PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA - PERANCIS PERIODE : JANUARI - PEBRUARI 2015
A. Perkembangan perekonomian dan perdagangan Perancis
1. Total perdagangan Perancis periode Januari-Pebruari 2015 tercatat sebesar € 153,84 miliar, atau turun sebesar 1,62% dibanding periode yang sama tahun 2014, yang tercatat senilai € 156,36 miliar. Total perdagangan tersebut, terdiri dari ekspor sebesar € 72,05 miliar atau naik 0,91% dibandingkan periode yang sama tahun 2014, dan impornya mencapai € 81,79 miliar, atau turun 3,74%. Neraca perdagangan Perancis pada periode Januari-Pebruari 2015 defisit sebesar € 9,74 miliar, atau mengalami penurunan sebesar 28,21% dibanding periode yang sama tahun 2014, yang mencapai angka sebesar € 13,56 miliar.
2. Negara tujuan utama ekspor Perancis pada periode Januari-Pebruari 2015, umumnya ke kawasan Uni Eropa, yaitu : Jerman sebesar € 12,21 miliar, pangsanya 16,95%, turun sebesar 4,50%; Italia sebesar € 5,36 milar, pangsanya 7,44% (+1,96%); Spanyol sebesar € 5,31 miliar, pangsanya 7,37% (+2,47%); dan Belgia sebesar € 5,24 miliar, pangsanya 7,27% (-1,37%). Kontribusi keempat negara tersebut terhadap total ekspor Perancis pada periode ini, sebesar 39,03%. Bagi Perancis Indonesia hanya menjadi negara tujuan ke-49, sedangkan, Singapura dan Malaysia masing - masing di urutan ke-14 dan ke-38.
3. Beberapa komoditi ekspor utama Perancis ke Dunia pada periode Januari-Pebruari 2015, yang meningkat dibanding periode yang sama tahun 2014, antara lain :
Nuclear Reactors, Boilers, Machinery sebesar € 8,27 milar, pangsanya 11,48% dan naik sebesar 4,16%, juga merupakan komoditi dengan nilai ekspor yang tertinggi pada periode ini ;
Aircraft, Spacecraft, And Parts Thereof sebesar € 7,50 milar, pangsanya 10,41% dan naik sebesar 14,67%;
Powered Aircraft "E.G. Helicopters And Aeroplanes"; sebesar € 6,53 miliar, pangsanya 9,06% dan naik sebesar 18,35%.
Sedangkan, yang mengalami penurunan nilai ekspor, antara lain :
Plastics And Articles Thereof; sebesar € 2,87 miliar, pangsanya 3,98%, dengan penurunan sebesar 2,41%;
Mineral Fuels, Mineral Oils And Products Of Their Distillation; sebesar € 2,54 miliar, pangsanya 3,53% dan turun sebesar 16,25%.
Motor Cars and Other Motor Vehicles Principally Designed For The Transport Of Persons, sebesar € 2,44 miliar, pangsanya 3,39%, dengan penurunan sebesar 1,09%;
Parts and Accessories For Tractors; sebesar € 2,14 miliar, pangsanya 2,97%, dengan penurunan sebesar 2,16%.
4. Sementara itu, untuk negara asal impor Perancis pada periode Januari-Pebruari 2015, umumnya juga dari kawasan Uni Eropa. Impor Perancis dari Jerman sebesar € 16,84 miliar, dengan pangsa 20,59%, naik sebesar 0,08%; Belgia sebesar € 9,23 miliar, (11,28% ) dan turun 2,19%; Italia sebesar € 6,09 miliar, (7,44%) dan turun 5,19%, serta Belanda sebesar € 5,90 miliar, (7,22%) dan turun 4,61%. Keempat negara tersebut, memberi kontribusi sebesar 46,53% terhadap total impor Perancis pada periode ini. Vietnam dan Thailand merupakan negara-negara ASEAN yang tercatat sebagai negara asal impor Perancis dengan peringkat masing-masing ke-31 dan ke-38. Sementara itu, Indonesia posisinya di peringkat ke-49. Sedangkan, Singapura dan Malaysia peringkatnya masih di atas Indonesia masing-masing di peringkat ke-41 dan ke-43.
5. Beberapa komoditi impor utama Perancis dari Dunia pada periode Januari-Pebruari 2015, yang meningkat dibanding periode yang sama tahun 2014, antara lain :
Nuclear Reactors, Boilers, Machinery sebesar € 9,50 miliar, pangsanya 11,62%, dengan kenaikan sebesar 0,47%;
Vehicles Other Than Railway Or Tramway sebesar € 7,26 milar, pangsanya 8,87% dan naik sebesar 2,45%;
Electrical Machinery And Equipment And Parts Thereof; sebesar € 7,11 miliar, pangsanya 8,69% dan naik sebesar 2,94%.
Sedangkan, yang mengalami penurunan nilai impor, antara lain :
Mineral Fuels, Mineral Oils And Products Of Their Distillation; sebesar € 8,62 milar, pangsanya 10,54% dan turun sebesar 35,34% ;
Pharmaceutical Products; sebesar € 3,25 miliar, pangsanya 3,97% dan turun sebesar 4,01%;
Plastics and Articles Thereof; sebesar € 3,24 miliar, pangsanya 3,97%, dengan penurunan sebesar 5,05%;
Petroleum Oils & Oils Obtained Frm Bitum Minerals, Crude; sebesar € 3,05 miliar, pangsanya 3,73%, dengan penurunan sebesar 41,90%.
