• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI TAJWID DENGAN METODE CARD SORT PADA SISWA KELAS XII MEKATRONIKA 2 SMK NEGERI 3 SALATIGA TAHUN 20182019 SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI TAJWID DENGAN METODE CARD SORT PADA SISWA KELAS XII MEKATRONIKA 2 SMK NEGERI 3 SALATIGA TAHUN 20182019 SKRIPSI"

Copied!
158
0
0

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI TAJWID

DENGAN METODE

CARD SORT

PADA SISWA KELAS XII MEKATRONIKA 2

SMK NEGERI 3 SALATIGA TAHUN 2018/2019

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Syarat Guna

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh:

Putri Nandani

NIM:11114038

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA

(2)

i

PENINGKATAN HASIL BELAJAR

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI TAJWID

DENGAN METODE

CARD SORT

PADA SISWA KELAS XII MEKATRONIKA 2

SMK NEGERI 3 SALATIGA TAHUN 2018/2019

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Syarat Guna

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh:

Putri Nandani

NIM:11114038

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

vi

MOTTO

ُهَمَّلَعَو َنآْرُقْلا َمَّلَعَت ْهَم ْمُكُرْيَخ

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”

(Hadits Riwayat Imam Bukhori)

ِساىلِل ْمُهُعَفْوَأ ِساىلا ُرْيَخ

Sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”

(8)

vii

PERSEMBAHAN

Alhamdulillahirobbil‟alamin dengan rahmat dan hidayah Allah SWT

skripsi ini telah selesai. Skripsi ini penulis persembahkan kepada:

1. Kedua orang tuaku Bapak Kimin Santoso dan Ibu Ngatinah yang senantiasa

melimpahkan rasa kasih sayang, nasehat, dan jerih payahnya yang telah

mendidik dari kecil sampai di bangku kuliah di IAIN Salatiga ini.

2. Mamas Ade, Mbak Nia, si kembar Alula dan Alicha yang selalu memberi

semangat dan hiburan ketika rasa jenuh melanda.

3. Sahabatku Sarah, Fatun, Rofi yang tak pernah lelah mendukung saya, selalu

memberikan motivasi ketika rasa menyerah mulai menyerang.

4. Teman-teman seperjuangan, Uri Hafidza, Fatma, Nia, Dita, Intan, Yuni, Alfi,

Haniah, Prasetyo Utomo yang selalu memberikan saya semangat dan selalu

membantu saya dengan ikhlas.

5. Rekan-rekan KKN Posko 75 Nurul Imamah, Elfa Rahma, Rohmiyatun, Riska

Amalia, Risda Mela Santi, Sony Setyawan, Zaim, dan Muhandis yang selalu

memberi semangat.

6. Teman-teman seperjuangan IAIN Salatiga angkatan 2014 khususnya PAI 2014

(9)

viii

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Swt. atas limpahan rahmat, hidayah,

serta inayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini, meskipun dalam wujud

yang sederhana. Sholawat serta salam senantiasa terlimpahkan kepada Nabi

Muhammad Saw., yang merupakan suri tauladan umat Islam.

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan dapat

diselesaikan tanpa dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis

menyampaikan terima kasih dengan ketulusan hati, khususnya kepada:

1. Bapak Dr. H. Rahmat Hariyadi, M.Pd. selaku Rektor IAIN Salatiga.

2. Bapak Suwardi, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

3. Ibu Hj. Siti Rukhayati, M.Ag. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam.

4. Bapak Muh. Hafidz, M.Ag. selaku pembimbing skripsi, yang rela membimbing

saya dari awal skripsi sampai selesai.

5. Bapak Dr. Imam Sutomo, M.Ag. selaku dosen Pembimbing Akademik.

6. Bapak dan Ibu dosen IAIN Salatiga yang telah membekali berbagai ilmu

pengetahuan, sehingga penulis mampu menyelesaikan penulisan skripsi ini.

7. Kepala Bagian Akademik dan para stafnya yang senantiasa memberikan

pelayanan akademik yang membantu melancarkan proses pembuatan skripsi

dengan lancar.

8. Kepala Bagian Perpustakaan dan stafnya yang memberikan ruang untuk

(10)

ix

9. Bapak Suripan, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SMK N 3 Salatiga yang telah

memberikan izin dan melancarkan proses penelitian ini.

10. Bapak Dulhadi, S.Pd., selaku Guru pamong mata pelajaran Pendidikan

Agama Islam (PAI) SMK N 3 Salatiga yang telah bersedia membantu dan

bekerjasama untuk menyelesaikan penelitian ini.

11. Bapak dan ibu guru di SMK N 3 Salatiga

12. Tak lupa siswa-siswi kelas XII Mekatronika 2 tahun ajaran 2018/2019 yang

telah memberikan sumber data yang sebenarnya untuk keberhasilan penelitian

ini dilakukan.

13. Tak lupa kepada seluruh yang terlibat dalam proses pembuatan penilitian ini

yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.

Demikian ucapan terimakasih penulis sampaikan. Penulis hanya bisa

berdoa kepada Allah Swt., semoga jasa dan amal kebaikan yang tercurahkan

diridhoi oleh Allah Swt. dengan mendapatkan balasan yang berlipat ganda.

Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat

khususnya bagi penulis dan umumnya bagi para pembaca. Dengan keterbatasan

dan kemampuan, skripsi ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik

dan saran yang membangun terbuka luas dan selalu penulis harapkan untuk

kesempurnaan skripsi ini.

Salatiga, 03 September 2018

Penulis

Putri Nandani

(11)

x

ABSTRAK

Nandani, Putri. 2018. Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Materi Tajwid dengan Metode Card Sort pada Siswa Kelas XII Mekatronika 2 SMK Negeri 3 Salatiga Tahun Pelajaran 2018/2019. Pembimbing: Muh. Hafidz. M.Ag.

Kata Kunci: Hasil Belajar, Pendidikan Agama Islam, Card Sort

Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya minat belajar siswa kelas XII Mekatronika 2 di SMK Negeri 3 Salatiga pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Sehingga nilai-nilai yang didapatkan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam kurang memuaskan, hal ini terbukti dari hasil belajar siswa yang

masih rendah dengan nilai rata-rata siswa 68,4 (66,66% dari seluruh siswa) belum

mencapai KKM sekolah. Salah satu solusi untuk permasalahan tersebut perlu diterapkannya pembelajaran alternatif yang dapat merangsang aktivitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, sehingga siswa akan berperan aktif dan

memberikan feedback positif. Salah satu metode pembelajaran yang dapat dipakai

adalah metode card sort yang dianggap sebagai suatu cara untuk meningkatkan

minat, motivasi dan hasil belajar siswa terhadap materi tajwid khususnya hukum bacaan nun sukun dan tanwin serta hukum bacaan mim sukun, karena pembelajaran dengan menggunakan media permainan kartu dapat mengubah suasana kelas menjadi sebuah area permainan yang menyenangkan.

Penelitian ini merupakan Classroom Action Research atau Penelitian

Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XII Mekatronika 2 SMK N 3 Salatiga sebanyak 30 siswa.

