Dasar-2 Mesin Dan SBB-1

67 

Teks penuh

(1)

ASTRA

HONDA

TRAINING CENTRE

PELATIHAN MEKANIK TINGKAT - I

DASAR-DASAR MESIN

&

(2)

Tujuan Materi :

• Peserta memahami prinsip kerja motor bakar

• Peserta memahami perbedaan motor 4 tak dan 2 tak

• Peserta dapat menjelaskan komponen dasar mesin

• dan fungsinya

• Peserta dapat menyebutkan nama dan fungsi

kompo-

• nen pada Sistem Bahan Bakar.

• Peserta memahami prinsip kerja karburator, TPFC,

ACV

(3)

Pokok Bahasan :

1. Dasar-dasar Mesin

- Asal Mula Tenaga

- Siklus Mesin

- Prinsip Kerja Mesin 4 Langkah

- Prinsip Kerja Mesin 2 Langkah

- Perbandingan Mesin 4 Langkah dengan 2 Langkah

2. Sistem Bahan Bakar

- Fungsi Sistem Bahan Bakar

- Komponen Sistem Bahan Bakar

- Karburator

(4)

DASAR -DASAR MESIN

(5)

ASAL MULA TENAGA

Tenaga

Panas

Motor Bakar

(Mesin)

Tenaga

Gerak

Hasil Pembakaran Bahan Bakar

Udara + bbm

Kompresi

Bakar

Gerak

bolak-balik

Gerak

Putar

Sarana untuk mengubah tenaga panas menjadi tenaga gerak.

(6)

Udara , bahan bakar, pembakaran/sumber

panas

Gerak bolak balik & gerak berputar

Kompresi pada campuran udara - bahan bakar

Siklus mesin

(7)

KOMPONEN DASAR MESIN 4 TAK :

1. Kepala Silinder (Cylinder Head/ Cylinder Cop), terdiri atas : Mekanisme Klep & Busi 2. Silinder (Cylinder Comp)

3. Torak (Piston/Seher)

4. Batang penghubung (Connecting Rod/ Stang Seher)

5. Poros engkol (Crankshaft/ kruk as)

2

1

3

4

5

KOMPONEN DASAR MESIN 2 TAK :

1. Kepala Silinder (Cylinder Head/ Cylinder Cop)

2. Torak (Piston/Seher)

3. Silinder (CylinderComp)

4. Batang penghubung (Connecting Rod/ Stang Seher)

5. Poros engkol (Crankshaft/ kruk as)

1

3

2

4

5

(8)

1. Mengisi silinder dengan campuran yang mudah

terbakar

Langkah Isap

2. Menekan campuran tersebut sampai pada

volume tertentu

Langkah Kompresi

3. Menyalakan campuran sehingga mengembang

dan menghasilkan tenaga

Langkah Usaha

4. Mengeluarkan gas - gas yang telah terbakar dari

dalam silinder

Langkah Buang

(9)

SIKLUS MESIN :

Proses kerja secara teratur dan terus menerus untuk

menghasilkan tenaga, yang terdiri :

Langkah Isap

(Intake)

Langkah Kompresi

(Compression)

Langkah Usaha

(Power)

Langkah Buang

(Exhaust)

(10)

Satu siklus terdapat 4 kali langkah piston , 2 ke atas dan 2 ke bawah. Sehingga dalam satu siklusnya tercapai dalam 2 putaran poros engkol.

Satu siklus terdapat 2 kali langkah piston , 1 ke atas dan 1 ke bawah, dicapai dalam 1 putaran poros engkol.

BERDASARKAN SIKLUSNYA DIBEDAKAN :

1. MESIN 4 LANGKAH

(4 TAK/FOUR STROKE)

(11)

ISTILAH MESIN

TMA

TMB

 TMA : Titik Mati Atas (TDC : Tod Dead Center) Batas pergerakan piston paling atas

 TMB : Titik Mati Bawah (BDC : Bottom Dead Center) Batas pergerakan piston paling bawah

 L : Langkah Piston (S: Stroke)

Langkah pergerakan piston dari TMA ke TMB atau sebaliknya

(12)

Langkah Isap

Piston bergerak dari TMA ke TMB I

Langkah Kompresi Piston bergerak dari TMB ke TMA K

Langkah Usaha

Piston bergerak dari TMA ke TMB U

Langkah Buang

Piston bergerak dari TMB ke TMA B

(13)

1. Pergerakan Piston

Bergerak dari TMA ke TMB

2. Kondisi Katup

Katup in terbuka & Katup ex tertutup

3. Proses yang terjadi

Kevakuman dalam ruang silinder

mengakibatkan udara mengalir ke

dalam silinder dan bercampur bensin

dari karburator.

