• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN. kuesioner yang kembali dan terdapat 2 kuesioner yang tidak diisi secara lengkap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN. kuesioner yang kembali dan terdapat 2 kuesioner yang tidak diisi secara lengkap"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

74

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Obyek Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner kepada responden. Penyebaran kuesioner yaitu sebanyak 45 buah dimana hanya 40 kuesioner yang kembali dan terdapat 2 kuesioner yang tidak diisi secara lengkap dan tidak dapat digunakan sehingga dalam penelitian ini hanya 38 responden yang dijadikan sampel. Sampel yang dipilih merupakan para kepala kantor cabang dan kepala bagian di BMT Bahtera, BMT Mitra Umat, dan BMT SM NU Kota Pekalongan.

Adapun profil dari ketiga BMT tersebut adalah sebagai berikut:

1. BMT MITRA UMAT

a. Sejarah Berdirinya BMT

BMT Mitra Umat adalah lembaga keuangan syariah yang berdiri pada tahun 2001.Tujuan berdirinya adalah untuk menjadi mitra bagi umat dalam meningkatkan kesejahteraan hidup. Dengan berdirinya BMT Mitra Ummat diharapkan dapat membantu umat yang membutuhkan permodalan untuk mengembangkan usahanya.

BMT Mitra umat mendapatkan legalitas untuk menjalankan usahanya melalui SK Menteri Koperasi No.10/BH/PAD/D.3/II/2006 tanggal 13 Februari 2006 dan

(2)

97

Akta perubahan SK Menegkop dan UKM No.15/PAD/BH/X.2/VII/2009 tanggal 13 Juli 2009.

b. Alamat Kantor:

Kantor Pusat :

Jl. Jlamprang No. 37 Krapyak, Pekalongan, Telp. (0285) 429317

Kantor Cabang:

1) Jl. W.R. Supratman No. 27-29 Panjang Wetan, Telp. (0285) 435025

2) Jl. Ahmad Dahlan No. 42 Desa Samburejo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Telp. (0285) 4418087

3) Jl. Kusuma Bangsa No. 45 Pekalongan, Telp. (0285) 413464

c. VISI dan MISI BMT

VISI : Mewujudkan KJKS yang sehat kokoh dan professional.

MISI :

1) Menjalankan kegiatan usaha yang tertib administrasi, transparan dan sesuai ketentuan syariah.

2) Memperkuat kelembagaan, permodalan dan jaringan kerja.

3) Menyelenggarakan pelayanan prima berbasis IT

(3)

98 Keuntungan Bagi Penabung:

1) Aman dan transparan.

2) Bebas riba, transaksi mudah dan sesuai syariah.

3) Bagi hasil menguntungkan dan halal.

4) Tanpa biaya administrasi bulanan.

5) Ikut membantu sesama ummat ( ta'awun )

2. BMT SM NU

a. Sejarah Berdirinya BMT

BMT SMNU Pekalongan (Baitul Maal wat Tamwil Syirkah Muawanah Nahdlatul Ulama) didirikan oleh beberapa Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dan orang-orang yang peduli terhadap perkembangan organisasi Nahdlatul Ulama di Kota Pekalongan. BMT SMNU Pekalongan mulai beroperasi di Pekalongan pada tanggal 29 Agustus 2004 dengan No. Badan Hukum 180/ 135/ 2004.

b. VISI dan MISI

VISI :Menjadikan BMT SMNU sebagai perusahaan yang professional untuk menghasilkan keuntungan dengan menepis riba, menuai pahala, dan membagi pahala.

(4)

99 MISI :

1) Menyelenggarakan berbagai program yang mendukung dengan tingkat kepuasaan maksimal bagi anggota.

2) Meningkatkan kesejahteraan bagi anggota, pengelola, mitra usaha dan masyarakat.

3) Menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan ekonomi, memberdayakan pengusaha kecil dan membina kepedulian aghniya’ kepada dhuafa’ secara terpadu dan berkesinambungan.

