• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Tambang BAB III Konsep Manajemen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Manajemen Tambang BAB III Konsep Manajemen"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

BAB III

PROSES MANAJEMEN

PROSES MANAJEMEN

Setiap organisasi dapat dipastikan memiliki satu atau beberapa tujuan Setiap organisasi dapat dipastikan memiliki satu atau beberapa tujuan yang memberikan arah dan menyatukan pandangan unsur yang terdapat yang memberikan arah dan menyatukan pandangan unsur yang terdapat di

di daldalam am orgorganianisassasi i tertersesebutbut. . SudSudah ah barbarang ang tententu tu tujtujuan uan yanyang g akakanan dicapai di masa yang akan datang tersebut adalah suatu keadaan yang dicapai di masa yang akan datang tersebut adalah suatu keadaan yang lebih baik

lebih baik dari pada dari pada keadkeadaan aan sebesebelumnlumnya. ya. Dalam rangka Dalam rangka pencpencapaiaapaiann tujua

tujuan-tujun-tujuan an inilainilah h diperdiperlukan serangkalukan serangkaian ian kegiakegiatan tan sepeseperti rti yang yang telahtelah dikemukakan di atas yang lebih

dikemukakan di atas yang lebih dikenal sebagai proses manajemen.dikenal sebagai proses manajemen.

Secara umum proses manajemen dapat dikelompokkan menjadi : Secara umum proses manajemen dapat dikelompokkan menjadi : 1.

1. PenPenetaetapan tupan tujuajuan (n (goal setting goal setting ).). 2.

2. PerPerencencanaanaan an (( planning  planning ).). 3.

3. Staffing Staffing .. 4.

4. PenPengatgaturauran n ((Directing Directing ).). 5.

5. PenPengawgawasasan an ((Supervising Supervising ).). 6.

6. PenPengengendadalialian (n (controlling controlling ).).

Ra

Rangngkakaiaian n prprososes es mamananajejememen n inini i memerurupapakakan n prprososes es yayang ng bebersrsifaifatt dinamis. Dengan kata lain, proses tersebut tidak dapat dilihat sebagai dinamis. Dengan kata lain, proses tersebut tidak dapat dilihat sebagai suatu

tahapan-suatu tahapan-tahatahapan pan yang yang berdberdiri iri sendsendiri iri melamelainkan sebagai inkan sebagai prosproseses yang

yang berkaberkait yang memungkit yang memungkinkan adainkan adanya pengunya pengulanglangan kembalan kembali suatui suatu ta

tahahapapan n prprososes es yayang ng tetelalah h didilalakukukakan n sesebebelulumnmnyaya, , teterurutatama ma dadalalamm kaitannya dengan hubungan antara perencanaan dan

kaitannya dengan hubungan antara perencanaan dan pengendalian.pengendalian.

Un

Untutuk k memelalaksksananakakan an prprososeses-p-proroseses s mamananajejememen n di di atatasas, , mamananajejer r  memerlukan prasarana dan sarana, di antaranya memerlukan kekuasaan, memerlukan prasarana dan sarana, di antaranya memerlukan kekuasaan, tu

tujuajuan n ororieientntasasi, i, mamanunusisia, a, seserta rta susumbmber er dadaya ya lalaininnynya. a. KeKekukuasasaaaann dib

(2)

Terdapat beberapa jenis kekuasaan yang mungkin diperlukan, di antaranya adalah :

1. Kekuasaan formal yang terjadi karena suatu posisi atau jabatan tertentu (Legitimate).

2. Kekuasaan untuk memaksa atau menghukum (Coercive power ). 3. Kekuasaan untuk memberikan penghargaan (Reward power ).

4. Kekuasaan/kekuatan yang bisa menyebabkan orang lain mengikuti atau melakukan peniruan (Reference power ).

5. Kekuasaan yang ditimbulkan oleh keunggulan pengetahuan, pengalaman, kemampuan, dan keterampilan (Expert power ).

3.1. PENETAPAN TUJUAN

Penetapan tujuan merupakan tahapan paling awal dari suatu proses manajemen. Tujuan merupakan misi sasaran yang ingin dicapai oleh suatu organisasi di masa yang akan datang dan manajer bertugas mengarahkan jalannya organisasi untuk mencapai tujuan tersebut. Effektifitas pencapaian tujuan tersebut, selain ditentukan oleh kemampuan manajer, juga ditentukan oleh sifat-sifat dari tujuan itu sendiri. Tujuan yang baik harus memenuhi sifat-sifat sebagai berikut :