(12)

xi

BAB I PENDAHULUAN I A. Latar Belakang Masalah... 1

B. RumusanMasalah ... 5

C. Tujuan Penelitian ... 5

D. Manfaat Penelitian ... 5

E. Hipotesis Tindakandan Indikator Keberhasilan…...7

F. Metode Penelitian ... 8

1. Rancangan Penelitian ... 8

2. Subjek Penelitian ... 8

3. Langkah-langkah Penelitian ... 8

(13)

xii

5. InstrumenPenelitian ... 12

6. Analisis Data ... 13

G. Definisi Operasional ... 14

H. Sistematika Penulisan ... 16

BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Teori ... 18

1. Hasil Belajar ... 18

2. Pendidikan Agama Islam (PAI) ... 32

3. Kajian Materi Penelitian a. Materi Tajwid... ...35

b. Metode Card Sort... ...45

B. Kajian Pustaka ... 50

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN A. GambaranUmum SMK Negeri 3 Salatiga .....53

1. Profil Sekolah ...53

2. Data Siswa, Guru dan Karyawan ... 54

3. Fasilitas, Sarana, dan Prasarana...60

B. Obyek Penelitian ...62

C. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian ...63

1. Kondisi Pra Siklus...63

2. Deskripsi Pelaksanaan Siklus I ...65

(14)

xiii

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian ...76

1. Data Siklus I ...76

2. Data Siklus II ...82

B. Pembahasan...87

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ...90

B. Saran ...91

DAFTAR PUSTAKA ...92

(15)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Jumlah Siswa di SMK Negeri 3 Salatiga... ... 54

Tabel 3.2 Guru PNS di SMK Negeri 3 Salatiga... ... 55

Tabel 3.3 Guru Tidak Tetap di SMK Negeri 3 Salatiga ... 57

Tabel 3.4 Karyawan PNS di SMK Negeri 3 Salatiga ... 59

Tabel 3.5 Pegawai Tidak Tetap di SMK Negeri 3 Salatiga ... 59

Tabel 3.6 Ruang Belajar di SMK Negeri 3 Salatiga ... 60

Tabel 3.7 Ruang Kantor di SMK Negeri 3 Salatiga... 61

Tabel 3.8 Ruang Penunjang di SMK Negeri 3 Salatiga ... 61

Tabel 3.9 Lapangan di SMK Negeri 3 Salatiga...62

Tabel 3.10 Nilai Ulangan Harian PAI Siswa Kelas XII Mekatronika 2...64

Tabel 4.1 Data Hasil Belajar Siswa Siklus I...77

Tabel 4.2 Hasil Pengamatan Guru pada Siklus I... 78

Tabel 4.3 Hasil Pengamatan Siswa pada Siklus I ... 79

Tabel 4.4 Data Hasil Belajar Siswa Siklus II ... 83

Tabel 4.5 Hasil Pengamatan Guru pada Siklus II ... 84

Tabel 4.6 Hasil Pengamatan Siswa pada Siklus II ... 85

(16)

xv

DAFTAR GAMBAR

(17)

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Tugas Pembimbing

Lampiran 2 Surat Permohonan Izin Melakukan Penelitian

Lampiran 3 Surat Keterangan Melakukan Penelitian

Lampiran 4 Lembar Konsultasi

Lampiran 5 RPP Siklus I dan II

Lampiran 6 Hasil Pengamatan Siswa dan Guru Siklus I dan II

Lampiran 7 Sampel Hasil Tes

Lampiran 8 Sampel Kertas Metode Card Sort

Lampiran 9 Dokumentasi

Lampiran 10 SKK

(18)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan proses sepanjang hayat sebagai perwujudan

pembentukan pribadi secara utuh. Pendidikan juga bertujuan untuk

mengembangkan seluruh potensi yang ada pada diri manusia tersebut.

Sebagai prosess pembentukan pribadi, pendidikan menurut Umar

Tirtarahardja (2008:34) diartikan sebagai suatu kegiatan yang sistematis dan

sistemik yang terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik.

Pendidikan mengandung pembinaan kepribadian, pengembangan kemampuan,

atau potensial yang perlu dikembangkan; peningkatan pengetahuan dari yang

tidak tahu menjadi tahu, serta tujuan kearah mana peserta didik dapat

mengaktualisasikan dirinya semaksimal mungkin (Suwarno, 2006:22).

Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu mata pelajaran pokok

yang diajarkan pada siswa. Pendidikan Agama Islam diajarkan tidak hanya

untuk menghantarkan siswa untuk dapat menguasai dan memahami berbagai

macam kajian Islam, tetapi lebih menekankan pada pengalaman dalam

kehidupan sehari-hari ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Oleh karena

itu seorang guru Pendidikan Agama Islam hendaknya mampu

mengembangkan pembelajaran yang mengarah pada pencapaian kompetensi

siswa secara menyeluruh yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan

(19)

2

mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami kandungan ajaran

Islam secara menyeluruh, menghayati makna tujuan, yang pada akhirnya

dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup (Majid,

2012:12).

Dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam banyak menampilkan

dalil-dalil Al-qur’an maupun hadis sebagai pendukung setiap materi.

Sehingga diharapkan siswa dapat mengamalkan ajaran agama dengan

mengetahui dalil yang mendasarinya. Selain itu, adanya dalil dari Al-qur’an

juga untuk melatih kemampuan siswa dalam membaca Al-qur’an sesuai

dengan makharijul huruf dan kaidah tajwid. Dalam Al Qur’an sendiri

disunahkan membaca Al-qur’an dengan tartil yaitu dengan bacaan yang tenang

dan pelan-pelan. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Muzzammil ayat 4:



perlahan-lahan.”(Departemen Agama RI, 2009:574)

Berdasarkan pengamatan peneliti sebagai guru praktik di SMK Negeri

3 Salatiga, siswanya lebih suka kegiatan praktik di bengkel daripada kegiatan

pembelajaran dikelas, selain itu sebagian besar siswanya juga berasal dari

SMP yang sedikit materi keagamaannya sehingga dalam pembelajaran

Pendidikan Agama Islam, khususnya materi Al-qur’an tentang tajwid masih

banyak siswa yang mengalami kesulitan ketika mengidentifikasikan hukum

(20)

3

Menurut Sanjaya (2007:17) “seorang guru bukan hanya harus tahu

tentang what to teach, akan tetapi juga paham tentang how to teach.” Jadi

agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik seorang guru memerlukan

tingkat keahlian yang memadai, termasuk dalam menggunakan metode dan

strategi yang sesuai dengan karakter materi yang diajarkan. Menjadi guru

bukan hanya cukup memahami materi yang harus disampaikan, akan tetapi

juga diperlukan kemampuan dan pemahaman tentang pengetahuan dan

keterampilan yang lain, misalnya

pemahaman tentang psikologi perkembangan anak, pemahaman tentang

teori-teori perubahan tingkah laku, kemampuan merancang dan memanfaatkan

berbagai media dan sumber belajar, dan lain sebagainya, agar dapat mencapai

tujuan sebagaimana yang diharapakan.

Selain itu, sebagai pendidik seharusnya guru mampu memberikan

pembelajaran yang kreatif dan inovatif sehingga dapat mengembangkan

kemampuan siswa secara maksimal. Hal ini dapat dilakukan dengan

digunakannya metode-metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi yang

dialami siswa. Hal terpenting dalam kegiatan pembelajaran adalah terjadinya

perubahan pada siswa.

Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti mencoba untuk mencari

metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan materi yang peneliti pilih

untuk penelitian yaitu materi tajwid. Adapun penyebab rendahnya hasil

(21)

4

adalah: rendahnya minat belajar siswa sehingga masih sedikit diantara mereka

yang memperoleh hasil belajar yang tinggi.

Maka dari itu, peneliti akan menerapkan metode pembelajarn card

sort karena dianggap sebagai suatu cara baru untuk meningkatkan motivasi

dan hasil belajar siswa terhadap materi yang diajarkan guru, karena

pembelajaran dengan menggunakan media permainan kartu, dapat mengubah

suasana kelas menjadi sebuah arena permainan yang menyenangkan. Gerakan

fisik yang dominan dalam strategi ini dapat membantu mendinamiskan kelas

yang jenuh atau bosan, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih

menyenangkan (Zaini, 2008:50). Dengan menggunakan metode ini

diharapkan juga dapat meningkatkan pemahaman dalam belajar tajwid,

sehingga hasil belajar siswa kelas XII Mekatronika 2 akan meningkat.

Berdasarkan permasalahan yang telah dijabarkan, maka judul

penelitian yang ditetapkan adalah: “Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan

Agama Islam Materi Tajwid dengan Metode Card Sort pada Siswa Kelas

XII Mekatronika 2 SMK Negeri 3 Salatiga tahun 2018/2019”.

B. Rumusan Masalah

Mengacu kepada latar belakang masalah dan identifikasi masalah, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah Metode Card

sort dapat meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran Pendidikan

Agama Islam materi Tajwid siswa Kelas XII Mekatronika 2 SMK Negeri 3

(22)

5

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang ditetapkan, maka tujuan

penelitian ini adalah untuk mengetahui Apakah Metode Card sort dapat

meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam

materi Tajwid siswa Kelas XII Mekatronika 2 SMK Negeri 3 Salatiga tahun

2018/2019?.

