• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK GAMBARAN SKOR OHIP-14 PASIEN KANKER KEPALA DAN LEHER YANG MENDAPATKAN RADIOTERAPI DAN KEMOTERAPI DI RSUP SANGLAH TAHUN 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ABSTRAK GAMBARAN SKOR OHIP-14 PASIEN KANKER KEPALA DAN LEHER YANG MENDAPATKAN RADIOTERAPI DAN KEMOTERAPI DI RSUP SANGLAH TAHUN 2016"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

v ABSTRAK

GAMBARAN SKOR OHIP-14 PASIEN KANKER KEPALA DAN LEHER YANG MENDAPATKAN RADIOTERAPI DAN KEMOTERAPI DI RSUP

SANGLAH TAHUN 2016

Kanker kepala dan leher adalah kanker tersering ke lima di dunia. Banyak pasien kanker kepala dan leher yang datang ke rumah sakit sudah pada stadium lanjut menyebabkan pilihan terapi yang diberikan hanya radioterapi dan kemoterapi. Efek samping yang ditimbulkan pasca radioterapi dan kemoterapi berdampak terhadap penurunan kualitas hidup pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran skor OHIP-14 pasien kanker kepala dan leher yang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross sectional. Pasien yang terlibat pada penelitian ini sudah terdiagnosis kanker kepala dan leher serta sedang menjalani radioterapi/kemoterapi di Rumah Sakit Sanglah. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah jenis kelamin, usia, lokasi anatomi, stadium, modalitas terapi, dan rentang waktu datang ke Rumah Sakit Sanglah sampai mendapatkan terapi. Pengambilan data dilakukan selama 6 bulan dan didapatkan 46 sampel.

Pada penelitian ini, dari 46 sampel didapatkan 25 (54,3%) laki-laki dan 21 (45,7%) perempuan. Rata-rata usia dari sampel adalah 47,57+12,029 tahun. Kasus terbanyak adalah kanker nasofaring 33 (71,7%). Sebanyak 31 (67,4%) pasien memiliki stadium IV. Modalitas terapi yang paling banyak digunakan adalah kemoterapi dan radioterapi 19 (41,3%). Rata-rata skor OHIP-14 adalah 21,46+13,118. Sebanyak 16 (34,8%) memiliki kualitas hidup baik, 24 (52,2%) memiliki kualitas hidup sedang, dan 6 (13%) memiliki kualitas hidup buruk.

Dapat disimpulkan bahwa gambaran skor OHIP-14 pasien kanker kepala dan leher yang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi di Rumah Sakit Sanglah sebanyak 52,5% dengan kualitas hidup sedang. Diharapkan penelitian ini terus dilanjutkan secara berkesinambungan dan lebih disempurnakan.

Kata Kunci: Oral Health Impact Profile-14, Kanker Kepala dan Leher, Radioterapi dan kemoterapi.

(2)

vi ABSTRACT

DESCRIPTION OF OHIP-14 SCORE IN HEAD AND NECK CANCER PATIENTS UNDERGOING RADIOTERAPY AND CHEMOTHERAPY AT

SANGLAH HOSPITAL IN 2016

Head and neck cancer is the fifth most common cancer in the world. The majority of head and neck cancer patients who come to the hospital is already at an advanced stage led to the choice of therapy given only radiotherapy and chemotherapy. Side effects after radiotherapy and chemotherapy impact to quality of life patients. The aim of this study was to know description of score OHIP-14 in head and neck cancer patients undergoing radioterapy and chemotherapy.

This study is a descriptive cross sectional. The patients participating in this study have been diagnosed with head and neck cancer and undergoing radiotherapy or chemotherapy at Sanglah Hospital. Data collected in this study were gender, age, anatomical location, stage, modality therapy, and the time span comes to Sanglah Hospital until get treatment. Data were collected during six months and obtained 46 samples.

In this study, there are 25 (54.3%) were men and 21 (45.7%) were women. Their mean age was 47.57 + 12.029 years. Most cases is nasopharyngeal cancer 33 (71.7%). Stage IV is 31 (67.4%) patients. Chemotherapy and radiotherapy 19 (41.3%) is the most widely used. The mean score OHIP-14 was 21.46 + 13.118. Patients had a good quality of life is 16 (34,8%), had a moderate is 24 (52.2%), and had a poor is 6 (13%).

