• Tidak ada hasil yang ditemukan

Koswara Tiurlina 1 Deni Wardana 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Koswara Tiurlina 1 Deni Wardana 2"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PERMAINAN TRADISIONAL JAWA BARAT

ORAY-ORAYAN SEBAGAI ALTERNATIF METODE PEMBELAJARAN

PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN CACAH

BAGI SISWA KELAS SATU SEKOLAH DASAR

Koswara

Tiurlina

1

Deni Wardana

2

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, UPI Kampus Serang, Universitas Pendidikan Indonesia.

e-mail : [email protected]

Abstrak

Permainan oray-orayan merupakan permainan tradisional yang berasal dari jawa barat.permainan ini biasa dimainkan oleh anak-anak yang terdiri dari beberapa orang, karena dalam permainan ini lebih banyak anak atau orang akan jauh lebih menyenangkan. Dalam permainan ini terdapat sebuah lagu daerah yang berasal dari Jawa Barat yang biasa digunakan untuk mengiringi permainan. Dalam permainan oray-orayan ini terdapat sebuah cara atau metode pembelajaran yang dapat digunakan oleh pendidik untuk mengajarkan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah pada kelas satu sekolah dasar. Dalam permainan oray-orayan terdapat bagian dimana anak harus mampu mengurangkan dan menjumlahkan bilangan cacah dengan tepat sehingga dengan demikian akan membuat anak jauh lebih kreatif dan logis terhadap hasil penemuannya sendiri. Permainan ini merupakan suatu cara atau metode yang tepat digunakan dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah, walaupun dalam metode permainan oray-orayan ini sangat membuang banyak waktu, akan tetapi metode atau permainan ini terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa terutama dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah di kelas satu sekolah dasar. Selain itu juga dengan metode permainan ini dapat mempermudah kerja para pendidik, karena pendidik hanya harus memperhatikan dan membimbing siswa terhadap jalannya proses pembelajaran sehingga siswa tidak hanya bermain saja, akan tetapi mereka juga melakukan proses pembelajaran di dalamnya. Semua itu dapat dilihat dari hasil wawancara dan tes uji kemampuan berfikir matematika siswa yang dilakukan peneliti terhadap siswa, banyak siswa yang awalnya belum begitu mengerti mengenai penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah dapat mengerti setelah proses pembelajaran menggunakan metode permainan. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode permainan oray-orayan walaupun membutuhkan banyak waktu dalam proses pembelajarannya, tetapi juga mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas satu terhadap pembelajaran khususnya materi pokok penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah, dan juga mampu mempermudah kerja guru sehingga mereka tidak lagi bingung memikirkan cara yang tepat dalam mengajar penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah kepada siswa. Kata Kunci :metode permainan alternatif Jawa Barat oray-orayan

(2)

GAME ANALYSIS OF TRADITIONAL WEST JAVA oray-orayan AS

AN ALTERNATIVE METHOD OF LEARNING AND REDUCING

ADDITIVE valid whole number GRADE ONE FOR PRIMARY

Koswara

Tiurlina

1

Deni Wardana

2

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, UPI Kampus Serang, Universitas Pendidikan Indonesia.

e-mail : [email protected]

Abstract

Games oray-orayan is a traditional game that originated from west Java. Game commonly played by children of a few people, because in this game more children or people will be much more enjoyable. In this game there is a song that comes from the area of West Java that used to accompany the game. In the game-orayan oray there are a method or methods that can be used by teachers to teach addition and subtraction of numbers count in the first grade. In the gameorayan-oray there is a section where children must be able to subtract and add up the numbers count precisely and thus will make children much more creative and logical on the results of his own discovery. This game is a way or method that is appropriate for use in learning addition and subtraction of numbers count, although in a game method oray-orayan this very waste a lot of time, but the method or the game is proven to improve student learning outcomes, especially in learning addition and subtraction of numbers count in the first grade of primary school. In addition, with this game method can simplify the teacher, because the teacher only have to pay attention and guide students on the course of the learning process so that students not only play alone, but they also make the learning process in it. All that can be seen from the results of interviews and tests students' mathematical thinking ability test conducted by researchers of the students, many students who initially do not quite understand about the addition and subtraction of numbers count can understand after the learning process using the game. So we can conclude that the method of game oray-orayan although it takes a lot of time in the learning process, but also can improve student learning outcomes one way towards learning in particular subject matter of addition and subtraction of numbers count, and is also able to facilitate the work of teachers so that they are no longer confused thinking way right in teaching addition and subtraction of numbers count to students.

