• Tidak ada hasil yang ditemukan

Askep CA Gaster Eka

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Askep CA Gaster Eka"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

A.

A. LatLatar ar BeBelaklakangang Ka

Kanknker er lamlambung bung terterus us berberkukurang rang di di AmeAmerikrika a SerSerikikat. at. NaNamun, mun, iniini mas

masih ih menmenjadjadi i masmasalaalah h serserius ius dedengangan n jumjumlah lah 14.14.700 700 kekematmatian ian setsetiapiap tahunnya, kebanyakan pada individu dengan usia lebih dari 40 tahun, dan tahunnya, kebanyakan pada individu dengan usia lebih dari 40 tahun, dan ka

kadadangng-k-kadadanang g papada da inindidivividu du yayang ng lelebibih h mumudada. . KKebebananyayakakan n kakanknkerer la

lambmbunung g teterjrjadadi i papada da kkururvavatutura ra kkeeil il atatau au anantrtrum um lalambmbunung g dadann aden!karsin!ma. "nsidens kanker lambung lebih banyak di jepang, yang aden!karsin!ma. "nsidens kanker lambung lebih banyak di jepang, yang telah menyebabkan diadakannya skrining massa untuk diagn!sis a#al di telah menyebabkan diadakannya skrining massa untuk diagn!sis a#al di Negara ini. Kanker lambung pada pria merupakan keganasan terbanyak Negara ini. Kanker lambung pada pria merupakan keganasan terbanyak ketiga setelah kanker paru dan kanker k!l!retal, sedangkan pada #anita ketiga setelah kanker paru dan kanker k!l!retal, sedangkan pada #anita merupakan peringkat keempat setelah kanker payudara, kanker servik dan merupakan peringkat keempat setelah kanker payudara, kanker servik dan k!l!r

k!l!rektal $%hristian, ektal $%hristian, 1&&&'.1&&&'. Se

Seara ara umum umum kakanknker er lamlambunbung g leblebih ih sersering ing terterjadjadi i padpada a laklaki-li-lakakii dengan perbandingan ()1, pada kanker kardia lambung, insidens pada dengan perbandingan ()1, pada kanker kardia lambung, insidens pada laki-laki tujuh kali lebih banyak dari #anita. Kanker lambung lebih sering terjadi laki tujuh kali lebih banyak dari #anita. Kanker lambung lebih sering terjadi pada usia *0-70 tahun, tetapi sekitar *+ pasien kanker lambung berusia pada usia *0-70 tahun, tetapi sekitar *+ pasien kanker lambung berusia kurang dari * tahun dan 1 +

kurang dari * tahun dan 1 + kurang dari 0 tahun $Neugut, 1&&'.kurang dari 0 tahun $Neugut, 1&&'. i

i NegNegara ara selselain ain /ep/epangang, , kekelanlangsugsungangan n hidhidup up leblebih ih dardari i * * tahtahunun setelah pembeda

setelah pembedahan tum!r gaster han tum!r gaster kurang dari kurang dari 10+ sedangka10+ sedangkan di /epangn di /epang da

dapapat t memennapapai ai &0&0+ + kakarrenena a adadananya ya pepeniningngkakatatan n aara ra didiagagn!n!ststii $end!sk!

$end!sk!pi dan pi dan end!sk!pi ultras!und'.end!sk!pi ultras!und'.

leh karena itu kita sebagai pera#at perlu mengetahui lebih jelas leh karena itu kita sebagai pera#at perlu mengetahui lebih jelas te

tentntanang g kakarsrsinin!m!ma a kakanknker er dadan n aara ra pepenanangnganananannynya, a, kakarerena na dadalalamm mem

memberberikaikan n asuasuhan han kekeperpera#aa#atantan, , perpera#aa#at t memmemberberikikan an m!tm!tivaivasi si dandan penyu

penyuluhan luhan serta menegah serta menegah k!k!mplikmplikasi asi yang mungkin yang mungkin terjaterjadi di sehingsehinggaga dapat memperepat pr!ses penyembuhan pasien. alam hal ini kita juga dapat memperepat pr!ses penyembuhan pasien. alam hal ini kita juga berk!la

berk!lab!rasi dengan tim medis b!rasi dengan tim medis lainnya.lainnya.

B.

B.Tujuan PenulisanTujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan ini adalah ) Adapun tujuan penulisan ini adalah )  

 ujuan umum ) 2enjelaskan asuhan keujuan umum ) 2enjelaskan asuhan kepera#atan a gasterpera#atan a gaster

1 1

(2)

ujuan ujuan khusukhusus s )) 2enjelaskan k!nsep dasar dari penyakit kanker 3aster2enjelaskan k!nsep dasar dari penyakit kanker 3aster

1.

1. 2enje2enjelasklaskan denan denisi daisi dari penyri penyakit kakit kankanker 3aster 3asterer

(.

(. 2enje2enjelasklaskan eti!an eti!l!gi dl!gi dari peari penyakinyakit kankt kanker 3aster 3asterer

.

. 2enje2enjelasklaskan paan pat!sit!si!l!g!l!gi kai kankenker 3astr 3asterer

4.

4. 2enje2enjelasklaskan an StadStadium ium kankkanker 3er 3asteraster

*.

*. 2enje2enjelasklaskan manan mani5esti5estasi klasi klinis kinis kankanker 3aster 3asterer

.

. 2enje2enjelasklaskan pemerian pemeriksaan diaksaan diagn!stgn!stik dan penatik dan penatalaksalaksanaan paanaan padada kanker 3aster

kanker 3aster

7.

7. 2enje2enjelasklaskan k!an k!mplimplikasi pkasi pada kada kankanker 3aster 3asterer C. Metode Penulisan

C. Metode Penulisan

alam membuat makalah ini penulis

alam membuat makalah ini penulis menggunakan met!demenggunakan met!de deskripti5

deskripti5. Adapun bahan . Adapun bahan makalah yang didapat dengan makalah yang didapat dengan ara studiara studi kepustak

kepustakaan yaitu aan yaitu dengan mempelajari buku-buku yang berhubungandengan mempelajari buku-buku yang berhubungan dengan makalah ini.

dengan makalah ini. D. Ruang Lingkup D. Ruang Lingkup

2engingat luasnya masalah dan

2engingat luasnya masalah dan terbatasnya kemampuan,makaterbatasnya kemampuan,maka penulis membatasi pembahasan

penulis membatasi pembahasan hanya pada 6hanya pada 6Asuhan Kepera#atan %aAsuhan Kepera#atan %a 3aster

3aster E.

