INSTRUKSI KERJA
PENERAPAN K3
DI LABORATORIUM
SISTEM
MANAJEMEN MUTU
AI
RLANG GA I NTE G RATE D MANAG EME NT
S YS TEM
(ArMS)
UNIVERSITAS
AIRLANGGA
Revisi ke 0
Tanggal
Revisi :
0Tanggal
Berlaku
:
I
November 2017Kode Dokumen PP-LINAIR-MUN-O 1 -08-O I
Disetujui oleh:
Wakil
RektorII
oleh:
Kes
Diperiksa oleh:
Direktur
Sarana Prasaranadan Lingkungan
\-)
3.1.
TUJUAN
RUANG
LINGKUP
TARGET
MUTU
4.
DEFINISI
5.
REFERENSI
Instruksi Kerja
ini
dibuatuntuk melindungi
seluruh civitas akademikayang melakukan
kegiatannyadi
laboratorium, agar terhindar bahaya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.Instruksi
Kerja
ini
meliputi
pengertian,
jenis
bahaya, pencegahan,dan
penanggulangan bahayadi
laboratoriumserta monitoring dan evaluasi.
a.
Setiap tenaga kerja/laboran dan orang lainnya yang beradadi
laboratorium mendapat perlindungan ataskeselamatannya.
b.
Setiap bahan kimia atau peralatan dapat dipakai, dipergunakan secara aman dan efisien.c.
Proses pengujian berjalan lancar.Instruksi
Kerja
PenerapanK3 di
Laboratorium adalah suatuinstruksi kerja yang dibuat
oleh
Subdit
K3L
agar
seluruh pelaksanaankegiatan
di
laboratorium
berdasarkan prinsipK3
(Kesehatan dan Keselamatan Kerja).a.
UUNo.
1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerjab.
UU No.23 Tahun 7992Tentang Kesehatanc.
UU
No.32 Tahun
1992 Tentang
Perlindungan
danPengelolaan Lingkungan Hidup
d.
PermenlH
No.
6
Tahun 2009
tentang
Laboratorium Lingkungane.
Peraturan Pemerintah
No.18 Tahun
1999
Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracunf.
KepmenkesRI
No.l244lMenkes/SK/XII/1994
tentangPedoman
KeamananLaboratorium Mikrobiologi
dan Biomedisg.
Kepmenaker.
No.
Kep-186/MEN/1999
tentang
Unit
Penanggulangan Kebakarandi
Tempat Kerjah.
Statuta Universitas Airlanggai.
Keputusan
Rektor
No.
501lH3lPN20l2
tentangPembentukan
Sub
Direktorat
Keselamatan
danKesehatan
Kerja
(K3)
pada Direktorat
Sumberdaya Universitas AirlanggaSemua pemegang
controlled copy
atauunit
yang
berhakmemiliki
dokumen sistem mutu6.
DIDISTRIBUSI.
KAN
7
INSTRUKSI
:KERJA
Tata Laksana
Penggunaan BahanKimia di Laboratorium
a.
Semua bahankimia
harus tersimpan dalambotol
atau kalengyang
sesuai dan tahan lama. Sebaiknyadi
simpandi
tempat-tempat yangkecil
dan cukupuntuk
pemakaian sehari-hari.b.
Tempat persediaan untuk jangka panjang harus tersimpan dalam gudang bahankimia
yang khusus/ gudang dalam tanah misalnya.c.
Setiap saat bahankimia
harus diperiksa secararutin,
untuk menentukan apakah bahan-bahan tersebut masih dapat digunakan atautidak,
dan perbaikanlabel
yang biasanya rusak. Bahan-bahan yang tak dapat digunakan lagi harus dibuang/ dimusnahkan secarakimia.Semua bahan
harus diberi
tanda-tandakhusus,
diberi
label
dengan
semua keterangan yang diperlukan misalnya :1. Nama bahan
2.
Tanggal pembuatan3.
Jumlah(isi)
4.
Asal bahan (merek pabrik dan lain-lain)5.
Tingkat bahayayang mungkin (racun, korosiv, higroskopisdll)
6.
Keterangan-keterangan yang perlu (presentase, smbol kimianya dan lain-lain)d.
Selain BahanKimia,
dalam
Laboratoriumjuga
terdapat peralatanyang
terbuat darigelas, bahan gelas tersebut mudah pecah
dan
pecahannyadapat
melukai
tubuh. Khususnyabila
memasukkanpipa
gelas kedalam propkaret, harus digunakan sarung tanganuntuk
melindungi
tangandari
pecahankaca.
