• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab IV Fungsi Referensi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bab IV Fungsi Referensi"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV BAB IV T

TAATTA CARA A CARA PENGGUNAAN PENGGUNAAN REFERENSIREFERENSI

 A.

 A.Fungsi ReferensiFungsi Referensi Sec

Secarara a priprinsinsip p funfungsi gsi rerefeferenrensi si dapdapat at digdigoloolongkngkan an menmenjadjadi i bebbebererapaapa fungsi. Di antaranya adalah sebagai berikut:

fungsi. Di antaranya adalah sebagai berikut: 1.

1. DigunDigunakan akan sebagsebagai ai acuan.acuan. Dalam fungsinDalam fungsinya ya yang pertamyang pertama a ini referini referensiensi memiliki peran yang sangat penng karena pada proses pengolahan data memiliki peran yang sangat penng karena pada proses pengolahan data rrefefererenensi si akakan an didigugunanakkan an sesebabaggai ai acacuauan/n/pepedodomaman n dadalalam m prprososeses pemecahan masalah, baik hal ini terkait dengan konsentrasi penciptaan pemecahan masalah, baik hal ini terkait dengan konsentrasi penciptaan ma

maupuupun n penpengkgkajiajian. an. OleOleh h kakarenrena a ituitu, , keketetepapatatan n pempemiliilihan han bebbebererapaapa re

refeferenrensi si menmenjadjadi i perpermbmbangangan an yanyang g sansangagat t mutmutlaklak, , yayang ng padpada a hashasilil akhirnya akan berkorelasi posif dengan kualikasi akhir dari suatu tulisan akhirnya akan berkorelasi posif dengan kualikasi akhir dari suatu tulisan ilm

ilmiahiah. . !e!emilmilihaihan n rerefefererensi nsi yayang ng di di daldalamnamnya ya teterdardapapat t berberbagbagai ai teteoriori rele

rele"an menjadi "an menjadi salasalah h satsatu u perhaperhaan an seorseorang penulis ang penulis yang dak yang dak bolehboleh diabaikan.

diabaikan. #.

#.Digunakan sebagai bahan per!bangan.Digunakan sebagai bahan per!bangan.  $idak semua referensi yang di  $idak semua referensi yang di dal

dalamnamnya ya teterdardapapat t berberbagbagai ai macmacam am teoteori ri itu itu dipdipakakai ai sebsebagagai ai bahbahanan pendukung analisis dalam suatu

pendukung analisis dalam suatu tulisan. %ustru, ada kalanya suatu referensitulisan. %ustru, ada kalanya suatu referensi itu dipakai sebaga

itu dipakai sebagai i bahabahan n permpermbangbangan an atatau au sebagsebagai ai bahabahan n yang akanyang akan diper

diperbandbandingkingkan an dengdengan an beberbeberapa apa refreferenerensi si lain lain yang yang dipakdipakai. ai. DengDenganan demikian fungsi referensi yang kedua ini mengarah pada fungsinya sebagai demikian fungsi referensi yang kedua ini mengarah pada fungsinya sebagai bahan yang akan dikaji lebih

bahan yang akan dikaji lebih lanjut.lanjut. &.

&. Digunakan sebagai bahan penge!bangan.Digunakan sebagai bahan penge!bangan. 'ungsi referensi yang kega ini 'ungsi referensi yang kega ini le

lebibih h beberfrfokokus us papada da fufungngsisinnyya a sesebabaggai ai babahahan n yyanang g mamasisih h haharuruss dikembangkan atau disempurnakan. (da kemungkinan penulis melihat di dikembangkan atau disempurnakan. (da kemungkinan penulis melihat di dala

dalam m refreferenserensi i itu itu masimasih h terterdapadapat t kekkekuraurangangan, n, kenkendadapun pun sebetsebetulnyulnyaa refer

referensi itu dipandang ensi itu dipandang bagus atau cukup penng. Oleh bagus atau cukup penng. Oleh karkarena itu, ena itu, di dalamdi dalam hal ini penulis tetap mengambil dan menggunakannya sebagai referensi hal ini penulis tetap mengambil dan menggunakannya sebagai referensi

(2)

mesk

meskipun ipun di di sana)sana)sini sini masimasih h perlu perlu ditditambaambahkan dengan hkan dengan pengpengembangembanganan atau pendapat penulis sebagai

atau pendapat penulis sebagai perbaikan seperlunya.perbaikan seperlunya.

B.

B."enis#$enis Referensi"enis#$enis Referensi *erd

*erdasarasarkan kan kualkualikaikasinysinya, a, refreferenserensi i dapadapat t digodigolongklongkan an menjamenjadi di gaga golongan, yaitu:

golongan, yaitu: 1.

1. Referensi %e&risReferensi %e&ris. %ika seorang penulis menggunakan suatu referensi dan. %ika seorang penulis menggunakan suatu referensi dan referensi itu berupa pendapat yang mengarah pada suatu teori, premis, referensi itu berupa pendapat yang mengarah pada suatu teori, premis, dal

dalil, il, atatau au rumrumus+ us+ makmaka a rereferferensensi i yayang ng demdemikiikian an ini ini disdisebuebut t sebsebagagaiai referensi teoris. eferensi jenis ini pada dasarnya akan digunakan sebagai referensi teoris. eferensi jenis ini pada dasarnya akan digunakan sebagai pedoman di dalam proses pemecahan masalah -jika konsentrasi penulis pedoman di dalam proses pemecahan masalah -jika konsentrasi penulis pa

pada da bibidadang ng pepengngkkajajiaian n atatau au didigugunanakkan an sesebabagagai i pepedodomaman n dadalalamm pembuatan perancangan atau penciptaan suatu karya seni atau teknologi pembuatan perancangan atau penciptaan suatu karya seni atau teknologi -jika konsentrasi penulis fokus pada bidang penciptaan.

-jika konsentrasi penulis fokus pada bidang penciptaan. #.

#. Referensi 'isua(.Referensi 'isua(.  *aik dalam konsentrasi pengkajian maupun terlebih lagi  *aik dalam konsentrasi pengkajian maupun terlebih lagi penciptaan, referensi "isual menjadi sangat penng, yang nannya akan penciptaan, referensi "isual menjadi sangat penng, yang nannya akan digunakan sebagai data dukung dalam pengkajian ataupun sebagai acuan digunakan sebagai data dukung dalam pengkajian ataupun sebagai acuan dalam proses perancangan dan penciptaan. Oleh karena itu, referensi jenis dalam proses perancangan dan penciptaan. Oleh karena itu, referensi jenis kedua ini bentuknya bisa berupa gambar, desain, foto, bagan, grak, atau kedua ini bentuknya bisa berupa gambar, desain, foto, bagan, grak, atau sejenisnya.

sejenisnya. &.