(3)

Ilmu pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi setiap insan manusia di dunia ini, dengan ilmu pendidikan yang banyak maka semua manusia akan mampu berfikir sendiri baik secara logis maupun non logis. Dengan ilmu pendidikan pula mampu membuat manusia bersaing dalam segala bidang, hal ini di akui oleh seluruh lapisan dunia.Maka dari itu sebagai generasi perubah bangsa sudah selayaknya kita melakukan atau mempelajari segala bentuk pendidikan yang ada, sehingga kita mampu bersaing dengan kerasnya dunia.

Menurut (Russefendi ET, 1980) kata matematika asalnya dari bahasa Yunani mathema dan mathein yang artinya sesuatu yang diketahui atau ilmu (knowledge , science) dan belajar (berfikir), jadi berdasarkan asal katanya matematika dapat diartikan sebagai ilmu yang diketahui atau yang didapat dengan cara berfikir (bernalar). Matematika lebih bertitik pada penekanan kehidupan dunia rasio dan logika, bukan berdasarkan pada hasil eksperimen atau observasi, karena matematika berasal dari pemikiran-pemikiran manusia yang berhubungan dengan ide-ide, proses dan penalaran yang empiris.

Pada umumnya cara belajar matematika di kelas satu sekolah dasar masih menggunakan cara lama, cara dimana pendidik sebagai pusat pembelajaran dan pesertadidik hanya sebagai pendengar saja. Pembelajaran dengan cara yang monoton seperti itu dirasa masih belum maksimal jika harus diajarkan untuk peserta didik di kelas rendah, karena pada prinsipnya anak usia 6 atau 7 – 11 atau 12 tahun, dikatakan periode berfikir konkrit, karena pada periode ini anak hanya mampu berfikir dengan logika. Jika untuk memecahkan persoalan yang sifatnya konkrit atau nyata saja, yaitu dengan cara mengamati atau melakukan suatu yang berkaitan

dengan persoalan-persoalan itu. (Yusnandar, E. Dan Saabighoot, A Y. 2013). Sehingga pada anak usia kelas satu sekolah dasar merupakan usia dimana anak atau individu masih sangat senang dalam bermain.

Anak pada usia sekolah dasar merupakan periode dimana pola berfikir anak masih secara konkrit, mereka hanya mampu mengerjakan suatu soal atau persoalan yang mereka lihat secara nyata saja, bukan berupa soal atau persoalan penalaran. Dengan kata lain anak pada usia ini masih menggunakan suatu alat peraga yang bersifat nyata dan menggunakan metode yang masih berkaitan dengan kehidupan yang dialami oleh anak sekolah dasar itu sendiri. Oleh sebab itu Pendidikan bagi anak seharusnya terus melihat kemajuan dan perkembangan anak itu sendiri atau bahkan jika memang diharuskan terus melihat mengenai kesenangan dari peserta didik itu sendiri karena pada hakekatnya anak sekolah dasar masih berfikir secara konkrit atau nyata maka pendidikan yang cocok untuk anak sekolah dasar hendaknya disesuaikan dengan pola berpikir mereka.Begitu juga dengan pendidikan setelah sekolah dasar.

