• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN FISIOTERAPI GERIATRI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MANAJEMEN FISIOTERAPI GERIATRI"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

 

 

 

STUDY GUIDE

MANAJEMEN FISIOTERAPI

GERIATRI

SEMESTER VII

 

 

 

 

 

 

2017  

 

     

(2)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017

 

2   2  

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena atas Rahmat Beliau kami dapat menyelesaikan study guide ini tepat pada waktunya. Study guide ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memmperlancar penyusunan study guide ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan study guide ini.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan dalam study guide ini baik dari segi susunan kalimat, konten maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki study guide ini ke depannya.

Akhir kata kami berharap semoga study guide ini memberikan manfaat dan dapat dijadikan sebagai pedoman pembelajaran khususnya bagi mahasiswa fisioterapi serta memberikan inspirasi bagi seluruh pembaca.

Denpasar, Mei 2017

Penyusun, Ari Wibawa

Indira Vidiari Juhanna

Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi Putu Ayu Sita Saraswati

(3)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   3   3   DAFTAR ISI Cover ... 1 Kata pengantar ... 2 Daftar Isi ... 3 Kurikulum Inti ... 4 Kontrak Perkuliahan ... 5 Perkuliahan 1 ... 10 Perkuliahan 2 ... 12 Perkuliahan 3 ... 14 Perkuliahan 4 ... 16 Perkuliahan 5 ... 18 Perkuliahan 6 ... 20 Perkuliahan 7 ... 22 Perkuliahan 8 ... 24 Perkuliahan 9 ... 26 Perkuliahan 10 ... 28

(4)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   4   4   KURIRKULUM INTI Tujuan Pembelajaran

Setelah menyelesaikan mata kuliah ini, mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang pengertian serta dasar-dasar proses manajemen fisioterapi pada geriatri.

Hasil Pembelajaran

Setelah menyelesaikan mata kuliah ini (pada akhir semester), mahasiswa akan dapat menunjukkan, menerapkan, mengkaji, mengalisa dan melaksanakan proses Fisioterapi Geriatri agar dapat memberikan pelayanan kesehatan pada umumnya dan memberikan pelayanan Fisioterapi pada khususnya secara optimal.

Konten Kurikulum

1. Pendahuluan Manajemen FT Geriatri 2. Pemeriksaan Fisik Pada Geriatri 3. Sistem Muskulosketelal Geriatri 4. Sistem Neuromuskular Geriatri 5. Sistem Kardiovaskular Geriatri 6. Sistem Respirasi Geriatri

7. Manajemen Inkontinensia Urine dan Pelvic Floor Impairment Pada Pasien Geriatri 8. Manajemen Nyeri Konservatif Pada Pasien Geriatri

9. Manajemen Chronic Dermal Wound Pada Pasien Geriatri 10. Postur, Keseimbangan dan Resiko Jatuh Pada Pasien Geriatri

(5)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   5   5   KONTRAK PERKULIAHAN Fakultas : Kedokteran

Program Studi : S-1 Fisioterapi

Mata Kuliah/SKS : Manajemen FT Geriatri Dosen : Ari Wibawa, SSt.FT., M.Fis Kode Mata Kuliah : FIT

1. Manfaat Mata Kuliah

Mata kuliah ini diberikan pada mahasiswa untuk dapat memahami dasar-dasar proses manajemen fisioterapi pada geriatri.

2. Deskripsi Perkuliahan

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah yang mendasari semua prinsip manajemen fisioterapi pada geriatri. Pada mata kuliah ini dibahas tentang konsep dasar dalam manajemen fisioterapi pada geriatri.

3. Tujuan Instruksional

Setelah menyelesaikan mata kuliah ini (pada akhir semester), mahasiswa akan dapat menunjukkan, menerapkan, mengkaji, mengalisa dan melaksanakan proses Fisioterapi Geriatri agar dapat memberikan pelayanan kesehatan pada umumnya dan memberikan pelayanan Fisioterapi pada khususnya secara optimal.

4. Organisasi Materi

Organisasi materi dapat dilihat pada jadwal perkuliahan. 5. Strategi Perkuliahan

Strategi instruksional yang digunakan pada mata kuliah ini terdiri dari:

a. Urutan kegiatan instruksional berupa: pendahuluan (tujuan mata kuliah, cakupan materi pokok bahasan, dan relevansi), penyajian (uraian, contoh, diskusi, evaluasi), dan penutup (umpan balik, ringkasan materi, petunjuk tindak lanjut, pemberian tugas di rumah, gambaran singkat tentang materi berikutnya)

b. Metode instruksional menggunakan: metode ceramah, demonstrasi, tanya-jawab, diskusi kasus, dan penugasan.

• Ceramah berupa penyampaian bahan ajar oleh dosen pengajar dan penekanan-penekanan pada hal-hal yang penting dan bermanfaat untuk diterapkan nantinya dalam praktek sebagai fisioterapis.

(6)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017

 

6   6  

• Demonstrasi berupa menunjukkan contoh-contoh obat/anatomi/modalitas Fisioterapi yang berkaitan dengan pokok bahasan.

• Tanya jawab dilakukan sepanjang tatap muka, dengan memberikan kesempatan mahasiswa untuk memberi pendapat atau pertanyaan tentang hal-hal yang tidak mereka mengerti atau bertentangan dengan apa yang mereka pahami sebelumnya. • Diskusi kasus dilakukan dengan memberikan contoh kasus/kondisi pada akhir pokok bahasan, mengambil tema yang sedang aktual di masyarakat dan berkaitan dengan pokok bahasan tersebut, kemudian mengajak mahasiswa untuk memberikan pendapat atau menganalisis secara kritis kasus/kondisi tersebut sesuai dengan pengetahuan yang baru mereka dapatkan.