1. Spesifik, jelas apa yang ingin dicapai atau diperoleh. 2. Realistis, bisa dicapai dan bukan sekedar angan-angan.

3. Terukur, memiliki ukuran-ukuran tertentu untuk menentukan keberhasilannya.

4. Terbatas waktu, mempunyai batas waktu sebagai target kapan tujuan tersebut harus bisa dicapai.

Dalam penetapan tujuan ini terdapat dua pendekatan yang dapat dilakukan yaitu apa yang disebut dengan pendekatan puncak-bawah (top-down) atau pendekatan dari atas dan pendekatan bawah-puncak

(3)

(bottom-up) atau pendekatan dari bawah.

Dengan menggunakan pendekatan dari atas puncak-bawah ( top-down), tujuan dibuat terlebih dahulu oleh manajemen lapisan atas. Tujuan yan telah dirumuskan di sini kemudian dikaji dan dijabarkan lagi oleh lapisan manajemen di bawahnya untuk kemudian dirumuskan lagi. Begitu seterusnya sampai ke lapisan manajemen paling bawah sehingga memungkinkan didapatkannya konsistensi tujuan akhir.

Berbeda dengan pendekatan dari atas, maka pendekatan dari bawah merupakan kebalikan dari pendekatan tersebut. Penetapan tujuan dimulai dari individu-individu pada lapisan manajemen bawah. Kemudian dilakukan pengkajian terhadap tujuan-tujuan tersebut pada lapisan manajemen di atasnya untuk dirumuskan dalam suatu tujuan tertentu. Begitu seterusnya sampai akhirnya mencapai lapisan manajemen puncak (top management ), tujuan tersebut akhirnya terumuskan sebagai kesepakatan bersama.

Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam tujuan ini berkenaan dengan tingkatan dalam organisasi adalah tujuan memiliki hirarki atau tingkatan tertentu pula. Pada tingkatan organisasi paling atas, dengan kata lain tingkat manajemen puncak, tujuan bersifat sangat global. Makin ke bawah tingkatan tujuan tersebut makin terjabarkan sehingga bersifat sangat spesifik dan operasional. Misalkan sebuah perusahaan bertujuan meningkatkan jumlah keuntungan pada tahun produksi mendatang. Bagi bagian pemasaran, tujuan tersebut dapat dirumuskan lagi dalam bentuk sasaran penjualan (misalkan dalam rupiah) tahun mendatang yang harus dicapai. Pada tingkatan di bawahnya lagi tujuan tersebut dijabarkan lagi dalam penentuan strategi promosi yang harus dilakukan.

(4)

3.2. PERENCANAAN

Perencanaan merupakan proses pemilihan informasi dan pembuatan asumsi-asumsi mengenai keadaan di masa yang akan datang untuk merumuskan kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Terdapat berbagai bentuk rencana yang pada dasarnya dibedakan menjadi :

1. Kebijaksanaan ( policy ),adalah rencana yang menerangkan keseluruhan batasan kegiatan secara umum dan komprehensif yang menjadi pegangan dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan.

2. Prosedur,adalah rencana yang menerangkan tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk menjalankan suatu kegiatan.

3. Metode,adalah rencana yang menerangkan tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk menjalankan suatu kegiatan.

4. Standard, yaitu suatu gambaran pencapaian yang diharapkan dari kegiatan-kegiatan yang direncanakan.

5. Anggaran, yaitu rencana mengenai penerimaan dan pengeluaran uang dalam suatu kegiatan.

6. Program, adalah rencana komprehensif yang menyangkut pemakaian sumber daya secara integratif termasuk jadwal pelaksanaan kegiatan-kegiatan.

Di samping itu perencanaan juga dapat dilihat dari sudut jangkauan waktu atau kurun (horizon) perencanaannya. Ada rencana yang jangkauan waktunya panjang atau lebih dikenal lagi dengan sebutan rencana janka panjang (strategis), misalkan rencana untuk 5 tahun mendatang. Di lain pihak ada rencana yag jangkauan waktunya lebih pendek, misalkan rencana untuk satu tahun bahkan satu bulan mendatang, yang disebut sebagai rencana operasional (taktis).

