• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA ( RENJA ) TAHUN 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA KERJA ( RENJA ) TAHUN 2015"

Copied!
178
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA

KERJA

(

RENJA

)

TAHUN

2015

DINAS

PERINDUSTRIAN,

PERDAGANGAN

DAN

PASAR

(2)

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan Puji syukur kehadirat Allah SWT karena

berkat rakhmat dan hidayahnya Dinas Perindustrian, Perdagangan dan

Pasar Kabupaten Malang dapat menyelesaikan Rencana Kerja Satuan

Kerja Perangkat Daerah (RENJA SKPD) Tahun 2015 yang merupakan

penjabaran dari menyelesaikan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat

Daerah (RENSTRA SKPD) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar

Kabupaten Malang Tahun 2011

2015.

Dalam Rencana Kerja ini, kami berupaya untuk konsisten

terhadap agenda pembangunan Kabupaten Malang utamanya

Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Malang yang MADEP MANTEP

(Mandiri, Agamis, Demokratis, Produktif, Maju, Aman, Tertib dan

Berdayasaing) “

. Guna mendukung agenda tersebut, maka Visi Dinas

Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang adalah:

Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Malang yang Mandiri, Produktif

dan Berdayasaing Melalui Peningkatan Peranan Perindustrian,

Perdagangan, dan Pengelolaan Pasar.

Semoga dengan telah tersusunnya RENJA SKPD ini, pelaksanaan

kegiatan dalam kurun waktu tahun 2015 dapat dilaksanakan secara

efektif dan se-efisien mungkin, baik dari aspek pengukuran kinerja

kegiatan maupun dari aspek keuangan, sehingga dampak yang

diharapkan adalah terwujudnya peningkatan pertumbuhan ekonomi

secara signifikan dan berhubungan langsung dengan peningkatan

kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan ini kami sampaikan terima kasih yang tulus

kepada yang terhormat : Bapak Bupati Malang, Bapak Wakil Bupati

Malang dan Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Malang yang telah

memberikan motivasi, sehingga penyusunan perencanaan strategis ini

dapat terselesaikan dengan baik, disamping itu memberikan penghargaan

yang tinggi kepada segenap pejabat struktural, fungsional dan staf

(3)

dilingkungan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten

Malang terwujudnya penyusunan perencanaan kerja SKPD Tahun 2015

ini.

Akhirnya hanya kepada Allah SWT kami memohon dengan

harapan agar rencana yang telah dituangkan dapat diwujudkan dalam

implementasinya.

Malang, Desember 2014

KEPALA DINAS

PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN PASAR

KABUPATEN MALANG

Ir. HELIJANTI KOENTARI

Pembina Utama Muda

Nip. 19600314 198503 2 007

(4)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

Bab I PENDAHULUAN... 1

1.1.

Latar Belakang... 1

1.2.

Landasan Hukum... 3

1.3.

Maksud dan Tujuan ... 4

1.4.

Sistimatika Penyusuna... 5

Bab II EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA SKPD

TAHUN LALU... 6

2.1.

Evaluasi Pelaksanaan Rencana Kerja SKPD Tahun

Lalu dan Capaian Rencana Stratejik SKPD... 6

2.2

Analisis Kinerja Pelayanan SKPD... 23

2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan

Fungsi SKPD... 27

2.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD... 29

2.5

Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan

Masyarakat... 40

Bab III

TUJUAN DAN SASARAN…

... 46

3.1.

Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional... 46

3.2.

Tujuan, Sasaran Rencana Kerja SKPD... 47

3.2.1.

Tujuan... 47

3.2.2.

Sasaran... 47

Bab IV PROGRAM DAN KEGIATAN... 49

4.1. Program dan Kegiatan... 49

(5)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Rekap Hasil Evaluasi hasil pelaksanaan Renja dan

Pencapaian Renstra Tahun 2013

Tabel 2.2. Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Perindustrian,

Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang

Tabel 2.4. Review terhadap rancangan awal RKPD Tahun 2014

Tabel 2.5. Usulan Program dan Kegiatan Tahun 2014 / Kegiatan Hasil

Musrenbang Tahun 2013

Tabel 4.1. Rumusan Rencana Program/Kegiatan Tahun 2014 dan

Perkiraan Maju Tahun 2015

(6)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Keputusan Bupati Malang Nomnor : 180/

/KEP/421.013/2013 tentang Pengesahan Rancangan

Akhir Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian,

Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang Tahun

Anggaran 2014

Lampiran 2 : Keputusan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan

dan Pasar Kabupaten Malang Nomnor : 180/

/KEP/421.113/2013 tentang Penetapan Rencana Kerja

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten

Malang Tahun Anggaran 2014

Lampiran 3 : Berita Acara Hasil Verifikasi Renja Tahun 2014

Lampiran 4 : Check List untuk konsultasi dan verifikasi kesesuaian

dokumen Renja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan

Pasar dengan RKPD Tahun 2013 dan Rentra Tahun

2010-2015

(7)

LAMPIRAN

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PERINDUSTRIAN

PERDAGANGAN DAN PASAR

NOMOR :

188.45 /1226.2/ KEP / 421.113 / 2014

TENTANG PENGESAHAN RENCANA KERJA

DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN

PASAR KABUPATEN MALANG TAHUN 2015

RENCANA KERJA

DINAS PERINDUSTRIAN,PERDAGANGAN DAN PASAR

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang

Perubahan

lingkungan

mengharuskan

setiap

lembaga

pemerintah untuk melakukan berbagai penyesuaian terutama yang

mengarah kepada terselenggaranya tata pemerintahan yang baik serta

menciptakan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang

lebih efisien, efektif, partisipatif, transparan, dan akuntabel. Untuk itu,

Pemerintah Daerah wajib menyusun Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Daerah (RPJMD) yang berfungsi sebagai dokumen

perencanaan daerah untuk periode 5 tahun. Selanjutnya Satuan Kerja

Perangkat Daerah diwajibkan menyusun Rencana Strategis Satuan

Kerja Perangkat Daerah (RENSTRA SKPD) yang merupakan penjabaran

dari Dokumen RPJMD. Ketentuan tersebut diperkuat dalam

Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara,

undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah,

Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang sistem Perencanaan

Pembangunan Nasional.

RENJA mempunyai fungsi penting dalam sistem perencanaan

daerah, karena RENJA menerjemahkan perencanan strategis jangka

menengah (RPJMD dan Renstra SKPD) ke dalam rencana, program,

dan penganggaran tahunan, RENJA menjembatani sinkronisasi,

harmonisasi Rencana Strategis ke dalam langkah

langkah tahunan

yang lebih konkrit dan terukur. Dengan demikian RENJA merupakan

pedoman bagi penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja

Daerah (RAPBD), Dimana kebijakan umum APBD ditetapkan secara

bersama

sama antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)

dengan Pemerintah. Dengan cakupan dan cara penetapan tersebut,

RENJA mempunyai fungsi pokok dan menjadi acuan bagi seluruh

pelaku pembangunan karena memuat seluruh kebijakan publik

sebagai berikut :

1.

Menjadi pedoman dalam penyusunan APBD karena memuat arah

kebijakan Pembangunan Daerah satu tahun;

2.

Menciptakan kepastian kebijakan, karena merupakan komitmen

Pemerintah.

Proses penyusunan RENJA didasarkan pada penjaringan

aspirasi yang diformulasikan melalui forum Musyawarah Perencanaan

Pembangunan (Musrenbang) tahunan dan memperhatikan hasil

(8)

evaluasi pelaksanaan pembangunan Daerah pada tahun sebelumnya.

Lebih lanjut penyusunan Dokumen RKPD dan RENJA SKPD juga

diintegrasikan dengan prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi

maupun Pemerintah Pusat, hal ini sejalan dengan Pasal 2 (dua)

Undang

Undang Nomor 32 Tahun 2004 yang menyatakan bahwa

Daerah Kabupaten dan Kota merupakan bagian dari Provinsi serta

mempunyai hubungan wewenang, keuangan, Pelayanan umum,

pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya lainnya.

