• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA. Andnesse, JP Nature and Management of Tropical Peat Soil. FAO. Roma.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA. Andnesse, JP Nature and Management of Tropical Peat Soil. FAO. Roma."

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Aleksandrova, L.N. 1967. Organomineral humic acid derivates and methods of studying them. Paper read at a conference on methods of studying humus. Cornissing I1 of the All-Union Society of Soil Scientist, February 8, 1967.

Anderson, S.J, and G. Sposito. 1992. Proton surface charge density in soils with structural and pH-dependent charge. SSSA Journal 56: 1437 - 1443.

Andnesse, JP. 1988. Nature and Management of Tropical Peat Soil. FAO. Roma.

. 1997. The reclamation of peatswamps and peat in Indonesia. CWS

Monograph No. 1. CWS. Bogor.

Askin, A., Sudradjat, dan Prilly. 1995. Pengaruh pemberian kapur, pupuk K dan pupuk mikro terhadap pertumbuhan dan produksi jagung (Zea mayz L.) pada tanah bergambut. Dalam Teknologi produksi dan pengembangan system usaha tani di lahan rawa. Proyek Penelitian Pengembangan Pertanian Rawa Terpadu-ISDP. Balitbang Pertanian. Jakarta.

Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 1990. Usahatani di Lahan Pasang Surut dan Rawa. Risalah Seminar Hasil Penelitian. Proyek Penelitian Pertanian Lahan Pasang Surut dan Rawa Swamps

II.

Bogor.

Bao, L. 1985. Effect and management of potassium fertilizer ion wetland rice in

China. In Wetland Soils : Characterization, Classification, and Utilization. IRRI. Los Banos, Phillipines.

Black, C.A. 1965. Methods of Soil Analysis. Part 2. Chemical Analysis of Soils. NZ Soil Beareau Scientific Report No. 80. New Zealand.

Blakemore, L.C., P.L. Searle and BK Daly. 1987. Methods for Chemical

Analysis of Soils. NZ Soil Bureau Scientific Report No. 80. New Zealand. Bohn, H.L., B.L.McNea1 and G.A O'Connor. 1979. Soil Chemistry. John Wiley

& Sons. New York.

Driessen, PM. 1978. Peat soils. In Soil and Rice. IRRI. Los Banos.

dan M. Sudjadi. 1981. Soils and spesific soil problem of tidal swamps. Workshop on Research Priorities in Tidal Swamp Rice. IRRI.

Halim, A. 1987. Pengaruh pencampuran tanah mineral dan basa dengan tanah gambut pedalaman Kalimantan Tengah dalam budidaya tanaman kedelai. Disertasi. Fakultas Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

(2)

Halim, A., Gunawan, G. Soepardi. 1983. Tanggapan tanaman kedelai terhadap pemberian besi pada campuran tanah mineral dan kapur dengan gambut

pedalaman. Dalam Prosiding Seminar Nasional Gambut I. Yogyakarta. Hardjowigeno, S. 1996. Pengembangan lahan gambut untuk pertanian : Suatu

peluang dan tantangan. Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Ilmu Tanah.

Fakultas Pertanian IPB. Bogor.

Hardjowigeno, S. 1997. Pemanfaatan gambut benvawasan lingkungan. Dalam Alami. Pengelolaan Gambut Berwawasan Lingkungan Vol. 2 No. 1. BPPT Jakarta.

Kanapathy, K. 1975. Factors in the utilization of peat soil in Paneinsula Malaysia. Proc. Third Asean Soil Conference. Kuala Lumpur.

Kyuma, K., and P. Vijarnsorn. 1992. Distribution and Inherent Characteristics of Soils in Coastal Lowlands in Insular Southeast Asia In Coastal Lowland Ecosystems in Southern Thailand and Malaysia. Showado Printing Co, Kyoto

Lucas, R.E. 1982. Organic soil (Histosol): formation, physical and chemical properties and management for crop production. Research report 435 Farm Science.

Maas, A. 1997. Pengelolaan lahan garnbut yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Dalam Alami. Pengelolaan Gambut Berwawasan Lingkungan Vol. 2 No. 1. BPPT Jakarta.

Marthur, S.P. and M.P. Levesque. 1983. The effects of using copper for mitigating Histosol subsidence on : 2. The distribution of copper, manganese, zinc and iron in an organic soil, mineral sublayers and their mixtures in the context of setting a threshold of phytotoxic soil copper. SSSA Journal 135 (3) : 166-176.

