Optimasi Antena… 103
OPTIMASI ANTENA SEGALA ARAH (OMNIDIRECTIONAL)
MODEL GROUND PLANE UNTUK MENINGKATKAN
PENGUATAN (GAIN) DAN JANGKAUAN ( COVERAGE ) RADIO
KOMUNIKASI
Suharjanto 1), Wahyu Supartono 2), Ali Parkhan 3)
1)
Teknik Elektro Akademi Teknik Warga Surakarta 2)3) Teknik Industri UII Yogyakarta
ABSTRACT
Good communication without being limited by space and time into a basic need today and in the future. One communication system to overcome the limitation of space and time with the RF radio communication systems (Radio Frequency) antennas are supported by portable devices of all types of antenna direction groundplane models that can radiate radio frequency energy well in the sense RF communication range (coverage) much as the strength (gain) which is good. Groundplane antenna models in any direction is a good quality that can radiate radio power a small Rf (1Watt) and produce reinforcement (gain) with a large range of remote communication. The study aim to get a combination of factors that can increase the level of quality of the model in any direction groundplane antenna measured reinforcement value (gain) as well as the communication range (coverage). Because in this study there are two response variables are not the same optimal value, then use the Taguchi method Multirespon MRS, MRS, obtained using the procedure optimal level combination with the composition of the antenna diameter of 3 mm, the composition of the ground radial length 7/8 λ or about 1.5 meters, composition number of radial ground 3 pcs, the composition of ground radial angle 90, o the composition of the material conductivity conductivity conductivity copper material that magnitude (6.0 x 107) ohm / meter as well as the composition of inert antenna length 7/8 λ or about 1.5 meters (A2B1C2D3E3F1) and costs making Rp.33.000, -., total expenses on the parameters proposed by MRS in the cost savings will occur at Rp 86,000 in one form groundplane antenna. Thus the combination of decent levels above the proposed antenna in any direction to make the model groundplane with strengthening results (gain) and the communication range (coverage) at a low price. Keywords: antenna groundplane models in all directions, Taguchi Multirespon, Gain, Coverage.
Optimasi Antena… 104
I. Pendahuluan
Komunikasi radio adalah salah satu sistem komunikasi yang paling handal dalam keadaan aman maupun keadaan darurat ( disaster ) dan menjadi salah satu unsur komponen ( sub-sistem) yang menentukan terhadap berhasil atau kurang berhasil, bahkan gagalnya suatu operasi penyelamatan ( search and rescue ) dan pengerahan bantuan penanganan serta penanggulangan terhadap bencana .Komunikasi radio adalah salah satu sistem komunikasi nirkabel yang menggunakan media gelombang radio untuk proses pengiriman dan penerimaan pesan/berita dengan cara dipancarkan ke ruang bebas melalui peralatan pemancar ( tranmitter ) yang akan diterima oleh pendengar melalui peralatan radio penerima .
Dalam komunikasi radio peranan antena sangat penting sebagai media peralihan antara ruang bebas dengan piranti pemandu (dapat berupa kabel koaksial atau pemandu gelombang / Waveguide) yang digunakan untuk menggerakkan energi elektromagnetik dari sumber pemancar ke antena atau dari antena ke penerima . Antena yang baik dan berkualitas adalah antena yang mempunyai spesifikasi mempunyai mempunyai kemampuan yang
tinggi dalam memfokuskan energi pancar daya radio frekwensi dalam arti penguatan (Gain) dengan baik serta jangkauan komunikasi (Coverage) yang luas . Komunikasi radio dalam proses pengiriman berita/informasi sering terkendala masalah kualitas jangkauan komunikasi (coverage) yang tidak merata karena hasil penguatan (gain) yang dihamburkan antena pemancar (transmitter) masih rendah .
Antena segala arah (Omnidirectional) model ground plane memberikan salah satu solusi untuk mengatasi masalah di atas, karena antena model ground plane mempunyai kelebihan bersifat portabel dalam arti mudah dibawa, ukuran dimensi kecil (praktis), mudah dirangkai dalam waktu singkat, mempunyai kemampuan meradiasikan daya radio frekwensi yang membawa informasi/berita ke semua arah (gain ) yang merata (polarisasi merata), serta mempunyai kemampuan jangkauan (coverage) komunikasi radio yang lebih luas.Peningkatan penguatan (Gain) dan jangkauan (Coverage) antena segala arah (Omnidirectional) model Ground Plane ditentukan oleh beberapa faktor antara lain material/bahan
Optimasi Antena… 105 yang mempunyai konduktifitas
yang tinggi, sangat, faktor diameter antena, jumlah ground radial, sudut antar ground radial, panjang iner (inti) antena, panjang ground radial.