Indonesia negeri yang kaya, sentuhan-sentuhan kearifan lokalnya tidak hanya tercermin dalam berbagai kerajinan, tetapi juga tervisualisasi dalam budaya sosial. Jika dikupas satu persatu mengenai kulturpermainan tradisional, permainan-permainan itu memiliki suatu arti yang dalam. Tidak hanya pada efek sosialisasi, tetapi juga cetusan euphoria cinta.Rasa cinta terhadap orang tua, cinta kepada lingkungan, dan empati kepada teman – teman sebaya.(Fad, A. 2014 hlm 5).

Permainan tradisional di Indonesia sangat beragam macamnya, dalam permainan tradisional bukan hanya menekankan pada kesenangan saja, akan

(4)

tetapi banyak pelajaran yang dapat diambil dari permainan tradisional tersebut, baik secara kerja kelompok, kejujuran, lapang dada, bahkan dalam permainan tradisional juga mengajarkan kita tentang pembelajaran yang biasa kita pelajari di sekolah. Sebagai contoh dalam permainan tradisional oray-orayan atau ular-ularan mengajarkan kita mengenai pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah untuk siswa kelas satu sekolah dasar.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka peneliti ingin menerapkan metode bermain sambil belajar pada penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.Permainan yang digunakan dalam metode ini adalah permainan tradisional yang berasal dari jawa barat yaitu permainan oray-orayan. Permainan ini berpusat pada kerjasama timdan sportifitas. Selain itu juga pada permainan ini mengajarkan siswa mengenai penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah secara langsung.

Oleh sebab itu peneliti sangat tertarik untuk mengadakan suatu penelitian mengenai analisis permainan oray-orayan sebagai alternatif pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah. Kemudian peneliti mengangkat judul “Analisis Permainan Tradisional Jawa Barat Oray–OrayanSebagai Alternatif Metode Pembelajaran Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Cacah bagi Siswa Kelas Satu Sekolah Dasar”

METODE

Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan meneliti ini adalah pendekatan kualitatif dalam bentuk kegiatan penelitian yang dilakukan di luar kelas dan dilakukan oleh peneliti itu sendiri. Menurut Sugiyono (2015).

Pendekatan kualitatif adalah pendekatan penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, penelitian ini digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah saja, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci atau pekerja sendiri, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball atau mengacak, teknik pengumpulan dengan trianggulasi, analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.

Penelitian ini menggunakan suatu desain penelitian analisis konsep, maksud analisis konsep disini peneliti akan melakukan suatu analisis mengenai permainan oray-orayan guna mendapatkan suatu data temuan yang selanjutnya akan coba digunakan sebagai metode alternatif pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah pada siswa kelas satu sekolah dasar.

Bentuk penelitian ini bersifat kolaboratif yang artinya memberikan suatu tindakan melalui proses anak melakukan praktek diluar. Aspek yang ada ini akan dilakukan oleh peneliti secara langsung, munculnya masalah yang dirasakan oleh peneliti atau pendidik, tempat penelitian dilakukan di luar ruangan, proses pengambilan data dilakukan oleh peneliti sendiri, hasil penelitian ini akan berfungsi atau bermanfaat bagi pendidik dan dapat pula dirasakan oleh peserta didik.

Penelitian ini dijalankan di kelas 1 SDN IX Kota Serang pada tanggal 25 Mei 2016 dengan jumlah peserta didik 34 orang, yang terdiri dari 18 orang pria 16 orang perempuan. Alasan penelitian ditempatkan di SDN IX Kota Serang karena dalam pembelajaran matematika khususnya mata pelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah di kelas

(5)

satu SDN IX Kota Serang masih jauh dari nilai kelulusan yang telah ditetapkan, sehingga peneliti ingin menguji cobakan hasil data temuan dan data penelitian yang didapatkan berdasarkan sumber temuan kepada seluruh peserta didik kelas satu SDN IX Kota Serang.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan metode permainan, dalam mendapatkan hasil yang maksimal pengujiakan mencari data berdasarkan buku sumber, dan melakukan wawancara terhadap pendidik kelas satu sekolah dasar hingga akhirnya terjun langsung atau memberikan pengajaran kepada peserta didik secara langsung dengan cara bermain oray-orayan.

