah.
5) Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2007 tentang Badan Pusat Statistik.
1.4. Rencana Strategis BPS Kota Dumai 1. Visi BPS Kota Dumai
Visi BPS Kota Dumai mengacu kepada visi BPS RI adalah “Pelopor data statistik terpercaya untuk semua” (“The Agent of Trustworthy Statistikal Data for All”). BPS Kota Dumai adalah lembaga pemerintah yang mempunyai tugas pokok menyediakan dan melakukan koordinasi ketersediaan data dan informasi statistik pada lingkup Kota Dumai. Kata “pelopor” bermakna BPS secara umum sebagai pencetus ide penyedia statistik terpercaya, sekaligus sebagai pelaku dalam penyediaan statistik terpercaya. Kata “data statistik yang terpercaya” yaitu statistik yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Kata “untuk semua” dimaksudkan bahwa semua pihak mempunyai hak yang sama untuk mengakses data BPS (impartial).
Dengan visi tersebut eksistensi BPS sebagai penyedia data dan informasi statistik menjadi semakin penting, karena dapat dipercaya semua pihak. BPS bukan hanya bagian dari pemerintah, tapi juga bagian dari keseluruhan masyarakat dan aspek kehidupan. Di samping itu, visi ini juga memberikan ruang yang cukup bagi peran serta berbagai pihak untuk ikut serta dalam menyediakan, memanfaatkan, dan
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 6 2. Misi BPS Kota Dumai
Berdasarkan visi BPS, maka misi pembangunan nasional statistik BPS Kota Dumai mencakup :
a) Memperkuat landasan konstitusional dan operasional lembaga statistik untuk penyelenggaraan statistik yang efektif dan efisien;
b) Menciptakan insan statistik yang kompeten dan profesional, didukung pemanfaatan teknologi informasi mutakhir untuk kemajuan perstatistikan Indonesia;
c) Meningkatkan penerapan standar klasifikasi, konsep dan definisi, pengukuran, dan kode etik statistik yang bersifat universal dalam setiap penyelenggaraan statistik;
d) Meningkatkan kualitas pelayanan informasi statistik bagi semua pihak; dan
e) Meningkatkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi kegiatan statistik yang diselenggarakan pemerintah dan swasta, dalam kerangka SSN yang efektif dan efisien.
Misi pertama merujuk pada filosofi dasar bahwa untuk mewujudkan visi, BPS memerlukan landasan hukum yang kuat. Saat ini banyak perubahan yang mendasar yang menuju pada pentingnya peninjauan kembali Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Misi kedua, SDM dan TIK menjadi dua pilar penting dalam penyelenggaraan SSN. BPS melalui STIS menghasilkan SDM yang profesional di bidang statistik dan komputasi statistik. Dengan dukungan TIK, maka SDM yang ada mampu mengimplemtasikan SSN secara efektif dan efisien.
Misi ketiga, BPS dalam menyelenggarakan statistik nasional mengacu pada 10 prinsip dasar yang direkomendasi PBB, yang di antaranya bahwa BPS harus menghasilkan data yang didasarkan pada metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Misi keempat, BPS sebagai pelayan publik dituntut untuk memberikan pelayanan prima. Misi ini menjadi bagian penting dan strategis dalam
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 7 mewujudkan visi BPS, yaitu sebagai pelopor penyedia data dan informasi statistik untuk semua.
Misi kelima, BPS sebagai penanggung jawab terlaksananya SSN, perlu melakukan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi dengan efektif dan efisien.
1.5. Sistematika Laporan
Sistematika penyajian LKP BPS Kota Dumai Tahun 2015 adalah sebagai berikut :
RINGKASAN EKSEKUTIF.
Bagian ini menguraikan secara singkat tentang tujuan dan sasaran yang akan dicapai beserta hasil capaian, kendala-kendala yang dihadapi dalam mencapai tujuan dan sasaran, langkah-langkah yang diambil, serta langkah antisipatifnya.
BAB I. PENDAHULUAN
Pada bab ini disajikan penjelasan umum organisasi, dengan penekanan kepada aspek strategis organisasi serta permasalahan utama (strategic issued) yang sedang dihadapi organisasi.
BAB II. PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015
Pada bab ini diuraikan ringkasan/ikhtisar perjanjian kinerja tahun yang bersangkutan.
BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA 3.1. Capaian Kinerja Organisasi
Pada sub bab ini disajikan capaian kinerja organisasi untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis organisasi sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi. Untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis tersebut dilakukan analisis capaian kinerja sebagai berikut :
1. Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun ini;
2. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir;
3. Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi;
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 8 4. Analisis penyebab keberhasilan/ kegagalan atau peningkatan/ penurunan
kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan; 5. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya;
3.2. Evaluasi Kegiatan Tahun 2015
Pada bab ini diuraikan evaluasi umum atas capaian kinerja setiap sub bagian/seksi dalam organisasi yaitu sub bagian tata usaha, seksi statistik sosial, seksi statistik produksi, seksi statistik distribusi, seksi neraca wilayah dan analisis statistik, serta seksi IPDS.
