Pada Januari 2016, Kota Ternate mengalami Inflasi sebesar 0,52 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 128,50. Sedangkan Nasional mengalami Inflasi sebesar 0,51 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 123,62. Dari 82 kota IHK, 75 kota mengalami inflasi dan 7 kota mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga 1,82 persen, Kota Kendari 1,49 persen, dan Kota Makassar 1,36 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Gorontalo 0,58 persen, Kota Palu 0,41 persen dan Kota Balikpapan 0,21 persen.
Inflasi Kota Ternate Januari 2016, menurut kelompok pengeluaran adalah sebagai berikut: kelompok bahan makanan -4,36 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,58 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 3,86 persen; kelompok sandang 0,92 persen; kelompok kesehatan 1,26 persen; kelompok pendidikan; rekreasi dan olahraga 0,19 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan -0,41 persen.
Inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 0,52 persen dan inflasi year on year Kota Ternate
sebesar 5,65 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Nasional yaitu masing-masing sebesar 0,51 persen dan 4,14 persen.
Menurut inflasi tahun kalender, 75 kota mengalami inflasi dan 7 kota mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga 1,82 persen, Kota Kendari 1,49 persen, dan Kota Makassar 1,36 persen. Sedangkan 3 kota yang mengalami deflasi tertinggi yaitu, Kota Gorontalo 0,58 persen, Kota Palu 0,41 persen, Kota Balikpapan 0,21 persen.
Menurut inflasi year on year, semua kota mengalami inflasi, kecuali Kota Tanjung Pandan, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual 7,83 persen, Kota Sorong 7,17 persen, Kota Makassar 6,68 persen. Sedangkan deflasi terjadi di Kota Tanjung Pandan 0,52 persen.
Kota-kota IHK di wilayah Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua yang berjumlah 18 kota, pada Januari 2016 tercatat 14 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Kendari 1,49 persen, Kota Makassar 1,36 persen, dan Kota Bau-bau 1,22 persen. Sedangkan kota mengalami deflasi tertinggi yaitu Kota Gorontalo 0,58 persen, Kota Palu 0,41 persen dan Kota Manado 0,18 persen.
No. 06/02/82/Th.XV, 01 Februari 2016
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Maluku Utara, pada pasar tradisional dan pasar modern di wilayah Kota Ternate, bulan Januari 2016 terjadi inflasi 0,52 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 127,83 pada Desember 2015, menjadi 128,50 pada Januari 2016. Tingkat inflasi tahun kalender dan tingkat inflasi year on year yaitu masing-masing sebesar 0,52 persen dan 5,65 persen.
Pada Januari 2016, lima kelompok pengeluaran mengalami inflasi, dan dua kelompok pengeluaran mengalami deflasi. Adapun perubahan indeks harga konsumen (IHK) masing-masing kelompok pengeluaran tersebut adalah sebagai berikut: kelompok bahan makanan -4,36 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,58 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 3,86 persen; kelompok sandang 0,92 persen; kelompok kesehatan 1,26 persen; kelompok pendidikan; rekreasi dan olahraga 0,19 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan -0,41 persen.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Januari 2016 antara lain: labu siam, semangka, kol putih/kubis, bawang putih, telur ayam ras, daging ayam ras, tarif listrik, dan emas perhiasan.
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: buncis, cabai merah, pisang, cabai rawit, beberapa jenis ikan seperti (kembung, cakalang, bawal, lolosi, ekor kuning, selar/tude, cumi-cumi, malalugis, dan teri), solar, bensin, bayam, jeruk, dan minyak goreng.
Gambar 1.
Inflasi Kota Ternate Menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100), Desember 2015 – Januari 2016 1.53 6.64 0.11 0.22 0.06 0.00 -0.04 0.16 0.52 -4.36 0.58 3.86 0.92 1.26 0.19 -0.41 -6.00 -4.00 -2.00 0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 Umum Bahan Makanan
Makanan Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor Desember Januari
Tabel 1.