Musrenbang berfungsi sebagai forum untuk menghasilkan kesepakatan

antar pelaku pembangunan tentang rancangan RKPD dan RENJA

SKPD, yang menitikberatkan pada pembahasan untuk sinkronisasi

sasaran, arah kebijakan, program dan kegiatan SKPD serta masyarakat

dalam pencapaian tujuan pembangunan Kabupaten Malang.

Sebagai Dokumen resmi Pemerintah Daerah, Rencana Kerja

SKPD yang dilanjutkan dengan RENJA SKPD mempunyai kedudukan

yang strategis, yaitu menjembatani antara perencanaan strategis

jangka menengah dengan perencanaan dan penganggaran tahunan.

Oleh karena itu RKPD dan RENJA SKPD berfungsi menjabarkan

rencana strategis kedalam rencana regional dengan memuat arah

kebijakan pembangunan, Prioritas pembangunan, rancangan kerangka

ekonomi daerah dan program kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah

(SKPD). Sebagai rencana operasional, RKPD merupakan pedoman

dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran, Prioritas Plafon

Anggaran Sementara dan APBD.

RENSTRA Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar

2011-2015 merupakan dokumen perencanaan yang memuat visi, misi ,

tujuan sasaran, dan strategi, didasarkan pada kondisi, potensi,

permasalahan dan kebutuhan nyata daerah, aspirasi masyarakat yang

tumbuh dan berkembang serta merupakan penyempurnaan RENSTRA

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar 2008-2010 yang pernah

disusun.

Berangkat dari latar belakang tersebut maka untuk setiap

tahun Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar membuat RKPD

yang merupakan rencana kegiatan tahunan dan digunakan sebagai

pedoman dalam kegiatan tahun tersebut. Dengan adanya RKPD ini,

diharapkan sektor Industri, sektor perdagangan dan pengelolaan Pasar

Kabupaten Malang dapat berperan secara optimal sebagai fasilitator,

dan katalisator dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di

Kabupaten Malang.

1.2.

Landasan Hukum

Dasar

Hukum

penyusunan

Rencana

Kerja

Dinas

Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang 2015 adalah:

a.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Daerah;

b.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Nasional;

c.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah

d.

Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi

Perangkat Daerah;

e.

Peraturan Menteri Dalam Negeri No 54 Tahun 2010 tentang

Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2008 tentang

Tahapan, tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi

Pelaksanaan Rencana Pembangunan;

(9)

f.

Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2008 tentang

Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Malang

Tahun 2008 Nomor 1/D);

g.

Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 2 Tahun 2011 tentang

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

Kabupaten Malang Tahun 2010

2015;

h.

Peraturan Bupati Nomor 16 Tahun 2008 Tentang Organisasi

Perangakat Daerah Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar.

1.3. Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan penyusunan Rencana Kerja Dinas

Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang ini adalah

sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan dalam rangka

memberikan pelayanan kepada masyarakat selama 5 tahun dan

dijadikan acuan dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) yang

dilaksanakan setiap tahun.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

(RPJMD) Tahun 2011-2015 langkah-langkah kebijakan yang

diprioritaskan dan dimantapkan dalam pembangunan Industri,

perdagangan dan Pasar selama 2011-2015 diantaranya : Meningkatkan

peran Industri, Perdagangan dan Pasar dalam perekonomian, serta

pengembangan industri kecil termasuk Industri rumah tangga dalam

penciptaan lapangan usaha dan lapangan kerja yang luas.

Untuk

itu,

pembangunan

Industri,

Perdagangan

dan

Pengelolaan Pasar sebagai motor penggerak perekonomian, akan terus

didorong peran dan kontribusinya terhadap pembangunan.

Sesuai amanat Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang

Pemerintahan Daerah, dan UU No 25 tahun 2004 tentang Sistem

Perencanaan

Pembangunan

Nasional,

arah

kebijakan

tersebut

dituangkan dalam program dan kegiatan dalam bentuk Rencana Kerja

Satuan Kerja Perangkat Daerah (RENJA-SKPD) setiap tahunnya, untuk

itu

maka

disusunlah

RENJA-SKPD

Tahun

2015

ini,

untuk

mengoperasionalkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun

2015 dalam program dan kegiatan. Selanjutnya, RENJA-SKPD diperinci

dalam RKA-SKPD yang memuat pendapatan dan belanja SKPD lebih

detail.

Perumusan RENJA-SKPD dilakukan dengan memperhatikan

prinsip

penyelenggaraan

pemerintahan

yang

baik

diantaranya

memperhatikan hasil MUSRENBANG, responsif terhadap permasalahan

dan isu-isu strategis, efisient dalam perencanaan anggaran dan efektif

dalam pencapaian tujuan. Dengan demikian rencana kerja ini tidak

hanya memenuhi kebutuhan SKPD saja melainkan juga menjawab

permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat khususnya

terkait dengan Industri, Perdagangan dan Pasar.

Diharapkan dengan perencanaan yang baik, program dan

kegiatan akan berkontribusi pada pencapaian tujuan dan sasaran

SKPD secara keseluruhan dan tujuan strategis jangka menengah yang

tercantum dalam RENSTRA SKPD.

1.4. Sistematika Penyusunan

Untuk memudahkan memahami Rencana Kerja SKPD pada

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang Tahun

(10)

Anggaran 2014 ini, maka disusun sistematikan penulisan sebagai

berikut:

Bab I Pendahuluan

1.1.

Latar Belakang

1.2.

Landasan Hukum

1.3.

Maksud dan Tujuan

1.4.

Sistematika Penyusunan

Bab II Evaluasi Pelaksanaan Rencana Kerja SKPD Tahun Lalu

2.1.

Evaluasi Pelaksanaan Rencana Kerja SKPD Tahun Lalu dan

Capaian Rencana Stratejik SKPD

2.2.

Analisis Kinerja Pelayanan SKPD

2.3.

Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD

2.4.

Review Terhadap Rancangan Awal RKPD

2.5.

Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Bab III Tujuan dan Sasaran

3.1.

Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional

3.2.

Tujuan, Sasaran Rencana Kerja SKPD

Bab IV Program dan Kegiatan

4.1. Program dan Kegiatan

Bab V Penutup

(11)

BAB II

Evaluasi Pelaksanaan

Rencana Kerja SKPD Tahun Lalu

2.1.

Evaluasi Pelaksanaan Rencana Kerja SKPD Tahun Lalu dan Capaian

Rencana Stratejik SKPD

Pembangunan Perindustrian, Perdagangan dan Pasar, sebagai

motor penggerak perekonomian, akan terus didorong peran dan

kontribusinya

terhadap

pembangunan.

Sektor

Industri

dan

Perdagangan telah menunjukkan peranan yang penting dan strategis

bagi perekonomian Kabupaten Malang. Untuk itu peran Industri dalam

perekonomian dan Pengembangan Industri kecil termasuk Industri

tradisional dalam penciptaan lapangan usaha dan lapangan kerja yang

luas serta Pengembangan Industri pengolahan hasil pertanian dalam

rangka pemanfaatan seoptimal mungkin potensi sektor pertanian

haruslah menjadi Prioritas sebagai kontribusi PDRB dalam rangka

mencapai pertumbuhan ekonomi. Serta peran serta dari pasar yang

merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli dapat digunakan

sebagai pengukur indikator pertumbuhan perekonomian suatu daerah.

Semakin banyak orang yang bertransaksi di suatu pasar, maka

perkeonomian daerah tersebut akan menjadi meningkat, hal ini

dipengaruhi juga oleh kondisi fisik pasar itu sendiri, terutama pasar

tradisional

yang

semakin

lama

kondisi

fisiknya

semakin

memprihatinkan.

A.

BIDANG PERINDUSTRIAN

Kemajuan

pembangunan

industri

dapat

dilihat

dari

perkembangan indikator antara lain unit usaha industri tahun

2012 sebanyak 21.354 unit usaha dan tahun 2013 sebanyak

21.895 unit usaha dan tahun 2014 per Maret 21.793 unit usaha,

nilai investasi sektor industri pada tahun 2012 sebesar

Rp.2.667.230.000 pada tahun 2013 mencapai Rp.2.701.677.000,

pada tahun 2014 per Maret mencapai Rp.2.724.754.552 dengan

tenaga kerja yang terserap juga mengalami peningkatan dari tahun

2012 sebanyak 158.771 orang dan pada tahun 2013 menjadi

(12)

160.222 orang pada tahun 2014 per Maret 161.269 orang.