&. Referensi %eknis.Referensi %eknis. eferensi jenis kega ini jika dilihat dari segi bentuknya eferensi jenis kega ini jika dilihat dari segi bentuknya bisa mirip referensi pertama, karena referensi teknis bentuknya bisa berupa bisa mirip referensi pertama, karena referensi teknis bentuknya bisa berupa ur

uraiaaian n kakalimlimatat/pe/pernrnyayatataan, an, tetetatapi pi perperbedbedaanaanya ya adaadalah lah teterlerletatak k padpadaa fun

fungsigsinynya. a. %ik%ika a rerefeferenrensi si ini ini leblebih ih menmengagararahkhkan an prproseoses s atatau au tatahaphapanan membuat suatu karya atau tahapan kegiatan -bukan berupa rumus atau membuat suatu karya atau tahapan kegiatan -bukan berupa rumus atau teori, maka referensi ini disebut sebagai

teori, maka referensi ini disebut sebagai referreferensi teknis. %uga, referensi iniensi teknis. %uga, referensi ini bisa mirip dengan referensi kedua, karena bentuknya bisa berupa sebuah bisa mirip dengan referensi kedua, karena bentuknya bisa berupa sebuah bag

bagan0an0, , yaityaitu u bagbagan an yang yang membermemberikaikan n penjepenjelesan lesan sistsistemaemak k tententangtang pr

(3)

bentuknya berupa bagan, maka referensi ini tetap dimasukkan ke dalam kelompok referensi teknis.

C.Su!ber Referensi

Seorang penulis secara kreaf dapat mengambil dari berbagai sumber. amun demikian, penulis terlebih dahulu harus betul)betul mampu melakukan seleksi terhadap kualikasi sumber. Di samping itu, penulis juga harus mampu membuat proporsi kuantaf pada jumlah referensinya secara seimbang antara sumber tercetak dengan sumber yang berasal dari internet. %angan terlalu banyak pada satu jenis referensi saja, misalnya sekitar delapan puluh persen referensi yang digunakan bersumber dari internet sedangkan selebihnya berasal dari sumber tercetak. Dengan demikian gunakanlah secara seimbang.

(dapun sumber)sumber referensi itu dapat dikelompokkan ke dalam ga  jenis sebagai berikut:

1. Dari nara su!ber. eferensi ini diperoleh melalui proses 2a2ancara, baik 2a2ancara itu dilakukan secara terpimpin -menggunakan da3ar pertanyaan yang sudah diseleksi berdasarkan kepenngannya maupun 2a2ancara yang bersifat impro"isasi, atau kombinasi dari keduanya. (dapun interviewe yang dipilih harus memiliki kredibelitas yang dapat dipertangungja2abkan secara ilmiah. 4al ini salah satunya dapat diindikasi melalui profesinya.

#. Dari in%erne%. De2asa ini referensi dari internet hampir bisa dipaskan menjadi kegemaran para mahasis2a, karena mahasis2a dak perlu bersusah payah pergi meluangkan 2aktu khususnya ke perpustakaan. 5ahasis2a di area hotspot  yang disediakan oleh kampus cukup membuka laptop dan menghidupkan wif )nya sudah beres. Dalam hitungan menit sekian referensi sudah didapat dengan mudah. Dapat juga sumber ini diakses sambil duran di rumah dengan menggunakan smartphone-nya. 6endapun berbagai kemudahan dapat diperoleh, tetapi mahasis2a dan

(4)

dosen pembimbing harus cerdas dan cermat dapat memilah dan memilih referensi mana yang paling berkualitas yang diperoleh dari internet tersebut untuk selanjutnya digunakan sebagai acuan.

&. Dari su!ber %erce%ak. Suatu pendapat mengatakan bah2a bila dibandingkan dengan dua sumber referensi di atas, maka yang paling berkualitas adalah sumber kega, apalagi sumber kega ini sudah  published . *erdasarkan publikasinya, sumber tercetak dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu referensi yang masih unpublished  dan yang sudah  published . 7ontoh unpublished adalah makalah, diktat, modul, brosur, skripsi, tesis, disertasi, dan sejenisnya yang pada prinsipnya semua itu belum diterbitkan. (dapun yang kedua adalah referensi  published , yaitu referensi yang sudah diterbitkan. 5isalnya koran, tabloid, majalah, jurnal, handbook , buku, kamus, ensiklopedi, dan lain)lain yang sejenis. Secara prinsip referensi jenis ini sudah dipublikasikan oleh suatu badan penerbit.

D.Ana(isis )re*ibe(i%as Su!ber Referensi

*eberapa catatan penng sebagai pedoman sebelum memilih sumber referensi yang akan digunakan sebagai acuan adalah dengan melakukan seleksi terhadap seluruh calon referensi. *eberapa catatan itu di antaranya adalah dengan:

1. +eni(ai kua(i,kasi penu(isn-a.  6ualikasi penulis dapat dilakukan dengan cara melihat gelar akademiknya, mencerma biogra atau curriculum vitae) nya, atau dengan cara melihat kolofon tentang karya)karya tulis ilmiah yang pernah dibuatnya. 6adang gelar akademik memiliki korelasi posif dengan kemampuan menulisnya, meskipun kadang hal ini masih belum tentu. amun, paling dak gelar akademik dapat ikut pula menjadi faktor penentu kualikasi sumber referensi. Di samping itu, biogra dan kolofon yang berisi informasi tentang karya)kaya tulis ilmiahnya menjadi salah satu poin penng dalam menentukan kualikasi sumber, sehingga justru pada bagian

(5)

inilah akan terlihat kualikasi nama pengarangnya.

#.)ua(i,kasi pub(ikasi. ama penerbit sering menjadi faktor penentu dalam menentukan kualikasi sebuah sumber referensi, buku misalnya. Sebuah buku yang dipublikasikan oleh penerbit terkenal maka seorang penulis akan menilai bah2a buku itu dikatakan sebagai sumber yang berkualitas, sehingga harus dipakainya sebagai acuan.

&. Tahun pub(ikasi. Updang teori sering menjadi salah satu referensi yang cukup baik untuk menilai kualitas sebuah karya tulis ilmiah. 8ntuk itu, salah satu strategi dalam menilai kualitas karya tulis ilmiah adalah dengan cara melihat tahun terbitan dari semua sumber referensi yang dipakainya. %ika semua referensi yang digunakan mayoritas berumur lebih dari sepuluh tahun maka ada yang mengatakan bah2a karya tulis ilmiah tersebut belum mengiku perkembangan 9aman. Dengan demikian maka tahun terbit suatu sumber referensi menjadi pedoman tentang bagaimana kualitas referensi dimaksud.

. Tahun e*isi. Seringkali seorang penulis melakukan re"isi dari karyanya yang sudah dipublikasikan. 4al ini dilakukan karena setelah dicerma masih terdapat kekurangan atau justru digan. 8ntuk itu, perlu adanya terbitan yang sudah diedit ulang. Oleh karenanya, tahun edisi juga dapat dipakai sebagai indikasi untuk menilai kualikasi sebuah referensi. !ilih dan gunakan referensi dengan tanda edisi re"isi0, maka edisi)edisi sebelumnya menjadi diabaikan.

Ca%a%an semua cara penilaian di atas masih tergantung pada hal)hal yang bersifat substansional, kondisional, dan teknis, sehingga kadang semua itu belum dapat dipakai secara mutlak0 sebagai faktor penentu kualitas referensi. Oleh karena itu salah satu saran yang terpenng adalah dengan membaca secara lengkap terlebih dahulu kemudian baru memutuskan apakah referensi yang akan dipakai itu cukup berbobot, sangat berbobot, atau dak sama sekali.