• Penugasan diberikan untuk membantu mahasiswa memahami bahan ajar, membuka wawasan, dan memberikan pendalaman materi. Penugasan bisa dalam bentuk menulis tulisan ilmiah, membuat review artikel ilmiah, ataupun membuat tulisan yang membahas kasus/kondisi yang berkaitan dengan pokok bahasan. Pada penugasan ini, terdapat komponen ketrampilan menulis ilmiah, berpikir kritis, penelusuran referensi ilmiah, dan ketrampilan berkomunikasi.

c. Media instruksionalnya berupa: LCD projector, whiteboard, bahan obat/zat/alat pratikum untuk demonstrasi, artikel aktual di surat kabar/internet/majalah/jurnal ilmiah, buku diktat bahan ajar, handout, dan kontrak perkuliahan.

d. Waktu: 5 menit pada tahap pendahuluan, 40 menit pada tahap penyajian, dan 5 menit pada tahap penutup.

e. Evaluasi: evaluasi formatif dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. 6. Materi/Bacaan Perkuliahan

Buku/bacaan pokok dalam perkuliahan ini adalah:

1. Guccione A.A. 2000. Geriatric Physical Therapy Second Edition. St Louis: Mosby, Inc. 2. Timiras P.S. 2007. Physiological Basis of Aging and Geriatrics Fourth Edition. California: Informa Healthcare USA.

7. Tugas

(7)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017

 

7   7  

b. Minitest diberikan pada tiap kali tatap muka untuk menilai pemahaman mahasiswa dan absensi. Kehadiran pada tatap muka minimal 75%. Apabila tidak diadakan minitest, akan diberikan penugasan.

c. Evaluasi mahasiswa dilakukan dengan mengadakan kuis, setiap beberapa kali pertemuan, dengan format soal pilihan ganda atau essay.

d. Penugasan sesuai pokok bahasan, yang harus sudah diselesaikan sesuai tanggal yang ditentukan.

8. Kriteria Penilaian

Penilaian akan dilakukan oleh pengajar dengan menggunakan kriteriasebagai berikut:

Nilai dalam huruf Rentang skor

A 80-100

B 65-79

C 60-64

D 50-59

E 00-49

• Pembobotan nilai adalah sebagai berikut: Nilai Kehadiran : 5%

Nilai Tugas/Praktikum : 25% (minitest, penugasan kuliah, laporan praktikum)

UTS : 35%

UAS : 35%

• Bagian Fisioterapi tidak mentolerir adanya kecurangan dalam ujian. Ujian Kuis, UTS, UAS, pretest, minitest adalah instrumen untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam memahami mata kuliah. Apabila mahasiswa menunjukkan gerak-gerik mencurigakan selama tes-tes tersebut, atau ditemukan mencontek/memberikan contekan, akan mendapatkan pengurangan nilai 25% dari nilai yang diperolehnya untuk tes tersebut, dan pengurangan ini akan disampaikan secara terbuka pada waktu pengumuman nilai. Apabila mahasiswa ditemukan membawa/membuat (walaupun tidak membuka) catatan selama tes-tes tersebut, baik berupa kertas, coretan di kursi, dan sebagainya, maka mahasiswa tersebut akan mendapat nilai 0 untuk tes tersebut.

(8)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017

 

8   8  

- Setiap mahasiswa wajib hadir tepat waktu saat perkuliahan dimulai. Bagi yang terlambat melebihi 15 menit maka diperkenankan masuk tetapi tidak diperkenankan melakukan presensi.

- Bagi mahasiswa yang jumlah presensinya kurang dari 75% dari jumlah kehadiran kuliah sebelum UTS (atau tidak hadir sebanyak 2 kali) maka orang bersangkutan tidak boleh mengikuti UTS (atau tidak hadir sebanyak 4 kali) maka orang bersangkutan tidak boleh mengikuti UAS. Larangan ini tidak berlaku apabila yang bersangkutan mengganti ketidakhadiran dengan menulis paper/tugas/makalah.

- Bagi mahasiswa yang tidak dapat mengikuti perkuliahan karena sakit atau ijin, mohon untuk menghubungi dosen pengampu mata kuliah.

- Apabila dosen berhalangan hadir untuk mengajar, dosen diwajibkan mengganti jam mengajar yang telah dikonfirmasikan kepada mahasiswa.

9. Jadwal Perkuliahan

NO TANGGAL TOPIK DOSEN

1 05 Sept 2017 Pendahuluan Manajemen FT Geriatri dr. Indira 2 12 Sept 2017 Aging on Musculosceletal System dr. Indira 3 19 Sept 2017 Aging on Neuromuscular System dr. Indira 4 26 Sept 2017 Aging on Cardiovascular System dr. Nila 5 03 Okt 2017 Aging on Respiratory System dr. Nila 6 10 Okt 2017 Postur, Keseimbangan dan Resiko Jatuh

Pada Pasien Geriatri dr. Nila

7 17 Okt 2017 Bu Sita UTS 8 14 Nov 2017 Bu Sita 9 21 Nov 2017 Bu Sita 9 28 Nov 2017 Bu Sita 10 5 Des 2017 Bu Sita 11 12 Des 2017 Bu Sita

(9)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   9   9   Menyetujui, Dosen pengempu MK Manajemen FT Geriatri