Perkembangan industri tersebut terbagi menjadi industri formal

dan informal; sektor formal tahun 2012 sebanyak 1.717 unit usaha

dan pada tahun 2013 menjadi 1.767 unit usaha pada tahun 2014

per Maret menjadi 1.781 unit usaha. Untuk nilai investasi sektor

industri formal pada tahun 2012 sebesar Rp.2.651.337.960.000

pada tahun 2013 mencapai Rp.2.684.923.643.000 pada tahun 2014

per Maret mencapai Rp.2.707.796.585. Tenaga kerja yang terserap

di sektor industri formal juga mengalami peningkatan dari tahun

2012 sebanyak 104.580 orang dan pada tahun 2013 menjadi

105.651 pada tahun 2014 per Maret menjadi 106.976. Sedangkan

pada sektor industri informal dan industri rumah tangga juga

menunjukkan adanya peningkatan dari tahun 2012 sebanyak

19.637 unit pada tahun 2013 menjadi 20.128 pada tahun 2014 per

Maret menjadi 21.957. Nilai investasi pada sektor industri informal

dan

industri

rumah

tangga

pada

tahun

2012

sebesar

Rp.16.234.270.000

pada

tahun

2013

menjadi

sebesar

Rp.16.753.767.000 pada tahun 2014 per Maret

menjadi

Rp.16.957.967. Penyerapan tenaga kerja dari sektor ini pada tahun

2012 sebanyak 54.191 orang dan pada tahun 2013 menjadi

sebanyak 54.571 pada tahun 2014 per Maret menjadi sebanyak

54.793.

1.

Pemprosesan ijin Industri sesuai dengan Surat Kementrian Industri

Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2008 tentang Ketentuan dan

Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri, Izin Perluasan dan Tanda

Daftar Industri .

NO JENIS PERIZINAN SATUAN

TAHUN 2012 2013 2014 (per Maret)

1.

2.

Izin Usaha

Industri (IUI)

Tanda Daftar

Industri (TDI)

Unit

Unit

42

47

76

65

90

69

(13)

2. Perkembangan Industri

NO URAIAN SAT UAN

Unit Usaha Jumlah Investasi

( Rp. 000 ) Penyerapan Tenaga Kerja

2012 2013 2014 (per Maret) 2012 2013 2014 (per Maret) 2012 2013 2014 (per Maret) 1. 2. FORMAL INFORM AL Unit Unit 1.717 19.637 1.767 20.128 1.781 20.178 2.651.337.960 16.234.270 2.684.923.643 16.753.767 2.707.796.585 16.957.967 104.580 54.191 105.651 54.571 106.476 54.793

3. Pemetaan Sentra Industri

NO URAIAN SATUAN TAHUN 2012 2013 2014 (per Maret) 1. 2. 3. 4. Sentra Unit Usaha Tenaga Kerja Investasi Unit Unit Orang Rp. 000 50 2.553 6.905 2.651.337.960 50 2.553 6.905 2.670.287.447 50 2.553 6.905 2.670.287.447

4. Pengembangan Industri Rokok

NO URAIAN SATUAN TAHUN 2012 2013 2014 (per Maret) 1. 2. 3. 4. Perusahaan Tenaga Kerja Investasi Kapasitas Produksi Unit Orang Rp. 000 Rp. 000 89 32.836 3.394.294.939 75.330.496.000 83 32.507 2.766.001.402 74.774.596.000 74 31.315 2.929.063.388 71.382.980.000

5. Industri Pupuk Organik dan An Organik

NO URAIAN

Unit Usaha Tenaga Kerja (orang) Investasi (Rp. 000)

2012 2013 2014 (per Maret) 2012 2013 2014 (per Maret) 2012 2013 2014 (per Maret) 1. 2. Pupuk Organik Pupuk An Organik 24 - 2 - 2 - 541 - 16 - 16 - 12.354.186.400 - 6.643.000.000 - 6.643.000.000 - Jumlah 24 2 2 541 16 16 12.354.186.400 6.643.000.000 6.643.000.000

(14)

B.

BIDANG PERDAGANGAN.

Perkembangan

kinerja

sektor

perdagangan

juga

menunjukkan trend yang terus meningkat, hal ini dapat dilihat dari

beberapa indikator yaitu: Tanda Daftar Perusahaan (TDP) pada

tahun 2012 sebanyak 18.254 perusahaan dan tahun 2013 secara

akumulatif menjadi sebanyak 19.495 pada tahun 2014 per Maret

19.796. Ekspor pada tahun 2012 sebesar US$.329.315.314,80 pada

tahun 2013 menjadi US$.338.273.135,89 pada tahun 2014 per

Maret menjadi US$.19.306.518,20. Impor tahun 2012 sebesar

US$.64.804.259,11

dan

pada

tahun

2013

sebesar

US$.71.671.674,94 pada tahun 2014 per Maret menjadi

US$.204.160,85

Realisasi Kegiatan pada Bidang Perdagangan Tahun 2012, 2013

dan Capaian Kegiatan Tahun 2014.

NO URAIAN SATUAN TAHUN 2012 2013 2014 (per Maret) 1. 2. TDP EKSPOR - Volume - Nilai - Komoditas Buah Kg US $ 18.254 196.717.985,46 329.315.314,80 37 19.495 201.720.017 338.273.135,89 26 19.160 9.827.772,78 19.306.518,20 17 3. IMPORT - Volume - Nilai - Komoditas Kg US $ 32.544.602,37 64.804.259,11 13 33.434.761,78 71.671.674,94 13 99.358,05 204.160,85 14

C.

BIDANG PENGELOLAAN PASAR.

NO URAIAN SATUAN TAHUN 2012 2013 2014 (per Maret) 1. 2.

Surat Izin Hak Pakai atas Toko, Bedak, Los Retribusi Pelayanan Pasar Unit Rp. 224 4.919.838.650 974 5.132.491.650 365 1.325.348.450

Kinerja retribusi pasar juga mengalami peningkatan target pada

tahun 2012 sebesar Rp 4.865.000.000,- dan di tahun 2013

(15)

meningkat menjadi Rp 5.015.000.000. Kemudian untuk tahun

2014 target retribusi sebesar 5.115.000.000 Adapun realisasi

retribusi pasar tahun 2012 sebesar Rp 4.919.838.650 sedangkan

tahun 2013 sebesar Rp. 5.132.491.650. Sedangkan untuk realisasi

retribusi per Maret tahun 2014 sebesar Rp. 1.325.348.450.

(16)

2.2.

Analisis Kinerja Pelayanan SKPD

Bidang Industri di Kabupaten Malang berkembang pesat. Bidang

industri ini tumbuh pesat khususnya pada wilayah pengembangan

lingkar kota Malang seperti Kecamatan Pakisaji, Kecamatan Singosari,

Kecamatan Karangploso, Kecamatan Pakis, Kecamatan Bululawang,

Kecamatan Dau dan Kecamatan Wagir. Industri besar umumnya

berlokasi pada jalan utama atau kolektor primer, sedangkan industri

kecil

tersebar

di

kawasan

permukiman

penduduk.

Untuk

pengembangan industri pada tahun kedepan harus diprioritaskan pada

kawasan Malang Selatan untuk memeratakan pertumbuhan dan

perkembangan wilayah. Kegiatan industri nantinya dapat berupa

pengolahan hasil tambang beruba bahan dasar bangunan seperti

semen, kapur dan marmer dimana bahan bakunya banyak tersedia di

kawasan Malang Selatan seperti di Kecamatan Donomulyo, Kecamatan

Pagak, Kecamatan Gedangan, Kecamatan Dampit, Kecamatan

Ampelgading, Kecamatan Kalipare dan Kecamatan Sumbermanjing

Wetan.

Perkembangan kinerja sektor perdagangan juga menunjukkan

trend yang terus meningkat, hal ini dapat dilihat dari beberapa

indikator yaitu: Tanda Daftar Perusahaan (TDP) pada tahun 2012

sebanyak 18.254 perusahaan dan tahun 2013 secara akumulatif

menjadi sebanyak 19.495. Ekspor pada tahun 2012 sebesar

US$.329.315.314,80 pada tahun 2013 menjadi US$.338.273.135,89.