E. SisSisteteatatikika Penua Penulislisanan

Sistematika penulisan terbagi dalam beberapa 8A8, antara lain Sistematika penulisan terbagi dalam beberapa 8A8, antara lain )) 8A8

8A8 " " mermerupaupakakan n penpendahdahuluuluan an yanyang g melmelipuiputi ti 9at9atar ar belbelakakangang, , ujuaujuann penulisan, 2an5aat dan Sistematika penulisan.

penulisan, 2an5aat dan Sistematika penulisan.

8A8 "" merupakan 9andasan te!ritis, yang terdiri dari K!nsep asar 2edis 8A8 "" merupakan 9andasan te!ritis, yang terdiri dari K!nsep asar 2edis meliputi enisi,

meliputi enisi, Anat!mi :isi!l!gi, ;ti!l!gi, <at!si!l!gi, Anat!mi :isi!l!gi, ;ti!l!gi, <at!si!l!gi, anda dan anda dan 3ejala,3ejala, <emeriksaan iagn!sis, <enatalaksanaan

<emeriksaan iagn!sis, <enatalaksanaan 2edis, K!mplikasi.2edis, K!mplikasi.

2 2

(3)

K!nsep asar Kepera#atan meliputi <engkajian, iagn!sa kepera#atan dan =enana Kepera#atan dan evaluasi.

8A8 """ 2erupakan <enutup, yang terdiri dari kesimpulan dan saran. Da!tar Pustaka

BAB ""

T"N#AUAN TE$R"T"S

A. %onsep Dasar &'Anatoi (isiologi a. Anatoi la)ung

Lambung merupakan sebuah kantung muskuler yang letaknya antara esophagus dan usus halus, sebelah kiri abdomen di bawah diafragma. Lambung merupakan saluran yang dapat mengembang karena adanya gerakan peristaltik, tekanan organ lain, dan postur tubuh. Struktur  lambung:

a. Fundus ventrikuli

(4)

agian ini menon!ol ke atas, terletak di sebelah kiri osteum kardiakum dan biasanya berisi gas. "ada batas dengan esophagus terdapat katup sfingter kardiak.

 b. #orpus ventrikuli

agian ini merupakan bagian lambung yang berbentuk tabung dan mempunyai otot yang tebal membentuk sfin$ter pylorus. %ntrum pylorus merupakan muara bagian distal dan  berlan!ut ke duodenum.

$. %ntrum pylorus

&erupakan bagian lambung yang berbentuk tabung dan mempunyai otot yang tebal membentuk sfin$ter pylorus. %ntrum pylorus merupakan muara distal yang berlan!ut ke duodenum.

d. #urvatura minor 

'erletak di sebelah kanan lambung dan terbentang dari osteum kardiak sampai ke pylorus. #urvatura minor dihubungkan ke hepar oleh omentum minor. Suatu lipatan ganda dari  peritoneum.

e. #urvatura mayor 

Lebih pan!ang dari kurvatura minor, terbentang dari sisi kiri osteum kardiak melalui fundus ventrikuli menu!u ke kanan sampai ke pylorus inferior. Ligamentum gastrolienalis terbentang dari bagian atas kurvatura mayor sampai ke limpa.

f. (steum kardiak 

&erupakan tempat esophagus bagian abdomen masuk ke lambung. "ada bagian ini terdapat orifisium pilorik yang tidak mempunyai sfin$ter khusus, hanya berbentuk $in$in yang membuka dan menutup osteum dengan kontraksi dan relaksasi. (steum dapat tertutup oleh lipatan membran mukosa dan serta otot pada dasar esophagus.

b. Fisiologi Lambung Fungsi lambung:

1. Lambung menampung makanan yang masuk melalui esophagus, menghan$urkan makanan dengan gerakan peristaltik lambung dan getah lambung. "enghan$uran makanan dilakukan dengan dua $ara:

a) &ekanis : menyimpan, men$ampur dengan sekret lambung dan mengeluarkan kimus ke dalam usus. "endorongan makanan ter!adi se$ara gerakan peristaltik setiap 2* detik.

(5)

 b) #imiawi : bolus dalam lambung akan di$ampur dengan asam lambung dan enim-enim tergantung !enis makanan enim yang dihasilkan antara lain pepsin asam garam, renin dan lapisan lambung.

2) etah $erna lambung yang dihasilkan:

a) "epsin, meme$ah putih telur men!adi asam amino /albumin dan pepton) agar dapat diabsorbsi di intestinum minor.

 b) %sam garam /0l) mengasamkan makanan sebagai antiseptik dan desinfektan yang masuk ke dalam makanan. isamping itu mengubah pepsinogen men!adi pepsin dalam suasana asam.

$) enin, sebagai ragi pembekuan susu dan membentuk kasein dari kasinogen /kasinogen dan protein susu).

d) Lapisan lambung meme$ah lemak men!adi asam lemak untuk merangsang sekresi getah lambung.

c. Sekresi getah lambung

Sekresi getah lambung mulai ter!adi pada awal orang makan apabila melihat, men$ium, dan merasakan makanan maka sekresi lambung akan terangsang, karena pengaruh saraf sehingga menimbulkan rangsang kimiawi yang menyebabkan dinding lambung melepaskan hormon yang disebut sekresi getah lambung. Sekresi getah lambung mengalami 3 fase yaitu:

a. Fase serebral

%ntisipasi dari makan menyebabkan stimulus merambat dari otak ke nervus vagus sampai ke lambung yang merupakan kelen!ar yang terstimulasi untuk mensekresi hormon gastrin yang disekresi oleh membran mukosa kanalis pylorus yang menghasilkan getah lambung.

 b. Fase gastri$

"ada fase ini gastrin lebih banyak diproduksi. $. Fase intestinal

&asuknya darah ke dalam intestinum menyebabkan sekresi getah lambung membentuk lebih banyak gastrin.

2. Definisi Ca Gaster

#arsinoma gaster ialah suatu neoplasma yang terdapat pada gaster /Simadibrata, 2***).

(6)

#anker lambung adalah suatu keganasan yang ter!adi di lambung, sebagian besar adalah dari  !enis adenokarsinoma /&utta5in, 2*11).