3. BMT BAHTERA

a. Sejarah Berdirinya BMT

BMT BAHTERA Pekalongan berdiri pada tanggal 01 Oktober 1995, pendirian BMT BAHTERA Pekalongan diprakarsai oleh para tokoh–tokoh Cendikiawan, Pengusaha, Ulama’ dan Tokoh Masyarakat Kota Pekalongan, yang

melihat bahwa pada realitanya masyarakat kelas bawah dan Pengusaha kecil tidak dapat mengembangkan usahanya, karena terbatasnya lembaga yang menfasilitasi mereka baik di bidang permodalan ataupun bidang peningkatan kualitas SDM, Lebih tragis lagi, Banyaknya para pengusaha kecil mikro yang terjerat hutang rentenir dengan bunga besar yang mencekik & mematikan usaha.

Berawal dari event SEMINAR EKONOMI SYARI’AH bersama Pakar Ekonomi Syari’ah “Syafi’i Antonio” Di Hotel Nirwana Pekalongan (Agustus

(5)

100

1995) Dihadiri Mujahid Ekonomi Syari’ah se-Eks karisidenan Pekalongan Melecut Pendirian KSU Bina Sejahtera dengan Unit Usaha Simpan pinjam BMT Bahtera pada tanggal 1 Oktober 1995.

Pada 1 Oktober 1995 BMT Bahtera Mengawali Jihadnya di Jl. RA Kartini Pekalongan dengan jumlah karyawan 5 orang dan modal awal Rp. 26 juta. Pembiayaan “bakul Janganan/rujak dengan memberikan pinjaman modal sebesar

Rp 25.000,-kepada para pedagang pecel di lingkungan sekitar Kantor.

b. Alamat Kantor:

Kantor Pusat :

Jl. Dr. Sutomo Mega Grosir Mm Blok A. 10 Pekalongan. Telp. (0285) 423134. Fax. (0285) 4416400

Kantor Cabang:

1) Gajah Mada No. 100 Batang. Telp./ Fax (0285) 392399

2) Jl. Raya Banyurip Alit No. 532 Buaran Pekalongan. Telp/ Fax. (0285) 427876

3) Jl. Raya Warungasem No. 63 Warungasem Batang. Telp/ Fax. (0285) 4417684

(6)

101 Kantor Kas:

Kios Pasar Banjarsari Blok C No. 12-14 Lantai 1 Pekalongan. Telp. (0285) 434711

c. VISI dan MISI

VISI :

Menjadi lembaga keuangan mikro syariah yang dikelola secara profesional dan amanah, bermanfaat bagi umat menuju kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, adil dan diridloi Allah SWT.

MISI :

1) Mewujudkan lembaga keuangan mikro syariah yang dikelola secara murni dan konsekwen.

2) Mewujudkan KJKS BMT BAHTERA Pekalongan sebagai media dakwah dalam penguatan ekonomi ummat.

3) Menjadi lembaga keuangan mikro syariah yang mandiri dan tidak bergantung pada pihak lain.

4) Menumbuhkembangkan budaya kerja yang berprinsip jujur, amanah, adil profesional, kreatif dan inofatif serta sanggup menghadapi tantangan yang ada.

5) Menjadi lembaga keuangan mikro syariah yang diandalkan masyarakat muslim di wilayah Jawa Tengah.

(7)

102

6) Menjadi lembaga keuangan mikro syariah yang mengedepankan aspek kemanfaatan jangka panjang.

d. Badan Hukum

Badan Hukum : 12940/BH/KWK.II/XII/1996 & Des 1996

Akta Perubahan : 02/PAD/KDK.II/II/2008 Tgl 12 Feb 2008

Akta Perubahan : 22/PAD/KDK.II/X/2009 Tgl 13 Okt 2009

No. SIUP : 118/11.03/SIUP/X/1998 diperbaharui pada 2010

08/11-03/PB/VI/2010

SISPK : 23/SISPK/KDK.11/X/2009

NPWP : 1.620.226.9-502

B. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Uji Instrumen

a. Uji Validitas Data

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.

(8)

103

Validitas dapat diukur dengan cara melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel yang diperoleh dengan menggunakan uji korelasi pearson. Suatu instrument dikatakan valid jika r hitung > r tabel.