LANGKAH ISAP

(14)

LANGKAH KOMPRESI

2

1. Pergerakan Piston

Bergerak dari TMB ke TMA

2. Kondisi Katup

Katup in & ex tertutup

3. Proses yang terjadi

-

Gas campuran bensin dan udara

dikompresikan hingga mencapai

tekanan dan suhu yang tinggi.

- Beberapa derajat sebelum piston

mencapai TMA busi memercikkan

bunga api.

(15)

LANGKAH USAHA

3

1. Pergerakan Piston

Bergerak dari TMA ke TMB

2. Kondisi Katup

Katup in & ex tertutup

3. Proses yang terjadi

Gerak bolak-balik piston akan

diteruskan oleh batang penghubung

(stang seher) ke poros engkol untuk

diubah menjadi gerak putar yang

digunakan untuk menggerakkan

kendaraan.

(16)

LANGKAH BUANG

4

1. Pergerakan Piston

Bergerak dari TMB ke TMA

2. Kondisi Katup

Katup in tertutup & katup ex terbuka

3. Proses yang terjadi

Gas bekas didorong piston keluar

melalui saluran buang dan muffler

menuju ke udara luar.

(17)

PRINSIP KERJA MESIN 2 LANGKAH

Proses kerja mesin hanya

diselesaikan dalam 1 putaran

engkol, sehingga setiap satu

gerakan piston melakukan 2

proses kerja.

(18)

Setengah putaran pertama atau 180º ,

piston bergerak dari TMB ke TMA.

Di Atas Piston

Terjadi Langkah Kompresi

Di Bawah Piston

Langkah Hisap/Pengisian ruang

engkol

LANGKAH HISAP DAN KOMPRESI

(19)

Setengah putaran kedua atau

360º

,

piston bergerak dari TMA ke TMB.

Di Atas Piston

Terjadi Langkah Usaha dan

Buang

Di Bawah Piston

Langkah Bilas

LANGKAH USAHA DAN BUANG

(20)

Mesin 4 Langkah

Kerugian :

 Konstruksinya lebih rumit  Akselerasi lebih lambat

PERBANDINGAN MESIN

4 LANGKAH DAN 2 LANGKAH

1

Keunggulan :

 Hemat bahan bakar & Ramah lingkungan, karena kerugian gas baru yang terbuang bersama gas buang sangat kecil & sistem pembakaran yang lebih sempurna

 Sistem pelumasan lebih sempurna

 Daya tahan mesin pada jarak jauh lebih baik  Jangka waktu overhaul lebih lama

 Hemat pemakaian minyak pelumas  Engine brake lebih besar

(21)

Keunggulan :

 Konstruksinya lebih sederhana  Akselerasi lebih baik

Kekurangan :

 Sistem pembuangan kurang sempurna

 Motor bekerja tidak teratur pada putaran rendah  Pelumasan relatif kurang sempurna

 Jadwal perawatan lebih singkat

Mesin 2 Langkah

(22)

SISTEM BAHAN BAKAR

(23)

1. Sebagai penyuplai bahan bakar

2. Membersihkan bahan bakar dari kotoran

3. Mengubah bahan bakar cair menjadi bahan

bakar gas

4. Mengatur suplai bahan bakar sesuai kebutuhan

mesin

(24)

KOMPONEN SISTEM BAHAN BAKAR

Tangki Kran Bensin Saringan Bensin Saringan Udara Karburator Selang Bensin Tutup Tangki

(25)

Tangki Bahan Bakar (

Type Sport)

1

 Ditempatkan di atas mesin

 Berfungsi untuk menampung bahan bakar.  Perlengkapan di Tangki Bahan bakar :