#anker lambung adalah tumor ganas di lambung, bisa berkembang di bagian manapun dilambung dan menyebar dari lambung ke organ lain /6illiam 7 &ellisa, 2*1*).

3. Klasifikasi tumor ganas

a. Early gastric cancer (tumor ganas lambung dini).

8erdasarkan hasil pemeriksaan radi!l!gi, gastr!sk!pi dan pemeriksaan hist!pat!l!gis dapat dibagi atas )

a).Tipe I (pritrured type)

 um!r ganas yang menginvasi hanya terbatas pada muk!sa dan sub muk!sa yang berbentuk p!lip!id. 8entuknya ireguler permukaan tidak rata, perdarahan dengan atau tanpa ulserasi.

b).Tipe II (superfcial type)

apat dibagi atas  sub tipe. 1'. ;levated type

 ampaknya sedikit elevasi muk!sa lambung. >ampir seperti tipe ", terdapat sedikit elevasi dan lebih meluas dan melebar.

('. :lat type

idak terlihat elevasi atau depresi pada muk!sa dan hanya terlihat perubahan pada #arna muk!sa.

'. epressed type

 idapatkan permukaan yang iregular dan pinggir tidak rata $iregular' hiperemik? perdarahan.

c). Tipe III (Excavated type)

2enyerupai 8!rmann "" $tum!r ganas lanjut' dan sering disertai k!mbinasi seperti ""   """ atau """  ""  dan "" a  "" .

b. Advanced gastric cancer (tumor ganas lanjut). 2enurut klasikasi 8!rmann dapat dibagi atas ) 8!rmann ".

8entuknya berupa p!lip!id karsin!ma yang sering juga disebut sebagai 5ungating dan muk!sa di sekitar tum!r atr!pik dan iregular.

(7)

8!rmann ""

2erupakan N!n "nltrating %arsin!mat!us @ler dengan tepi ulkus serta muk!sa sekitarnya men!nj!l dan disertai n!dular. asar ulkus terlihat nekr!tik dengan #arna ke!klatan, keabuan dan merah kehitaman. 2uk!sa sekitar ulkus tampak sangat hiperemik.

8!rmann """.

8erupa inltrating %arsin!mat!us type, tidak terlihat bats tegas pada dinding dan inltrasi di5us pada seluruh muk!sa.

8!rmann "

8erupa bentuk diBuse "nltrating type, tidak terlihat batas tegas pada dinding dan inltrasi di5us pada seluruh muk!sa.

*. Etiologi

<enyebab dari karsin!ma 3aster sampai saat ini belum diketahui seara pasti. Namun para penyelidik berpendapat bah#a k!mp!sisi makanan merupakan 5akt!r penting dalam kejadian karsin!ma 3aster, meliputi hal-hal sebagai berikut)

a. K!nsumsi makanan yang diasinkan, diasap, atau yang dia#etkan. 2akanan yang diasinkan menjadi 5at!r utama peningkatan kanker lambung. Kandungan garam yang masuk ke dalam lambung akan memperlambat peng!s!ngan lambung sehingga mem5asilitasi k!nversi g!l!ngan nitrat menjadi arin!geni nitr!samines di dalam lambung. b. :akt!r in5eksi !leh kuman H. Pylory .

Adalah bakteri penyebab lebih dari &0+ ulkus du!denum dan C0+ tukak lambung $:ui!, (007'.

. S!si!ek!n!mi.

K!ndisi s!si!ek!n!mi yang rendah dilap!rkan meningkatkan risik! kanker lambung, namun tidak spesik. imana dihubungkan dengan 5at!r-5akt!r asupan diet, k!ndisi lingkungan miskin dengan sanitasi buruk. 8erbagai k!ndisi tersebut mem5asilitasi transmisi in5eksi >.pyl!ri yang menjadi predisp!sisi penting peningkatan terjadinya kanker lambung $Darbr!, (00*'.

(8)

d. 2engk!nsumsi r!k!k dan al!h!l.

<asien dengan k!nsumsi r!k!k lebih dari 0 batang sehari dan dik!mbinasi dengan k!nsumsi al!h!l kr!nik akan meningkatkan risik! kanker lambung $3!nEaleE, (00'.

e. NSA"s.

"nFamasi p!lip lambung bisa terjadi pada pasien yang meng!nsumsi NSA"s dalam jangka #aktu yang lama dan hal ini $p!lip lambung' dapat menjadi preurs!r kanker lambung. K!ndisi p!lip lambung berulang akan meningkatkan risik! kanker lambung $>!ught!n, (00'. 5. :at!r geneti.

Galaupun masih belum sepenuhnya dipahami, tetapi adanya mutasi dari gen ;-adherin terdeteksi pada *0+ tipe kanker lambung. Adanya ri#ayat keluarga anemia pernisi!sa dan p!lip aden!matus juga dihubungkan dengan k!ndisi geneti pada kanker lambung $8resiani, (00'.

g. Anemia pernisi!sa.

K!ndisi ini merupakan penyakit kr!nis dengan kegagalan abs!rpsi k!balamin $vitamin 81(', disebabkan !leh kurangnya 5at!r instrinsik sekresi lambung. K!mbinasi anemia pernisi!sa dengan in5eksi >.pyl!ri memberikan k!ntribusi penting terbentuknya tum!rigenesis pada dinding lambung $Santar!e, (00C'.

+. Tanda dan ,ejala

Keluhan utama pada a gaster adalah berat badan menurun, nyeri epigastrium, muntah, keluhan penernaan, an!reksia, dis5agia, nausea, kelemahan, hematemesis, regurgitasi dan lekas kenyang.

-. Patosiologi

engan adanya kanker lambung, lesi tersebut akan menginvasi muskularis pr!pia dan akan melakukan metastasis pada kelenjar getah bening regi!nal. 9esi pada kanker lambung memberikan berbagai maam keluhan yang timbul, gangguan dapat dirasakan pada pasien biasanya jika sudah pada 5ase pr!gresi5, dimana berbagai k!ndisi akan munul seperti dyspepsia, an!reksia, penurunan 88, nyeri abd!men, k!nstipasi, anemia, mual serta muntah. K!ndisi ini akan memberikan berbagai masalah kepera#atan.

(9)

apat disimpulkan bah#a kebiasaaan hidup mempunyai peran penting, makanan panas dapat merupakan 5akt!r timbulnya tum!r ganas seperti juga makanan yang di asap, ikan asin yang mungkin mempermudah timbuknya tum!r ganas gaster.

