• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP KINERJA KARYAWAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "SKRIPSI PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP KINERJA KARYAWAN"

Copied!
113
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN

KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP

KINERJA KARYAWAN

Studi Kasus pada Bakpia Japon, Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul,

Yogyakarta

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Manajemen

Fakultas Ekonomi

Disusun Oleh:

Natalia Nurhastuti

NIM: 052214075

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

(2)

i

SKRIPSI

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN

KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP

KINERJA KARYAWAN

Studi Kasus pada Bakpia Japon, Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul,

Yogyakarta

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Manajemen

Fakultas Ekonomi

Disusun Oleh:

Natalia Nurhastuti

NIM: 052214075

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

(3)
(4)
(5)

iv

MOTTO dan PERSEMBAHAN

™

Tidak ada Pekerjaan yang lebih indah daripada

Pekerjaan yang diberikan Oleh Tuhan.

™

Serahkanlah Kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia

akan memelihara engkau! Tidak untuk

selama-lamanya dibiarkanNya orang benar itu

goyah.(Mazmur 55:23)

™

Tatap kenyataan pahit dengan mata terbuka dan

hati penuh harap sebab dengan demikian akan

membuat kita dengan pribadi yang lebih matang.

Skripsi ini kupersembahkan

untuk:

ƒ

Tuhan Yesus Kristus Sang

Juru Selamatku

ƒ

Bapak dan Ibukku Tercinta

ƒ

Suami dan Buah Hatiku

Tersayang

(6)

v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa yang saya tulis ini tidak memuat

karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan

daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta,25

Jully

2011

Penulis

(7)

vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN KAMPUS

Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitras Sanata Dharma :

Nama

:

Natalia

Nurhastuti

NIM

:

052214075

Demi kepentingan Ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan

Universitas Sanata Dharma karya ilmiah yang berjudul

Pengaruh Lingkungan

Kerja dan Karakteristik Individu Terhadap Kinerja Karyawan.

Studi kasus pada

perusahaan Bakpia Japon, Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul, Yogyakarta.Dengan

demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak

untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam

bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan memplubikasikannya di

internet untuk keprntingan akademis, tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun

memberikan

royalty

selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

Demikian pernyataan ini yang saya buat sebenarnya.

Dibuat di Yogyakarta

Pada tanggal :25 Jully 2011

Yang menyatakan

(8)

vii

ABSTRAK

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KARAKTERISTIK

INDIVIDU TERHADAP KINERJA KARYAWAN

Studi kasus pada Bakpia Japon

Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul, Yogyakarta

Natalia Nurhastuti

Fakultas Ekonomi

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

2011

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah lingkungan kerja (X1) dan

karakteristik individu (X2) mempengaruhi tingkat kinerja karyawan (Y). Jenis

penelitian ini adalah studi kasus. Penelitian ini dilakukan pada karyawan Bakpia

Japon yang beralamat di Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul, Yogyakarta, dengan

responden sebanyak 30 karyawan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam

penelitian ini adalah observasi, kuesioner, dan dokumentasi, sedangkan teknik yang

digunakan dalam penentuan sampel adalah

random

sampling

. Adapun variabel

yang digunakan yaitu lingkungan kerja (X1), karakteristik individu (X2), dan

kinerja karyawan (Y). Teknik analisis data yang digunakan adalah Regresi linear

berganda, dan uji F.

(9)

viii

ABSTRACT

THE INFLUENCE OF JOB ENVIRONMENT AND INDIVIDUAL

CHARACTERISTICS TO EMPLOYEES’ PERFORMANCE

A Case Study of Bakpia Japon

Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul, Yogyakarta

Natalia Nurhastuti

Faculty of Economics

Sanata Dharma University

2011

(10)

ix

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas segala

rahmat dan kasihNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penulisan

skripsi yang berjudul

“ PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN

KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP KINERJA KARYAWAN. Studi

kasus pada Bakpia japon, Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul,

yogyakarta”.

Penelitian dan penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah

satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen,

Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma.

Dalam penyusunan skripsi ini penulis telah banyak memperoleh bantuan,

bimbingan dan pengarahan, serta dorongan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis

ingin menyampaikan rasa terimakasih kepada semua pihak atas pengorbanannya, baik

waktu, tenaga, biaya, maupun pikiran di dalam membantu dan membimbing penulis

menyelesaikan skripsi ini, Yaitu :

1.

Bapak Drs. Y.P. Supardiyono, M.Si, Akt., QIA., selaku Dekan Fakultas

Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

2.

Bapak V. Mardi Widyadmono, S.E., M.B.A., selaku Ketua Program Studi

Manajemen Universitas Sanata Dharma.

3.

Bapak Drs. Alex Kahu Lantum, M.S., selaku dosen pembimbing I, yang telah

berkenan memberikan bimbingan, pengarahan, serta saran selama penulisan

skripsi.

4.

Bapak Drs. Th. Sutadi, M.B.A., selaku dosen pembimbing II, yang telah

berkenan memberikan bimbingan, pengarahan, serta saran selama penulisan

skripsi.

5.

Semua dosen Jurusan Manajemen yang telah memberikan ilmunya kepada

penulis, beserta seluruh staff dan karyawan Fakultas Ekonomi yang telah

membantu kelancaran penulis selama studi di USD.

6.

Bapak Hadi Suwarno/ Japon selaku pemilik perusahaan Bakpia Japon atas

ijinnya sehingga penulis dapat melakukan penelitian.

7.

Bapak Mohamad Dalyono selaku penanggung jawab perusahaan Bakpia

Japon Srandakan, terimakasih banyak atas bantuannya untuk mendapatkan

data dan informasi mengenai perusahaan Bakpia Japon, beserta semua

karyawan Bakpia Japon, terimakasih atas waktunya yang telah bersedia

menjadi sumber informasi.

(11)

x

9.

Suamiku tercinta Ag. Fery Yudiantoro, SE., yang selalu setia menyayangiku,

mendamipngiku, mendukungku,menjaga dan melindungiku, menyemangatiku

di saat-saat aku sedang dalam keadaan terpuruk sekalipun, memahami dan

mengerti aku sepenuhnya, terimakasih atas kebersamaannya selama ini.

Tuhan memberkati keluarga kecil kita.Amin!!

10.

Buah Hatiku terkasih “ Monica Ferliana Lintang Ayu “, yang selalu menjadi

sumber inspirasiku,semangat dan kebahagiaan sehingga aku dapat

menyelesaikan penulisan skripsi ini.

11.

Bapak dan Ibu mertuaku di Sawangan, Magelang, yang selalu memberikan

doa dan dukungannya tiada henti buat aku.

12.

Saudara-saudaraku mbak Titik, mas Kris, mas Marno, mbak Tri, mas Dian

dan mbak Enny, yang telah memberikan kasih sayang, bantuan dan semangat

sehingga penulisan ini bisa selesai.

13.

Keponakanku Bastian Arga Prasetya dan Agnes Kinarsi Putri Diani yang

membuat keluarga ini menjadi lebih sempurna.

14.

Sahabat-sahabatku di Manajemen (khususnya Man C’05), Yani, Bayu, Guruh,

Icha, Virza, Titus, Komang, Adit, Cecep, Tino, Ega,Wibby, Dian, Evi, Ana,

Henny, Paula, Vivi, Vega, lenny, Tante Nana, teruskan perjuangan dan

cita-cita kalian terimakasih atas kebersamaan dan kerjasamanya selama ini.

15.

Sahabat-sahabatku di kos Beo’45,Uut, Pepy, Ima, Indry, Beny, Detha, Megha,

mbak Lia, Siska yang telah memberi dukungan dan arti persahabatan.I Miss U

all...

16.

Seluruh karyawan Apotek Celep Farma atas dukungan dan kerjasamannya

selama ini.

17.

Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah turut

membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna dan masih

banyak kekurangannya, maka penulis sangat mengharapkan saran dan kritikan demi

sempurnanya skripsi ini. Mudah-mudahan skripsi ini bermanfaat bagi penulis

khususnya dan bagi pembaca pada umumnya, dan kiranya skripsi ini dapat menjadi

salah satu sumbangan bagi ilmu pengetahuan.