1. Tutup Tangki (Fuel Filler Cap)

2. Saringan Bahan bakar dalam tangki (Screen Set Fuel Strainer)

3. Kran Bahan Bakar (Fuel Cock)

4. Selang Bahan Bakar (Fuel Tube)

5. Saringan Bahan Bakar tambahan(Fuel Strainer)

6. Pengukur Bahan Bakar (Fuel Gauge)

1 2 4 3 5 6

(26)

Tangki Bahan Bakar

(Type Cub)

 Perlengkapan di Tangki Bahan bakar : 1. Tutup Tangki (Fuel Filler Cap)

2. Selang Bahan Bakar (Fuel Tube)

3. Saringan Bahan Bakar (Fuel Strainer)

4. Auto Cock Fuel -> tipe Karisma 5. Pengukur Bahan Bakar (Fuel Gauge)

1

2

3 4

(27)

Tutup Tangki

(Cap Fuel Filler)

Fungsi :

Penutup dan pelindung lubang pemasukan dari

debu dan air

Tempat sirkulasi udara atau pernafasan pada aliran

bahan bakar

Menjaga bensin tidak tumpah.

Tipe Lubang Pernafasan Tutup

Tangki :

a. Motor Cross

b. Cub

(28)

Tutup Tangki dengan

Check Ball

a) Tutup tangki pada posisi

normal, lubang pernafasan

terbuka dan udara dapat

masuk ke dalam tangki.

b) Tutup tangki pada posisi

terbalik, bensin akan

mendorong check ball

menutup lubang pernafasan

dan bensin tidak

tumpah/keluar dari tangki.

Terdapat pada type :

(29)

Kran Bahan Bakar

(Fuel Cock)

Kran Bahan Bakar berfungsi

untuk

membuka & menutup

aliran bahan bakar dari tangki

ke karburator.

Kran bahan bakar tipe sport

terletak di tangki dan

dilengkapi pengaturan bahan

bakar cadangan.

Cara kerja :

Lever Aliran Bensin

ON ACEF

RES BDEF

(30)

Kran Bensin Otomatis

(Auto Cock Fuel)

OFF

ON

Katup bensin otomatis digunakan

pada tipe Karisma, bekerja

berdasarkan kevakuman mesin.

Cara kerja :

Mesin off:

Membran ditekan oleh pegas

untuk menutup saluran.

Mesin hidup :

Kevakuman dari inlet manifold

akan menarik membran dan

membuka saluran bahan bakar.

BBM

(31)

Berfungsi untuk

menyaring

udara yang masuk ke karburator dan

ruang bakar

Saringan Udara

(Air Cleaner)

2

Saringan Udara yang Kotor menyebabkan :

Saluran - saluran karburator tersumbat

Piston dan silinder akan lebih cepat aus

(32)

1. Saringan udara jenis busa

(Urethane)

2. Saringan udara jenis kertas

(33)

Saringan udara jenis busa Saringan udara jenis kertas

Membersihkan Saringan Udara

(Air Cleaner)

(34)

Berfungsi :

1. Merubah bahan bakar cair

menjadi gas/kabut

2. Mencampur bensin dan udara

dengan perbandingan yang tepat

sesuai kebutuhan mesin

3. Menyuplai

campuran

bahan

bakar + udara ke dalam ruang

bakar

(35)

Kebutuhan campuran bensin dan udara pada mesin

sangat bervariasi sesuai temperatur, beban dan

percepatan mesin.

Putaran stasioner, beban berat dan percepatan tinggi

membutuhkan campuran kaya.

Putaran menengah dan beban ringan membutuhkan

campuran miskin.

Perbandingan Udara dan Bahan Bakar

(Air Fuel Ratio/

AFR):

1. Perbandingan Udara dan Bahan Bakar (AFR) teoritis

= 1:15, artinya untuk membakar habis 1 gram

bensin diperlukan 15 gram (kadar Oksigen dalam

udara 35%)

2. Campuran kaya (1:13) menjadikan pemakaian bahan

bakar boros.

3. Campuran miskin (1:17) menjadikan pemakaian

bahan bakar irit

(36)

Prinsip Kerja Karburator

1

Tekanan Atmosfir

Tekanan udara di sekitar kita.

Udara selalu memenuhi ruang

di sekitar kita dan mengalir ke

tekanan yang lebih rendah

Kevakuman

Hampa/tidak ada udara di

ruang tertutup.

