22
MIKROFASIES DAN DIAGENESA BATUGAMPING FORMASI ZAAG DI PULAU MISOOL DAN SEKITARNYA
Dedi Mulyadi 1 1
Pusat Penelitian Geoteknologi – LIPI Bandung
Masuk: 11 Maret 2010, revisi masuk : 15 Juni 2010, diterima: 13 Juli 2010 ABSTRACT
The study of carbonate rocks of Zaag Formation shows that the carbonate rock of Paleo-cene-Eocene occurred in Misool Island and outcropped among the rock of Paleozoik– Tertiary. The field survey shows that the Zaag Formation is outcropped at the mid part of the Misool Island from the west to east and also at several the surrounding small islands. The petrography analysis indicated that there are two facies forming the Zaag Formation, indicated found it was form at shoal environment of Packstone Facies and Grainstone Facies. The diagenesis process observed at the thin section is micritisation, cementation, dissolution and tectonic activity.
Keywords : Zaag Formation, Packstone Facies and Grainstone Facies, Diagenesis
INTISARI
Formasi Zaag merupakan batuan karbonat berumur Paleosen-Oligosen yang terdapat di Pulau Misool dan sekitarnya. Formasi ini tersingkap diantara batuan-batuan yang ber-umur Paleozoik–Kuarter. Hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa Formasi Zaag tersingkap dibagian tengah Pulau Misool mulai dari Barat sampai ke Timur. Formasi ini dicirikan oleh batugamping berwarna putih-abu abu terang, berlapis baik dengan tebal antara 10cm–1meter. Analisis petrografi menunjukkan bahwa terdapat dua fasies bentuk Formasi Zaag yaitu Fasies Packstone dan Fasies Grainstone. Butiran utama pem-bentuk batuan adalah foraminifera besar (Miliolid dan Alveolinid) dan Moluska. Berdasar-kan tekstur batuan karbonat penyusunnya dan kadungan fosil yang dominan, formasi ini ditafsirkan terbentuk dalam lingkungan shoal. Proses diagenesa yang teramati pada sa-yatan tipis antara lain mikrtitisasi, sementasi, pelarutan dan kompaksi. Diagenesa ditaf-sirkan terjadi pada lingkungan burial, marine dan diperngaruhi oleh aktiviatas tektonik.
Kata Kunci : Formasi Zaag, Fasies Packstone dan Grainstone, Diagenesa PENDAHULUAN
Pulau Misool terletak sekitar 200 km di sebelah barat Kepala Burung Pa-pua Geologi daerah ini disusun oleh ba-tuan sedimen berumur Paleozoik–Kuar-ter oleh (Simbolon at al, 1984). Di bagian pantai terbentang singkapan batuan se-dimen yang mengandung fosil berumur Mesozoik, yang mulai diteliti sejak tahun 1899 (Piagram at al, 1982). Penelitian geologi secara detil telah dikerjakan pe-rusahaan minyak Philips tahun 1974. Pertamina pada tahun 1984 melakukan traves memotong. Pulau Misool sebagai tempat untuk merekontruksi stratigrafi ini damam rangka evaluasi propek hidrocar- bon. Batuan sedimen di Pulau Misool terdapat dalam beberapa formasi yang
banyak mengandung fosil Mesozoik Ter-sier yang digunakan sebagai petunjuk biostratigrafi di Indonesia. Salah satu ba-tuan karbonat di Pulau Misool yang akan dibahas dalam makalah adalah Formasi Zaag yang berumur Paleosen-Oligosen. Kajian terhadap Formasi Zaag ditujukan untuk membahas fasies, diagenesa dan lingkungan pengendapan formasi ini. Zaag limestone ini adalah nama satuan yang diberikan oleh Pigram et.al. (1982) pada batugamping yang tersingkap di pegunungan Zaag di daratan Pulau Miso-ol dan pulau-pulau yang terletak di Selat Pana-pana (sebelah timur pulau Misool). Satuan ini dinamakan Formasi Zaag oleh Simbolon et. al. (1984). Sebaran Formasi Zaag di Pulau Misool sangat luas ter-1
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415 Vol. 3 No. 1 Agustus 2010
23 utama terdapat di bagian tengah, pulau (mulai dari bagian tengah sampai ujung timur) dan pulau-pulau disebelah timur Pulau Wacoke, Pulau Waliy dan Pulau Karawop.