Penelitian ini di harapkan dapat menentukan kombinasi level faktor yang optimal dalam upaya peningkatan kualitas antena segala arah (Omnidirectional) model ground plane , untuk meningkatkan penguatan (gain) dan jangkauan (coverage) komunikasi radio yang dihasilkan serta memberikan estimasi penghematan biaya yang dapat dilakukan. Metode Taguchi dipilih karena dengan adanya matrik Orthogonal Array pada metode ini dapat meminimasi jumlah eksperimen sehingga tidak perlu melakukan eksperimen pada semua kombinasi level faktor yang mungkin.
II. BAHAN DAN METODE
A. Bahan dan Peralatan
1. Bahan dan Peralatan
Bahan yang digunakan adalah Kuningan, Alumunium, Tembaga dengan ukuran 4, 3, 1.5 mm, Kabel Rgb, pipa pralon ¾ dim .
2. Alat yang digunakan a. SWR meter
b. Spektrum Analizer c. Pesawat HT
B. Kajian Pustaka
1.Sistem komunikasi
Sistem Komunikasi yang baik dan berkualitas adalah sistem komunikasi yang dapat mengirimkan pesan/berita secara merata (segala arah ) dengan jangkauan (coverage) yang luas serta kualitas suara yang diterima oleh penerima jelas, dalam keadaan aman maupun darurat /disaster ( Risjawan, 2001).Komunikasi radio adalah salah satu sistem komunikasi nirkabel yang menggunakan media gelombang radio untuk proses pengiriman dan penerimaan pesan/berita dengan cara dipancarkan ke ruang bebas melalui peralatan pemancar ( tranmitter ) yang akan diterima oleh pendengar melalui peralatan radio penerima ( Alaydrus M, 2011).
2. Antena
Antena adalah elemen penting yang ada pada setiap sistem telekomunikasi tanpa kabel ( nirkabel/wireless). Antena adalah sebuah komponen yang dirancang untuk bisa memancarkan dan atau menerima gelombang elektromagnetika, Antena sebagai alat pemancar (transmitting antenna ) adalah sebuah tranduser (pengubah) elektromagnetis, yang digunakan untuk mengubah gelombang tertuntun didalam saluran transmisi kabel, menjadi gelombang yang merambat di ruang bebas, dan sebagai alat
Optimasi Antena… 106 penerima (receiving antenna )
mengubah gelombang ruang bebas menjadi gelombang tertuntun (Alaydrus, 2011). Menurut “The IEEE Standard Definitions of Terms for Antennas” (IEEE Std 145-1983), definisi antena adalah suatu bagian dari sistem telekomunikasi nirkabel yang
digunakan untuk memancarkan atau menerima gelombang radio. Antena adalah suatu piranti transisi antara saluran transmisi dengan ruang bebas dan sebaliknya. Konsep dasar antena menurut ( alaydrus, 2006)
diilustrasikan seperti gambar
dibawah.
Gelombang Gelombang
Ruang bebas Ruang bebas
Wave Guide
Wave
Guide
Gelombang Gelombang
Tertuntun Tertuntun
Antena Pemancar Antena penerima Gambar 2.2 Peran antena di sistem komunikasi nirkabel Dalam perancangan antena peran
panjang gelombang sangat vital
dimana panjang gelombang
adalah jarak yang ditempuh gelombang selama satu perioda.
Rumus perhitunganya adalah
sebagai berikut :
λ = c/f
dengan λ=panjang gelombang
(m), c=kecepatan cahaya
(3.108m/s), f= frekuensi (Hz ).
Sehingga dengan diketahui
besarnya panjang gelombang
maka kebutuhan akan bahan
untuk membuat panjang antena dapat diketahui (Alaydrus, 2006).
3. Penguatan (gain)
Penguatan sangat erat hubungannya dengan directivity, penguatan mempunyai pengertian perbandingan daya yang dipancarkan oleh antena tertentu dibandingkan dengan radiator isotropis yang bentuk pola radiasinya menyerupai bola.