(5)

Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menyusun perencanaan secara umum adalah sebagai berikut :

1. Mendefinisikan persoalan yang direncanakan dengan jelas dan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

2. Mengumpulkan informasi-informasi yang berkenaan dengan kegiatan-kegiatan yang mungkin akan terjadi dalam rangka pencapaian tujuan tersebut.

3. Melakukan analisis terhadap informasi yang dapat dikumpulkan dan mengklasifikasikannya atas kepentingannya.

4. Menetapkan batasan-batasan perencanaan. 5. Menetapkan alternatif-alternatif rencana.

6. Memilih rencana yang akan dipakai dari alternatif-alternatif yang ada. 7. Menyiapkan langkah-langkah pelaksanaan yang lebih rinci serta

penjadwalan pelaksanaannya.

8. Melakukan pemeriksaan ulang (review ) terhadap rencana yang diusulkan sebelum rencana dilaksanakan.

3.3. STAFFING 

Staffing  adalah proses manajemen yang berkenaan dengan pengerahan (recruitment ), penempatan, pelatihan, dan pengembangan tenaga kerja dalam organisasi. Pada dasarnya prinsip dari tahapan proses manajemen ini adalah menempatkan orang yang sesuai pada tempat yang sesuai dan pada saat yang tepat (right people, right position, right time).

Sebelum mencari orang untuk ditempatkan dalam satu posisi tertentu maka terlebih dahulu ditetapkan struktur organisasi yang akan dipakai. Masing-masing posisi pada organisasi tersebut kemudian harus dijelaskan lingkup tugas, tanggung jawab, dan keahlian serta keterampilan yang

(6)

diisyaratkan yang dikenal sebagai uraian jabatan ( job description) dan persyaratan jabatan ( job requirement ). Berdasarkan kedua hal inilah baru dilakuan proses staffing tersebut.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam tahapan staffing ini pada dasarnya adalah sebagai berikut :

1. Perencanaan sumber daya manusia, yaitu tahapan penentuan akan kebutuhan tenaga kerja dalam suatu organisasi dengan mempertimbangkan rencana organisasi seperti pengembangan yang akan dilakukan di samping juga mempertimbangkan faktor luar seperti kondisi pasar tenaga kerja.

2. Pengerahan tenaga kerja (recruitment ), yang dapat berasal dari pasar  tenaga kerja maupun berasal dari promosi dalam organisasi itu sendiri. 3. Seleksi, yaitu proses pemilihan tenaga kerja yang sesuai dengan posisi

yang akan diisi dari sekumpulan orang yang didapat dari proses pengerahan tenaga kerja.

4. Pelatihan (training ), setelah didapatkan orang yang sesuai untuk satu posisi tertentu, maka langkah berikutnya adalah melakukan pelatihan bagi orang tersebut sehingga memenuhi kualifikasi persyaratan  jabatannya.

5. Penilaian kinerja ( performance appraisal ) setiap tenaga kerja yang ada untuk melihat kemungkinan promosi, mutasi, atau bahkan mungkin pemberian hukuman, setelah jangka waktu tertentu (secara berkala).

3.4. PENGATURAN (DIRECTING )

Pengaturan (directing ) adalah usaha untuk memobilisasi sumber-sumber  daya yang dimiliki oleh organisasi agar dapat bergerak dalam satu kesatuan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Dalam tahapan proses ini terkandung usaha-usaha bagaimana memotivasi orang agar 

(7)

dapat bekerja dengan baik, bagaimana proses kepemimpinan yang memungkinkan pencapaian tujuan serta dapat memberikan suasana hubungan kerja yang baik, dan bagaimana mengkoordinasi orang-orang dan kegiatan-kegiatan dalam suatu organisasi.

Pada dasarnya dalam bekerja orang memiliki motivasi yang berbeda-beda. Apabila motivasi ini dapat dikenali dan kemudian dirangsang dengan tepat maka bisa diharapkan orang tersebut akan memiliki kinerja yang baik. Proses kepemimpinan yang baik harus memperhatikan aspek motivasi tersebut.

 Aspek lain yang sangat penting dalam pengaturan adalah koordinasi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan koordinasi antara lain adalah sebagai berikut :

1. Rentang kendali (span of control ) yaitu banyaknya orang yang masih dapat dikendalikan oleh seseorang secara efektif. Pada dasarnya makin banyak bawahan yang harus dikendalikan maka koordinasi yang semakin sulit. namun harus pula diingat bahwa jenis pekerjaan dan tingkat manajemen juga mempengaruhi kemampuan tersebut.