Penelitian di lapangan terhadap Formasi Zaag di sekitar Pulau Misool ini dilakukan oleh Siregar dkk,(1984) dalam rangka eksplorasi endapan fosforit di In-donesia Timur. Dalam penelitian ini dila-kukan pengamatan lapangan dan peng-ambilan contoh batuan daerah sebaran Formasi Zaag di pantai Timur P. Misool (Selat Pana-pana) dan pulau–pulau kecil di sekitarnya sebagaimana ditunjukkan pada Gambar. 1.
Metodologi dari analisis yang di-lakukan berupa pengamatan mikrofasies pada tekstur sayatan tipis batuan karbo-nat Formasi Zaag, untuk mengetahui je-nis-jenis mikrofasies dan proses diage-nesa yang telah terjadi pada batuan For-masi Zaag. Stratigrafi Pulau Misool, Pu-lau Misool sangat menarik untuk peneli-tian terutama dari sejarah geologi, kare-na di pulau ini tersingkap batuan-batuan sedimen berumur Paleozoik sampai Ku-arter yang sebagian besar kaya akan fosil. Peta Geologi Pulau Misool secara menyeluruh telah dibuat Rusmana dkk (1989) dalam Geologi Lembar Misool, Papua, skala 1:250.000. lihat Gambar. 1. Susunanan stratigrafi daerah Misool ini diperlihatkan pada Gambar 2. Terdapat beberapa formasi batuan karbonat di pu- lau ini yaitu Formasi Bogal berumur Trias, merupakan batuan karbonat tertua yang tersingkap di bagian selatan Pulau Misool. Diatas Formasi Bogal diendap-kan Kelompok Fageo Group berumur Ju-ra. Tiga formasi pembentuk kelompok batuan ini adalah Formasi Yefbi, Formasi Demu dan Serpih Lelinta. Dua formasi batuan karbonat lainnya yang menutupi Kelompok Fageo disatukan menjadi Ke-lompok Batugamping Facet (Facet Lime-stone Group) berumur Kapur adalah for masi Gamta dan Formasi Waaf. Kedua formasi batuan karbonat diendapkan da- lam lingkungan laut dalam (Siregar 1985 &1986). Diatas kelompok Batu-gamping Facet diendapkan batuan-batuan klastik Formasi Fafanlap dan Formasi Daram berumur Kapur Atas sampai Paleosen. Batuan Tersier di Pulau Misool umumnya
didominasi oleh endapan karbonat yakni Formasi Zaag, Formasi Kasim dan For-masi Openta, sedangkan kelompok batu-an Kuarter terdiri Formasi Atakari ybatu-ang merupakan endapan karbonat berumur Plio-Pleistosen.
Dalam stratigrafi regional Papua Pulau Misool merupakan bagian dari mi-kro kontinen kepala burung pada Paleo-sen-Eosen, mempunyai sedimen dan lingkungan pengendapan relatif sama.
Gambar 2. Peta Geologi P. Misool deng-an lokasi pengamatdeng-an Formasi Zaag, daerah Selat Pana-Pana (Rusmana dkk, 1989)
Litologi, dalam pengamatan la-pangan, Formasi Zaag umumnya terdiri dari batugamping berwarna abu-abu dan putih, bentuk perlapisan baik dangan ke-tebalan mulai dari beberapa sentimeter sampai satu meter (Gambar 3). Tekstur batuan umumnya kasar sampai sangat kasar. Singkapan yang paling baik di da-patkan di pulau-pulau kecil dibagian timur Pulau Misool (selat Pana-Pana). Di be-berapa tempat terlihat adanya bentuk to-tol berwarna putih ini yang merupakan refleksi kandungan foramanifera. Fosil gastropoda ataupun pelecypoda sering ditemukan dalam bentuk utuh maupun pecahan. Di Pulau Lenmakana dan Lell Tobus bagian dari Pulau Waaf, terda-pat batu gamping Formasi Zaag dalam lapisan tebal (0,5-1 meter) yang sangat kaya dengan butiran foramini-fera.
Petrografi, klasifikasi karbonat di-gunakan dalam pengamatan sayatan ti-pis adalah klasifikasi Dunham(1962). Ha- sil analisis petrografi dan pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa terdapat dua fasies karbonat penyusun Formasi Zaag merupakan fasies packstone dan fasies grainstone.