(10)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   1 0   1 0  

Perkuliahan 1 : Kuliah Pendahuluan Manajemen FT Geriatri Tanggal : 13 September 2016

Tempat : Ruang Kuliah Lt. III Waktu : 08.00-13.00

Tujuan Pembelajaran :

• Mampu memahami dan menjelaskan teori penuaan

• Mampu memahami dan menjelaskan peran fisioterapi pada kasus geriatri

Konten Kurikulum : • Teories of Aging

• Demografi : Population age structure • Geriatric Care

• Aging Protective Home Environment • Fisioterapi pada geriatri

Abstrak

Usia lanjut adalah suatu kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang, terjadinya tidak bisa dihindari oleh siapapun. Pada usia lanjut akan terjadi berbagai kemunduran pada organ tubuh. Jadi walapun usia sudah lanjut, harus tetap menjaga kesehatan dengan memperhatikan gaya hidup, seperti pola makan, aktifitas fisik, kebiaaan istirahat dan lain-lain (Stanley 2006). Dengan demikian diperlukan perhatian khusus bagi para lansia seperti pengaturan lingkungan yang aman.

Dengan begitu manusia secara progresif akan kehilangan daya tahan terhadap infeksi dan akan menumpuk makin banyak distorsi metabolik dan struktural yang disebut sebagai “penyakit degeneratif”. Fisioterapi merupakan salah satu tenaga kesehatan yang berperan dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dengan berbagai pendekatan penanganan fisioterapi.

(11)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   1 1   1 1   Skenario

Seorang lansia mengalami nyeri pada tulang ekor akibat terjatuh saat berjalan di jalan agak menurun. Pasien mengatakan ia seperti oleng dan tidak mampu mengkoordinasikan tubuhnya saat berjalan seperti saat muda dulu.

Learning Task

Diskuskan skenario di atas :

1. Jelaskan proses penuaan yang terjadi pada lansia diatas! 2. Faktor anatomi apa saja yang terganggu pada kasus diatas? 3. Faktor fisiologis apa saja yang terganggu pada kasus diatas?

Self Assessment

• Jelaskan teori penuaan!

• Jelaskan struktur demografi lansia di dunia dan di Indonesia!

• Jelaskan hal yang patut diperhatikan dalam menjaga keselematan dan keamanan untuk lansia!

• Jelaskan peran fisioterapi dalam meningkatkan kualitas hidup lansia!

Referensi

• Moore KL, Agur AMR: Essential Clinical Anatomy, 3rd ed. Philadelphia, Lippincott & Wilkins, 2007. p. 26-30, 65-67, 80-115

(12)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   1 2   1 2  

Perkuliahan 2 : Pemeriksaan Fisik Pada Geriatri (Geriatric Physiotherapy Assessment)

Tanggal : 20 September 2016 Tempat : Ruang Kuliah Lt. III Waktu : 08.00-13.00

Tujuan Pembelajaran :

• Mampu memahami dan menjelaskan prinsip pengkajian dan pemeriksaan fisioterapi pada kasus geriatri

• Mampu melakukan pemeriksaan fisioterapi pada kasus geriatric

Konten Kurikulum : • Prinsip Assessment • Komunikasi

• Kemampuan Fungsional dan Tingkat Ketergantungan ( Functional Ability dan Level of Dependence )

• Gait Assessment

Abstrak

Assessmen Geriatri komprehensif mencakup: kesehatan fisik, mental, status fungsional, kegiatan sosial, dan lingkungan. Tujuan asesmen ialah mengetahui kesehatan penderita secara holistik supaya dapat memberdayakan kemandirian penderita selama mungkin dan mencegah disabilitas-handicap diwaktu mendatang. Asesmen ini bersifat tidak sekedar multi-disiplin tetapi interdisiplin dengan koordinasi serasi antar disiplin dan lintas pelayanan kesehatan. Pemeriksa penderita Geriatri sama dengan pemeriksaan penderita di bidang ilmu lainnya yaitu mulai dengan pemeriksaan: anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan bantuan dengan teknologi yang tersedia, pemeriksaan fungsi, konsultasi vertical atau horizontal, daftar masalah (CMOM), diagnosis diferensial (DD), diagnosis pasti, penatalaksanaan holistic, prognosis.

(13)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   1 3   1 3   Skenario

Roger Crockett , seorang pria berusia 60 tahun dengan riwayat merokok 40 pack setahun dan keluhan batuk-batuk sepanjang hari kadang diikuti nyeri dada. Pasien tidak mampu melakukan aktivitas sehari-harinya sebagai tukang parkir untuk menambah pendapatan hariannya. Pasien sedikit depresi dan tidak bernafsu makan. Sehingga dibawa ke puskesmas oleh keluarganya.

Learning task

• Jelaskan pemeriksaan apa saja yang patut dilakukan pada kasus diatas? • Jelaskan assessment pada faktor fisik pada kasus diatas!

• Jelaskan assessment pada faktor psikis pada kasus diatas! • Lakukan assessment pada kasus diatas!