(6)

E.)e%en%uan Per%anggung$a/aban Penggunaan Referensi

Seap penggunaan referensi, baik referensi teoris yang hanya sekedar satu kalimat saja maupun referensi teknis dan "isual, pengup harus melakukan pertanggungj2aban. 4al ini dilakukan berkait dengan dua aspek penng berikut ini:

1. Aspek f&r!a(0n&r!af : merupakan suatu ke2ajiban bagi sorang pengup agar dak diklasikasikan sebagai plagiat/pencuri ilmu yang dapat dituntut di pengadilan. Oleh karena itu, pengup harus berani berndak secara jujur bah2a yang dikup adalah milik pribadi seseorang. #. Aspek eka: !engup harus berani terbuka secara objekf untuk bersedia

menghargai bah2a pendapat yang dikup adalah hasil jerih payah peneli terdahulu yang sudah membuang 2aktu, tenaga, pikiran, dan biaya. Semua itu harus dihorma secara es.

F.Ta%acara Pengupan

!ada prinsipnya tatacara pengupan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pengupan secara langsung dan dak langsung -parafrase.

1. Sistem !engupan secara ;angsung

Sistem pengupan langsung dilakukan dengan cara mengup suatu pendapat atau sejenisnya seper sumber aslinya, tanpa melakukan perubahan sistem bahasa yang digunakan oleh sumber. Oleh karena itu, sistem ini disebut dengan kupan bahasa0. Sistem ini memiliki satu kelebihan, yaitu kemungkinan terjadi kesalahan adalah sangat kecil. 6upan langsung dilihat berdasarkan bentuknya memiliki dua jenis, yaitu kupan langsung pendek dan panjang.

a. 6upan ;angsung !endek

6upan langsung pendek adalah kupan yang dak melebihi ga baris. Oleh karena itu sistem pengupan ini langsung dijalin menjadi satu teks dengan bahasa pengup, kemudian diapit tanda kup -....0.

(7)

7ontoh:

b. 6upan ;angsung !anjang

6upan langsung panjang adalah kupan yang secara kuantaf  melebihi ga baris. 6upan jenis ini harus ditulis secara terpisah dari bahasa pengup dengan cara baris pertama menjorok ke dalam sekitar tujuh huruf dan baris kedua serta baris)baris selanjutnya ditulis menjorok ke dalam sebanyak empat huruf. 6emudian spasi yang digunakan adalah satu, dan dak perlu diapit tanda kup, karena dilihat dari segi bentuknya sudah berbeda dengan bahasa pengup. %angan lupa pada akhir kupan diberi catatan sumber.

7ontoh:

c. 6upan dari eferensi <isual/$eknis

Sumber yang diambil dari referensi "isual ataupun referensi teknis yang berupa bagan, baik berasal dari sumber tercetak maupun internet, harus dilakukan dengan cara langsung, dak boleh dilakukan secara

Sudah barang tentu bah2a jasa yang diinginkan oleh pelanggan atau stakeholder adalah sesuatu produk yang bermutu0 -Sallis, #==>: ?. Oleh karena itu, konsep TQME  ini dalam operasionalisasinya harus membutuhkan sistem manajemen yang mampu memberdayakan suatu instusi pendidikan melalui opmalisasi semua unsur/sektor secara sinergis agar lembaga

Secara losos, TQME  menekankan pada cara pencarian yang amat konsisten terhadap segala upaya perbaikan yang berkelanjutan dalam rangka mencapai kebutuhan dan kepuasan pelanggan. (dapun strategi yang digunakan dalam TQME  adalah:

@ bah2a pendidikan harus memposisikan dirinya sebagai instusi industri yang bergerak dalam bidang jasa, dengan kata lain menjadi sebuah 0industri jasa0. Aakni sebuah instusi yang harus memberikan pelayanan sesuai dengan apa 0yang diinginkan oleh pelanggan atau stakeholder yang dalam kontek manajemen umum disebut dengan customer 0. Sudah barang tentu bah2a jasa yang diinginkan oleh pelanggan atau stakeholder adalah sesuatu produk yang bermutu -Sallis, #==>: 1=.

(8)

parafrase, sehingga kadar keaslian dari sumber dapat dipertanggungja2abkan. Bambar, foto, grak, dan semacamnya keka diambil sebagai sumber acuan maupun sebagai data harus diambil sesuai dengan aslinya. 6emudian di ba2ahnya diberi keterangan judul dan sumbernya. *erikut disertakan contoh penggunaan dan penulisannya.

#. Sistem !engupan secara $idak ;angsung -!arafrase

Sistem pengupan secara dak langsung adalah suatu cara mengup yang dilakukan dengan cara mengambil konsepnya saja.

Dalam aturan berpakaian dasi hitam -black e di kebudayaan *arat, 2anita diharapkan datang mengenakan gaun koktail atau gaun pesta sementara pria mengenakan tuksedo. !anjang gaun bergantung ngkat formalitas acara.Dalam aturan berpakaian black e, panjang gaun hingga bes, atau hingga sekitar mata kaki. Dalam aturan berpakaian dasi puh -white e, panjang gaun hingga mencapai lantai. 6eka menemani pria yang mengenakan kilt formal, 2anita mengenakan gaun puh dengan pita pinggang lebar dari kain tartan.

Bambar &. *usana !esta dengan Ornamen *ling *ling

-Sumber: hCp://222."emale.com/galeri/=&?#bling)#=1=1)editor)==&.html,  diakses 1= o"ember #=1, pukul #&:#& EF*

*ling -atau bling)bling adalah islah slang dipopulerkan dalam budaya hip hop, mengacu pada perhiasan mencolok, me2ah atau rumit dan aksesoris ornamen yang dikenakan atau dipasang, seper baju, topi dan asesoris lainnya.

(9)

6emudian konsep itu dibahasakan kembali oleh pengup dengan gaya bahasa pengup. Aang perlu diperhakan di sini adalah bah2a pengup harus betul)betul cerdas dan cermat dalam mengolah bahasanya, sehingga konsep yang diambil dak mengalami pembiasan dari sumber aslinya. 6elebihan jenis pengupan ini adalah bah2a pengup akan tampil kreaf. amun, yang perlu diperhakan adalah kemungkinan terjadi kesalahan menjadi sangat besar. Sehubungan dengan sifatnya, maka kupan jenis ini disebut dengan kupan konsep0 atau parafrase0.

Secara kuantaf kupan konsep dibagi menjadi dua, yaitu kupan konsep pendek dan kupan konsep panjang.

a. 6upan 6onsep !endek

6upan konsep pendek adalah kupan yang jumlahnya dak melebihi satu paragraf. $atacara penulisannya langsung dijalin menjadi satu dengan bahasa pengup, sehingga spasinya pun sama dengan bahasa pengup, sedangkan catatan sumber referensi dapat dilakukan dengan dua model, yaitu di akhir kupan atau di a2al kupan -dengan menyebut nama terlebih dahulu.

%ika catatan itu diletakkan di a2al kupan, maka tata caranya adalah dengan menyebut nama pengarang yang tulisannya dikup, kemudian di belakang nama ditulis angka tahun dan nomor halamannya di dalam kurung. amun, jika catatan sumber di tulis pada akhir kupan, maka penulisannya harus lengkap, yaitu nama pengarang, angka tahun, dan nomor halaman.