McLaren, R.G., and D.V. Crawford. 1973. Studies on soil copper: 1. The fractionation of copper in soils. Soil Sci. J. 24 : 173 - 181.

Mmita. 2001. Peranan bahan amelioran besi p e 3 3 dan zeolit terhadap perilaku kalium dan produksi padi pada tanah gambut pantai dan peralihan Jarnbi.

Disertasi. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor. Naganuma, K and M. Okazaki. 1992. Surface Charge and Adsorption

Characteristics of Copper and Zinc on Peat Soils In Coastal Lowland Ecosystems in Southern Thailand and Malaysia. Showado Printing Co, Kyoto.

(3)

Parker, J.C., L. W.Zelazny, S Samprath and W.G. Harris. 1979. A critical evaluation of the extension of zero point charge (ZPC) theory to soil systems. SSSA Journal 43:668 - 673.

Polak, B. 1975. Character and Occurrence of Peat Deposits in the Malaysian Tropics pp.71 - 83. In Modem quarternary research in Southeast Asia. Rotterdam.

Ricca, G., and F. Severini. 1993. Structural investigation of humic substances by R-FT, 13C-NMR Spectroscopy and comparison with a maleic oligomer of known structure. Geoderma 58: 233 - 244.

Riwandi. 200 1. Kajian stabilitas gambut tropika Indonesia berdasarkan analisis kehilangan carbon organik, sifat fisiko-kimia, dan komposisi bahan garnbut. Disertasi. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sabiham, S. 1988. Studies on peat in the coastal plains of Sumatra and Borneo. I. Physiography and geomorphology of the coastal plains. Southeast Asian

Studies. Kyoto Univ 26 (3) : 308 - 335.

.

dan Sumawinata, B. 1989. Studies on peat in the coastal plains of Sumatra and Borneo. II. The clay mineralogy composition of sediment in coastal plains of Jambi and South Kalimantan. Southeast Asian Studies. Kyoto Univ 27 (1) : 35

-

54.

Sakurai, K. 1988. Factors affecting zero point of charge (ZPC) of variable charge soils. Soil Sci. Plant. Nutr 35 (I) : 21 - 31.

., Ohdate Y, and Kyuma, K. 1989. Comparison on salt titration and potentiometric titration methods for the determination of zero point of charge (ZPC). Soil Sci. Plant. Nutr. 34: 171 - 182.

Salampak. 1999. Peningkatan produktivitas tanah gambut yang disawahkan

dengan pemberian bahan amelioran tanah mineral berkadar besi tinggi. Disertasi. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor. Saragih, E.S. 1996. Pengendalian asam-asam fenolat meracun dengan

penambahan Fe(III) pada tanah gambut dari Jambi, Sumatera. Tesis.

Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Schulthess, C.P., and D.L. Sparks. 1986. Backtitration technique for proton isotherm modelling of oxide surface. SSSA Journal 50 : 1406 - 141 1. Setiadi, B. 1997. Penyuburan gambut, aspek strategis pembukaan lahan gambut

satu juta hektar, Dalam Alami. Pengelolaan Gambut Berwawasan Lingkungan Vol. 2 No. 1. BPPT Jakarta.

(4)

Soepartini, M. 1988. Penilaian ekstraksi kalium tanah. Risalah Seminar Hasil Penelitian Tanah., Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. Balitbang Pertanian. Jakarta.

Stevenson, F. J. 1982. Humus Chemistry: Genesis, Composition, Reactions. John Wiley & Sons. New York.

Stevenson, F.J., and A. Fitch. 1986. Reactions with Organic Matter In : Copper in Soil and Plants. Academic Press, Sidney.

Suranta, I. W.M., I.P.G. Widjaja-Adhi, dan N. S. Mulyani. 1993. Pengaruh penarnbahan amelioran terhadap dinamika hara N, P, K dalam tanah gambut. Pemberitaan Penelitian Tanah dan Pupuk 10: 157 - 189.

Syarif, M. dan Edison. 1997. Pennasalahan penanganan lahan gambut sebagai lahan pertanian produktif di Kabupaten Tanjung Jabung Jambi. Prosiding

Seminar Nasional Pengembangan dan Pengelolaan Surnber Daya Air. Direktorat Jendral Pengairan dan YPF-INACID. Jakarta.