3.3. Realisasi Anggaran Tahun 2015
Pada bab ini diuraikan simpulan umum atas capaian kinerja keuangan organisasi serta langkah dimasa mendatang yang akan dilakukan organisasi untuk meningkatkan kinerjanya.
LAMPIRAN-LAMPIRAN : 1. Perjanjian Kinerja
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 9 BAB II
PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015
Dalam rangka memberikan arah dan sasaran yang jelas, serta sebagai pedoman dan tolok ukur kinerja dalam pelaksanaan pembangunan statistik yang diselaraskan dengan arah kebijakan dan program pembangunan nasional yang telah ditetapkan dalam Pembangunan Jangka Panjang (PJP) 2005-2025 dan Pembangunan Jangka Menengah (PJM) 2019, BPS Kota Dumai mengacu pada Renstra BPS 2015-2019 dalam menjalankan tugasnya masing-masing guna mencapai tujuan jangka panjang BPS yang sekaligus mencapai tujuan pemerintah.
BPS Kota Dumai mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang statistik sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kewenangan dalam melaksanakan tugas tersebut tertuang dalam Peraturan Kepala BPS nomor 7 tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja Badan Pusat Statistik. Adapun kebijakan yang dijalankan Badan Pusat Statistik diarahkan untuk mendukung tugas pokok tersebut.
Rencana Strategis Pembangunan Statistik BPS Kota Dumai adalah dokumen perencanaan pembangunan di bidang statistik yang berskala nasional dan reg ional, yaitu :
1. Visi
Visi dari Badan Pusat Statistik adalah “Pelopor data statistik terpercaya untuk semua”.
2. Misi
Untuk mencapai visi tersebut, ditetapkan misi Badan Pusat Statistik yang menggambarkan hal yang harus dilaksanakan. Misi dari Badan Pusat Statistik dapat dirumuskan sebagai berikut :
a) Memperkuat landasan konstitusional dan operasional lembaga statistik untuk penyelenggara statistik yang efektif dan efisien;
b) Menciptakan insan statistik yang kompeten dan professional, didukung pemanfaatan teknologi informasi mutakhir untuk kemajuan perstatistikan Indonesia;
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 10 c) Meningkatkan penerapan standar klasifikasi, konsep dan definisi, pengukuran,
dan kode etik statistik yang bersifat universal dalam setiap penyelenggaraan statistik;
d) Meningkatkan kualitas pelayanan informasi statistik bagi semua pihak;
e) Meningkatkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi kegiatan statistik yang diselenggarakan pemerintah dan swasta, dalam kerangka Sistem Statistik Nasional (SSN) yang efektif dan efisien.
3. Tujuan BPS Kota Dumai
Tujuan dalam rencana strategis BPS Kota Dumai adalah suatu keadaan yang akan dicapai atau dihasilkan dengan mengacu kepada visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisis strategis. Tujuan yang ditetapkan juga akan mengarahkan perumusan sasaran, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misinya.
Tujuan 1: Peningkatan Kualitas Data Statistik.
Tujuan 2: Peningkatan Pelayanan Prima Hasil Kegiatan Statistik.
Tujuan 3: Peningkatan Penyelenggaraan/Pelaksanaan Birokrasi yang Akuntabel.
4. Sasaran BPS Kota Dumai
Berdasarkan tujuan pembangunan statistik yang telah ditetapkan oleh BPS maka sasaran BPS Kota Dumai yaitu :
a. Sasaran strategis dari tujuan pertama: “Peningkatan Kualitas Data Statistik” adalah :
a.1. Meningkatnya kepercayaan pengguna terhadap kualitas data BPS, dengan indikator kinerja :
a.1.1. Persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data statistik;
a.1.2. Persentase konsumen yang selalu menjadikan data dan informasi statistik BPS sebagai rujukan utama;
a.1.3 Persentase pemutakhiran data MFD dan MBS; a.1.4. Jumlah publikasi/laporan yang terbit tepat waktu..
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 11 a.2. Meningkatnya kualitas hubungan dengan sumber dara (respondent
engagement), dengan indikator kinerja :
a.2.1. Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan rumah tangga;
a.2.2. Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan usaha;
a.2.3. Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan non rumah tangga dan non usaha.
b. Sasaran strategis dari tujuan kedua: “Peningkatan Pelayanan Prima Hasil Kegiatan Statistik” adalah :
b.1. Meningkatnya kualitas hubungan dengan pengguna data (user engagement) dengan indikator kinerja :
b.1.1 Jumlah pengunjung eksternal yang mengakses data dan informasi statistik melalui Website BPS Kota Dumai;
b.1.2 Persentase konsumen yang puas terhadap akses data BPS;
b.1.3. Persentase pengguna layanan yang merasa puas terhadap pemenuhan sarana dan prasarana BPS.
c. Sasaran strategis dari tujuan ketiga : “Peningkatan Penyelenggaraan/ Pelaksanaan Birokrasi yang Akuntabel” adalah :
c.1. Meningkatnya kualitas manajemen sumberdaya manusia BPS dengan indikator kinerja :
c.1.1 Persentase pegawai yang memngku jabatan fungsional tertentu; c.1.2 Persentase pegawai yang berpendidikan minimal Diploma IV
atau Strata 1.
c.2. Meningkatnya pengawasan dan akuntabilitas kinerja aparatur BPS dengan indikator kinerja:
c.2.1 Hasil penilaian SAKIP oleh Inspektorat..