7ontoh 1:

*eane -1G>: #G membagi konsep kurikulum menjadi empat, yaitu -1 6urikulum sebagai produk, -# 6urikulum sebagai !rogram -& 6urikulum sebagai hasil belajar yang diinginkan, dan - 6urikulum sebagai pengalaman belajar bagi peserta didik. !emahaman yang benar tentang kurikulum sangat penng karena ikut menentukan arah pembelajaran yang terkait dengan proses maupun substansinya. %ika kurikulum hanya dipandang dalam ar sempit, maka jangan diharapkan kalau pendidikan dan pengajaran yang akan dilaksanakan dapat membuahkan hasil sesuai dengan "isi)misi dan tujuan yang telah ditetapkan.

(10)

7ontoh #:

b. 6upan 6onsep !anjang

6upan konsep panjang adalah kupan yang melebihi dari satu paragraf. Sistem penulisannya pun dak jauh berbeda dengan kupan konsep pendek. !ada paragraf pertama harus disebut nama pengarang yang tulisannya dikup terlebih dahulu, kemudian pada paragraf akhir dari parafrase itu ditulis sumbernya, tetapi cukup dengan menuliskan angka tahun dan nomor halamannya. ama pengarang sudah dak perlu disebut lagi, karena sudah disebut pada bagian a2al kupan.

7ontoh:

Selama ini ada pihak yang memahami bah2a kurikulum sebatas sebagai rencana pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan oleh peserta didik guna mencapai ngkatan tertentu. (pabila kurikulum hanya dipahami secara sempit, maka dinamika proses pembelajaran dan krea"itas guru dan sis2a akan terhen. Buru dan murid hanya terhen pada sasaran materi yang dipancangkan pada buku kurikulum itu saja tanpa memperhakan faktor lain yang telah berkembang begitu pesat di masyarakat -Suyanto, #===: ?G.

(11)

G.Sis%e! Per%anggung$a/aban Su!ber Referensi

Sistem pertanggungja2aban atas penggunaan sumber referensi dapat dilakukan dengan ga cara, yaitu dengan:

1. Bodynote atau 7atatan $ubuh/!erut

Bodynote atau catatan tubuh/perut adalah sautu cara yang digunakan untuk mempertanggungja2abkan sumber referensi yang dilakukan dengan menulis langsung di dalam teks. 7aranya adalah data tentang referensi dimaksud ditulis di a2al atau akhir kupan. Data referensi yang ditulis hanya melipu & unsur, yaitu: ama pengarang - amily name)nya saja atau nama

Semua itu dak dapat dilepaskankan dari sebuah sistem atau model manajemen yang dipilih oleh m manajemen sebuah instusi. *erkaitan dengan hal ini, 'reddy angku mengatakan bah2a m manajerial pimpinan suatu lembaga seap hari kerjanya harus melakukan pengamatan terhadap berbagai konsep atau literatur, teknik analisis, temuan)temuan empiris, serta paradigma yang dapat dipakai sebagai landasan untuk menyusun suatu perencanaan strategis. !erencanaan)perencanaan strategis lebih lanjut harus didasarkan pada kekuatan)kekuatan internal lembaga sekaligus kekuatan) kekuatan eksternalnya yang dapat berupa berbagai peluang dan ancaman atau tantangan. 6egiatannya melipu pengamatan secara ha)ha terhadap kompetor, peraturan, siklus, keinginan dan harapan pengguna - stakeholder , serta faktor)faktor yang dapat digunakan untuk melakukan idenkasi peluang dan ancaman tersebut.

8ntuk itu paling dak terdapat dua konsep strategis perencanaan lembaga pendidikan yang harus dilakukan, yaitu: a !isncve competence, maksudnya adalah ndakan yang dilakukan oleh sebuah lembaga agar dapat menyusun dan melakukan kegiatan yang labih baik dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh para pesaing -kompetornya. (spek ini dapat diidenkasi melalui dua aspek pokok, yaitu keahlian staf dan kemampuan sumberdaya. b "ompeve #dvantage, yaitu suatu kegiatan spesik yang dikembangkan oleh lembaga agar lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya. $erdapat ga komponen strategi yang dapat dilakukan untuk memperoleh keunggulan dalam bersaing, yaitu: 1 "ost leadership, # Diferensiasi, dan & adalah 'okus -angku, #==?: 1)&#.

(12)

terakhir, angka tahun publikasi, dan nomor halaman. 7ontoh 1 diambil dari sumber tercetak:

7ontoh # diambil dari pengarang yang jumlahnya lebih dari satu: ama pengarang cukup ditulis nama pengarang pertama saja kemudian diiku dkk. atau et al .

7ontoh & diambil dari internet:

5of parang rusak barong yang dipakai sebagai sumber ide menjadi daya tarik tersendiri untuk diaplikasikan dalam penciptaan busana kasual ini. 6ata barong berar 0sesuatu yang besar dan hal ini tercermin pula pada besarnya ukuran nggi -"erkal mof tersebut dalam kain. Aakni antara 1 cm hingga # cm dan ukuran lebarnya > cm hingga  cm yang disusun secara jungkir balik0 -5usman dan (rini, #=11: &, yang dipadukan dengan bak mof parang barong yang digubah sedemikian rupa, sehingga menjadi bentuk baru tanpa meninggalkan pakem)pakem mof parangnya.

!endekatan estek adalah salah satu dari beberapa implikasi penggunaan alat indra yang dimilikai manusia terhadap rangsangan atau impuls estek yang berasal dari luar diri seseorang, impuls ini bergerak atau beroperasi keka ada rangsangan dari luar. angsangan tersebut bisa dalam bentuk karya alami atau alam, dan karya buatan atau karya seni, kepekaan impuls manusia dalam menangkap rangsangan tersebut berbeda antara satu dengan lainnya disebabkan oleh kebiasaan dan keterlahan impuls untuk menangkap keestekaannya -hCp://222.idemcorp.2ordpres.com/#==/=H/=/proses)peng alaman)estek)melalui)pendekatan/ , diakses tanggal 1= o"ember #=1?, pukul 1=.1? EF*.

angku et al  -#==H: #& mengatakan bah2a posisi kuadran pertama merupakan situasi yang sangat menguntungkan. !erusahaan memiliki peluang dan kekuatan bagus sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang paling tepat diterapkan adalah mendukung kebijakan pertumbuhan agresif -$rowth oriented strategy .

(13)

7ontoh & diambil dari 2a2ancara:

#. %ootnote atau 7atatan 6aki

(dalah sistem pertanggungja2aban sumber/referensi yang digunakan dengan cara menuliskan data referensi dimaksud pada bagian kaki halaman yang terdapat kupannya. Data referensi itu melipu & unsur, yaitu: ama pengarang, angka tahun publikasi,  judul tulisan, dan data publikasi -kota penerbit, penerbit, dan nomor

halaman.