D. Manfaat Penelitian

Dari penelitian ini diharapkan nantinya akan memberikan manfaat

bagi semua kalangan pendidik di lembaga sekolah pada umumnya. Adapun

manfaat yang diharapkan adalah sebagai berikut:

1. Manfaat Teoritis

Dengan adanya penelitian ini, dapat menjelaskan teori dan

menambah wawasan dalam kegiatan pembelajaan dengan menggunakan

metode card sort. Siswa dapat bersikap kreatif dan inovatif di dalam

belajarnya sendiri dengan cara yang menyenangkan, serta dapat

meningkatkan motivasi belajar agar hasil belajar siswa memuaskan dan

maksimal.

2. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak berikut:

a. Bagi siswa

Meningkatkan kemampuan siswa dalam menerima materi,

mendorong siswa untuk aktif dalam pembelajaran, mendorong siswa

(23)

6

pembelajaran yang menyenangkan sehingga dapat meningkatkan

prestasi belajar.

b. Bagi guru

Sebagai sarana untuk mengevaluasi terhadap pembelajaran

yang sudah berlangsung serta sebagai bahan pertimbangan dan

masukan untuk memperkenalkan belajar Pendidikan Agama Islam

melalui metode card sort untuk meningkatkan prestasi belajar siswa

dan kemampuan siswa sehingga dapat tercipta pembelajaran yang

efektif dan efesien.

c. Bagi sekolah

Meningkatkan proses pembelajaran yang berdampak pada

peningkatan prestasi sekolah dan mutu pendidikan di SMK Negeri 3

Salatiga.

d. Bagi peneliti

Menambah pengalaman dan pengetahuan untuk

mengembangkan ide kreatif dan inovatifnya dalam melakukan

penelitian.

E. Hipotesis Tindakan dan Indikator Keberhasilan

Hipotesis adalah suatu kebenaran sementara yang dapat diubah atau

diganti dengan yang lebih tepat dan lebih representatif (Ghony dan Fauzan,

2009:86). Adapun hipotesis dalam penelitian tindakan ini adalah metode card

(24)

7

Islam materi tajwid pada siswa kelas XII Mekatronika 2 SMK Negeri 3

Salatiga tahun 2018/2019.

Penggunaan metode card sort dikatakan berhasil apabila indikator

yang diharapkan dapat tercapai. Adapun indikator yang dirumuskan peneliti

adalah:

a. Siswa diharapkan dapat mencapai nilai 75 pada materi tajwid.

b. Presentase sebanyak 85% dari total siswa dalam satu kelas mendapat nilai

75.

F. Metode Penelitian

1. Rancangan Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas atau

Classroom Action Reserach. Menurut Suyanto (1997) yang dikutip oleh

(Muslich, 2012:9) menjelaskan bahwa penelitian tindakan kelas adalah

suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan

tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan/atau

meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara profesional.

2. Subjek Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XII Mekatronika 2

SMK Negeri 3 Salatiga yang berjumlah 30 siswa, dengan siswa putra 28

dan putri 2. Subjek ini perlu ditingkatkan hasil belajarnya karena nilai

yang diperoleh pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi

tajwid belum memuaskan. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa

(25)

8

3. Langkah-langkah Penelitian

Penelitian ini terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan,

pengamatan, dan refleksi (Arikunto, 2014:16). Adapun

langkah-langkahnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 1.1

Langkah-langkah Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini memiliki tahapan yang secara umum

(26)

9

a. Perencanaan (Planning)

Perencanaan merupakan langkah pertama yang harus

dilakukan dalam melakukan penelitian. Kegiatan yang dilakukan

adalah:

1) Menyiapkan desain pembelajaran dengan metode card sort .

2) Menyiapkan lembar observasi (pengamatan) sebagai pedoman atas

proses pembelajaran dalam melakukan metode card sort.

3) Menyusun soal tes untuk menilai peningkatan hasil belajar siswa

terhadap materi yang diajarkan.

b. Pelaksanaan (Acting)

Pelaksanaan adalah menerapkan apa yang telah direncanakan

yaitu bertindak di kelas dan melaksanakan proses pembelajaran sesuai

dengan desain pembelajaran yang telah direncanakan. Pada saat

pelaksanaan tindakan, dilakukan observasi terhadap proses belajar

mengajar untuk mengetahui perubahan yang terjadi akibat dari

penggunaan metode card sort.

c. Pengamatan (Observation)

Pengamatan adalah alat untuk memotret seberapa jauh efek

tindakan telah mencapai sasaran. Pada tahap ini peneliti melakukan

pengamatan terhadap segala perilaku dan aktivitas siswa dalam proses

(27)

10 d. Refleksi (Reflecting)

Pada tahap ini, dilakukan penilaian atas pembelajaran di kelas.

Dari hasil lembar observasi dan hasil post test dinilai apakah metode

pembelajaran yang dilakukan pendidik mampu menghasilkan

perubahan yang signifikan. Apabila siklus I belum mencapai indikator

yang diharapkan atau belum bisa mengatasi masalah maka perlu

dilanjutkan pada siklus II dan seterusnya sampai diperoleh kemajuan

dalam pemecahan masalah.

4. Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan kegiatan atau cara untuk mencari

data di lapangan yang akan digunakan untuk menjawab permasalahan

penelitian. Pengumpulan data data dapat dilakukan dengan beberapa cara

seperti wawancara, observasi, kuesioner atau angket, tes serta

dokumentasi (Arikunto, 2010: 203). Dalam hal ini peneliti menggunakan

metode pengumpulan data berupa:

a. Tes

Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain

yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan

intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau

kelompok (Arikunto, 2010: 193). Tes digunakan untuk mengetahui

tingkat hasil belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam

yang dilaksanakan pada siswa kelas XII Mekatronika 2 SMK Negeri 3

(28)

11

uraian untuk mengukur kemampuan siswa dalam pemahaman materi

tajwid. Tes akan dilaksanakan pada akhir tiap siklus.

b. Observasi

Melakukan pengamatan terhadap siswa selama pembelajaran

berlangsung untuk mengetahui keaktifan siswa dan hasil belajar dalam

pembelajaran dengan metode card sort.

c. Dokumentasi

Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang berarti

barang-barang tertulis (Arikunto, 2010: 201). Dokumentasi pada penelitian ini

bisa berupa catatan hasil belajar, transkrip nilai, foto, laporan

pengamatan, dan dokumen lain yang mendukung penelitan.

5. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat bantu yang digunakan dalam

penelitian, yang terdiri atas:

a. Lembar Observasi

Lembar observasi digunakan untuk mengamati secara langsung

kegiatan yang dilakukan siswa dan guru selama proses pembelajaran

dalam materi tajwid kelas XII Mekatronika 2 di SMK Negeri 3

Salatiga melalui metode card sort.

b. Butir Soal

Butir soal merupakan hal yang menjadi bagian dari tes. Sebab

(29)

12

6. Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik

sederhana yaitu teknik analisis data kuantitatif. Teknik analisis data ini

digunakan untuk menganalisis data hasil observasi yang diperoleh dari

siswa selama pembelajaran berlangsung dan untuk mnegetahui perubahan

perilaku siswa. Data tersebut diolah dengan mencari persentase tiap-tiap

kegiatan dengan menggunakan rumus persentase. Adapun rumus

penelitian sebagai berikut:

P = X 100%

Keterangan:

P= Prosentase

F= Jumlah siswa yang tuntas belajar

N= Jumlah semua siswa

G. Definisi Operasional

Untuk memberikan gambaran sekaligus memperjelas pengertian dan

pemahaman serta agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap judul diatas,

maka dijelaskan dibawah ini:

1. Peningkatan Hasil Belajar

Peningkatan berasal dari kata “tingkat” yang berimbuhan pe-an.

Kata “tingkat” sendiri memiliki arti tinggi rendahnya martabat

(kedudukan, jabatan, kemajuan, peradapan, dsb) pangkat, derajat, taraf

kelas (Depdiknas, 2007:1197). Sehingga ketika dimasuki imbuhan pe-an

(30)

13

meningkatkan (usaha, kegiatan, dsb) (Depdiknas, 2007:1198). Jadi, yang

dimaksud dengan peningkatan yaitu usaha untuk memperoleh nilai yang

lebih tinggi dari nilai sebelumnya.