5. Kebijakan BPS Kota Dumai
Arah kebijakan penyelenggaraan BPS Kota Dumai mengacu pada strategi pembangunan statistik yang terkait dengan visi dan misi BPS Kota Dumai, sebagai
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 12 berikut:
a) Meningkatkan penyediaan statistik berkualitas diberbagai tingkat dengan melakukan kegiatan pengumpulan data melalui sensus, survei, dan metode lainnya;
b) Meningkatkan kerja sama dengan sumber, produsen, dan pengguna data, dengan memberikan apresiasi, serta melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) berbagai kegiatan statistik;
c) Meningkatkan jumlah, ragam ketrampilan dan kemampuan SDM terutama di daerah dengan mengupayakan penambahan dan melakukan pendidikan, pelatihan serta pembinaan karir pegawai;
d) Melaksanakan manajemen yang efisien, efektif, bersih dan bertanggungjawab, transparan serta bebas KKN melalui sistem pengawasan yang ketat berbasis teknologi informasi yang mutakhir dengan menciptakan pelayanan prima;
e) Mengefektifkan fungsi Forum Masyarakat Statistik (FMS) dengan memperbanyak pertemuan, diskusi, dan kunjungan lapangan.
6. Program yang dilaksanakan oleh BPS Kota Dumai
Untuk dapat mencapai visi dan misi BPS Kota Dumai, maka untuk tahun 2015 dilaksanakan 3 (tiga) program, yaitu:
a) Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya
Program DMPTTL BPS bertujuan untuk memberi dukungan manajemen dan kelancaran pelaksanaan kegiatan teknis di bidang penyediaan data dan informasi statistik yang berkualitas. Kebijakan yang menjadi dasar dalam rencana anggaran program ini diarahkan untuk kegiatan-kegiatan operasional penyelenggaraan lembaga seperti perencanaan program dan kegiatan, pemantauan dan evaluasi kegiatan, penyediaan gaji pegawai, peningkatan kapasitas SDM, dan fungsi kehumasan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan :
(1) Persentase pegawai berpendidikan minimal Diploma IV atau Strata 1 (2) Jumlah Pegawai yang mengaku jabatan fungsional tertentu
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 13 (4) Opini terhadap laporan keuangan BPS Kota Dumai.
(5) Penilian Sistem Akuntabilitas Kinerja BPS Kota Dumai oleh Inspektorat BPS
(6) Persentase sarana TIK dalam kondisi yang baik
(7) Persentase sarana dan pasarana kerja lainnya dalam kondisi yang baik
b) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur (PSPA)
Program PSPA BPS Kota Dumai bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan sarana dan prasarana fisik yang telah ada di BPS Kota Dumai, antara lain kenyamanan dan kelengkapan fasilitas ruang kerja, serta penyediaan fasilitas parker kendaraan dan penataan halaman paving block) kanto r. Program ini bertujuan untuk meningkatkan persentase terpenuhinya sarana dan prasarana kerja yang memadai dan persentase terpenuhinya sarana dan prasarana perkantoran yang memadai.
b) Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik (PPIS)
Program PPIS bertujuan untuk menyediakan dan memberi pelayanan informasi statistik yang berkualitas dalam rangka memenuhi kebutuhan pengguna data. Untuk menyediakan data dan informasi statistik, BPS secara berkesinambungan menyempurnakan dan mengembangkan kegiatan pengumpulan, pengolahan, pengkajian dan analisis, serta diseminasi data dan informasi statistik. Program ini bertujuan untuk meningkatkan:
(1) Persentase penyajian/release data dan informasi bulanan statistik (inflasi) pada hari kerja pertama setiap bulan
(2) Persentase penyajian/release data Produk Domestik Bruto pada awal triwulan keempat.
(3) Persentase pemasukan dokumen/response rate dari kegiatan Statistik Perusahaan
(4) Jumlah Judul Publikasi/Laporan kegiatan statistik
(5) Persentase penyajian/release data informasi statistik daerah setiap tahunnya.
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 14 Rumah Tangga
(7) Persentase peta wilayah administrasi dan blok sensus yang mutakhir (8) Jumlah tenaga fungsional statistisi dengan kualifikasi tingkat terampil (9) Persentase konsumen yang merasa puas terhadap akurasi data
(10) Persentase konsumen yang merasa puas terhadap cakupan data
(11) Jumlah pengunjung eksternal yang mengakses data dan informasi statistik melalui website BPS
(12) Jumlah pengunjung berulang yang mengunakan data BPS (13) Jumlah pengunjung yang datang ke Pelayanan Statistik terpadu
(14) Persenatse hasil pengolahan data yang dikirim ke BPS Pusat tepat waktu (15) Jumlah tenaga fungsional pranata komputer dengan klasifikasi tingkat
terampil.