IHK dan Inflasi Kota Ternate Januari 2016, Inflasi Tahun Kalender, dan Inflasi Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100)
Kelompok Pengeluaran IHK November 2015 IHK Desember 2015 IHK Januari 2016 Inflasi Januari 2016 1) Inflasi Tahun Kalender 2) Inflasi Year on Year3) UMUM 125,90 127,83 128,50 0,52 0,52 5,65 1 Bahan Makanan 122,52 130,65 124,96 -4,36 -4,36 6,20
2 Makanan Jadi, Minuman,
Rokok & Tembakau 124,08 124,22 124,94 0,58 0,58 5,18 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas &
Bahan Bakar 124,55 124,83 129,65 3,86 3,86 6,29
4 Sandang 143,35 143,44 144,76 0,92 0,92 11,11
5 Kesehatan 125,42 125,42 127,00 1,26 1,26 1,98
6 Pendidikan, Rekreasi &
Olahraga 124,37 124,32 124,56 0,19 0,19 4,79
7 Transpor, Komunikasi & Jasa
Keuangan 130,57 130,78 130,25 -0,41 -0,41 2,97
1) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya. 2) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2016 terhadap IHK bulan Desember 2015 3) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2016 terhadap IHK bulan Januari 2015
Pada Januari 2016, kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan inflasi masing-masing sebagai berikut: kelompok bahan makanan -0,97 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,08 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 1,38 persen; kelompok sandang 0,05 persen; kelompok kesehatan 0,04 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,01 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan -0,06 persen.
Tabel 2.
Sumbangan/Andil Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Ternate, Bulan Januari 2016 (2012 = 100)
Kelompok Pengeluaran Bulan Januari
2016
UMUM 0,52
1 Bahan Makanan -0,97
2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,08 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 1,38
4 Sandang 0,05
5 Kesehatan 0,04
6 Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 0,01 7 Transportasi, Komunikasi & Jasa Keuangan -0,06
Gambar 2.
Perkembangan Inflasi Kota Ternate dan Nasional Januari 2015 – Januari 2016
IHK DAN INFLASI MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
1. Bahan MakananKelompok bahan makanan pada Januari 2016 mengalami deflasi 4,36 persen atau terjadi penurunan indeks dari 130,65 pada Desember 2015, menjadi 124,96 pada Januari 2016.
Dari 11 subkelompok dalam kelompok bahan makanan, tiga subkelompok mengalami inflasi, dan sisanya mengalami deflasi. Subkelompok yang mengalami inflasi yaitu, daging dan hasil-hasilnya 0,13 persen, telur, susu, dan hasil-hasilnya 1,46 persen, kemudian bahan makanan lainnya 0,63 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi yaitu, padi-padian, umbi-umbian, dan hasil-hasilnya 0,42 persen, ikan segar 9,28 persen, ikan diawetkan 1,52 persen, sayur-sayuran 2,66 persen, kacang-kacangan 6,91 persen, buah-buahan 12,56 persen, bumbu-bumbuan 1,90 persen, serta lemak dan minyak 2,06 persen.
Kelompok ini pada Januari 2016 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,97 persen. Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain; daging ayam ras, telur ayam ras, susu untuk tulang/manula, daun singkong, kentang, kol putih/kubis, labu siam, pare, semangka, dan bawang merah. Sementara itu komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain; beberapa jenis ikan antara lain
Jan-15 Feb-15 Mar-15 Apr-15 Mei-15 Jun-15 Jul-15
Agust-15 Sep-15 Okt-15 Nop-15 Des-15 Jan-16 Ternate -0.55 -0.83 0.35 0.62 0.65 0.89 0.90 1.56 -1.58 0.91 0.02 1.53 0.52 Nasional -0.24 -0.36 0.17 0.36 0.50 0.54 0.93 0.39 -0.05 -0.08 0.21 0.96 0.51 -2.00 -1.50 -1.00 -0.50 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00
(bawal, biji nangka, cakalang, cumi-cumi, ekor kuning, kembung, sorihi, tude, teri), telur ayam kampung, buncis, kacang panjang, ketimun, sawi putih, tomat sayur dan wortel.