Thus, it is concluded that description of score OHIP-14 in head and neck cancer patients undergoing radiotherapy and chemotherapy at Sanglah Hospital 24 (52.5%) patients had a moderate quality of life. The results of this research could be continued and refined.

Keywords: Oral Health Impact Profile-14, Head and neck cancer, Radiotherapy and chemotherapy

(3)

xii DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DALAM ... .i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

PENETAPAN PANITIA PENGUJI ... iii

PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN...iv

ABSTRAK...v

ABSTRACT...vi

RINGKASAN...vii

SUMMARY...ix

KATA PENGANTAR...xi

DAFTAR ISI... xii

DAFTAR TABEL...xv

DAFTAR GAMBAR ... xvi

DAFTAR SINGKATAN ... xvii

DAFTAR LAMPIRAN ... xviii

BAB I PENDAHULUAN ...1

1.1 Latar Belakang ...1

1.2 Rumusan Masalah ...3

1.3 Tujuan Penelitian ...4

1.4 Manfaat Penelitian ...5

BAB II KAJIAN PUSTAKA ...7

2.1 Definisi Kanker Kepala dan Leher...7

2.2 Epidemiologi Komplikasi Penatalaksanaan Kanker Kepala dan Leher8 2.3 Penatalaksanaan Kanker Kepala dan Leher ...9

2.3.1 Terapi pembedahan ...10

2.3.2 Radioterapi ...12

2.3.3 Kemoterapi...14

(4)

xiii

2.4.1 Komplikasi radioterapi dan kemoterapi...15

2.4.2 Komplikasi pembedahan...20

2.5 Patobiologi Komplikasi Penatalaksanaan Kanker Kepala dan Leher .23 2.5.1 Xerostomia...23

2.5.2 Trismus ...24

2.5.3 Karies ...25

2.5.4 Osteoradionekrosis (ORN)...26

2.6 Oral Health Impact Profile (OHIP) ...27

BAB III KERANGKA BERPIKIR DAN KERANGKA KONSEP ...31

3.1 Kerangka Berpikir ...31

3.2 Kerangka Konsep ...32

BAB IV METODE PENELITIAN ...33

4.1 Jenis Rancangan Penelitian ...33

4.2 Subyek Penelitian...33

4.2.1 Populasi target...33

4.2.2 Populasi terjangkau ...33

4.2.3 Sampel penelitian...33

4.3 Kriteria Inklusi dan Eksklusi...33

4.3.1 Kriteria inklusi ...33

4.3.2 Kriteria eksklusi ...34

4.4 Cara Pengambilan Sampel ...34

4.5 Definisi Operasional Variabel...34

4.6 Prosedur Penelitian...38

4.7 Instrumen Penelitian...38

4.7.1 Kuesioner ...38

4.7.2 Rekam medis...38

4.8 Lokasi dan Waktu Penelitian ...39

4.8.1 Lokasi penelitian ...39

4.8.2 Waktu penelitian ...39

4.9 Cara Pengolahan dan Analisis Data ...39

4.9.1 Pengolahan data ...39

(5)

xiv

4.10 Etika Penelitian ...39

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN...41

5.1 Hasil Penelitian ...41

5.1.1 Gambaran umum hasil penelitian ...41

5.1.2 Karakteristik sampel penelitian ...41

5.1.3 Skor OHIP-14 ...44

5.2 Pembahasan...49

5.2.1 Karakteristik sampel penelitian ...49

5.2.2 Skor OHIP-14 ...53

5.2.3 Gambaran setiap pertanyaan pada kuesioner OHIP-14 ...53

BAB VI SIMPULAN DAN SARAN...61

6.1 Simpulan ...61

6.2 Saran...63

DAFTAR PUSTAKA ...64

LAMPIRAN ...66

JADWAL PENELITIAN ...77

(6)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kanker kepala dan leher adalah kanker tersering ke lima di dunia. Istilah kanker kepala dan leher biasanya digunakan untuk menggambarkan semua karsinoma yang timbul dari saluran aerodigestive atas yaitu sinonasal, rongga mulut, nasofaring, orofaring, hipofaring, laring, termasuk juga kelenjar tiroid, kelenjar parotis, dan leher (Mirza dkk., 2015). Insiden kanker kepala dan leher di seluruh dunia diperkirakan lebih dari 550.000 kasus dengan 300.000 kasus meninggal setiap tahunnya (Jemal dkk., 2011). Insidennya meningkat selama tiga dekade terakhir. Dua pertiga dari kasus tersebut terjadi di negara berkembang. Di negara berkembang, insiden kanker tersebut lebih banyak terjadi pada laki-laki daripada perempuan dengan perbandingan 2 dibanding 1, sementara di negara maju rasionya mencapai 3 dibanding 1 (Kurniasari, 2015).