$eori penciptaan menurut Bustami S.!. menjadi teori paling penng dalam proses ini. 6arena di dalamnya terdapat tata cara menciptakan karya dengan mengacu pada & tahap > langkah menciptakan karya seni0. $ahap utama yang dilakukan adalah proses eksplorasi, perancangan, dan per2ujudan -Ea2ancara !ribadi, tanggal G opember #=1?, pukul #=.== EF*.

(14)

7ontoh berikut diambil dari sumber tercetak, internet, dan 2a2ancara:

&. Endnote atau 7atatan (khir/!unggung

Indonesia merupakan negeri yang kaya akan budaya, terdiri dari ribuan  pulau yang dihuni oleh berbagai suku dengan adat istiadatnya masing-masing. Agar bisa dimengerti, kebudayaan harus diwujudkan dalam bentuk-bentuk  indrawi, difungsikan dan dimaknai secara spiritual. Salah satu wujud dari kebudayaan tersebut adalah batik. Batik di Indonesia merupakan ”suatu keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, yang oleh !"S#$ ditetapkan sebagai %arisan &emanusiaan untuk  Budaya 'isan dan (ak Benda ) Masterpieces of the Oral and Intangible  Heritage of Humanity* sejak $ktober +”. /adi, jika orang bicara tentang  batik pastilah yag dimaksud adalah batik Indonesia.

0enurut Sri Sultan 1ameng &ubuono 2, pada masa silam, seni batik   bukan hanya sekadar melatih keterampilan melukis dan sungging. Seni  batik sesungguhnya sarat akan pendidikan etika dan estetika bagi wanita 3aman dulu. Selain itu, batik pun punya makna untuk menandai peristiwa  penting dalam kehidupan manusia /awa.+

4ada awal keberadaannya, ”motif batik terbentuk dari simbol-simbol yang bermakna, yang bernuansa tradisional /awa, Islami, 1induisme dan Budhaisme. 5alam perkembangannya, batik diperkaya oleh nuansa budaya lain seperti #ina dan Belanda.”6  Salah satu motif larangan yang dimaksud adalah motif parang rusak barong, merupakan batik dengan pola geometris  berbentuk belah ketupat.

 7777777777777777  

Asti 0usman dan Ambar B. Arini, )+*, Batik: Warisan Adiluhung Nusantara )8-0edia, 9ogyakarta*, p..

+

http:;;www.4hian3story.blogspot.com;+;<;pendekatan-struktural-dalam- pengertian.html diakses tanggal  !o=ember +> pukul . %IB.

6

(15)

Endnote atau catatan akhir adalah salah satu cara mempertanggungja2abkan referensi yang digunakan dengan cara menuliskan data referensi itu pada bagian akhir karangan -setelah kesimpulan. Data referensi yang harus ditulis adalah sama dengan data referensi pada sistem catatan kaki. !erbedaannya dengan catatan kaki hanyalah pada letak saja. Aang satu di kaki halaman sedangkan yang satunya di akhir karangan.

7ontoh:

H.Beberapa Is(ah Penng *a(a! Footnote *anEndnote

*eberapa singkatan dari islah penng yang sering digunakan dalam

F. )esi!pu(an

Dari aneka paparan hermeneuka di atas dapat ditarik beberapa simpul penng, di antaranya adalah:

. Imologi: 4ermeneuka berasal dari islah bahasa Aunani hermeneuein, yang berar JmenafsirkanJ dan kata benda -nomina hermeneia yang berar JinterpretasiJ atau JtafsiranJ.

+. $erminolgi: 0studi tentang prinsip)prinsip metodologis interpretasi dan eksplanasi+ khususnya studi tentang prinsip)prinsip umum interpretasi *ibel0. Dalam konsep hermeneuka modern diluaskan pada tafsiran terhadap bentuk ekspresi kehidupan manusia yang muldimensional

G. Ca%a%an

1 !enggunaan islah efekf di sini lebih dimaknai pada analisis fungsional, sehingga

sesuatu dikatakan efekf apabila sesuatu tersebut dapat menjalankan fungsinya sesuai sistem yang dikehendaki oleh sesuatu tersebut, sedangkan sistem itu sendiri lebih mengarah pada sebuah tatanan.

# !ernyataan Berhard Ibeling bah2a hermeneuka adalah Brennpunkt  -k fokus

dari persoalan teologis sekarang 0the Signicance the 7rical)4istorical 5ethod of 7hurch and $heology in !rotestansm,0 &% , h. #H+ arkel ini telah dipublikasikan sebagai esai problemak dalam 'Th( , K;<FF -1G?= pp. 1)>. Selanjutnya periksa ichard I. !almer dalam )ermeneuka* Teori Baru Mengenai +nterpretasi , #==?, p. &.

&

 8ntuk pengeran tentang simbol dapat digunakan referensi %oel 5. 7haron, 1GG, ,ymbolic +nteraconism* #n +ntroducon #n +nterprataon and #n +ntegraon Ingle2ood, e2 %ersey: !rence 4all+ aymond 'irth, 1GH&, ,ymbol* .ublic and .rivate, ;ondon: Beorge and 8n2in ;td.+ Susanne 6. ;anger, 1G??, .hylosopy in # /ew (ey , e2 Aork: e2 (merican ;ibrary+ dan buku !anu Sudjiman dan (art "an Loest -!enyunt., 1GG#, ,erba-serbi ,emioka, %akarta: !$ Bramedia !ustaka 8tama.



http:;;www.idemcorp.wordpres.com;+?;@;?;proses-pengalaman-estetik-melalui- pendekatan; diakses tanggal  !opember +> pukul .< %IB.

<*

(16)

 ootnote atau endnote  adalah  ibid op0cit0 loc0cit0 et0al0 passim et se10 et  se110 sic ed0 dan p0

1. +bid0

+bid singkatan dari bahasa ;an  ibidem yang arnya adalah bah2a catatan sumber dimaksud sama dengan sumber atasnya. +bid  digunakan jika referensi tersebut ternyata sumbernya sama dengan sumber sebelum atau di atasnya secara langsung. *elum diselingi oleh sumber -)sumber lainnya, baik sumber halamannya sama maupun dak.

7ontoh:

20 3p0"it0

3p0"it0 digunakan jika referensi yang digunakan itu sama dengan referensi sebelumnya, tetapi sudah diselingi oleh referensi -)referensi yang lain. 3p0"it0 singkatan dari 3pere "i4ato  dari bahasa ;an, yang arnya adalah pada karya yang sama0. Oleh karena itu, di belakang 3p0"it0  4arus masih diiku nomor halaman. Di sinilah letak perbedaan antara 3p0"it0 dengan 5oc0"it0

7ontoh:

  MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1 !enggunaan islah efekf di sini lebih dimaknai pada analisis fungsional,

sehingga sesuatu dikatakan efekf apabila sesuatu tersebut dapat menjalankan fungsinya sesuai sistem yang dikehendaki oleh sesuatu tersebut, sedangkan sistem itu sendiri lebih mengarah pada sebuah tatanan.

#Susanne 6. ;anger, -1G??, .hylosopy in # /ew (ey , -e2 (merican ;ibrary, e2

Aork, p.G.

&+bid 0, pp. ?1)?H.

7atatan: ootnote6endnote nomor & sumbernya sama dengan nomor #, tetapi nomor halamnya berbeda.