Tabel 3.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Bahan Makanan, Januari 2016 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on Year (%)
(%) (%)
Umum 128,50 0,52 0,52 5,65
I. Bahan Makanan 124,96 -4,36 -4,36 6,20
a. Padi-padian, umbi- umbian, dan hasilnya 120,50 -0,42 -0,42 4,37
b. Daging dan hasil-hasilnya 136,50 0,13 0,13 -0,44
c. Ikan segar 133,71 -9,28 -9,28 5,02
d. Ikan diawetkan 139,54 -1,52 -1,52 40,52
e. Telur, susu, dan hasil-hasilnya 132,36 1,46 1,46 3,52
f. Sayur-sayuran 111,78 -2,66 -2,66 28,75
g. Kacang-kacangan 120,08 -6,91 -6,91 -14,33
h. Buah-buahan 151,90 -12,56 -12,56 -8,82
i. Bumbu-bumbuan 110,04 -1,90 -1,90 8,84
j. Lemak dan minyak 101,20 -2,06 -2,06 -0,67
k. Bahan makanan lainnya 127,55 0,63 0,63 7,89
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau
Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada Januari 2016 mengalami inflasi 0,58 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 124,22 pada Desember 2015, menjadi 124,94 pada Januari 2016.
Tabel 4.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau,
Januari 2016 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on
Year (%)
(%) (%)
Umum 128,50 0,52 0,52 5,65
II. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 124,94 0,58 0,58 5,18
a. Makanan Jadi 124,34 -0,02 -0,02 3,25
b. Minuman yang Tidak Beralkohol 110,01 0,14 0,14 8,08
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok makanan jadi -0,02 persen; subkelompok minuman yang tidak beralkohol 0,14 persen; serta subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 1,43 persen.
Kelompok ini pada Januari 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,08 persen. Komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain: gula pasir, minuman kesegaran, sirup, dan rokok (kretek, kretek filter, dan putih), sedangkan komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain: biskuit dan susu coklat.
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar
Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada Januari 2016 mengalami inflasi 3,86 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 124,83 pada Desember 2015, menjadi 129,65 pada Januari 2016.
Tabel 5.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar,
Januari 2016 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on Year (%)
(%) (%)
Umum 128,50 0,52 0,52 5,65
III. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 129,65 3,86 3,86 6,29
a. Biaya Tempat Tinggal 130,38 4,55 4,55 6,64
b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 124,16 1,91 1,91 3,91
c. Perlengkapan Rumah Tangga 135,01 1,28 1,28 9,01
d. Penyelenggaran Rumah Tangga 126,28 0,78 0,78 3,61
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok biaya tempat tinggal 4,55 persen; subkelompok bahan bakar, penerangan dan air 1,91 persen; subkelompok perlengkapan rumah tangga 1,28 persen; serta subkelompok penyelenggaraan rumah tangga 0,78 persen.
Kelompok ini pada Januari 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 1,38 persen. Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain; kontrak rumah, upah tukang bukan mandor, tarif listrik, kain gorden. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain; kayu balok, kayu lapis, dan papan.
4. S a n d a n g
Kelompok sandang pada Januari 2016 mengalami inflasi 0,92 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 143,44 persen pada Desember 2015, menjadi 144,76 persen pada Januari 2016.
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok sandang laki-laki 2,13 persen; subkelompok sandang wanita 0,33 persen; subkelompok sandang anak-anak 0,32 persen; serta subkelompok barang pribadi dan sandang lain 0,33 persen.