Sedangkan hasil belajar adalah terjadinya perubahan tingkah laku

pada diri siswa, yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk perubahan

pengetahuan, sikap, dan ketrampilan (Hamalik, 2008:155).

Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh

peserta didik setelah mengalami kegiatan belajar. Hasil belajar adalah

kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima

pengalaman belajarnya (Sudjana, Nana, 2014:22).

Jadi, hasil belajar adalah perubahan tingkah laku pada siswa

berupa perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang terjadi

setelah kegiatan pembelajaran.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa peningkatan

hasil belajar adalah usaha untuk memperoleh nilai yang lebih tinggi dari

nilai sebelumnya dengan cara melihat perubahan yang terjadi pada siswa

diukur dari aspek pengetahuan, sikap maupun ketrampilan.

2. Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam adalah usaha-usaha secara sistematis

dan pragmatis dalam membantu anak didik agar mereka hidup sesuai

dengan ajaran Islam (Zuhairini, 1983:27).

Pendidikan agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan

(31)

14

Islam secara menyeluruh, menghayati makna tujuan, yang pada akhirnya

dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup

(Majid, 2012:12).

Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama Islam adalah

suatu usaha yang sistematis untuk memberikan pemahaman, dan

penghayatan yang lebih dalam kepada siswa untuk mengamalkan ajaran

Islam supaya hidup mereka sesuai ajaran dalam Islam.

3. Tajwid

Secara bahasa, kata tajwid adalah masdar dari kata

jawwada-yujawwidu yang berarti ”membuat bagus”. Secara istilah, tajwid adalah

suatu cabang ilmu yang mengatur tata cara ilmu membaca Al-Quran

dengan baik dan benar (Amrullah, t.th.: 71)

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa tajwid adalah

salah satu cabang ilmu yang mempelajari tentang kaidah dan tata cara

membaca Al-Quran yang baik dan benar.

4. Metode Card Sort

Metode card sort yaitu kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan

untuk mengajarkan konsep, karakteristik, klasifikasi, fakta, tentang objek

atau mereview informasi (Zaini, 2008:50).

H. Sistematika Penulisan

Dalam penelitaian tindakan kelas ini penulis menyusun sistematika

(32)

15

BAB I (Pendahuluan): Berisi tentang latar belakang masalah, rumusan

masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, hipotesis tindakan dan

indikator keberhasilan, metode penelitian, definisi operasional, dan

sistematika penulisan.

BAB II (Landasan Teori): Berisi tentang pengertian belajar, prinsip

belajar, tujuan belajar, ciri-ciri belajar, pengertian hasil belajar, faktor-faktor

yang mempengaruhi hasil belajar, pengertian Pendidikan Agama Islam,

fungsi PAI, pengertian dan tujuan tajwid, materi hukum nun sukun dan

tanwin serta mim sukun, metode card sort, karakter card sort,

langkah-langkah card sort beserta kelebihan dan kelemahannya, serta kajian terdahulu.

BAB III (Pelaksanaan Penelitian): Berisi tentang deskripsi

pelaksanaan siklus I dan deskripsi pelaksanaan siklus II

BAB IV (Hasil Penelitian): Berisi tentang deskripsi persiklus dan

pembahassan siklus I dan siklus II.

(33)

16

Pengertian belajar menurut Gagne yang dikutip oleh

Suprijono (201:2) adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang

dicapai seseorang melalui aktivitas. Perubahan disposisi tersebut

bukan diperoleh langsung dari proses pertumbuhan seseorang secara

alamiah. Belajar menurut Skinner dalam Dimyati dan Mudjiono

(2006:9) ialah suatu perilaku dimana ketika seseorang belajar maka

responnya menjadi lebih baik. Sedangkan pengertian belajar

dipandang dari sisi psikologis, belajar merupakan suatu proses

perubahan, yaitu perubahan dalam tingkah laku sebagai hasil dari

interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya

(Slameto, 1991:2).

Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa

belajar adalah suatu proses yang terjadi melalui latihan atau

pengalaman dengan lingkungan sekitarnya sehingga menunjukkan

perubahan tingkah laku, ketrampilan, kecakapan dan kemampuan

(34)

17

Dalam agama Islam masalah belajar mendapat perhatian yang

istemewa. Hal ini terbukti dengan turunnya surat Al-Alaq ayat satu

sampai lima yang berbunyi:



Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang

Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Departemen Agama RI, 2009:597)

Dalam ayat tersebut perintah membaca disebut dua kali,

pertama perintah kepada Rasul Saw. Dan selanjutnya perintah kepada

seluruh umatnya. Membaca adalah sarana untuk belajar dan kunci

ilmu pengetahuan, baik secara etimologis berupa membaca

huruf-huruf yang tertulis dalam buku, maupun terminologis, yakni membaca

dalam arti yang luas yaitu membaca alam semesta. (Munjahid,

2007:5-6).

b. Prinsip Belajar

Prinsip belajar adalah konsep-konsep yang harus diterapkan

dalam proses belajar mengajar. Seorang guru akan dapat

melaksanakan tugasnya dengan baik apabila ia dapat menerapkan cara

mengajar sesuai dengan prinsip-prinsip belajar (Fathurrohman dan

Sulistyorini, 2012:17).

Adapun prinsip-prinsip dari belajar yaitu: Pertama, prinsip

(35)

18

Belajar terjadi karena didorong kebutuhan dan tujuan yang ingin

dicapai. Belajar adalah kesatuan fungsional dari berbagai komponen

belajar. Ketiga, belajar merupakan bentuk pengalaman. Pengalaman

pada dasarnya adalah hasil dari interaksi antara peserta didik dengan

lingkungannya (Suprijono, 2011:4-5).

c. Tujuan Belajar

Dalam tujuan pembelajaran peserta didik diharapkan dapat

merubah dirinya dengan acuan pelajaran yang didapatkan. Tujuan

belajar dimaksudkan untuk memberikan landasan dalam belajar.

Tujuan belajar yang eksplisit diusahakan untuk dicapai dengan

tindakan instruksional, lazim dinamakan instructional effects, yang

biasa berbentuk pengetahuan dan ketrampilan. Sementara tujuan

belajar sebagai hasil yang menyertai tujuan belajar instruksional

disebut nurturant effect. Bentuknya berupa kemampuan berpikir kritis

dan kreatif, sikap terbuka dan demokratis (Suprijono, 2011:5).

d. Jenis-jenis Belajar

Dilihat dari segi tujuan dan hasil yang diperoleh, Menurut

Munjahid (2007: 6-8) belajar dapat dikelompokkan menjadi delapan

jenis, yaitu:

1) Belajar abstrak, yaitu belajar dengan menggunakan cara-cara

berfikir abstrak yang tujuannya adalah untuk memperoleh

pemahaman dan pemecahan yang tidak nyata. Dalam hal ini akal

(36)

19

2) Belajar ketrampilan, merupakan jenis belajar yang bertujuan

memperoleh ketrampilan tertentu dengan menggunakan

ketrampilan motorik. Dalam belajar jenis ini, proses pelatihan

yang intensif dan terus menerus sangat diperlukan.

3) Belajar sosial, adalah belajar yang bertujuan memperoleh

ketrampilan dan pemahamn terhadap masalah-masalah sosial,

penyesuaian terhadap nilai-nilai sosial dan sebagainya.

4) Belajar pemecahan masalah, maksudnya yaitu belajar untuk

memperoleh ketrampilan atau kemampuan memecahkan berbagai

masalah logis dan rasional. Tujuannya adalah untuk memperoleh

kemampuan atau kecakapan kognitif guna memecahkan masalah

secara tuntas.

5) Belajar rasional, yaitu belajar dengan menggunakan kemampuan

berfikir secara logis atau sesuai dengan akal sehat.

6) Belajar kebiasaan, merupakan proses pembentukan kebiasaan

baru atau perbaikan kebiasaan yang telah ada. Dalam belajar

kebiasaan ini, biasanya menggunakan perintah, keteladanan,

pengalaman khusus juga menggunakan hukum dan ganjaran.

Tujuannya adalah agar seseorang memperoleh sikap yang lebih

baik.

7) Belajar apresiasi, adalah belajar mempertimbangkan nilai suatu

(37)

20

mengembangkan kecakapan ranah rasa, dalam hal ini kemampuan

menghargai secara cepat, arti penting objek tertentu.