Tabel 4.1

Hasil Uji Validitas Item

Variabel Pernyataan r Hitung r Tabel Keterangan

X1 P1 1 0,320 Valid P2 0,510 Valid P3 0,280 Tidak Valid P4 0,530 Valid P5 0,420 Valid P6 0,393 Valid

Variabel Pernyataan r Hitung r Tabel Keterangan

X2 P1 1 0,320 Valid

P2 0,847 Valid

P3 0,421 Valid

P4 0,287 Tidak Valid

(9)

104

P6 0,042 Tidak Valid

P7 0,125 Tidak Valid

P8 0,323 Valid

Variabel Pernyataan r Hitung r Tabel Keterangan

Y P1 1 0,320 Valid P2 0,500 Valid P3 0,450 Valid P4 0,602 Valid P5 0,544 Valid P6 0,451 Valid P7 0,635 Valid P8 0,504 Valid

Sumber: data primer diolah, 2014

Dari ringkasan hasil uji validitas di atas, diketahui bahwa pada variabel X1 (partisipasi anggaran) terdapat satu pernyataan yang tidak valid yaitu pernyataan 3 sehingga item tersebut harus dibuang. Untuk variabel X2 (kemampuan interpersonal pemimpin berbasis syariah) terdapat 4 pernyataan yang tidak valid yaitu pernyataan 4, 5, 6, dan 7 sehingga item-item tersebut harus dibuang. Dan untuk variabel Y (kinerja manajerial) terlihat bahwa semua item pernyataan dinyatakan valid.

(10)

105

b. Uji Reliabilitas Data

Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari wakru ke waktu. Uji reliabilitas merupakan kelanjutan dari uji validitas karena item yang masuk uji reliabilitas adalah item yang valid saja.

Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan cara one shot atau pengukuran sekali saja. SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik cronbach alpha (α). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai cronbach alpha (α) > 0, 70.1

1 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19, (Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2011), h. 47-48.

(11)

106

Tabel 4.2

Hasil Uji Reliabilitas Item

Variabel Cronbach Alpha Angka Standar

Reliabel Keterangan Partisipasi Anggaran (X1) 0,808 > 0,70 Reliabel Kemampuan Interpersonal Pemimpin Berbasis Syariah (X2) 0,760 > 0,70 Reliabel Kinerja Manajerial (Y) 0,855 > 0,70 Reliabel

Sumber: data primer diolah, 2014

Dari tabel di atas terlihat bahwa nilai cronbach alpha dari masing-masing variabel adalah > 0,70 sehingga butir-butir pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner adalah reliabel.

2. Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif variabel menggambarkan tentang ringkasan data-data penelitian seperti jumlah sampel data yang diujikan, nilai akumulasi paling tinggi dari masing-masing jawaban responden pada tiap variabel (nilai maksimum), nilai akumulasi paling rendah dari masing-masing jawaban responden pada tiap variabel (nilai minimum), nilai rata-rata dari keseluruhan jawaban responden pada

(12)

107

setiap variabel, standar deviasi untuk menilai tingkat dispersi atau persebaran rata-rata atas jawaban responden dan varians.

Tabel 4.3

Statistik Deskriptif Variabel

Variabel

Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Partisipasi Anggaran 8 24 19.00 3.205 Kemampuan Interpersonal Pemimpin Berbasis Syariah 12 20 16.18 2.129 Kinerja Manajerial 23 36 30.34 3.715

Sumber: data primer diolah, 2014

Dari hasil uji statistik deskriptif di atas terlihat bahwa nilai jawaban tertinggi dari variabel partisipasi anggaran adalah 24 dan nilai terendahnya 8. Nilai rata-rata 19 menunjukkan bahwa tidak ada responden dalam penelitian ini yang mempunyai partisipasi anggaran pada tingkat ekstrim.