Tabel 6.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Sandang, Januari 2016 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on Year (%) (%) (%) Umum 128,50 0,52 0,52 5,65 IV. Sandang 144,76 0,92 0,92 11,11 a. Sandang Laki-laki 144,03 2,13 2,13 10,83 b. Sandang Wanita 153,12 0,33 0,33 20,94 c. Sandang Anak-anak 151,33 0,32 0,32 5,59
d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 121,13 0,33 0,33 6,88
Kelompok ini pada Januari 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,05 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga yaitu celana panjang katun, baju kaos tanpa kerah, sandal kulit, sepatu, baju muslim dan gaun/terusan serta emas perhiasan. Komoditas yang mengalami penurunan harga yaitu kemeja lengan panjang.
5. K e s e h a t a n
Tabel 7.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Kesehatan, Januari 2016 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on Year (%) (%) (%) Umum 128,50 0,52 0,52 5,65 V. Kesehatan 127,00 1,26 1,26 1,98 a. Jasa Kesehatan 109,86 5,11 5,11 5,11 b. Obat-obatan 122,02 1,15 1,15 1,68
c. Jasa Perawatan Jasmani 167,74 0,00 0,00 1,38
d. Perawatan Jasmani dan Kosmetik 128,40 0,15 0,15 1,01
Kelompok kesehatan pada Januari 2016 mengalami inflasi 1,26 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 125,42 persen pada Desember 2015, menjadi 127,00 persen pada Januari 2016.
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok jasa kesehatan 5,11 persen; subkelompok obat-obatan 1,15 persen; subkelompok jasa perawatan jasmani 0,00 persen; serta subkelompok perawatan jasmani dan kosmetik 0,15 persen.
6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga
Tabel 8.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga,
Januari 2016 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on Year (%)
(%) (%)
Umum 128,50 0,52 0,52 5,65
VI. Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga 124,56 0,19 0,19 4,79
a. Jasa Pendidikan 127,50 0,00 0,00 7,19
b. Kursus-kursus / Pelatihan 112,85 0,98 0,98 4,93
c. Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 101,52 0,71 0,71 2,20
d. Rekreasi 126,52 0,36 0,36 0,38
e. Olah Raga 166,08 0,13 0,13 10,06
Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Januari 2016 mengalami inflasi sebesar 0,19 persen. Atau terjadi kenaikan indeks dari 124,32 pada Desember 2015 menjadi 124,56 pada Januari 2016.
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok jasa pendidikan 0,00 persen; subkelompok kursus-kursus/pelatihan 0,98 persen; subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan 0,71 persen; serta subkelompok rekreasi 0,36 persen; dan olahraga 0,13 persen.
Kelompok ini pada Januari 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain kursus bahasa asing, biaya fotokopi, rekreasi, pakaian olahraga pria. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah flashdisk.
7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan
Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Januari 2016 mengalami deflasi sebesar 0,41 persen atau terjadi penurunan indeks dari 130,78 pada Desember 2015, menjadi 130,25 pada Januari 2016.
Tabel 9.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan,
Januari 2016 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on Year (%)
(%) (%)
Umum 128,50 0,52 0,52 5,65
VII. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 130,25 -0,41 -0,41 2,97
a. Transpor 149,80 -0,58 -0,58 4,87
b. Komunikasi dan Pengiriman 92,72 0,00 0,00 -2,33
c. Sarana dan Penunjang Transpor 122,91 0,00 0,00 1,54
d. Jasa Keuangan 123,85 0,89 0,89 0,89
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok transpor -0,58 persen; subkelompok komunikasi dan pengiriman 0,00 persen; subkelompok sarana dan penunjang transpor 0,00 persen; serta subkelompok jasa keuangan 0,89 persen.
Kelompok ini pada Januari 2016 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,06 persen. Komoditi yang mengalami kenaikan harga yaitu tarif angkutan udara, helm, dan biaya administrasi kartu atm. Sementara komoditi yang mengalami penurunan harga yaitu bensin dan solar.
