SKRIPSI
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN
KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP
KINERJA KARYAWAN
Studi Kasus pada Bakpia Japon, Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul,
Yogyakarta
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Program Studi Manajemen
Fakultas Ekonomi
Disusun Oleh:
Natalia Nurhastuti
NIM: 052214075
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
i
SKRIPSI
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN
KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP
KINERJA KARYAWAN
Studi Kasus pada Bakpia Japon, Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul,
Yogyakarta
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Program Studi Manajemen
Fakultas Ekonomi
Disusun Oleh:
Natalia Nurhastuti
NIM: 052214075
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
iv
MOTTO dan PERSEMBAHAN
Tidak ada Pekerjaan yang lebih indah daripada
Pekerjaan yang diberikan Oleh Tuhan.
Serahkanlah Kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia
akan memelihara engkau! Tidak untuk
selama-lamanya dibiarkanNya orang benar itu
goyah.(Mazmur 55:23)
Tatap kenyataan pahit dengan mata terbuka dan
hati penuh harap sebab dengan demikian akan
membuat kita dengan pribadi yang lebih matang.
Skripsi ini kupersembahkan
untuk:
Tuhan Yesus Kristus Sang
Juru Selamatku
Bapak dan Ibukku Tercinta
Suami dan Buah Hatiku
Tersayang
v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA
Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa yang saya tulis ini tidak memuat
karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan
daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.
Yogyakarta,25
Jully
2011
Penulis
vi
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH
UNTUK KEPENTINGAN KAMPUS
Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitras Sanata Dharma :
Nama
:
Natalia
Nurhastuti
NIM
:
052214075
Demi kepentingan Ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan
Universitas Sanata Dharma karya ilmiah yang berjudul
Pengaruh Lingkungan
Kerja dan Karakteristik Individu Terhadap Kinerja Karyawan.
Studi kasus pada
perusahaan Bakpia Japon, Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul, Yogyakarta.Dengan
demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak
untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam
bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan memplubikasikannya di
internet untuk keprntingan akademis, tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun
memberikan
royalty
selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.
Demikian pernyataan ini yang saya buat sebenarnya.
Dibuat di Yogyakarta
Pada tanggal :25 Jully 2011
Yang menyatakan
vii
ABSTRAK
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KARAKTERISTIK
INDIVIDU TERHADAP KINERJA KARYAWAN
Studi kasus pada Bakpia Japon
Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul, Yogyakarta
Natalia Nurhastuti
Fakultas Ekonomi
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
2011
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah lingkungan kerja (X1) dan
karakteristik individu (X2) mempengaruhi tingkat kinerja karyawan (Y). Jenis
penelitian ini adalah studi kasus. Penelitian ini dilakukan pada karyawan Bakpia
Japon yang beralamat di Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul, Yogyakarta, dengan
responden sebanyak 30 karyawan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah observasi, kuesioner, dan dokumentasi, sedangkan teknik yang
digunakan dalam penentuan sampel adalah
random
sampling
. Adapun variabel
yang digunakan yaitu lingkungan kerja (X1), karakteristik individu (X2), dan
kinerja karyawan (Y). Teknik analisis data yang digunakan adalah Regresi linear
berganda, dan uji F.
viii
ABSTRACT
THE INFLUENCE OF JOB ENVIRONMENT AND INDIVIDUAL
CHARACTERISTICS TO EMPLOYEES’ PERFORMANCE
A Case Study of Bakpia Japon
Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul, Yogyakarta
Natalia Nurhastuti
Faculty of Economics
Sanata Dharma University
2011
ix
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas segala
rahmat dan kasihNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penulisan
skripsi yang berjudul
“ PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN
KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP KINERJA KARYAWAN. Studi
kasus pada Bakpia japon, Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul,
yogyakarta”.
Penelitian dan penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah
satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen,
Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma.
Dalam penyusunan skripsi ini penulis telah banyak memperoleh bantuan,
bimbingan dan pengarahan, serta dorongan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis
ingin menyampaikan rasa terimakasih kepada semua pihak atas pengorbanannya, baik
waktu, tenaga, biaya, maupun pikiran di dalam membantu dan membimbing penulis
menyelesaikan skripsi ini, Yaitu :
1.
Bapak Drs. Y.P. Supardiyono, M.Si, Akt., QIA., selaku Dekan Fakultas
Ekonomi Universitas Sanata Dharma.
2.
Bapak V. Mardi Widyadmono, S.E., M.B.A., selaku Ketua Program Studi
Manajemen Universitas Sanata Dharma.
3.
Bapak Drs. Alex Kahu Lantum, M.S., selaku dosen pembimbing I, yang telah
berkenan memberikan bimbingan, pengarahan, serta saran selama penulisan
skripsi.
4.
Bapak Drs. Th. Sutadi, M.B.A., selaku dosen pembimbing II, yang telah
berkenan memberikan bimbingan, pengarahan, serta saran selama penulisan
skripsi.
5.
Semua dosen Jurusan Manajemen yang telah memberikan ilmunya kepada
penulis, beserta seluruh staff dan karyawan Fakultas Ekonomi yang telah
membantu kelancaran penulis selama studi di USD.
6.
Bapak Hadi Suwarno/ Japon selaku pemilik perusahaan Bakpia Japon atas
ijinnya sehingga penulis dapat melakukan penelitian.
7.
Bapak Mohamad Dalyono selaku penanggung jawab perusahaan Bakpia
Japon Srandakan, terimakasih banyak atas bantuannya untuk mendapatkan
data dan informasi mengenai perusahaan Bakpia Japon, beserta semua
karyawan Bakpia Japon, terimakasih atas waktunya yang telah bersedia
menjadi sumber informasi.
x
9.
Suamiku tercinta Ag. Fery Yudiantoro, SE., yang selalu setia menyayangiku,
mendamipngiku, mendukungku,menjaga dan melindungiku, menyemangatiku
di saat-saat aku sedang dalam keadaan terpuruk sekalipun, memahami dan
mengerti aku sepenuhnya, terimakasih atas kebersamaannya selama ini.
Tuhan memberkati keluarga kecil kita.Amin!!
10.
Buah Hatiku terkasih “ Monica Ferliana Lintang Ayu “, yang selalu menjadi
sumber inspirasiku,semangat dan kebahagiaan sehingga aku dapat
menyelesaikan penulisan skripsi ini.
11.
Bapak dan Ibu mertuaku di Sawangan, Magelang, yang selalu memberikan
doa dan dukungannya tiada henti buat aku.
12.
Saudara-saudaraku mbak Titik, mas Kris, mas Marno, mbak Tri, mas Dian
dan mbak Enny, yang telah memberikan kasih sayang, bantuan dan semangat
sehingga penulisan ini bisa selesai.
13.
Keponakanku Bastian Arga Prasetya dan Agnes Kinarsi Putri Diani yang
membuat keluarga ini menjadi lebih sempurna.
14.
Sahabat-sahabatku di Manajemen (khususnya Man C’05), Yani, Bayu, Guruh,
Icha, Virza, Titus, Komang, Adit, Cecep, Tino, Ega,Wibby, Dian, Evi, Ana,
Henny, Paula, Vivi, Vega, lenny, Tante Nana, teruskan perjuangan dan
cita-cita kalian terimakasih atas kebersamaan dan kerjasamanya selama ini.
15.
Sahabat-sahabatku di kos Beo’45,Uut, Pepy, Ima, Indry, Beny, Detha, Megha,
mbak Lia, Siska yang telah memberi dukungan dan arti persahabatan.I Miss U
all...
16.
Seluruh karyawan Apotek Celep Farma atas dukungan dan kerjasamannya
selama ini.
17.
Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah turut
membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna dan masih
banyak kekurangannya, maka penulis sangat mengharapkan saran dan kritikan demi
sempurnanya skripsi ini. Mudah-mudahan skripsi ini bermanfaat bagi penulis
khususnya dan bagi pembaca pada umumnya, dan kiranya skripsi ini dapat menjadi
salah satu sumbangan bagi ilmu pengetahuan.