Prevalensi kanker kepala leher (KKL) di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 4,7 per 100.000 penduduk (Kurniasari, 2015). Data dari Register Kanker Jakarta pada tahun 2005-2007 menunjukkan bahwa kanker rongga mulut dan kanker nasofaring menempati posisi ke-8 (1,72 per 100.000) dari 10 karsinoma pada perempuan dan posisi ke-4 (3,65 per 100.000) dari 10 karsinoma pada laki-laki (Wahidin dkk., 2012). Faktor risiko penyakit ini termasuk riwayat merokok, perokok pasif, paparan karsinogen, diet, kebersihan mulut, infeksi virus seperti Human Papilloma Virus (HPV) dan Epstein Barr Virus (EBV), riwayat keluarga, konsumsi alkohol, usia, jenis kelamin, ras, dan status sosial ekonomi

(7)

2

juga penting untuk menentukan risiko kanker kepala dan leher. Kanker kepala dan leher merupakan masalah kesehatan yang penting. Prognosis untuk kanker kepala dan leher tergantung pada stadium. Penderita stadium awal kanker ini memiliki kualitas hidup yang lebih baik pasca perawatan bila dibandingkan dengan pasien stadium lanjut (Mirza, 2015).

Di Bali pasien kanker kepala dan leher seringkali datang ke rumah sakit sudah pada stadium lanjut sehingga pilihan terapi yang diberikan hanya radioterapi dan kemoterapi. Radioterapi adalah salah satu modalitas pengobatan penting bagi pasien kanker kepala dan leher, baik dengan cara tertentu atau kombinasi dengan operasi dan/atau kemoterapi. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa nilai kualitas hidup secara keseluruhan menurun setelah melakukan radioterapi dan umumnya kembali ke keadaan semula setelah sekitar 1 tahun. Namun domain kualitas hidup tertentu mungkin tidak mengikuti pola yang sama. Defisit kualitas hidup di awal radioterapi yang signifikan adalah fungsi fisik, batuk, makan, disfagia, rasa/bau, dan mulut kering atau xerostomia (Klein dkk., 2014; Leung dkk., 2011).

Kemoterapi adalah standar pengobatan yang cocok untuk manajemen pasien kanker kepala dan leher. Toksisitas kemoterapi seperti mual/muntah, myelosupresi, neurotoksisitas (misalnya parasthesia dan tinitus), dan nefrotoksisitas secara signifikan memberikan kontribusi untuk perburukan kualitas hidup pasien. Xerostomia (mulut kering) menjadi efek utama setelah melakukan kemoterapi (Klein dkk., 2014). Faktor spesifik seperti nyeri di mulut, suara serak, menghindari makan di tempat umum, dan bicara yang tidak jelas berkaitan dengan buruknya kualitas hidup pasien kanker terutama pasien kanker

(8)

3

kepala dan leher. Apalagi ditambah dengan efek yang ditimbulkan akibat radioterapi dan/atau kemoterapi pasti akan memperparah kualitas hidup pasien terkait kesehatan mulut dan kemampuan dalam makan serta berbicara (Kurniasari, 2015).

Melihat banyaknya efek samping yang ditimbulkan pasca radioterapi dan/atau kemoterapi terutama terhadap penurunan kualitas hidup pasien dimana kualitas hidup merupakan salah satu luaran yang penting pada pasien kanker, sehingga perlu kiranya dilakukan penilaian untuk melihat gambaran kualitas hidup pasien kanker kepala dan leher. Salah satu instrumen yang digunakan untuk mengukur kesehatan mulut pasien kanker kepala dan leher terkait kualitas hidupnya adalah Oral Health Impact Profile atau disingkat OHIP (Manurung, 2012). Berdasarkan pada kenyataan di atas peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana gambaran kesehatan mulut terkait kualitas hidup pada pasien kanker kepala dan leher pasca radioterapi dan/atau kemoterapi, sehingga penulis mengangkat permasalahan ini dalam sebuah penelitian yang diberi judul Gambaran Skor OHIP-14 Pasien Kanker Kepala dan Leher yang Mendapatkan Radioterapi dan Kemoterapi di RSUP Sanglah Tahun 2016.