PERBANDINGAN ANTARKOTA DI INDONESIA
Pada Januari 2016, Kota Ternate mengalami inflasi sebesar 0,52 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 128,50. Sedangkan Nasional mengalami inflasi sebesar 0,51 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 123,62. Dari 82 kota IHK, 75 kota mengalami inflasi dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga 1,82 persen, Kota Kendari 1,49 persen, dan Kota Makassar 1,36 persen, sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Gorontalo 0,58 persen, Kota Palu 0,41 persen dan Kota Balikpapan 0,21 persen.
Inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 0,52 persen dan inflasi year on year Kota Ternate sebesar 5,65 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Nasional yaitu masing-masing sebesar 0,51 persen dan 4,14 persen.
Menurut inflasi tahun kalender, 75 kota mengalami inflasi dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga 1,82 persen, Kota Kendari 1,49 persen, dan Kota Makassar 1,36 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Gorontalo 0,58 persen, Kota Palu 0,41 persen, dan Kota Balikpapan 0,21 persen.
Menurut inflasi year on year, 81 kota mengalami inflasi dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual 7,83 persen, Kota Sorong 7,17 persen, dan Kota Makassar 6,68 persen. Sedangkan satu-satunya kota yang mengalami deflasi adalah Kota Tanjung Pandan 0,52 persen.
Perbandingan Antar Kota di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua
Kota-kota IHK di wilayah Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua yang berjumlah 18 kota, pada Januari 2016 tercatat 14 kota mengalami inflasi dan sisanya mengalami deflasi dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Kendari 1,49 persen, Kota Makassar 1,36 persen dan Kota Bau-bau 1,22 persen. Sedangkan kota mengalami deflasi tertinggi yaitu Kota Gorontalo 0,58 persen, Kota Palu 0,41 persen, dan Kota Manado 0,18 persen.
Tabel 10.
Perbandingan IHK dan Inflasi Januari 2016
Kota-kota di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua dengan Nasional (2012 = 100)
KOTA Januari 2016 Tahun Kalender Year on Year KOTA Januari 2016 Tahun Kalender Year on Year IHK Inflasi (%) (%) (%) IHK Inflasi (%) (%) (%) 1 MANADO 124,98 -0,18 -0,18 6,12 11 MAMUJU 122,71 -0,06 -0,06 4,87 2 PALU 124,71 -0,41 -0,41 3,62 12 AMBON 122,19 0,28 0,28 3,75 3 BULUKUMBA 128,93 0,46 0,46 2,76 13 TUAL 136,49 0,29 0,29 7,83 4 WATAMPONE 119,08 0,50 0,50 2,78 14 TERNATE 128,50 0,52 0,52 5,65 5 MAKASSAR 124,21 1,36 1,36 6,68 15 MANOKWARI 116,07 0,32 0,32 3,21 6 PARE-PARE 120,90 1,11 1,11 3,11 16 SORONG 124,57 1,11 1,11 7,17 7 PALOPO 121,22 0,61 0,61 4,34 17 MERAUKE 132,51 1,12 1,12 5,13 8 KENDARI 119,82 1,49 1,49 4,15 18 JAYAPURA 124,49 0,76 0,76 4,01 9 BAU-BAU 128,24 1,22 1,22 4,87 NASIONAL 123,62 0,51 0,51 4,14 10 GORONTALO 119,52 -0,58 -0,58 5,03
Tabel 11.