Nilai tertinggi dari kemampuan interpersonal pemimpin berbasis syariah menunjukkan angka 20 dan nilai terendahnya adalah 12. Rata-rata nilai kemampuan interpersonal pemimpin berbasis syariah adalah 16,18. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada responden dalam penelitian ini yang mempunyai kemampuan interpersonal pemimpin berbasis syariah pada tingkat yang ekstrim.

(13)

108

Output SPSS menunjukkan nilai tertinggi dari variabel kinerja manajerial adalah 36 dengan nilai terendah 23. Rata-rata nilai kinerja manajerial berada pada angka 30,34 yang berarti bahwa dalam penelitian ini tidak ada responden yang memiliki kinerja manajerial pada tingkat ektrim.

3. Uji Asumsi Klasik Regresi a. Uji Normalitas Residual

1) Metode grafik

Gambar 4.1

Dari gambar grafik di atas, terlihat bahwa grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

(14)

109

2) Metode Uji One Sample Kolmogorov-Smirnov Tabel 4.4

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 38

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation 3.68193603

Most Extreme Differences Absolute .128

Positive .075

Negative -.128

Kolmogorov-Smirnov Z .791

Asymp. Sig. (2-tailed) .559

Dari output di atas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi (asymp.sig. 2-tailed) sebesar 0,559. Karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, nilai residual terdistribusi dengan normal.

(15)

110 b. Uji Multikolinieritas Tabel 4.5 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolera nce VIF 1 (Constant) 26.009 6.113 4.255 .000 partisipasi anggaran .139 .194 .120 .714 .480 .999 1.001 kemampuan interpersonal pemimpin berbasis syariah .105 .292 .060 .358 .722 .999 1.001

Dari output pada tabel coefficients di atas, terlihat bahwa nilai tolerance dari kedua variabel lebih dari 0,1 (0,999) dan nilai VIF kurang dari 10 (1,001) maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas.

(16)

111 c. Uji Autokorelasi Tabel 4.6 Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .132a .018 -.039 3.786 1.899

Dari output SPSS di atas terlihat bahwa nila DW sebesar 1,889. Nilai tersebut akan dibandingkan dengan nilai tabel dengan tingkat signifikansi 5%, jumlah sampel 38 (n) dan jumlah variabel independen (k) = 2, maka di tabel durbin-watson akan terlihat: dl=1,373 dan du=1,594. data tidak terjadi autokorelasi jika DU < DW < 4-DU = 1,373 < 1,899 < 4-1,373 (2,627). Dari perhitungan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa data tidak terjadi autokorelasi.

(17)

112

d. Uji Heteroskedastisitas

1) Metode Korelasi Spearman’s Rho Tabel 4.7 Correlations partisipasi anggaran kemampuan interpersonal pemimpin berbasis syariah Unstan dardize d Residua l Spearman' s rho partisipasi anggaran Correlation Coefficient 1.000 -.022 -.035 Sig. (2-tailed) . .895 .833 N 38 38 38 kemampuan interpersonal pemimpin berbasis syariah Correlation Coefficient -.022 1.000 .016 Sig. (2-tailed) .895 . .924 N 38 38 38 Unstandardized Residual Correlation Coefficient -.035 .016 1.000 Sig. (2-tailed) .833 .924 . N 38 38 38

(18)

113

Dari hasil output di atas terlihat bahwa korelasi antara variabel partisipasi anggaran dan kemampuan interpersonal pemimpin berbasis syariah dengan unstandardized residual memiliki nilai signifikansi (sig 2 tailed) lebih dari 0,05 yaitu 0,833 dan 0,924 sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi hateroskedastisitas.

2) Metode Grafik

Gambar 4.2

Dari output di atas dapat diketahui bahwa titik-titik tidak membentuk pola yang jelas, dan titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.