Impor tahun 2012 sebesar US$.64.804.259,11 dan pada tahun 2013

sebesar US$.71.671.674,94.

Kemajuan

pembangunan

industri

dapat

dilihat

dari

perkembangan indikator antara lain unit usaha industri tahun 2012

sebanyak 21.354 unit usaha dan tahun 2013 sebanyak 21.859 unit

nilai

investasi

sektor

industri

pada

tahun

2012

sebesar

Rp.2.667.572.230.000 pada tahun 2013 mencapai Rp.2.701.677.410

dengan tenaga kerja yang terserap juga mengalami peningkatan dari

tahun 2012 sebanyak 158.771 orang dan pada tahun 2013 menjadi

160.222 orang. Perkembangan industri tersebut terbagi menjadi

industri formal dan informal; sektor formal tahun 2012 sebanyak 1.717

(17)

unit usaha; pada tahun 2013 menjadi 1.767 unit usaha . Untuk nilai

investasi

sektor

industri

formal

pada

tahun

2012

sebesar

Rp.2.651.337.961.000 pada tahun 2013 mencapai Rp.2.684.923.643.

Tenaga kerja yang terserap di sektor industri formal juga mengalami

peningkatan dari tahun 2012 sebanyak 104.580 orang dan pada tahun

2013 menjadi 105.651 orang. Sedangkan pada sektor industri informal

dan industri rumah tangga juga menunjukkan adanya peningkatan

dari tahun 2012 sebanyak 19.637 unit pada tahun 2013 menjadi

20.128. Nilai investasi pada sektor industri informal dan industri

rumah tangga pada tahun 2012 sebesar Rp.16.234.270.000 pada

tahun 2013 menjadi sebesar Rp.16.753.767.000. Penyerapan tenaga

kerja dari sektor ini pada tahun 2012 sebanyak 54.191 orang dan pada

tahun 2013 menjadi sebanyak 54.571 orang.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan adanya perbaikan iklim

usaha dengan tumbuhnya perusahaan baru, hal ini didukung antara

lain oleh beberapa faktor yaitu ketersediaan SDM, kemudahan

perizinan dan ketersediaan bahan baku.

Jumlah

tenaga/staf

dilingkungan

Dinas

Perindustrian,

Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang untuk Sekretariat,

Bidang-bidang, Unit Pelaksana Teknis Dinas dan Kelompok Jabatan

Fungsional, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yang tersedia

saat ini berjumlah 332 orang terdiri dari 228 orang berstatus PNS dan

174 berstatus Tenaga Kontrak/ Non PNS, dari segi Pendidikan : Pasca

Sarjana (S2) = 3. Orang, Sarjana (S1) = 45 Orang, Sarajana Muda (D3) =

3 Orang, SLTA/ SMK = 117 Orang, SLTP = 30 Orang, SD = 29 Orang,

sedangkan berdasarkan Golongan Ruang terdiri dari : Golongan IV = 6

orang, Golongan III = 67 0rang, Golongan II = 95 0rang dan Golongan I

= 60 orang.

(18)

2.3.

Isu

isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD

1.

Rendahnya daya saing industri dari adanya keterbatasan

kemampuan SDM, penguasaan teknologi dan standarisasi produk

2.

Belum optimalnya pemanfaatan bahan baku potensial unggulan

daerah menuju terbentuknya kompetensi inti industri daerah dan

klaster industri serta produk unggulan

3.

Rendahnya kesadaran akan pentingnya perlindungan daya kreasi

dan inovasi (HAKI) atas produk yang dihasilkan

4.

Panjangnya mata rantai distribusi dan terbatasnya jaringan

informasi pasar (akses pasar) baik dalam negeri maupun luar

negeri

5.

Pemberdayaan kepada eksportir, importer dan perizinan terhadap

arus perdagangan dan peningkatan produk

6.

Penataan toko modern

7.

Peningkatan informasi perdagangan

8.

Peningkatan pelayanan kemetrologian (tera dan/atau tera ulang

alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP))

dengan UPT Kemetrologian

9.

Penataaan Pasar Tradisional dengan melakukan rehabilitasi fisik

dan non fisik.

10.

Pemberdayaan Pedagang dangan penataan PKL didalam maupun

diluar pasar.

11.

Managemen pengelolaan pasar bagi para Kepala UPPD dan

pelatihan ketrampilan penanggulangan bahaya kebakaran bagi

staf dan pedagang.

12.

Pembangunan pasar hewan kambing PE di Desa Tawangagung

Kecamatan Ampelgading dan Pembangunan Pasar Induk di Desa

Bululawang Kecamatan Bululawang.

Dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor

131.35-803 tahun 2010 tentang pengesahan pemberhentian dan

pengesahan pengangkatan Bupati Malang Provinsi Jawa Timur serta

131.35-804 tahun 2010 tentang pengesahan pemberhentian dan

pengesahan pengangkatan Wakil Bupati Malang Provinsi Jawa Timur

periode 2010-2015, maka Bupati dan Wakl Bupati yang baru resmi

dilantik pada tanggal 26 Oktober 2010. Dalam menjalankan roda

pemerintahan serta pembangunan yang ada di Kabupaten Malang

periode 2010-2015,

(19)

Bupati serta Wakil Bupati Malang terpilih mencanangkan visi

pembangunan Kabupaten Malang sebagai berikut :

TERWUJUDNYA MASYARAKAT KABUPATEN MALANG

YANG MANDIRI, AGAMIS, DEMOKRATIS, PRODUKTIF,

MAJU, AMAN, TERTIB DAN BERDAYA SAING ATAU MADEP

MANTEB

Pada visi tersebut terdapat 8 kata kunci yaitu : Mandiri, Agamis,

Demokratis, Produktif, Maju, Aman, Tertib Dan Berdaya Saing, artinya

dalam rangka mencapai tujuan umum pembangunan Kabupaten

Malang yaitu Masyarakat Sejahtera maka dalam 5 tahun yang akan

datang ini diperlukan upaya mewujudkan :

1.

Mandiri : yang dimaknai dengan pertama : kemandirian pengelolaan

daerah berupa kebijakan Pemerintah Daerah yang mengutamakan

kemampuan daerah dalam rangka mengelola potensi SDA dan

buatan yang di dukung oleh kemampuan SDM, energi, infrastruktur,

dan pelayanan publik. Kedua : kemandirian masyarakat berupa

sikap

dan

kondisi

masyarakat

yang

memiliki

semangat

entrepreneuriship untuk semakin mampu memenuhi kebutuhan

dengan mengandalkan kemampuan dan kekuatan sendiri. Inti dari

pengertian kemandirian adalah semakin berkembangnya jiwa

leadership di kalangan pemerintah dan semangat

entrepreneuriship

dikalangan masyarakat luas.

2.

Agamis

: yang dimaknai dengan kondisi masyarakat yang

senantiasa menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan

sehari-hari dan senantiasa meningkatkan kualitas keamanan dan

ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa serta berakhlak mulia

yang diharapkan berdampak terhadap keamanan, ketertiban dan

produktifitas tinggi.

3.

Demokratis : yang dimaknai dengan penyelenggaraan pemerintahan

yang melibatkan partisipasi masyarakat, dengan sikap saling

menghargai

perbedaan

dalam

berpikir,

bertindak

maupun

pengambilan keputusan bersama yang berlandaskan hukum dan

keadilan.

4.

Produktif : yang dimaknai dengan semakin meningkatnya kualitas

kinerja masyarakat sebagai pilar utama peningkatan perekonomian

daerah.

(20)

5.

Maju : yang dimaknai dengan semakin meningkatnya kualitas SDM

dan hasil-hasil pembangunan yang ditandai dengan semakin

meningkatnya indeks pembangunan manusia.

6.

Aman : yang dimaknai dengan semakin meningkatnya keamanan

masyarakat dan terlaksananya penegakan hukum yang berkeadilan

tanpa memandang kedudukan, pangkat, jabatan seseorang serta

terciptanya penghormatan pada hak-hak asasi manusia.

7.

Tertib : yang dimaknai dengan semakin meningkatnya kepatuhan

masyarakat terhadap berbagai peraturan hukum yang berlaku.

8.