(17)

&. 5oc0 "it0

5oc0"it0 digunakan jika referensi itu sama dengan referensi -)referensi sebelumnya tetapi sudah diselingi oleh referensi yang lain. 5oc0"it0 singkatan dari 5oco "i4ato dari bahasa ;an, yang arnya pada tempat yang sama0. Oleh karena itu, di belakang 5oc0"it0 dak perlu lagi diiku nomor halaman.

7ontoh:

. et al0

 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

#Susanne 6. ;anger  78G??  .hylosopy in # /ew (ey -e2 (merican ;ibrary, e2

Aork, p. G.

&%oel 5. 7haron  7 1GG, ,ymbolic +nteraconism* #n +ntroducon #n

+nterprataon and #n +ntegraon -!rence 4all, Ingle2ood, e2 %ersey, p. ?=.

Susanne 6. ;anger  3p0 "it 0 pp. ?=)?G. ?+bid0, pp. #=>H)H=.

>hCp://222.idemcorp.2ordpres.com/#==/=H/=/proses)pengalaman)estek)

melalui)pendekatan/ diakses tanggal 1= o"ember #=1 pukul 1=.1? EF*.

7atatan: %ootnote6endnote nomor  sumbernya sama dengan nomor #, tetapi nomor halamannya berbeda.

  MMMMMMMMMMMMMMMM

# Susanne 6. ;anger, -1G??, .hylosopy in # /ew (ey , -e2 (merican ;ibrary, e2

Aork, p.G et seN.

& %oel 5. 7haron, -1GG, ,ymbolic +nteraconism* #n +ntroducon #n

+nterprataon and #n +ntegraon, -!rence 4all, Ingle2ood, e2 %ersey, p. ?=.

Susanne 6. ;anger, 5oc0 "it 0

<

http:;;www.idemcorp.wordpres.com;+?;@;?;proses-pengalaman-estetik-melalui-pendekatan; diakses tanggal  !o=ember +> pukul .< %IB.

7atatan: %ootnote6endnote nomor  sumber halamannya sama dengan nomor #

(18)

Et0al0 Singkatan dari et alii dari bahasa ;an yang arnya dan ka2an) ka2an. Digunakan jika nama pengarang lebih dari ga orang.

7ontoh:

?. p. hal., hlm., atau h.

!ada prinsipnya p, hal., hlm., atau h. adalah sama, yaitu menunjukkan dari halaman berapa kita mengambil suatu kupan. p. singkatan dari  pagina -bahasa ;an atau bahasa Fnggrisnya adalah  page.

7ontoh:

>. passim

Fslah  passim digunakan jika nomor halaman dari sumber yang dikup berasal dari sebuah buku, lebih dari satu halaman tetapi dak berurutan atau bersumber dari beberapa halaman secara acak. 5isalnya

 MMMMMMMMMMMMMMM

?(ulia e9a *asan, et0 al 0, -#==#, 9eormasi .endidikan* 5angkah-langkah

.embaharuan dan .emberdayaan .endidikan dalam 9angka !esentralisasi ,istem .endidikan +ndonesia, -;appera !ustaka 8tama, Aogyakarta, p.#H.

7atatan: et0al0  dapat digan dengan islah Fndonesia yang sudah banyak diketahui, yaitu dkk. Aang penng penggunaannya memenuhi prinsip konsistensi.

 MMMMMMMMMMMMM

1= 4ans)Beorg Badamer, -#==, (ebenaran dan Metode* .engantar %ilsaat 

)ermeneuka, !enterj. (hmad Sahidah, -!ustaka !elajar, Aogyakarta, p. 11#)G.

7atatan: islah p. dapat digan dengan islah h., hlm, atau hal. Aang penng penggunaannya konsisten.

(19)

bersumber dari halaman &=, , >H, >, H, , G=, dan 1=1. 7ontoh:

H. et se10 et se110

Dari bahasa ;an: et se1uent  yang arnya dan halaman berikutnya0. *ersifat tunggal, dak lebih dari satu halaman. %ika ditulis menggunakan dobel 1 -et se11, maka arnya adalah beserta halaman)halaman berikutnya -ganda, maksimal & halaman.

7ontoh:

 "0

Singkatan dari kata bahasa Fnggris "3M.)#9E yang arnya adalah bandingkan0. (r luasnya adalah pembaca diminta untuk membandingkan satu referensi yang dikup dengan referensi lainnya. 7ontoh:

 MMMMMMMMMMMMMMM

& %oel 5. 7haron, -1GG, ,ymbolic +nteraconism* #n +ntroducon #n

+nterprataon and #n +ntegraon, -!rence 4all, Ingle2ood, e2 %ersey, passim.

7atatan: sebaiknya islah  passim  dihindari karena menyusahkan pembaca untuk melakukan cross check0

  MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

&%oel 5. 7haron, -1GG, ,ymbolic +nteraconism* #n +ntroducon #n

+nterprataon and #n +ntegraon, -!rence 4all, Ingle2ood, e2 %ersey, pp. ?= et. seN0

7atatan: (rnya nomor halaman yang dikup adalah halaman ?= dan ?1. Dapat juga ditulis: pp. ?=)?1. amun, jika ditulis pp.?= et. seNN 0 arnya sumber halamannya adalah ?=)?&.

(20)

 G. <ia, melalui

<ia atau melalui digunakan dalam kupan atau  ootnote berganda. Digunakan jika pengup mengambil sumber dak secara langsung melalui sumber pertama atau aslinya. Aang dibaca adalah sumber kedua. %ika hal ini dilakukan akan memiliki resiko kesalahan yang harus dipermbangkan sebelumnya, karena sumber kedua yang dihadapi/dibaca itu belum tentu benar seluruhnya. Oleh karena itu, jika memang dak betul)betul terpaksa lebih baik teknik catatan berganda ini dihindari. (palagi jika sumber kedua itu menggunakan teknik pengupan secara parafrase, yang salah satu kelemahannya adalah kemungkinan terjadi kesalahan atau perbedaan dengan sumber aslinya sangat besar.

7ontoh:

  MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

#Susanne 6. ;anger, -1G??, .hylosopy in # /ew (ey , -e2 (merican ;ibrary,

e2 Aork, p. G. c0 %oel 5. 7haron, -1GG, ,ymbolic +nteraconism* #n +ntroducon  #n +nterprataon and #n +ntegraon, - !rence 4all, Ingle2ood, e2 %ersey, p. ?=.

7ontoh lainnya:  MMMMMMMMMMMMM

?!ernyataan Berhard Ibeling bah2a hermeneuka adalah *rennpunkt -k fokus

dari persoalan teologis sekarang 0the Signicance the 7rical)4istorical 5ethod of  7hurch and $heology in !rotestansm,0 E', h. #H+ arkel ini telah dipublikasikan sebagai esai problemak dalam L$h6, K;<FF -1G?= pp. 1)>. Selanjutnya periksa ichard I. !almer dalam 4ermeneuka: $eori *aru 5engenai Fnterpretasi, #==?, p. &.

7atatan: contoh penggunaan c di atas adalah ditulisnya se(an$u%n-a periksa0.