1.2 Rumusan Masalah

Dengan memperhatikan latar belakang masalah di atas dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut:

Bagaimana gambaran skor OHIP-14 pasien kanker kepala dan leher yang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi di RSUP Sanglah Tahun 2016?

(9)

4

1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan umum

Untuk mengetahui gambaran skor OHIP-14 pasien kanker kepala dan leher yang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi di RSUP Sanglah Tahun 2016. 1.3.2 Tujuan khusus

1. Untuk mengetahui proporsi kesulitan dalam mengucapkan kata-kata pada pasien kanker kepala dan leher yang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi.

2. Untuk mengetahui proporsi kemampuan mengecap rasa pada pasien kanker kepala dan leher yang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi. 3. Untuk mengetahui proporsi rasa sakit di rongga mulut pada pasien kanker

kepala dan leher yang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi.

4. Untuk mengetahui proporsi rasa tidak nyaman ketika mengunyah makanan pada pasien kanker kepala dan leher yang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi.

5. Untuk mengetahui proporsi perasaan khawatir pada pasien kanker kepala dan leher yang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi.

6. Untuk mengetahui proporsi perasaan tegang pada pasien kanker kepala dan leher yang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi.

7. Untuk mengetahui proporsi merasa tidak puas dengan makanan yang dikonsumsi pada pasien kanker kepala dan leher yang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi.

(10)

5

8. Untuk mengetahui proporsi kesulitan saat makan sehingga harus terhenti mengunyah pada pasien kanker kepala dan leher yang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi.

9. Untuk mengetahui proporsi perasaan sulit merasa rileks pada pasien kanker kepala dan leher yang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi. 10. Untuk mengetahui proporsi perasaan malu pada pasien kanker kepala dan

leher yang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi.

11. Untuk mengetahui proporsi perasaan mudah tersinggung pada pasien kanker kepala dan leher yang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi. 12. Untuk mengetahui proporsi kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari pada

pasien kanker kepala dan leher yang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi.

13. Untuk mengetahui proporsi perasaan hidup terasa kurang memuaskan pada pasien kanker kepala dan leher yang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi.

14. Untuk mengetahui proporsi kesulitan dalam melakukan apapun pada pasien kanker kepala dan leher yang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi.

1.4 Manfaat

1.4.1 Manfaat ilmiah

Adapun kegunaan ilmiah dari penelitian ini adalah diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan mengenai gambaran skor OHIP-14 pasien kanker kepala dan leher yang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi di RSUP Sanglah Tahun 2016.

(11)

6

1.4.2 Manfaat klinis

Dengan diketahuinya gambaran skor OHIP-14 yang mencerminkan kualitas hidup pasien-pasien kanker kepala dan leher maka diharapkan dapat dijadikan sebagai landasan dalam penatalaksanaan pasien-pasien kanker kepala dan leher.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran pemenuhan self- care requisites pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP dr.. Hasan

untuk mengetahui “kejadian masalah berkenaan obat” ( Drug Related Problems atau DRPs ) yang timbul, terkait dengan penggunaan antibiotika pada pasien kanker

Ka riad i Se ma rang selama tahun 2007 yang mengala mi interaksi obat berdasarkan ju mlah kasus tersaji pada Tabel VIII., sedangkan distribusi pasien kanker leher

Berdasarkan uraian dari data tersebut, penulis tertarik untuk melihat gambaran risiko tombosis vena dalam pada pasien kanker berdasarkan Kriteria Wells di RSUP..

Terjadinya Xerostomia pada Pasien Kanker di RSUP Haji Adam Malik Medan.. XI +

Jenis penelitian yang dilakukan adalah cross sectional observasional dengan menilai gambaran x foto panoramik pasien kanker kepala leher yang telah selesai radioterapi...

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi menggunakan IMT pada pasien kanker kolorektal yang menjalani kemoterapi di RSUP Dr.. Mohammad Hoesin

ANALISIS ASUPAN ZAT GIZI (ENERGI, PROTEIN), ASUPAN ANTIOKSIDAN (VITAMIN A DAN C) DENGAN STATUS GIZI PASIEN KANKER LEHER RAHIM YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUP DR.MOHAMMAD..