Model yang dipakai dalam penelitian ini adalah model Miles and Hubberman yang pada intinya berupa kumpulan suatu alat yang terdiri atas tiga bagian, yaitu Data Reduction, Data Display, Conclusion Drawing/Verification. Sultona, R. (Dalam Sugiyono 2012)

Data Reduction atau mereduksi data dalam penelitian ini maksudnya adalah mencari dan menentukan data yang sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu teknik atau cara bermain oray-orayan menurut buku peperenian urang sunda dan pemanfaatannya terhadap pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah di kelas satu sekolah dasar, Data display dalam penelitian ini adalah bentuk penyajian data berupa uraian hasil pengamatan peneliti terhadap respon atau kemampuan peserta didik dalam menjawab pertanyaan mengenai penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah dengan metode permainan. Dan yang terakhir merupakan suatu penarikan kesimpulan dan verifikasi mengenai data temuan dan hasil rumusan masalah yang telah dikemukakan di awal penelitian.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pembahasan selanjutnya mengenai hasil penelitian dan pembahasan penelitian sehingga akan terlihat secara jelas berhasil atau tidaknya penelitian yang dilakukan oleh peneliti.

Hasil penelitian

1. Data Temuan Berdasarkan Buku Sumber

Sesuai dengan buku sumber temuan yang berjudul peperenian urang sunda Hidayat, R. T. dkk. (2005). permainan oray-orayan atau biasa disebut dengan ular-ularan termasuk suatu permainan anak-anak tradisional yang biasa dimainkan diluar ruangan, permainan ini dimainkan oleh tujuh orang atau lebih karena dalam permainan ini semakin banyak jumlah orang atau anak yang bermain akan lebih menyenangkan.

Berikut ini merupakan hasil analisis isi buku tentang permainan tradisional jawa barat oray-orayan sehingga dapat digunakan sebagai metode alternatif pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah di sekolah dasar kelas satu.

a. Analisis system permainan oray-orayan

Permainan oray-orayan menurut buku karangan Hidayat, R. T. dkk. (2005) Merupakan suatu permainan yang berasal dari jawa barat, permainan ini biasa dilakukan oleh tujuh orang atau lebih, dalam permainan ini terdapat sebuah lagu sunda yang harus dihafalkan oleh setiap pemain dan permainan ini juga memiliki suatu aturan main, yaitu dua anak diminta

(6)

saling berpegangan tangan membentuk suatu terowongan yang nantinya akan dilewati oleh temannya yang menjadi ular, selanjutnya anak yang lainnya diminta membentuk suatu garis lurus berbentuk seperti ular dan anak yang paling depan berperan sebagai kepala ular dan anak yang paling belakang berperan sebagai buntut atau ekor ular. Anak yang berperan sebagai kepala ular akan mengejar anak yang berperan sebagai buntut atau ekor ular pada saat lagu yang dinyanyikan berhenti. Anak yang telah berhasil tertangkap akan memisahkan diri dan diminta untuk memilih menjadi bulan atau bintang sampai semua anak tertangkap, maka selanjutnya permainan akan dilanjutkan dengan saling tarik-menarik antara regu bulan dan bintang untuk menentukan siapa pemenangnya. Permainan akan terus berlanjut sampai semua bagian ular tertangkap.

Dibawah ini juga ada lagu yang sering digunakan dalam permainan oray-orayan yang dikemukakan oleh Hidayat, R. T. dkk. (2005). Oray-orayan

Luar-leor mapay sawah Entong ka sawah

Parena keur sedeng beukah Oray-orayan

Luar-leor mapay leuwi Entong ka leuwi di leuwi loba nu mandi Saha nu mandi

Anu mandina pandeuri Oray-orayan

Luar-leor mapay kebon Entong ka kebon

Loba barudak ker ngangon

Mending ge teuleum di leuwi loba nu mandi

Saha nu mandi

Anu mandina pandeuri

Huluna tuluy ngudag-ngudag buntutna bari disada, “Kok, kok, kok, kok…

2. Data Temuan Berdasarkan Hasil Wawancara

Hasil wawancara ini selain digunakan sebagai alat ukur pendidik kelas dalam mengajarkan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah di kelas satu, juga sebagai tolak ukur apakah metode atau cara permainan oray-orayan juga layak digunakan dalam pembelajaran pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah di kelas satu sekolah dasar. Adapun hasil wawancara yang di dapat pada proses penelitian adalah sebagai berikut.

Tabel 1.1

Format Hasil Wawancara Guru Kelas

No Aspek yang di Wawancara Jawaban Ya Tidak 1 Sebelumnya apakah ibu mengetahui tentang permainan oray-orayan? Ya 2 Apakah ibu pernah mengajarka n anak dengan metode pembelajara n yang ada pada Tidak

(7)

permainan anak sehari-hari khususnya permainan oray-orayan? 3 Apakah ibu mengetahui jika pada permainan oray-orayan terdapat metode yang bisa digunakan untuk mengajarka n penjumlaha n dan penguranga n? Tidak 4 Dalam setiap pembelajara n, apakah sebelumnya ibu sering menyusun suatu rencana pembelajara n? Ya 5 Apakah dengan metode permainan oray-orayan peserta didik menjadi lebih terampil dan mudah memahami pelajaran? Tidak a. Cara penilaian Keterangan : Skor = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑌𝑎 𝑥 100%𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝐴𝑠𝑝𝑒𝑘 Nilai= 2 𝑥 100%5 = 20% b. Kriteria penilaian Keterangan : Nilai 70% - 100% = Baik 40% - 60% = Cukup 10% - 30% = Kurang 3. Hasil Tes Peserta Didik

Setelah melakukan wawancara dengan guru kelas satu, maka penelitian dilanjutkan dengan menguji cobakan terhadap peserta didik kelas satu sekolah dasar, adapun hasil uji coba yang didapat dalam penelitian ini sebagian peserta didik mudah mengerti atau memahami pelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah dengan metode permainan oray-orayan, walaupun banyak memakan waktu akan tetapi dengan metode ini banyak peserta didik yang dengan mudah memahami pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah dengan cepat.

Dalam penelitian ini dapat diambil suatu simpulan bahwa dengan menggunakan metode permainan oray-orayan mampu membuat peserta didik atau anak dengan mudah mengerti pokok konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah, ini dikarenakan dengan metode ini peserta didikakan mencari sendiri atau menemukan sendiri maksud dari konsep tersebut. Dengan cara permainan seperti ini juga memiliki suatu kekurangan, yaitu dengan metode ini akan banyak waktu yang dibutuhkan, akan tetapi apabila kita melihat dari hasil kerja atau tes peserta didik tidak ada salahnya apabila metode ini digunakan oleh guru kelas satu sekolah dasar dalam mengajarkan pokok materi ajar

(8)

penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah, sebab dengan teori ini dapat memudahkan peserta didik dalam memahami pelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah. Adapun hasil uji coba terhadap peserta didik kelas satu setelah melakukkan pengajaran dengan metode permainan adalah sebagai berikut.

Tabel 1.2 Hasil Uji Coba Siswa No Nama Siswa Nilai

1 Ardian 20 2 Ravabani 60 3 Naja 60 4 Nadia 60 5 Siti Syaqilla 60 6 Andika 60 7 Gaida 60 8 Aditya 100 9 Diki Firmansyah 80 10 Khaerunnisa 100 11 Lisnawati Fajrin 100 12 Revan 40 13 Aura Maulida 80 14 Renita Rani 100 15 Sidiq 100 16 Rian Firmanda 80 17 Doni Rida Prabawa 80 18 Desi Lisnawati 80 19 Rika 100 20 Neneng Wahyuni 100 21 Dika 60 22 Rizal 80 23 Nurizah 60 24 Ridwan 80 25 Ali 80 26 Rina 100 27 Rusdiana 60 28 Mitha 80 29 Sulastri 80 30 Danang 100 31 Irfan Adhari 100 32 Sri Ningsih 100 33 Anisa Rifdiyanti 100 34 Asep Soekamti 60 Pembahasan Penelitian

Berdasarkan hasil paparan di atas maka dalam permainan tradisonal jawa barat oray-orayan yang telah dianalisis dari buku sumber, ada beberapa unsur pembelajaran materi pokok penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah di kelas satu sekolah dasar, berikut pembahasan dari setiap unsur-unsur metode pembelajaran yang terdapat pada sistem permainan oray-orayan.