Inflasi Januari 2016, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah
(2012 = 100)
No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)
1 SIBOLGA 1,82 29 SUKABUMI 0,67 57 JEMBER 0,43
2 KENDARI 1,49 30 BANYUWANGI 0,67 58 JAMBI 0,42
3 MAKASSAR 1,36 31 DUMAI 0,65 59 PROBOLINGGO 0,42
4 BIMA 1,29 32 SUMENEP 0,65 60 MAUMERE 0,42
5 BAU-BAU 1,22 33 METRO 0,64 61 SEMARANG 0,39
6 MERAUKE 1,12 34 TEGAL 0,62 62 BEKASI 0,37
7 MATARAM 1,11 35 BANDA ACEH 0,61 63 PONTIANAK 0,36
8 PARE-PARE 1,11 36 PALOPO 0,61 64 PALEMBANG 0,32
9 SORONG 1,11 37 MALANG 0,58 65 MANOKWARI 0,32
10 SINGARAJA 1,03 38 PURWOKERTO 0,57 66 BUKITTINGGI 0,3
11 PANGKAL PINANG 0,93 39 BANDUNG 0,53 67 LHOKSEUMAWE 0,29
12 TANJUNG PINANG 0,93 40 YOGYAKARTA 0,53 68 TUAL 0,29
13 TASIKMALAYA 0,93 41 SURAKARTA 0,52 69 AMBON 0,28
14 MEDAN 0,91 42 TERNATE 0,52 70 BANDAR LAMPUNG 0,26
15 SERANG 0,9 43 CIREBON 0,5 71 PEKANBARU 0,25
16 TANGERANG 0,89 44 SAMARINDA 0,5 72 DKI JAKARTA 0,24
17 BOGOR 0,88 45 WATAMPONE 0,5 73 PALANGKARAYA 0,17
18 TARAKAN 0,82 46 LUBUKLINGGAU 0,49 74 SINGKAWANG 0,13
19 BUNGO 0,78 47 BATAM 0,49 75 PADANG 0,02
20 KUPANG 0,78 48 MADIUN 0,49 76 TANJUNG PANDAN -0,02
21 CILACAP 0,76 49 DENPASAR 0,49 77 MAMUJU -0,06
22 CILEGON 0,76 50 BANJARMASIN 0,49 78 MANADO -0,18
23 JAYAPURA 0,76 51 TEMBILAHAN 0,47 79 TANJUNG -0,19
24 SURABAYA 0,73 52 KEDIRI 0,47 80 BALIKPAPAN -0,21
25 PADANGSIDIMPUAN 0,72 53 MEULABOH 0,46 81 PALU -0,41
26 SAMPIT 0,7 54 BULUKUMBA 0,46 82 GORONTALO -0,58
27 DEPOK 0,68 55 PEMATANG
SIANTAR 0,44
Tabel 12.
Inflasi Tahun Kalender, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah
(2012 = 100)
No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)
1 SIBOLGA 1,82 29 SUKABUMI 0,67 57 JEMBER 0,43
2 KENDARI 1,49 30 BENGKULU 0,67 58 PROBOLINGGO 0,42
3 MAKASSAR 1,36 31 DUMAI 0,65 59 JAMBI 0,42
4 BIMA 1,29 32 SUMENEP 0,65 60 MAUMERE 0,42
5 BAU-BAU 1,22 33 METRO 0,64 61 SEMARANG 0,39
6 MERAUKE 1,12 34 TEGAL 0,62 62 BEKASI 0,37
7 MATARAM 1,11 35 PALOPO 0,61 63 PONTIANAK 0,36
8 PARE-PARE 1,11 36 BANDA ACEH 0,61 64 MANOKWARI 0,32
9 SORONG 1,11 37 MALANG 0,58 65 PALEMBANG 0,32
10 SINGARAJA 1,03 38 PURWOKERTO 0,57 66 BUKITTINGGI 0,30
11 TASIKMALAYA 0,93 39 BANDUNG 0,53 67 TUAL 0,29
12 TANJUNG PINANG 0,93 40 YOGYAKARTA 0,53 68 LHOKSEUMAWE 0,29
13 PANGKAL PINANG 0,93 41 TERNATE 0,52 69 AMBON 0,28
14 MEDAN 0,91 42 SURAKARTA 0,52 70 BANDAR LAMPUNG 0,26
15 SERANG 0,90 43 SAMARINDA 0,50 71 PEKANBARU 0,25
16 TANGERANG 0,89 44 WATAMPONE 0,50 72 DKI JAKARTA 0,24
17 BOGOR 0,88 45 CIREBON 0,50 73 PALANGKARAYA 0,17
18 TARAKAN 0,82 46 BANJARMASIN 0,49 74 SINGKAWANG 0,13
19 KUPANG 0,78 47 MADIUN 0,49 75 PADANG 0,02
20 BUNGO 0,78 48 BATAM 0,49 76 TANJUNG PANDAN -0,02
21 CILACAP 0,76 49 LUBUKLINGGAU 0,49 77 MAMUJU -0,06
22 JAYAPURA 0,76 50 DENPASAR 0,49 78 MANADO -0,18
23 CILEGON 0,76 51 KEDIRI 0,47 79 TANJUNG -0,19
24 SURABAYA 0,73 52 TEMBILAHAN 0,47 80 BALIKPAPAN -0,21
25 PADANGSIDIMPUAN 0,72 53 MEULABOH 0,46 81 PALU -0,41
26 SAMPIT 0,70 54 BULUKUMBA 0,46 82 GORONTALO -0,58
27 DEPOK 0,68 55 KUDUS 0,44
28 BANYUWANGI 0,67 56 PEMATANG
Tabel 13.
