BAB V PENUTUP. Yogyakarta yang telah diuraikan dalam BAB IV, maka dapat dikemukakan. 1) Melakukan kegiatan pembinaan dan penyuluhan

10 

Teks penuh

(1)

144

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang upaya polisi dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba oleh mahasiswa di Kota Yogyakarta yang telah diuraikan dalam BAB IV, maka dapat dikemukakan kesimpulan sebagai berikut:

1. Upaya polisi dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh mahasiswa di Kota Yogyakarta, yaitu:

a. Upaya Preventif

1) Melakukan kegiatan pembinaan dan penyuluhan

Sat Res Narkoba Polresta Yogyakarta dan Sat Binmas Polresta Yogyakarta melakukan kegiatan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba bagi kalangan mahasiswa di tempat-tempat seperti di kampus, Asrama Aswenda dan Asrama Kalimantan. Sat Binmas Polresta Yogyakarta juga melakukan pembinaan kepada mahasiswa di LP Yogyakarta agar tidak lagi menyalahgunakan narkoba.

2) Melakukan kampanye anti narkoba

Sat Binmas Polresta Yogyakarta melakukan kampanye anti narkoba lewat surat kabar, lewat radio sekali setiap bulan pada minggu pertama di Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta dan Sonora Yogyakarta.

(2)

3) Mengadakan pengajian Khotmil Quran

Polresta Yogyakarta mengadakan pengajian Khotmil Quran setiap bulan lima kali ke kampung-kampung bersama Kapolsek, di Polresta sekali, di Polsek setiap minggu yang dihadiri oleh para orang tua. Polisi berharap orang tua yang mempunyai anak mahasiswa memberitahu agar tidak menyalahgunakan narkoba dengan cara spiritual.

4) Melakukan pendekatan dengan tokoh agama

Setiap ada tokoh agama seperti Habib Syeh datang ke Yogyakarta dilakukan pengawalan. Polisi melakukan pengawalan dengan harapan bisa memasukkan pendapat tentang masalah mahasiswa yang menyalahgunakan narkoba agar ketika melakukan ceramah di panggung Habib Syeh menyampaikan apa yang Sat Binmas Polresta Yogyakarta sampaikan kepada Habib Syeh. Sat Binmas Polresta Yogyakarta berharap tokoh agama memberitahukan kepada mahasiswa agar tidak menyalahgunakan narkoba.

5) Memasang spanduk himbauan agar tidak menyalahgunakan narkoba Namun spanduk-spanduk tersebut hanya dipasang di jalan-jalan umum saja, spanduk-spanduk tersebut tidak ada yang dipasang di kampus-kampus.

6) Melakukan kerjasama dengan BNNP dan Dikti

Sat Binmas Polresta Yogyakarta mendapatkan berbagai materi tentang pencegahan penyalahgunaan narkona untuk kalangan mahasiswa dari

(3)

BNN. Sat Binmas Polresta Yogyakarta juga kerjasama dengan Dikti, kerjasamanya apabila ada permintaan dari perguruan tinggi untuk menjadi narasumber maka wajib melaksanakannya.

7) Sosialisasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sat Res Narkoba Polresta Yogyakarta biasanya melakukan kegiatan sosialisasi tersebut di kampus dan di asrama. Kegiatan sosialisasi tersebut biasanya dilakukan pada saat acara penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.

8) Melakukan patroli

Sat Res Narkoba Polresta Yogyakarta melakukan patroli ke tempat-tempat pemukiman, ke tempat-tempat yang biasanya banyak mahasiswa berkumpul seperti warung remang-remang, ke tempat-tempat sepi seperti di jalan-jalan pada malam hari, di pasar-pasar pada malam hari. 9) Membentuk kring narkoba.

Kring narkoba yaitu pembagian wilayah untuk diawasi dan dipantau. Kota Yogyakarta dibagi menjadi empat kring, masing-masing kring terdiri dari tiga atau empat wilayah polsek. Selanjutnya masing-masing kring dipantau dan diawasi oleh enam atau delapan anggota polisi dari Sat Res Narkoba Polresta Yogyakarta.

10) Membentukan jaringan informan

Sat Res Narkoba Polresta Yogyakarta membentukan jaringan narkoba bertujuan agar polisi mendapatkan informasi tentang adanya penyalahgunaan narkoba dengan mudah. Biasanya masing-masing

(4)

anggota Sat Res Narkoba Polresta Yogyakarta memiliki jaringan informasi sendiri yang bersifat rahasia, karena informan-informan tersebut dilindungi oleh polisi.

b. Upaya Represif

Menegakan hukum terhadap mahasiswa yang menyalahgunakan narkoba, yaitu dengan tindakan penyelidikan dan penyidikan.