Yogyakarta,25

Juli

2011

(12)

xi

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL……… i

HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING……

ii

HALAMAN PENGESAHAN………. iii

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN………... iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA……….

v

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ……….. vi

ABSTRAK………

vii

ABSTRACT……… viii

KATA PENGANTAR………

ix

DAFTAR ISI…….……… xi

DAFTAR TABEL………... xiv

DAFTAR LAMPIRAN……….. xvii

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah………

1

B.

Rumusan Masalah………..

3

C.

Pembatasan Masalah………..

3

D.

Tujuan Penelitian………

4

E.

Manfaat Penelitian……….. 4

(13)

xii

BAB II

LANDASAN TEORI

A.

Pengertian Manajemen Personalia………….

7

B.

Lingkungan Kerja………..

8

C.

Karakteristik Individu………

13

D.

Kinerja Karyawan……….

14

E.

Kerangka Pemikiran Teoritis………

17

F.

Hipotesis Penelitian………..

19

BAB III

METODE PENELITIAN

A.

Jenis Penelitian………...

20

B.

Tempat dan Waktu Penelitian………

20

C.

Subjek dan Objek Penelitian………..

20

D.

Variabel Penelitian……….

21

E.

Populasi dan sampel………..

25

F.

Sumber Data……….

26

G.

Teknik Pengumpulan data………

26

H.

Teknik Pengujian Instrumen………

27

I.

Teknik Analisis Data………

29

BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A.

Sejarah Perkembangan Bakpia japon………..

33

B.

Lokasi Perusahaan………

38

C.

Struktur Organisasi Perusahaan………

38

(14)

xiii

E.

Pemasaran………

43

F.

Penerapan harga dan Karakteristik Produksi…

44

BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A.

Uji Instrumen Penelitian………

46

B.

Deskripsi hasil Penelitian………..

48

C.

Deskripsi responden………..

48

D.

Analisis data………..

50

E.

Pengujian hipotesis………

68

F.

Pembahasan………

69

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A.

Kesimpulan………

73

B.

Saran………..

74

C.

Keterbatasan………..

75

DAFTAR PUSTAKA………

76

(15)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel V.1

Tabel hasil Uji Validitas Instrumen………

46

Tabel V.2

Tabel hasil Uji reliabilitas Instrumen……….

47

Tabel V.3

Tabel karakteristik usia responden………

48

Tabel V.4

Tabel Karakteristik Jenis Kelamin Responden…….

48

Tabel V.5

Tabel Status Perkawinan Responden………

49

Tabel V.6

Tabel Karakteristik Pendidikan Terakhir Responden

49

Tabel V.7

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Perasaan Nyaman dan Aman di Tempat Kerja

50

Tabel V.8

Tabel Tanggapan Responden

Tentang kecocokan pekerjaan karyawan...

51

Tabel V.9

Tabel Tanggapan Responden

Tentang jaminan keamanan kerja...

51

Tabel V.10

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Keamanan di Tempat Kerja...

52

Tabel V.11

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Ruang Gerak Karyawan...

52

Tabel V.12

Tabel Tanggapan Responden

Tentang hubungan atasan dengan karyawan...

53

Tabel V.13

Tabel Tanggapan Responden

Tentang hubungan antar karyawan………

53

Tabel V.14

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Penerangan di Tempat Kerja...

54

Tabel V.15

Tabel Tanggapan Responden

(16)

xv

Tabel V.16

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Warna yang dipakai di Tempat Kerja...

55

Tabel V.17

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Suara Bising di Dalam Pabrik...

56

Tabel V.18

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Suhu dan Sirkulasi Udara di Tempat Kerja...

56

Tabel V.19

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Sarana kamar mandi Karyawan...

57

Tabel V.20

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Kantin di Tempat Kerja...

57

Tabel V.21

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Tunjangan Kesehatan di Tempat Kerja...

58

Tabel V.22

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Kondisi Ruangan Kerja...

59

Tabel V.23

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Kebersihan di lingkungan kerja...

59

Tabel V.24

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Kesesuaian Pekerjaan dengan Tingkat Pendidikan 60

Tabel V.25

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Pengalaman Kerja di Tempat Lain...

61

Tabel V.26

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Perasaan Senang dan Semangat Bekerja... 61

Tabel V.27

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Pengabdian pada Perusahaan...

62

Tabel V.28

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Perasaan Dihargai oleh Atasan………... 62

Tabel V.29

Tabel Tanggapan Responden

(17)

xvi

Tabel V.30

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Kerjasama dengan Rekan Kerja...

64

Tabel V.31

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Bakat dan Minat...

64

Tabel V.32

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Pelajaran dan Pengalaman...

65

Tabel V.33

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Potensi Diri………..

65

Tabel V.34

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Keadilan dalam Pemberian Gaji………..

66

Tabel V.35

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Ketelitian dalam Bekerja...

66

Tabel V.36

Tabel Tanggapan Responden

Tentang Ketepatan dalam Menyelesaikan Tugas...

67

(18)

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I

Surat Permohonan Permohonan penulisan Kuesioner

Lampiran II

Kuesioner

Lampiran III Rekapitulasi Hasil Try Out Kuesioner

Lampiran IV Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

Lampiran V Rekapitulasi hasil Kuesioner

Lampiran VI Deskripsi karakteristik Responden

Lampiran VII Deskripsi Jawaban Responden tentang Lingkungan Kerja Non Fisik

Lampiran VIII Deskripsi jawaban Responden tentang Lingkungan Kerja Fisik

Lampiran IX Deskripsi Jawaban Responden tentang Karakteristik Individu

Lampiran X Deskripsi Jawaban Responden tentang Kinerja Karyawan

Lampiran XI Hasil Uji Regresi Linier Berganda

(19)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sumberdaya manusia merupakan satu aset yang paling berharga yang

dimiliki oleh suatu instansi, organisasi atau perusahaan, karena keberadaannya

sangat menentukan terhadap dinamisasi mobilisasi perusahaan. Oleh sebab itu,

banyak perusahaan yang selalu berusaha meningkatkan kualitas

sumberdayanya supaya dapat menjalankan aktivitas kerjanya dengan

maksimal. Salah satu upaya yang dilakukan oleh perusahaan adalah program

kualitas kehidupan kerja,di mana program ini terfokus pada penciptaan

suasana lingkungan kerja yang manusiawi.

Melihat dari pentingnya peranan sumber daya manusia dalam

organisasi,maka sumber daya manusia harus dikelola dengan baik.Begitu

halnya dalam suatu perusahaan, di mana banyak konsumen atau pelanggan

yang membutuhkan produk mereka. Untuk itu seorang pemimpin perusahaan

juga harus memikirkan tingkat kinerja karyawannya

Di sisi yang lain perusahaan tidak mungkin mengoperasikan kegiatannya

tanpa adanya manusia, karena faktor tenaga kerja manusia memegang peranan

yang sangat penting dalam pencapaian tujuan perusahaan.

Setiap manusia mempunyai watak dan perilaku yang berbeda, di sebabkan

karena beberapa hal, misalnya latar belakang pendidikan, keterampilan, watak

dasar maupun faktor-faktor lainnya dari tenaga kerja itu sendiri. Keberagaman

(20)

bukan saja berdampak pada hasil yang akan dicapai perusahaan, tetapi juga

bagi masyarakat yang membutuhkan produk perusahaan tersebut. Suatu

perusahaan bagaimanapun majunya teknologi yang dimiliki tanpa ditunjang

dengan dan oleh tenaga kerja yang cakap maka kemungkinan besar sasaran

dari perusahaan tidak akan tercapai. Tenaga kerja yang bekerja sesuai dengan

fungsinya (the right man in the right place) akan menunjang tercapainya

keberhasilan tujuan perusahaan.

Selain itu Lingkungan kerja juga akan mendukung tingkat kinerja para

karyawan.Lingkungan kerja yang baik dan memuaskan karyawan tentu akan

meminimalisir atau menekan kinerja karyawan yang kurang melayani

konsumen atau masyarakat dengan baik.Begitu juga sebaliknya, keadaan

lingkungan kerja yang nyaman, aman dan mendukung akan membuat

karyawan baik yang berada di bagian produksi menjadi semakin ramah,

bersemangat dan bergairah dalam melayani konsumen dan juga masyarakat

sekitarnya.Hal ini dapat memberi pengaruh positif bagi kondisi psikologis

karyawan.

Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk melihat bagaimana

pengaruh lingkungan kerja dan karakteristik individu terhadap kinerja

karyawan bagian produksi, yang menurut penulis karyawan bagian produksi

tersebut sangat berpengaruh terhadap kualitas produk pada perusahaan Bakpia

(21)

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KARAKTERISTIK

INDIVIDU TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN

PRODUKSI: Studi Kasus pada Bakpia Japon, Lopati, Trimurti,

Srandakan, Bantul, Yogyakarta.”

B. Rumusan Masalah

1. Apakah ada pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan

bagian Produksi pada Bakpia Japon?

2. Apakah ada pengaruh karakteristik individu terhadap kinerja karyawan

bagian Produksi Bakpia Japon?

C. Pembatasan Masalah

Penelitian ini dibatasi pada masalah :

1. Lingkungan kerja terdiri atas lingkungan kerja fisik ( meliputi

ketersediaan kamar kecil, tingkat kebisingan, penerangan, tata letak

ruangan, sirkulasi udara,dll ) dan lingkungan kerja non fisik ( meliputi

hubungan karyawan dengan atasan, hubungan antar karyawan ).

2. Karakteristik individu meliputi latar belakang pendidikan,

keterampilan, watak dasar, pengalaman dan masa kerja.

3. Tingkat kinerja karyawan yang disebabkan oleh lingkungan kerja dan

(22)

Di mana seorang karyawan dapat dikelompokkan ke dalam tingkatan

kinerja tertentu dengan melihat aspek-aspeknya, seperti tingkat efektifitas

yang dapat dilihat dari sejauh mana seorang karyawan dapat

memanfaatkan simber-sumber daya untuk melaksanakan tugas-tugas yang

sudah direncanakan, serta cakupan sasaran yang bisa di layani, di samping

itu juga unsur keamanan-kenyamanan dalam pelaksanaan pekerjaan.

D. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui pengaruh dari lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan

bagian produksi Bakpia Japon.

2. Mengetahui pengaruh karakteristik individu terhadap kinerja karyawan

bagian produksi Bakpia Japon.

E. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai berikut :

1.Bagi Bakpia Japon

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan

yang berguna bagi pihak Bakpia Japon dan dapat mengetahui

pengaruh lingkungan kerja dan karakteristik individu terhadap

(23)

2. Bagi Universitas Sanata Dharma

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan

referensi bagi penyusun skripsi dalam bidang yang sama maupun

bagi pihak yang membutuhkan.

3. Bagi Penulis

Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengukur dan

mengetahui sejauh mana ilmu yang diperoleh khususnya mata

kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia dapat diserap dan

diterapkan dalam sebuah kasus nyata mengenai pengaruh dari

liungkungan kerja dan karakteristik individu terhadap kinerja

karyawan.

F. Sistematika Penulisan

Bab I : Pendahuluan

Bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan

masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian,

dan sistematika penulisan.

Bab II : Landasan Teori

Dalam bab ini dikemukakan tentang teori-teori pengertian

manajemen Sumber Daya Manusia, lingkungan kerja,

Karakteristik individu, kinerja karyawan, kerangka teoritis

(24)

Bab III :Metode Penelitian

Dalam bab ini dikemukakan mengenai jenis penelitian, subyek

dan obyek yang diteliti, waktu dan lokasi, variabel penelitian,

sampel dan populasi, teknik pengambilan sampel, definisi

operasional, teknik pemgumpulan data, teknik pengujian

instrumen, dan teknik analisis data.

Bab IV : Gambaran Umum Perusahaan

Bab ini berisikan tentang gambaran umum perusahaan yang

meliputi sejarah pengembangan perusahaan, visi dan misi

perusahaan, tujuan pendirian, lokasi unit, perkembangan

perusahaan, operasional perusahaan, struktur organisasi,

personalia dan pemasaran.

Bab V : Analisis Data

Bab ini mengemukakan tentang menganalisis data-data yang telah

dikumpulkan berdasarkan teknik analisis data yang sudah

ditentukan serta pembahasannya.

Bab VI : Kesimpulan, Saran dan Keterbatasan penelitian

Bab ini merupakan bab penutup yang berisikan kesimpulan, saran

yang dapat bermanfaat bagi pihak-pihak terkait serta keterbatasan

(25)

7 BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen (management) merupakan proses pendayagunaan bahan

baku dan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.

Esensi manajemen adalah aktivitas bekerja melalui orang lain untuk

mencapai berbagai tujuan organisasi.

Manajemen sumber daya manusia merupakan rangkaian aktivitas

organisasi yang diarahkan untuk menarik, mengembangkan, dan

mempertahankan tenaga kerja yang efektif.Manajemen Sumber daya manusia

diperlukan dalam konteks lingkungan yang kompleks dan terus berubah.

Manajemen Sumber Daya Manusia adalah pendayagunaan,

pengembangan, penilaian, Pemberian jasa, dan pengelolaan individu anggota

organisasi atau kelompok karyawan (Simamora, 2004:5).

Manajemen personalia adalah seni dan ilmu memperoleh, memajukan, dan

memanfaatkan tenaga kerja sedemikian rupa sehingga tujuan suatu organisasi

dapat direalisir secara berdaya guna dan berhasil guna dan adanya kegairahan

kerja dari para tenaga kerja (Manullang, 2004 : 7).

Simamora (2004:5) menyebutkan bahwa ada empat hal yang kian penting

berkenaan dengan manajemen sumber daya manusia :

1. Penekanan yang lebih dari biasanya terhadap pengintegrasian

berbagai kebijakan sumber daya manusia dengan perencanaan

(26)

2. Tanggung jawab pengelolaan sumber daya manusia tidak lagi

terletak hanya pada manajer khusus, tetapi sekarang dianggap

terletak pada manajemen lini senior.

3. Perubahan fokus dari hubungan serikat pekerja-manajemen

menjadi hubungan manajemen-karyawan, dari kolektivisme

menjadi individualisme.

4. Terdapat aksentuasi pada komitmen dan melatih inisiatif di

mana manajer berperan sebagai penggerak dan fasilitator.

B. Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja daripada para karyawan akan mempunyai pengaruh

yang tidak kecil terhadap jalannya operasi perusahaan. Lingkungan kerja ini

yang akan mempengaruhi para karyawan perusahaan, sehingga dengan

demikian baik langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi

produktivitas perusahaan. Lingkungan kerja yang baik dan memuaskan para

karyawan tentu akan meningkatkan produktivitas kerja daripada karyawan.

Sebaliknya lingkungan kerja yang tidak baik akan menurunkan produktivitas

perusahaan.

1. Pengertian Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para

pekerja dan yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan

(27)

a. Lingkungan Kerja Fisik

Merupakan hal atau sesuatu yang ada di sekitar para pekerja yang

dapat dirasakan secara fisik melalui indera dan dapat mempengaruhi

diri pekerja dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan.

b. Lingkungan Kerja Non Fisik

Merupakan hal atau sesuatu yang ada di sekitar pekerja yang hanya

dapat dirasakan secara psikologis tidak dengan indera dan dapat

mempengaruhi pekerja dalam menjalankan tugas-tugas yang

dibebankan.

2. Arti Penting Lingkungan Kerja

Semangat dan kegairahan kerja karyawan dalam menjalankan

tugas-tugas yang dibebankan dipengaruhi banyak faktor.Salah satu

faktor tersebut adalah lingkungan kerja.Faktor ini penting dan besar

pengaruhnya,namun banyak perusahaan maupun instansi-instansi

lainnya yang kurang memperhatikan faktor ini.Dengan demikian dapat

dimengerti bahwa lingkungan kerja juga dapat mempengaruhi tingkat

kinerja karyawan.

3. Faktor-faktor yang termasuk lingkungan kerja

Ada beberapa faktor yang dapat dimasukkan ke dalam

lingkungan kerja serta besar pengaruhnya terhadap pekerja.

Menurut Agus Ahyari, faktor tersebut antara lain sebagai

(28)

a. Penerangan

Penerangan dari ruang kerja pabrik/perusahaan merupakan

faktor yang penting untuk meningkatkan produktivitas kerja

para karyawan. Dengan penerangan yang baik ini para

karyawan akan dapat bekerja dengan baik dan teliti sehingga

hasil kerja para karyawan itu mempunyai kualitas yang cukup

baik. Hal ini berarti bahwa penerangan tempat kerja ini sangat

membantu berhasilnya kegiatan-kegiatan operasi perusahaan.