Self Assessment

1. Jelaskan prinsip assessment pada kasus geriatric!

2. Jelaskan mengapa konsep komunikasi penting pada proses assessment!

3. Jelaskan cara pemeriksaan Kemampuan Fungsional dan Tingkat Ketergantungan ( Functional Ability dan Level of Dependence )

4. Jelaskan bagaimana cara melakukan Gait Assessment

Referensi

Guyton AC: Medical Physiology, 11st ed. Philadelphia, Elsevier Saunders Company, 2006. p. 111-115, 232-245

(14)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   1 4   1 4  

Perkuliahan 3 : Manajemen FT Muskulosketelal Geriatri Tanggal : 27 September 2016

Tempat : Ruang Kuliah Lt. III Waktu : 08.00-13.00

Tujuan pembelajaran :

• Mampu memahami dan menjelaskan proses penuaan pada kasus muskuloskeletal • Mampu memahami dan menjelaskan penanganan fisioterapi pada kasus

geriatri-muskuloskeletal

Konten Kurikulum : • Introduction

• Penuaan pada tulang • Penuaan pada sendi • Penuaan pada otot

• Penanganan Fisioterapi pada kasus Musculosceletal Aging Abstrak

Dengan bertambahnya usia terdapat penurunan masa tulang secara linier yang disebabkan kenaikan turn over pada tulang sehingga tulang lebih pourus. Pengurangan ini lebih nyata pada wanita, tulang yang hilang kurang lebih 0,5 sampai 1% per tahun dari berat tulang pada wanita pasca menopouse dan pada pria diatas 80 tahun, pengurangan tulang lebih mengenai bagian trabekula dibanding dengan kortek. Pada pemeriksaan histologi wanita pasca menopouse dengan osteoporosis spinal hanya mempunyai trabekula kurang dari 14%. Selama kehidupan laki-laki kehilangan 20-30% dan wanita 30-40% dari puncak

massa tulang.

Pada sinofial sendi terjadi perubahan berupa tidak ratanya permukaan sendi terjadi celah dan lekukan dipermukaan tulang rawan. Erosi tulang rawan hialin menyebabkan pembentukan kista di rongga sub kondral. Ligamen dan jaringan peri artikuler mengalami degenerasi Semuanya ini menyebabkan penurunan fungsi sendi, elastisitas dan mobilitas

(15)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   1 5   1 5  

menyebabkan laju metabolik basal dan laju komsumsi oksigen maksimal berkurang. Otot menjadi mudah lelah dan kecepatan laju kontraksi melambat. Selain penurunan masa otot juga dijumpai berkurangnya rasio otot dan jaringan lemak. Hal ini menyebabkan timbulnya keluhan musculoskeletal terkait penuaan yang memerlukan penanganan. Fisioterapi merupakan salah satu tenaga medis yang cukup berperan dalam penatalaksanaan kasus-kasus geriatri.

Scenario

Perempuan usia 69 tahun datang dengan keluhan nyeri, bengkak dan ngilu pada daerah lutut kanan. Keluhan dirasakan sejak 2 minggu yang lalu tiba-tiba nyeri saat bangun pagi. Kemudian nyeri dan kaku terasa tiap bangun pagi. Tidak ada riwayat trauma dan setelah cek asam urat kadarnya masih dalam batas normal.

Learning Task

Diskusikan skenario di atas :

• Tentukan diagnosis menurut skenario di atas • Intervensi fisioterapi yang tepat untuk kasus di atas

Self Assessment

1. Jelaskan pengaruh penuaan terhadsap sistem muskuloskeletal!

2. Jelaskan struktur yang berubah pada sistem muskuloskeletal pada proses penuaan! 3. Jelaskan efek dari perubahan struktur anatomis musculoskeletal terhadap fungsi tubuh

lansia!

4. Peran fisioterapi pada efek penuaan pada sistem muskuloskeletal!

Referensi

Guyton AC: Medical Physiology, 11st ed. Philadelphia, Elsevier Saunders Company, 2006. p. 111-115, 232-245

(16)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   1 6   1 6  

Perkuliahan 4 : Manajemen FT Neuromuskular Geriatri Tanggal : 4 Oktober 2016

Tempat : Ruang Kuliah Lt. III Waktu : 08.00-13.00

Tujuan pembelajaran :

• Mampu memahami dan menjelaskan proses penuaan pada kasus muskuloskeletal • Mampu memahami dan menjelaskan penanganan fisioterapi pada kasus

geriatri-muskuloskeletal

Konten Kurikulum : • Pendahuluan

• Penuaan pada tulang • Penuaan pada sendi • Penuaan pada otot

• Penanganan Fisioterapi pada kasus Musculosceletal Aging Abstrak

Dengan aging, terjadi gangguan keseimbangan antara kecepatan bone formation dan bone resorption sehingga menyebabkan penurunan massa tulang. Setelah usia 40, kecepatan bone formation konstan sedangkan kecepatan bone resorption meningkat. Massa tulang berkurang setengah setelah 30 tahun. Dengan aging, terjadi penurunan kekuatan tulang. Penurunan kekuatan tulang melibatkan kartilago, otot, tulang dan tendon. Osteoporosis (OP) adalah penyakit yang memiliki prevalensi tinggi, ditandai dengan kerusakan arsitektur normal tulang dan penurunan massa tulang. Resiko fraktur lebih tinggi pada lansia dengan osteoporosis, karena OP silently progressive, maka tes diagnostik dan strategi terapi harus diterapkan sejak dini. Total bone mass meningkat sejak masa kanak2 dan dewasa muda, mencapai puncaknya pada dekade ketiga dan menurun sekitar 0.5% per tahun. Penurunan bone mass semakin cepat setelah menopause pada wanita (5% per tahun), namun pada pria penurunan tersebut bertahap. High-peak bone mass pada awal kehidupan mengurangi resiko

(17)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   1 7   1 7  

Arthritis, kedua penyakit tersebut adalah contoh penyakit pada persendian yang muncul seiring dengan bertambahnya usia (mulai dari usia pertengahan hingga tua).  Fungsi utama dari otot adalah menghasilkan performa dan kekuatan untuk melakukan usaha melalui perubahan energi kimiawi menjadi energi mekanik.  Kekuatan otot diperlukan untuk menjaga struktur, menjaga postur, lokomotor, pernafasan, pencernaan, dan sebagian besar fungsi tubuh.  Kekuatan otot mencapai puncaknya antara usia 20-30 kemudian mulai menurun pada usia pertengahan dan terus menurun.