Syers, J.K., M.G. Browman, G. W. Smilie and R.B. Corey. 1973. Phosphate sorption by soils evaluated by Langmuir adsorption equation. SSSA Journal 37: 358 - 363.

Tan, K.H 1998. Principles of Soil Chemistry. Marcel1 Dekker, Inc New York. Tisdale, S.L., W.L. Nelson and J.D. Beaton. 1990. Soil Fertility and Fertilizers.

The Macmillan Co. New York.

Uexkull, V. 1985. Availability and Management of Potassium in Wetland Rice Soil. In Wetland soils: characterization, classification and utilization. DRRI. Los Banos. Phillipines.

Widjaja-Adhi, I.P.G., J.A. Silva, and R.L. Fox. 1990. Assessment of external P requirement of maize on Paleudults and Eustostox. Pemberitaan Penelitian Tanah dan Pupuk 9: 14-20.

(5)
(6)

Lampiran 1. Peta lokasi pengambilan contoh tanah gambut pantai di Jambi

LEGENDA :

A : Lokasi Pengambilan Contoh L : Lagan

Garis melintang pada peta merupakan Garis Sabiharn (1 988) untuk membedakan tiga tipologi kondisi pembentukan garnbut.

(7)

Lampiran 2. Peta lokasi pengambilan contoh tanah gambut pantai di Kalimantan Tengah

LEGENDA :

... .- . : Batas Propinsi

(8)

Lampiran 3. Kurva hubungan pH dan volume asamhasa tanah gambut pantai Jarnbi pada berbagai tingkat dekomposis~ FIBRIK + ASAM

1

FIBRIK + BASA 1 2.6 1 0 1 2 3 4 5 ml Basa HEMIK + ASAM 6.6 6.1

1

HEMIK + BASA 6.6

,

2.6 1 0 1 2 3 4 5 rnl Basa SAPRIK + ASAM 1 SAPRIK + ASAM

:::

1

(9)

-Lampiran 4. Kurva hubungan pH dan volume asamhasa tanah gambut pantai Kalimantan Tengah pada berbagai tingkat dekomposisi FIBRIK + ASAM 7 - 6.5 - 6 - 5.5 -

-

-

-3M

5

4.:

:

I

!

FIBRIK+ BASA

-

-

-3hwl -7hwl 3.5 1 2.5 1 0 1 2 3 4 5 ml Basa HEMIK + ASAM

:Em

4.5

- - . . -

10 had 4 3 5 3 2 5 0 2 4 (1 0 10 '7 14 16 18 20 22 ml Asam HEMIK + BASA -7 hn( SAPRIK + ASAM SAPRIK + ASAM

(10)

. Lampiran 5. Data pengukuran konsentrasi keseimbangan K dan hasil perhitungan dengan

model linear Langmuir pada tanah gambut pantai Jambi dengan tingkat 63 dekomposisi saprik Perlakuan pH ZPC

-

0.25 Taraf K

I

Blanko

\

I

I

1

Cldm -0.0171 -0.0204 -0.0234 -0.0693 -0.0306 -0.0333 -0.0722 -0.0722 -0.0833 -0.0967 0.1500 0.1000 0.5167 (ppm) 0 5 10 15 20 25 50 75 100 150 200 300 400 Perlakuan pH ZPC

1

TarafK 1 Blanko

I

I

0.5 5.5 9.75 15 20 25 50 75 100 150 250 350 400 (ppm) 0 0.5 Perlakuan pH ZPC + 0.50

I

Taraf K ( Blanko

I

I

(11)

Lampiran 6. Data pengukuran konsentrasi keseimbangan K dan hasil perhitungan dengan

model linear Langrnuir pada tanah gambut pantai Jambi dengan tingkat 64 dekomposisi hemik Perlakuan Taraf K (ppm) 0 5 10 15 20 25 50 75 100 150 200 300 400 pH ZPC

-

0.25 Blanko 0.5 5 9.75 11.5 20 22.5 50 75 100 150 250 350 395 Perlakuan pH ZPC + 0.25 Perlakuan pH ZPC C 22.25 25.25 29.75 31.25 39.25 41.25 66.25 80 93.75 125 181.25 300 366.25 C 21.25 25.25 32.5 3 7 42.25 46.75 8C 115 125 181.25 20C 300 362.5 r TwafK (ppm) 0 5 10 15 20 25 50 75 100 150 200 300 400 Perlakuan pH ZPC . TarafK (ppm) 0 5 10 15 20 25 50 75 100 150 Blanko 0.5 5 9.75 11.5 20 22.5 50 75 100 150 250 350 395 ' ~ a r a f K (ppm) 0 5 10 15 20 25 50 75 100 150 200 300 400