Berdaya Saing : yang dimaknai dengan semakin meningkatnya

kualitas produk usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi untuk

bersaing di pasar lokal maupun nasional serta semakin

meningkatnya daya saing daerah dalam rangka menarik minat

investor.

2.4.

Review Terhadap Rancangan Awal RKPD

Dalam rancangan awal RKPD terhadap kebutuhan dapat dilihat

pada Tabel 2.4. Disitu dapat dilihat bahwa ada beberapa program dan

kegiatan yang tidak sesuai dengan rancangan awal RKPD, hal ini

disebabkan karena adanya beberapa program dan kegiatan baru yang

sesuai atau tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten

Malang.Juga besaran anggaran yang diajukan tidak sesuai dengan

kebutuhan yang diajukan yang dikarenakan adanya penyesuain

anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Malang.

(21)

2.5.

Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Dengan pertimbangan prinsip penyelenggaraan pemerintah yang

baik dengan memperhatikan hasil MUSRENBANG mulai dari tingkat

desa yang ditindak lanjuti sampai dengan tingkat kabupaten, responsif

terhadap permasalahan serta isu-isu strategis, efesien dalam

perencanaan anggaran dan efektif dalam pencapaian tujuan. Dengan

demikian rencana kerja ini tidak hanya memenuhi SKPD saja

melainkan juga dapat menjawab permasalahan-permasalahan yang ada

di masyarakat khususnya terkait dengan perindustrian, perdagangan

dan pasar, sepanjang anggaran mampu terakomodir dalam memenuhi

sesuai dengan program dan kegiatan. Bahwa jumlah industri di

Kabupaten Malang baik secara formal maupun informal berjumlah

21.957 unit usaha per maret tahun 2014, dengan penyerapan tenaga

kerja sejumlah 161.269 orang per Maret tahun 2014, dan 33 pasar

daerah yang perlu adanya perbaikan sarana dan prasarana pasar itu

sendiri. Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar telah memberikan

bantuan alat sejumlah 116 paket yang tersebar di 22 kecamatan pada

65 kelompok. Dengan berbagai jenis peralatan seperti mesin/peralatan

pembuatan batu bata, mesin/peralatan kemasan, peralatan mesin

selep, mesin bubut, mesin/peralatan bordir, mesin/peralatan mesin

pencetak paving stones, peralatan bagi IK pembuat kompor,

penggorengan/vacuum, dan lain-lain.

Dengan usulan dari MUSRENBANG tingkat kecamatan yang

berjumlah 13 kecamatan yang meliputi bantuan alat, antara lain mesin

pembuatan kue, souvenir, biting, susu kedele, kripik pisang, kripik

apel serta perbaikan pasar untuk rehab talang air, atap kantor, paving

stones, perbaikan pintu pagar, serta rehab bangunan pasar dan

pelatihan industri kecil.

Dengan usulan tersebut tentunya menyesuaikan prioritas program

dinas, terlampir dalam Tabel 2.5.

(22)

BAB III

TUJUAN DAN SASARAN

3.1.

Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional

Di sisi sektor riil, pembangunan sektor industri dihadapkan pada

permaslahan yang ada dalam sektor itu sendiri (masalah internal) dan

permasalahan yang berada di luar sektor industri (masalah eksternal).

Permasalahan internal industri secara umum dibagi menjadi dalam tiga

kelompok masalah.

Masalah pertama

adalah populasi usaha industri, postur populasi

industri kurang kuat karena industri berskala besar dan sedang,

padahal usaha industri inilah yang berpotensi mampu memberikan

kehidupan kerja yang baik bagi tenaga kerjanya.

Masalah kedua

menyangkut struktur industri nasional yang belum kokoh dilihat dari

(1) penguasaan usaha/pasar; (2) keterkaitan antara industri besar

dengan industri kecil dan menengah (IKM); (3) Keterkaitan hulu-hilir.

Masalah ketiga

menyangkut produktivitas, yaitu besarnya nilai tambah

yang diciptakan oleh setiap tenaga kerja di industri yang masih rendah.

Sementara itu, permasalahan eksternal industri mencakup (1)

ketersediaan dan kualitas infrastruktur (jaringan jalan, pelabuhan,

kereta api, listrik, pasokan gas) yang belum memadai; (2) pengawasan

barang-barang impor yang belum mampu menghentikan peredaran

barang impor illegal di pasar domestik; (3) hubungan industrial dalam

perburuhan belum terbangun dengan baik; (4) masalah kepastian

hukum , dan (5) suku bunga perbankan yang masih tinggi.

Disamping permasalahan tersebut, industri nasional menghadapi

tantangan dari produk-produk luar negeri yang semakin bebas masuk

ke pasar domestic. Untuk itu diperlakukan upaya menyeluruh untuk

mengamankan pasaran dalam negeri dari serbuan produk-produk yang

illegal dan yang tidak memenuhi standar, seta upaya untuk membantu

industri nasional meningkatkan daya saingnya baik ari segi harga

maupun kualitas.

(23)

Peran ekspor dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia

diupayakan untuk terus meningkat, terutama ekspor nonmigas. Oleh

sebab itu, untuk mendorong peningkatan ekspor nonmigas dilakukan

melalui kebijakan perdagangan luar negeri yang diarahkan pada

peningkatan daya saing produk ekspor nonmigas melaui diversifikasi

pasar serta peningkatan keberagaman dan kualitas produk. Namun

demikian, Kebijakan Perdagangan Luar negeri tersebut akan didukung

pula oleh penguatan perdagangan dalam negeri untuk menjaga

kestabilan harga, kelancaran arus barang, serta menciptakan iklim

usaha yang sehat.

3.2.

Tujuan, Sasaran Rencana Kerja SKPD

3.2.1

Tujuan

a.

Meningkatkan peranan Industri dalam perekonomian sehingga

mampu memperluas lapangan kerja dan kesempatan usaha

serta meningkatkan produktivitas dan mampu bersaing

dipasar global.

b.

Meningkatkan

efesiensi

perdagangan

dalam

negeri,

pengawasan peredaran barang/ jasa dan pengembangan

ekspor.

c.

Meningkatkan kualitas pelayanan dan mewujudkan pasar

yang tertib, bersih, indah dan nyaman.

d.

Meningkatkan pelayanan administrasi dan profesionalisme

SDM Aparatur, Industri, Perdagangan dan Pasar.

3.2.2

Sasaran

a.

Pertumbuhan berbagai jenis usaha industri rata-rata 6%

pertahun, penyerapan tenaga kerja di bidang industri

rata-rata 7% pertahun dan investasi di bidang industri rata-rata-rata-rata

10% pertahun

b.

Berkembangnya industri kecil, menengah dan industri rumah

tangga.

c.

Meningkatnya volume perdagangan dan kelancaran jaringan

distribusi barang dan jasa.

(24)

d.

Meningkatnya daya saing komoditi ekspor, dengan rata-rata

teralisasi kenaikan eksport 2% per tahun.

e.

Meningkatnya jumlah pasar yang tertib, bersih, indah dan

nyaman.

f.

Terwujudnya peningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari

sektor retribusi pasar.

g.

Meningkatnya pelayanan administrasi, profesional aparatur,

pembinaan dan kedisplinan pegawai.

(25)

BAB IV

PROGRAM DAN KEGIATAN

4.1.

Program dan Kegiatan

Rencana Program dan Kegiatan yang menjadi prioritas Dinas

Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang di Tahun

2015 adalah :

I.

Program Utama

A.

Urusan Perindustrian

1. Program Pembinaan Industri Rokok dan Tembakau

1.)

Pembinaan industri rokok dan tembakau

2.)

Pembinaan Lingkungan Sosial Industri dan Tanam

Tembakau

3.)

Pembinaan Kemampuan Tehnologi Industri

4.)

Pengadaan Mesin dan Peralatan Bagi IKM Wirausaha

Baru

2. Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri

1.) Pembinaan Kemampuan Teknologi Industri

(1. Pelatihan; 2. Bantuan Mesin/Alat)

3. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah

1.)

Fasilitasi bagi Industri Kecil dan Menengah terhadap

pemanfaatan sumber daya

4. Program Pengembangan Sentra-sentra Industri

Potensial

1.)