Selain itu 5akt!r lain yang mempengaruhi adalah 5akt!r herediter, dan 5akt!r in5eksi >. <yl!ri.

Karsin!ma gaster berasal dari pertumbuhan epitel pada membran muk!sa gaster. Kabanyakan karsin!ma gaster berkembang pada bagian ba#ah gaster. Sedangkan pada atr! gaster disapatkan bagian atas gaster dan seara multisenter.

Karsin!ma gaster terlihat beberapa bentuk.

1. Seperempatnya berasal dari pr!pria yang berbentuk 5ungating yang tumbuh ke lumen sebagai massa.

(. Seperempatnya berbentuk tum!r yang berulserasi.

. 2assa yang tumbuh melalui dinding menginvasi lapisan !t!t.

4. <enyebarannya melalui dinding yang disemari penyebaran pada permukaan. *. 8entuk linisplastika.

. Sepertiganya karsin!ma berbagai bentuk di atas.

<r!gn!sis yang baik berhubungan dengan bentuk p!lip!id dan kemudian berbentuk ulserasi dan yang paling jelek ada bentuk sirrh!us. <enyebaran karsin!ma gaster sering kehati, arteri hepatika dan elia, pankreas dan hilus selitar limpa. apat juga mengenai tulang, paru, !tak dan bagian lain saluran erna.

(10)

Diagra Pato/o0 K!nsumsi makanan yang di asinkan, diasap atau yang "n5eksi >eli!bater K!ndisi s!si! ek!n!mi K!nsum si A"NS :akt!r geneti 2er!k! k H 9im5!m a 2A9 Anemia pernisi!s <!lip lambun g 2utasi gen ;-%adheri K!ntak agen karsin! gen %arin!geni nitr!samines didalam lambung <erubahan metaplasia pada epithelium di dinding

Kanker lambung

=esik!

"nvasi jaringan H e5ek k!mpresi !leh tum!r

"ntervensi bedah 3astrekt!mi =esp!n <sik!l! "ntervensi radiasi dan is5agia An!reksia K!mpresi sara5 Asupan Nutrisi tidak Nyeri <re perati5  Keemasan pemenuhan in5!rmasi <erubaha n intake nutrisi Aktual?=esik! ketidakseimban gan nutrisi kurang dari Nyeri <asa

8edah 9uka <asa

<enurunan kemampuan batuk Kerusakan  jaringan lunak =esp!n Serabut <!rt de entrIe pasa bedah 1*

(11)

1. Peeriksaan Diagnosis

&. Peeriksaan sis.

<emeriksaan sis dapat membantu diagn!sis berupa berat badan menurun dan anemia. idaerah epigastrium mungkin ditemukan suatu massa dan jika telah terjadi metastasis ke hati, teraba hati yang iregular, dan kadang-kadang kelenjar lim5e klavikula teraba.

2. Radiologi.

<emeriksaan radi!l!gi yang penting adalah pemeriksaan k!ntras ganda dengan berbagai p!sisi seperti telentang. engkurap, !blik yang disertai dengan k!mprsi.

3. ,astroskopi dan Biopsi.

<emeriksaan gastr!sk!pi banyak sekali membantu diagn!sis untuk melihat adanya tum!r gaster. <ada pemeriksaan kuda $1&&' dengan bi!psi ditemukan &4 + pasien dengan tum!r ganas gaster sedangkan dengan sit!l!gi lavse hanya didapatkan *0 +.

*. Peeriksaan dara4 pada tinja.

<ada tum!r ganas sering didapatkan perdarahan dalam tinja $!ult bl!!d', untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan tes 8enEidin.

+. Sitologi.

<emeriksaan <apani!la!u dari airan lambung dapat memastikan tum!r ganas lambung dengan hasil C0 J &0 +. entu pemeriksaan ini perlu dilengkapi dengan pemeriksaan gastr!sk!pi dan bi!psi.

5. %oplikasi

1. <er5!rasi

Aktual?=esik! ketidake5ekti5an

bersihan jalan napas =isik! "n5eksi

(12)

apat terjadi per5!rasi akut dan per5!rasi kr!nik. (. >ematemesis.

>ematemesis yang masi5 dan melena dapat terjadi pada tum!r ganas lambung sehingga dapat menimbulkan anemia.

. bstruksi.

apat terjadi pada bagian ba#ah lambung dekat daerah pil!rus yang disertai keluhan muntah-muntah.

4. Adhesi.

 /ika tum!r mengenai dinding lambung dapat terjadi perlengketan dan inltrasi dengan !rgan sekitarnya dan menimbulkan keluhan nyeri perut *. <enyebaran

<ada berbagai !rgan seperti hati, panreas dan k!l!n.

6. Penatalaksanaan

&. Beda4

 /ika penyakit belum menunjukkan tanda penyebaran, pilihan terbaik adalah pembedahan. Galaupun telah terdapat daerah sebar, pembedahab sudah dapat dilakukan sebagai tindakan paliati5. =eaksi kurati5 akan berhsil bila tidak ada tanda metastasis di tempat lain, tidak ada sisa %a pada irisan lambung, reseksi airan sekitar yang terkena, dari pengambilan kelenjar lim5a seukupnya.

2. Radiasi

<eng!batan dengan radiasi memperlihatkan kurang berhasil. 3. %eoterapi

<ada tum!r ganas dapat dilakukan pemberian !bat seara tunggal atau k!mbinasi kem!terapi. i antara !bat yang di gunakan adalah * :@, trimetre!te, mit!nisin %, hidr!urea, epirubisin dan karmisetin dengan hasil 1C J 0 +.

*. Diit

iit yang diberikan adalah makanan yang tidak mengiritasi lambung, suplemen makanan harus tinggi kal!riL vitamin A dan % serta besi

(13)

sehingga perbaikan jaringan dipermudah. 8ila gastrekt!mi t!tal dilakukan, vitamin 81( parenteral akan perlu diberikan untuk jangka #aktu yang tidak terbatas.

2akan makanan reguler b!leh dilakukan  bulan setelah reseksi lampung parsial. A#alnya makanan diberikan sedikit dan sering, atau nutrient diberikan melalui selangL nutrisi parenteral t!tal mungkin perlu dilakukan.

B.