Optimasi Antena… 107 Secara fisik suatu radiator
isotropis tidak ada, tapi sering kali digunakan sebagai referensi untuk menyatakan sifat–sifat kearahan antena. Penguatan daya antena pada arah tertentu didefinisikan sebagai 4π kali perbandingan
intensitas radiasi dalam arah tersebut dengan daya yang
diterima oleh antena dari pemancar yang terhubung . Apabila arahnya tidak diketahui, penguatan daya biasanya ditentukan dalam arah radiasi maksimum, dalam persamaan matematik dinyatakan sebagai (Stutzman dalam yuwono, 2010).
dengan:
G = gain antena (dB)
Um = intensitas radiasi antena (watt)
Pin = daya input total yang diterima oleh antena (watt)
Kamal Ray.S.R dkk (
2012) dalam meningkatkan
penguatan (Gain) antena monopole
ground plane dengan frekwensi 1,314 GHz dengan memvariasikan bentuk groundplane dengan Plat PCB, Plat Bulat, Plat Segi empat
menghasilkan penguatan (Gain)
sebesar 14,75 dB, 18,23 dB, 43,90 dB sehingga dalam meradiasikan sinyal daya radio komunikasi masih belum merata.
4. Jangkauan (Coverage )
komunikasi Radio Frekwensi
Jarak jangkauan (Coverage) dalam suatu sistem komunikasi radio frekwensi sangat memegang peranan penting untuk keberhasilan dalam penyampaian berita/informasi dari pemancar ke penerima, karena dengan
jarak jangkauan komunikasi dapat dicapai dengan baik maka kualitas suara dari pemancar ke penerima bisa diterima dengan jelas dan jernih. Iqbal. dkk (2011) mencoba untuk meningkatkan Jarak jangkauan komunikasi wireless Lan diperlukan antena dengan Gain yang tinggi dari antena yang standart. Sehingga kebutuhan akan komunikasi yang berkualitas baik dari sisi penguatan (gain) untuk meradiasikan daya dari radio frekwensi ke penerima sehingga akan didapatkan peningkatan jarak jangkauan komunikasi yang lebih luas, sehingga Antena salah satunya sangat memegang peranan penting untuk mencapai tujuan diatas.
Optimasi Antena… 108
C. Metode
1. Rancangan Penelitian
Dalam penelitian metode Taguchi dipilih karena dengan adanya matrik
Orthogonal Array pada metode ini
dapat meminimasi jumlah
eksperimen sehingga tidak perlu melakukan eksperimen pada semua
kombinasi level faktor yang
mungkin. Penelitian yang dilakukan dengan metode taguchi terdiri dari 6 faktor 3 level . Berdasarkan Tabel array Orthogonal standard taguchi maka dipilh L27 sebagai dasar untuk melakukan Ekspeimen. Tidak Ya Tidak Ya
Gambar 1. Diagram alir penelitian Identifikasi Masalah Identifikasi Variabel Rancangan Penelitian Data Normal Eksperimen dan Pengumpulan data Data Homogen A Pengolahan Data 1. Perhitungan Anova 2. Perhitungan SNR
3. Perhitungan efek tiap Faktor
4. Menentukan Kombinasi faktor level optimal tiap respon Optimal tiap variabel MRSN Kondisi optimal masuk array Ortogonal
Prediksi dan konfirmasi
Uji beda Kesimpulan
Optimasi Antena… 109
2. Variabel Penelitian
Dalam Penelitian ini terdapat 2 faktor yaitu faktor terikat (dependent variable) serta faktor kendali. Faktor terikat merupakan himpunan sejumlah gejala yang memiliki sejumlah aspek atau unsur didalamnya yang berfungsi menerima atau menyesuaikan diri dengan kondisi lain. Dalam penelitian ini faktor terikat terdapat
dua yaitu penguatan (gain) antena dan jangkauan (Coverage) antena .Sedangkan faktor kendali adalah suatu suatu parameter yang dapat dikendalikan oleh perancang dengan memilih level-level faktor yang optimal agar dapat dihasilkan nilai karakteristik mutu yang tidak sensitif terhadap faktor noise. Faktor kendali terdiri 6 faktor dan 3 level, dapat dilihat dalam tabel dibawah ini.