Sistem penerangan yang baik untuk ruang kerja para karyawan

ini besar manfaatnya bagi perusahaan sehingga dapat

mendorong para karyawan untuk bekerja dengan lebih baik

disertai tingkat keamanan yang lebih tinggi.

Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan adanya

sistem penerangan yang baik antara lain adalah :

1) Menaikkan tingkat produksi perusahaan

2) Memperbaiki kualitas pekerjaan para karyawan

3) Mengurangi tingkat kecelakaan yang terjadi.

4) Memudahkan pengamatan dan pengawasan.

5) Mempertinggi gairah kerja dari para karyawan.

6) Menekan Biaya Produksi.

b. Suhu Udara

Suhu udara atau temperatur ruang kerja para karyawan

(29)

para karyawan perusahaan. Suhu udara yang terlalu panas akan

menurunkan gairah kerja, sehingga kesalahan yang diperbuat

oleh para karyawan akan bertambah.Hal ini berarti akan

menurunkan produktivitas perusahaan.

Berbagai jalan yang dapat ditempuh untuk

pengaturan suhu udara ini antara lain adalah :

1) Ventilasi yang cukup pada gedung pabrik.

2) Pemasangan kipas angin

3) Pemasangan A.C.

4) Pemasangan alat pengatur kelembaban udara.

c. Suara Bising

Pada umumnya dalam menjalankan proses produksi,

perusahaan akan mengeluarkan suara-suara bising dari

mesin-mesin perusahaan. Suara bising yang terus-menerus akan

menganggu kesehatan para karyawan terutama pendengaran

karyawan. Oleh karena itu Penanggulangan suara bising juga

diperlukan dalam perencanaan lingkungan kerja yang

menyangkut kondisi kerja ini.

Pengaturan dan pengendalian suara ini adalah untuk menjaga

agar kepekaan para karyawan tetap dalam kondisi yang

baik.Dengan demikian sebagai akibatnya adalah turunnya

(30)

Beberapa metode untuk pengurangan suara bising ini antara

lain adalah :

a) Pengendalian sumber suara

b) Isolasi dari suara

c) Penggunaan peredam suara

d) Pemakaian alat perlindungan telinga

d. Penggunaan Warna

Pemilihan warna dalam ruang kerja perusahaan akan

mempengaruhi kondisi kerja para karyawan pula. Warna yang

dipergunakan dalam ruang kerja ini erat hubungannya dengan

sistem penerangan dalam ruang kerja perusahaan terutama

untuk sistem penerangan yang mempergunakan dinding atau

atap sebagai pembaur sinar.

e. Ruang gerak yang diperlukan

Untuk dapat bekerja dengan baik, ruang gerak daripada

para karyawan sangat perlu diperhatikan. Terlalu sempitnya

ruang gerak dari karyawan ini akan mengakibatkan karyawan

tidak dapat bekerja dengan baik. Akan tetapi ruang yang terlalu

besar akan mengakibatkan pemborosan bagi perusahaan.Oleh

karena itu ruang gerak yang disediakan untuk para karyawan

ini perlu direncanakan dengan baik agar para karyawan dapat

bekerja dengan baik, tetapi perusahaan masih dapat

(31)

f. Keamanan Kerja

Dalam perencanaan lingkungan kerja, keamanan dari para

karyawan sangat perlu diperhatikan. Perencanaan keamanan

kerja ini sangat erat hubungannya dengan disiplin kerja dan

peningkatan gairah kerja dari para karyawan. Dengan

keamanan kerja yang baik maka para karyawan akan menjadi

lebih senang dan bersemangat dalam malaksanakan

pekerjaan.Dengan demikian maka tanpa adanya keamanan

kerja bagi para karyawan ini, produktivitas perusahaan akan

menjadi turun.

C. Karakteristik Individu

Sumber daya yang terpenting dalam suatu organisasi adalah sumber daya

manusia, orang-orang yang memberikan tenaga, bakat, kreativitas dan usaha

mereka kepada organisasi agar suatu organisasi dapat tetap eksistensinya.

Setiap manusia mempunyai karakteristik individu yang berbeda-beda antara

yang satu dengan yang lainnya. Karakteristik individual menurut Stoner (

1986: 422 ) adalah keinginan, sikap dan kebutuhan seseorang yang dibawa

kedalam situasi kerja.

Lebih lanjut (Robbins,1996:78-100), mengemukakan bahwa variabel

ditingkat individu meliputi karakteristik biografis, kemampuan, kepribadian

dan pembelajaran. Sedang karakteristik biologis meliputi : usia, jenis

kelamin, status perkawinan, banyaknya tanggungan dan masa kerja dengan

(32)

Dari uraian di atas, terlihat bahwa setiap karyawan sebagai individu

memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Perbedaan ini menggambarkan

bahwa karakteristik individu tidak sama antara karyawan satu dengan

karyawan lainnya.

Sedangkan karakteristik individu yang dianggap berpengaruh terhadap

kinerja karyawan adalah Jenis kebutuhan, yang menurut Maslow (Gibson,

1996:189-190) menyatakan bahwa kebutuhan manusia di bagi atas :

1. Fisiologis : Makanan, Minuman, Tempat tinggal dan kesehatan.

2. Keamanan dan Keselamatan : Kebutuhan untuk kemerdekaan dari

ancaman yaitu keamanan dari kejadian atau lingkungan yang

mengancam.

3. Rasa memiliki : Sosial dan kasih sayang, kebutuhan atas persahabatan,

berkelompok, interaksi, dan kasih sayang.

4. Penghargaan : Kebutuhan atas harga diri dan penghargaan dari pihak

lain.

5. Aktualisasi diri : Kebutuhan untuk memenuhi diri seseorang melalui

mamaksimalkan penggunaan kemampuan, keahlian dan profesi.

D. Kinerja Karyawan

1. Pengertian Kinerja

Masing-masing anggota organisasi memiliki dorongan yang

berbeda-beda agar karyawan mau bekerja dengan baik. Yang di

(33)

merupakan kesediaannya untuk mengeluarkan tingkat upaya yang

lebih tinggi kearah tercapainya sasaran bahkan tujuan organisasi.

Menurut Simamora ( 2004:409), Kinerja karyawan adalah

tingkat terhadapnya para karyawan mencapai persyaratan pekerjaan.

2. Unsur-unsur kinerja karyawan

Ada beberapa unsur yang dapt kita lihat dari kinerja seorang

karyawan :

a. Seorang karyawan dapat dikelompokkan ke dalam

tingkatan kinerja tertentu dengan melihat

aspek-aspeknya, seperti : tingkat efektifitas, efisiensi,

keamanan dan kepuasan pelanggan yang di layani.

b. Tingkat efektifitas dapat dilihat dari sejauh mana

seorang karyawan dapat memanfaatkan

sumber-sumber daya untuk melaksanakan tugas-tugas yang

sudah direncanakan, serta cakupan sasaran yang bisa

di layani.

c. Unsur keamanan-kenyamanan dalam pelaksanaan

pekerjaan, mengandung dua aspek, baik aspek

keamanan-kenyamanan bagi karyawan maupun bagi

pihak yang di layani. Dalam hal ini penilaian aspek

keamanan-kenyamanan menunjuk pada keberadaan

dan kepatuhan pada standar pelayanan maupun

(34)

3. Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja merupakan suatu proses organisasi dalam menilai

unjuk kerja pegawainya. Tujuan dilakukan penilaian kinerja secara

umum adalah untuk memberikan feedback kepada pegawai dalam

upaya memperbaiki tampilan kerjanya dan upaya meningkatkan

produktivitas organisasi dan secara khusus dilakukan dalam kaitannya

dengan berbagai kebijaksanaan terhadap pegawai seperti untuk tujuan

promosi, kenaikan gaji, pendidikan dan latihan. Sehingga penilaian

kinerja dapat menjadi landasan untuk penilaian sejauh mana kegiatan

MSDM seperti, perekrutan, seleksi, penempatan, dan pelatihan

dilakukan dengan baik, dan apa yang akan dilakukan kemudian seperti

dalam penggajian, perencanaan karier,dan lain-lain.