24 Gambar 3. Foto singkapan Formasi Zaag disekitar selat Pana–Pana.
Fasies Packstone, hasil penga-matan di lapangan yang dilakukan oleh Safei dkk (1986), Batugamping Formasi
Zaag yang bertekstur packstone dicirikan oleh lapisan batugamping berwarna putih abu-abu terang, tebal perlapisan 10-50 cm dan bersifat kompak.
Gambar 4A. Foto sayatan batugamping Forma-si Zaag, memperlihatkan tekstur packstone.
Sebagian besar cangkang telah tergantikan oleh kalsit dan pada umum-nya bagian dalam cangkang telah
meng-A
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415 Vol. 3 No. 1 Agustus 2010
25 alami mikritisasi. A fosil gastopoda yang masih baik. B Fasciolites Sp., C cang-kang Pelecypoda dan D Lacazinella Sp.
Gambar 4B-D. Foto sayatan batugam-ping Forma-si Zaag, memperlihatkan tekstur packstone.
Fasies packstone ini Gambar 4 dengan komposisi li-memud (kalsit), ma-trik serta butir ini terdiri dari foraminifera besar dan foraminifera bentos dengan ukuran yang bervariasi. Jenis-jenis yang bisa dikenali adalah butiran foraminifera besar yakni Fasciolites Sp. (Alveolinid) dan Lacazinella Sp. (Mili-olid). Cangkang palecypoda dan gastropoda umumnya berukuran besar dan (ukuran 300-500 µm) bentuknya banyak yang utuh, namun sebagian pecah-pecah. Semen 10% be-rupa spary kasit, warna putih kecoklatan. Matrik 10% berupa kalsit mempunyai ke- nampakan hitam yang hadir di antara
butir. porositas >5 % berupa porositas intrakristalin.
Gambar 5. Foto sayatan batugamping Formasi Zaag memperlihatkan fasies grainstone hampir 80 % butir yang terdiri dari foram besar yang di dominasi oleh Fasciolites sp.(A) Miliolid(B), Miliolid dan red algae(C), bentos dan plangton (D). Semen kalsit hadir diantara cangkang, sebagian mengisi dalam cangkang fosil (panah putih).
B
D
C
C
A
B
D
Fas amatan lap lapisan ba ketebalan putih abu-a fasies ini miliolidae, sedikit red Pada say hingga 80% ditemukan cangkang-c tuh sedan cah-pecah. berwarna p berupa kal mempunya diantara bu % berupa p PEMBAHA An bahwa pro antara lain 6A ) teram pun luar ca sit berwarn yang teram kang foram berwarna menunjukk rine. Micro oleh seme Gambar 6 dan berupa bertubruka menunjukk Formasi Za tektonik.Pe sitas intrak ping yang s Lin dua fasies ni fasies pa menunjuka tukan terja nengah-ting kehadiran yang kecil dapat dala oleh foram alveolinid kan lingkun lainnya ya cangkang m sies Grains pangan, fasie atugamping antara 10-6 abu. Butiran terdiri dari alveolinid di algae, plang yatan tipis %, sedangka dalam juml cangkang um ngkan sebag . Semen b putih. (Gamb lsit dengan ai kenampa utir, Porosit porositas int ASAN alisis petrog oses diagen : proses se mati pada ba angkang teri na putih. Mik mati pada ba m besar den coklat kehi kan lingkunga fracture pad en kalsit ber 6B) berupa a fosil foram n (lihat Gam kan bahwa aag telah m elarutan tera kristalin yait sebesar 5%. ngkungan P pembentuk ackstone dan an bahwa lin di pada kon ggi, yang da lumpur karb . Kandunga m kedua fas inifera besar yang menu ngan dalam ng banyak moluska yak tone, pada es ini dicirika yang mem 60 mm, ber pembentuk foraminifera itambah keh gton dan b dominasi b an lime mud ah sedikit. B mumnya ma gian kecil tela