Tabel 5.1 Level Faktor Kendali untuk pengujian antena groundplane
No. Faktor Kendali Level
1 2 3
A. Diameter bahan antena (d) 4 mm 3 mm 1.5 mm
B. Panjang Ground radial (Pgr) 7/8 λ 5/8 λ 1/4 λ
C. Jumlah Ground radial (J.gr) 4 3 2
D. Sudut Ground radial (S.gr) 150o 135o 90o
E. Konduktiftas Bahan Antena (K.bahan) Kuningan (1,6 x 107) ohm/meter Alumunium (3,8 x 107 )ohm/meter Tembaga (6,0 x 107) ohm/meter
F. Panjang iner Antena (P.ia) 7/8 λ 5/8 λ 1/4 λ
3. Hipotesa
H1: Tidak ada pengaruh perbedaan level diameter bahan, panjang ground
radiaus perbedaan l, jumlah ground radial,
sudut ground radial, konduktifitas bahan antena serta panjang iner antena terhadap penguatan (gain)
dan jangkauan komunikasi (coverage)
H0: Ada pengaruh perbedaan level diameter bahan, panjang ground radiauh
perbedaan l, jumlah ground radial,
sudut ground radial, konduktifitas bahan antena serta panjang iner antena.
Optimasi Antena… 110 Karakteristik respon
penguatan (gain) dan jangkauan komunikasi (coverage) dengan fungsi tujuan obyektif Large the better (isti LTB). Karakteristik kualitas antena ground plane adalah besarnya nilai penguatan (gain) dalam menghamburkan daya frekwensi radio komunikasi semakin luas jangkauan komunikasi (coverage).
5. Lokasi penelitian
Penelitian dilakukan di
laboratorium telekomunikasi
akademi teknologi warga surakarta
untuk mengukur besarnya penguatan
antena segala arah model
groundplane sedangkan untuk
jangkauan komunikasi (coverage) di wilayah Baki Sukoharjo sampai wilayah Pakis Wonosari Klaten.
III. HASIL PEMBAHASAN
A. Hasil
Hasil Percobaan untuk
pengukuran penguatan (gain) dan
jangkauan komunikasi(coverage)
radio komunikasi dapat dilihat dalam tabel dibawah ini.
Tabel 5.4 Data Penguatan (gain)
exp D P.gr J.gr S.gr K.bahan P.ia Gain(dB)
A B C D E F 1 2 1 1 1 1 1 1 1 42.95 42.95 2 1 1 1 1 2 2 40.30. 40.35 3 1 1 1 1 3 3 44.80 44.90 4 1 2 2 2 1 1 43.95 43.90 5 1 2 2 2 2 2 40.10 40.15 6 1 2 2 2 3 3 45.10 45.05 7 1 3 3 3 1 1 44.05 44.05 8 1 3 3 3 2 2 39.90 40.00 9 1 3 3 3 3 3 45.10 45.05 10 2 1 2 3 1 2 43.30 43.45 11 2 1 2 3 2 3 44.95 45.00 12 2 1 2 3 3 1 47.10 47.00 13 2 2 3 1 1 2 44.00 44.05 14 2 2 3 1 2 3 40.95 40.95 15 2 2 3 1 3 1 45.05 45.10 16 2 3 1 2 1 2 42.00 42.00 17 2 3 1 2 2 3 40.95 40.95 18 2 3 1 2 3 1 47.00 47.00
Optimasi Antena… 111 19 3 1 3 2 1 3 44.05 44.05 20 3 1 3 2 2 1 40.95 40.95 21 3 1 3 2 3 2 46.00 46.00 22 3 2 1 3 1 3 45.00 45.00 23 3 2 1 3 2 1 42.20 42.25 24 3 2 1 3 3 2 47.00 47.00 25 3 3 2 1 1 3 44.05 44.00 26 3 3 2 1 2 1 40.95 40.95 27 3 3 2 1 3 2 46.00 46.00
Keterangan dari gambar diatas:
- D = Diameter bahan
- P.gr = Panjang ground Radial
- J.gr = Jumlah ground radial
- S.gr = Sudut antar ground radial
- K.bahan = Konduktifitas bahan antena
- P.ia = Panjang iner antena
Sedangkan untuk mengukur jangkauan (Coverage) komunikasi
radio dilakukan dengan cara
melakukan penerimaan komunikasi
hasil pancaran radio pemancar
dengan antena groundplane secara
mobil atau berpindah-pindah
menjauhi titik pemancar.