 

Skenario

Seorang lansia wanita usia 65 tahun mengalami keluhan gangguan mengontrol gerakan halus, (tremor) terutama pada saat istirahat, gerakan menjadi kaku dan sulit untuk memulai gerakan.

Learning Task

Diskusikan skenario di atas :

• Pemeriksaaan fisik yang perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosa tersebut • Faktor resiko yang menyebabkan terjadinya kelainan tersebut

• Manajemen fisioterapi yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut Self Assessment

1. Jelaskan pengaruh penuaan terhadap sistem muskuloskeletal

2. Jelaskan struktur yang berubah pada sistem muskuloskeletal pada proses penuaan 3. Jelaskan efek dari perubahan struktur anatomis musculoskeletal terhadap fungsi tubuh

lansia!

4. Peran fisioterapi pada efek penuaan pada sistem muskuloskeletal

Referensi

1. Guccione A.A. 2000. Geriatric Physical Therapy Second Edition. St Louis: Mosby, Inc. 2. Timiras P.S. 2007. Physiological Basis of Aging and Geriatrics Fourth Edition. California: Informa Healthcare USA.

(18)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   1 8   1 8  

Perkuliahan 5 : Manajemen FT Kardiovaskular Geriatri Tanggal : 11 Oktober 2016

Tempat : Ruang Kuliah Lt. III Waktu : 08.00-13.00

Tujuan Pembelajaran :

• Mampu memahami dan menjelaskan proses penuaan sistem kardiovaskular

• Mampu memahami dan menjelaskan penanganan fisioterapi pada kasus geriatri-kardiovaskular

Konten Kurikulum : • Introduksi

• Perubahan struktur dan fungsi kardiovaskular pada penuaan • Atherosclerosis : patologi kardiovaskular terbanyak

• Coronary heart disease (CHD)

• Manajemen Fisioterapi pada kasus geriatric Kardovaskular

Abstrak

Jantung merupakan sebuah rongga, organ berongga yang tersusun dari otot dengan sebuah dasar, apex, dan berbagai jenis permukaan (sternocostal/anterior, diaphragmatic/inferior dan pulmonal) serta tepi atau border (acute dan obtuse borders). Diselaputi oleh pericardium, dan terletak di tengah mediastinum diantara paru-paru

Jantung bertanggung jawab untuk mempertahankan aliran darah dengan bantuan sejumlah klep yang melengkapinya. Untuk mejamin kelangsungan sirkulasi, jantung berkontraksi secara periodic.

Ada berbagai jenis gangguan dari system kardiologiseiring dengan bertambahnya umur seperti Ischemic Heart Disease, Arrhytmias, Valvular Heart Disease dan Pericardial & Endocardial Disease. Gangguan pada system kardiologi sangat mempengaruhi kondisi fisik dan aktivitas seseorang, oleh sebab itu diperlukan kemampuan untuk mengukur keadaan kardiovaskuler dan memantau keadaannya guna mencegah terjadinya penyakit kardiovaskular bahkan gangguan aktivitas dan fungsional seseorang.

(19)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   1 9   1 9  

kebutuhannya. Adapun metode intervensi yang dapat diberikan merupakan terapi latihan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien.

Skenario

Seorang laki-laki berumur 23 tahun datang ke rumah sakit karena keluhan nyeri dada. Nyeri dada yang terasa tajam. Skala nyeri adalah 7 dari 10, dan menjadi lebih berat ketika menarik nafas dan menjalar ke leher. Ia menderita ‘flu-like syndromes’ sejak seminggu yang lalu.

Learning Task

Diskusikan skenario di atas :

• Apakah diagnosis yang memungkinkan?

• Apakah penyebab yang sering menyebabkan situasi seperti ini? • Buatlah perencanaan intervensi pada kasus ini?

Self Assessment

• Deksripsikan etiologi, gejala, dan tanda klinis dari foreach valvular heart disease (aortic valve regurgitation/stenosis, mitral valve regurgitation/stenosis, tricuspid valve regurgitation/stenosis,)!

• Jelaskan komplikasi dari mitral stenosis! • Sebutkan definisi rehabilitasi kardiovaskular!

• Jelaskan tujuan rehabilitasExplain the objective of cardiovascular rehabilitation • Sebutkan kontraindikasi terapi latihan pada kasus kardiovaskuler

• Jelaskan efek positif dari terapi latihan! • Sebutkan efek latihan pada CHF!