8) Belajar pengetahuan, merupakan jenis belajar untuk memperoleh

sejumlah pemahaman, pengertian, informasi, dan sebagainya.

Belajar pengetahuan juga dapat diartikan sebagai sebuah program

belajar terencana untuk menguasai materi pelajaran dengan

melibatkan kegiatan investigasi atau penelitian dan eksperimen.

e. Ciri-ciri Belajar

Bahruddin dan Esa Nur Wahyuni dalam buku Belajar dan

Pembelajaran Meningatkan Mutu Pembelajaran Sesuai Standar

Nasional oleh Fathurrohman dan Sulistyorini (2012:14) menyebutkan

ada beberapa ciri-ciri belajar, yaitu:

1) Belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku. Ini

berarti, bahwa hasil dari belajar hanya dapat diamati dari tingkah

laku, yaitu adanya perubahan tingkah laku, dari tidak tahu

menjadi tahu, dari tidak terampil menjadi terampil. Tanpa

mengamati tingkah laku hasil belajar, maka tidak akan dapat

mengetahui ada tidaknya hasil belajar.

2) Perubahan perilaku relatif permanen. Ini berarti, bahwa

perubahan tingkah laku yang terjadi karena belajar untuk waktu

tertentu akan tetap atau tidak berubah-ubah. Tetapi perubahan

(38)

21

3) Perubahan tingkah laku tidak harus segera dapat diamati pada saat

proses belajar sedang berlangsung, perubahan perilaku tersebut

bersifat potensial.

4) Perubahan tingkah laku merupakan hasil latihan atau pengalaman.

5) Pengalaman atau latihan itu dapat memberi pengetahuan. Sesuatu

yang memperkuat itu akan memberikan semangat atau dorongan

untuk mengubah tingkah laku.

f. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai,

pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan ketrampilan

(Suprijono, 2011:5). Sedangkan menurut Anik (2004) dalam Supardi

(2013:22), hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh

pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar.

Hasil belajar siswa adalah kemampuan yang diperoleh anak

setelah melalui kegiatan belajar. Karena belajar itu sendiri merupakan

suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu

bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap. Dalam kegiatan

pembelajaran atau kegiatan intruksional, biasanya guru menetapkan

tujuan belajar. Anak yang berhasil dalam belajar adalah yang berhasil

mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan intruksional

(Susanto, 2013:5).

Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian

(39)

22

adanya kegiatan pembelajaran. Perubahan tersebut dapat dilihat dari

yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak terampil menjadi

terampil.

g. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Secara ringkas, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar

menurut Munjahid (2007:11-18) ada dua, yaitu:

1) Faktor Indogin, yaitu faktor yang datang dari diri pelajar atau

mahasiswa itu sendiri. faktor ini meliputi:

a) Faktor biologis, yaitu faktor yang berhubungan dengan jasmani

siswa. Yang termasuk faktor ini adalah:

(1) Kesehatan

Kesehatan merupakan faktor yang amat penting bagi siswa.

Jika mereka tidak sehat badannya tentu belajarnya akan

terganggu dan pelajaran sukar masuk.

(2) Cacat badan

Cacat badan juga sangat menghambat belajar. yang

termasuk cacat badan misalnya: setengah buta, setengah tuli,

gangguan bicara, dan sebagainya. Anak-anak yang seperti

ini hendaknya mendapat perhatian khusus atau dimasukkan

dalam pendidikan khusus atau pendidikan luar biasa.

b) Faktor psikologis, yaiu faktor yang berhubungan dengan

(40)

23 (1) Intelligensi

Faktor ini sangat besar pengaruhnya terhadap kemampuan

belajar anak. Bila pembawaan intelligensi anak memang

rendah, maka anak tersebut akan sukar mencapai hasil

belajar yang baik. Anak akan merasa sukar mengerti apa

yang di pelajarinya, sehingga perlu bantuan dari pendidik

atau orang tua agar dapat berhasil belajarnya. Walaupun

anak sudah belajar dengan sebaik-baiknya, kalau memang

intelligensinya rendah, maka ia akan sulit dalam belajar.

(2) Perhatian

Perhatian merupakan faktor yang sangat penting dalam

belajar. Untuk dapat mencapai hasil yang terbaik dalam

belajar, anak harus memperhatikan bahan yang

dipelajarinya. Apabila bahan pelajaran itu tidak menarik

baginya, maka timbullah rasa bosan, malas dan belajarnya

harus di kejar-kejar, sehingga prestasi mereka kemudian

menurun. Untuk itu maka pendidikan harus mengusahakan

agar pelajaran yang diberikan daat menarik perhatiannya.

(3) Minat

Bahan pelajaran yang menarik minat siswa pasti akan dapat

di pelajari oleh anak dengan sebaik-baiknya. Sebaliknya

bahan yang tidak sesuai dengan minat siswa pasti tidak

(41)

24

karena tidak ada daya tarik baginya. Minat seringkali timbul

bila ada perhatian. Karena itu untuk menimbulkan minat,

sebaiknya juga harus menimbulkan perhatian.

(4) Bakat

Bakat sangat menentukan suksesnya belajar. Siswa yang

belajar materi pelajaran yang sesuai dengan bakatnya ia

akan selalu baik hasil belajarnya dan ia akan merasa senang

dan selalu berusaha lebih giat lagi dan lebih baik hasilnya.

(5) Emosi

Anak yang tidak stabil emosinya akan dapat mengganggu

belajarnya, karena ketika ada masalah yang kecil saja dapat

menimbulkan emosi yang mendalam, bahkan sampai

menimbulkan gejala negatif seperti tak sadarkan diri, kejang

dan sebagainya. Dalam keadaan emosi yng tidak stabil ini

tentu belajarnya mengalami hambatan-hambatan.

Anak-anak semacam ini membutuhkan situasi yang cukup tenang

dan penuh perhatian agar belajarnya berjalan lancar.

2) Faktor Exogin

Selain faktor indogin (faktor dari dalam), ada juga faktor

exogin (faktor dari luar) atau dapat juga disebut sebagai lingkungan

yang mempengaruhi keberhasilan anak belajar. faktor ini dibagi

(42)

25

a) Lingkungan keluarga, secara garis besar dikelompokkan

menjadi 3 bagian yang meliputi:

(1) Faktor orang tua

Orang tua sangat berpengaruh terhadap keberhasilan

belajar anak. Oleh karena itu sikap orang tua terhadap anak

harus benar. Orang tua tidak boleh terlalu memanjakan

anak, karena hal ini akan menyulitkan orang tua untuk

menyuruh anak belajar, apalagi sampai memaksa dan

berakibat anak tidak akan mau diperintah oleh siapaun

untuk belajar. Begitu juga sikap orang tua yang acuh

terhadap pendidikan anaknya juga tidak benar, karena hal

ini akan mengakibatkan anak kurang mendapatkan

bimbingan. Sikap keras terhadap anak juga tidak benar,

karena hal ini akan berakibat hubungan antara anak dan

orang tua menjadi tegang. Adapun hubungan orang tua

pada anak yang baik adalah hubungan yang dilandasi kasih

sayang dan tanggung jawab yang tinggi di sertai dengan

bimbingan, bahkan kalau perlu disertai dengan pemberian

hadiah dan hukuman dengan tujuan memajukan belajar

anak.

(2) Faktor suasana rumah

Suasana rumah yang tenanglah yang dapat mendukung

(43)

26

misalnya jumlah anggota keluarga yang terlalu besar, atau

rumah sekaligus sebagai tempat usaha tidak akan

memberikan kenyamanan dan ketenangan anak dalam

belajar. Begitu pula suasana rumah yang banyak cekcok

antar anggota keluarga, akan menjadikan suasana rumah

menjadi tegang dan anak akan mengalami tekanan batin

yang menyebabkan belajar tidak bisa konsentrasi, sehingga

hasilnya tidak dapat maksimal.

(3) Faktor ekonomi keluarga

Ekonomi keluarga juga mempengaruhi keberhasilan anak.