B. Perkembangan perdagangan bilateral Perancis dengan Indonesia
1. Pada periode Januari-Pebruari 2015, total perdagangan Perancis dengan Indonesia tercatat senilai € 389,62 juta, naik sebesar 37,45% dibandingkan dengan total perdagangan periode yang sama tahun 2014, dengan nilai € 283,46 juta. Realisasi total perdagangan tersebut terdiri dari ekspor senilai € 161,76 juta, dan impor sebesar € 227,86 juta. Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014, ekspor turun sebesar 4,41%. Sedangkan, untuk impor naik signifikan yaitu sebesar 99,47%. Sehingga, neraca perdagangan antara Perancis dengan Indonesia pada periode Januari-Pebruari 2015 tercatat defisit bagi Indonesia sebesar € 66,09 juta atau turun sebesar 220,16% jika dibandingkan dengan periode Januari-Pebruari 2014 yang tercatat defisit bagi Indonesia sebesar € 55,00 juta.
2. Beberapa komoditi ekspor Perancis ke Indonesia pada periode Januari-Pebruari 2015 yang meningkat, antara lain :
Aircraft, Spacecraft, And Parts Thereof sebesar € 130,0 juta atau naik fantastis yaitu 6.587,9% ;
Whey, Whether Or Not Concentrated Or Containing Added Sugar Or Other Sweetening Matter; sebesar 7,4 juta, atau naik 45,31% ;
Pharmaceutical Products; sebesar 5,6 juta , atau naik 25,65%.
3. Impor Perancis dari Indonesia pada periode Januari-Pebruari 2015 terdiri dari : Mesin dan Peralatan Listrik; mengalami penurunan sebesar 25,28%, dari € 57,59
juta menjadi € 43,03 juta;
Tekstil dan Produk2 Tekstil, naik sebesar 20,72%, dari € 16,00 juta menjadi € 19,72 juta;
Produk kayu, Pulp dan Furniture, naik sebesar 28,59%, dari € 12,28 juta menjadi € 15,78 juta;
Karet dan Produk2 karet, turun sebesar 16,26%, dari € 17,56 juta menjadi € 14,71 juta .
C. Informasi lainnya
1. Perkembangan Indikator Ekonomi Perancis kuartal pertana tahun 2015
GDP growth rate Perancis kuartal pertama tahun 2015 berada pada angka 0,6%, mengalami peningkatan sebesar 0,5% bila dibandingkan akhir tahun 2014.
Sektor jasa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB Perancis yaitu 79%. Sektor jasa yang memegang peranan penting adalah wholesale and retailer trade (perdagangan besar dan eceran); transportasi; akomodasi dan jasa makanan (19% dari total PDB); kegiatan real estate (13,2%); administasi publik; pertahanan dan jaminan sosial (8%); pendidikan (6%); kesehatan (6%); informasi dan komunikasi (5%); jasa keuangan dan asuransi (5%). Sementara sektor industri menyumbang 19% dari PDB (manufaktur, pertambangan, penggalian menyumbang 12,8%, dan konstruksi menyumbang 6% dari total PDB). Sedangkan, sektor pertanian menyumbang 2% dari total PDB.
Sementara itu, tingkat inflasi Perancis bulan April 2015 tercatat -0,10%, atau turun sebesar -0,20% dibandingkan dengan bulan Maret yang mencapai -0,30%.
Di Perancis kategori paling penting dalam indeks harga konsumen adalah pakaian dan obat-obatan (20,6%), makanan (16,4%), Kesehatan (10,1%), energy (8,7%), penyewaan dan jasa real estate (7,4%), transportasi dan komunikasi (5%), pakaian dan alas kaki (4,7%), dan farmasi kontribusinya mencapai 4,6%.
2. Business Trend di Perancis
Business trend sektor café yang sedang berkembang, menjual kopi berdasarkan geografis. Pengusaha café di Perancis, sebelum membeli biji kopi akan melakukan kunjungan ke sentra-sentra produksi di negara penghasil kopi dan melihat proses produksi terutama sampai tahap fermentasi serta membawa sample kopi yang selanjutnya diuji dalam upaya melihat kualitas dan rasa kopi berdasarkan geografis. Hasil pengujian menunjukkan ke-khasan kopi dari satu daerah penghasil kopi. Sejauh ini, café-café di Perancis cenderung menggunakan kopi yang berasal dari Brazil dengan rasa coklat, dan membeli kopi dari beberapa negara di Afrika dengan rasa fruity dan sedikit mengandung gula. Mata rantai perdagangan kopi di Brazil dan di Afrika relatif lebih pendek, sehingga berpengaruh terhadap kualitas kopi. Sedangkan kopi Indonesia dianggap rendah kualitasnya, karena proses fermentasinya kurang steril dan mata rantai perdagangan kopinya terlalu panjang.
Kualitas kopi yang baik hanya melalui 3 tahap yaitu pemetikan, fermentasi/drying dan pembeli/buyer/café/retailer. Sementara, mata rantai perdagangan kopi Indonesia dapat
melalui 10 tahap sampai ke café/retailer, di negara tujuan ekspor. Kualitas kopi semakin rendah, bila telah mencapai enam bulan sejak proses pemetikan dari pohon.