Referensi

1. Moore KL, Agur AMR: Essential Clinical Anatomy, 3rd ed. Philadelphia, Lippincott & Wilkins, 2007. p. 37-38, 95-99, 101

2. Guyton AC: Medical Physiology, 11st ed. Philadelphia, Elsevier Saunders Company, 2006.p.181-185;249-256

(20)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   2 0   2 0  

Perkuliahan 6 : Manajemen FT Respirasi Geriatri Tanggal : 18 Oktober 2016

Tempat : Ruang Kuliah Lt. III Waktu : 08.00-13.00

Tujuan Pembelajaran :

• Mampu memahami dan menjelaskan proses penuaan sistem respirasi

• Mampu memahami dan menjelaskan penanganan fisioterapi pada kasus geriatri-respirasi

Konten Kurikulum : • Pendahuluan

• Perubahan struktur dan fungsi sistem respirasi pada penuaan • Perubahan volume paru akibat penuaan

• Perubahan surfactan akibat penuaan

• Respiratory diseases terkait dengan penuaan pada sistem respirasi

Abstrak

Sistem pernafasan pada manusia dewasa mencapai fungsi optimal dewasa pada usia 20 tahun. Fungsi paru mulai menurun perlahan dan bertahap pada individu sehat setelah usia 25 tahun. Penurunan fungsi ini terkait dengan perubahan progresif yang terjadi akibat penuaan dalam struktur pernapasan termasuk paru-paru, dinding dada, otot-otot pernapasan, serta di pusat-pusat pernafasan dalam sistem saraf pusat ( SSP ).

Aging mempunyai efek pada struktur paru dan fungsi paru, yaitu pembesaran air spaces, penurunan permukaan area pertukaran gas2, hilangnya jaringan penyangga pada peripheral airways (seperti pada “senile emphysema”), sehingga menyebabkan penurunan recoil (stretchability), penurunan expiratory flow rates, peningkatan residual volume, perubahan sistem surfaktan paru.

Derajat dan kecepatan perubahan struktur dan fungsi paru terkait aging, bervariasi dan tergantung pada : kebiasaan tiap individu (nutritisi, latihan fisik, merokok), lingkungan tempat tinggal (urban atau rural), dan penyakit yang mendasari (infeksi, penyakit

(21)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   2 1   2 1   Skenario

Seorang lansia laki-laki usia 87 tahun mengalami keluhan sesak nafas, disertai nyeri dada dan batuk purulen. Pasien memiliki riwayat merokok sejak usia 20 tahun.

Learning Task

Diskusikan skenario di atas :

• Pemeriksaaan fisik yang perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosa tersebut • Faktor resiko yang menyebabkan terjadinya kelainan tersebut

• Manajemen fisioterapi yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut Self Assessment

1. Jelaskan pengaruh penuaan terhadap sistem respirasi

2. Jelaskan struktur yang berubah pada sistem respirasi pada proses penuaan

3. Jelaskan efek dari perubahan struktur anatomis sistem respirasi terhadap fungsi tubuh lansia

4. Peran fisioterapi pada efek penuaan pada sistem respirasi

Referensi

1. Guccione A.A. 2000. Geriatric Physical Therapy Second Edition. St Louis: Mosby, Inc. 2. Timiras P.S. 2007. Physiological Basis of Aging and Geriatrics Fourth Edition. California: Informa Healthcare USA.

(22)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   2 2   2 2  

Perkuliahan 7 : Manajemen Inkontinensia Urine dan Pelvic Floor Impairment Pada Pasien Geriatri

Tanggal : 8 Oktober 2016 Tempat : Ruang Kuliah Lt. III Waktu : 08.00-13.00

Tujuan Pembelajaran :

• Mampu memahami dan menjelaskan proses penuaan sistem urogenitalia.

• Mampu memahami dan menjelaskan penanganan fisioterapi pada kasus geriatri-sistem urogenitalia.

Konten Kurikulum : • Pendahuluan

• Perubahan struktur dan fungsi sistem urogenitalia pada penuaan • Inkontinensia urine : patologi geriatri-sistem urogenitalia terbanyak • Anatomi pelvic floor (dasar panggul )

• Manajemen Fisioterapi pada kasus geriatri-sistem urogenitalia

Abstrak

Inkontinensia Urin (IU), secara progresif cenderung menjadi lebih buruk dengan bertambahnya usia , terutama pada wanita yang ketika pascamenopause. Menurut Thomas : 1 dari 10 wanita akan mencari layanan profesional untuk inkontinensia. Menurut Lewis : 75 % dari 827 subyek wanita dengan inkontinensia berusia 40 - >70 tahun hanya diam saja selama 3 tahun atau lebih sebelum akhirnya melakukan konsultasi.

Pada akhirnya, adanya pembatasan perjalanan dari rumah dan kekhawatiran atas timbulnya bau memaksa para wanita ini untuk mencari bantuan medis. Terdapat beberapa bentuk pengobatan yang efektif dalam meningkatkan atau menyembuhkan IU , seperti intervensi terapi fisik umum seperti : terapi latihan, latihan beban, biofeedback, stimulasi listrik. Dapat juga dilakukan terapi tambahan intervensi farmasi, bedah atau bahkan terapi alternatif.

(23)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   2 3   2 3  

mencapai tempat yang diinginkan daripada dari gangguan urologis yang sebenarnya. Banyak rumah sakit yang memiliki fasilitas tempat tidur atau kursi sehingga pasien sulit keluar dari tempat tidur dan toilet yang sulit dijangkau, dapat memperburuk masalah ini.

Skenario

Seorang lansia wanita usia 87 tahun mengalami keluhan susah menahan kencing, selalu tidak dapat menahan kencing sampai ke kamar mandi, pasien mempunyai riwayat pernah melahirkan secara normal sebanyak 4 kali.

Learning Task

Diskusikan skenario di atas :

• Pemeriksaaan fisik yang perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosa tersebut • Faktor resiko yang menyebabkan terjadinya kelainan tersebut

• Manajemen fisioterapi yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut Self Assessment

1. Untuk mengatasi inkontinensia urine pada lansia diperlukan latihan otot dasar panggung (pelvic floor), otot-otot apa saja yang membentuk dasar panggul tersebut ? 2. Jelaskan bagaimana fisiologi berkemih ?