Inflasi Year on Year, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah
(2012 = 100)
No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)
1 TUAL 7,83 29 PALEMBANG 4,58 57 MADIUN 3,31
2 SORONG 7,17 30 CILEGON 4,54 58 DEPOK 3,30
3 MAKASSAR 6,68 31 BANDUNG 4,54 59 SURAKARTA 3,29
4 MANADO 6,12 32 PEMATANG
SIANTAR 4,45 60 DENPASAR 3,27
5 TANJUNG 6,00 33 PALOPO 4,34 61 PURWOKERTO 3,23
6 SERANG 5,86 34 BALIKPAPAN 4,27 62 TANJUNG PINANG 3,22
7 SAMPIT 5,82 35 SAMARINDA 4,15 63 MANOKWARI 3,21
8 TANGERANG 5,69 36 KENDARI 4,15 64 SINGKAWANG 3,21
9 BATAM 5,67 37 KUDUS 4,11 65 PARE-PARE 3,11
10 TERNATE 5,65 38 JAYAPURA 4,01 66 JEMBER 3,00
11 BANDAR LAMPUNG 5,58 39 DKI JAKARTA 3,98 67 PADANG 2,90
12 BANJARMASIN 5,38 40 MATARAM 3,93 68 WATAMPONE 2,78
13 PONTIANAK 5,30 41 TARAKAN 3,91 69 BEKASI 2,77
14 KUPANG 5,24 42 MALANG 3,88 70 BULUKUMBA 2,76
15 LUBUKLINGGAU 5,15 43 MAUMERE 3,79 71 PROBOLINGGO 2,75
16 MERAUKE 5,13 44 SURABAYA 3,76 72 BANYUWANGI 2,75
17 GORONTALO 5,03 45 AMBON 3,75 73 TEMBILAHAN 2,73
18 BOGOR 4,88 46 PEKANBARU 3,69 74 JAMBI 2,71
19 BAU-BAU 4,87 47 DUMAI 3,68 75 PADANGSIDIMPUAN 2,71
20 MAMUJU 4,87 48 CILACAP 3,68 76 BUNGO 2,63
21 BIMA 4,84 49 PALU 3,62 77 KEDIRI 2,38
22 TASIKMALAYA 4,81 50 SUMENEP 3,56 78 LHOKSEUMAWE 2,28
23 BENGKULU 4,80 51 PALANGKARAYA 3,55 79 CIREBON 2,20
24 TEGAL 4,69 52 METRO 3,51 80 BANDA ACEH 1,79
25 SINGARAJA 4,67 53 YOGYAKARTA 3,50 81 MEULABOH 1,17
26 PANGKAL PINANG 4,64 54 BUKITTINGGI 3,50 82 TANJUNG PANDAN -0,52
27 MEDAN 4,62 55 SEMARANG 3,46