4. Uji Hipotesis

Untuk mengetahui pengaruh langsung maupun pengaruh tidak langsung antara partisipasi anggaran dengan kinerja manajerial, akan digunakan analisis

(19)

114

jalur (path analysis). Ringkasan hasil dari analisis path dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.8

Hasil Analisis Jalur (Path Analysis)

Jalur Koefisien Path Signifikansi

X1 Ke Y 0,139 0,480

X1 Ke X2 -0,018 0,869

X2 Ke Y 0,105 0,722

Sumber: data primer diolah, 2014

R-Square sebesar 0,001 untuk hubungan antara partisipasi anggaran terhadap kemampuan interpersonal pemimpin berbasis syariah. Hal ini mengindikasikan bahwa partisipasi anggaran dapat menjelaskan keragaman kemampuan interpersonal pemimpin berbasis syariah hanya sebesar 0,1%.

R-Square dalam hubungan antara partisipasi anggaran dan kemampuan interpersonal pemimpin berbasis syariah terhadap kinerja manajerial sebesar 0,018. Hal ini mengindikasikan bahwa partisipasi anggaran dan kemampuan interpersonal pemimpin berbasis syariah dapat menjelaskan keragaman pada kinerja manajerial hanya sebesar 1,8%.

(20)

115

Dari tabel di atas maka dapat dibuat diagram path sebagai berikut:

Gambar 4.3

ρ2 = -0,018 ρ 3 = 0,105

ρ1 = 0,139

Adapun nilai koefisien path dari e1 dan e2 dapat dicari dengan cara:

= 0,999 = 0,991 Partisipasi Anggaran (X1) Kinerja Manajerial (Y) Kemampuan Interpersonal

Pemimpin Berbasis Syariah

(X2) e1

(21)

116

Dari penghitungan di atas didapat hasil untuk e1 adalah 0,999. Ini menunjukkan bahwa kemampuan interpersonal pemimpin berbasis syariah dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Besarnya pengaruh tersebut adalah 99,9%. Sedangkan untuk e2 menunjukkan hasil 0,991 yang berarti bahwa kinerja manajerial dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 99,1%.

Berdasarkan diagram path tersebut dapat dibuat perhitungan berikut:

Pengaruh langsung X1 terhadap Y = 0,139

Pengaruh tidak langsung X1 melalui X2 = 0,018 x 0,105 = 0,002

Adapun hipotesis penelitian dirumuskan sebagai berikut:

H1: Diduga terdapat pengaruh langsung antara partisipasi anggaran dengan kinerja manajerial

H2: Diduga terdapat pengaruh kemampuan interpersonal pemimpin berbasis syariah dalam hubungan partisipasi anggaran dengan kinerja manajerial.

Dari diagram jalur tersebut terlihat bahwa pengaruh langsung partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial sebesar 0,139 atau 13,9% dengan tingkat signifikansi 0,480. Hal ini berarti bahwa hipotesis pertama yang menduga terdapat pengaruh langsung antara partisipasi anggaran dengan kinerja manajerial tidak terbukti kebenarannya dikarenakan tingkat signifikansi yang lebih besar dari 0,05.

(22)

117

Hasil ini mendukung penelitian yang telah dilakukan oleh Poerwati2 dan supomo3 di mana partisipasi anggaran tidak berpengaruh secara langsung terhadap kinerja manajerial.

Partisipasi anggaran tidak berpengaruh secara langsung terhadap kinerja manajerial dikarenakan pada BMT yang diteliti, masih ada beberapa responden yang memiliki tingkat partisipasi anggaran rendah. Atau dengan kata lain, mereka tidak berperan aktif dalam proses penyusunan anggaran.

Pengaruh tidak langsung antara partisipasi anggaran dengan kinerja manajerial melalui kemampuan interpersonal pemimpin berbasis syariah memiliki hasil yang lebih kecil dari pengaruh langsungnya (0,002 < 0,139) sehingga hipotesis kedua yang menduga terdapat pengaruh kemampuan interpersonal pemimpin berbasis syariah dalam hubungan antara partisipasi anggaran dengan kinerja manajerial juga tidak terbukti kebenarannya. Hal ini mendukung hasil penelitian Amartadewi dan Dwirandra4, Sutapa dan Soni5, dan Wijaya6.

2 Tjahjaning Poerwati, Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial: Budaya Organisasi Dan Motivasi Sebagai Variabel Moderating, (Semarang: Universitas Diponegoro, 2001), Tesis Tidak Diterbitkan.