3. Jelaskan pengaruh penuaan terhadap sistem urogenitalia

4. Jelaskan struktur yang berubah pada sistem urogenitalia pada proses penuaan

5. Jelaskan efek dari perubahan struktur anatomis sistem urogenitalia terhadap fungsi tubuh lansia

6. Peran fisioterapi pada efek penuaan pada sistem urogenitalia

Referensi

1. Guccione A.A. 2000. Geriatric Physical Therapy Second Edition. St Louis: Mosby, Inc. 2. Timiras P.S. 2007. Physiological Basis of Aging and Geriatrics Fourth Edition. California: Informa Healthcare USA.

(24)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   2 4   2 4  

Perkuliahan 8 : Manajemen Nyeri Konservatif Pada Pasien Geriatri Tanggal : 15 November 2016

Tempat : Ruang Kuliah Lt. III Waktu : 08.00-13.00

Tujuan Pembelajaran :

• Mampu memahami dan menjelaskan bagaimana manajemen nyeri kronis pada orang lanjut usia.

• Mampu memahami dan menjelaskan penanganan fisioterapi pada kasus nyeri kronis pada pasien geriatri

Konten Kurikulum : • Pendahuluan

• Evaluasi nyeri klinis • Strategi pain control • Efek latihan pada nyeri Abstrak

Publikasi Pedoman Praktek Klinis untuk Manajemen Nyeri Kronis pada Orang Lanjut Usia oleh American Geriatrics Society ( AGS ) : Sakit merupakan gejala yang paling umum dari gangguan kesehatan, namun ada sejumlah faktor yang mempengaruhi, yaitu : Faktor predisposisi fisik, Kondisi mental, Kemauan individu (lansia) untuk melaporkan rasa sakit, Keinginan individu (lansia) untuk mencari perawatan kesehatan.

Lebih dari 85 % lansia memiliki setidaknya satu penyakit kronis yang dapat mengakibatkan berbagai ketidaknyamanan, termasuk rasa sakit. Arthritis , yang memiliki tingkat tinggi terjadinya di kelompok usia tua. Kondisi fisik lainnya yang biasanya mengakibatkan sakit kronis untuk orang tua : kanker , osteoporosis dengan fraktur kompresi , penyakit sendi degeneratif , neuropati diabetes , neuralgia pasca – herpes, neuralgia trigeminal dan defisit neurologis residual.

Evaluasi ulang nyeri berkelanjutan diperlukan untuk mengungkapkan perubahan status fisik pasien dan mendokumentasikan respon terhadap pengobatan. Nyeri telah didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan terkait

(25)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   2 5   2 5  

Laporan nyeri individu berhubungan dengan sejumlah faktor : Usia, Jenis kelamin, Kepribadian, Warisan etnis / budaya

Skenario

Seorang lansia laki-laki usia 87 tahun menderita kanker paru sejak 5 bulan yang lalu, mengalami nyeri pada kedua tulang paha. Akibat nyeri tersebut pasien tidak dapat berjalan sejak 3 bulan yang lalu.

Learning Task

Diskusikan skenario di atas :

• Pemeriksaaan fisik yang perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosa tersebut • Faktor resiko yang menyebabkan terjadinya kelainan tersebut

• Manajemen fisioterapi yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut

Self Assessment

1. Jelaskan bagaimana mekanisme untuk mengurangi rasa nyeri atau memodulasi rasa nyeri ?

2. Sebagai seorang fisioterapist, apa saja yang dilakukan pada saat pemeriksaan pada pasien lanjut usia yang mengeluh nyeri ?

3. Bagaimana manajemen nyeri pada pasien lanjut usia ?

Referensi

1. Guccione A.A. 2000. Geriatric Physical Therapy Second Edition. St Louis: Mosby, Inc. 2. Timiras P.S. 2007. Physiological Basis of Aging and Geriatrics Fourth Edition. California: Informa Healthcare USA.

(26)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   2 6   2 6  

Perkuliahan 9 : Manajemen Chronic Dermal Wound Pada Pasien Geriatri Tanggal : 22 November 2016

Tempat : Ruang Kuliah Lt. III Waktu : 08.00-13.00

Tujuan Pembelajaran :

• Mampu memahami dan menjelaskan bagaimana proses terjadinya chronic dermal wounds pada pasien geriatri

• Mampu memahami dan menjelaskan penanganan fisioterapi pada kasus chronic dermal wounds pada pasien geriatri

Konten Kurikulum : • Pendahuluan

• Normal Tissue-Healing Process • Klasifikasi Luka

• Evaluasi Luka

• Chronic Dermal Wounds from Arterial Insufficiency • Chronic Dermal Wounds from Venous Insufficiency

• Physical Therapy Interventions To Augment Wound Healing Abstrak

Luka dermal kronis terjadi paling umum pada lansia. Prevalensi ini lebih tinggi pada lansia yang memiliki masalah kesehatan terkait dengan peningkatan risiko terjadinya ulkus dan tertundanya penyembuhan luka : Peripheral circulatory diseases (either arterial or venous), Diabetes mellitus, Hypertension.

Pada lansia yang lemah, disertai beberapa masalah medis, dan mengalami penurunan tingkat aktivitas, sering memiliki faktor risiko untuk terjadinya ulkus dan penyembuhan luka yang lama. Ketika jaringan terluka, respon alami tubuh adalah untuk mengaktivasi proses inflamasi. Proses ini terdiri dari langkah2 yang berurutan mencakup proses perbaikan jaringan dan melindungi luka terhadap invasi kuman.