I 1

400

1

2 52mI 0.051 395 362 5 2250 0 161 11 11 C 21.5 27.5 31.25 36.75 41.75 47.75 70 87.5 131.25 175 Blanko 0.5 5 9.75 11.5 20 22.5 50 75 100 150 Blanko 0.5 5 9.75 11.5 20 22.5 50 75 100 150 250 3 50 395 d m -1260 -1350 -1290 -1515 -1305 -1515 -1200 -750 -1875 -1500 3000 Cldm -0.017063 -0.02037 -0.024225 -0.024257 -0.031992 -0.031518 -0.058333 -0.116667 -0.07 -0.116667 0.0666667

(12)

Lampiran 7. Data pengukuran konsentrasi keseimbangan K dan hasil perhitungan dengan model linear Langmuir pada tanah gambut pantai Jarnbi dengan tingkat dekomposisi fibrik Perlakuan OH ZPC

-

0.25 Perlakusu Taraf K

0

0 5 10 15 20 25 50 75 100 150 200 300 400 Perlakuan pH ZPC + 0.25 Perlakuax ' Taraf K (ppm) 0 5 10 15 20 25 50 75 100 150 200 300 400 TarafK (ppm) H ZPC + 0.50

*

-'Blank~

I

1

C Idm Ic/x/m

(13)

Lampiran 8 . Data pengukuran konsentrasi keseimbangan K dan hasil perhitungan dengan

model linear Langrnuir pada tanah gambut pantai Kalimantan Tengah dengan 66 tingkat dekomposisi saprik

Perlakuan 20 25 50 H ZPC

-

Blanko Perlakuan Taraf K (ppm) 0 5 10 15 20 25 5C 75 10C 150 20C 300 40C pH ZPC Blanko Perlakuan Taraf K

0

C 5 1 C 15 2C 25 5C 75 100 15C 20C 30C 40C )H ZPC +

-

Blanko 0.5 5.5 9.75 15 20 25 50 75 100 150 250 350 400 Perlakuan pH ZPC + 0.50

I

Taraf K

I

Blanko

I

I

(ppm) 0 5 10 15 20 25 50 75 100 150 200

(14)

Lampiran 9 . Data pengukuran konsentrasi keseimbangan K dan hasil perhitungan dengan

model linear Langmuir pada tanah gambut pantai Kalimantan Tengah dengan 67

tingkat dekomposisi hernik

Perlakuan Taraf K (ppm) 0 5 10 15 20 25 50 75 100 150 200 Perlakuan pHZPC

I

301 2751 2501 iioil 0.16671 400 362.5 2250 0.1611 3H ZPC

-

0.25 Taraf K (ppm) 0 5 10 15 20 25 50 75 100 Perlakuan pH ZPC + 0.50 Blanko 0 5 9.75 14.5 20 25 50 75 100 125 200 Taraf K (ppm) 0 5 10 15 20 25 50 75 100 150 200 Blanko 0 5 9.75 14.5 20 25 50 75 100 C 3.5 7.5 11.5 15.5 20 25 45.75 70 93.75 121 200

I

1

,751 ,551

;;;I

0.21251 400 376.25 0.2640 Blanko 0 5 9.75 14.5 20 25 5 0 75 100 125 200 d m -210 -150 -105 -60 0 0 255 300 375 240 Cldm -0.0167 -0.0537 -0.1467 -0.3389 0.0000 0.0000 0.2864 0.1500 0.2500 C 2.75 7.25 1 1 15.25 20 25 47.25 67.5 93.75 Cldm -0.0167 -0.0500 -0.1095 -0.2583 0.0000 0.0000 0.1794 0.2333 0.2500 0.5042 0.0000 x/m -165 -135 -75 -45 0 0 165 450 375 C/x/m -0.0167 -0.0444 -0.1467 -0.3389 0.0000 0.0814 0.1500 0.1500 0.0346 0.0667 0.1237 C 3 8 1 1 15.25 20 20.75 45 67.5 67.5 100 176.25 d m -180 -180 -75 -45 0 255 300 450 1950 1500 1425

(15)