1) Tindakan penyelidikan untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana penyalahgunaan narkoba guna menentukan dapat tidaknya dilakukan penyidikan menurut cara yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Pasal 1 butir 5 KUHAP). Penyelidikan dilakukan dengan cara observasi, pembuntutan dan penyamaran untuk mencari informasi atau menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya penyalahgunaan narkoba. 2) Tindakan penyidikan untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang

dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana penyalahgunaan narkoba yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya. Penyidikan meliputi tindakan penangkapan, penggeledahan, penahanan, penyitaan, pemeriksaan dan pemberkasan. Termasuk juga melakukan kegiatan razia di tempat-tempat hiburan, di tempat berkumpulnya mahasiswa, di kos-kosan, di tempat-tempat sepi. Selain itu Sat Res Narkoba Polresta Yogyakarta juga berkerjasama dengan Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan (Lab Dokkes) Polda DIY, Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda DIY,

(5)

BNNP dan BNNK. Kerjasama yang dilakukan dengan Lab Dokkes Polda DIY untuk memeriksa barang bukti. Sedangkan kerjasama yang dilakukan dengan Dokkes biasanya untuk tes urine. Selanjutnya kerjasama dengan BNNP dan BNNK yaitu untuk pengungkapan kasus.

2. Kendala-kendala yang dihadapi polisi dalam upaya menanggulangi penyalahgunaan narkoba oleh mahasiswa di Kota Yogyakarta, yaitu:

a. Kendala-kendala pada tindakan preventif:

1) Waktu pelaksanaan penyuluhan dan sosialisasi yang kadang-kadang kurang tepat.

2) Sebagian mahasiswa ada yang kurang merespon dengan baik terhadap kegiatan pembinaan, penyuluhan dan sosialisasi yang diselenggarakan oleh polisi. Kadang-kadang ada mahasiswa tidak mau datang ke acara pembinaan, penyuluhan dan sosialisasi yang diselenggarakan oleh Sat Binmas Polresta Yogyakarta.

3) Sat Res Narkoba Polresta Yogyakarta belum memiliki inventaris mobil ataupun sepeda motor untuk melakukan patroli.

4) Sat Res Narkota Poresta Yogyakarta belum bisa melakukan sidak dan tes urine di kampus-kampus.

b. Kendala-kendala pada tindakan represif:

1) Kurangnya kesadaran dari sebagian masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya P4GN.

(6)

2) Sering terjadi ada anggota polisi yang memberikan informasi akan ada razia kepada masyarakat.

3) Sat Res Narkota Poresta Yogyakarta belum bisa melakukan razia dan tes urine di kampus-kampus.

4) Kurangnya sarana dan prasarana, seperti alat penyadap, sepeda motor ataupun mobil inventaris belum punya.

5) Kurang adanya koordinasi antara pihak kepolisian dengan PT. Telkom, Jaringan Komunikasi (Indosat, Telkomsel, dan lain-lain), dan Bank. Ketika penyidik ingin mengetahui rekening seseorang yang mungkin dicurigai tidak diperbolehkan dan ketika penyidik ingin memblokir rekening juga susah dan ketika penyidik ingin mengetahui nomor telephone/handphone punya siapa tidak bisa, atau ingin mengetahui posisi nomor handphone ada dimana juga susah.

3. Upaya polisi dalam mengatasi kendala-kendala yang dihadapi polisi dalam upaya menanggulangi penyalahgunaan narkoba oleh mahasiswa di Kota Yogyakarta, sebagai berikut:

a. Upaya dalam mengatasi kendala-kendala pada tindakan preventif:

1) Untuk mengatasi masalah waktu pelaksanaan penyuluhan dan sosialisasi, Sat Binmas Polresta Yogyakarta berusaha memilih waktu yang kira-kira mahasiswa memiliki waktu luang agar mahasiswa dapat menghadiri acara penyuluhan dan sosialisasi, seperti pada waktu OSPEK.

(7)

2) Untuk mengatasi masalah sebagian mahasiswa kurang merespon dengan baik terhadap kegiatan penyuluhan dan sosialisasi, Sat Binmas Polresta Yogyakarta belum memiliki cara khusus untuk mengatasinya. Tetapi Sat Binmas Polresta Yogyakarta akan berusaha sebaik mungkin agar mahasiswa dapat menyukai kegiatan tersebut.