%onsep

Asu4an

%epera0atan

&. Pengkajian a. Pre operasi

"dentitas pasien

=i#ayat kesehatan dahulu dan sekarang

<engkajian yang didapatkan sesuai stadium kanker lambung.

Keluhan yang dikaji seperti an!reksia, nyeri epigastrium, berat

badan menurun dengan epat, melena, dan anemiaL pada k!ndisi

ini biasanya sudah ada metastasis dalam kelenjar getah bening,

regi!nal, paru, !tak, tulang, dan !varium.

<engkajian ri#ayat penyakit yang pernah diderita seperti ulkus

peptikum atau gastritis kr!nis yang disebabkan !leh in5eksi >.pyl!ri,

perilaku? kebiasaan yang mendukung peningkatan risik! penyakit

ini, seperti k!nsumsi al!h!l dan tembakau kr!nis, k!nsumsi

makanan yang diasinkan, terdapat penurunan berat badan selama

ada ri#ayat penyakit tersebut.

'

<sik!s!sial

<engkajian psik!s!sial biasanya didapatkan adanya keemasan

berat setelah pasien mendapat in5!rmasi menenai k!ndisi kanker

lambung. Kaji pengetahuan pasien tentang pr!gram peng!batan

kanker meliputi) radiasi, kem!terapi, dan pembedahan gastrekt!mi,

kaji tentang status perka#inan dan adanya !rang yang memberikan

dukungan em!si!nal.

(14)

'

<emeriksaan

sik

Selama pemeriksaan sik ini dimungkinkan untuk melakukan

palpasi massa, !bservasi adanya aites. rgan ini diperiksa untuk

nyeri tekan atau massa. Nyeri biasanya merupakan gejala lambat.

'

<emeriksaan diagn!sti

<emeriksaan yang diperlukan seperti radi!gra, end!sk!pi, bi!psy,

sit!l!gi, dan lab!rat!rium klinik.

'

<engkajian penatalaksanaan medis

<enatalaksanaan medis disesuaikan dengan penentuan stadium

dan pengel!mp!kan stadium tum!r. "ntervensi yang laEim dilakukan

adalah tindakan end!sk!pi, kem!terapi, radi!terapi, dan intervensi

bedah.

). Post operasi

1' 2elakukan pengkajian a#al dan melanjutkan dengan segala

intervensi kepera#atan segera.

(' <ada pasa !perasi, pasien di kaji terhadap k!mplikasi sekunder

akibat intervensi bedah seperti hem!ragi, in5eksi, distensi

abd!men, atau penurunan status nutrisi.

' <engkajian segera pasien bedah saat kembali ke ruangan

pera#atan)

espirasi

) kepatenan jalan napasL kedalaman, 5rekuensi, dan

karakter pernapasanL si5at dan bunyi napas.

!ir"ulasi

) anda-tanda vital termasuk tekanan darahL k!ndisi kulit.

#eurologi

) ingkat resp!ns

$rainase

) Adanya drainaseL keharusan untuk menghubungkan

selang ke system drainase yang spesikL adanya dan k!ndisi

balutan.

%enyamanan

) tipe nyeri dan l!kasiL mual atau muntahL perubahan

p!sisi yang dibutuhkan.

Psi"ologi

) si5at dari pertanyaan pasienL kebutuhan akan istirahat

dan tidurL gangguan !leh kebisingan, pengunjungL ketersediaan bel

pemanggil atau lampu pemanggil.

(15)

%eselamatan

) Kebutuhan akan pagar tempat tidurL drainase selang

tidak tersumbatL airan " terin5us dengan tepat dan letak "

terbebat dengan baik.

Peralatan

) iperiksa untuk 5ungsi yang baik.

2. Diagnosa %epera0atan a. Pre operasi

1' Nyeri berhubungan dengan pr!ses pertumbuhan sel-sel kanker

(' <erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan

dengan intake makanan tidak adekuat.

' Keemasan berhubungan dengan pr!gn!sis penyakit dan renana

pembedahan.

4' <emenuhan in5!rmasi berhubungan dengan adanya evaluasi

diagn!sti, intervensi peng!batan, dan renana pera#atan rumah.

). Post7$p

&'

Ketidake5ekti5an p!la na5as b.d kemampuan batuk menurun, nyeri

pasa bedah

2'

Nyeri berhubungan dengan insisi bedah.

' <erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan

dengan perubahan system gastr!intestinal pada pasa !perati5..

4' =esik! tinggi in5eksi berhubungan dengan p!rt de entrIe luka

pasa bedah.

*' =isik! injuri berhubungan dengan pasa pr!sedur bedah

gastrekt!mi.

3. Ren8ana %epera0atan

a. Pre7$perasi

1'. Nyeri berhubungan dengan pr!ses pertumbuhan sel-sel kanker

 ujuan ) Nyeri berkurang sampai hilang setelah dilakukan tindakan

kepera#atan

(16)

%riteria hasil )  dalam batas n!rmal, klien mengatakan nyeri

berkurang, klien tampak rileks

=enana indakan)

1'

Kaji karakteristik nyeri, l!kasi, 5rekuensi $<M=S'

=asi!nal) mengetahui tingkat nyeri sebagai evaluasi untuk

intervensi selanjutnya

('

9akukan manajemen nyeri sesuai skala nyeri)

a.

Atur p!sisi si!l!gis

=asi!nal) meningkatkan rasa nyaman dengan mengurangi

sensasi tekan pada area dapat yang sakit.

b. Ajarkan teknik relaksasi seperti napas dalam pada saat rasa

nyeri dating

=asi!nal) hip!ksemia l!al dapat menyebabkan rasa nyeri dan

peningkatan suplai !ksigen pada area nyeri dapat membantu

menurunkan rasa nyeri.

. Ajarkan met!de distraksi

=asi!nal) pengalihan rasa nyeri dengan ara distraksi dapat

meningkatkan resp!ns pengeluaran end!rphin untuk memutus

resept!r rasa nyeri.

d. 8eri manajemen sentuhan berupa pemijatan ringan pada area

sekitar nyeri.

=asi!nal) meningkatkan resp!ns aliran darah pada area nyeri

dan merupakan salah satu met!de pengalihan perhatian.

e. 8eri k!mpres hangat pada area nyeri.

=asi!nal) meningkatkan resp!ns aliran darah pada area nyeri.

'

K!lab!rasi dengan pemberian analgesi seara peri!di.