Yogyakarta,25
Juli
2011
xi
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL……… i
HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING……
ii
HALAMAN PENGESAHAN………. iii
HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN………... iv
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA……….
v
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ……….. vi
ABSTRAK………
vii
ABSTRACT……… viii
KATA PENGANTAR………
ix
DAFTAR ISI…….……… xi
DAFTAR TABEL………... xiv
DAFTAR LAMPIRAN……….. xvii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah………
1
B.
Rumusan Masalah………..
3
C.
Pembatasan Masalah………..
3
D.
Tujuan Penelitian………
4
E.
Manfaat Penelitian……….. 4
xii
BAB II
LANDASAN TEORI
A.
Pengertian Manajemen Personalia………….
7
B.
Lingkungan Kerja………..
8
C.
Karakteristik Individu………
13
D.
Kinerja Karyawan……….
14
E.
Kerangka Pemikiran Teoritis………
17
F.
Hipotesis Penelitian………..
19
BAB III
METODE PENELITIAN
A.
Jenis Penelitian………...
20
B.
Tempat dan Waktu Penelitian………
20
C.
Subjek dan Objek Penelitian………..
20
D.
Variabel Penelitian……….
21
E.
Populasi dan sampel………..
25
F.
Sumber Data……….
26
G.
Teknik Pengumpulan data………
26
H.
Teknik Pengujian Instrumen………
27
I.
Teknik Analisis Data………
29
BAB IV
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A.
Sejarah Perkembangan Bakpia japon………..
33
B.
Lokasi Perusahaan………
38
C.
Struktur Organisasi Perusahaan………
38
xiii
E.
Pemasaran………
43
F.
Penerapan harga dan Karakteristik Produksi…
44
BAB V
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A.
Uji Instrumen Penelitian………
46
B.
Deskripsi hasil Penelitian………..
48
C.
Deskripsi responden………..
48
D.
Analisis data………..
50
E.
Pengujian hipotesis………
68
F.
Pembahasan………
69
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan………
73
B.
Saran………..
74
C.
Keterbatasan………..
75
DAFTAR PUSTAKA………
76
xiv
DAFTAR TABEL
Tabel V.1
Tabel hasil Uji Validitas Instrumen………
46
Tabel V.2
Tabel hasil Uji reliabilitas Instrumen……….
47
Tabel V.3
Tabel karakteristik usia responden………
48
Tabel V.4
Tabel Karakteristik Jenis Kelamin Responden…….
48
Tabel V.5
Tabel Status Perkawinan Responden………
49
Tabel V.6
Tabel Karakteristik Pendidikan Terakhir Responden
49
Tabel V.7
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Perasaan Nyaman dan Aman di Tempat Kerja
50
Tabel V.8
Tabel Tanggapan Responden
Tentang kecocokan pekerjaan karyawan...
51
Tabel V.9
Tabel Tanggapan Responden
Tentang jaminan keamanan kerja...
51
Tabel V.10
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Keamanan di Tempat Kerja...
52
Tabel V.11
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Ruang Gerak Karyawan...
52
Tabel V.12
Tabel Tanggapan Responden
Tentang hubungan atasan dengan karyawan...
53
Tabel V.13
Tabel Tanggapan Responden
Tentang hubungan antar karyawan………
53
Tabel V.14
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Penerangan di Tempat Kerja...
54
Tabel V.15
Tabel Tanggapan Responden
xv
Tabel V.16
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Warna yang dipakai di Tempat Kerja...
55
Tabel V.17
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Suara Bising di Dalam Pabrik...
56
Tabel V.18
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Suhu dan Sirkulasi Udara di Tempat Kerja...
56
Tabel V.19
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Sarana kamar mandi Karyawan...
57
Tabel V.20
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Kantin di Tempat Kerja...
57
Tabel V.21
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Tunjangan Kesehatan di Tempat Kerja...
58
Tabel V.22
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Kondisi Ruangan Kerja...
59
Tabel V.23
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Kebersihan di lingkungan kerja...
59
Tabel V.24
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Kesesuaian Pekerjaan dengan Tingkat Pendidikan 60
Tabel V.25
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Pengalaman Kerja di Tempat Lain...
61
Tabel V.26
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Perasaan Senang dan Semangat Bekerja... 61
Tabel V.27
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Pengabdian pada Perusahaan...
62
Tabel V.28
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Perasaan Dihargai oleh Atasan………... 62
Tabel V.29
Tabel Tanggapan Responden
xvi
Tabel V.30
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Kerjasama dengan Rekan Kerja...
64
Tabel V.31
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Bakat dan Minat...
64
Tabel V.32
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Pelajaran dan Pengalaman...
65
Tabel V.33
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Potensi Diri………..
65
Tabel V.34
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Keadilan dalam Pemberian Gaji………..
66
Tabel V.35
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Ketelitian dalam Bekerja...
66
Tabel V.36
Tabel Tanggapan Responden
Tentang Ketepatan dalam Menyelesaikan Tugas...
67
xvii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran I
Surat Permohonan Permohonan penulisan Kuesioner
Lampiran II
Kuesioner
Lampiran III Rekapitulasi Hasil Try Out Kuesioner
Lampiran IV Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
Lampiran V Rekapitulasi hasil Kuesioner
Lampiran VI Deskripsi karakteristik Responden
Lampiran VII Deskripsi Jawaban Responden tentang Lingkungan Kerja Non Fisik
Lampiran VIII Deskripsi jawaban Responden tentang Lingkungan Kerja Fisik
Lampiran IX Deskripsi Jawaban Responden tentang Karakteristik Individu
Lampiran X Deskripsi Jawaban Responden tentang Kinerja Karyawan
Lampiran XI Hasil Uji Regresi Linier Berganda
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sumberdaya manusia merupakan satu aset yang paling berharga yang
dimiliki oleh suatu instansi, organisasi atau perusahaan, karena keberadaannya
sangat menentukan terhadap dinamisasi mobilisasi perusahaan. Oleh sebab itu,
banyak perusahaan yang selalu berusaha meningkatkan kualitas
sumberdayanya supaya dapat menjalankan aktivitas kerjanya dengan
maksimal. Salah satu upaya yang dilakukan oleh perusahaan adalah program
kualitas kehidupan kerja,di mana program ini terfokus pada penciptaan
suasana lingkungan kerja yang manusiawi.
Melihat dari pentingnya peranan sumber daya manusia dalam
organisasi,maka sumber daya manusia harus dikelola dengan baik.Begitu
halnya dalam suatu perusahaan, di mana banyak konsumen atau pelanggan
yang membutuhkan produk mereka. Untuk itu seorang pemimpin perusahaan
juga harus memikirkan tingkat kinerja karyawannya
Di sisi yang lain perusahaan tidak mungkin mengoperasikan kegiatannya
tanpa adanya manusia, karena faktor tenaga kerja manusia memegang peranan
yang sangat penting dalam pencapaian tujuan perusahaan.
Setiap manusia mempunyai watak dan perilaku yang berbeda, di sebabkan
karena beberapa hal, misalnya latar belakang pendidikan, keterampilan, watak
dasar maupun faktor-faktor lainnya dari tenaga kerja itu sendiri. Keberagaman
bukan saja berdampak pada hasil yang akan dicapai perusahaan, tetapi juga
bagi masyarakat yang membutuhkan produk perusahaan tersebut. Suatu
perusahaan bagaimanapun majunya teknologi yang dimiliki tanpa ditunjang
dengan dan oleh tenaga kerja yang cakap maka kemungkinan besar sasaran
dari perusahaan tidak akan tercapai. Tenaga kerja yang bekerja sesuai dengan
fungsinya (the right man in the right place) akan menunjang tercapainya
keberhasilan tujuan perusahaan.
Selain itu Lingkungan kerja juga akan mendukung tingkat kinerja para
karyawan.Lingkungan kerja yang baik dan memuaskan karyawan tentu akan
meminimalisir atau menekan kinerja karyawan yang kurang melayani
konsumen atau masyarakat dengan baik.Begitu juga sebaliknya, keadaan
lingkungan kerja yang nyaman, aman dan mendukung akan membuat
karyawan baik yang berada di bagian produksi menjadi semakin ramah,
bersemangat dan bergairah dalam melayani konsumen dan juga masyarakat
sekitarnya.Hal ini dapat memberi pengaruh positif bagi kondisi psikologis
karyawan.