3 Bambang Supomo Dan Nur Indriantoro, “Pengaruh Struktur Dan Kultur Organisasi Terhadap Keeefektifan Partisipasi Anggaran Dalam Peningkatan Kinerja Manajerial: Studi Empiris Perusahaan Manufaktur” Dalam Jurnal Kelola, Vol. 2, No. 18.

4 Tjokorda Istri Mas Amertadewi dan A. A. N. B. Dwirandra, “Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Dengan Gaya Kepemimpinan Dan Locus Of Control Terhadap Kinerja Manajerial” Dalam Jurnal E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, Vol. 4, No. 3, 2013. 5 Sutapa dan Soni, “Pengaruh Komitmen Organisasi Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Hubungan Partisipasi Anggaran Dan Kinerja Manajerial” Dalam Jurnal Dinamika Akuntansi, Vol. 2, No. 2, September 2010, 103-109.

6 Natalia Wijaya, Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Managerial Dengan Komitmen Organisasiddan Gaya Kepemimpinan Sebagai Variabel Intervening, (Surabaya: Universitas Kristen Petra, 2012), Manajemen Berbasis Syariah, (Yogyakarta: Aswaja Pressindo, 2013), H. 97.Skripsi Tidak Diterbitkan.

(23)

118

Tidak adanya pengaruh gaya kepemimpinan Islami yang dalam hal ini diukur melalui kemampuan interpersonal pemimpin berbasis syariah dalam hubungan antara partisipasi anggaran dengan kinerja manajerial dimungkinkan karena dalam kondisi tertentu, gaya kepemimpinan Islami kurang efektif untuk dapat mendorong bawahan melakukan yang terbaik dalam menyusun anggaran. Adanya kepercayaan kepada bawahan dalam menyusun anggaran terkadang justru menjadikan kinerja manajerial yang menurun karena kemampuan tiap individu terkadang sulit untuk dipastikan. Pada BMT yang telah diteliti misalnya, gaya kepemimpinan Islami tidak dapat diterapkan secara konsisten mengingat sebagian besar manajemen tingkat bawah yang ternyata masih memiliki latar belakang pendidikan yang relatif rendah, yaitu SMA. Dengan latar belakang pendidikan tersebut dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam mengambil keputusan dan kebijakan terkait anggaran.

Selain itu, masih banyak responden yang menilai bahwa atasan mereka tidak memiliki kemampuan interpersonal pemimpin berbasis syariah pada tingkat yang tinggi. Atau dengan kata lain mereka menilai bahwa atasan mereka masih dipandang memiliki kemampuan interpersonal pemimpin berbasis syariah yang biasa-biasa saja.

Referensi

Dokumen terkait

Pertanggungjawaban Pidana Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Aturan Peralihan Pasal II Undang-Undang Dasar 1945 juga Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946

Berdasarkan data tersebut langkah awal yang perlu dilakukan untuk menanggulangi risiko kecelakaan lalu lintas adalah dengan menentukan daerah rawan kecelakaan (black site)

Dalam proses belajar mengajar unsur yang sangat penting adalah metode mengajar dan media pendidikan.. mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran

Selain karena adanya kesalahan dalam pengisian formulir SSP pemindahbukuan dapat dilakukan juga jika terdapat kesalahan pengisian data pembayaran pajak melalui

Yang  perlu  diperhatikan  adalah  nilai  dari  SDO_ELEM_INFO  dan  SDO_ORDINATES.  Untuk  SDO_ELEM_INFO  nilainya  adalah  triplet  dari  1,1003  dan  3.   

Sedangkan dalam skripsi ini, penulis menfokuskan kepada “analisis pemikiran hukum pidana Islam abdullahi ahmed an naim tentang hukuman mati bagi pelaku murtad”,

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jenis tumbuhan paku- pakuan (Pteridophyta) yang terdapat diarea bekas tambang batu bara PT AKT kelurahan muara tuhup

oleh perusahaan perlu adanya pengawasan, yang akan mengarahkan para karyawan agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan tepat dan sesuai dengan yang telah ditetapkan..