 =asi!nal) mempertahankan kadar !bat dan menghindari punak

peri!de nyeri.

(' <erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan

dengan intake makanan tidak adekuat.

 ujuan) nutrisi dapat terpenuhi

%riteria hasil) pemasukan nutrisi adekuat, 88 pasien stabil, muk!sa

mulut lembab, turg!r kulit elasti,  dalam batas n!rmal, >asil

lab!rat!rium n!rmal.

(17)

"ntervensi)

1. Kaji p!la makan pasien

=asi!nal) mengidentikasi kekuatan?desiensi nutrisi dan

membantu dalam menentukan intervensi yang tepat.

(. @kur tinggi, berat badan dan ketebalan lipatan kulit trisep.

 imbang berat badan setiap hari atau sesuai indikasi.

=asi!nal) membantu dalam identikasi mal nutrisi pr!tein-kal!ri,

khususnya bila berat badan dan pengukuran antr!p!metrik

kurang dari n!rmal.

. 8erikan makan p!rsi keil tapi sering dengan memberi makanan

yang tidak mengiritasi lambung.

=asi!nal) memaksimal intake nutrisi tanpa kelelahan dan energy

besar serta menurunkan iritasi saluran erna.

4. Anjurkan pasien makan dengan perlahan dan mengunyah

makanan dengan saksama.

=asi!nal) agar makanan dapat le#at dengan mudah ke lambung.

*. Anjurkan dan bantu pasien untuk mempertahankan hygiene !ral

yang baik.

=asi!nal) menurunkan rasa tidak enak karena sisa makanan.

. K!lab!rasi dengan ahli giEi untuk menetapkan k!mp!sisi dan

 jenis diet yang tepat.

=asi!nal) merenanakan diet dengan kandungan giEi yang ukup

untuk memenuhi peningkatan kebutuhan energy dan kal!ri

sehubungan dengan status hipermetab!lik klien.

7. K!lab!rasi untuk pemeriksaan lab!rat!rium khususnya 8@N,

pr!tein serum, dan albumin.

=asi!nal) menilai kemajuan terapi diet dan membantu

perenanaan intervensi selanjutnya.

C. K!lab!rasi untuk pemberian multivitamin

=asi!nal) multivitamin bertujuan untuk memenuhi kebutuhan

vitamin yang tinggi sekunder dari peningkatan laju metab!lisme

umum.

'. Keemasan berhubungan dengan renana pembedahan

 ujuan ) Keemasan dapat diminimalkan setelah dilakukan tindakan

kepera#atan

(18)

%riteria hasil) Keemasan pasien berkurang, klien tampak lebih

rileks dan santai, klien dapat berpartisipasi akti5 dalam aturan

peng!batan.

=enana indakan)

1.

/elaskan setiap tindakan yang akan dilakukan terhadap pasien

=asi!nal) pasien k!!perati5 dalam segala tindakan dan

mengurangi keemasan pasien

(.

8eri kesempatan pada pasien untuk mengungkapkan perasaan akan

  ketakutannya

=asi!nal) untuk mengurangi keemasan

. ;valuasi tingkat pemahaman pasien ? !rang terdekat tentang

diagn!sa medik

=asi!nal) memberikan in5!rmasi yang perlu untuk memilih

intervensi yang tepat

4. <ertahankan hubungan saling peraya antara pera#at dank lien.

=asi!nal) hubungan saling peraya membantu memperlanar

pr!ses terapeutik.

*.

8antu klien mengenali dan mengakui rasa emasnya.

=asi!nal) rasa emas merupakan e5ek em!si sehingga apabila

sudah teridentikasi dengan baik, maka perasaan yang

mengganggu dapat diketahui.

. 8erikan in5!rmasi akurat, k!nsisten mengenai pr!gn!sis. >indari

memperdebatkan tentang persepsi pasien terhadap situasi.

=asi!nal) dapat menurunkan ansietas dan memungkinkan

pasien membuat keputusan?pilihan berdasarkan realita.

7. /elaskan peng!batan yang dianjurkan, tujuannya dan p!tensial

e5ek samping. 2embantu pasien menyiapkan peng!batan.

=asi!nal) tujuan peng!batan kanker menghanurkan sel-sel

maligna sambil meminimal kerusakan pada sel yang n!rmal.

4' <emenuhan in5!rmasi berhubungan dengan adanya evaluasi

diagn!sti, intervensi peng!batan, dan renana pera#atan rumah.

 ujuan) in5!rmasi kesehatan terpenuhi setelah dilakukan tindakan

kepera#atan.

(19)

%riteria hasil) pasien mampu menjelaskan kembali pendidikan

kesehatan yang diberikan.

=enana tindakan)

1. Kaji tingkat pengetahuan pasien tentang pr!sedur diagn!sti,

pr!gram peng!batan, dan renana pera#atan di rumah.

=asi!nal) tingkat pengetahuan dipengaruhi !leh k!ndisi

s!si!ek!n!mi pasien, pera#at dapat lebih terarah dalam

memberikan pendidikan sesuai dengan pengetahuan pasien

seara e5ekti5 dan esien.

(. %ari sumber yang meningkatkan penerimaan in5!rmasi.

=asi!nal) keluarga terdekat pasien perlu dilibatkan dalam

pemenuhan in5!rmasi untuk menurunkan risik! kesalahan

interpretasi terhadap in5!rmasi yang diberikan.

. /elaskan pada pasien tentang pemeriksaan diagn!stik yang akan

dilakukan.

=asi!nal ) persiapan dan penjelasan yang rasi!nal meningkatkan

esiensi dan e5ektivitas pemeriksaan diagn!sti.

4. /elaskan dan lakukan pemenuhan dan persiapan pembedahan.

=asi!nal) man5aat dari instruksi pra!perati5 telah diketahui sejak

lama. Setiap pasien diajarkan sebagai individu dengan

mempertimbangkan

segala

keunikan,

tingkat

ansietas,

kebutuhan, serta harapan-harapannya terhadap pr!sedur bedah

yang akan dijalani.

*. 8erikan in5!rmasi pada pasien dan keluarga yang akan menjalani

pera#atan rumah.

=asi!nal) in5!rmasi yang akurat membantu pasien dalam

melakukan pera#atan diri dirumah.

). Post7$perasi

 1). #etidakefektifan pola nafas b.d kemampuan batuk menurun, nyeri pas$a bedah

'u!uan : kebersihan !alan napas pasien tetap optimal setelah dilakukan tindakan keperawatan.

