• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pekerjaan di kondisi saat ini menjadi hal yang diinginkan bagi setiap orang, Sulitnya informasi terkait tenaga kerjaan menjadi permasalahan yang umum. Tingkat pengangguran meningkat selama beberapa tahun terakhir terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat pengangguran di Jawa Barat meningkat 2,2 persen dari tahun 2018, data di tahun 2018 menunjukkan tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat sebesar 8,20 persen kemudian di tahun 2020 bulan agustus meningkat sebanyak 10,40 persen [1]. Hal ini menjadi polemik yang mendasar bagi masyarakat sekitar Jawa Barat, karena banyak perusahaan industri yang dibangun di Jawa Barat namun tingkat pengangguran di Jawa Barat terbesar nomor 3 di Indonesia. Penyebaran informasi terkait tenaga kerjaan menjadi permasalahan yang mendasar terlebih untuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Pendidikan adalah salah satu hal yang penting karena menjadi syarat untuk mendapatkan pekerjaan saat ini. Pendidikan Indonesia sendiri menerapkan tiga jalur Pendidikan yang terdiri atas Pendidikan formal, nonformal dan informal. Salah satu Pendidikan formal yang baik pada jenjang menengah yaitu SMK yang diharapkan siswa mampu bekerja sesuai dengan bidang yang diminati. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003.

SMK sebagai sub sistem pendidikan nasional yang bertanggung jawab dalam penyiapan sumber daya manusia (SDM) tingkat menengah yang handal, berorientasi kepada kebutuhan pasar harus mampu mengembangkan inovasi untuk mempengaruhi perubahan kebutuhan pasar sehingga dapat mewujudkan kepuasan pencari kerja. Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, M. Sairi Hasbullah menuturkan, pengangguran paling banyak lulusan SMK karena keahlian mereka belum tentu sesuai dengan kebutuhan perusahaan [2]. Hal ini sesuai dengan data yang diumumkan oleh BPS.

(2)

BPS mengumumkan Sebanyak 128,06 juta penduduk Indonesia adalah angkatan kerja, jumlahnya bertambah 2,62 juta orang dari Agustus 2016. Dalam setahun terakhir, pengangguran bertambah 10 ribu orang. Dilihat dari tingkat pendidikan, Tingkat Pengangguran Terbuka untuk SMK paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 11,41 persen. Artinya lulusan SMK sekarang ini masih banyak yang belum bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya dan tidak sesuai kriteria yang diperlukan industri. Fakta ini perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas SMK, salah satunya yaitu menyediakan informasi seputar dunia kerja untuk siswa. Pada era digital saat ini informasi begitu cepat dan mudah. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh SMK untuk menyalurkan informasi khususnya terkait dunia kerja. Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK cukup berperan dalam usaha penempatan lulusan untuk bekerja, hal ini dilaksanakan melalui kegiatan penyuluhan bimbingan karir, magang di industri, rekrutmen tenaga kerja, seleksi dan penempatan lulusan di industri [3].

Peran CV Mobidu Sinergi sebagai perusahaan software house di Kota Garut dalam memajukan teknologi sistem informasi dengan cara mengembangkan sistem informasi bursa kerja online (BKO) antara BKK dari SMK Dewantara 2 Kabupaten Bekasi dengan perusahaan yang membutuhkan kandidat kerja. Hal tersebut sesuai dengan kebutuhan saat ini untuk memajukan teknologi sistem informasi di era industri 4.0. Peran BKK SMK Dewantara 2 Kabupaten Bekasi sendiri dalam penyaluran informasi lowongan kerja dengan cara menjembatani antara siswa dengan industri perusahaan terkait, serta bekerja sama dengan CV Mobidu Sinergi untuk membangun sistem informasi yang dibutuhkan.