Menurut Simamora(2004:338), Penilaian Kinerja adalah proses

yang dipakai oleh organisasi untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja

individu karyawan.

Menurut Handoko (1999:138), Penilaian kinerja hendaknya

memberikan suatu gambaran yang akurat mengenai kinerja karyawan.

Untuk dapat mencapai tujuan ini sistem-sistem penilaian harus

berhubungan dengan pekerjaan, praktis, mempunyai standar dan

(35)

E. Kerangka Pemikiran Teoritis

Pengaruh lingkungan kerja dan karakteristik individu terhadap kinerja

karyawan

Dari semua yang telah diuraikan di atas, penulis membuat kerangka

pemikiran teoritis untuk memberikan alur atau arah penulisan karya penelitian

tersebut yang merupakan ringkasan kecil dari apa yaang hendak penulis

(36)

Link

Lingk kerja fisik Meliputi :

-Penerangan lampu

-tata letak peralatan kerja di ruangan

-pewarnaan ruangan kerja - ketersediaan kamar mandi - Suhu/sirkulasi udara -tunjangan kesehatan -tingkat kebisingan -Luasnya ruangan kerja -kebersihan

Karakteristik ind Meliputi : 1.karakteristik biografis:

- kemampuan - kepribadiaan - tk.pendidikan 2.karakteristik biologis:

- usia

- jenis kelamin -status perkawinan Ling

(37)

Dari gambar di atas menyatakan bahwa dalam suatu perusahaan

terdapat lingkungan kerja yang terdiri dari lingkungan kerja fisik dan

lingkungan kerja non fisik yang dapat mempengaruhi tingkat kinerja

para karyawannya, selain itu juga para karyawan memiliki

karakteristik sendiri-sendiri yang berbeda antara karyawan yang satu

dengan karyawan yang lainnya.

G. Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah jawaban sementara atas permasalahan penelitian yang

masih harus dibuktikan kebenarannya ( Hariwijaya dan Tirton P.B.2007:50)

Berdasarkan pada perumusan masalah dan landasan teori, maka

penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut :

1. Lingkungan kerja berpengaruh terhadap tingkat kinerja

karyawan.

2. Karakteristik individu berpengaruh terhadap tingkat

(38)

20 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian yang dilakukan penulis berupa studi kasus. Yang dimaksud

studi kasus adalah suatu penelitian yang dilakukan terhadap objek tertentu

yang populasinya terbatas, sehingga kesimpulan yang diambil terbatas pada

objek yang diteliti.( Sugiyono, 2005:50). Tujuan penelitian studi kasus

adalah memberikan gambaran secara mendetail latar belakang, sifat-sifat

serta karakter yang khas dari kasus maupun status dari individu yang

kemudian hasilnya dijadikan suatu hal yang bersifat umum (Iqbal Hasan

2002:14).

B. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada perusahaan Bakpia Japon yang beralamat

di Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul, Yogyakarta.

2. Waktu penelitian

Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2010.

C. Subjek dan Objek Penelitian

1. Subjek Penelitian

Subjek penelitian yang dimaksud adalah para karyawan bagian

(39)

2. Objek Penelitian

Objek penelitiannya adalah lingkungan kerja, karakteristik individu

dan kinerja karyawan.

D. Variabel Penelitian

1. Identifikasi Variabel

a. Variabel Bebas

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi

variabel lain, yang menjadi variabel bebas dalam

penelitian ini adalah lingkungan kerja dan karakteristik

individu.

b. Variabel Terikat

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi

variabel lain, yang menjadi variabel terikat dalam

penelitian ini adalah tingkat kinerja karyawan.

2. Definisi Operasional

Definisi operasional adalah suatu definisi yang dinyatakan

dalam kriteria atau operasi yang dapat diuji secara khusus,

(Donald R. Cooper dan C. William Emory, 1996:37).

a. Lingkungan Kerja

Lingkungan Kerja adalah segala sesuatu yang ada di

sekitar para pekerja dan yang dapat mempengaruhi

dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang

(40)

lingkungan kerja non fisik meliputi; kenyamanan kerja,

kecocokan kerja, jaminan keamanan, kebebasan

karyawan, hubungan karyawan dengan atasan dan

hubungan antar karyawan. Sedangkan lingkungan kerja

non fisik meliputi; penerangan, tata letak peralatan,

pewarnaan ruangan, ketersediaan kamar mandi, sirkulasi

udara, tunjangan kesehatan, tingkat kebisingan, luasnya

ruangan kerja dan kebersihan.

b. Karakteristik Individu

Karakteristik Individu adalah keinginan, sikap dan

kebutuhan seseorang yang dibawa kedalam situasi

kerja.(Stoner, 1986:422). Dalam penelitian ini yang

dimaksud dengan karakteristik individu dibagi menjadi

dua yaitu; karakteristik biografis dan karakteristik

biologis. Karakteristik biografis meliputi; kemampuan,

kepribadian, dan tingkat pendidikan. Sedangkan

karakteristik biologis meliputi; usia, jenis kelamin, dan

status perkawinan.

c. Kinerja Karyawan

Pengertian Kinerja karyawan dalam penelitian ini

adalah hasil kerja para karyawan dalam pencapaian

tugas-tugas yang harus di kerjakan dalam perusahaan

(41)

yang dimaksud kinerja karyawan meliputi; tingkat

efektifitas, kedisiplinan, kerjasama dengan karyawan

lain, dan pengalaman kerja.

3. Pengukuran Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat variabel bebas (X) yaitu

lingkungan kerja dan karakteristik individu. Sedangkan untuk

variabel terikat (Y) adalah kinerja karyawan.Untuk mengukur

variabel penelitian, penulis menggunakan daftar pertanyaan yang

terdiri atas dua kelompok.

a. Kelompok pertama yang terdiri atas dua variabel, yaitu

lingkungan kerja dan karakteristik individu.

Pengukuran menggunakan skala Likert (Iqbal Hasan,

2002:72),dengan lima alternatif pilihan jawaban yang di

susun secara bertingkat. Pengukuran dinyatakan dalam

bentuk skor, setiap pernyataan diberi lima pilihan

jawaban dan di beri skor satu sampai lima, sesuai dengan

(42)

Pernyataan Skor

Sangat Setuju (SS) 5

Setuju (S) 4

Ragu-Ragu (RR) 3

Tidak Setuju (TS) 2

Sangat Tidak Setuju (STS) 1

b..Kelompok kedua terdiri atas satu variabel yaitui

tingkat kinerja karyawan. Pengukuran variabel tingkat

kinerja karyawan menggunakan skala Likert dengan

lima alternatif pilihan jawaban yang disusun secara

bertingkat. Pengukuran dinyatakan dalan bentuk skor,

setiap pernyataan diberi lima pilihan dan diberi skor satu

sampai lima, sesuai dengan sifat pernyataan yang

diajukan.

Pernyataan Skor

Sangat Setuju (SS) 5

Setuju (S) 4

Ragu-Ragu (RR) 3

Tidak Setuju (TS) 2

(43)

E. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek

atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu

yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

kesimpulan (Sugiyono,2002:57).

Dengan demikian populasi yang akan digunakan penelitian bagi

penulis adalah seluruh karyawan bakpia japon.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian dari karakteristik yang menjadi

sumber data sebenarnya dalam suatu penelitian

(Sugiyono,2002:57).

Dengan demikian penulis melakukan pengumpulan data di

Bakpia Japon dengan menggunakan sampel sebanyak 30

responden.

3. Teknik Penentuan Sampel

Teknik yang digunakan dalam penentuan sampel adalah

random sampling, yaitu teknik penentuan sampel secara acak

dengan memperhatikan tingkatan atau kelas dan perbandingan

(44)

F. Sumber data

Sumber data primer adalah sumber data yang menghasilkan

data secara langsung dari subjek yang di teliti.

Sumber data sekunder adalah sumber data yang

menghasilkan data dari pihak lain baik berupa dokumentasi, data

yang telah diolah, maupun informasi mengenai sesuatu hal.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan sumber data

primer, yaitu dengan menyebarkan kuesioner secara langsung

kepada para karyawan Bakpia Japon.

G. Teknik Pengumpulan data

1. Observasi

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara teliti

dan sistematis dari gejala-gejala yang sedang diteliti.