7. Indikator Kinerja Utama
Pengelolaan Kinerja BPS Kota Dumai diawali dengan tahapan perjanjian kinerja yaitu proses perumusan target kinerja. Proses penetapan target Indikator Kinerja Utama (IKU) BPS Kota Dumai tahun 2015 telah mengacu kepada target yang ditetapkan dalam Renstra dan kebijakan statistik (top down) serta memperhatikan masukan/usulan target dari subject matter yang bertanggung jawab sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing (bottom up), kapasitas dan kemampuan SDM yang dimiliki, pencapaian kinerja pada tahun sebelumnya.
IKU BPS berkembang dari waktu ke waktu untuk menggali lebih dalam lagi indikator yang lebih berkualitas untuk menimbulkan kepercayaan kepada masyarakat terhadap data yang dihasilkan BPS. Oleh karena itu, Indikator Kinerja Utama di BPS RI yang pertama kali disusun dengan Peraturan Kepala BPS Nomor 21 Tahun 2010 Tanggal 28 Februari 2010 tentang Indikator Utama Badan Pusat Statistik telah mengalami empat perubahan yang tertuang dalam Keputusan Kepala BPS RI :
a. Peraturan Kepala BPS RI Nomor 11 Tahun 2011 Tanggal 4 Juli 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 21 Tahun 2010 tentang Indikator Kinerja Utama Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 15 b. Peraturan Kepala BPS RI Nomor 41 Tahun 2012 Tanggal 29 Juni 2012 tentang
Perubahan Kedua Atas Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 21 Tahun 2010 Tentang Indikator Kinerja Utama Badan Pusat Statistik
c. Peraturan Kepala BPS RI Nomor 58 Tahun 2013 Tanggal 10 Oktober 2013 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 21 Tahun 2010 Tentang Indikator Kinerja Utama Badan Pusat Statistik
d. Peraturan Kepala BPS RI Nomor 148 Tahun 2014 Tanggal 8 Juli 2014 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 21 Tahun 2010 Tentang Indikator Kinerja Utama Badan Pusat Statistik.
Tabel 1. Indikator Kinerja Utama
(Peraturan Kepala BPS No. 148 Tahun 2014)
No. TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA
1 Meningkatkan ketersediaan data dan informasi statistik yang berkualitas
Persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data BPS 1.1 Tersedianya data dan informasi statistik
ekonomi makro yang lengkap,akurat, dan tepat waktu
Persentase konsumen yang merasa puas dengan kelengkapan data statistik ekonomi makro;
Persentase konsumen yang merasa puas dengan akurasi data statistik ekonomi makro
Persentase pelaksanaan pencacahan lapangan statistik ekonomi yang tepat waktu. 1.2 Tersedianya data dan informasi 15statistik
sosial dan kesejahteraan rakyat yang lengkap, akurat, dan tepat waktu
Persentase konsumen yang merasa puas dengan kelengkapan data statistik sosial dan kesejahteraan rakyat;
Persentase konsumen yang merasa puas dengan akurasi data statistik sosial dan kesejahteraan rakyat
Persentase pelaksanaan pencacahan lapangan statistik sosial dan kesejahteraan rakyat
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 16
yang tepat waktu.
1.3 Meningkatkan metodologi sensus dan survei, serta pemasukan dokumen
Persentase konsumen yang merasa puas dengan cakupan data BPS Persentase pemasukan dokumen/
response rate dari kegiatan survei statistik
2. Meningkatkan pelayanan prima dalam rangka mewujudkan SSN yang andal, efektif, dan efisien
Persentase konsumen yang merasa puas dengan layanan data BPS Kota Dumai
2.1 Meningkatkan dan mengembangkan analisis statistik
Jumlah judul publikasi statistik
Jumlah fungsional statistisi dengan kualifikasi tingkat ahli
2.2 Meningkatkan efektivitas dan efisiensi diseminasi data dan informasi statistik
Jumlah pengunjung eksternal yang mengakses data dan informasi statistik melalui Website BPS Kabupaten
Jumlah pengunjung berulang yang menggunakan data BPS
Jumlah pengunjung yang datang ke perpustakaan BPS Kabupaten
2.3 Meningkatkan hubungan dengan pengguna data
Persentase konsumen data yang
merasa terpenuhi kebutuhan
datanya
Jumlah instansi pemerintah dan lembaga lainnya yang menerima publikasi BPS
3. Penguatan teknologi informasi dan komunikasi serta sarana kerja
Persentase data mutakhir yang ditampilkan di Website BPS Kota Dumai
3.1 Meningkatkan Kualitas Pengolahan Data dan Informasi Statistik
Persentase hasil pengolahan data yang dikirim ke BPS Provinsi Riau tepat waktu
Jumlah Petugas fungsional pranata komputer
4 Meningkatkan kapasitas SDM dan penataan kelembagaan
Persentase pegawai berpendidikan minimal Diploma IV atau Strata 1 4.1 Meningkatkan kapasitas sumber daya
manusia
Jumlah pegawai yang memngku jabatan fungsional tertentu
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 17 8. Perjanjian Kinerja Tahun 2015
Tabel 2. Perjanjian Kinerja BPS Kota Dumai Tahun 2015
Tujuan/Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target
(1) (2) (3) (4)
1. Peningkatan kualitas data statistik
Persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data statistik
Persen 85
1.1 Meningkatnya
kepercayaan pengguna terhadap kualitas data BPS
Persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data statistik
Persen 85
Persentase konsumen yang selalu menjadikan data dan informasi statistik BPS sebagai rujukan utama
Persen 85
Persentase pemutakhiran data MFD dan MBS
Persen 100
Jumlah release data yang tepat waktu