Tabel 5.5 Data Jangkauan (Coverage) komunikasi
Exp D P.gr J.gr S.gr K.bahan P.ia Coverage (km)
A B C D E F R1 R2 1 1 1 1 1 1 1 9.5 9.55 2 1 1 1 1 2 2 7.8 7.9 3 1 1 1 1 3 3 10.05 10.05 4 1 2 2 2 1 1 9.5 9.55 5 1 2 2 2 2 2 8 7.5 6 1 2 2 2 3 3 10.6 10.6 7 1 3 3 3 1 1 10 10 8 1 3 3 3 2 2 7.5 8.1 9 1 3 3 3 3 3 10.1 10.2 10 2 1 2 3 1 2 9.5 9.55
Optimasi Antena… 112 11 2 1 2 3 3 1 10 10 12 2 1 2 3 3 1 11 11 13 2 2 3 1 1 2 9.5 9.55 14 2 2 3 1 2 3 8.10 8.20 15 2 2 3 1 3 1 10.6 10.5 16 2 3 1 2 1 2 8.7 8.8 17 2 3 1 2 2 3 8.1 8.3 18 2 3 1 2 3 1 10.9 10.8 19 3 1 3 2 1 3 10 10 20 3 1 3 2 2 1 8.1 8.3 21 3 1 3 2 3 2 10.5 10.6 22 3 2 1 3 1 3 10 10 23 3 2 1 3 2 1 9 9 24 3 2 1 3 3 2 11 11 25 3 3 2 1 1 3 10 10 26 3 3 2 1 2 1 8.1 8.5 27 3 3 2 1 3 2 10.5 10.5 B. PEMBAHASAN 1. Penguatan (gain)
Hasil dari percobaan penguatan gain
diatas dengan pengolahan data
statistik untuk mengetahui normalitas dan homogen, bahwa data diatas terdistribusi normal dan homogen.
Perhitungan Anova untuk
pengolahan data dari keenam faktor tersebut terlihat bahwa faktor A, D,
E, F Fhitung >Ftabel maka Ho
ditolak, berarti keempat faktor
tersebut berpengaruh terhadap
penguatan (gain) radio komunikasi.
Formulasi terbaik didapat dari
pemilihan nilai SNR dengan level
faktor yang paling besar
(Belavendram, 1995), sehingga didapatkan formulasi A3 B1 C1 D3 E3, F2 seperti terlihat dalam tabel dibawah .
Tabel 5.13 Efek nilai SNR tiap faktor utama respon penguatan (gain)
LEVEL FAKTOR A B C D E F 1 29.6336 29.8164 29.8159 29.6984 29.8001 29.9711 2 29.8347 29.7915 29.7915 29.7155 29.2965 30.0004 3 29.8531 29.7135 29.714 29.9076 30.2449 29.7248 SELISIH 0.220 0.103 0.102 0.209 0.990 0.276 RANK 4 5 6 3 1 2
Optimasi Antena… 113
2. Jangkauan komunikasi (coverage)
Hasil dari percobaan
jangkauan komunikasi (coverage)
diatas dengan pengolahan data
statistik untuk mengetahui normalitas dan homogen, bahwa data diatas terdistribusi normal dan homogen.
Perhitungan Anova untuk
pengolahan data dari keenam faktor tersebut terlihat bahwa faktor A, D,
E, F Fhitung >Ftabel maka Ho
ditolak, berarti keempat faktor
tersebut berpengaruh terhadap
jangkauan komunikasi (Coverage)
radio komunikasi. Formulasi
terbaik didapat dari pemilihan nilai SNR dengan level faktor yang paling besar (Belavendram,
1995), sehingga
didapatkan formulasi A3 B1 C1 D3 E3, F1 seperti terlihat dalam tabel dibawah .
Tabel 5.21 Efek nilai SNR tiap faktor utama respon jangkauan komunikasi (coverage) LEVEL FAKTOR A B C D E F 1 16.248 16.619 16.6253 16.387 15.212 16.995 2 16.5942 16.549 16.5489 16.364 15.398 16.9795 3 16.706 16.381 16.3743 16.797 17.478 16.4095 SELISIH 0.458 0.238 0.251 0.434 2.266 0.585 RANK 4 2 5 7 6 3
3. Multi Respon Signal to Noise
Hasil dari perhitungan SNR tiap faktor antara penguatan (gain) dan jangkauan komunikasi (Coverage)
ternyata terdapat perbedaan
kombinasi faktor level optimum
kedua respon, maka dilakukan
analisa menggunakan MRSN.