Pada proses pemanasan suatu larutan, harus digunakan batudidih
untuk mencegah terjadinya proses lewatdidih
yang menyebabkanlarutan
panasitu
muncrat
kemana-mana.Juga
ketika
menggunakan pembakar spiritus atau pembakar bunsen, hati-hati karena spiritus mudah terbakar,jadi
jangan sampai tumpahke
atas meja dan selang penyambungaliran
gas pada bunsenharus terikat kuat, jangan sampai lepas.
Langkah-langkah Praktis
a.
Sebagai laborandi
laboratorium, yang bertugas membimbing mahasiswa untuk bekerja dengan baik dan aman, maka perlu persiapan sebelum bekerja'b.
Laboranperlu
datanglebih
awal untuk
memeriksalokasi
dan carapakai
alat bantu keselamatan kerja.7.1
7.3 a. b. U. d. e. f. o b. h. i.
j
k. l. m. n. o. p.c.
Laboran harus mengetahuijenis
bahankimia
dan peralatan yang akan digunakan pada percobaanhari
tersebut dan cara menanggulangibila
terjadi
kecelakaan karena bahan atau peralatan tersebut.d.
Biasakanlah menutup kranair
dan gas, mematikanlistrik
dan api serta mencuci tangan dan meninggalkan laboratorium dalam keadaan bersih.Ini
dilakukan oleh laboran agar menjadi panutan bagi mahasiswa.Larangan
-
larangan
saat beradadi
Laboratorium
Dilarang bekerja sendirian di laboratorium,
minimal
ada laboran yang mengawasi. Dilarang bermain-main dengan peralatan laboratorium dan bahanKimia.
Persiapkanlah
hal
yang perlu
sebelum masuklaboratorium
sepertibuku
kerja, jenis percobaan,Jenis bahan, jenis peralatan, dan cara membuang limbah sisa percobaan. Dilarang makan, minum dan merokok
di
laboratorium.Jagalah kebersihan
meja praktikum,
apabila mejapraktiukm
basah segera keringkan dengan lap basah.Jangan membuat keteledoran antar sesama teman.
Pencatatan data
dalam
setiap percobaan selengkap-lengkapnya. Jawablah pertanyaan pada penuntun praktikum untuk menilai kesiapan anda dalam memahami percobaan. Berdiskusi adalahhal
yang
baik
dilakukan untuk
memahamilebih lanjut
percobaan yang dilakukan.Gunakan peralatan
kerja
seperti
kacamata pengamanuntuk melindungi
mata, jas laboratorium untuk melindungi pakaian dan sepatu tertutup untuk melindungi kaki. Dilarang memakai perhiasan yang dapat rusak karena bahan Kimia.Dilarang memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu berhak tinggi. Wanita/pria yang berambut panjang harus diikat.
Biasakanlah mencuci tangan dengan sabun dan
air
bersih terutama setelah melakukan praktikum.Bila kulit
terkena bahan Kimia, janganlah digaruk agar tidak tersebar.Bila terjadi
kecelakaanyang
berkaitan dengan bahanKimia,
laporkan
segera pada laboran atau pemimpin praktikum. Segera pergi ke dokter untuk mendapat pertolongan secepatnya.7.4 7.4.1 7.4.2 7.4.3 7.4.4 7.4.5 7.4.6
Teknik kerja di laboratorium
Hal
pertama yangperlu dilakukan
1.
Gunakan perlatankerja
seperti kacamata pengamanuntuk melindungi
mata, jas laboratorium untuk melindungi pakaian dan sepatu tertutup untuk melindungi kaki.2.
Dilarang memakai perhiasan yang dapat rusak karena bahanKimia.
3.
Dilarang memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu berhak tinggi.4.
Wanita/pria yang berambut panjang harus diikat.Bekerja
aman dengan bahankimia
L
Hindari kontak langsung dengan bahan Kimia. 2. Hindari mengisap langsung uap bahan Kimia.3. Dilarang mencicipi atau mencium bahan
Kimia
kecuali ada perintah khusus.4. Bahan
Kimia
dapat bereaksi langsung dengankulit
menimbulkan iritasi (pedih atau gatal).Memindahkan
bahanKimia
1. Baca label bahan
Kimia
sekurang-kurangnya duakali
untuk menghindari kesalahan. 2. Pindahkan sesuai denganjumlah
yang diperlukan.3. Jangan menggunakan bahan
Kimia
secara berlebihan.4.