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk melihat bagaimana
pengaruh lingkungan kerja dan karakteristik individu terhadap kinerja
karyawan bagian produksi, yang menurut penulis karyawan bagian produksi
tersebut sangat berpengaruh terhadap kualitas produk pada perusahaan Bakpia
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KARAKTERISTIK
INDIVIDU TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN
PRODUKSI: Studi Kasus pada Bakpia Japon, Lopati, Trimurti,
Srandakan, Bantul, Yogyakarta.”
B. Rumusan Masalah
1. Apakah ada pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan
bagian Produksi pada Bakpia Japon?
2. Apakah ada pengaruh karakteristik individu terhadap kinerja karyawan
bagian Produksi Bakpia Japon?
C. Pembatasan Masalah
Penelitian ini dibatasi pada masalah :
1. Lingkungan kerja terdiri atas lingkungan kerja fisik ( meliputi
ketersediaan kamar kecil, tingkat kebisingan, penerangan, tata letak
ruangan, sirkulasi udara,dll ) dan lingkungan kerja non fisik ( meliputi
hubungan karyawan dengan atasan, hubungan antar karyawan ).
2. Karakteristik individu meliputi latar belakang pendidikan,
keterampilan, watak dasar, pengalaman dan masa kerja.
3. Tingkat kinerja karyawan yang disebabkan oleh lingkungan kerja dan
Di mana seorang karyawan dapat dikelompokkan ke dalam tingkatan
kinerja tertentu dengan melihat aspek-aspeknya, seperti tingkat efektifitas
yang dapat dilihat dari sejauh mana seorang karyawan dapat
memanfaatkan simber-sumber daya untuk melaksanakan tugas-tugas yang
sudah direncanakan, serta cakupan sasaran yang bisa di layani, di samping
itu juga unsur keamanan-kenyamanan dalam pelaksanaan pekerjaan.
D. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui pengaruh dari lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan
bagian produksi Bakpia Japon.
2. Mengetahui pengaruh karakteristik individu terhadap kinerja karyawan
bagian produksi Bakpia Japon.
E. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai berikut :
1.Bagi Bakpia Japon
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan
yang berguna bagi pihak Bakpia Japon dan dapat mengetahui
pengaruh lingkungan kerja dan karakteristik individu terhadap
2. Bagi Universitas Sanata Dharma
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan
referensi bagi penyusun skripsi dalam bidang yang sama maupun
bagi pihak yang membutuhkan.
3. Bagi Penulis
Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengukur dan
mengetahui sejauh mana ilmu yang diperoleh khususnya mata
kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia dapat diserap dan
diterapkan dalam sebuah kasus nyata mengenai pengaruh dari
liungkungan kerja dan karakteristik individu terhadap kinerja
karyawan.
F. Sistematika Penulisan
Bab I : Pendahuluan
Bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan
masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian,
dan sistematika penulisan.
Bab II : Landasan Teori
Dalam bab ini dikemukakan tentang teori-teori pengertian
manajemen Sumber Daya Manusia, lingkungan kerja,
Karakteristik individu, kinerja karyawan, kerangka teoritis
Bab III :Metode Penelitian
Dalam bab ini dikemukakan mengenai jenis penelitian, subyek
dan obyek yang diteliti, waktu dan lokasi, variabel penelitian,
sampel dan populasi, teknik pengambilan sampel, definisi
operasional, teknik pemgumpulan data, teknik pengujian
instrumen, dan teknik analisis data.
Bab IV : Gambaran Umum Perusahaan
Bab ini berisikan tentang gambaran umum perusahaan yang
meliputi sejarah pengembangan perusahaan, visi dan misi
perusahaan, tujuan pendirian, lokasi unit, perkembangan
perusahaan, operasional perusahaan, struktur organisasi,
personalia dan pemasaran.
Bab V : Analisis Data
Bab ini mengemukakan tentang menganalisis data-data yang telah
dikumpulkan berdasarkan teknik analisis data yang sudah
ditentukan serta pembahasannya.
Bab VI : Kesimpulan, Saran dan Keterbatasan penelitian
Bab ini merupakan bab penutup yang berisikan kesimpulan, saran
yang dapat bermanfaat bagi pihak-pihak terkait serta keterbatasan
7 BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen (management) merupakan proses pendayagunaan bahan
baku dan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.
Esensi manajemen adalah aktivitas bekerja melalui orang lain untuk
mencapai berbagai tujuan organisasi.
Manajemen sumber daya manusia merupakan rangkaian aktivitas
organisasi yang diarahkan untuk menarik, mengembangkan, dan
mempertahankan tenaga kerja yang efektif.Manajemen Sumber daya manusia
diperlukan dalam konteks lingkungan yang kompleks dan terus berubah.
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah pendayagunaan,
pengembangan, penilaian, Pemberian jasa, dan pengelolaan individu anggota
organisasi atau kelompok karyawan (Simamora, 2004:5).
Manajemen personalia adalah seni dan ilmu memperoleh, memajukan, dan
memanfaatkan tenaga kerja sedemikian rupa sehingga tujuan suatu organisasi
dapat direalisir secara berdaya guna dan berhasil guna dan adanya kegairahan
kerja dari para tenaga kerja (Manullang, 2004 : 7).
Simamora (2004:5) menyebutkan bahwa ada empat hal yang kian penting
berkenaan dengan manajemen sumber daya manusia :
1. Penekanan yang lebih dari biasanya terhadap pengintegrasian
berbagai kebijakan sumber daya manusia dengan perencanaan
2. Tanggung jawab pengelolaan sumber daya manusia tidak lagi
terletak hanya pada manajer khusus, tetapi sekarang dianggap
terletak pada manajemen lini senior.
3. Perubahan fokus dari hubungan serikat pekerja-manajemen
menjadi hubungan manajemen-karyawan, dari kolektivisme
menjadi individualisme.
4. Terdapat aksentuasi pada komitmen dan melatih inisiatif di
mana manajer berperan sebagai penggerak dan fasilitator.
B. Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja daripada para karyawan akan mempunyai pengaruh
yang tidak kecil terhadap jalannya operasi perusahaan. Lingkungan kerja ini
yang akan mempengaruhi para karyawan perusahaan, sehingga dengan
demikian baik langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi
produktivitas perusahaan. Lingkungan kerja yang baik dan memuaskan para
karyawan tentu akan meningkatkan produktivitas kerja daripada karyawan.
Sebaliknya lingkungan kerja yang tidak baik akan menurunkan produktivitas
perusahaan.
1. Pengertian Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para
pekerja dan yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan
a. Lingkungan Kerja Fisik
Merupakan hal atau sesuatu yang ada di sekitar para pekerja yang
dapat dirasakan secara fisik melalui indera dan dapat mempengaruhi
diri pekerja dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan.
b. Lingkungan Kerja Non Fisik
Merupakan hal atau sesuatu yang ada di sekitar pekerja yang hanya
dapat dirasakan secara psikologis tidak dengan indera dan dapat
mempengaruhi pekerja dalam menjalankan tugas-tugas yang
dibebankan.
2. Arti Penting Lingkungan Kerja
Semangat dan kegairahan kerja karyawan dalam menjalankan
tugas-tugas yang dibebankan dipengaruhi banyak faktor.Salah satu
faktor tersebut adalah lingkungan kerja.Faktor ini penting dan besar
pengaruhnya,namun banyak perusahaan maupun instansi-instansi
lainnya yang kurang memperhatikan faktor ini.Dengan demikian dapat
dimengerti bahwa lingkungan kerja juga dapat mempengaruhi tingkat
kinerja karyawan.
3. Faktor-faktor yang termasuk lingkungan kerja
Ada beberapa faktor yang dapat dimasukkan ke dalam
lingkungan kerja serta besar pengaruhnya terhadap pekerja.