(27)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   2 7   2 7   Skenario

Seorang lansia laki-laki usia 87 tahun mengalami kelemahan pada seluruh tubuh sudah hampir 1 tahun, selama ini pasien selalu berbaring di tempat tidur.

Learning Task

Diskusikan skenario di atas :

• Pemeriksaaan fisik yang perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosa tersebut • Faktor resiko yang menyebabkan terjadinya kelainan tersebut

• Manajemen fisioterapi yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut Self Assessment

1. Penyakit apa saja yang mempunyai prevalensi ini lebih tinggi pada lansia yang memiliki masalah kesehatan terkait dengan peningkatan risiko terjadinya ulkus dan tertundanya penyembuhan luka ?

2. Sebutkan dan jelaskan tentang klasifikasi ulkus dekubitus (chronic dermal wounds) 3. Bagaimana intervensi physical therapy untuk mengatasi ulkus decubitus pada lansia ?

Referensi

1. Guccione A.A. 2000. Geriatric Physical Therapy Second Edition. St Louis: Mosby, Inc. 2. Timiras P.S. 2007. Physiological Basis of Aging and Geriatrics Fourth Edition. California: Informa Healthcare USA.

(28)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   2 8   2 8  

Perkuliahan 10 : Postur, Keseimbangan dan Resiko Jatuh Pada Pasien Geriatri Tanggal : 29 November 2016

Tempat : Ruang Kuliah Lt. III Waktu : 08.00-13.00

Tujuan Pembelajaran :

• Mampu memahami dan menjelaskan postur, keseimbangan dan resiko jatuh pada pasien geriatri

• Mampu memahami dan menjelaskan penanganan fisioterapi pada kasus gangguan keseimbangan pasien lansia.

Konten Kurikulum : • Pendahuluan • Resiko jatuh

• Teori kontrol postural

• Pemeriksaan instabilitas keseimbangan pada lansia

• Manajemen Fisioterapi pada kasus kasus gangguan keseimbangan pasien lansia.

Abstrak

Setiap orang mempunyai jatuh, terlepas dari usia. Jatuh adalah peristiwa yang pasti dialami oleh seluruh kehidupan. Sebagian besar jatuh, terutama pada anak-anak dan orang dewasa muda, memiliki konsekuensi ringan, mudah dilupakan, dan tidak berdampak pada fungsi selanjutnya. Jatuh pada orang tua, sebaliknya, merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas akibatnya sering kali jauh melampaui cedera ringan akibat kehilangan fungsional yang signifikan dan bahkan kematian. Alasan bahwa jatuh menjadi kesehatan utama pada orang yang berusia lebih tua dari 65 adalah hasil interaksi kompleks dan kurang memahami faktor biomedis, fisiologis, psikososial, dan lingkungan.

Mayor morbiditas dari jatuh termasuk patah tulang pinggul dan lainnya dan cedera jaringan lunak serius yang memerlukan imobilisasi atau rawat inap. Jatuh pada orang tua,

(29)

Study Guide Manajemen Fisioterapi Geriatri 2016/2017   2 9   2 9  

jatuh, yang menyebabkan ketakutan untuk melakukan tugas rutin, pembatasan aktivitas, isolasi sosial, dan ketergantungan yang meningkat pada orang lain.

Skenario

Seorang lansia laki-laki usia 87 tahun mengalami jatuh, pasien mengeluh pusing dan mual beberapa jam setelah jatuh.

Learning Task

Diskusikan skenario di atas :

• Apakah pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk kasus di atas? • Buatlah perencanaan intervensi pada kasus ini?

Self Assessment

• Pada pasien yang bagaimana yang memiliki resiko jatuh • Mengapa jatuh sangat berbahaya pada lansia

• Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan • Bagaimana cara untuk mengurangi resiko jatuh

• Bagaimana intervensi physical therapy untuk mengatasi pasien lansia pasca jatuh

Referensi

1. Guccione A.A. 2000. Geriatric Physical Therapy Second Edition. St Louis: Mosby, Inc. 2. Timiras P.S. 2007. Physiological Basis of Aging and Geriatrics Fourth Edition. California: Informa Healthcare USA.

Referensi

Dokumen terkait

Simbol Aljabar p pada contoh-1, U pada contoh-2, dan a pada contoh-3 di atas adalah contoh variabel karena p mewakili banyak pohon yang mungkin dimiliki Pak Amir, U

Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yang merupakan penelitian ilmiah sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Pada penelitian

Batasan masalah pada penelitian tugas akhir ini terfokus pada indentifikasi unsur pada pasir tanah laut, pemurnian silika pada pasir tanah laut, komposisi fasa komposit

Berdasarkan hasil penelitian mengenai identifikasi gulma pada kebun singkong ( Manihot esculenta Crantz) di Desa Nitakloang Kecamatan Nita Kabupaten Sikka pada tahun 2018

Kebutuhan dana untuk memperkuat struktur modal suatu perusahaan dapat bersumber dari eksternal dan internal, dengan ketentuan sumber dana yang dibutuhkan tersebut

payment processor di ciptakan untuk menampung mata uang negara tertentu dalam bentuk digital. Transaksi yang dilakukan melalui media online dapat menggunakan mata uang dari

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tema ketuhanan pada tembang macapat dalam majalah Djaka Lodang tahun terbitan 2010 serta mendeskripsikan amanat pada tembang

menunjukkan bahwa biaya pakan merupakan biaya terbesar yaitu pada peternak strata kepemilikan 1 sebesar Rp... Uji Beda Pendapatan Strata Kepemilikan 1 dan