Aktivitas 1
Jumlah publikasi/laporan yang terbit tepat waktu
Publikasi 34
1.2 Meningkatnya kualitas hubungan dengan sumber data (Respondent
Engagement)
Persentase pemasukan
dokumen (response rate) survei dengan pendekatan rumah tangga
Persen 100
Persentase pemasukan
dokumen (response rate) survei dengan pendekatan usaha
Persen 100
Persentase pemasukan
dokumen (response rate) survei dengan pendekatan non rumah tangga non usaha
Persen 100
2. Peningkatan pelayanan prima hasil kegiatan statistik
Persentase Kepuasan
Konsumen terhadap pelayanan data BPS
Persen 85
2.1 Meningkatnya kualitas hubungan dengan
Jumlah pengunjung eksternal yang mengakses data dan
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 18
Tujuan/Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target
(1) (2) (3) (4)
pengguna data (User
Engagement)
informasi statistik melalui
website BPS
Persentase Konsumen yang puas terhadap akses data BPS
Persen 85
Persentase pengguna layanan yang merasa puas terhadap pemenuhan sarana dan prasarana BPS Persen 80 3. Peningkatan penyelenggaraan/ pelaksanaan birokrasi yang akuntabel
Hasil Penilaian SAKIP oleh Inspektorat
Poin 52
3.1 Meningkatnya kualitas manajemen sumber daya manusia BPS
Persentase pegawai yang menduduki jabatan fungsional tertentu
Persen 50
Persentase pegawai yang berpendidikan minimal Diploma IV atau Strata I Persen 65 3.2 Meningkatnya pengawasan dan akuntabilitas kinerja aparatur BPS
Hasil Penilaian SAKIP oleh Inspektorat
Poin 52
Program Anggaran
1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPS
Rp. 1.873.111.000 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur BPS
Rp. 410.987.000 3. Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi
Statistik
Rp. 1.223.372.000 _________________
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 19 9. Anggaran Tahun 2015
Tabel 3. Anggaran Belanja BPS Kota Dumai Tahun 2015
No. Program/Kegiatan Pagu (Rp.)
(1) (2) (3)
1 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya :
a. Pembayaran Gaji dan Tunjangan
b. Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran c. Penyusunan Renstra BPS 2015-2019 1.873.111.000,- 1.572.196.000,- 297.355.000,- 3.560.000,- 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
BPS :
a. Pengadaan Perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi
b. Pengadaan Sarana Gedung c. Renovasi Gedung dan Bangunan
410.987.000,- 2.000.000,- 133.430.000,- 275.557.000,- 3. Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik :
a. Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen
b. Penyusunan Statistik Daerah
c. Peningkatan Pelayanan Metadata Kegiatan Statistik Dasar, Sektoral dan Khusus
d. Survei Kepuasan Konsumen
e. Penyusunan Komponen Pengeluaran Triwulanan dan Tahunan
f. Penyusunan Neraca Rumah Tangga dan Institusi Nirlaba
g. Konsolidasi PDRB Triwulanan dan Tahunan Menurut Pengeluaran
h. Penyusnan PDRB Tahunan dan Triwulanan Menurut Lapangan Usaha Tahun Dasar 2010 i. Pemutakhiran Sistem dan Program MFD dan MBS
Berbasis WEB Tahun 2015 j. Kompilasi Data Transportasi
k. Pengadaan Data IKK 2015 Dalam Rangka Kebijakan Dana Perimbangan 2016
l. Survei Harga Konsumen dan Survei Volume Penjualan Eceran Beras
m. Survei Industri Besar dan Sedang Bulanan n. Survei Industri Besar dan Sedang Tahunan
1.223.372.000,- 10.280.000,- 43.538.000,- 2.750.000,- 30.000.000,- 6.720.000,- 1.650.000,- 4.370.000,- 9.880.000,- 8.910.000,- 8.926.000,- 2.210.000,- 127.905.000,- 3.400.000,- 6.643.000,-
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 20 o. Survei Konstruksi
p. Survei Angkatan Kerja Nasional Semesteran q. Survei Angkatan Kerja Nasional Tahunan r. Susenas Kor dan Konsumsi Tahun 2015 s. Susenas Panel 2015
t. Susenas Konsumsi dan MSBP Tahun 2015 u. Penyusunan Statistik Politik dan Keamanan v. Survei Statistik Badan Usaha dan Pasar Modal w. Survei Statistik Keuangan Pemerintah Daerah x. Survei Bidang Jasa Pariwisata
y. Survei Perusahaan Peternakan dan RPH/TPH z. Surveo Perusahaan Perikanan, TPI/PPI/PP aa. Survei Perusahaan Kehutanan
bb. Survei Pertanian Tanaman Pangan dan Ubinan cc. Survei Hortikultura dan Indikator Pertanian dd. Pelaksanaan SUPAS 2015
ee. Pengolahan SUPAS 2015
ff. Penggambaran Peta BS Bermuatan Kegiatan Ekonomi
gg. Pembentukan Master Frame Blok Sensus SE2016 hh. Persiapan Publisitas SE2016
ii. Updating Direktori Usaha/Perusahaan Tahap II jj. Pemutakhiran Basis Data Terpadu 2015
14.900.000,- 20.865.000,- 25.192.000,- 80.058.000,- 3.315.000,- 13.421.000,- 750.000,- 520.000,- 3.526.000,- 9.510.000,- 1.108.000,- 900.000,- 724.000,- 43.522.000,- 3.672.000,- 132.119.000,- 46.637.000,- 35.324.000,- 2.635.000,- 41.250.000,- 1.560.000,- 474.682.000,- JUMLAH 3.507.470.000,-
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 21 BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Akuntabilitas kinerja Badan Pusat Statistik Kota Dumai merupakan perwujudan kewajiban Badan Pusat Statistik Kota Dumai untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan misi Badan Pusat Statistik dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Selama satu tahun anggaran 2015, akuntabilitas pelaksanaan tugas dan fungsi yang dituangkan dalam program kegiatan disampaikan dalam laporan ini.