Menurut Agus Ahyari, faktor tersebut antara lain sebagai
a. Penerangan
Penerangan dari ruang kerja pabrik/perusahaan merupakan
faktor yang penting untuk meningkatkan produktivitas kerja
para karyawan. Dengan penerangan yang baik ini para
karyawan akan dapat bekerja dengan baik dan teliti sehingga
hasil kerja para karyawan itu mempunyai kualitas yang cukup
baik. Hal ini berarti bahwa penerangan tempat kerja ini sangat
membantu berhasilnya kegiatan-kegiatan operasi perusahaan.
Sistem penerangan yang baik untuk ruang kerja para karyawan
ini besar manfaatnya bagi perusahaan sehingga dapat
mendorong para karyawan untuk bekerja dengan lebih baik
disertai tingkat keamanan yang lebih tinggi.
Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan adanya
sistem penerangan yang baik antara lain adalah :
1) Menaikkan tingkat produksi perusahaan
2) Memperbaiki kualitas pekerjaan para karyawan
3) Mengurangi tingkat kecelakaan yang terjadi.
4) Memudahkan pengamatan dan pengawasan.
5) Mempertinggi gairah kerja dari para karyawan.
6) Menekan Biaya Produksi.
b. Suhu Udara
Suhu udara atau temperatur ruang kerja para karyawan
para karyawan perusahaan. Suhu udara yang terlalu panas akan
menurunkan gairah kerja, sehingga kesalahan yang diperbuat
oleh para karyawan akan bertambah.Hal ini berarti akan
menurunkan produktivitas perusahaan.
Berbagai jalan yang dapat ditempuh untuk
pengaturan suhu udara ini antara lain adalah :
1) Ventilasi yang cukup pada gedung pabrik.
2) Pemasangan kipas angin
3) Pemasangan A.C.
4) Pemasangan alat pengatur kelembaban udara.
c. Suara Bising
Pada umumnya dalam menjalankan proses produksi,
perusahaan akan mengeluarkan suara-suara bising dari
mesin-mesin perusahaan. Suara bising yang terus-menerus akan
menganggu kesehatan para karyawan terutama pendengaran
karyawan. Oleh karena itu Penanggulangan suara bising juga
diperlukan dalam perencanaan lingkungan kerja yang
menyangkut kondisi kerja ini.
Pengaturan dan pengendalian suara ini adalah untuk menjaga
agar kepekaan para karyawan tetap dalam kondisi yang
baik.Dengan demikian sebagai akibatnya adalah turunnya
Beberapa metode untuk pengurangan suara bising ini antara
lain adalah :
a) Pengendalian sumber suara
b) Isolasi dari suara
c) Penggunaan peredam suara
d) Pemakaian alat perlindungan telinga
d. Penggunaan Warna
Pemilihan warna dalam ruang kerja perusahaan akan
mempengaruhi kondisi kerja para karyawan pula. Warna yang
dipergunakan dalam ruang kerja ini erat hubungannya dengan
sistem penerangan dalam ruang kerja perusahaan terutama
untuk sistem penerangan yang mempergunakan dinding atau
atap sebagai pembaur sinar.
e. Ruang gerak yang diperlukan
Untuk dapat bekerja dengan baik, ruang gerak daripada
para karyawan sangat perlu diperhatikan. Terlalu sempitnya
ruang gerak dari karyawan ini akan mengakibatkan karyawan
tidak dapat bekerja dengan baik. Akan tetapi ruang yang terlalu
besar akan mengakibatkan pemborosan bagi perusahaan.Oleh
karena itu ruang gerak yang disediakan untuk para karyawan
ini perlu direncanakan dengan baik agar para karyawan dapat
bekerja dengan baik, tetapi perusahaan masih dapat
f. Keamanan Kerja
Dalam perencanaan lingkungan kerja, keamanan dari para
karyawan sangat perlu diperhatikan. Perencanaan keamanan
kerja ini sangat erat hubungannya dengan disiplin kerja dan
peningkatan gairah kerja dari para karyawan. Dengan
keamanan kerja yang baik maka para karyawan akan menjadi
lebih senang dan bersemangat dalam malaksanakan
pekerjaan.Dengan demikian maka tanpa adanya keamanan
kerja bagi para karyawan ini, produktivitas perusahaan akan
menjadi turun.
C. Karakteristik Individu
Sumber daya yang terpenting dalam suatu organisasi adalah sumber daya
manusia, orang-orang yang memberikan tenaga, bakat, kreativitas dan usaha
mereka kepada organisasi agar suatu organisasi dapat tetap eksistensinya.
Setiap manusia mempunyai karakteristik individu yang berbeda-beda antara
yang satu dengan yang lainnya. Karakteristik individual menurut Stoner (
1986: 422 ) adalah keinginan, sikap dan kebutuhan seseorang yang dibawa
kedalam situasi kerja.
Lebih lanjut (Robbins,1996:78-100), mengemukakan bahwa variabel
ditingkat individu meliputi karakteristik biografis, kemampuan, kepribadian
dan pembelajaran. Sedang karakteristik biologis meliputi : usia, jenis
kelamin, status perkawinan, banyaknya tanggungan dan masa kerja dengan
Dari uraian di atas, terlihat bahwa setiap karyawan sebagai individu
memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Perbedaan ini menggambarkan
bahwa karakteristik individu tidak sama antara karyawan satu dengan
karyawan lainnya.
Sedangkan karakteristik individu yang dianggap berpengaruh terhadap
kinerja karyawan adalah Jenis kebutuhan, yang menurut Maslow (Gibson,
1996:189-190) menyatakan bahwa kebutuhan manusia di bagi atas :
1. Fisiologis : Makanan, Minuman, Tempat tinggal dan kesehatan.
2. Keamanan dan Keselamatan : Kebutuhan untuk kemerdekaan dari
ancaman yaitu keamanan dari kejadian atau lingkungan yang
mengancam.
3. Rasa memiliki : Sosial dan kasih sayang, kebutuhan atas persahabatan,
berkelompok, interaksi, dan kasih sayang.
4. Penghargaan : Kebutuhan atas harga diri dan penghargaan dari pihak
lain.
5. Aktualisasi diri : Kebutuhan untuk memenuhi diri seseorang melalui
mamaksimalkan penggunaan kemampuan, keahlian dan profesi.
D. Kinerja Karyawan
1. Pengertian Kinerja
Masing-masing anggota organisasi memiliki dorongan yang
berbeda-beda agar karyawan mau bekerja dengan baik. Yang di
merupakan kesediaannya untuk mengeluarkan tingkat upaya yang
lebih tinggi kearah tercapainya sasaran bahkan tujuan organisasi.
Menurut Simamora ( 2004:409), Kinerja karyawan adalah
tingkat terhadapnya para karyawan mencapai persyaratan pekerjaan.
2. Unsur-unsur kinerja karyawan
Ada beberapa unsur yang dapt kita lihat dari kinerja seorang
karyawan :
a. Seorang karyawan dapat dikelompokkan ke dalam
tingkatan kinerja tertentu dengan melihat
aspek-aspeknya, seperti : tingkat efektifitas, efisiensi,
keamanan dan kepuasan pelanggan yang di layani.
b. Tingkat efektifitas dapat dilihat dari sejauh mana
seorang karyawan dapat memanfaatkan
sumber-sumber daya untuk melaksanakan tugas-tugas yang
sudah direncanakan, serta cakupan sasaran yang bisa
di layani.
c. Unsur keamanan-kenyamanan dalam pelaksanaan
pekerjaan, mengandung dua aspek, baik aspek
keamanan-kenyamanan bagi karyawan maupun bagi
pihak yang di layani. Dalam hal ini penilaian aspek
keamanan-kenyamanan menunjuk pada keberadaan
dan kepatuhan pada standar pelayanan maupun
3. Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja merupakan suatu proses organisasi dalam menilai
unjuk kerja pegawainya. Tujuan dilakukan penilaian kinerja secara
umum adalah untuk memberikan feedback kepada pegawai dalam
upaya memperbaiki tampilan kerjanya dan upaya meningkatkan
produktivitas organisasi dan secara khusus dilakukan dalam kaitannya
dengan berbagai kebijaksanaan terhadap pegawai seperti untuk tujuan
promosi, kenaikan gaji, pendidikan dan latihan. Sehingga penilaian
kinerja dapat menjadi landasan untuk penilaian sejauh mana kegiatan
MSDM seperti, perekrutan, seleksi, penempatan, dan pelatihan
dilakukan dengan baik, dan apa yang akan dilakukan kemudian seperti
dalam penggajian, perencanaan karier,dan lain-lain.