Misalnya keluarga yang mampu ekonominya akan dapat

membelikan alat-alat perlengkapan belajar anak, sehingga

anak menjadi bersemangat dan terbantu belajarnya. Begitu

juga sebaliknya, apabila ekonomi keluarganya tak mampu,

maka anak pun menjadi tidak bersemangat dalam belajar

karena alat-alat perlengkapannya terbatas.

b) Lingkungan Sekolah, terdiri dari beberapa faktor, yaitu:

(1) Cara penyajian belajar yang kurang baik

Hal ini kadang-kadang disebabkan oleh penguasaan guru

pada materi pelajaran yang kurang atau ketidakmampuan

guru menerapkan metode mengajar yang baik, sehingga

(44)

27

(2) Hubungan guru dan murid yang kurang baik

Perlu diciptakan hubungan yang baik antara guru dan

murid. Hal ini karena biasanya kalau murid senang dengan

gurunya biasanya senang juga pada pelajarannya, dan

murid akan bersemangat dalam mempelajari materi yang

diajarkan gurunya, begitu juga sebaliknya.

(3) Hubungan antara anak dengan anak yang kurang

menyenangkan

Hal ini juga akan menghambat anak belajar, terutama kalau

ada anak yang diisolir oleh teman-temannya, tentu akan

mengalami tekanan batin sehingga menyebabkan anak

tidak betah di kelas bahkan menjadikan anak malas masuk

sekolah sehingga anak tertinggal pelajarannya.

(4) Bahan pelajaran yang terlalu tinggi di atas kemampuan

normal anak

Anak yang diberikan materi pelajaran yang tidak sesuai

dengan tingkat kemampuan anak akan menyulitkan anak

dalam menerima materi pelajaran.

(5) Alat belajar di sekolah yang tidak lengkap

Alat belajar yang lengkap akan membantu anak dalam

belajar. Begitu pula sebaliknya, alat belajar yang tidak

(45)

28

(6) Jam pelajaran yang kurang tepat

Jam pelajaran yang kurang tepat juga dapat menghambat

siswa belajar.

c) Lingkungan masyarakat, dapat digolongkan sebagai:

(1) Teman bergaul

Teman yang baik dan rajin belajar maka akan mendorong

anak untuk ikut rajin belajar juga. Begitu pula teman yang

nakal dan tidak pernah belajar, maka akan menurunkan

semangat anak dalam belajar, sehingga menghambat anak

dalam belajar.

(2) Banyaknya kegiatan lain

Misalnya anak selalu diperintah oleh orang tuanya untuk

membantu pekerjaan dan tugas orang tua, begitu pula anak

yang sangat aktif dalam kegiatan di masyarakat, waktu

belajar dan tenaga serta konsentrasi akan tersita, sehingga

kan menghambat anak dalam belajar.

2. Pendidikan Agama Islam

a. Pengertian Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana

dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami,

menghayati, hingga mengimani, bertakwa, dan berakhlak mulia dalam

(46)

29

serta penggunaan pengalaman. Menurut Zakiyah Daradjat, Pendidikan

Agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh

peserta didik agar senantiasa dapat memahami kandungan ajaran

agama Islam secara menyeluruh, menghayati makna tujuan, yang pada

akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai

pandangan hidup.

Sedangkan menurut A. Tafsir, Pendidikan Agama Islam ialah

bimbingan yang diberikan seseorang kepada seseorang agar ia

berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam

(Fathurrohman dan Sulistyorini, 2012:11-12).

Jadi, penulis dapat menyimpulkan bahwa Pendidikan Agama

Islam adalah suatu bimbingan yang diusahahkan secara sadar dan

terencana untuk membina dan mengasuh peserta didik agar

memahami kandungan ajaran agama Islam sehingga pengetahuannya

dapat berkembang secara maksimal dengan berpedomankan pada

Al-Quran dan hadis.

b. Fungsi Pendidikan Agama Islam

Fungsi dari Pendidikan Agama Islam adalah sebagai berikut:

1) Pengembangan

Pengembangan yaitu meningkatkan keimanan dan

ketakwaan peserta didik kepada Allah Swt yang telah ditanamkan

dalam lingkungan keluarga. Pada dasarnya kewajiban menanamkan

(47)

30

keluarga. Sekolah berfungsi untuk menumbuhkembangkan lebih

lanjut dalam diri anak melalui bimbingan, pengajaran, dan

pelatihan.

2) Penanaman Nilai

Penanaman nilai adalah sebagai pedoman hidup untuk

mencari kebahagian hidup di dunia dan di akhirat.

3) Penyesuaian Mental

Penyesuaian mental yaitu untuk menyesuaikan diri dengan

lingkungan baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan

dapat mengubah lingkungannya sesuai ajaran Agama Islam.

4) Perbaikan

Perbaikan yaitu untuk memperbaiki kesalahan, kekurangan,

dan kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman, dan

pengalaman ajaran dalam kehidupan sehari-hari.

5) Pencegahan

Pencegahan adalah untuk menangkal hal-hal negatif dari

lingkungannya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan

dirinya dan menghambat perkembangan menuju manusia Indonesia

seutuhnya (Fathurrohman dan Sulistyorini, 2012:15).

3. Materi Tajwid

a. Pengertian Tajwid

Secara bahasa, kata tajwid adalah masdar dari kata

(48)

31

adalah suatu cabang ilmu yang mengatur tata cara ilmu membaca

Al-Quran dengan baik dan benar (Amrullah, t.th.: 71)

Ilmu tajwid adalah pelajaran untuk memperbaiki bacaan

Al-Quran yang didalamnya mempelajari bagaimana cara melafadzkan

huruf yang berdiri sendiri, dan huruf yang dirangkaikan dengan huruf

lain, melatih lidah mengeluarkan huruf dari makhrajnya, belajar

mengucapkan bunyi yang panjang dan pendek, cara menghilangkan

bunyi huruf dengan menggabungkan kepada huruf yang sesudahnya,

berat atau ringan, berdesis atau tidak, mempelajari tanda-tanda waqaf

dalam bacaan dan sebagainya (Faisol, 2010:1).

Menurut ahli qiro‟ah tajwid adalah menghiasi bacaan

Al-Quran yaitu memperlakukan setiap huruf sesuai dengan haknya dan

runtutannya, mengembalikan huruf pada makhrajnya masing-masing,

melantunkannya dengan cara yang baik, dan sempurna tanpa

berlebih-lebihan (Al-Husni, 1999:54). Sedangkan menurut Munir dan

Sudarsono (1994:8-9) ilmu tajwid adalah ilmu yang mengajarkan cara

bagaimana seharusnya membunyikan atau membaca huruf-huruf

hijaiyah dengan baik dan sempurna, baik ketika berdiri sendirian

maupun sewaktu bertemu dengan huruf lain.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa

tajwid adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari bagaimana cara

melafadzkan huruf secara baik dan benar dengan memperlakukan

(49)

32

Mempelajari ilmu tajwid hukumnya adalah fardhu kifayah,

sedangkan mengamalkannya adalah fardhu „ain bagi tiap-tiap orang

Islam yang membaca Al-Quran, baik laki-laki maupun perempuan.

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-Muzzammil ayat 4

lahan.”(Departemen Agama RI, 2009:574)

Serta QS. Al-Furqan ayat 32:



. . .





Artinya: “Dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar)”

(Departemen Agama RI, 2009:362)

Dalam suatu riwayat, Sayyidina Ali pernah ditanya tentang

firman Allah pada surat Al-Muzzammil ayat 4, beliaupun menjawab :

“Tartil yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah memperbaiki atau

memperindah bacaan huruf hijaiyah yang terdapat dalam Al-Quran,

dan mengerti hukum-hukum ibtidak‟dan waqof” (Munir dan

(50)

33

b. Materi Tajwid

Dalam materi tajwid terdapat berbagai macam hukum bacaan.

Maka dari itu, dalam hal ini peneliti membatasi pada masalah hukum

bacaan nun sukun dan tanwin serta hukum mim sukun. Sebagai dasar

ilmu tajwid bagi siswa kelas XII Mekatronika agar peningkatan

pemahaman tersebut dapat tercapai.