2. Hirarki organisasi sesedikit mungkin sehingga perintah atau informasi  jangan sampai terlambat atau menyimpang.

3. Adanya kesatuan komando.

3.5. PENGAWASAN (SUPERVISING )

Pengawasan (supervising ) didefinisikan sebagai interaksi langsung antar  individu-individu dalam suatu organisasi untuk mencapai kinerja serta tujuan organisasi tersebut.

(8)

tertentu dalam organisasi yaitu fenomena kelompok formal dan informal dalam suatu organisasi. Kelompok formal adalah kelompok yang dapat dilihat pada struktur organisasi resmi yang dibentuk oleh manajemen untuk melaksanakan suatu tugas atau kegiatan tertentu. Namun demikian dapat timbul suatu kelompok informal yang berbeda dengan kelompok formal. Kelompok ini bisa membentuk struktur yang kuat dengan pemimpin sendiri serta mungkin aturan-aturan sendiri pula.

Kelompok informal ini bisa mendukung organisasi tetapi juga bisa menghambat organisasi. Tahapan pengawsan ini harus bisa mengatasi kemungkinan hambatan dari kelompok informal ini. Bagaimana menjaga hubungan antar individu dan juga antar kelompok formal-informal harus dilakukan dengan baik.

3.6. PENGENDALIAN

Pengendalian adalah proses penetapan apa yang telah dicapai, yaitu proses evaluasi kinerja, dan jika diperlukan dilakukan perbaikan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Kegiatan ini sangat erat kaitannya dengan kegiatan perencanaan sebab pada kegiatan pengendalian inilah dilihat apakah yag direncanakan tersebut dapat dicapai atau tidak.

Proses pengendalian tersebut dapat diterangkan sebagai berikut :

1. Sebagai langkah pertama dilakukan pengukuran terhadap kinerja yang telah ditampilkan dalam selang waktu pengendalian tertentu.

2. Kemudian hasil yang dicapai tersebut dibandingkan dengan standard yang telah ditetapkan dalam rencana untuk menentukan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.

3. Apabila penyimpangan-penyimpangan yang terjadi masih berada dalam batasan-batasan yang diijinkan dalam rencana maka proses

(9)

manajemen terus dilakukan, jika tidak maka harus dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap rencana yang telah dibuat sehingga proses manajemen berulang kembali.

3.7. DAFTAR PUSTAKA

1. Ali Basyah Siregar dan TMA Ari Samadhi, “Manajemen”, ITB,1987 2. R L Katz, Skills of an Effektif Administration, Harvard Business,

September-Oktober, 1974

3. Stoner, James A F dan C Wankel, ”Management” , 3 th ed, Englewood

Cliff : Prentice Hall International, 1986

4. Sukarno K, ”Dasar-dasar Manajemen”, Penerbit Miswar, 1985

5. Terry, George R dan S G Franklin, “Principles of Management”, 8 rd, Homewood : Richard Irwin, Inc, 1982

Referensi

Dokumen terkait

Aplikasi game berbasis Android yang penulis buat dalam penelitian ini bertujuan untuk, agar bisa dijadikan game edukasi untuk mengenalkan kebersihan yang mengusung tema

(5) Penjabaran lebih lanjut mengenai tugas pokok dan fungsi Rumah Sakit Umum Daerah Kelas D ditetapkan dengan Peraturan Bupati.. Bagian Kedua

Penulis akan menganalisis 4 (empat) iklan rokok pada papan reklame. Salah satu iklan yang menjadi objek penelitian adalah iklan rokok Dunhill Mild edisi Discover

Teknik komunikasi langsung yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah dengan cara melakukan kontak langsung atau dengan melakukan wawancara yang dilakukan dengan

Berdasarkan analisis tingkat resiko tsunami, daerah dengan resiko sangat tinggi dan tinggi terdapat di dua wilayah pesisir utara yaitu Kecamatan Alok dan Magepanda dengan

Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 17 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya Tahun 2020 kepada Pegawai Negeri

Masih banyak terjadi kesalahan konsep pembelajaran pecahan di antara calon-calon guru di Indonesia yang disebabkan kurangnya pemahaman tentang konsep dasar pecahan

Berdasarkan uji hedonik nata de soya dapat dilihat pada gambar 4 penilaian panelis terhadap tingkat kesukaan terhadap nata de soya Penilaian panelis terhadap kesukaan pada