Menurut Simamora(2004:338), Penilaian Kinerja adalah proses
yang dipakai oleh organisasi untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja
individu karyawan.
Menurut Handoko (1999:138), Penilaian kinerja hendaknya
memberikan suatu gambaran yang akurat mengenai kinerja karyawan.
Untuk dapat mencapai tujuan ini sistem-sistem penilaian harus
berhubungan dengan pekerjaan, praktis, mempunyai standar dan
E. Kerangka Pemikiran Teoritis
Pengaruh lingkungan kerja dan karakteristik individu terhadap kinerja
karyawan
Dari semua yang telah diuraikan di atas, penulis membuat kerangka
pemikiran teoritis untuk memberikan alur atau arah penulisan karya penelitian
tersebut yang merupakan ringkasan kecil dari apa yaang hendak penulis
Link
Lingk kerja fisik Meliputi :
-Penerangan lampu
-tata letak peralatan kerja di ruangan
-pewarnaan ruangan kerja - ketersediaan kamar mandi - Suhu/sirkulasi udara -tunjangan kesehatan -tingkat kebisingan -Luasnya ruangan kerja -kebersihan
Karakteristik ind Meliputi : 1.karakteristik biografis:
- kemampuan - kepribadiaan - tk.pendidikan 2.karakteristik biologis:
- usia
- jenis kelamin -status perkawinan Ling
Dari gambar di atas menyatakan bahwa dalam suatu perusahaan
terdapat lingkungan kerja yang terdiri dari lingkungan kerja fisik dan
lingkungan kerja non fisik yang dapat mempengaruhi tingkat kinerja
para karyawannya, selain itu juga para karyawan memiliki
karakteristik sendiri-sendiri yang berbeda antara karyawan yang satu
dengan karyawan yang lainnya.
G. Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah jawaban sementara atas permasalahan penelitian yang
masih harus dibuktikan kebenarannya ( Hariwijaya dan Tirton P.B.2007:50)
Berdasarkan pada perumusan masalah dan landasan teori, maka
penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut :
1. Lingkungan kerja berpengaruh terhadap tingkat kinerja
karyawan.
2. Karakteristik individu berpengaruh terhadap tingkat
20 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian yang dilakukan penulis berupa studi kasus. Yang dimaksud
studi kasus adalah suatu penelitian yang dilakukan terhadap objek tertentu
yang populasinya terbatas, sehingga kesimpulan yang diambil terbatas pada
objek yang diteliti.( Sugiyono, 2005:50). Tujuan penelitian studi kasus
adalah memberikan gambaran secara mendetail latar belakang, sifat-sifat
serta karakter yang khas dari kasus maupun status dari individu yang
kemudian hasilnya dijadikan suatu hal yang bersifat umum (Iqbal Hasan
2002:14).
B. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada perusahaan Bakpia Japon yang beralamat
di Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul, Yogyakarta.
2. Waktu penelitian
Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2010.
C. Subjek dan Objek Penelitian
1. Subjek Penelitian
Subjek penelitian yang dimaksud adalah para karyawan bagian
2. Objek Penelitian
Objek penelitiannya adalah lingkungan kerja, karakteristik individu
dan kinerja karyawan.
D. Variabel Penelitian
1. Identifikasi Variabel
a. Variabel Bebas
Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi
variabel lain, yang menjadi variabel bebas dalam
penelitian ini adalah lingkungan kerja dan karakteristik
individu.
b. Variabel Terikat
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi
variabel lain, yang menjadi variabel terikat dalam
penelitian ini adalah tingkat kinerja karyawan.
2. Definisi Operasional
Definisi operasional adalah suatu definisi yang dinyatakan
dalam kriteria atau operasi yang dapat diuji secara khusus,
(Donald R. Cooper dan C. William Emory, 1996:37).
a. Lingkungan Kerja
Lingkungan Kerja adalah segala sesuatu yang ada di
sekitar para pekerja dan yang dapat mempengaruhi
dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang
lingkungan kerja non fisik meliputi; kenyamanan kerja,
kecocokan kerja, jaminan keamanan, kebebasan
karyawan, hubungan karyawan dengan atasan dan
hubungan antar karyawan. Sedangkan lingkungan kerja
non fisik meliputi; penerangan, tata letak peralatan,
pewarnaan ruangan, ketersediaan kamar mandi, sirkulasi
udara, tunjangan kesehatan, tingkat kebisingan, luasnya
ruangan kerja dan kebersihan.
b. Karakteristik Individu
Karakteristik Individu adalah keinginan, sikap dan
kebutuhan seseorang yang dibawa kedalam situasi
kerja.(Stoner, 1986:422). Dalam penelitian ini yang
dimaksud dengan karakteristik individu dibagi menjadi
dua yaitu; karakteristik biografis dan karakteristik
biologis. Karakteristik biografis meliputi; kemampuan,
kepribadian, dan tingkat pendidikan. Sedangkan
karakteristik biologis meliputi; usia, jenis kelamin, dan
status perkawinan.
c. Kinerja Karyawan
Pengertian Kinerja karyawan dalam penelitian ini
adalah hasil kerja para karyawan dalam pencapaian
tugas-tugas yang harus di kerjakan dalam perusahaan
yang dimaksud kinerja karyawan meliputi; tingkat
efektifitas, kedisiplinan, kerjasama dengan karyawan
lain, dan pengalaman kerja.
3. Pengukuran Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat variabel bebas (X) yaitu
lingkungan kerja dan karakteristik individu. Sedangkan untuk
variabel terikat (Y) adalah kinerja karyawan.Untuk mengukur
variabel penelitian, penulis menggunakan daftar pertanyaan yang
terdiri atas dua kelompok.
a. Kelompok pertama yang terdiri atas dua variabel, yaitu
lingkungan kerja dan karakteristik individu.
Pengukuran menggunakan skala Likert (Iqbal Hasan,
2002:72),dengan lima alternatif pilihan jawaban yang di
susun secara bertingkat. Pengukuran dinyatakan dalam
bentuk skor, setiap pernyataan diberi lima pilihan
jawaban dan di beri skor satu sampai lima, sesuai dengan
Pernyataan Skor
Sangat Setuju (SS) 5
Setuju (S) 4
Ragu-Ragu (RR) 3
Tidak Setuju (TS) 2
Sangat Tidak Setuju (STS) 1
b..Kelompok kedua terdiri atas satu variabel yaitui
tingkat kinerja karyawan. Pengukuran variabel tingkat
kinerja karyawan menggunakan skala Likert dengan
lima alternatif pilihan jawaban yang disusun secara
bertingkat. Pengukuran dinyatakan dalan bentuk skor,
setiap pernyataan diberi lima pilihan dan diberi skor satu
sampai lima, sesuai dengan sifat pernyataan yang
diajukan.
Pernyataan Skor
Sangat Setuju (SS) 5
Setuju (S) 4
Ragu-Ragu (RR) 3
Tidak Setuju (TS) 2
E. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek
atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu
yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulan (Sugiyono,2002:57).
Dengan demikian populasi yang akan digunakan penelitian bagi
penulis adalah seluruh karyawan bakpia japon.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari karakteristik yang menjadi
sumber data sebenarnya dalam suatu penelitian
(Sugiyono,2002:57).
Dengan demikian penulis melakukan pengumpulan data di
Bakpia Japon dengan menggunakan sampel sebanyak 30
responden.
3. Teknik Penentuan Sampel
Teknik yang digunakan dalam penentuan sampel adalah
random sampling, yaitu teknik penentuan sampel secara acak
dengan memperhatikan tingkatan atau kelas dan perbandingan
F. Sumber data
Sumber data primer adalah sumber data yang menghasilkan
data secara langsung dari subjek yang di teliti.