Prinsip Perbedaan Tekanan

Dibuat penyempitan saluran

yang disebut venturi untuk

membentuk tekanan yang lebih

rendah.

(37)

Prinsip Kerja Karburator

1

Prinsip kerja Karburator sama dengan penyemprot obat nyamuk

Perubahan Tekanan

Apabila udara mengalir melintasi venturi B, kecepatan udara akan bertambah tetapi tekanan udara di B akan berkurang sehingga bensin akan terhisap ke atas.

(38)

Prinsip Kerja Karburator

1

Tipe Katup Gas (Throttle Valve) :

 Piston Valve

Katup gas bentuk piston yang naik turun membentuk venturi dan digerakkan langsung oleh kabel gas.

Digunakan pada hampir semua SMH.  Butterfly Valve

Katup gas bentuk kupu-kupu. Besarnya venturi ditentukan oleh kevakuman mesin.

Karburator jenis ini disebut Carburator jenis Constant Velocity. Digunakan pada tipe Sonic dan Phantom

(39)

Komponen Karburator

(40)

Komponen Karburator

(41)

Cara Kerja Karburator

3

a. Sistem Pelampung

b. Sistem Choke

c. Putaran Stasioner

d. Kecepatan Menengah

e. Kecepatan Tinggi

(42)

Volume bensin diatur oleh:

1. Pelampung (Float)

2. Jarum pelampung (Float valve)

Cara kerja :

1. Jika volume bensin turun, pelampung akan turun

membuka katup jarum

pelampung (float valve), sehingga bensin akan mengalir.

2. Jika volume bensin naik, pelampung ikut naik dan jarum pelampung menutup aliran bensin.

(43)

Berfungsi :

Untuk memperkaya campuran bensin dan udara pada saat mesin dalam keadaan dingin

Cara kerja :

1. Jika katup choke ditutup aliran udara yang masuk berkurang. 2. Mesin akan menyedot bensin

lebih banyak dan membentuk campuran yang kaya.

(44)

 Skep (Piston Valve) tertutup

 Udara mengalir melalui Slow Air Bleed menuju saluran Spuyer Kecil

(Slow Jet)

 Udara bercampur dengan bensin dari Spuyer Kecil (Slow Jet)

menuju ruang bakar

c. Putaran Stasioner

(Idle Speed)

SLOW AIR BLEED

SLOW JET

Putaran Stasioner : 1400 rpm +/- 100 rpm

Bagian yang bekerja :

1. Slow Air Bleed : mensuplai udara ke slow jet

2. Air Screw : mengatur komposisi campuran udara dan bensin

3. Slow Jet : mensuplai bensin untuk putaran stasioner 4. Trhottle Stop Screw : mengatur putaran stasioner

mesin dengan mengatur posisi skep (piston valve)

(45)

Pembukaan katup gas

= ¼ - ¾

 Udara mengalir melalui saluran venturi, Slow Air Bleed dan Main Air Bleed

 Jarum Skep (Jet Needle) terangkat mengikuti pergerakan skep (Piston Valve)

 Bensin mengalir melalui Spuyer Utama (Main Jet)

& Spuyer Kecil (Slow Jet)

d. Putaran Menengah

SLOW JET MAIN AIR BLEED SLOW AIR BLEED

Bagian yang bekerja : 1. Ventury

2. Slow Air Bleed 3. Main Air Air Bleed 4. Piston Valve

5. Needle Valve 6. Slow Jet

7. Main Jet

(46)

 Jumlah bensin yang melalui Main Jet ditentukan celah (clearance) antara Needle Jet dan Jet Needle yang berbentul tirus.

 Posisi pemasangan Clip pada Jet Needle akan menentukan jumlah bensin yang keluar dari Spuyer Utama (Main Jet).