Ketua kordinator BKK SMK Dewantara 2 Kabupaten Bekasi sudah melakukan beberapa cara untuk menyalurkan lulusannya ke perusahaan yang membutuhkan kandidat kerja. Seperti menyebarkan informasi lowongan kerja melalui mading BKK, menghubungi via pesan singkat melalui nomor telepon yang didaftarkan dan melakukan job fair dengan perusahaan yang bekerja sama dengan SMK Dewantara 2 Kabupaten Bekasi, namun cara tersebut dinilai kurang efektif karena alumni yang mendaftar hanya sedikit terkendala oleh waktu serta kurangnya informasi ke setiap alumni.

(3)

Berdasarkan masalah yang ada, penulis akan mengembangkan sistem informasi terkait bursa kerja online. Bursa kerja online (BKO) adalah unit yang menjalankan fungsi penempatan untuk mempertemukan atau memfasilitasi pertemuan antara pencari kerja dengan pengguna tenaga kerja atau pengusaha secara online. Bursa kerja online dirancang sebaik mungkin untuk membantu masyarakat (pencari kerja) dan para pengusaha (pengguna tenaga kerja) agar dapat saling berinteraksi secara lebih cepat, akurat lancar dan tanpa hambatan untuk menemukan kecocokan kebutuhannya. Bursa kerja online memudahkan masyarakat pencari kerja (Pencaker) untuk menemukan informasi sebanyak-banyaknya terkait lowongan pekerjaan [3]. Sistem informasi dikembangkan berbasis website dengan handphone berteknologi internet yang dapat diakses dimanapun untuk mempermudah alumni maupun siswa mengakses informasi dari mana saja, sistem informasi ini juga mempermudah BKK SMK Dewantara 2 Kabupaten Bekasi dalam menyampaikan informasi lowongan pekerjaan.

Laporan menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pertumbuhan pengguna internet setiap tahun mengalami peningkatan. Di tahun 2020 sendiri pengguna internet tercatat sebanyak 196,71 juta jiwa. Mayoritas pengguna internet sebanyak 56,4% berasal dari pulau jawa, selanjutnya Sumatera 22,1%, Sulawesi 7%, Kalimantan 6,3%, Bali dan Nusa Tenggara 5,2% serta Maluku dan Papua 3%. Bedasarkan tingkat pendidikannya pengguna internet tamatan SMA/SMK sebesar 16,9% [4]. Berikut pada Gambar 1 infografik dari pengguna internet dari pendidikan terakhir,

(4)

Gambar 1. 1 Pengguna internet bedasarkan tingkat pendidikan [4]

Berdasarkan data APJII 2020 pengguna internet paling banyak salah satunya dari tingkat pendidikan SMK/SMA yang berada di Pulau Jawa dan SMK Dewantara 2 Kabupaten Bekasi merupakan salah satu sumber tersebut. Dari potensi masalah yang ada, perlu dikembangkan sistem informasi bursa kerja online berbasis website di SMK Dewantara 2 Kabupaten Bekasi. Sistem informasi ini diharapkan dapat digunakan oleh siswa dan alumni SMK Dewantara 2 Kabupaten Bekasi serta pihak sekolah sebagai penyaluran informasi lowongan kerja. Dengan menggunakan metode pengembangan perangkat lunak Extreme Programming (XP) tepat untuk sebuah proses rekayasa perangkat lunak yang cenderung menggunakan pendekatan berorientasi objek dan sasaran dari metode ini adalah tim yang dibentuk dalam skala kecil sampai medium serta metode ini juga sesuai jika tim dihadapkan dengan requirement yang tidak jelas maupun terjadi perubahan–perubahan requirement yang sangat cepat [5]. Serta dengan penerapan teknologi pengembangan website menggunakan Full Stack Javascript dapat menyederhanakan waktu pengembangan website aplikasi, dimana hal ini sesuai dengan tujuan pengembangan deklaratif, yakni lebih memperhatikan aspek what (apa yang dibutuhkan oleh sistem), dibandingkan aspek how (bagaimana menyelesaikan permasalahan pada sistem).