1. System permainan oray-orayan

Permaianan oray-orayan merupakan permaian yang dimainkan oleh tujuh orang atau lebih dan biasanya dimainkan di luar ruangan, karena dalam permainan ini membutuhkan banyak sekali orang

(9)

untuk bermain.Dalam permainan ini memiliki suatu aturan main yang diiringi dengan sebuah lagu yang berjudul oray-orayan seperti yang

sudah dijelaskan

sebelumnya.Permainan ini akan berakhir apabila seluruh anak yang bertugas menjadi ular habis tertangkap oleh kepala ular, apabila orang atau anak yang bermain sudah habis tertangkap, permainan akan dilanjutkan dengan anak-anak akan saling tarik menarik antara kedua kelompok untuk menentukan kelompok mana yang menjadi pemenangnya.

2. Keterkaitan system permainan oray-orayan terhadap pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah

Dalam permainan oray-orayan secara tidak langsung mengajarkan anak khususnya anak kelas satu sekolah dasar mengenai konsep dasar penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah, seperti kita ketahui apabila kita perhatikan baik-baik dalam permainan oray-orayan akan ada anak yang tertangkap atau terambil dari urutan mereka sebagai ular atau oray, itu secara tidak langsung mengajarkan anak mengenai konsep dasar pengurangan bilangan

cacah dan pada saat anak yang sudah tertangkap itu akan diminta memilih masuk kedalam kelompok bulan atau bintang sehingga kelompok tersebut akan terus bertambah sampai bagian ular benar-benar habis tertangkap, pada bagian itu secara tidak langsung anak diajarkan mengenai konsep penjumlahan bilangan cacah. Selain dari itu pada saat anak melakukan kegiatan saling tarik menarik antara kelompok bulan dan bintang sehingga ada anak yang akan berpindah kelompok juga sebenarnya mengajarkan anak mengenai konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.

Jadi dapat diambil suatu kesimpulan bahwa sebenarnya dalam permainan oray-orayan anak diminta untuk memahami secara langsung apa itu penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah, sehingga tugas pendidik atau peneliti dalam penelitian ini hanya perlu membimbing peserta didik agar peserta didik teratur dalam permainan atau sesuai konsep penelitian yang akan ditujukan dan benar-benar paham apa yang dimaksud dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah itu sendiri melalui permainan yang sudah

(10)

mereka mainkan yakni permainan oray-orayan.

3. Pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah dengan metode permainan oray-orayan

Penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah merupakan suatu operasi hitung dalam pekajaran matematika yang harus dipahami oleh setiap peserta didik khususnya bagi anak kelas satu sekolah dasar.Anak kelas satu sekolah dasar harus bisa memahami sendiri konsep mengenai pokok pelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah serta dapat mengaplikasikannya terhadap kehidupan sehari-hari.Jika kita melihat bahwa penjumlahan dan pengurangan merupakan operasi hitung yang wajib peserta didik pahami dan maknai maka dari itu dalam penelitian ini mengambil suatu judul mengenai metode alternatif yang dapat digunakan dalam mengajarkan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah pada siswa kelas satu sekolah dasar.

Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode permainan oray-orayan, dalam permainan ini sudah sangat jelas mengajarkan siswa mengenai penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sehingga

cocok digunakan sebagai metode pembelajaran bagi pendidik yang akan mengajarksn pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan. Dengan metode ini pendidik dapat dengan mudah mengajarkan atau membimbing peserta didik, dan peserta didik pun dapat jauh lebih cepat mengerti dan tidak akan cepat bosan sebab dengan metode ini peserta didik melakukan suatu hal yang sangat digemarinya, yakni bermain. Dengan kata lain metode permainan ini dapat mengajarkan anak jauh lebih aktif baik dalam segi bertindak atau bermain, maupun dalam segi berfikir sendiri untuk mencari jawaban yang sesuai.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil data temuan dalam penelitian yang sudah dipaparkan sebelumnya dapat diambil suatu kesimpulan mengenai metode alternative penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah kelas satu sekolah dasar.Adapun kesimpulan dan saran yang dapat diambil dari hasil penelitian yang sudah dilakukan adalah sebagai berikut.

Kesimpulan

Berdasarkan seluruh paparan diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode atau cara permainan oray-orayan pada pokok pelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah di kelas satu SDN IX Kota Serang walaupun banyak memakan waktu, akan tetapi dengan menggunakan metode atau cara permainan oray-orayan atau ular-ularan dapat meningkatkan kualitas belajar atau

(11)

hasil belajar peserta didiksehingga nilai yang mereka dapatkan juga dapat memenuhi nilai kelulusan apabila dibandingkan dengan metode ceramah. Dengan metode ini juga anak akan jauh lebih senang dan antusias dalam belajar. Selain itu juga pembelajaran dengan cara permainan seperti ini juga membuat pendidik jauh lebih mudah dalam hal mengajarkan pelajaran yang akan dicapai yaitu materi pelajaran penjumlahan dan pengurangan, karena pendidik hanya tinggal mangajarkan system permainan oray-orayan dan memperhatikan serta membimbing anak dalam bermain sehingga sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Saran

Dengan penelitian ini diharapkan peserta didik sebagai penerima pendidikan dapat mampu lebih rajin lagi dalam menuntut ilmu dan bagi pengajar sendiri diharapkan hasil penelitian ini menjadi salah satu referensi cara atau metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar, artinya pendidik bisa jauh lebih kreatif lagi dalam mengajar sehingga peserta didik tidak merasa jenuh atau bosan dalam belajar.

REFERENSI

Russefendi, ET. (1980). Pembelajaran Matematika.Bandung :Alfabeta

Yusnandar, E. Dan Saabighoot, A Y. (2013). Edisi Kedua. Belajar Dan Pembelajaran Di SD. Ikhwan

Mandiri Press

Fad, A. (2014).Kumpulan Permainan Anak

Tradisional Indonesia.Jakarta :

Cerdas Interaktif (Penebar Swadaya Group)

Sugiyono, (2015). Metode Penelitian Pendidikan, pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Bandung : Alfabeta.

Sugiyono (2009).Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta

Gambar

Tabel 1.2  Hasil Uji Coba Siswa  No  Nama Siswa  Nilai

Referensi

Dokumen terkait

Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang pekerjanya sering disebut karyawan kontrak adalah perjanjian kerja antara pekerja dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan.. kerja

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) MAN 2 Langsa merupakan suatu wadah pengembangan dan pembinaan profesionalisme guru dalam upaya peningkatan kompetensi. MGMP

Analisis trend adalah suatu analisis yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar perkembangan yang terjadi pada suatu peristiwa dimana perkembangan tersebut

Di salah satu pihak keinginan perusahaan akan harga jual yang tinggi untuk memperoleh penerimaan dari hasil penawaran (proceeds) yang tinggi pula, di sisi

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. © Dini Apriani Nurramdan 2015

(a) Tulis satu ayat bagi setiap perkataan di bawah supaya jelas menunjukkan bahawa anda faham akan perbezaan maksud dan penggunaannya.. Anda tidak boleh menambahkan

Kita semua adalah insan yang ditakdirkan hidup untuk dizaman sekarang ini, disadari atau tidak pasti akan tersentuh oleh modernisasi dan era globalisasi. Dimana

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tugas akhir dengan