(47)

Pembukaan katup gas

= ¾ - Penuh

 Udara mengalir melalui saluran venturi

 Jarum Skep (Jet Needle) terangkat mengikuti pergerakan piston valve  Bensin mengalir melalui

Spuyer Utama (Main Jet)

 Bagian yang bekerja :  Ventury

 Spuyer Utama (Main

Jet)

e. Putaran Tinggi (High Speed)

SLOW JET MAIN AIR BLEED SLOW AIR BLEED

(48)

Diagram Cara Kerja Karburator

Urutan komponen karburator yang bekerja pada berbagai tingkat pembukaan skep (Piston Valve) dapat digambarkan sbb :

(49)
(50)

KOMPONEN KARBURATOR CV

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10 11 12 13

1. Tutup mangkok

vakum

2. Per vakum

3. Jarum vakum

4. Membran vakum

5. ACV

6. Needle Jet

7. Slow Jet

8. Jarum Pelampung

9. Pelampung

10.Screw penguras

11.Main Jet

12.Needle Jet Holder

13.Screw Udara

14.Auto By Stater

(51)
(52)

Auto Bystarter

(53)

AUTO BY STATER

Saat menStart-mesin:

Pada saat menghidupkan mesin, starter valve akan tertarik ke dalam oleh

thermowax (mesin dalam keadaan dingin).

Pada saat temperatur mesin sudah panas (diatas 40oC) thermowax akan

mengembang, dan mendorong starter valve sehingga saluran choke menutup sehingga didapatkan campuran bahan bakar dan udara yang ideal.

(54)

PUTARAN LANGSAM/ IDLE

Pada putaran langsam supply bahan bakarberasal dari : slow jet dan auto by stater

Slow Jet

Udara masuk melalui slow air bleed menuju slow jet, bahan bakar akan keluar melalui slow jet. (terjadi campuran BBM + udara)

Adanya kevakuman pada intake manifold, campuran BBM + udara tsb akan terhisap ke Intake Manifold

Auto By Stater

Udara masuk menuju auto by stater melalui saluran auto by stater

Bensin keluar melalui by stater jet menuju auto by stater sehingga tejadi pencampuran BBM + udara di auto by stater.

Adanya kevakuman pada intake manifold, Campuran BBM + udara tersebut akan terhisap ke intake manifold

Setelah Suhu mesin 40 C, auto bys stater akan menutup by stater jet

s Udara Udara M a in J e t Sl ow J e t a ut o by s ta te r J e t Auto by stater

Saluran auto by stater

s low a ir ble e d Intake Manifold

(55)

PUTARAN MENENGAH

Pada putaran Menengah supply bahan bakar berasal dari : Slow Jet dan Main Jet Slow Jet

Udara masuk melalui slow air bleed menuju slow jet, bahan bakar akan keluar melalui slow jet. (terjadi campuran BBM + udara) Adanya kevakuman pada intake manifold, campuran BBM + udara akan terhisap ke intake manifold

Main Jet

Udara masuk menuju vakum dan akan terkumpul di bawah membran vakum

Pada saat putaran menengah skep akan membuka separuh (seperti pd gbr)

Udara yang berada di atas membran akan keluar melalui celah piston, krn adanya kevakuman pada intake manifold

Akibatnya tekanan udara di atas membran lebih kecil dari tekanan udara di bawah membran. Pada saat itulah per vakum sudah tidak bisa menahan tekanan udara di bawah membran. Sehingga membran terangkat keatas

Bahan bakar keluar melalui Main jet, bercampur udara di venturi, kemudian terhisap ke ruang bakar

s Udara Udara M a in J e t Sl ow J e t a ut o by s ta te r J e t

Main Air Bleed

s low a ir ble e d Intake Manifold s

(56)

PUTARAN TINGGI

Pada putaran tinggi supply bahan bakar berasal dari : Main Jet Main Jet

Udara masuk menuju vakum dan akan terkumpul di bawah membran vakum

Pada saat putaran tinggi skep akan membuka penuh (seperti pd gbr)

Udara yang berada di atas membran akan keluar seluruhnya melalui celah piston, krn adanya kevakuman pada intake manifold

Akibatnya tekanan udara di atas sangat rendah

pada saat itulah per vakum sudah tidak bisa menahan tekanan udara di bawah membran. Sehingga membran terangkat keatas penuh

Bahan bakar keluar melalui Main jet, bercampur udara di venturi, kemudian terhisap ke intake manifold

Pada putaran tinggi, campuran BBM + udara sangat cepat bergerak. Namun Bahan bakar lebih cepat sampai di ruang bakar. Untuk itu perlu di supply udara tambahan melalui Main air bleed s Udara Udara M a in J e t Sl ow J e t a ut o by s ta te r J e t

Main Air Bleed

Intake Manifold

(57)

Berfungsi :

Menyuplai bahan bakar tambahan untuk menghindari penurunan tenaga mesin, karena campuran miskin saat skep dibuka tiba-tiba.