Sumber data sekunder adalah sumber data yang
menghasilkan data dari pihak lain baik berupa dokumentasi, data
yang telah diolah, maupun informasi mengenai sesuatu hal.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan sumber data
primer, yaitu dengan menyebarkan kuesioner secara langsung
kepada para karyawan Bakpia Japon.
G. Teknik Pengumpulan data
1. Observasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara teliti
dan sistematis dari gejala-gejala yang sedang diteliti.
2. Kuesioner
Kuesioner adalah daftar pernyataan tertulis yang digunakan
untuk memperoleh informasi dari responden.
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah teknik mengumpulkan data dengan
mengumpulkan dan mencatat data dari sumber catatan atau
H. Teknik Pengujian Instrumen
1. Uji Validitas
Validitas adalah ukuran yang menunjukkan tingkat
kevalitan atau kesahihan suatu instrumen. Uji validitas dalam
penelitian ini dijelaskan sebagai suatu derajat ketepatan alat
ukur penelitian tentang isi yang sebenarnya dari apa yang
diukur. Teknik yang digunakan untuk uji validitas ini adalah
korelasi product moment dari Pearson dengan tingkat
kepercayaan 95% (α = 0,05) dilakukan dengan cara
mengkorelasikan skor masing-masing item dengan skor
totalnya. Interpretasi hasil uji validitas dilakukan dengan
melihat nilai korelasi antara skor butir dengan skor total. Jika
nilai korelasi suatu butir > 0,4, maka dapat disimpulkan bahwa
butir tersebut adalah valid. Sebaliknya jika nilai korelasi suatu
butir < 0,4, maka disimpulkan bahwa butir tersebut tidak valid
(dinyatakan gugur).
Rumus yang dapat digunakan untuk mengukur validitas
suatu instrument adalah korelasi product moment (
Keterangan :
rxy = Koefisien korelasi tiap item
X = Jumlah alternatif jawaban yang dipilih setiap
responden dari setiap pertanyaan
Y = Jumlah total seluruh alternatif jawaban pada
seluruh pertanyaan yang dipilih oleh seluruh
responden.
N = jumlah responden
Instrumen penelitian dianggap valid bila r hitung (rxy) > r
tabel dengan menggunakan taraf kesalahan 5% (taraf
kepercayaan 95%).
2.Uji reliabilitas
Uji Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh
mana suatu alat pengukuran dapat dipercaya atau diandalkan
untuk menguji validitas, artinya reliabilitas menunjukkan
konsistensi suatu alat ukur di dalam mengukur gejala yang sama.
Pengukuran ini menggunakan teknik korelasi product
moment dari Karl person.
[
∑
−∑
∑
][
∑ ∑
∑
−∑
]
rxy = Koefisien korelasi tiap item
Y = nilai item bernomor genap
N = Banyaknya responden
Setelah korelasi bernomor ganjil dan bernomor genap di
dapat maka dimasukkan ke dalam rumus Spearman Brown untuk
mencari koefisien reliabilitas.
Rgg =
Rgg = Reliabilitas Instrumen
rxy= Koefisien korelasi pengukuran
Interpretasi hasil uji reliabilitas dilakukan dengan
melihat nilai alpha. Jika nilai alpha suatu instrumen
kuesioner > 0,6, maka dapat disimpulkan bahwa instrumen
kuesioner tersebut adalah reliabel. Sebaliknya jika nilai
alpha suatu butir < 0,6, maka disimpulkan bahwa instrumen
kuesioner tersebut tidak reliabel.
I. Teknik Analisis Data
Untuk menjawab masalah, dan membuktikan kebenaran hipotesis
digunakan sebuah metode statistik yaitu regresi linier berganda.Metode
statistik ini digunakan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja (X1), dan
karakteristik individu (X2) terhadap kinerja karyawan (Y).
Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam menjawab
1. Dalam menjawab masalah pertama, apakah ada pengaruh
lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, dan masalah
kedua, apakah ada pengaruh karakteristik individu terhadap
kinerja karyawan, yaitu tentang pengaruh variabel bebas (X1
dan X2) terhadap variabel terikat (Y) digunakan metode
rumus regresi linier berganda (Sugiyono, 2005:211).
Cara yang digunakan adalah dengan rumus sebagai berikut:
Y=a+ b1 X1 + b2 X2
keterangan
Y : Kinerja Karyawan
X 1: Lingkungan kerja
X2: Karakteristik individu
bi : Koefisien regresi
i = 1,2
a : Konstanta
2. Untuk menguji koefisien signifikansi dari regresi variabel
bebas dengan variabel terikat digunakan uji F. Uji F
digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh signifikan
variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat.Untuk
mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel terikat terhadap
variabel bebas secara bersama-sama digunakan uji F dengan
a. Hipotesis stastistik:
Ho : b1, b2 = 0, artinya Variabel lingkungan kerja dan
karakteristik individu tidak berpengaruh secara
simultan terhadap kinerja karyawan.
Ha : b1, b2 ≠ 0, artinya Variabel lingkungan kerja dan
karakteristik individu secara simultan berpengaruh
terhadap kinerja karyawan.
b. Menentukan tungkat signifikansi:
Tingkat signifikansi menggunakan 5% atau 0,05.
c. Menentukan nilai F hitung untuk menguji signifikansi
dari koefisien regresi antara variabel independent yaitu
lingkungan kerja dan karakteristik individu dengan variabel
dependentnya kinerja karyawan, dengan rumus (Djarwanto,
2001:193);
m = banyak prediktor
R2= Koefisien korelasi antara kriterium dengan
d. Menentukan F tabel yang diperoleh dari tabel distribusi F
dengan memberikan taraf signifikansi 5% (0,05) dan derajat
kebebasannya (n-k-1).
e. Menentukan Kriteria pengujian
Ho ditolak dab Ha diterima jika Fhitung > Ftabel
Ho diterima dan Ha ditolak jika Fhitung ≤ Ftabel
f. Pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan
perbandingan antara nilai F hitung dengan F tabel.
Jika Ho diterima maka lingkungan kerja dan
karakteristik individu secara simultan tidak berpengaruh
terhadap kinerja karyawan.
Jika Ho ditolak maka lingkungan kerja dan
karakteristik individu secara simultan berpengaruh terhadap
33 BAB IV
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah Perkembangan Perusahaan Bakpia Japon
Pertama kali usaha Bakpia Japon mulai dirintis adalah pada tahun 2004
oleh bapak Harto Suwarno / bapak Japon. Bakpia Japon merupakan usaha dalam
bentuk perorangan yang dipimpin sendiri oleh bapak Harto Suwarno, yang
merupakan pemilik tunggal. Pada tahun 2004 bapak Harto Suwarno mulai
menekuni usaha bakpia, dengan tekad bulat dia berniat ingin mengembangkan
usahanya. Bersama dengan ke-3 anak-anaknya dan dibantu dengan istrinya pula
yaitu ibu Suwarni, mereka mulai memproduksi bakpia. Karena profesi ibu
Suwarni sebagai pedagang di pasar maka itu dapat membantu proses pemasaran
mereka.Meskipun demikian sukses yang dinikmati sekarang ini juga bukan di
peroleh begitu saja. Pengusaha yang hanya tamatan SR ( Sekolah Dasar) ini
memanfaatkan pengalamannya yang dulu pernah bekerja sebagai tenaga lepas di
salah satu perusahaan bakpia. Ibarat peribahasa“ Sambil menyelam minum air“,
sambil bekerja pak Japon pun juga belajar untuk membuat bakpia.
Bapak Harto Suwarno bersama dengan istri dan anak-anaknya sepakat
memberi nama produk bakpia mereka dengan nama“ BAKPIA JAPON“. Usaha
itu pertama kali hanya dirintis oleh keluarga saja, jadi mereka belum punya
karyawan. Saling bahu membahu dan bekerja keras mereka lakukan untuk
memajukan usaha bakpia mereka. Karena waktu itu di sekitar mereka juga banyak
memasarkan produk bakpia mereka sangatlah berat. Mereka ingin meyakinkan
kepada konsumen bahwa produksi bakpia milik mereka berbeda dengan produk
bakpia yang lainnya, atau dengan kata lain mempunyai ciri khas tersendiri.