Pengembangan sentra-sentra industri potensial

2.)

Pelatihan

Kemampuan

dan

Ketrampilan

SDM

(Bantuan Alat / Mesin)

B. Urusan Perdagangan

1. Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan

Perdagangan

1.)

Operasionalisasi

dan

Pengembangan

UPT

Kemetrologian Daerah

2.)

Peningkatan pengawasan barang beredar dan jasa

3.)

Unit berjalan tera-tera ulang roda 4 (empat)

4.)

Unit fungsional pengawasan kemetrologian roda 4

(empat)

(26)

2. Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor

1.)

Sosialisasi kebijakan penyederhanaan prosedur dan

dokumen ekspor impor

2.)

Promosi perdagangan

3.)

Monetoring dan evaluasi Ekspor Impor

4.)

Koordinasi Program Pengembangan Ekspor dengan

Instansi terkait / asosiasi / pengusaha

3. Program

Peningkatan

Pengelolaan

Pasar

dan

Pembinaan Pedagang

1.)

Intensifikasi dan ekstensifikasi pungutan retribusi

pasar

2.)

Pembinaan disiplin pedagang

3.)

Pendidikan dan latihan bagi kepala pasar dan staf

4.)

Pengadaan sarana dan prasarana, keamanan dan

kebersihan pasar

5.)

Penataan tempat berusaha di pasar

4. Program Pengembangan dan Pemeliharaan Sarana dan

Prasarana Pasar

1.)

Pemeliharaan dan perbaikan sarana pasar

2.)

Pembuatan Pasar Kambing PE (Peternakan Etawa)

3.)

Pembangunan pasar Ngantang

4.)

Pemeliharaan sarana dan prasarana pasar

5. Program Peringkatan Efisiensi Perdagangan Dalam

Negeri

1.)

Pengembangan pasar dan distribusi barang/produk

2.)

Peningkatan

sistem

dan

jaringan

informasi

perdagangan

3.)

Pemantauan dan pengedalian perusahaan

4.)

Pengolahan data dan informasi perusahaan

5.)

Koordinasi Program Pengendalian Inflasi

6. Program Resi Gudang

1.)

Biaya Operasional (BOP) Resi Gudang

2.)

Pengadaan sarana transportasi (truk)

3.)

Pengadaan mesin rice miling, unit mesin penggiling

gabah

(27)

II. Program Pendukung

1. Program Pelayanan Adminitrasi Perkantoran

1.)

Penyediaan Jasa Surat Menyurat

2.)

Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik

3.)

Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perijinan Kendaraan

Dinas/ Operasional

4.)

Penyediaan

Jasa

Administrasi

Keuangan

Dinas/

Operasional

5.)

Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor

6.)

Penyediaan Alat Tulis Kantor

7.)

Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan

8.)

Penyediaan Komponen Instalasi Listrik / Penerangan

Bangunan Gedung Kantor

9.)

Penyediaan Makanan dan Minuman

10.)

Rapat-Rapat Kordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah

11.)

Rapat-Rapat Kordinasi dan Konsultasi ke Dalam Daerah

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

1.)

Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/ Operasional

2.)

Pemeliharaan Rutin/ Berkala Peralatan Gedung Kantor

3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan

Capaian Kinerja dan Keuangan

1.)

Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi

Kinerja SKPD

2.)

Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun

4. Program Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem

Pan Prosedur Pengawasan

(28)

BAB V

PENUTUP

Dengan

tersusunnya

Rencana

Kerja

Dinas

Perindustrian,

Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang Tahun 2015, diharapkan

Pencapaian Visi, Misi, dan tujuan yang telah ditetapkan dapat berjalan

efektif dan efisien. Selanjutnya Renja SKPD ini dipakai sebagai pedoman

untuk menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat

Daerah (RKA-SKPD).

Keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan dalam Renja

SKPD 2015 selain tergantung dari dukungan anggaran yang memadai,

juga sangat tergantung pada sikap mental, tekad, semangat, ketaatan

dan disiplin aparatur serta peran aktif masyarakat, sehingga

program-program dan kegiatan dapat memberikan hasil

(Outcome)

untuk dapat

dinikmati secara lebih adil dan merata oleh seluruh masyarakat

Kabupaten Malang.

Demikian untuk dilaksanakan.

KEPALA DINAS

PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN DAN PASAR

KABUPATEN MALANG

Ir. HELIJANTI KOENTARI

Pembina Utama Muda

NIP. 19600314 198503 2 007

(29)

Target Renja Tahun 2013 Realisasi Renja Tahun 2013 Tk. Realisasi (%) Realisasi Capaian Program / Kegiatan s/d th 2014 Tk. Capaian realisasi target renstra (%) 3 4 5 6 7 8 = (7/6) 9 10 (5+7+9) 11 = (10/4) 1

1.1 Pembinaan Industri Rokok dan Tembakau

Terciptanya pengawasan dan pengendalian Industri Rokok

100% 100 Perusahaan 40 Perusahaan 40 Perusahaan 100% 100 Perusahaan 240 Perusahaan 80%

Tersedianya Buku Direktori Perusahaan Industri Rokok (Buku Pemetaan Hasil Tembakau)

100% 40 Buku 100 Buku 100 Buku 100% 100 Buku 240 Buku 80%

Tersedianya Buku Pendataan Mesin / Peralatan Produksi Hasil Tembakau

100% 200 Perusahaan 40 Perusahaan 40 Perusahaan 100% 100 Perusahaan 340 Perusahaan 80%

Terlaksananya Bimbingan Teknis Industri Hasil Tembakau melalui GMP

100% - - - - - - -

Terlaksananya Sosialisasi bagi perusahaan industri rokok

100% 230 Perusahaan 50 Perusahaan 50 Perusahaan 100% 50 Perusahaan 330 Perusahaan 80%

1.2 Pembinaan Lingkungan Sosial Industri Rokok dan Tanam Tembakau

Meningkatnya Produktifitas dan Daya Saing

100% 238 Paket 105 Paket/Unit 105 Paket/Unit 100% 70 Paket/Unit 413 Paket 80%

Meningkatnya kemampuan masyarakat di bidang industri

100% 470 Orang 54 Orang 54 Orang 100% 840 Orang 1364 Orang 80%

Target Kinerja Capaian Program (Renstra) Tahun 2015 (%) Realisasi target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d th 2012 (%)

Target & Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun 2013

Tabel 2.1

Rekap Hasil Evaluasi hasil pelaksanaan Renja dan Pencapaian Renstra Tahun 2014

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang

Kode Urusan/Bidang Urusan/ Program/Kegiatan

Target Program / Kegiatan Tahun 2014)

Perkiraan Realisasi Capaian Target Renstra s/d th 2014 Indikator Kinerja Program

(outcomes) dan Kegiatan (output)

1 2

Pembinaan Industri Rokok dan Tembakau

(30)

Target Renja Tahun 2013 Realisasi Renja Tahun 2013 Tk. Realisasi (%) Realisasi Capaian Program / Kegiatan s/d th 2014 Tk. Capaian realisasi target renstra (%) 3 4 5 6 7 8 = (7/6) 9 10 (5+7+9) 11 = (10/4) Target Kinerja Capaian Program (Renstra) Tahun 2015 (%) Realisasi target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d th 2012 (%)

Target & Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun 2013

Kode Urusan/Bidang Urusan/ Program/Kegiatan

Target Program / Kegiatan Tahun 2014)

Perkiraan Realisasi Capaian Target Renstra s/d th 2014 Indikator Kinerja Program

(outcomes) dan Kegiatan (output)

1 2

2

2.1 Pembinaan Kemampuan Teknologi Industri

Meningkatkan daya saing industri dan transformasi teknologi

100% - - - - - -

-2.2 Pengadaan Mesin dan Peralatan Bagi IKM Wirausaha Baru

Masyarakat / Kelompok IKM di sekitar pabrik rokok

100% - - - - - -

-3

3.1 Monitoring dan Evaluasi Industri Kecil dan Menengah

Terlaksananya Pemantauan dan Evaluasi Industri Kecil dan Menengah,

Meningkatnya Pembinaan IKM Yang Tepat sasaran

100% - - - - - -

-3.2 Bimbingan Teknis

Peningkatan Mutu Produk dan Teknologi

Terlaksananya Bimbingan Teknis Manajemen Usaha, perijinan serta wirausaha, Menguatnya Pemahaman Peserta