(21)

1=. ,ic0

,ic berasal dari bahasa ;an yang arnya demikian0 atau begitu0. (r dalam teknis penulisan ilmiah adalah demikian kupan ini diambil sebagaimana bentuk aslinya.0 ,ic secara khusus digunakan dalam teknik mengup secara langsung, baik kupan langsung pendek maupun panjang. Selanjutnya, sic digunakan jika dalam teks sumber asli terdapat kesalahan cetak, tetapi pengup dak boleh melakukan pengubahan sumber asli.

7ontoh:

  MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1=%oel 5. 7haron, -1GG, ,ymbolic +nteraconism* #n +ntroducon #n

+nterprataon and #n +ntegraon, -!rence 4all, Ingle2ood, e2 %ersey, p. ?=. "ia !ur2ito, -1GG1, 08ngkapan $radisional %a2a dan 5asalah Stereop Itnis: Sebuah 6ajian Fnterpretaf)Sosiolinguiss terhadap 6orelasinya0, ;aporan !enelian Flmiah pada ;embaga !enelian Fnstut Seni Fndonesia Aogyakarta.

7atatan: kata 'ia0 dapat juga digan dengan !e(a(ui0 atau *ikup *ari0. Aang penng harus menggunakan prinsip konsistensi.

4ermeneuka dipandang sebagai sebuah pendekatan metodologis dasein dan pemahaman eksitensial ini dipelopori oleh 5arn 4eidegger. Selanjutnya, 0untuk persoalan ontologis terhadap hermeneuka, 4eidegger terpaksa harus meminjam

metode fenomenologis dari gurunya, yaitu Idmun 4usserl /sic/0  Studi

fenomenologi ini digunakan untuk mengkaji cara keberadaan manusia dalam kehidupan keseharian di dunia. Studi fenomenologi ini sekarang menjadi master2ork)nya sekaligus sebagai kunci untuk memahami secara jelas pemikirannya. 4eidegger menyebut cara analisisnya ini yang dipresentasikan dalam bukunya yang berjudul Being and Time -1G#H sebagai 0hermeneuka dasein0.

7atatan: dalam kupan di atas terdapat kesalahan nama penulis. Aang betul adalah Idmund 4usserl, tetapi dalam kupan langsung pengup dak boleh melakukan pengubahan.

(22)

1. Teknis Penu(isan Su!ber Referensi *a(a! Da2ar Pus%aka03eb%&gra,0Nara Su!ber

Sistem penulisan da3ar pustaka, 2ebtogra, atau da3ar nara sumber sebetulnya memiliki banyak model. $idak dapat dikatakan bah2a model tertentu yang benar dan model tertentu lainnya salah. Semua sistem dimaksud tergantung pada gaya selingkung yang berlaku pada suatu instusi.

*erikut dipaparkan beberapa tata cara penulisannya:

4. ama penulis disusun secara terbalik. ama marga/keluarga harus diletakkan di depan nama kecil/pemberian -given name. Setelah nama pengarang dikek tanda baca k -..

5. Semua gelar akademis dak boleh dituliskan.

6. %ika satu pengarang dak memiliki nama keluarga, tetapi namanya lebih dari satu kata maka kata yang terakhir dinyatakan sebagai nama keluarga. 7. %ika satu pustaka dikarang oleh lebih dari satu orang, maka *ak b&(eh

disebut nama penulis pertama saja lalu diiku dengan dkk.  atau et0al . ama pengarang harus *i%u(is se!ua. Selanjutnya, nama)nama pengarang tersebut harus ditulis semua dengan urutan nama keluarga -sure name6amily name dulu baru setelah itu ditulis nama pemberian orang tua -given name. 8iha% %a%a cara n&!&r 4 *i a%as.

9. %ika terdapat seorang pengarang menulis beberapa buku/tulisan dan beberapa karya tersebut dipakai sebagai referensi, maka penulisan nama pengarang pada pustaka kedua dan seterusnya cukup digan dengan garis lurus dengan panjang kurang lebih tujuh karakter .

:. $ahun penerbitan ditulis di antara %an*a kurung, kemudian diiku tanda baca koma.

(23)

;. %udul tulisan yang su*ah *i%erbi%kan - published  :  misalnya buku, jurnal, ensiklopedi, kamus, dan sejenisnya*ikek !iring -italic. amun, untuk  judul)judul yang masih be(u! *i%erbi%kan -unpublished  : seper diktat, modul, skripsi, tesis, disertasi, laporan penelian, arkel di koran atau dalam seminar *i%u(is %egak *i an%ara %an*a kup. Setelah judul tulisan harus diberi tanda baca koma.

<. Aang terakhir adalah *a%a pub(ikasi, yaitu nama penerbit -diiku tanda baca koma, kemudian diiku nama kota, dan diakhiri k.

=. %ika terdapat banyak kota, maka cukup ditulis yang pertama saja.

4>. %ika referensi bersumber dari website, maka tulis na!a kemudian diiku oleh  $u*u( %u(isan, na!a link yang dimaksudkan, ser%a %angga( bu(an %ahun akses dan puku( akses. %ika dak terdapat nama penulisnya, maka cukup ditulis  $u*u( %u(isan dan diiku nama link  serta 2aktu akses. amun, jika dak memiliki nama penulis dan judul tulisannya, maka langsung saja ditulis na!a (ink *an *iiku /ak%u akses.

44. omor halaman dak perlu dicantumkan lagi, kecua(i referensi *ari  $urna(.

45. !enulisan *a2ar pus%aka0/eb%&gra,0*a2ar nara su!ber  harus disusun uru% secara a(pabes.

46. !enulisan da3ar pustaka/2ebtogra/da3ar nara sumber dak boleh diberi nomor urut atau diberi kode buleted .

47. Penu(isan sa%u pus%aka -ang !e(ebihi *ari sa%u baris? !aka baris per%a!a *i%u(is !erapa% ke !ar$in kiri? se*angkan baris ke*ua *an se(an$u%n-a *ikek !en$&r&k ke *a(a! seban-ak (ebih kurang %u$uh karak%er. Spasi penu(isan an%ar#baris a*a(ah sa%u.

49. Spasi antar)pustaka dibuat satu setengah.

4:. %ika pustaka terdiri dari banyak sumber tercetak, sumber internet, dan hasil 2a2ancara, maka sebaiknya ditulis secara berkelompok. Semua sumber dari tercetak dikelompokkan di ba2ah judul Da2ar Pus%aka,

(24)

semua sumber dari internet di ba2ah judul 3eb%&gra,, dan yang dari 2a2ancara diberi judulDa2ar Nara Su!ber.

4;. 6husus untuk penulisan *a2ar nara su!ber hanya melipu empat poin, yaitu: na!a &rang -ang *i/a/ancarai? u!ur? pr&fesi? dan a(a!a%.

Selanjutnya, agar mudah dipahami berikut ini diberikan contoh penulisan Da2ar Pus%aka? 3eb%&gra,? dan Da2ar Nara Su!ber.

4. 7ontoh penulisan Da2ar Pus%aka

DAFTAR PUSTA)A

(rcaro, %erome S. -#==H, .endidikan Berbasis Mutu* .rinsip-prinsip .erumusan dan Tata 5angkah .enerapan, Aosal Friantara -!enterj., !ustaka !elajar, Aogyakarta.