(20)

riteria hasil : !alan napas bersih, bunyi napas normal, tidak ada penggunaan otot  bantu pernapasan, ''< dalam batas normal.

=enana tindakan )

1.

Kaji dan m!nit!r jalan napas.

=asi!nal) deteksi a#al untuk interpretasi intervensi selanjutnya.

(.

Auskultasi bunyi na5as, atat adanya bunyi na5as misalnya mengi, krekels,

r!nhi.

=asi!nal)

8eberapa derajat spasme br!nkus terjadi dengan

!bstruksi jalan na5as dan dapat?tidak dimani5estasikan adanya

bunyi na5as adventisius misalnya) penyebaran, krekels basah

$br!nkitis', bunyi na5as redup dengan ekspirasi mengi $emsema'

atau tidak adanya bunyi na5as $asma berat'.

.

"nstruksikan pasien untuk napas dalam dan melakukan batuk e5ekti5.

=asi!nal) pada pasien pasa bedah dengan tingkat t!leransi yang

baik, pernapasan dia5ragma dapat meningkatkan ekspansi paru.

8atuk juga did!r!ng untuk mel!nggarkan sumbatan muus.

4.

8eri !ksigen  liter?menit.

=asi!nal) pemberian !ksigen dilakukan pada 5ase a#al pasa

bedah. <emenuhan !ksigen dapat membantu meningkatkan <a(

di airan !tak yang akan memengaruhi pengaturan pernapasan.

*. 8ersihkan seret dan lakukan suti!ning apabila kemampuan

mengevaluasi seret tidak berhasil.

=asi!nal) kesulitan bernapas dapat terjadi akibat sekresi lendir

yang berlebihan.

. Kaji pasien untuk p!sisi yang nyaman misalnya peninggian kepala

tempat tidur, duduk pada sandaran tempat tidur.

=asi!nal) <eninggian kepala tempat tidur mempermudah 5ungsi

perna5asan dengan menggunakan gravitasi. S!k!ngan tangan?kaki

dengan meja, bantal, dll membantu menurunkan kelemahan !t!t

dan dapat sebagai alat ekspansi dada.

 ('.

 Nyeri berhubungan dengan insisi bedah.

(21)

 ujuan ) Nyeri berkurang sampai hilang setelah dilakukan tindakan

kepera#atan.

%riteria hasil ) Nyeri berkurang sampai dengan hilang

=enana indakan )

1.

Kaji karakteristik nyeri, l!kasi, 5rekuensi $<M=S'.

=asi!nal) mengtahui tingkat nyeri sebagai evaluasi untuk

intervensi selanjutnya

(.

Ajarkan tehnik relaksasi tarik na5as dalam

=asi!nal) tehnik relaksasi dapat mengatasi rasa nyeri karena

asupan !ksigen terpenuhi.

.

Ajarkan teknik distraksi pada saat nyeri.

=asi!nal) distraksi $pengalihan perhatian' dapat menurunkan

stimulasi internal.

4.

K!lab!rasi dengan d!kter untuk pemberian analgetik intravena.

=asi!nal) analgetik membantu menghambat stimulasi nyeri ke

pusat persepsi nyeri di k!rtek serebri sehingga nyeri dapat

berkurang.

'.<erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan

perubahan system gastr!intestinal pada pasa !perati5.

 ujuan) asupan nutrisi dapat !ptimal dilaksanakan.

%riteria hasil) pasien dapat menunjukkan met!de menelan makanan

yang tepat, terjadi penurunan reFuk es!phagus,  dalam batas

n!rmal, 8erat 8adan n!rmal?meningkat.

=enana tindakan)

1. Kaji k!ndisi dan t!leransi gastr!intestinal pasagastrekt!mi.

=asi!nal) parameter penting adalah dengan melakukan auskultasi

bising usus. Apabila bising usus terdengar artinya 5ungsi

gastr!intestinal sudah pulih setelah anestesi umum.

(. 9akukan pera#atan mulut.

=asi!nal) intervensi ini menurunkan risik! in5eksi !ral.

. 2asukkan 10-(0 ml airan s!dium kl!rida setiap si5 melalui selang

nas!gastrik.

(22)

=asi!nal) pembersihan ini selain untuk menjaga kepatenan selang

nas!gastrik juga untuk meningkatkan penyembuhan pada area

pasagastrekt!mi.

4. 8erikan nutrisi air melalui selang nas!gastrik atau atas instruksi

medis.

=asi!nal) pemberian nutrisi air dilakukan untuk memenuhi asupan

nutrisi melalui gastr!intestinal.

*. K!lab!rasi dengan ahli giEi mengenai jenis nutrisi yang akan

digunakan pasien.

=asi!nal) ahli giEi harus terlibat dalam penentuan k!mp!sisi dan

 jenis makanan yang akan diberikan sesuai dengan kebutuhan

individu.

. >indari makan  jam sebelum tidur.

=asi!nal) intervensi untuk menegah terjadinya reFuks.

4'.=esik! tinggi in5eksi berhubungan dengan p!rt de entrIe luka pasa

bedah.

 ujuan) terjadi perbaikan pada integritas jaringan lunak dan tidak

terjadi in5eksi.

%riteria hasil) tidak ada tanda-tanda in5eksi dan peradangan pada

area luka pembedahan, leuk!sit dalam batas n!rmal,  dalam

batas n!rmal.

=enana tindakan)

1. /aga k!ndisi balutan dalam keadaan bersih dan kering.

=asi!nal) k!ndisi bersih dan kering akan menghindari k!ntaminasi

k!mensal-yang akan menyebabkan resp!ns inFamasi l!al dan

akan memperlambat pr!ses penyembuhan luka.

(. 9akukan pera#atan luka steril pada hari ke dua pasa bedah.

=asi!nal) pera#atan luka sebaiknya tidak dilakukan setiap hari

untuk mengurangi k!ntak dengan luka yang steril, sehingga

menegah k!ntaminasi kuman pada luka bedah.

. Angkat drain pasa bedah sesuai instruksi medis.

=asi!nal) pengangkatan drain sesuai indikasi bertujuan untuk

menurunkan risik! in5eksi.

4. K!lab!rasi penggunaan antibi!ti.

(23)

=asi!nal) antibi!ti injeksi diberikan selama tiga hari pasa bedah

kemudian dilanjutkan !ral sampai jahitan dilepas.