(5)

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dikemukakan, maka dapat diidentifikasikan beberapa masalah di antaranya :

1. Penyaluran informasi lowongan pekerjaan yang terbatas hanya melalui pesan singkat dan mading BKK,

2. Siswa atau alumni yang ingin melanjutkan kerja tidak sesuai dengan kompetensi,

3. Kurangnya partisipasi siswa atau alumni untuk mencari atau menerima informasi lowongan pekerjaan,

4. Penyaluran informasi pekerjaan yang kurang terdata bagi alumni yang sudah bekerja maupun belum bekerja,

5. Kandidat pekerja yang dibutuhkan perusahaan terkadang tidak sesuai dengan kompetensi alumni, sehingga banyak alumni yang mengundurkan diri.

1.3. Batasan Masalah

Untuk memperjelas penulisan agar lebih terarah dan tidak menyimpang pada pokok permasalahan yang ada, maka penulis membatasi masalah yaitu:

1. Siswa dan alumni masih kurang mengetahui wawasan informasi kerja yang mereka inginkan.

2. Tidak terdapat sistem informasi bursa kerja online di SMK Dewantara 2 Kabupaten Bekasi sehingga informasi penyaluran kerja hanya terbatas pada pesan singkat dan mading.

1.4. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, maka diperoleh rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana mengatasi kurangnya wawasan informasi lowongan kerja kepada siswa dan alumni SMK Dewantara 2 Kabupaten Bekasi ?

(6)

2. Bagaimana mengembangkan sistem informasi bursa kerja online dengan metode Extreme Programming (XP) di SMK Dewantara 2 Kabupaten Bekasi ?

1.5. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk :

1. Menghasilkan sistem informasi bursa kerja online yang dapat mengatasi kurangnya informasi lowongan kerja dan informasi industri untuk siswa dan alumni di SMK Dewantara 2 Kabupaten Bekasi,

2. Mengembangkan sistem informasi pengembangan perangkat lunak dengan metode Extreme Programming dengan skala tim yang kecil dari CV Mobidu Sinergi dan dalam waktu yang singkat.

1.6. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian antara lain :

1. Menyediakan informasi bursa kerja online yang dapat menjangkau siswa dan alumni SMK Dewantara 2 Kabupaten Bekasi berbasis online melalui website,

2. Merancang sistem informasi bursa kerja online dengan menerapkan metode pengembangan perangkat lunak Extreme Programming dalam skala tim kecil dari CV Mobidu Sinergi dengan waktu yang singkat,

3. Meningkatkan jumlah partisipasi alumni dan siswa dalam mendapatkan pekerjaan,

4. Menurunkan jumlah pengangguran bagi alumni di SMK Dewantara 2 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat,

Gambar

Gambar 1. 1 Pengguna internet bedasarkan tingkat pendidikan [4]

Referensi

Dokumen terkait

Metode pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan manajemen strategi untuk mengetahui lingkungan perusahaan

Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan atau pembayaran kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk

Dari gagasan-gagasan tersebut, dapat disimpulkan wacana yang terkandung yang dimana wacana tersebut merupakan konstruksi dari citra yang diinginkan mengenai etnis

Pemodelan penyelesaian permasalahan penjadwalan ujian Program Studi S1 Sistem Mayor-Minor IPB menggunakan ASP efektif dan efisien untuk data per fakultas dengan mata

Sebagai tambahan, Anda akan membuat sebuah ObjectDataSource yang berparameter sehingga dapat melewatkan item yang yang terpilih pada DropDownList ke data komponen untuk

Pendekatan dapat diartikan sebagai metode ilmiah yang memberikan tekanan utama pada penjelasan konsep dasar yang kemudian dipergunakan sebagai sarana

Audit, Bonus Audit, Pengalaman Audit, Kualitas Audit. Persaingan dalam bisnis jasa akuntan publik yang semakin ketat, keinginan menghimpun klien sebanyak mungkin dan harapan agar

Perbandingan distribusi severitas antara yang menggunakan KDE dengan yang menggunakan suatu model distribusi tertentu dilakukan untuk melihat secara visual, manakah dari