1) Hukum Nun Sukun dan Tanwin

Hukum nun sukun dan tanwin jika bertemu dengan salah

satu huruf hijaiyah ada empat bacaan, yaitu: (Faisol, 2010:31-42)

a) Idzhar

Idzhar artinya terang atau jelas. Idzhar adalah apabila ada nun

sukun atau tanwin jika bertemu dengan salah satu huruf

أ

,

ح

,

خ

,

Nun sukun dan tanwin

bertemu huruf

٘

3

ٌٍٍَُِْػ ٌغٍَِّْظ

-

ٍٍُِْػ

ِِْٓ

Nun sukun dan tanwin

bertemu huruf

ع

(51)

34

bertemu huruf

ؽ

5

ٌدٍَِّْح ٌٍُِْىَح

-

ْسَحَْٔٚ

Nun sukun dan tanwin

bertemu huruf

ح

6

ٍخَؼِشبَخٍدِئٌََِْٛ

-

ٌفَْٛخ

ِِْٓ

Nun sukun dan tanwin

bertemu huruf

خ

b) Idghom

Idghom artinya memasukkan. Idghom dibagi menjadi dua,

yaitu idghom bighunnah dan idghom bilaghunnah.

(1) Idghom Bighunnah

Adalah setiap nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah

satu huruf

ي

,

ْ

,

َ

,

ٚ

. Cara membacanya yaitu nun sukun

atau tanwin itu dimasukkan menjadi satu dengan huruf

sesudahnya atau ditasydidkan dan dengan mendengung,

atau dibaca lebur dengan mendengung.

(52)

35

Adalah setiap nun sukun atau tanwin yang bertemu dengan

salah satu huruf

ي

,

ز

. Cara membacanya dengan

Nun sukun dan tanwin

bertemu huruf ي

2

ٌٍُِْحَز ٌفُْٚؤَز

-

ُِِّْٙثَز

ِِْٓ

Nun sukun dan tanwin

bertemu huruf ز

(3) Iqlab

Iqlab artinya menukar atau mengubah. Iqlab adalah apabila

setiap nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf

ة

.

(53)

36

bersambung dengan makhraj huruf berikutnya.

Contoh:

No CONTOH BACAAN

IKHFA‟ SEBAB

1

اُْٛلَدَص

ٌيبَجِز

-

اًزُْٛصَِْٕ

Nun sukun dan tanwin

bertemu huruf

ص

2

َهٌَِذبًثاََٛص

-

ٌزِرُِْٕ

Nun sukun dan tanwin

bertemu huruf

ذ

(54)

37

bertemu huruf

س

4

اًزُْٛفَواًدبَػ

-

ُُْزُْٕو

ِْْا

Nun sukun dan tanwin

bertemu huruf

ن

5

ٍدبََّٕج

بًئٍَْش

َءبَج

َِْٓ

Nun sukun dan tanwin

bertemu huruf

ج

6

بًئ

ًَْش

ٍطْفٌَِٕ

-

َّاللَّءبَش

ِْْا

Nun sukun dan tanwin

bertemu huruf

غ

7

ًلَْٛل

ٌَ َلََظ

-

ًُْجَل

ِِْٓ

Nun sukun dan tanwin

bertemu huruf

ق

8

ٌٍُْ

ًَِظ

ِتٍَْمِث

-

بٌَِْٙٚ

ُُٗظ

ِِْٓ

Nun sukun dan tanwin

bertemu huruf

ض

9

خٍَِٔاَد

ٌْإَِْٛل

-

َداَدَْٔا

Nun sukun dan tanwin

bertemu huruf

د

10

ٌخَجٍَط

ٌحَدٍَْث

-

َُْٛمِطٌَْٕ

Nun sukun dan tanwin

bertemu huruf

ط

11

بَلْزُشٍدِئٌََِْٛ

-

بٌََْٕصَْٔا

Nun sukun dan tanwin

bertemu huruf

ش

12

بَ٘

ىِفاًدٍَِخ

-

كِفٌٍُِْٕ

Nun sukun dan tanwin

bertemu huruf

ف

13

ْيِسْجَر

ٍذَّّٰٕج

-

بَِٙزْحَر

ِِْٓ

Nun sukun dan tanwin

(55)

38 14

َْٓثَسَض

ًّلَُو

ًََّض

َِْٓ

Nun sukun dan tanwin

bertemu huruf

ض

15

ٍٍُُْظ

ًًََّػ

َُْْٚسُظٌَْٕ

Nun sukun dan tanwin

bertemu huruf

ظ

2) Hukum Mim Sukun

Hukum bacaan mim sukun apabila bertemu dengan salah

satu huruf hijaiyah ada tiga, yaitu: (Faisol, 2010:53-56)

a) Idghom Mimi/Mitslain

Hukum bacaannya disebut Idghom Mimi/Mitslain yaitu apabila

ada mim sukun bertemu huruf

َ

. s

edang cara membacanya

Ada mim sukun bertemu

dengan huruf

َ

b) Ikhfa‟ Syafawi

Kata syafawiberasal dari kata “syafatun” yang artinya bibir.

(56)

39

bertemu dengan huruf

ة

. Sedangkan cara membacanya harus

disuarakan samar-samar dibibir dan didengungkan.

Contoh:

Ada mim sukun bertemu

dengan huruf

ة

c) Idzhar Syafawi

Hukum bacaannya disebut idzhar syafawi adalah apabila mim

sukun bertemu dengan huruf hijaiyah 26 selain huruf

َ

dan

ة

.

Cara membacanya yaitu dengan dibaca terang dengan kedua

bibir dikatupkan.

Contoh:

No CONTOH BACAAN

IKHFA‟ SYAFAWI SEBAB

1

ٌسْجَا

ٍََُُْٙف

Ada mim sukun bertemu

dengan huruf

ة

2

َسَر

ٌََُْا

Ada mim sukun bertemu

dengan huruf

د

3

ٍَِْٓلِدبَص

ُُْزُْٕو

ِْْا

Ada mim sukun bertemu

(57)

40 4

َُُْٙف

ُُْ٘ؤبَثٓا

Ada mim sukun bertemu

dengan huruf

ف

5

ٌٍَِّْٓبَّٓضٌا َلَٚ

ٍٍََُِْْٙػ

Ada mim sukun bertemu

dengan huruf

ٚ

c. Tujuan Ilmu Tajwid

Adapun tujuan dari ilmu tajwid menurut Faisol (2012:2) adalah

sebagai berikut:

1) Agar dapat membaca ayat-ayat Al-Quran secara betul atau fasih.

2) Memelihara bacaan Al-Quran dari kesalahan dan perubahan.

3) Memelihara lisan dari kesalahan membaca.

4. Metode Card Sort

a. Pengertian Card Sort

Kata card sort berasal dari Bahasa Inggris yaitu, card yang berarti “kartu”, dan sort yang berarti “menyortir atau

memisahkan”(Echols, 2010:98&541).

Menurut Hisyam Zaini dkk (2008:50) menyatakan bahwa “Strategi ini merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan

untuk mengajarkan konsep, karakteristik klasifikasi, fakta tentang obyek atau mereview informasi”. Hal ini sejalan dengan apa yang

dikemukakan oleh Silberman (1996:103) tentang card sort yaitu

“This is a collaborative activity that can be used to teach concept,

(58)

41

information”. Sedangkan dalam buku Sobry Sutikno (2014:130-131)

metode card sort digunakan oleh siswa untuk menemukan konsep dan

fakta melalui klasifikasi materi yang dibahas dalam pembelajaran.

Sedangkan tujuan dari metode cart sort ini adalah untuk

mengungkapkan daya ingat terhadap materi pelajaran yang telah

dipelajari siswa.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa card sort

adalah suatu kegiatan kolaboratif yang dapat digunakan untuk

menemukan konsep dan fakta, karakteristik klasifikasi atau meninjau

informasi.

b. Karakter Card Sort

Card sort dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk

membuat siswa aktif meninjau ulang materi yang telah disampaikan

sebelumnya karena sifatnya yang menyenangkan. Card sort juga

termasuk dalam kategori pembelajaran aktif, karena metode ini sangat

didominasi oleh keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Dalam

menggunakan metode ini pendidik lebih banyak bertindak sebagai

fasilitator dan menjelaskan materi yang perlu dibahas atau materi yang

belum di mengerti siswa setelah presentasi selesai. Sehingga materi

yang telah dipelajari benar-benar di pahami dan di mengerti oleh

siswa.