2. Kuesioner

Kuesioner adalah daftar pernyataan tertulis yang digunakan

untuk memperoleh informasi dari responden.

3. Dokumentasi

Dokumentasi adalah teknik mengumpulkan data dengan

mengumpulkan dan mencatat data dari sumber catatan atau

(45)

H. Teknik Pengujian Instrumen

1. Uji Validitas

Validitas adalah ukuran yang menunjukkan tingkat

kevalitan atau kesahihan suatu instrumen. Uji validitas dalam

penelitian ini dijelaskan sebagai suatu derajat ketepatan alat

ukur penelitian tentang isi yang sebenarnya dari apa yang

diukur. Teknik yang digunakan untuk uji validitas ini adalah

korelasi product moment dari Pearson dengan tingkat

kepercayaan 95% (α = 0,05) dilakukan dengan cara

mengkorelasikan skor masing-masing item dengan skor

totalnya. Interpretasi hasil uji validitas dilakukan dengan

melihat nilai korelasi antara skor butir dengan skor total. Jika

nilai korelasi suatu butir > 0,4, maka dapat disimpulkan bahwa

butir tersebut adalah valid. Sebaliknya jika nilai korelasi suatu

butir < 0,4, maka disimpulkan bahwa butir tersebut tidak valid

(dinyatakan gugur).

Rumus yang dapat digunakan untuk mengukur validitas

suatu instrument adalah korelasi product moment (

(46)

Keterangan :

rxy = Koefisien korelasi tiap item

X = Jumlah alternatif jawaban yang dipilih setiap

responden dari setiap pertanyaan

Y = Jumlah total seluruh alternatif jawaban pada

seluruh pertanyaan yang dipilih oleh seluruh

responden.

N = jumlah responden

Instrumen penelitian dianggap valid bila r hitung (rxy) > r

tabel dengan menggunakan taraf kesalahan 5% (taraf

kepercayaan 95%).

2.Uji reliabilitas

Uji Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh

mana suatu alat pengukuran dapat dipercaya atau diandalkan

untuk menguji validitas, artinya reliabilitas menunjukkan

konsistensi suatu alat ukur di dalam mengukur gejala yang sama.

Pengukuran ini menggunakan teknik korelasi product

moment dari Karl person.

[

][

∑ ∑

]

rxy = Koefisien korelasi tiap item

(47)

Y = nilai item bernomor genap

N = Banyaknya responden

Setelah korelasi bernomor ganjil dan bernomor genap di

dapat maka dimasukkan ke dalam rumus Spearman Brown untuk

mencari koefisien reliabilitas.

Rgg =

Rgg = Reliabilitas Instrumen

rxy= Koefisien korelasi pengukuran

Interpretasi hasil uji reliabilitas dilakukan dengan

melihat nilai alpha. Jika nilai alpha suatu instrumen

kuesioner > 0,6, maka dapat disimpulkan bahwa instrumen

kuesioner tersebut adalah reliabel. Sebaliknya jika nilai

alpha suatu butir < 0,6, maka disimpulkan bahwa instrumen

kuesioner tersebut tidak reliabel.

I. Teknik Analisis Data

Untuk menjawab masalah, dan membuktikan kebenaran hipotesis

digunakan sebuah metode statistik yaitu regresi linier berganda.Metode

statistik ini digunakan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja (X1), dan

karakteristik individu (X2) terhadap kinerja karyawan (Y).

Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam menjawab

(48)

1. Dalam menjawab masalah pertama, apakah ada pengaruh

lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, dan masalah

kedua, apakah ada pengaruh karakteristik individu terhadap

kinerja karyawan, yaitu tentang pengaruh variabel bebas (X1

dan X2) terhadap variabel terikat (Y) digunakan metode

rumus regresi linier berganda (Sugiyono, 2005:211).

Cara yang digunakan adalah dengan rumus sebagai berikut:

Y=a+ b1 X1 + b2 X2

keterangan

Y : Kinerja Karyawan

X 1: Lingkungan kerja

X2: Karakteristik individu

bi : Koefisien regresi

i = 1,2

a : Konstanta

2. Untuk menguji koefisien signifikansi dari regresi variabel

bebas dengan variabel terikat digunakan uji F. Uji F

digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh signifikan

variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat.Untuk

mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel terikat terhadap

variabel bebas secara bersama-sama digunakan uji F dengan

(49)

a. Hipotesis stastistik:

Ho : b1, b2 = 0, artinya Variabel lingkungan kerja dan

karakteristik individu tidak berpengaruh secara

simultan terhadap kinerja karyawan.

Ha : b1, b2 ≠ 0, artinya Variabel lingkungan kerja dan

karakteristik individu secara simultan berpengaruh

terhadap kinerja karyawan.

b. Menentukan tungkat signifikansi:

Tingkat signifikansi menggunakan 5% atau 0,05.

c. Menentukan nilai F hitung untuk menguji signifikansi

dari koefisien regresi antara variabel independent yaitu

lingkungan kerja dan karakteristik individu dengan variabel

dependentnya kinerja karyawan, dengan rumus (Djarwanto,

2001:193);

m = banyak prediktor

R2= Koefisien korelasi antara kriterium dengan

(50)

d. Menentukan F tabel yang diperoleh dari tabel distribusi F

dengan memberikan taraf signifikansi 5% (0,05) dan derajat

kebebasannya (n-k-1).

e. Menentukan Kriteria pengujian

Ho ditolak dab Ha diterima jika Fhitung > Ftabel

Ho diterima dan Ha ditolak jika Fhitung ≤ Ftabel

f. Pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan

perbandingan antara nilai F hitung dengan F tabel.

Jika Ho diterima maka lingkungan kerja dan

karakteristik individu secara simultan tidak berpengaruh

terhadap kinerja karyawan.

Jika Ho ditolak maka lingkungan kerja dan

karakteristik individu secara simultan berpengaruh terhadap

(51)

33 BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah Perkembangan Perusahaan Bakpia Japon

Pertama kali usaha Bakpia Japon mulai dirintis adalah pada tahun 2004

oleh bapak Harto Suwarno / bapak Japon. Bakpia Japon merupakan usaha dalam

bentuk perorangan yang dipimpin sendiri oleh bapak Harto Suwarno, yang

merupakan pemilik tunggal. Pada tahun 2004 bapak Harto Suwarno mulai

menekuni usaha bakpia, dengan tekad bulat dia berniat ingin mengembangkan

usahanya. Bersama dengan ke-3 anak-anaknya dan dibantu dengan istrinya pula

yaitu ibu Suwarni, mereka mulai memproduksi bakpia. Karena profesi ibu

Suwarni sebagai pedagang di pasar maka itu dapat membantu proses pemasaran

mereka.Meskipun demikian sukses yang dinikmati sekarang ini juga bukan di

peroleh begitu saja. Pengusaha yang hanya tamatan SR ( Sekolah Dasar) ini

memanfaatkan pengalamannya yang dulu pernah bekerja sebagai tenaga lepas di

salah satu perusahaan bakpia. Ibarat peribahasa“ Sambil menyelam minum air“,

sambil bekerja pak Japon pun juga belajar untuk membuat bakpia.

Bapak Harto Suwarno bersama dengan istri dan anak-anaknya sepakat

memberi nama produk bakpia mereka dengan nama“ BAKPIA JAPON“. Usaha

itu pertama kali hanya dirintis oleh keluarga saja, jadi mereka belum punya

karyawan. Saling bahu membahu dan bekerja keras mereka lakukan untuk

memajukan usaha bakpia mereka. Karena waktu itu di sekitar mereka juga banyak

(52)

memasarkan produk bakpia mereka sangatlah berat. Mereka ingin meyakinkan

kepada konsumen bahwa produksi bakpia milik mereka berbeda dengan produk

bakpia yang lainnya, atau dengan kata lain mempunyai ciri khas tersendiri.

Mengingat wilayah tersebut merupakan sentra bakpia dengan sekitar 15

pengusaha maka Bakpia Japon ini merupakan produk bakpia dengan mempunyai

isi yang konsisten yaitu kacang hijau asli dan bahan baku yang berkualitas.

Dengan tetap mengedepankan bahan yang berkualitas dan hasil yang bermutu

tinggi tentunya dapat merebut hati dan sangat diminati oleh para konsumen.