100% - - - - - -

-3.3 Fasilitas bagi Industri Kecil dan Menengah Terhadap Pemanfaatan Sumber Daya

Terlaksananya fasilitasi bagi industri dan menangah terhadap pemanfaatan sumber daya, Meningkatnya Produktifitas dan daya Saing IKM

100% - - - -

Program Peningkatan

Kemampuan Teknologi Industri

Pengembangan Industri Kecil dan Menengah

(31)

Target Renja Tahun 2013 Realisasi Renja Tahun 2013 Tk. Realisasi (%) Realisasi Capaian Program / Kegiatan s/d th 2014 Tk. Capaian realisasi target renstra (%) 3 4 5 6 7 8 = (7/6) 9 10 (5+7+9) 11 = (10/4) Target Kinerja Capaian Program (Renstra) Tahun 2015 (%) Realisasi target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d th 2012 (%)

Target & Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun 2013

Kode Urusan/Bidang Urusan/ Program/Kegiatan

Target Program / Kegiatan Tahun 2014)

Perkiraan Realisasi Capaian Target Renstra s/d th 2014 Indikator Kinerja Program

(outcomes) dan Kegiatan (output)

1 2

4

4.1 Pameran Produk Indonesia Terlaksananya Partisipasi PPI, Meningkatnya

Pemasaran Produk Dalam Negeri, Pelayanan Informasi Bagi Investor

100% - - - -

4.2 Penyediaan sarana Yang Dapat Diakses Masyarakat

Tersedianya Show Room & Kelengkapannya, Papan Informasi Kelompok serta Partisipasi Pameran

100% -

-

- - - - -

5

5.1 Promosi Perdagangan Terlaksananya Pameran Dalam Negeri, Meningkatnya Volume Perdagangan 100% 2 Kali 8 Komoditi 1 Kali 8 Komoditi 1 Kali 8 Komoditi 100% 2 kali 8 Komoditi 5 kali 24 Komoditi 80% 5.2 Pengembangan Informasi Peluang Pasar

Perdagangan Luar Negeri

Terlaksananya Pelatihan Ekspor Impor Bagi UKM

100% - - - - - - -5.3 Pengembangan Promosi Perdagangan Internasional Terlaksananya Pameran Luar Negeri 100% - - - - - -

-5.4 Monitoring dan Evaluasi Produk Ekspor

Terlaksananya Monitoring dan Evaluasi Produk Ekspor

100% - - - - - -

-Pengembangan Sentra-sentra Industri Potensial

Peningkatan dan Pengembangan Ekspor

(32)

Target Renja Tahun 2013 Realisasi Renja Tahun 2013 Tk. Realisasi (%) Realisasi Capaian Program / Kegiatan s/d th 2014 Tk. Capaian realisasi target renstra (%) 3 4 5 6 7 8 = (7/6) 9 10 (5+7+9) 11 = (10/4) Target Kinerja Capaian Program (Renstra) Tahun 2015 (%) Realisasi target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d th 2012 (%)

Target & Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun 2013

Kode Urusan/Bidang Urusan/ Program/Kegiatan

Target Program / Kegiatan Tahun 2014)

Perkiraan Realisasi Capaian Target Renstra s/d th 2014 Indikator Kinerja Program

(outcomes) dan Kegiatan (output)

1 2

5.5 Sosialisasi kebijakan penyederhanaan prosedur dan dokumen ekspor import

Terlaksananya Pelatihan kontak dagang melalui internet dalam memperluas jaringan usaha 100% - - - - - - -6 Terwujudnya Peningkatan Perlindungan Konsumen 100% 10 Komoditi/Pasar 5 Komoditi/Pasar 5 Komoditi/Pasar 100% 33 Komoditi/Pasar 48 Komoditi/Pasar 80% Terwujudnya Peningkatan Tertib Ukur

100% 30 Pasar 15 Pasar 15 Pasar 100% 33 Pasar 68 Pasar 80%

Terwujudnya Peningkatan Export

100% 280 Perusahaan 140 Perusahaan 140 Perusahaan 100% 70 Perusahaan 490 Perusahaan 80%

6.2 Operasionalisasi dan Pengembangan UPT Kemetrologian Daerah Terlaksananya Pengawasan UTTP Kemetrologian di Kabupaten Malang

100% 1 Paket 1 Paket 1 Paket 100% 1 Paket 3 Paket 80%

7

7.1 Pengembangan Pasar dan Distribusi Barang/Produk

Terlaksananya Kegiatan Pasar Murah dan Pasar Lebaran, Terpantaunya Harga Meningkatnya daya beli Masyarakat Kurang Mampu 100% 40 Komoditi/Pasar 20 Komoditi/Pasar 20 Komoditi/Pasar 100% 20 Komoditi/Pasar 80 Komoditi/Pasar 80%

Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan

Peningkatan Pengawasan Peredaran Barang dan Jasa

6.1

Peningkatan Efesiensi Perdagangan Dalam Negeri

(33)

Target Renja Tahun 2013 Realisasi Renja Tahun 2013 Tk. Realisasi (%) Realisasi Capaian Program / Kegiatan s/d th 2014 Tk. Capaian realisasi target renstra (%) 3 4 5 6 7 8 = (7/6) 9 10 (5+7+9) 11 = (10/4) Target Kinerja Capaian Program (Renstra) Tahun 2015 (%) Realisasi target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d th 2012 (%)

Target & Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun 2013

Kode Urusan/Bidang Urusan/ Program/Kegiatan

Target Program / Kegiatan Tahun 2014)

Perkiraan Realisasi Capaian Target Renstra s/d th 2014 Indikator Kinerja Program

(outcomes) dan Kegiatan (output)

1 2

7.2 Peningkatan Sistem dan Jaringan Informasi Perdagangan

Terlaksananya Promosi penyiaran melalui surat kabar, radio dan internet, Meningkatnya jaringan informasi Perdagangan

100% - 60 Perusahaan 60 Perusahaan 100% 70 Perusahaan 130 Perusahaan 80%

7.3 Pemantauan dan Pengendalian Perusahaan Terlaksananya Pemantauan dan Pengendalian Perusahaan di Kabupaten Malang, Terwujudnya pengendalian usaha 100% - - - - - -

-7.4 Pengolahan Data dan Informasi Perusahaan

Tersedianya Data dan Informasi Perusahaan di Kabupaten Malang, Meningkatnya Informasi Usaha 100% - - - - - - -7.6 Pengembangan Pasar Lelang Daerah

Terlaksananya Pasar Lelang Daerah 100% - - - - - - -7.7 Pemantauan Dalam Rangka Mengantisipasi Lonjakan Harga Terlaksananya Operasi Pasar 100% - - - - - -

-7.8 Monitoring dan Evaluasi Harga Sembako

Terlaksananya Monitoring dan Evaluasi Sembako

100% - - - - - -

-7.9 Pengembangan dan Peningkatan Informasi Data Perusahaan

Terperolehnya Data dan nformasi Perusahaan di Kabupaten Malang

(34)

-Target Renja Tahun 2013 Realisasi Renja Tahun 2013 Tk. Realisasi (%) Realisasi Capaian Program / Kegiatan s/d th 2014 Tk. Capaian realisasi target renstra (%) 3 4 5 6 7 8 = (7/6) 9 10 (5+7+9) 11 = (10/4) Target Kinerja Capaian Program (Renstra) Tahun 2015 (%) Realisasi target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d th 2012 (%)

Target & Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun 2013

Kode Urusan/Bidang Urusan/ Program/Kegiatan

Target Program / Kegiatan Tahun 2014)

Perkiraan Realisasi Capaian Target Renstra s/d th 2014 Indikator Kinerja Program

(outcomes) dan Kegiatan (output)

1 2

7.10 Pengembangan Sarana Distribusi

Terlaksananya Pengawasan Gudang Penataan Pasar Tradisional dan Pasar Modern

100% - - - - - -

-8

8.1 Resi Gudang Program (kegiatan berdasarkan DAK Kementrian

Perdagangan pada Tahun 2012 sehingga belum tercantum dalam RENSTRA)