Pembelajaran aktif atau yang sekarang lebih dikenal dengan

(59)

42

Menyenangkan) adalah pembelajaran yang dikembangkan dengan

cara membantu siswa membangun keterkaitan, antara pengetahuan

baru dengan pengetahuan lain yang telah dimiliki dan dikuasai oleh

siswa sebelumnya (Suprijono, 2011:xi)

Pembelajaran aktif merupakan suatu pembelajaran yang

mengajak siswa untuk belajar secara aktif. Ketika siswa belajar

dengan aktif, berarti siswalah yang lebih dominan terlibat dalam

sebuah proses pembelajaran. Siswa diajak untuk turut serta dalam

semua proses pembelajaran, tidak hanya mental akan tetapi juga

melibatkan gerak tubuh lainnya. Dengan cara ini siswa akan merasa

senang sehingga hasil belajar akan dapat dicapai secara maksimal

(Zaini, 2008:xiv).

c. Langkah-langkah Metode Card Sort

1) Setiap siswa diberi potongan kertas yang berisi informasi atau

contoh yang tercakup dalam satu atau lebih kategori.

2) Mintalah siswa untuk bergerak dan berkeliling di dalam kelas

untuk menemukan kartu dengan kategori yang sama.

3) Siswa dengan kategori yang sama diminta mempresentasikan

kategori masing-masing didepan kelas.

4) Seiring dengan presentasi dari tiap-tiap kategori tersebut, berikan

poin-poin penting terkait materi pelajaran.

(60)

43

1) Bagi kelas dalam beberapa kelompok

2) Bagikan kertas plano yang telah diberikan tulisan kata kunci atau

informasi tertentu atau kategori tertentu atau pertanyaan secara

acak kepada setiap kelompok. Pada tempat yang terpisah, letakkan

kartu yang berisi jawaban/informasi yang tepat untuk

masing-masing kata kunci. Buatlah kartu-kartu itu tercampur aduk.

3) Mintalah setiap kelompok mencari kartu yang cocok dengan kata

kunci tersebut. Jelaskan kepada setiap kelompok bahwa kegiatan

ini merupakan latihan pencocokan.

4) Setelah mereka menemukan kartu yang cocok, maintalah mereka

menempelkan lembar jawaban atau informasi berdampingan

dengan kartu yang berisikan pertanyaan, sehingga menjadi sebuah

informasi yang lengkap.

5) Setiap kelompok dalam satu kategori diminta untuk

mempresentasikan hasilnya.

6) Guru bersama siswa yang lainnya mengoreksi serta membenarkan

hasil dari presentasi siswa.

7) Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan pokok-pokok materi.

d. Kelebihan dan Kelemahan Metode Card Sort

1) Kelebihan Card Sort

a) Memperkuat daya ingat siswa.

b) Suasana kelas lebih dinamis.

(61)

44

d) Waktu pembelajaran lebih efektif dan efisien.

e) Meningkatkan antusias siswa dalam belajar.

f) Mempermudah siswa dalam memahami materi.

g) Siswa belajar juga sambil bermain.

2) Kelemahan Metode Card Sort

a) Jika siswa tidak dibimbing dalam diskusi akan menimbulkan

suasana gaduh di dalam kelas

b) Dibutuhkan waktu diluar jam pelajaran dalam persiapan

penggunaan metode ini.

c) Dibutuhkan biaya yang lebih.

d) Tidak semua materi dapat diajarkan dengan metode ini.

B. Kajian Pustaka

Ahmad Ali Masrukan pada tahun 2014 dengan skripsi yang berjudul “Peningkatan Prestasi Belajar IPS Pokok Bahasan Tokoh Sejarah dan

Peninggalan pada Masa Kerajaan Hindu-Budha dan Islam di Indonesia

Melalui Metode Card Sort pada Siswa Kelas V MI Ma’arif Dukuh Kec.

Sidomukti Kota Salatiga” dari jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah,

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Salatiga. Hasil penelitian

menunjukkan bahwa metode card sort dapat meningkatkan prestasi belajar

IPS pokok bahasan tokoh sejarah dan peninggalan pada masa kerajaan Hindu-Budha dan Islam di Indonesia pada siswa kelas V MI Ma’arif Dukuh Kec.

(62)

45

Bilqis Ummu Lathifah pada tahun 2016 dengan skripsi yang berjudul “Peningkatan Hasil Belajar Siswa Tentang Bilangan Loncat melalui Model

Pembelajaran Card Sort pada Siswa Kelas 1 MI Ma’arif Kutowinangun

Canden Kutowinangun Lor Salatiga Tahun Pelajaran 2015/2016” dari jurusan

Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan,

IAIN Salatiga. Hasil penelitaian memberi bukti bahwa penggunaan model

pembelajaran card sort pada mata pelajaran matematika materi bilangan

locat 2, 3, dan 4 di kelas 1 MI Ma’arif Kutowinangun memiliki dampak

positif yaitu peningkatan terhadap hasil belajar siswa.

Nur Choerun Nisak pada tahun 2011 dengan judul skripsi “Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Melalui

Metode Card Sort pada Siswa Kelas V MI Nurul Ulum Gunung Tumpeng

Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2010/2011” dari

jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu

Keguruan, IAIN Salatiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan

metode card sort dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas V MI Nurul

Ulum Gunung Tumpeng pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.

Peneliti pertama menitikberatkan bahwa penggunaan metode card sort

dapat meningkatkan hasil belajar IPS materi tokoh sejarah dan peninggalan

pada masa kerajaan Hindu-Budha dan Islam di Indonesia. Peneliti kedua

menitikberatkan bahwa penggunaan model pembelajaran card sort dapat

(63)

46

Kutowinangun Lor Salatiga. Sedangkan peneliti ketiga menitikberatkan

bahwa penggunaan metode card sort dapat meningkatkan hasil belajar ada

materi IPS di kelas V MI Nurul Ulum Gunung Tumpeng pada mata pelajaran

IPS.

Arah yang akan dituju peneliti adalah untuk mengetahui peningkatan

hasil belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi tajwid

dengan metode card sort pada siswa kelas XII Mekatronika 2 SMK Negeri 3

(64)

47

BAB III

PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Gambaran Umum SMK N 3 Salatiga

Berikut ini adalah gambaran umum dari SMK N 3 Salatiga:

1. Profil Sekolah

a. Identitas Sekolah

Nama Sekolah : SMK N 3 SALATIGA

NPSN : 20338571

Jenjang Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan

Alamat Sekolah : Jalan Ja’far Shodiq RT/RW: 01/03

Kelurahan Kalibening, Kecamatan

Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah

Telepon/HP/Fax : (0298) 7103119

Status Sekolah : Negeri

Nilai Akreditasi : A

b. Program Keahlian

Di SMK N 3 Salatiga mempunyai 6 program keahlian, yaitu:

teknik mekatronika, teknik pengelasan, teknik ototronik, agribisnis

tanaman pangan dan holtikultura (ATPH), teknik sepeda motor, serta

Gambar

Gambar 1.1
Tabel 3.1
Tabel 3.2
Tabel 3.3
+7

Referensi

Dokumen terkait

Untuk memperoleh hasil data motivasi belajar siswa yaitu dengan menggunakan angket motivasi belajar menurut Sardiman, sedangkan untuk memperoleh hasil data prestasi belajar

Adapun alasan penulis memilih judul analsis efektifitas sistem pengendalian internal terhadap peningkatan kinerja keuangan perusahaan dalam perspektif ekonomi isLam (studi

Digital Repository Universitas Jember Digital Repository Universitas Jember... Digital Repository Universitas Jember Digital Repository

[r]

Pak Najib, Mbak Armi, Mbak Dewi, Mbak Yani, Pak Slamet Rahardjo, Mbak Agnes, Kakak Maru dan seluruh staf yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu) yang telah banyak

55 (Revisi 2006) diklasifikasikan dalam empat kategori sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi yaitu pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi

Cronos Mandiri Utama, penulis menarik kesimpulan bahwa rancangan Data Warehouse yang tersedia memiliki sifat aksesibilitas dan integritas yang tinggi sehingga dapat digunakan

Entitas luar (external entity) atau masukan (input) atau keluaran (output) atau orang yang berinteraksi dengan perangkat lunak yang dimodelkan atau sistem lain