Respon penguatan (gain) dan
jangkauan (coverage) menggunakan karakteristik mutu LTB sehingga
setting parameter multirespon
optimal ditentukan berdasarkan nilai
MRSN terbesar yaitu 3.09412
dengan kombinasi level faktor A2 B1 C2 D3 E3 F1.
4. Uji Beda
Uji beda dilakukan untuk
mengetahui apakah kombinasi
faktor- level mempunyai perbedaan dari kondisi awal dari percobaan kamal .ray. dengan menggunakan antena groundplane dengan bahan alumunium bentuk plat segitiga dan lembaran pcb dihasilkan gain sebesar
43.90 sedangkan dengan
menggunakan usulan MRSN
penguatan (gain) sebesar 47.10 dB
dan jangkauan komunikasi
(coverage) dihasilkan jangkauan komunikasi sebesar 11 km sehingga
mampu meningkatkan kualitas
penguatan (gain) dan jangkauan komunikasi (coverage) .
Optimasi Antena… 114 IV.Simpulan
a. Kekuatan faktor terbaik untuk variabel penguatan (gain) adalah
A3B1C1D3E3F2 dengan
komposisi Diameter bahan
antena groundplane
menggunakan 1.5 mm, Panjang ground radial menggunakan 7/8
λ (1.5 meter), Jumlah ground
radial menggunakan 3 buah,
Sudut antar ground radial
menggunakan 135o,
Konduktifitas bahan
menggunakan bahan tembaga yang mempunyai konduktifitas (6,0 x 107) ohm/meter, serta
Panjang iner antena
menggunakan 5/8 λ (1.08m =
1.5m)
b. Kekuatan faktor terbaik untuk variabel jangkauan komunikasi
(coverage) adalah
A3B1C1D3E3F1 dengan
komposisi Diameter antena menggunakan 1.5mm, panjang ground radial menggunakan 7/8
λ atau sekitar 1.5 meter, jumlah
ground radial menggunakan 4
buah, sudut ground radial
menggunakan sudut 90o ,
konduktifitas bahan
menggunakan konduktifitas
bahan tembaga yang besarnya
konduktifitas (6,0 x 107)
ohm/meter, komposisi Panjang iner antena menggunakan 7/8 λ
(1.5 m)
c. Berdasarkan perhitungan dengan metode MRSN didapat seting parameter yang optimal untuk penguatan (gain) dan jangkauan komunikasi (coverage) sebesar
A2B1C2D3E3F1. Sehingga
setting parameter yang diperoleh
adalah:Komposisi Diameter
antena disetting menggunakan 3 mm. Komposisi panjang ground radialdisetting menggunakan 7/8
λ atau sekitar 1.5
meter.Komposisi jumlah ground radial disetting menggunakan 3 bh Komposisi sudut ground radial disetting menggunakan 90o Komposisi Konduktifitas bahan
disetting menggunakan
konduktifitas bahan tembaga
yang besarnya konduktifitas (6,0 x 107) ohm/meter. Komposisi Panjang iner antena disetting
menggunakan 7/8 λ (1.5
m).Total biaya yang dikeluarkan
pada parameter usulan
berdasarkan MRSN diatas akan
terjadi penghematan biaya
sebesar biaya sebesar Rp 86.000
dalam satu bentuk antena
groundplane atau harga menjadi lebih murah.
V. Daftar Pustaka
Alaydrus.Mudriks. Coupling Effects between Antenna Elements on the Performance of a Smart Antenna System, International
Conference on
Instrumentation,
Communications and
Information Technology
(ICICI). Bandung. August.
2005.
Alaydrus Mudriks. Antena Prinsip & Aplikasi, Penerbit Graha Ilmu. Jogjakarta. 2011.
Kamal Raj Singh Rajoriya, P.K. Singhal, Monopole Antenna with Modify Ground Plane International Journal of
Engineering and
Optimasi Antena… 115 266-270 Department of
Electronics, Madhav Institute of Technology & Science, Gwalior-474005, (M.P), India
Risjawan Hendry . Ir (2001) Peran orari dalam public service, Seminar Depsos tahun.. 2001
Lestari Putri Dwi .2009. ” Peningkatan Kualitas Aspal
Emulsi Menggunakan Metode MRSN (Multi Respon Signal to Noise) (di PT. Hutama Prima Cabang Jateng dan D.I.Y berkedudukan di Jalan
MT.Haryono Komplek
Kawasan Industri Cilacap)”
Skripsi, tidak
diterbitkan.Yogyakarta:Fakulta s Teknik Industri Universitas