Terlaksananya Peningkatan Efisiensi Perdagangan dan Mudah Terpantaunya Stok Ketersediaan Kebutuhan Pokok

100% 1 Paket 1 Paket 1 Paket 100% 1 Paket 3 Paket 80%

9

9.1 Penataan Tempat Usaha Pedagang Pasar

Terlaksananya penataan tempat berusaha bagi pedagang pasar, Tertibnya Pengelolaan Pasar

100% 27 Pasar 7 Pasar 7 pasar 100% 7 pasar 41 pasar 80%

9.2 Pengadaan Sarana, Prasarana Ketertiban, Keamanan dan Kebersihan Pasar

Tersedianya Sarana dan prasarana gerobak, Menguatnya Pelayanan Pasar

100% - - - - - - -

Resi Gudang

Peningkatan Pengelolaan Pasar dan Pembinaan Pedagang

(35)

Target Renja Tahun 2013 Realisasi Renja Tahun 2013 Tk. Realisasi (%) Realisasi Capaian Program / Kegiatan s/d th 2014 Tk. Capaian realisasi target renstra (%) 3 4 5 6 7 8 = (7/6) 9 10 (5+7+9) 11 = (10/4) Target Kinerja Capaian Program (Renstra) Tahun 2015 (%) Realisasi target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d th 2012 (%)

Target & Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun 2013

Kode Urusan/Bidang Urusan/ Program/Kegiatan

Target Program / Kegiatan Tahun 2014)

Perkiraan Realisasi Capaian Target Renstra s/d th 2014 Indikator Kinerja Program

(outcomes) dan Kegiatan (output) 1 2 9.3 Pembinaan Disiplin Pedagang Terlaksananya penyuluhan peningkatan disiplin pedagang kakilima dan asongan, Pedagang Yang Tertib dan Teratur

100% 37 Pasar 11 Pasar 11 Pasar 100% 11 pasar 59 Pasar 80%

9.4 Sosialisasi Ijin Hak Pakai Terlaksananya Sosialisasi Ijin Hak Pakai, Tertibnya Ijin Hak Pakai

- - - - - - - -

9.5 Intensifikasi dan

Ekstensifikasi Pungutan Retribusi Pasar (Kegiatan setiap tahun tetap dengan sasaran 33 pasar)

Terlaksananya Intensifikasi dan Ekstensiikasi Punguan Retribusi Pasar,

Peningkatan PAD dan Retribusi

100% 33asar 33 Pasar 33 Pasar 100% 33 pasar 33 Pasar 80%

10

10.1 Pembuatan Sarana dan Prasarana Pasar

Terlaksananya Pembuatan Pintu Pasar, Pintu Besi, TPS, dan Perbaikan Talang Pasar

100% - - - -

10.2 Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pasar

Terlaksananya

Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pasar

100% 52 Pasar 1 Pasar 1 Pasar 100% 1 Pasar 54 Pasar 80%

11

Pengembangan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pasar

Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan

(36)

Target Renja Tahun 2013 Realisasi Renja Tahun 2013 Tk. Realisasi (%) Realisasi Capaian Program / Kegiatan s/d th 2014 Tk. Capaian realisasi target renstra (%) 3 4 5 6 7 8 = (7/6) 9 10 (5+7+9) 11 = (10/4) Target Kinerja Capaian Program (Renstra) Tahun 2015 (%) Realisasi target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d th 2012 (%)

Target & Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun 2013

Kode Urusan/Bidang Urusan/ Program/Kegiatan

Target Program / Kegiatan Tahun 2014)

Perkiraan Realisasi Capaian Target Renstra s/d th 2014 Indikator Kinerja Program

(outcomes) dan Kegiatan (output)

1 2

11.1 Penyediaan Prasarana dan Sarana Pengelolaan

Sampah

Terlaksananya

Sewa/Menyewa TPS Pasar dan Pasar Hewan,

Terciptanya Kebersihan dan Keindahan Pasar,

Tersedianya TPS Pasar dan Pasar Hewan

100% 10 Pasar 33 Pasar 33 Pasar 100% 33 pasar 76 Pasar 80%

12

12.1 Penyediaan Jasa Surat Menyurat

Terlaksananya Kelancaran Pengiriman Surat-Surat Dinas, Terlaksananya Kelancaran Administrasi Perkantoran yang tertib dan Lancar dalam Pelayanan kpd masyarakat

100% 24 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 100% 12 Bulan 48 Bulan 80%

12.2 Penyediaan Jasa

Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik

Terealisasinya Jasa Komunikasi Sumber Daya Air dan Listrik Pada Dinas, Terlaksananya Kelancaran Pelayanan kepada

masyarakat

100% 24 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 100% 12 Bulan 48 Bulan 80%

12.3 Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional Terlaksananya Pengurusan Perpanjangan STNK

Kendaraan Dinas Roda Empat, Terwujudnya Pengurusan STNK Kendaraan Dinas Roda Empat

100% 12 Kali 6 Kali 6 Kali 100% 6 Kali 24 Kali 80%

Pelayanan Administrasi Perkantoran

(37)

Target Renja Tahun 2013 Realisasi Renja Tahun 2013 Tk. Realisasi (%) Realisasi Capaian Program / Kegiatan s/d th 2014 Tk. Capaian realisasi target renstra (%) 3 4 5 6 7 8 = (7/6) 9 10 (5+7+9) 11 = (10/4) Target Kinerja Capaian Program (Renstra) Tahun 2015 (%) Realisasi target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d th 2012 (%)

Target & Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun 2013

Kode Urusan/Bidang Urusan/ Program/Kegiatan

Target Program / Kegiatan Tahun 2014)

Perkiraan Realisasi Capaian Target Renstra s/d th 2014 Indikator Kinerja Program

(outcomes) dan Kegiatan (output) 1 2 12.4 Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan Terpenuhinya Jasa Administrasi Keuangan, Terlaksananya Kelancaran Administrasi Perkantoran yang tertib dan Lancar dalam Pelayanan kpd masyarakat

100% 24 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 100% 12 Bulan 48 Bulan 80%

12.5 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor

Tersedianya Peralatan Kebersihan Kantor pada Dinas, Terwujudnya

Kebersihan dan Keindahan Kantor

100% 24 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 100% 12 Bulan 48 Bulan 80%

12.6 Penyediaan Alat Tulis Kantor

Terealisasinya Penyediaan Alat Tulis Kantor pada Dinas, Terlaksananya Kelancaran Administrasi Perkantoran yang tertib dan Lancar dalam Pelayanan kpd masyarakat

100% 24 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 100% 12 Bulan 48 Bulan 80%

12.7 Penyediaan Barang

Cetakan dan Penggandaan

Terealisasinya Barang Cetakan dan Penggandaan pada Dinas, Terlaksananya Kelancaran Administrasi Perkantoran yang tertib dan Lancar dalam Pelayanan kpd masyarakat

Referensi

Dokumen terkait

Bagian ini menjabarkan rencana pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya yang mencakup empat sektor yaitu pengembangan permukiman, penataan bangunan dan lingkungan,

memiliki pancaran cahaya yang merata di seluruh permukaannya. Sekilas cahaya yang dipancarkan terlihat memiliki intesitas pancar yang merata dipermukaan LED, namun jika dilihat

Sejalan dengan ulasan di atas, Von, Marklein, dan Rheinbach (2009) serta Yoong (2010) menyatakan bahwa representativeness bias menyebabkan individu keliru dalam

Hipotesis kedelapan yaitu ukuran komite audit berpengaruh positif terhadap biaya audit eksternal yang dibayarkan perusahaan yang terdaftar di index Kompas100.. Berdasarkan

kemampuan peserta didik serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi peserta didik. c) Pemecahan masalah (Problem solving) dapat membantu aktivitas

Perbedaan dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya adalah variabel dependen yang digunakan yaitu biaya keagenan yang diukur dengan Asset Turn Over (ATO)

Kode QR adalah suatu jenis kode matriks atau kode batang dua dimensi yang dikembangkan oleh Denso Wave, sebuah divisi Denso Corporation yang merupakan sebuah

Indiebizz adalah sebuah kompetisi ekonomi dan bisnis, di mana dalam kompetisi ini setiap tim akan diberikan tantangan berupa studi kasus masalah ekonomi dan bisnis pada