Setiap tujuan dan sasaran memang membutuhkan waktu dan kebersamaan untuk melihat kemajuan yang dihasilkan, karena berkait dengan perubahan budaya kerja organisasi. Secara umum capaian kinerja BPS Kota Dumai tahun 2015 tergolong kategori sangat baik, yaitu rata-rata capai sasaran sebesar 109,33 persen. Dari 5 sasaran strategis yang menjadi prioritas, semua sasaran melebihi target.
Visi BPS Kota Dumai sebagai Pelopor data statistik terpercaya untuk semua, sudah menjadi komitmen seluruh pegawai BPS Kota Dumai. Kepercayaan pemangku kepentingan terlihat terus meningkat, ini ditunjukkan dengan indikator banyaknya pengunjung yang datang langsung atau juga melalui media komunikasi. Kondisi ini pun menjadikan semakin meningkatnya tuntutan pengguna data BPS Kota Dumai tersebut.
Penilaian terhadap keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan pencapaian sasaran yang ditetapkan, diukur dengan Indikator Kinerja Utama (IKU). Rentang Nilai dan Kategori Capaian Kinerja dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4. Rentang Nilai dan Kategori Capaian Kinerja
No Rentang Capaian Kinerja Kategori Capaian
1. ≥ 85% Sangat Baik
2. 70% sampai dengan < 85% Baik 3. 55% sampai dengan < 70% Cukup
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 22 3.1 Capaian Kinerja Organisasi Tahun 2015
Tujuan-1
Peningkatan Kualitas Data Statistik
Tujuan utama ingin dicapai BPS adalah peningkatan penyediaan data dan informasi statistik yang berkualitas, pada tahun ini target tersebut tercapai sebesar 96,67% dengan tujuan agar data dari BPS dapat digunakan sebagai landasan atau perbandingan untuk membuat kebijakan pembangunan nasional dan daerah..
Tabel 5. Capaian Kinerja Tujuan “Peningkatan Kualitas Data Statistik” Indikator Kinerja Target
2015
Realisasi 2015
Tingkat Pencapaian Ket 2015 2014 2013
Persentase Konsumen yang Merasa Puas dengan Kualitas Data Statistik
85% 99,3% 116% 97% 85% IKU
Keinginan pemerintah dan masyarakat terhadap data berkualitas, mendorong BPS Kota Dumai harus mampu menyajikan data dan informasi statistik yang dapat
0 20 40 60 80 100 120 2013 2014 2015 C a p a i a n Tahun
Grafik 1. Capaian Indikator Kinerja Tujuan"Peningkatan Kualitas Data Statistik"
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 23 dipercaya. Kualitas data sangat dipengaruhi kelengkapan data dan jumlah sampel yang mewakili, konsumen yang merasa puas dengan kualitas data statistik dan selalu menjadikan data dan informasi statistik BPS sebagai rujukan utama, pemutakhiran data MFD dan MBS, release data yang tepat waktu, pemasukan dokumen/response rate. Pemasukan dokumen dari kegiatan survei BPS Kota Dumai pada tahun 2015 sebesar 96,67 persen, besaran ini menunjukan kinerja BPS Kota Dumai dalam penyediaan data dan informasi statistik yang berkualitas masuk pada kategori sangat baik..
Sasaran 1.1
Meningkatnya kepercayaan pengguna terhadap kualitas data BPS
Tingkat pencapaian sasaran-1.1 dapat tercapai sesuai target yang diharapkan dengan terlaksananya penyajian data dan informasi secara periodik sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Berita Resmi Statistik (BRS) yang menyajikan data strat egis bidang statistik ekonomi sesuai jadwal bulanan setiap hari kerja pertama setiap bulannya.