Selain itu Bakpia Japon juga menyesuaikan diri dengan mematok harga murah

tetapi berkualitas, serta tetap menjaga mutu dan cita rasa yang khas. Konsumen

sudah bisa membawa pulang satu kotak bakpia isi 15 dengan harga Rp 8.500,-,

atau Rp. 10.000,- untuk isi 18 buah, dan Rp.12.000,- isi 20 buah. Dengan harga

per biji bakpia tersebut adalah sebesar Rp.500,- yang merupakan harga tetap, jadi

meskipun harga bahan baku naik maka angka itu diusahakan tidak akan berubah.

Bengan dibantu istrinya yaitu ibu Suwarni dan anak perempuannya yaitu

Siwi Atun yang kebetulan bekerja sebagai pedagang di pasar, mulailah

orang-orang mengenal Bakpia Japon.Selain itu juga dibantu anak menantunya yaitu

bapak M. Dalyono yang merupakan suami dari anaknya (Siwi Atun), melakukan

sistem pemasaran dengan menyebar brosur, memuat iklan di surat kabar bahkan

sampai memasang iklan di salah satu TV swasta lokal yang ada di Yogyakarta.

Memasuki tahun 2005 keberuntungan mulai menghampiri usaha bakpia

mereka. Konsumen mulai berdatangan silih berganti di toko mereka, selain itu

(53)

dus Bakpia Japon yang isi 15 dan isi 20. Dalam membuatnya juga sampai

menghabiskan 10-18 Zak tepung terigu SEGITIGA setiap hari untuk

memproduksi Bakpia Japon.

Pada tahun 2006 kita semua tahu bahwa tepatnya pada tanggal 27 Mei

2006 terjadi bencana gempa bumi yang menimpa wilayah Yogyakarta, Bantul dan

sekitarnya.Pada saat itu banyak orang-orang yang kehilangan tempat tinggal dan

bahkan kehilangan keluarganya.Termasuk juga perusahaan Bakpia Japon

ini.Rumah milik bapak Harto Suwarno termasuk juga pabrik yang sehari-harinya

digunakan untuk memproduksi bakpia yang di bangun sejak tahun 2004 itu rata

dengan tanah.Bahan-bahan yang di gunakan untuk membuat bakpia pun tertimbun

bangunan yang roboh akibat gempa tersebut. Meskipun akibat gempa bumi yang

memang menyedihkan itu dan tidak bisa di tolak, tidak menyurutkan semangat

bapak Harto Suwarno untuk tetap bangkit dan tidak putus asa. Awal

kebangkitannya adalah ketika melihat begitu banyak orang dari luar daerah yang

berdatangan ke lokasi bencana, membuatnya berfikir bahwa mereka adalah pasar

yang potensial untuk produknya tanpa harus meminta belas kasihan dari orang

lain ( bantuan dari orang lain). Dengan peralatan seadanya dan sisa stok terigu

yang masih sempat diselamatkan, mulailah pak Japon membuat bakpia dan

menjualnya di tenda penampungan. Ternyata hasilnya sangat di luar dugaan.

Orang-orang yang datang ke lokasi bencana dengan bermacam-macam

kepentingan itu memborong habis bakpianya setiap hari. Dan itu semua

merupakan berkah yang sangat besar bagi bapak Harto Suwarno/Japon sekeluarga

(54)

rumah yang runtuh akibat gempa tersebut dapat didirikan kembali sampai

sekarang ini dan bahkan lebih besar dan megah.

Saat ini kurang lebih sekitar 67 orang karyawan sudah di pekerjakan di

perusahaan Bakpia Japon tersebut. Sebagian karyawan berasal dari sekitar

kampung Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul, Yogyakarta, bahkan ada juga yang

berasal dari luar Bantul di antaranya adalah dari Wonosari, Klaten, Banjarnegara

dan Purworejo.Di samping itu yang berasal dari luar Bantul, perusahaan

menyediakan tempat tinggal untuk mereka. Perusahaan Bakpia Japon ini

mempunyai pedoman bahwa para karyawan tersebut adalah merupakan aset dari

usaha mereka untuk itu perusahaan memberikan prinsip keterbukaan, memberikan

pengarahan dan pengetahuan seluas-luasnya, sehingga semua karyawan

benar-benar paham akan kualitas produknya. Apabila perusahaan mengalami kemajuan

maka para karyawan akan memahami bahwa itu semua merupakan kerja baik dari

mereka semua. Untuk itu secara otomatis akan bisa meningkatkan kesejahteraan

para karyawan tersebut dan juga akan meningkatkan produktivitas kerja mereka di

perusahaan Bakpia Japon tersebut.

Dengan tetap menjaga mutu dan kualitas serta memenuhi standar

kesehatan, akhirnya banyak konsumen dan pecinta kuliner yang setia dengan

produk Bakpia Japon tersebut, di samping itu produk Bakpia Japon juga mendapat

perhatian langsung dari dinas kesehatan.

Dari tahun ke tahun usaha ini semakin berkembang, hal ini terbukti dengan

meningkatnya permintaan dari konsumen terhadap produk bakpia yang dihasilkan.

(55)

toko yang terletak di Jl. Raya Srandakan KM 1.5 (timur Perempatan Bandung),

Bantul, Yogyakarta.

Setiap badan usaha yang didirikan oleh swasta maupun pemerintah pasti

mempunyai tujuan, baik itu yang bertujuan mencari keuntungan maupun yang

tidak mencari keuntungan.

Adapun tujuan dari usaha Bakpia Japon ini adalah sebagai berikut ;

1. Untuk mendapatkan keuntungan.

2. Membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran dengan

menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat maupun yang dari

luar daerah.

3. Memenuhi kebutuhan masyarakat maupun wisatawan dalam

mengkonsumsi bakpia sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing.

4. Membantu program pemerintah dalam menggalakkan jiwa kemandirian

swasta.

5. Membantu pemerintah dalam menaikkan pendapatan perkapita Daerah

Istimewa Yogyakarta.

Berdasarkan tujuan tersebut di atas, yang selalu memacu

perusahaan untuk lebih meningkatkan usahanya supaya apa yang telah

ditargetkan atau direncanakan oleh perusahaan dapat tercapai dengan hasil

(56)

B.Lokasi Perusahaan

Penentuan lokasi perusahaan secara tepat dan terencana akan sangat

membantu kelancaran usaha perusahaan. Seperti halnya usaha bakpia yang

dimiliki bapak Japon yang pabrik atau tempat pembuatan produk bakpia yang

berada di dalam desa yang beralamat di Lopati, Trimurti, Srandakan Bantul,

Yogyakarta. Di daerah sekitar tempat itu merupakan sentra pembuatan bakpia,

jadi orang-orang yang membutuhkan bakpia pasti datang ke daerah itu untuk

membeli, karena banyak pesaing inilah yang membuat bapak japon sekeluarga

untuk membuat bakpia lain atau mempunyai ciri khas tersendiri dari produk

bakpia milik perusahaan lain.

Karena lokasi pabrik yang agak ke dalam, maka untuk memudahkan

pelanggan, kini Bakpia Japon mempunyai sebuah outlet atau toko yang lebih

mudah dijangkau dan strategis yaitu bertempat di Jl. Raya Srandakan KM 1.5 (

sebelah Timur Perempatan Bandung), Bantul, Yogyakarta.

C. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi merupakan kerangka antara hubungan satuan yang di

dalamnya terdapat tugas, tanggungjawab, wewenang, serta mempunyai peranan

tertentu dalam lingkungan yang merupakan satu kesatuan yang utuh.Di dalam

suatu organisasi terdiri dari berbagai macam orang yuang melaksanakan tugasnya

masing-masing sudah tentu menginginkan keteraturan dan kedisiplinan dalam

berbagai hal.

Organisasi dapat dikatakan setiap bentuk persekutuan yang bekerja sama

(57)

tugas para pekerja untuk mencapai tujuan. Salah satu saran agar organisasi dapat

berjalan baik haruslah dilaksanakan asas-asas organisasi. Bila struktur

organisasinya telah baik dan teratur maka orang-orang yang telah tergabung di

dalamnya dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik dan tidak

menunda-nunda pekerjaan, sehingga terjadi hubungan yang baik antar pekerja.