Janganmengembalikan bahanKimia
ke dalam botol semula untuk mencegah kontaminasi.Memindahkan
bahanKimia cair
1. Tutup botol dibuka dan dipegang dengan
jari
tangan seklaigus telapak tangan memegang botol tersebut.2. Tutup botol jangan ditaruhdi atas meja karena isi botol dapat terkotori.
3. Pindahkan cairan melalui batang pengaduk untuk mengalirkan agar tidak memercik.
Memindahkan
bahanKimia
padat
l.
Gunakan tutup botol untuk mengatur pengeluaran bahan Kimia.2.
Jangan mengeluarkan bahanKimia
secara berlebihan.3. Pindahkan sesuai keperluan tanpa menggunakan sesuatu yang dapat mengotori bahan tersebut.
Cara
memanaskanlarutan
menggunakantabung reaksi
1. Isi tabung reaksi maksimal sepertiganya.
2.
Api
pemanas hendaknya terletak pada bagiuan atas larutan. 3. Goyangkan tabung reaksi agar pemanasan merata.4. Arahkan mulut tabung reaksi pada tempat yang aman agar percikannya tidak melukai orang lian maupun
diri
sendiri.7.4.7
Cara
memanaskanlarutan
menggunakan gelasKimia
l.
Gunakan kaki tiga dan kawat kasa untuk menopang gelasKimia
tersebut. 2. Letakkan Batang gelas atau batu didih dalam gelasKimia
untuk mencegah pemanasan mendadak.3. Jika gelas
Kimia
digunakan sebagai penangas air, isilah dengan air. Maksimum seperampatnya.1.4.8
Keamanankerja di laboratorium
1. Rencanakan percobaanyang akan dilakukan sebelum memulai praktikum. 2. Gunakan perlatan kerja seperti kacamata pengaman untuk melindungi mata, jas
laboratorium untuk melindungi pakaian dan sepatu tertutup untuk melindungi kaki. 3. Dilarang memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu berhak tinggi.
4. Wanita/pria yang berambut panjang harus diikat. 5. Dilarang makan, minum dan merokok
di
laboratorium.6.
Jagalahkebersihan meja praktikum, apabila meja praktiukm basah segera keringkan dengan lap basah.7. Hindari kontak langsung dengan bahan kimia. 8. Hindari mengisap langsung uap bahan kimia.
9. Bila
kulit
terkena bahan Kimia, janganlah digaruk agar tidak tersebar.10. Pastikan kran gas tidak bocor apabila hendak mengunakan bunsen.
1 1. Pastikan kran air dan gas selalu dalam keadaan tertutup pada sebelum dan sesudah
praktikum selesai.
7.5
Sanitasi Ruang DanPeralatan
Laboratorium
1.
Kondisi lantai
secara umum harus bersih, kedapair, tidak
licin,
rata sehingga mudah dibersihkan dan tidak ada genangan air.2.
Dinding
tembok,jendela. langit-langit,
kerangka bangunan, perpipaan, lampu-lampu dan benda lain yang beradadi
sekitar ruang pengujian harus dalam kondisi bersih.3.
Kondisi
umum bangunan harus memperhatikan aspek pencahayaan dan ventilasi yangbaik. Ventilasi
harus tersedia dengan cukup dan berfungsi denganbaik.
Pencahayaanatau
penerangan hendaknya tersebar secara meratadan cukup
di
semua ruangan, namun hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga tidak menyilaukan.4. Semua peralatan
yang
digunakan
untuk
pengujian
harus selalu
diperhatikan kebersihannya, danjuga
penanganannya harushati-hati
karena kebanyakan peralatan laboratorium mudah pecah.5.
Setelah penggunaan alat gelas dan non gelas selesai atau pekerjaan telah selesai semua peralatan tersebut dibersihkan dan ruangan yang digunakan harus dibersihkan dengan bahan saniter. Saniter adalah senyawakimia
yang dapat membantu membunuh bakteri danmikroba.
Air
yang
digunakan dalam pencucianalat
hendaknyaair
yang bersihyang
memenuhi
persyaratan sanitasi, sehingga mencegahkontaminasi.
Air
bersihmempunyai
ciri-ciri
antaralain
tidak
berasa,tidak
berwarna,
dan
tidak
berbau7.6
Pengendalian Ruang Penyimpanan BahanKimia
1.
Ruang
penyimpanan
bahan
kimia
di
laboratorium
harus dikendalikan
sehingga temperatur, kelembaban,dan
sirkulasi udara
sesuai denganyang
diharapkan, Jika temperatur dalam ruang penyimpanan bahankimia
tersebut tingga dan terasa pengap, maka exhaust fan (alat sejenis kipas angin) dihidupkan dan ventilasi atau pintu dibuka agar terjadi sirkulasi udara, sehingga dapat menurunkan temperatur dan kelembaban.2.
Padasaat
akan
mengambil bahan
kimia
harus memakai
alat
keselamatan kerja.Sebelum
masuk ruang
penyimpanan
bahan
kimia,
harus
memeriksa
suhu
dan kelembaban ruangan apakah sesuai dengan persyaratan, baru melakukan pengambilan atau penempatan bahan kimia.7.7
FasilitasPenggudangan
1. Ruangan,
dinding,
bangunandan
pekarangan bangunanharus selalu bersih,
bebassampah dan kotoran.
2.
Barang barang yang disimpan dalam gudang harus diatur dan disusun secara baik danteratur,
dengan menyisakanjarak
yang cukup,
baik jarak
antar tumpukan
maupun dengan dinding tembok.3.
Barang yang telah rusak atau bahan baku yang telah busuk, hendaknyadiambil
dan dipisahkan dari barang-barang yang masih baik.4. Untuk
sampah yangkering
dan padatperlu
disediakan tempat pembuangan sampahpadat
yang cukup, baik
kebersihannyamaupun ukurannya
sesuai denganjumlah
sampah diproduksi.7.8
PengaruhBahan
Kimia
Terhadap
Kesehatan1. Iritasi, yaitu
terjadinya luka bakar setempat akibat kontak bahankimia
dengan bagian tubuh.2.
Korosif
kerusakan jaringan.3.
Timbulnya alergi
nampak sebagianbintik-bintik
merahkecil
atau gelembung berisi cairan atau gangguan pernafasan (tersumbat dan pendek-pendek).4.
Pernafasan terganggu, sepertisulit
bernafas sehingga terasatercekik
atau aspiksian karena kekurangan oksigen akibatdiikat
olah gas thinner seperti : nitrogen dan karbon dioksida.5.
Timbulnya
keracunan sistemik,yaitu
bahankimia
yang dapat mempengaruhi bagian-bagian tubuh seperti merusak hati, ginjal, susunan syaraf dan lain-lain.6.
Kanker, akibat paparan bahankimia
sehingga merangsang pertumbuhan sel-sel yang tidak terkendali dalam bentuk tumor ganas.7.
Kerusakan atau kelainanjanin
yang ditandai oleh kelahiran dalam keadaan cacat atau kemandulan.8.
Phemokoniosis, yaitu timbunan debu dalam paru-paru sehingga kemampuan paru-paru untuk menyerap oksigen menjadi kurang akibatnya penderita mengalami nafas pendek.7.9
PEMBUANGAN
LIMBAH
7.9.1
Limbah Cair
1.
Saluran pembuangan limbah bahankimia
dalam bentuk cair harus dikonstruksi dengan baik sehingga proses pembuangan limbah cair tidak terhambat.2.
Tempat
penampungan hendaknya dibuat,jangan
langsungdibuang
ketempat umum karena akan mengganggu dan mencemari lingkungan umum.3.
Jika produksi
sampah/limbahcair
ternyata
cukup tinggi,
atau
telah
mengakibatkan ganggguan pencemaran adalah indikasi awal bahwa masalah pencemarandi
lingkungan telah terjadi, maka disarankan untuk berkonsultasi dengan SubditK3L.
4.
Limbah cair
yang dihasilkan akan dilakukan pengangkutan dan pengolahan oleh pihak ke-3 yang sudahditunjuk
untuk bekerjasama dengan Universitas Airlangga.7.9.2
Limbah
Padat1.
Limbah
padat yang dihasilkanoleh
laboratorium dikemasjadi
satu dan diletakkan di tempat yang tertutuP.2.
Limbah yang dihasilkan akan dilakukan pengangkutan dan pengolahan oleh pihak ke-3 yang sudahditunjuk
untuk bekerjasama dengan Universitas Airlangga.7.10 PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT di
LABORATORIUM
7.10.1
Terkena
bahankimia
A.
Percikan
BahanKimia
1. Janganpanik.2.
Mintalah bantuan rekan anda yang berada didekat anda.3.
Lihat data MSDS.4.
Bersihkan bagian
yang
mengalamikontak
langsungtersebut
(cuci
bagian
yang mengalami kontak langsung tersebut dengan air apabila memungkinkan).5.
Bila
kulit
terkena bahan Kimia, janganlah digaruk agar tidak tersebar.6.
Bawa ketempat yang cukup oksigen.7.
Hubungi paramedik secepatnya (dokter, rumah sakit).B.
Tumpahan
BahanKimia
2.
Hubungi nomor darurat yang sesuai yang seharusnya telah terpasang di tiap pesawat telepon.Beri bantuan korban, pindahkan merekadari
paparandan
mandikanjika
diperlukan.3.
Tergantungjenis
dan
sifat
bahankimia
tersebut,Anda mungkin perlu
membuka jendela dan pintu untuk memberikan sirkulasi udara yang cukup, menutup area yangterpapar untuk menyimpan tumpahan atau mematikan sumber nyala api dan panas.
4.
Jika Andaterlatih
dan berwenang, gunakan material yang tepat untuk menyerap atamenampung tumpahan. Contohnya,
Anda bisa
menggunakan perlengkapat untuk menertralkan tumpahan asam,Untuk
bahankmia
lainnya,
Anda
mungkin
perlu menaburkan penyerap pada tumpahan, atau sekitar tumpahan dengan tanggul.5.
Jangan berupaya membersihkan dalam situasi seperti di bawahini:
a.
Anda tidak tahu material apayangtumpah.b.
Anda tidakmemiliki
cukup pelindung atau peralatan yang tepat untuk melakukan pekerj aan tersebut.c.
Tumpahan terlalu luas dan banyak.d.
Tumpahan sangat beracun.7.10.2
Kebakaran
Bahan
kimia
yang mudah terbakar yaitu bahan-
bahan yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Terjadinya kebakaran biasanya disebabkan oleh 3 unsur utama yang sering disebut sebagai segitigaAPI
:Keterangan:
A
: Adanya bahan yang mudah terbakar P : Adanya panas yang cukuPI
: Adanya ikatan Oksigendi
sekitar bahan.Penanganan yang perlu dilakukan :
l.
Jangan panik.2.
Ambil
tabung gas CO2 apabila api masih mungkin dipadamkan. 3. Beritahu teman anda.4. Hindari mengunakan
lift.
5. Hindari mengirup asap secara langsung.
6. Tutup pintu untuk menghambat api membesar dengan cepat (angan dikunci).
7 . Padagedung
tinggi
gunakan tangga darurat.7.10.3 Gempa
bumi
1. Jangan panik.
2. Sebaiknya berlindung dibagian yang kuat seperti bawah meja, kolong kasur, lemari. 3. Jauhi bangunan yang tinggi, tempat penyimpananzat kimia, kaca.
4. Perhatikan bahaya
lain
seperti kebakaran akibat kebocoran gas,tersengatlistrik.
5. Jangan gunakanlift.
6. Hubungi pemadam kebakaran, polisi
dll.
1.tt
SIMBOL-IMBOL
83
DAN EU (EUROPEAN
UNION)
Simbol
-
simbol
yang sering digunakan untuk menandai jenisjenis
bahankimia
secarainternasional :
l.
Toxic
: Sedikit saja masuk ke tubuh dapat menyebabkan kematian atau sakit keras2.
Flammable : Bahan yang mudah terbakar3.
Corrosive : bahan yang dapat merusak kayu, besi, dsb.4.
Irritant
: Sedikit saja masuk ke tubuh dapat membakar5.
kulit,
selaput lendir atau sistem pernapasan6.
Oxidising Agent : Bahan yang dapat menghasilkan panas7.
bila bersentuhan dengan bahan lain terutama bahan-bahan yang mudah terbakar8.
Explosive
:
Bahan yang mudah meledakbila
kena panas, api atau sensitif terhadap gesekan atau goncangan9.
Radioactive : Bahan-bahan yang bersifatradioaktif
10.
POISON : Bahan-bahan yang bersifat racunSBIJl00l
a
SBIJIOO: l6*dlraouGoo&
lorh Grr flrdurblc Cri
a
Fh&orbh Lildd.'s".,
\./
Nor Grc Fharrblc Solid@
3Ior
tt*
\y
L
tNor Flrublc l(or Torh Crr
o
Or!rlic PcDrii. Poiroo Oridizi4 .{gut
Rrdio roi'r Rrdiorcrire I Itr
Toric Sprtrlmldy CoubuibL
c
Torit Crr Flammable Flammable Irritao t Toric Toxic Euriroumeot Dalgerous Conosh'e fhrL Poirr Bclos(
POTSOtr EOEIIELY fiFL.IMASLE OXO'ABGAGENT N&TAXI HARIR'L@
TOXIC vEffTC}XSb
oAnGEloEloi coBf,osfvE7.12
EYALUASI
Evaluasi