berupa spary bar 5). Matrik ukuran >1 kan coklat, tas lebih kur trakristalin. grafi menunj nesa telah ementasi ( G agian dalam si oleh seme kritisasi deng agian pinggir ngan kenam taman. Mik an diagenes da sayatan rwarna putih proses kom minifera yang mbar 6C). H batuan ka mengalami ak amat berupa tu pada bat (lihat Gamb engendapan Formasi Zaa n fasies grain ngkungan pe disi berener apat diama bonat dalam j an biota yan sies ini dido r yakni miliol unjukkan die laut dangkal ditemukan a kni gastropod 26 peng-an oleh punyai rwarna utama a jenis hadiran bentos. butiran hanya Bentuk asih u-ah pe-y kasit k 15 % 0 µm, hadir rang 3 jukkan terjadi ambar m mau-en kal-gan ciri r cang-mpakan kritisasi sa terisi h (lihat mpaksi saling Hal ini arbonat ktivitas poro- tugam-bar 6D) n, dari ag yak-nstone emben- rgi me-ati dari jumlah ng ter-minasi lid dan endap-l. Fosil adalah da dan pelecypoda Kombinasi kan bahwa lingkungan Gambar 6 antara can kang fosil mentasi ole gian cangk mikritisasi foraminifera pada bagia temu dan ( ritalin (tanda
D
C
A
B
a yang rela dari data te a pengenda shoal. (A) Mempe ngkang dan telah meng eh kalsit (pa kang telah m pada bagia a, (C) proses an cangkang (D) proses p a panah). atif masih ersebut menu pan terjadi erlihatkan b beberapa alami prose nah putih),(B mengalami p an sisi cang s kompaksi te g yang saling pelarutan int utuh. unjuk-pada bagian cang-es se-B) ba-proses gkang erlihat g ber-traki-JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415 Vol. 3 No. 1 Agustus 2010
27
KESIMPULAN
Formasi Zaag yang terdapat di Pulau Misool merupakan endapan dari batuan karbonat yang kaya akan fosil terutama foramifera besar, mempunyai ketebalan yang sangat bervariasi mulai dari 10 cm hingga 1 meter dan tersing-kap di bagian tengah pulau, memanjang dari barat ke timur dan tersingkap pula di beberapa pulau-pulau kecil disebelah ti-mur Pulau Misool. Adapun uti-mur batuan berdasarkan fosil yang terkandung dalam batugamping Lacazinella sp dan Fascio-lites Sp. khas untuk Eosen–Oligosen.
Analisis petrografi menunjukkan bahwa terdapat dua jenis fasies pack-stone dan fasies grainpack-stone. (Dunham, 1962). Berdasarkan fasies dan dominasi butiran dari fosil pembentunya ditafsirkan bahwa pengendapan Formasi Zaag ter-bentuk pada lingkungan shoal.
Hasil analisis diagenesa menun-jukkan bahwa batugamping Formasi Zaag telah mengalami berbagai macam proses diagenesa, antara lain pelarutan, sementasi, kompaksi yang menunjukkan diagenesa burial. Proses dari diagenesa lainnya adalah mikritisasi yang menun-jukkan lingkungan diagenesa marine, dan micro fracture menunjukkan telah terjadi aktivitas tektonik
DAFTAR PUSTAKA
Dunham, 1962, Clasification of Carnbo-nate Rocks According to Depo-sitional Teksture, and Depositio-nal Environment in Carbonate Rocks, Am. Ass. Petro Geology 1.p108-121.
Siregar M. Safei, 1985, Karbonat For-masi Waaf Berumur Kapur, di Pulau Misool, Majalah RISET Geologi dan Pertambangam , Jil-id 6 No 2, 1985, Bandung Siregar M. Safei, 1986, Endapan
Karbo-nat Laut Dalam di pulau Misool, Proseding PIT XV IAGI, Yogya-karta.
Siregar M. Safei, Fred Hehuwat, Yono S. Atot, 1986, Geologi Batuan Fos-fatan di Pulau Misool Irian Jaya, Proseding PIT XV IAGI, Yogya-karta.
Simbolon R., Martodjoyo S., Gunawan R., 1984, Geologi And Hydrocar-bon Prospects of The Pre-Ter-tiary System Of Misool Area, Procedings Indonesian Petrole-um Association, Trirteenth Annu-al convention, May 1984.
Rusmana dkk, 1989, Peta Geologi Le-mabr Misool, Pusat Survei Geo-logi, Bandung
Piagram C. J. et al, 1982, Lithostra-graphy Of The Misool Archipe-lago, Iran Jaya, Indonesia, Geo-logie en Mijnbouw.p 265-279.