Pada akhir tahun dapat disajikan publikasi/laporan statistik tetpat waktu yaitu sebanyak 34 judul publikasi, sehingga sasaran penyediaan data informasi statistik ekonomi yang lengkap dan akurat serta tepat waktu dapat dicapai pada tingkatan 100 persen.
Berkembangnya statistik di Indonesia khususnya Kota Dumai tak lepas dari dorongan pemerintah yang menjadikan data BPS sebagai data resmi pemerintah, sehingga menjadi acuan untuk berbagai kebutuhan baik perencanaan dan monitoring maupun evaluasi. Untuk mengevaluasi capaian sasaran, tabel berikut ini meyajikan capaian dimaksud dengan indikator kinerjanya.
Permasalahan/Kendala yang dihadapi
1) Terbatasnya waktu pengumpulan data dan sulitnya memperoleh data dimaksud sehingga beberapa pengumpulan data belum dapat tepat waktu.
2) Beberapa kegiatan sangat tergantung pada data yang dihasilkan oleh subject matter
baik berupa data mentah maupun data dan informasi yang telah dipublikasikan. Demikian pula dengan data yang berasal dari instansi lain (data sukunder), karena
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 24 data tersebut diterima terlambat sehingga mengakibatkan penyusunan publikasi tidak dapat sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
3) Kualitas dan kuantitas SDM sangat mempengaruhi kualitas hasil pekerjaan, selain dari pendidikan akademis diperlukan pula pengetahuan yang diperoleh dari diklat, seminar, workshop dan semacamnya yang berkaitan dengan lingkup pekerjaanya.
Strategi untuk mengatasi masalah/kendala
1) Perlunya koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan simplikasi antar unit kerja di BPS. Selain itu juga mengadakan pendekatan dan meningkatkan kerjasama dengan instansi dan lembaga terkait dalam memperoleh data sekunder.
2) Perlunya manajemen waktu yang baik agar tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan antar seksi.
3) Perlunya penambahan SDM dan peningkatan kualitas SDM melalui diklat yang diadakan oleh BPS maupun lembaga lain.
Untuk mengevaluasi capaian sasaran, tabel berikut ini menyajikan capaian dimaksud dengan indikator kinerjanya.
Tabel 6. Capaian Kinerja Sasaran “meningkatnya kepercayaan pengguna terhadap kualitas data BPS”
Indikator Kinerja Target 2015
Realisasi 2015
Tingkat Pencapaian Ket 2015 2014 2013
Persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data statistik
Persentase konsumen yang selalu menjadikan data dan informasi statistik BPS sebagai rujukan utama Persentase pemutakhiran data MFD dan MBS
Jumlah release data yang tepat waktu
Jumlah publikasi/laporan yang terbit tepat waktu
85% 85% 100% 1 akti-vitas 34 pub-likasi 90% 90% 100% 1 aktivitas 34 publikasi 105% 105% 100% 100% 100% 105% 105% 100% 100% 100% 85% 85% 100% 100% 100 IKU IKU IKU IKU IKU
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 25 Sasaran 1.2
Meningkatnya kualitas hubungan dengan sumber data (respondent engagement)
Tingkat pencapaian sasaran-1.2 dapat tercapai sesuai target yang diharapkan apabila setiap responden memberikan data yang diinginkan dengan benar.
Permasalahan/Kendala yang dihadapi
1) Keterlambatan dokumen yang masuk ke BPS Kota Dumai menyebabkan terlambatnya pembagian dokumen kepada petugas dan meyebabkan terbatasnya waktu pengumpulan data dan sulitnya memperoleh data dimaksud.
2) Beberapa kegiatan sangat tergantung pada data yang dihasilkan oleh subject matter
baik berupa data mentah maupun data dan informasi yang telah dipublikasikan. Demikian pula dengan data yang berasal dari instansi lain (data sukunder), karena data tersebut diterima terlambat sehingga mengakibatkan penyusunan publikasi tidak dapat sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
3) Kualitas SDM sangat mempengaruhi kualitas hasil pekerjaan, selain dari pendidikan akademis diperlukan pula pengetahuan yang diperoleh dari diklat, seminar, workshop dan semacamnya yang berkaitan dengan lingkup pekerjaanya.
Strategi untuk mengatasi masalah/kendala
1) Pengiriman dokumen yang tepat waktu ke BPS Kota Dumai sehingga tidak mengurangi jadwal pendataan di lapangan.
2) Perlunya koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan simplikasi antar unit kerja di BPS Kota Dumai. Selain itu juga mengadakan pendekatan dan meningkatkan kerjasama dengan instansi dan lembaga terkait dalam memperoleh data sekunder.
3) Pengembangan SDM melalui jalur akademis, misalnya dengan tugas belajar kejenjang pendidikan lebih tinggi. Selain itu juga berupa pengiriman pegawai untuk mengikuti diklat, seminar, workshop dan kegiatan teknis guna meningkatkan mutu hasil analisis statistik.