Lampiran 10. Data pengukuran konsentrasi keseimbangan K dan hasil perhitungan dengan

model linear Langmuir pada tanah gambut pantai Kalimantan Tengah dengan 68

tingkat dekomposisi fibrik

Perlakuan pH ZPC 1 TarafK Blanko (pprn) 0 0 5 5 10 9.75 15 14.5 20 20 25 25 50 48.5 75 70 Perlakuan TarafK (ppm) 0 5 10 15 20 25 50 75 100 150 Perlakuan pH ZPC + 0.50

I

Taraf K

I

Blanko (

1

I

/

400

1 1 :::I

3001 0.81671 400 385 900 0.4278 ?H ZPC - 0.25 Perlakuan Taraf K (ppm) 0 5 10 15 20 25 50 75 100 150 200 300 400 (pprn) 0 5 10 15 20 25 50 75 100 150 200 300 400 Blanko 0 5 9.75 14.5 20 25 48.5 70 87.5 125 pH ZPC + 0.25

.

Blanko 0 5 9.75 14.5 20 25 48.5 70 87.5 125 175 250 400 Cldm -0.0167 0.0000 0.1690 0.2250 0.1315 0.1222 0.1535 0.2167 0.2167 0.1024 0.1000 C 1.25 5 8.875 13.5 17.75 22 43.75 65 81.25 107.5 d m -75 0 52.5 60 135 180 285 300 375 1050 1500 Cldm -0.0167 -0.6833 0.6333 0.1042 0.1315 0.0944 0.1630 0.1000 0.2750 0.1024 0.1292 0.3167 0.5167 C 0.375 5.125 9.5 12.5 17.75 21.25 44 60 82.5 107.5 155 237.5 387.5 d m -22.5 -7.5 15 120 135 225 270 600 300 1050 1200 750 750

(16)

Lampiran 1 1. Hasil penetapan bentuk-bentuk Kalium pa& tanah garnbut pantai Jambi dan Kalimantan Tengah pada berbagai tingkat dekomposisi 69 Lokasi Jarnbi Kalimantan Tengah K larutan (me1100g) (H20) 0.50 0.49 0.57 0.52 0.73 0.76 0.74 0.72 0.41 0.39 0.42 0.42 0.06 0.08 0.08 0.08 0.10 0.09 0.06 0.05 0.06 0.07 0.06 0.06 Tingkat Dekomposisi Saprik Hemik Fibrik Sap& Hemik Fibrik K-dd (me11 00g) lCaC12 0.05

M:

0.21 0.22 0.25 0.25 0.2 1 0.23 0.22 0.25 0.04 0.06 0.04 0.05 0.22 0.23 0.23 0.24 0.04 0.05 0.06 0.06 0.06 0.04 0.05 0.06 Perlakuan pH = 4.76 5.01 5.26 5.51 3.88 4.13 4.38 4.63 4.3 1 4.56 4.81 5.06 4.00 4.25 4.50 4.75 4.03 4.28 4.53 4.78 4.23 4.48 4.73 4.98 K terikat lemah (me1 1 OOg) (Asam asetat 5%) 0.10 0.10 0.11 0.09 0.06 0.06 0.08 0.08 0.04 0.05 0.05 0.03 0.09 0.09 0.08 0.08 0.03 0.03 0.03 0.05 0.06 0.07 0.05 0.06

Referensi

Dokumen terkait

Membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh, yaitu menetapkan keberhasilan belajar siswa dari bebarapa bidang kajian terkait yang dipadukan. Sesuai pendapat para ahli

[r]

Hasil perhitungan aspek finansial meliputi perhitungan nilai operating profit (OP) sebesar Rp.60.435.500, dapat digunakan untuk biaya produksi berikutnya, net profit

Banyak faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan khususnya pada aspek tenaga kerja pada industri kayu adalah kebiasan merokok, status gizi, penggunaan alat pelindung diri, usia

Hubungan Kontrol Diri dan Konformitas dengan Kenakalan Remaja Hasil penelitian uji regresi yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh antara kontrol diri

Hasil peningkatan pemahaman ini tidak hanya berkisar pada pemahaman secara kognitif akan tetapi diikuti dengan peningkatan keterampilan praktik konseling yang baik

Berdasarkan data hasil uji english proficiency test pada table 1 diketahui jumlah data latih (data training) adalah sebanyak 50 data mahasiswa, di mana dari 50

Depresi juga dikaitkan dengan adanya perpecahan dalam perkawinan atau keluarga, penyakit fisik pada orang tua, dan ketergantungan sosial.Semua orang mengalami