Mengingat wilayah tersebut merupakan sentra bakpia dengan sekitar 15
pengusaha maka Bakpia Japon ini merupakan produk bakpia dengan mempunyai
isi yang konsisten yaitu kacang hijau asli dan bahan baku yang berkualitas.
Dengan tetap mengedepankan bahan yang berkualitas dan hasil yang bermutu
tinggi tentunya dapat merebut hati dan sangat diminati oleh para konsumen.
Selain itu Bakpia Japon juga menyesuaikan diri dengan mematok harga murah
tetapi berkualitas, serta tetap menjaga mutu dan cita rasa yang khas. Konsumen
sudah bisa membawa pulang satu kotak bakpia isi 15 dengan harga Rp 8.500,-,
atau Rp. 10.000,- untuk isi 18 buah, dan Rp.12.000,- isi 20 buah. Dengan harga
per biji bakpia tersebut adalah sebesar Rp.500,- yang merupakan harga tetap, jadi
meskipun harga bahan baku naik maka angka itu diusahakan tidak akan berubah.
Bengan dibantu istrinya yaitu ibu Suwarni dan anak perempuannya yaitu
Siwi Atun yang kebetulan bekerja sebagai pedagang di pasar, mulailah
orang-orang mengenal Bakpia Japon.Selain itu juga dibantu anak menantunya yaitu
bapak M. Dalyono yang merupakan suami dari anaknya (Siwi Atun), melakukan
sistem pemasaran dengan menyebar brosur, memuat iklan di surat kabar bahkan
sampai memasang iklan di salah satu TV swasta lokal yang ada di Yogyakarta.
Memasuki tahun 2005 keberuntungan mulai menghampiri usaha bakpia
mereka. Konsumen mulai berdatangan silih berganti di toko mereka, selain itu
dus Bakpia Japon yang isi 15 dan isi 20. Dalam membuatnya juga sampai
menghabiskan 10-18 Zak tepung terigu SEGITIGA setiap hari untuk
memproduksi Bakpia Japon.
Pada tahun 2006 kita semua tahu bahwa tepatnya pada tanggal 27 Mei
2006 terjadi bencana gempa bumi yang menimpa wilayah Yogyakarta, Bantul dan
sekitarnya.Pada saat itu banyak orang-orang yang kehilangan tempat tinggal dan
bahkan kehilangan keluarganya.Termasuk juga perusahaan Bakpia Japon
ini.Rumah milik bapak Harto Suwarno termasuk juga pabrik yang sehari-harinya
digunakan untuk memproduksi bakpia yang di bangun sejak tahun 2004 itu rata
dengan tanah.Bahan-bahan yang di gunakan untuk membuat bakpia pun tertimbun
bangunan yang roboh akibat gempa tersebut. Meskipun akibat gempa bumi yang
memang menyedihkan itu dan tidak bisa di tolak, tidak menyurutkan semangat
bapak Harto Suwarno untuk tetap bangkit dan tidak putus asa. Awal
kebangkitannya adalah ketika melihat begitu banyak orang dari luar daerah yang
berdatangan ke lokasi bencana, membuatnya berfikir bahwa mereka adalah pasar
yang potensial untuk produknya tanpa harus meminta belas kasihan dari orang
lain ( bantuan dari orang lain). Dengan peralatan seadanya dan sisa stok terigu
yang masih sempat diselamatkan, mulailah pak Japon membuat bakpia dan
menjualnya di tenda penampungan. Ternyata hasilnya sangat di luar dugaan.
Orang-orang yang datang ke lokasi bencana dengan bermacam-macam
kepentingan itu memborong habis bakpianya setiap hari. Dan itu semua
merupakan berkah yang sangat besar bagi bapak Harto Suwarno/Japon sekeluarga
rumah yang runtuh akibat gempa tersebut dapat didirikan kembali sampai
sekarang ini dan bahkan lebih besar dan megah.
Saat ini kurang lebih sekitar 67 orang karyawan sudah di pekerjakan di
perusahaan Bakpia Japon tersebut. Sebagian karyawan berasal dari sekitar
kampung Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul, Yogyakarta, bahkan ada juga yang
berasal dari luar Bantul di antaranya adalah dari Wonosari, Klaten, Banjarnegara
dan Purworejo.Di samping itu yang berasal dari luar Bantul, perusahaan
menyediakan tempat tinggal untuk mereka. Perusahaan Bakpia Japon ini
mempunyai pedoman bahwa para karyawan tersebut adalah merupakan aset dari
usaha mereka untuk itu perusahaan memberikan prinsip keterbukaan, memberikan
pengarahan dan pengetahuan seluas-luasnya, sehingga semua karyawan
benar-benar paham akan kualitas produknya. Apabila perusahaan mengalami kemajuan
maka para karyawan akan memahami bahwa itu semua merupakan kerja baik dari
mereka semua. Untuk itu secara otomatis akan bisa meningkatkan kesejahteraan
para karyawan tersebut dan juga akan meningkatkan produktivitas kerja mereka di
perusahaan Bakpia Japon tersebut.
Dengan tetap menjaga mutu dan kualitas serta memenuhi standar
kesehatan, akhirnya banyak konsumen dan pecinta kuliner yang setia dengan
produk Bakpia Japon tersebut, di samping itu produk Bakpia Japon juga mendapat
perhatian langsung dari dinas kesehatan.
Dari tahun ke tahun usaha ini semakin berkembang, hal ini terbukti dengan
meningkatnya permintaan dari konsumen terhadap produk bakpia yang dihasilkan.
toko yang terletak di Jl. Raya Srandakan KM 1.5 (timur Perempatan Bandung),
Bantul, Yogyakarta.
Setiap badan usaha yang didirikan oleh swasta maupun pemerintah pasti
mempunyai tujuan, baik itu yang bertujuan mencari keuntungan maupun yang
tidak mencari keuntungan.
Adapun tujuan dari usaha Bakpia Japon ini adalah sebagai berikut ;
1. Untuk mendapatkan keuntungan.
2. Membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran dengan
menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat maupun yang dari
luar daerah.
3. Memenuhi kebutuhan masyarakat maupun wisatawan dalam
mengkonsumsi bakpia sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing.
4. Membantu program pemerintah dalam menggalakkan jiwa kemandirian
swasta.
5. Membantu pemerintah dalam menaikkan pendapatan perkapita Daerah
Istimewa Yogyakarta.
Berdasarkan tujuan tersebut di atas, yang selalu memacu
perusahaan untuk lebih meningkatkan usahanya supaya apa yang telah
ditargetkan atau direncanakan oleh perusahaan dapat tercapai dengan hasil
B.Lokasi Perusahaan
Penentuan lokasi perusahaan secara tepat dan terencana akan sangat
membantu kelancaran usaha perusahaan. Seperti halnya usaha bakpia yang
dimiliki bapak Japon yang pabrik atau tempat pembuatan produk bakpia yang
berada di dalam desa yang beralamat di Lopati, Trimurti, Srandakan Bantul,
Yogyakarta. Di daerah sekitar tempat itu merupakan sentra pembuatan bakpia,
jadi orang-orang yang membutuhkan bakpia pasti datang ke daerah itu untuk
membeli, karena banyak pesaing inilah yang membuat bapak japon sekeluarga
untuk membuat bakpia lain atau mempunyai ciri khas tersendiri dari produk
bakpia milik perusahaan lain.
Karena lokasi pabrik yang agak ke dalam, maka untuk memudahkan
pelanggan, kini Bakpia Japon mempunyai sebuah outlet atau toko yang lebih
mudah dijangkau dan strategis yaitu bertempat di Jl. Raya Srandakan KM 1.5 (
sebelah Timur Perempatan Bandung), Bantul, Yogyakarta.
C. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi merupakan kerangka antara hubungan satuan yang di
dalamnya terdapat tugas, tanggungjawab, wewenang, serta mempunyai peranan
tertentu dalam lingkungan yang merupakan satu kesatuan yang utuh.Di dalam
suatu organisasi terdiri dari berbagai macam orang yuang melaksanakan tugasnya
masing-masing sudah tentu menginginkan keteraturan dan kedisiplinan dalam
berbagai hal.
Organisasi dapat dikatakan setiap bentuk persekutuan yang bekerja sama
tugas para pekerja untuk mencapai tujuan. Salah satu saran agar organisasi dapat
berjalan baik haruslah dilaksanakan asas-asas organisasi. Bila struktur
organisasinya telah baik dan teratur maka orang-orang yang telah tergabung di
dalamnya dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik dan tidak
menunda-nunda pekerjaan, sehingga terjadi hubungan yang baik antar pekerja.
Perusahaan Bakpia Japon ini, pimpinan berhasil membina hubungan yang
baik dengan para pekerjanya secara kekeluargaan. Hal ini juga disebabkan karena
sebagian karyawan yang berasal dari luar daerah bertempat tinggal di sana
(perusahaan menyediakan tempat untuk beristirahat). Dan itu terbukti dengan
adanya kesadaran yang tumbuh dari para karyawan untuk mendukung
keberhasilan karyawan.
Struktur organisasi pada usaha bakpia Japon ini termasuk masih sangat
sederhana. Adapun pemipinnya adalah dari kalangan keluarga saja. Hal ini
disebabkan karena perusahaan Bakpia Japon ini memang perusahaan milik
keluarga bapak Harto Suwarno/ bapak Japon saja.
Masing-masing bagian pada struktur organisasi mempunyai tugas dan
kewajiban antara lain :
1. Pimpinan / pemilik usaha
a. Menyetujui atau mengambil suatu keputusan.
b. Menyelesaikan damn memutuskan suatu masalah dalam perusahaan.
2. Penanggungjawab perusahaan
a. Mewakili setiap kegiatan pinpinan jika pimpinan berhalangan hadir.
c. Mengawasi jalannya perusahaan.
d. Menentukan rencana dan kegiatan yang akan dilakukan perusahaan.
3. Bendahara
a. Mencatat penerimaan dan pengeluaran kas.
b. Memberikan gaji kepada karyawan
c. Menagih piutang perusahaan.
d. Bertanggung jawab atas segala bentuk transaksi yang telah dilakukan.
e. Mengawasi biaya produksi.
4. Sekertaris
a.Membuat surat-surat perjanjian atau transaksi baik kredit atau tunai.
b.Mengurus masalah kepegawaian
c.Mencatat absensi dan gaji karyawan.
5. Karyawan
a. Melayani pembelian
b. Mengantarkan produk bakpia sampai tujuan
STRUKTUR ORGANISASI
BAKPIA JAPON
LOPATI, TRIMURTI, SRANDAKAN, BANTUL, YOGYAKARTA
Gambar no.1 Bendahara Sekretaris
Karyawan Penanggung jawab Pemimpin/pemilik
Struktur Organisasi Bakpia Japon :
1. Pemilik usaha : Bp. Harto Suwarno/ Bp. Japon
2. Penanggung Jawab : Bp. Mohamad Dalyono
3. Bendahara : Ibu Suwarni
4. Sekertaris : Siwi Atun dan Dwiyanto
5.Karyawan
D. Personalia
Dalam hal ini akan dikemukakan mengenai nmasalah ketenaga kerjaan
perusahaan Bakpia Japon, Srandakan, Bantul.
1. Jumlah tenaga kerja
Jumlah tenaga kerja pada perusahaan Bakpia Japon ini
berjumlah 47 orang dan 20 orang tenaga sub kontrak. Jadi jumlah
keseluruhan adalah sebanyak 67 karyawan, adapun 20 orang
diantaranya yang menjadi tenaga sub kontrak adalah merupakan
karyawan free lance ( mereka bekerja apabila ada pesanan banyak dan
harus lembur).
2. Sistem pengupahan
Sistem pengupahan yang digunakan ada 2 macam yaitu :
a.Sistem bulanan
Sistem bulanan adalah gaji yang dibayarkan setiap tanggal 1 untuk
bulan yang akan datang. Gaji bulanan diberikan tergantung dari
b.Sistem harian
Sistem harian adalah upah yang dibayarkan setiap minggu.Upah
harian juga diberikan tergantung dari permintaan atau kesepakatan
awal dari masing-masing karyawan.Besarnya gaji ditentikan
berdasarkan banyaknya produksi atau jam lembur yang dihasilkan
oleh masing-masing karyawan itu sendiri.
3. Jaminan sosial
Selain gaji perusahaan juga memberikan tunjangan atau jaminan sosial
antara lain ;
a. Tunjangan hari raya dan tahun baru
b. Tunjangan kesehatan dan kecelakaan kerja
c. Jika ada karyawan yang meninggal dunia mendapat sumbangan
kematian
d. Disediakan tempat tinggal bagi karyawan dari luar daerah.
4. Jam Kerja
Jam kerja bagi para karyawan adalah setiap hari dari hari Senin
sampai Minggu. Jam produktiv kerja adalah dari jam 8.00-jam 16.00, atau
apabila ada pesanan banyak dan harus lembur tergantung juga dari
masing-masing karyawan mau pulang jam berapa.
E.Pemasaran
Pada perusahaan bakpia japon ini proses pemasarannya adalah
dengan sistem“ door to door“. Secara kebetulan saja ibu Suwarni (istri dari
bapak Japon) dan anak perempuannya (Siwi atun), berprofesi sebagai
pedagang di pasar. Jadi sembari berjualan bahan-bahan kebutuhan pokok
sehari-hari, ibu Suwarni dan anaknya Siwi Atun juga berusaha menjual
dan memperkenalkan produk Bakpia mereka kepada konsumen. Seiring
berjalannya waktu, setelah produk Bakpia mereka sudah mulai dikenal
banyak orang, maka perusahaan juga mulai memasarkan produk Bakpia
mereka melalui media cetak (surat kabar ataupun dengan menyebarkan
brosur), maupun media elektronik yang di siarkan oleh salah satu stasiun
TV lokal di Yogyakarta. Karena usaha mereka semua penjualan Bakpia
Japon sekarang ini sudah sampai di berbagai macam wilayah seperti,
Yogyakarta, Sleman, Klaten, Wonosari, Purworejo dan lain-lain.
H. Penetapan harga dan Karakteristik Produksi
Perusahaan mempunyai harga tetap dalam melakukan penentuan
harga. Harga satuan Bakpia adalah sebesar Rp. 500,-. Diusahakan harga
itu tidak akan pernah berubah meskipun dalam kondisi apapun juga,
misalnya harga bahan baku seperti gula, gandum, dan lain-lain harganya
naik atau mahal. Di samping itu ada paket pembelian Bakpia yaitu;
- 1 kardus Bakpia (isi 15) = Rp. 9000,-
Disamping itu untuk menarik minat pelanggan dan untuk memudahkan
pemesanan, konsumen yang akan memesan Bakpia lebih dari 50 kotak
akan diantar sampai tujuan dan tanpa biaya pengiriman juga akan diberi
bonus tambahan 1 kotak Bakpia dan sebuah kaos Bakpia Japon untuk
pembelian 100 kotak Bakpia.
Karakteristik produk Bakpia Japon ini berbeda dari Bakpia-bakpia
yang lainnya. Bakpia Japon mempunyai isi yang konsisten yaitu terbuat
dari kacang hijau dan bahan baku yang berkualitas. Produk Bakpia Japon
memakai bahan baku tepung terigu Segitiga Biru , bahkan setiap 5 hari
sekali, perusahaan ini menggunakan tepung terigu Segitiga Biru sebagai
bahan baku pembuatan Bakpia dapat mencapai 60 Zak tepung terigu, dan
setiap harinya mampu menghabiskan rata-rata 18 Zak tepung terigu untuk
memproduksi lebih dari 40.000 buah Bakpia atau sekitar 20 kotak isi 20