3) Untuk mengatasi masalah belum punya inventaris mobil ataupun sepeda motor untuk patroli, Sat Res Narkoba Polresta Yogyakarta melaporkan kepada Kapolresta Yogyakarta bahwa Sat Res Narkoba Polresta Yogyakarta membutuhkan inventaris sepeda motor atau mobil untuk melakukan kegiatan patroli. Untuk sementara dalam melakukan patroli menggunakan kendaraan pribadi atau pinjam kendaran dari satuan lain.

4) Untuk mengatasi masalah belum bisa melakukan sidak dan tes urine di kampus-kampus, Sat Res Narkoba Polresta Yogyakarta berencana untuk mencoba melakukan koordinasi dengan pihak kampus, tetapi tidak mendapat respon dari pihak kampus.

b. Upaya dalam mengatasi kendala-kendala pada tindakan represif:

1) Untuk mengatasi masalah masyarakat yang kurang berpartisipasi dalam P4GN, Sat Res Narkoba Polresta Yogyakarta melakukan pembinaan dengan cara memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa masyarakat memiliki hak dan tanggung jawab dalam P4GN. Selain itu polisi juga memberitahukan bahwa setiap masyarakat yang

(8)

memberikan segala informasi tentang adanya penyalahgunaan narkoba akan dirahasiakan identitasnya dan dilindungi oleh kepolisian.

2) Untuk mengatasi masalah ada anggota polisi yang menginformasikan adanya razia kepada masyarakat, Sat Res Narkoba Polesta Yogyakarta berusaha merahasiakan kegiatannya agar anggota polisi yang lain tidak tahu dan memberikan himbauan kepada anggota polisi agar berkomitmen kepada tugasnya untuk menegakkan hukum.

3) Untuk mengatasi masalah belum bisa melakukan razia dan tes urine di kampus-kampus, Sat Res Narkoba Polresta Yogyakarta berencana untuk mencoba melakukan koordinasi dengan pihak kampus, tetapi tidak mendapat respon dari pihak kampus.

4) Untuk mengatasi masalah kurangnya sarana dan prasarana, Sat Res Narkoba Polresta Yogyakarta melaporkan kepada Kapolresta Yogyakarta bahwa Sat Res Narkoba Polresta Yogyakarta dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan membutuhkan alat penyadap, serta membutuhkan inventaris sepeda motor atau mobil untuk membawa penyalahguna narkoba yang tertangkap.

5) Untuk mengatasi masalah kurang adanya koordinasi antara polisi dengan pihak bank dan layanan komunikasi, Kasat atau Kanit Sat Res Narkoba Polresta Yogyakarta berusaha menemui manager bank ataupun manager layanan komunikasi agar mendapatkan kesepakatan dan dapat bekerjasama dengan pihak bank ataupun pihak layanan komunikasi, sehingga setiap Sat Res Narkoba Polresta Yogyakarta

(9)

membutuhkan informasi yang terkait dengan masalah perbankan dan layanan komunikasi, pihak bank dan layanan komunikasi dapat membantu.

B. Saran

Dari penelitian yang dilakukan, maka peneliti memberikan saran pada pihak Sat Binmas dan Sat Res Narkoba Polresta Yogyakarta, sebagai berikut: 1. Spanduk himbauan yang di pasang sebaiknya lebih menekankan pada efek

atau dampak dari penyalahgunaan narkoba dan sebaiknya juga ditambah dengan gambar, sehingga jika orang yang sedang mengendarai kendaraan bermotor tidak sempat membaca, maka dapat hanya dengan melihat gambar tetapi sudah mengerti apa maksud yang terkandung pada spanduk tersebut. Spanduk himbauan sebaiknya juga dipasang di kampus-kampus, jangan hanya di jalan-jalan umum saja.

2. Sat Binmas Polresta Yogyakarta jika akan mengadakan acara penyuluhan dan pembinaan sebaiknya membuat iklan semenarik mungkin, sehingga mahasiswa tertarik dan akhirnya mau menghadiri acara yang dilakukan oleh Sat Binmas Polresta Yogyakarta. Selain itu, dalam menyajikan materi dilakukan dengan sebaik-baiknya dan menggunakan media yang dibuat semenarik mungkin agar mahasiswa tidak bosan dan dapat merespon dengan baik, sehingga mahasiswa dapat memahami dengan baik dan tidak akan menyalahgunakan narkoba.

3. Jika ada anggota polisi yang memberikan informasi tentang adanya razia, Sat Res Narkoba Polresta Yogyakarta sebaiknya mencari tahu siapa yang

(10)

memberikan informasi tersebut. Setelah mengetahui siapa yang melakukannya sebaiknya diberikan sanksi.

4. Sidak dan tes urine sebaiknya juga bisa dilakukan di kampus-kampus karena penyalahgunaan narkoba kebanyakan dilakukan oleh mahasiswa.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...