Karburator TPFC

(58)

a. Katup Gas Menutup :

Membran bergerak ke atas, Inlet Check Ball terbuka dan Outlet Check Ball tertutup. Bensin dari ruang pelampung terhisap ke Ruang Membran.

b. Katup Gas Dibuka :

Membran menekan bensin di Ruang Membran, Inlet Check Valve tertutup dan Outlet Check Valve terbuka. Bensin akan keluar melalui nozzle menuju ke Ruang Bakar.

(59)

Berfungsi :

Untuk mencegah terjadinya ledakan pada

knalpot pada saat putaran mesin turun dari

Rpm Tinggi ke Rpm rendah, karena campuran

udara – bensin terlalu miskin.

Karburator ACV

6

(60)

Cara Kerja ACV

Membran ACV selalu ditekan oleh pegas untuk membuka Saluran Udara (Air Passage), sehingga suplai udara ke Slow Jet dilakukan oleh ACV dan Slow Air Bleed.

(61)

Cara Kerja ACV

 Saat menurunkan putaran mesin dari RPM tinggi dengan menutup katup gas, kevakuman yang tinggi di belakang skep gas akan diteruskan ke membran ACV.

 Membran ACV bergerak ke atas dan piston ACV menutup saluran udara /memotong aliran udara, sehingga campuran bensin dan udara dari Slow Jet menjadi lebih kaya.

SLOW JET SLOW AIR BLEED

ACV membuka dan menutup saluran udara

(62)

Mekanisme kerja

”Throttle Switch System ”

Pada saat akselerasi, dengan

sensor dipasang pada throttle

karburator memberikan sinyal

ke DC-CDI untuk menepatkan

derajat pengapian agar selaras dengan putaran mesin pada saat sensor tersentuh throtle, kemudian sinyal diteruskan ke Ignition Coil, agar

pembakaran di ruang bakar oleh sparkplug menjadi lebih sempurna, mengakibatkan penghematan pemakaian bahan bakar dan mereduksi emisi gas buang. SPARK PLUG IGNITION COIL C D I THROTTLE SWICTH SYSTEM Fire

Cara Kerja TSS

(63)

Throtle switch di desain untuk mendorong agar terjadi pembakaran

yang sempurna dan untuk meningkatkan tenaga mesin pada putaran rendah.

Berikut cara kerjanya :

1. Pada posisi normal , dimana karburator tidak dioperasikan maka kita akan melihat bahwa posisi dari switch akan berada didalam alur dari throtle valve.

2. Pada putaran rendah, dimana ketinggian angkat dari throtle valve kurang dari 40 % dari total tinggi angkatnya, "Switch pada posisi ON". Selanjutnya "ON Signal" ini akan dikirim ke CDI. Pada tingkatan ini CDI akan melakukan pengapian pada 15- 27 Derajat Sebelum titik mati atas 3. Pada putaran tinggi, dimana ketinggian angkat dari throtle valve lebih dari 40 % dari total tinggi angkatnya , maka "Switch pada posisi OFF". Selanjutnya "OFF Signal" akan diterima CDI. Pada Tingkatan ini CDI akan melakukan pengapian pada 35 Derajat sebelum titik mati atas

CDI di rubah derajat pengapiannya karena:

1. Emisi gas buang akan bisa dikurangi sehubungan dengan pembakaran yang sempurna - "Emission Purpose".

2. Tenaga mesin akan bertambah sehubungan dengan pembakaran yang sempurna - "Increase Power Purpose".

(64)

Throttle Body

Fuel Feed Hose Fuel Suction Filter

Fuel Pump Module Pressure Regulator

FUEL DELIVERY SYSTEM

Sistim aliran bahan bakar yang menggunakan sistim Control

Elektronik yang menjadikan Supra X 125 PGM FI adalah motor type

bebek yang paling irit dan ramah lingkungan di kelasnya.

(65)

Sistem Aliran bahan bakar

• Fuel Pump Module

• Pressure Regulator

• Injector

• Throttle Body dg Sensor Unit

• Engine Control Module

ECM Throttle Body

Injector

Pressure Regulator

Fuel Pump System Flow:

(66)

Fuel Delivery System

Pressure Regulator

(67)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :