• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - HUSNUL HOTIMAH BAB I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - HUSNUL HOTIMAH BAB I"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bahasa sangat berperan penting dalam kehidupan manusia bahkan bahasa selalu digunakan oleh manusia dalam segala kegiatan baik secara lisan maupun tulisan. Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi atau interaksi sosial. Sebagai alat komunikasi, bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan ide, gagasan, pikiran, keinginan, perasaan, dan pendapat. Bahasa digunakan oleh manusia dari mulai bangun tidur, melakukan aktivitas, hingga menjelang tidur kembali. Begitu pentingnya bahasa bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari.Sebagai alat komunikasi bahasa menjadikan manusia utnuk saling berbagi informasi, pengalaman, belajar, ataupun meningkatkan intelektual. Di dalam komunikasi, dapat diasumsikan bahwa seorang penutur mengartikulasi tuturan dengan maksud untuk menginformasikan sesuatu kepada mitra tuturnya atau pendengar agar dapat memahami apa yang hendak dituturkan.

(2)

Ilmu pragmatik mengkaji beberapa topik antara lain tindak tutur, implikatur, deiksis, praanggapan, dan relevansi. Pada penelitian ini tindak tutur merupakan salah satu topik dari Pragmatik yang diteliti pada penelitian ini.Tindak tutur tidak hanya terjadi secara lisan tetapi tindak tutur juga dapat terjadi secara tulisan.Dalam tindak tutur lebihdilihat makna atau arti tindakan dan tuturannya.Menurut Chaer (2007: 49), tindak tutur (speech act) merupakan gejala individual yang bersifat psikologi dan keberlangsungannya ditentukan oleh kemampuan bahasa si penutur dalam mengahdapi situasi tertentu. Dapat disimpulkan, tindak tutur merupakan tindakan melakukan sesuatu melalui ucapan lisan atau tulisan yang keberlangsungannya ditentukan oleh kemampuan bahasa si penutur.

(3)

permohonan, pertanyaan, perintah, pemberian usulan, dan sebagainya. Oleh sebab itu peneliti tertarik mengkaji tuturan yang ada pada kolom Kepriben dengan menggunakan kajian pragmatik tindak tutur direktif.

Di zaman yang sudah canggih ini masyarakat sudah semakin cerdas dan didukung oleh alat komunikasi dan internet yang bebas diakses kapanpun dan dimanapun. Sehingga apabila terdapat layanan masyarakat yang kurang nyaman masyarakat bebas untuk mengadukannya. Tetapi seringkali masyarakat tidak meluapkan atau mengadukan apa yang difikirkan ke wadah yang sudah disediakan. Suara Pantura menyediakan wadah untuk masyarakat yang ingin memberikan kritikan atau saran terkait dengan layanan masyarakat di sekitar Pantura berupa kolom pembaca atau kolom Kepriben. Kolom Kepriben menarik untuk di teliti karena kolom tersebut berisi tentang kritik, atau saran seputar pelayanan publik di sekitar wilayah pantura. Tetapi sebagian besar tuturan yang ada pada kolom Kepriben merupakan tuturan berupa kritikan untuk pemerintah di wilayah pantura. Masyarakat merasa dirugikan dengan adanya layanan masyarakat yang kurang nyaman. Seharusnya lembaga pemerintahan tidak mengabaikan layanan masyarakat sehingga menuai kritikan dari masyrakatnya.

Pada Edisi bulan Desember 2016 peneliti menemukan tuturan (1)“Kepada pejabat yang berwenang, di bawah jembatan tol keluar Pejagan jalannya berlubang

sangat membahayakan pengguna jalan. Sudah banyak yang jatuh, mohon segera

diperbaiki. Terimakasih. (08586525****)”. Tuturan disampaikan oleh masyarakat

(4)

memperbaiki jalan yang rusak karena membahayakan pengguna jalan. Penutur memberikan kebenaran atas kondisi yang penutur lihat. Penutur dalam hal ini mengharapkan mitra tutur untuk segera bertindak untuk memperbaiki jalan.

Selanjutnya penutur juga menemukan tuturan (2) “Kapan cairnya ganti rugi untuk jalan flyover Dermoleng di Dukuhturi, Ketanggungan Brebes? PT. Adhikarya

sudah mulai mengerjakan pengerukan di sebelah timur jalan, jadi seharusnya sudah

cair. Apa nunggu berbunga dulu di Bank ya? Terimaksih. (08783020****)”. Tuturan tersebut termasuk tindak tutur direktif bertanya. Penutur menanyakan uang ganti rugi yang belum dibayarkan. Tetapi pertanyaan tersebut tidak semata-mata memberikan pertanyaan tetapi juga mengarapkan sebuah tindakan berupa ganti rugi uang bagi mereka yang tanahnya dijadikan pembangunan flyover. Tuturan tersebut tentu atas dasar keadaan yang mereka alami pada saat itu dan mereka sudah merasa geram karena uang ganti rugi tidak segera dibayarkan.

Fenomena selanjutnya peneliti kembali menemukan tuturan (3) ”Yth. Pak Wali Kota Pekalongan untuk bisa mengejar ketinggalan dengan kota Karisidenan lain,

pemkot seharusnya mengajukan Unikal ke Dirjen Dikti agar dinegerikan. Untuk

saham dan aset-aset bisa dirintis untuk Universitas Muhammadiyah Pekalongan.

Dengan begitu banyak pendatang mahasiswa yang makin mendunia, tidak kalah oleh

Brebes yang sudah punya dua Universitas. (08783020******). Tuturan tersebut

(5)

dari masyarakat yang membandingkan kota Pekalongan dengan kota Karisidenan lainnya yang sudah memiliki Universitas diwilayahnya.

Bentuk tuturan yang dikirim oleh masyarakat melalui sms kepada kolom Kepriben sangat bermanfaat bagi pihak-pihak yang dituju. Karena tuturan tersebut mampu meningkatkan kinerja pemerintahan dalam pelayanan masyarakat. Sms yang dikirimkan oleh masyarakat tidak semata-mata sebuah informasi yang tanpa bukti tetapi itu adalah kenyataan yang ada disekitar mereka. Melalui gagasan dari penuutur dalam kolom Kepriben pemerintah jadi tahu bagaimana keadaan sekitar yang jaraknya jauh dari kantor pemerintahan. Pemerintah tidak bisa membiarkan kondisi yang ada di sekitar masyarakat , karena masyarakat akan semakin pintar untuk mengkritik sebuah instansi pemerintahan.

(6)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah yang akan ditelitidalam penelitian ini adalah: “Apa sajakah jenis-jenis tindak tutur direktif yang terdapat pada

kolom kepriben surat kabar Suara Pantura edisi Januari - Februari 2017?“

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur direktif yang terdapat pada kolom kepriben surat kabar Suara Pantura edisi Januari – Februari 2017.

D. Manfaat Peneletian

Manfaat penelitian yang diharapkan pada penelitian ini ada dua yaitu:

1. Manfaat Teoritis

a. Hasil dari penelitian diharapkan dapat menambah wawasan dari segi bahasa dalam ilmu pragmatik khususnya tindak tutur direktif.

b. Menambah pemahaman tentang konsep tindak tutur direktif khususnya jenis-jenisnya berupa requestives, questions, requirement, permissive, prohibitve, dan advisories.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi peneliti, penelitian ini berguna untuk memperluas dan memahami wawasan kajian tindak tutur direktif, serta untuk menambah pengalaman dalam menganalisis suatu objek dengan kajian tindak tutur direktif.

Referensi

Dokumen terkait

[r]

- SAHAM SEBAGAIMANA DIMAKSUD HARUS DIMILIKI OLEH PALING SEDIKIT 300 PIHAK & MASING2 PIHAK HANYA BOLEH MEMILIKI SAHAM KURANG DARI 5% DARI SAHAM DISETOR SERTA HARUS DIPENUHI

Analisis stilistika pada ayat tersebut adalah Allah memberikan perintah kepada manusia untuk tetap menjaga dirinya dari orang-orang yang akan mencelakainya dengan jalan

Pada tahap pertama ini kajian difokuskan pada kajian yang sifatnya linguistis antropologis untuk mengetahui : bentuk teks atau naskah yang memuat bentuk

Seringkali apabila tunggakan sewa berlaku ianya dikaitkan dengan masalah kemampuan yang dihadapi penyewa dan juga disebabkan faktor pengurusan yang lemah. Ada pula

Retribusi Daerah yang selanjutnya disebut retribusi adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian ijin yang khusus disediakan dan atau diberikan

[r]

Proses pembuatan jamu yang dilakukan oleh ketiga penjual jamu di wilayah Ngawen dapat dikatakan sebagian besar prosedur pembuatannya telah sesuai dengan Cara Pembuatan