Perusahaan Bakpia Japon ini, pimpinan berhasil membina hubungan yang

baik dengan para pekerjanya secara kekeluargaan. Hal ini juga disebabkan karena

sebagian karyawan yang berasal dari luar daerah bertempat tinggal di sana

(perusahaan menyediakan tempat untuk beristirahat). Dan itu terbukti dengan

adanya kesadaran yang tumbuh dari para karyawan untuk mendukung

keberhasilan karyawan.

Struktur organisasi pada usaha bakpia Japon ini termasuk masih sangat

sederhana. Adapun pemipinnya adalah dari kalangan keluarga saja. Hal ini

disebabkan karena perusahaan Bakpia Japon ini memang perusahaan milik

keluarga bapak Harto Suwarno/ bapak Japon saja.

Masing-masing bagian pada struktur organisasi mempunyai tugas dan

kewajiban antara lain :

1. Pimpinan / pemilik usaha

a. Menyetujui atau mengambil suatu keputusan.

b. Menyelesaikan damn memutuskan suatu masalah dalam perusahaan.

2. Penanggungjawab perusahaan

a. Mewakili setiap kegiatan pinpinan jika pimpinan berhalangan hadir.

(58)

c. Mengawasi jalannya perusahaan.

d. Menentukan rencana dan kegiatan yang akan dilakukan perusahaan.

3. Bendahara

a. Mencatat penerimaan dan pengeluaran kas.

b. Memberikan gaji kepada karyawan

c. Menagih piutang perusahaan.

d. Bertanggung jawab atas segala bentuk transaksi yang telah dilakukan.

e. Mengawasi biaya produksi.

4. Sekertaris

a.Membuat surat-surat perjanjian atau transaksi baik kredit atau tunai.

b.Mengurus masalah kepegawaian

c.Mencatat absensi dan gaji karyawan.

5. Karyawan

a. Melayani pembelian

b. Mengantarkan produk bakpia sampai tujuan

(59)

STRUKTUR ORGANISASI

BAKPIA JAPON

LOPATI, TRIMURTI, SRANDAKAN, BANTUL, YOGYAKARTA

Gambar no.1 Bendahara Sekretaris

Karyawan Penanggung jawab Pemimpin/pemilik

(60)

Struktur Organisasi Bakpia Japon :

1. Pemilik usaha : Bp. Harto Suwarno/ Bp. Japon

2. Penanggung Jawab : Bp. Mohamad Dalyono

3. Bendahara : Ibu Suwarni

4. Sekertaris : Siwi Atun dan Dwiyanto

5.Karyawan

D. Personalia

Dalam hal ini akan dikemukakan mengenai nmasalah ketenaga kerjaan

perusahaan Bakpia Japon, Srandakan, Bantul.

1. Jumlah tenaga kerja

Jumlah tenaga kerja pada perusahaan Bakpia Japon ini

berjumlah 47 orang dan 20 orang tenaga sub kontrak. Jadi jumlah

keseluruhan adalah sebanyak 67 karyawan, adapun 20 orang

diantaranya yang menjadi tenaga sub kontrak adalah merupakan

karyawan free lance ( mereka bekerja apabila ada pesanan banyak dan

harus lembur).

2. Sistem pengupahan

Sistem pengupahan yang digunakan ada 2 macam yaitu :

a.Sistem bulanan

Sistem bulanan adalah gaji yang dibayarkan setiap tanggal 1 untuk

bulan yang akan datang. Gaji bulanan diberikan tergantung dari

(61)

b.Sistem harian

Sistem harian adalah upah yang dibayarkan setiap minggu.Upah

harian juga diberikan tergantung dari permintaan atau kesepakatan

awal dari masing-masing karyawan.Besarnya gaji ditentikan

berdasarkan banyaknya produksi atau jam lembur yang dihasilkan

oleh masing-masing karyawan itu sendiri.

3. Jaminan sosial

Selain gaji perusahaan juga memberikan tunjangan atau jaminan sosial

antara lain ;

a. Tunjangan hari raya dan tahun baru

b. Tunjangan kesehatan dan kecelakaan kerja

c. Jika ada karyawan yang meninggal dunia mendapat sumbangan

kematian

d. Disediakan tempat tinggal bagi karyawan dari luar daerah.

4. Jam Kerja

Jam kerja bagi para karyawan adalah setiap hari dari hari Senin

sampai Minggu. Jam produktiv kerja adalah dari jam 8.00-jam 16.00, atau

apabila ada pesanan banyak dan harus lembur tergantung juga dari

masing-masing karyawan mau pulang jam berapa.

E.Pemasaran

Pada perusahaan bakpia japon ini proses pemasarannya adalah

(62)

dengan sistem“ door to door“. Secara kebetulan saja ibu Suwarni (istri dari

bapak Japon) dan anak perempuannya (Siwi atun), berprofesi sebagai

pedagang di pasar. Jadi sembari berjualan bahan-bahan kebutuhan pokok

sehari-hari, ibu Suwarni dan anaknya Siwi Atun juga berusaha menjual

dan memperkenalkan produk Bakpia mereka kepada konsumen. Seiring

berjalannya waktu, setelah produk Bakpia mereka sudah mulai dikenal

banyak orang, maka perusahaan juga mulai memasarkan produk Bakpia

mereka melalui media cetak (surat kabar ataupun dengan menyebarkan

brosur), maupun media elektronik yang di siarkan oleh salah satu stasiun

TV lokal di Yogyakarta. Karena usaha mereka semua penjualan Bakpia

Japon sekarang ini sudah sampai di berbagai macam wilayah seperti,

Yogyakarta, Sleman, Klaten, Wonosari, Purworejo dan lain-lain.

H. Penetapan harga dan Karakteristik Produksi

Perusahaan mempunyai harga tetap dalam melakukan penentuan

harga. Harga satuan Bakpia adalah sebesar Rp. 500,-. Diusahakan harga

itu tidak akan pernah berubah meskipun dalam kondisi apapun juga,

misalnya harga bahan baku seperti gula, gandum, dan lain-lain harganya

naik atau mahal. Di samping itu ada paket pembelian Bakpia yaitu;

- 1 kardus Bakpia (isi 15) = Rp. 9000,-

(63)

Disamping itu untuk menarik minat pelanggan dan untuk memudahkan

pemesanan, konsumen yang akan memesan Bakpia lebih dari 50 kotak

akan diantar sampai tujuan dan tanpa biaya pengiriman juga akan diberi

bonus tambahan 1 kotak Bakpia dan sebuah kaos Bakpia Japon untuk

pembelian 100 kotak Bakpia.

Karakteristik produk Bakpia Japon ini berbeda dari Bakpia-bakpia

yang lainnya. Bakpia Japon mempunyai isi yang konsisten yaitu terbuat

dari kacang hijau dan bahan baku yang berkualitas. Produk Bakpia Japon

memakai bahan baku tepung terigu Segitiga Biru , bahkan setiap 5 hari

sekali, perusahaan ini menggunakan tepung terigu Segitiga Biru sebagai

bahan baku pembuatan Bakpia dapat mencapai 60 Zak tepung terigu, dan

setiap harinya mampu menghabiskan rata-rata 18 Zak tepung terigu untuk

memproduksi lebih dari 40.000 buah Bakpia atau sekitar 20 kotak isi 20

Gambar

tabel dengan menggunakan taraf  kesalahan 5% (taraf
Tabel V.1 Hasil Uji Validitas Instrumen
Tabel V.2 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen
Tabel V.3 Karakteristik Usia Responden
+7

Referensi

Dokumen terkait

Yang bertanda tangan di bawah ini telah membaca skripsi dengan judul : PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU, BEBAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT.. MITRA

Untuk menganalisis dan membahas pengaruh lingkungan kerja dan karakteristik individu secara simultan terhadap kinerja karyawan SFA Steak &amp; Resto Karanganyar.. Populasi

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah melimpahkan segala Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Pengaruh Keselamatan dan

Segala puji bagi Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi ini dalam bentuk serta isinya yang

Penelitian ini berjudul “Analisis Lingkungan Kerja dan Karakteristik Individu Terhadap Kinerja Karyawan di Perusahaan Aneka Food Kopkar Sekar Jember”. Penelitian ini

SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul “Pengaruh Karakteristik Individu dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada

Secara simultan, lingkungan kerja dan karakteristik individu memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT Bumi Mineral Sulawesi, dengan besar pengaruh