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 26 Tabel berikut ini menyajikan tingkat capaian sasaran-1.2 berdasarkan indikator kinerjanya:
Tabel 7. Capaian Kinerja Sasaran “meningkatnya kualitas hubungan dengan sumber data (respondent engagement) ”
Indikator Kinerja Target 2015
Realisasi 2015
Tingkat Pencapaian Ket 2015 2014 2013
Persentase pemasukan
dokumen (response rate) survei dengan pendekatan rumah tangga
Persentase pemasukan
dokumen (response rate) survei dengan pendekatan usaha Persentase pemasukan
dokumen (response rate) survei dengan pendekatan non rumah tangga dan non usaha
100% 100% 100% 96% 94% 100% 96% 94% 100% 95% 92% 100% 94% 89% 100% IKU IKU IKU Tujuan-2
Peningkatan Pelayanan Prima Hasil Kegiatan Statistik
Tujuan yang ingin dicapai BPS Kota Dumai adalah meningkatkan pelayanan prima dalam rangka mewujudkan SSN yang andal, efektif, dan efisien, Pada tahun 2015, target yang dicapai melebihi 100%, hal ini menunjukkan bahwa pelayanan di BPS semakin meningkat sehingga bagi instansi atau bidang yang lain yang ingin memperoleh data BPS dapat merasa puas dan terlayani. Besaran ini menunjukan kinerja BPS Kota Dumai dalam meningkatkan pelayanan prima termasuk pada kategori sangat baik.
Tabel 8. Capaian Kinerja Tujuan “Peningkatan Pelayanan Prima Hasil Kegiatan Statistik”
Indikator Kinerja Target 2015
Realisasi 2015
Tingkat Pencapaian Ket 2015 2014 2013
Persentase Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan Data BPS
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 27 Keinginan pemerintah dan masyarakat terhadap pelayanan prima, mendorong BPS Kota Dumai harus mampu memberikan pelayanan prima hasil kegiatan statistic dengan nyajikan data dan informasi statistik yang dapat dipercaya. Peningkatan pelayanan prima hasil kegiatan statistic sangat dipengaruhi oleh meningkatnya hubungan dengan pengguna data (user engagement) melalui indikator jumlah pengunjung eksternal yang mengakses data dan informasi melalui website BPS; persentase konsumen yang puas terhadap akses data BPS; persentase konsumen yang puas terhadap pemenuhan sarana dan prasarana BPS.
Sasaran 2.1
Meningkatnya Kualitas Hubungan dengan Pengguna Data (User Engagement) Kemudahan akses adalah salah satu dimensi kualitas, untuk mengukurnya didekati dengan indikator hubungan dengan pengguna data, yaitu jumlah pengunjng eksternal yang mengakses data dan informasi statistik melalui website BPS; persentase konsumen yang puas terhadap akses data BPS; persentase pengguna layanan yang merasa puas terhadap pemenuhan sarana dan prasarana BPS . Saat ini BPS Kota Dumai menargetkan persentase kepuasan konsumen baik terhadap
0 20 40 60 80 100 120 2013 2014 2015 C a p a i a n Tahun
Grafik 2. Capaian Indikator Kinerja Tujuan "Peningkatan Pelayanan Prima Hasil Kegiatan Statistik"
Badan Pusat Statistik Kota Dumai
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 28 pelayanan data BPS sebesar 85 persen. Target tersebut dapat dicapai dengan realisasi yang sangat baik yaitu berkisar 95 persen. Secara umum, beberapa permasalahan dan kendala yang dihadapi hingga tidak tercapainya target sasaran yang ditetapkan diantaranya adalah:
Permasalahan/Kendala yang dihadapi
1) Kegiatan pada sasaran ini bersinggungan langsung dengan pelayanan publik, menyebabkan banyaknya kegiatan ad hoc yang bersifat harus segera diselesaikan, sehingga mengganggu jadwal kegiatan lain yang telah direncanakan/dijadwalkan. 2) Jumlah SDM yang memahami substansi kegiatan masih belum optimal, sehingga
seringkali tidak dapat mendukung kelancaran kegiatan dalam memberikan sumbangan pemikiran dan pemecahan masalah.
3) Kerjasama antara unit kerja satu dengan unit lain masih belum sesuai harapan, karena kesibukan masing-masing unit, sehingga menghambat pelaksanaan kegiatan. Strategi untuk mengatasi masalah/kendala
1) Melakukan antisipasi jadwal dan rencana kegiatan agar kegiatan ad hoc tidak mengganggu kelangsungan pekerjaan utama sehingga kegiatan tetap berjalan sesuai jadwal dan rencana.
2) Mengoptimalkan SDM yang sudah ada dengan melakukan peningkatan kemampuan staf diantaranya mengikuti pelatihan dan pendidikan. Serta diperlukana adanya penambahan jumlah pegawai BPS kota Dumai.
3) Melakukan koordinasi dengan pihak lain, terutama dalam membuat kesepakatan jadwal kegiatan, berikut berbagai alternatif kegiatan, sehingga ketidakhadiran pihak lain dalam kegiatan tersebut tidak mengganggu kelancaran jadwal dan rencana kerja.