*asro2i dan Sukidin. -#==#, Metode .enelian (ualita .erspek Mikro* $rounded Theory %enomenologi Etnometodologi Etnograf !ramaturgi +nteraksi ,imbolik )ermeneuk (onstruksi ,osial #nalisis &acana dan Metodologi 9e;eksi , !enerbit Fnsan 7endekia, Surabaya.

*asan, (ulia e9a. -#==#, 9eormasi .endidikan* 5angkah-langkah .embaharuan dan .emberdayaan .endidikan dalam 9angka !esentralisasi ,istem .endidikan +ndonesia, ;appera !ustaka 8tama, Aogyakarta.

*ogdan, obert dan $ailor, Ste"en %. -1GG#, .engantar Metode .enelian (ualita* ,uatu .endekatan %enomenologis Terhadap +lmu-ilmu ,osial , !enterj. (rief 'urchan, 8saha asional, Surabaya.

4arsono. -#==, Model-model .engelolaan .erguruan Tinggi* .erspek  ,osiopolik , !ustaka !elajar, Aogyakarta.

Fndar, urul dan osani, okhima. -#==, 0Fntensi 6e2irausahaan 5ahasis2a: Studi !erbandingan (ntara Fndonesia, %epang dan or2egia0,  dalam %urnal Ekonomika dan Bisnis +ndonesia, <ol. #&, o. , Oktober #==, 1#&) &=.

!ur2ito. -1GG1, 08ngkapan $radisional %a2a dan 5asalah Stereop Itnis: Sebuah 6ajian Fnterpretaf)Sosiolinguiss terhadap 6orelasinya0,   ;aporan

(25)

!enelian Flmiah pada ;embaga !enelian Fnstut Seni Fndonesia Aogyakarta.

 MMMMMM. -1GGG, 06arya Seni: Satu !endekatan Sintak)Semank Semiok terhadap 6rea"itas !enciptaan dan (presiasinya0, 5akalah ilmiah dibacakan pada Seminar Flmiah dalam rangka ;ustrum ke)& Fnstut Seni Fndonesia Aogyakarta.

 MMMMMM. -#===, 0Selayang)pandang (nalisis Semios terhadap !roses <isualisasi 6rea"itas Simbolis di dalam !enciptan 6arya Seni upa0, 5akalah ilmiah disampaikan pada 'orum Seminar Flmiah di depan staf pengajar 'akultas Seni upa, Fnstut Seni Fndonesia Aogyakarta.

icoeur, !aul. -#==>, )ermeneuka +lmu ,osial , !enterj. 5uhammad Syukri, 6reasi Eacana, Aogyakarta.

Sudjiman, !anu dan Loest, (art "an -!enyunt.. -1GG#, ,erba-serbi ,emioka, !$ Bramedia !ustaka 8tama, %akarta.

Syamsuddin, Sahiron. -#==&, )ermeneuka Ma<hab =ogya  !enerbit Fslamika, Aogyakarta.

5. 7ontoh !enulisan 3eb%&gra,

3EBT@GRAFI

hCp://fraiconsulng.com/inde.php/free)consultaon)mainmenu)#>/1&)

konsultasi/#&)cara)mengukur)efek"itas)brosur)terhadap)penjualan.html , diakses 1G 5ei #=1, pukul #=.1# EF*.

hCp://green.kompasiana.com/penghijauan/#=1#/=H/#H/brosur)dan)selebaran) penng)gak)ya)11?.html , diakses G Desember #=1, pukul 1G.== EF*.

hCp://translate.google.co.id/translatePhlQidRlangpairQen

idRuQhCp://sa"edelete.com/)killer)steps)to)create)an)eTec"e) brochure.html, diakses 1? %anuari #=1?, pukul 1G.1? EF*.

(26)

hCp://222.ahlidesain.com/ps)membuat)brosur)yang)menarik.html , diakses 1G 5ei #=11, pukul =G.&# EF*.

hCp://222.library.upn"j.ac.id/pdf/#s1hi/#=>>1#=#&/bab#.pdf , diakses #= %uni #=1?, pukul 1=.&? EF*.

Fndar, urul dan osani, okhima. 0Fntensi 6e2irausahaan 5ahasis2a: Studi !erbandingan (ntara Fndonesia, %epang dan or2egia0, dalam %urnal Ekonomika dan Bisnis +ndonesia, <ol. #&, o. , Oktober #==, dalam hCp://nurulindar.les.2ordpress.com/#==G/=&/indar)rosani)jebi) =.pdf , diakses #G 5ei #=11, pukul 1H. EF*.

atau@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@ Fndar, urul dan osani, okhima. 0Fntensi 6e2irausahaan 5ahasis2a: Studi !erbandingan (ntara Fndonesia, %epang dan or2egia0, dalam %urnal Ekonomika dan Bisnis +ndonesia, <ol. #&, o. , Oktober #== UOnline, accesed => 5ei #=1HV dalam hCp://nurulindar.les.2ordpress.com/ #==G/=&/indar)rosani)jebi)=.pdf .

Sukma, F2an.  dalam hCp://222.scribd.com/doc/1>?/6e2irausahaan) Oleh)F2an)Sukma, diakses 1 5ei #=11, pukul =?.&# EF*.

6. 7ontoh !enulisan Da2ar Nara Su!ber

DAFTAR NARA SU+BER

(tmojo, !ur2ito. ->= tahun, (hli *ahasa, Sorogenen FF $ =H E =#, omor H? !ur2omartani, 6alasan, Sleman, Aogyakarta.

Subiharto, %oko. -&? tahun, (hli 5anajemen, Sayegan, Sleman, Aogyakarta.

Suharson, (rif. -= tahun, (hli 6eramik, 6asongan, 6asihan, *antul, Aogyakarta.

Sutoto. ->H tahun, (hli Beologi, %alan Dagen omor K, Aogyakarta.

Laenuri, (hmad, -># tahun, Dosen 6riya 6ayu, $amanan, Se2on, *antul, Aogyakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam bab ini berisi tentang deskripsi objek penelitian secara umum dan analisis kuantitatif deskriptif, interpretasi hasil dan argumentasi serta analisa ekonomi

Memahami lebih dalam dan mengimplementasikan arsitektur Autoencoder (AE) - Dasar arsitektur Autoencoder (AE) diciptakan - Permasalahan dimensi dan dimensionality

Salah satu contoh penggunaan multimedia adalah media sosial yang dapat menjadi alternatif media visual yang memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang tata

Peneliti melakukan penelitian dengan menyebar dua skala sekaligus, yaitu skala kenakalan remaja dan dukungan keluarga yang ditujukan kepada siswa-siswi SMP Negeri

Dimana data pada sistem yang berjalan disimpan didalam sebuah file .xls, sedangkan pada sistem yang diusulkan data user,debitur, angsuran disimpan ke dalam sebuah

Semua orang memerlukan pengakuan atas keberadaan statusnya oleh orang lain. Situasi yang ideal adalah apabila prestise itu timbul akan menjadikan prestasi seseorang. Akan tetapi

Selanjutnya, peneliti juga membaca surat kabar harian Kompas edisi yang sama 2 Desember 2014, seperti (2) “Saat sesi tanya jawab, para kepala dinas dan