*'

=esik! injuri berhubungan dengan pasa pr!sedur bedah

gastrekt!mi.

 ujuan)pasien tidak mengalami injuri

%riteria hasil)  dalam batas n!rmal, tidak terjadi in5eksi pada

daerah insisi, k!ndisi kepatenan selang dada !ptimal.

=enana tindakan)

1. 9akukan pera#atan diruang intensi5.

=asi!nal) untuk menurunkan risik! injuri dan memudahkan

intervensi pasien selama 4C jam diruang ra#at.

(. Kaji 5at!r-5akt!r yang meningkatkan risik! injuri.

=asi!nal) saat k!ndisi pasa bedah, akan terdapat banyak drain

pada tubuh pasien.

. <ertahankan status hem!dinamik yang !ptimal.

a. <antau pengeluaran urine rutin

=asi!nal) pasien pasa pr!sedur es!5agekt!mi akan

mengalami transudasi airan ke interstisial.

b. ;valuasi seara hati-hati dan d!kumentasikan intake dan

!utput airan.

=asi!nal) pera#at mend!kumentasikan jumlah urine dan

#aktu penatatan, serta memeriksa kepatenan saluran

urine.

4. 2!nit!r k!ndisi selang nas!gastrik.

=asi!nal) menurunkan risik! kerusakan anast!m!sis.

*. 2!nit!r adanya k!mplikasi keb!!ran anast!m!sis pasa bedah,

seperti hipertermi, nyeri inFamasi,takipnea,takikardi, hip!ksemia,

dan perubahan #arna pada selang drainase.

=asi!nal) keb!!ran merupakan salah satu k!mplikasi tersering

pada pasa bedah gastrekt!mi.

. K!lab!rasi untuk pemberian antibi!ti pasa bedah.

=asi!nal) antibi!ti menurunkan

risik! in5eksi yang akan

menimbulkan reaksi inFamasi l!al dan dapat memperlambat

pr!ses penyembuhan pasa5unduplikasi lambung.

*. E9aluasi

a. iagn!sa pre !perasi

1' erjadi penurunan resp!n nyeri

(24)

(' 2endapatkan nutrisi !ptimal.

' Keemasan berkurang.

4' "n5!rmasi kesehatan berkurang.

b. iagn!sa p!st !perasi

1' <!la napas e5ekti5.

(' 2endapatkan tingkat kenyamanan.

' 2endapatkan nutrisi !ptimal.

4' "n5eksi tidak terjadi.

*' idak mengalami injuri dan k!mplikasi pasabedah.

BAB III

!"#$#

(25)

A. K!SI%#LA"

Setelah mempelajari tinjauan te!ritis, dapat disimpulkan sebagai berikut) %arsin!ma 3aster merupakan tum!r ganas yang mengandung atau terdiri dari  jaringan lemak. 8ila lip!ma ini tumbuh pada daerah retr!perit!neal dan perirenal sering menjadi lip!sar!ma) tum!r ganas yang tumbuhnya epat dan inltrat. 2aka untuk penegahan dini hal tersebut di atas bagi tenaga kesehatan terutama pera#at pr!5esi!nal untuk memberi penyuluhan kepada para pasien yang mengalami adanya benj!lan untuk periksa dan perlunya pengangkatan benj!lan tersebut untuk menghindari k!mplikasi lebih lanjut dan dapat membahayakan nya#a pasien

B. SARAN

Adapun saran yang dapat penulis sampaikan ialah )

1. iharapkan pasien dan keluarga untuk tetap menjaga p!la makan agar tidak terlalu banyak mengk!nsumsi makanan yang instan dan dimasak dengan ara di bakar atau diasapkan.

(. iharapkan kepada pera#at agar tidak menganggap remeh terhadap tanda dan gejala ketika masih ringan karena jika penyakit ini terlambat ditangani maka akan mengakibatkan k!mplikasi yang berat pada pasien serta menganam nya#a pasien.

. iharapkan kepada pasien dan keluarga untuk rutin !ntr!l ke d!kter untuk pemantauan terapi.

Da!tar Pustaka

(26)

SmeltEer, S. %, H 8are, 8. 3. $(00('. &u"u ajar "epera'atan medical beda &runner  !uddart. ;disi C, !l. (. /akarta);3%

 %arpenit!, 9. /. $1&&&'. $iagnosa dan rencana "epera'atan. ;d . /akarta ) 2edia Aesulappius.

<urna#an, A. S., H >usna, A. $1&C('. %apita !ele"ta %edo"teran. /akarta) 2edia Aesulapius.

2uttain, A., H Sari, K. $(011'. &u"u ajar gangguan gastrointestinal apli"asi asuan "epera'atan medical beda. /akarta)Salemba 2edika.

Sud!y!, A. G., Setiy!hadi, 8., Al#i, "., 2arellus, S. K., H Setiati, S. $(00&'. &u"u ajar ilmu penya"it dalam. ;disi *, jilid . /akarta)"nterna<ublishing

!enges, 2. ;., 2!!rh!use, 2. :., H 3eissler, A. %. $(000'. encana asuan "epera'atan* pedoman untu" perencanaan dan pendo"umentasian  pera'atan pasien. ;disi . /akarta);3%.

Referensi

Dokumen terkait

)ue to the almost unlimited programming of temperature control profiles, the 6emmert humidity chamer &gt;&#34; provides the ideal environments for the chamer load.. Ageing

Saran dari penelitian ini adalah (1) bagi guru maupun siswa supaya da- pat membaca dan memahami dengan seksama setiap petunjuk yang disajikan dalam media pembelajaran

Tujuan artikel ini yakni agar menambah pengetahuan tentang model pendidikan berwawasan nusantara serta mengetahui dampak model pendidikan berwawasan nusantara bagi anak usia dini

Konfusianisme Di Korea Selatan Kajian Mengenai Pengaruh Budaya Terhadap Kehidupan Sosial, Ekonomi, Dan Politik Masyarakat Korea.. Universitas Pendidikan Indonesia |

Mahasiswa dapat menjelaskan ruang lingkup makhluk hidup dan lingkungan kehidupannya, yang mencakup ruang lingkup biologi dan hubungannya dengan ilmu lain, metode dan kerja

Kemudian menyusun pesan dilakukan dengan cara menciptakan slogan/jargon yang juga menjadi pesan kunci yaitu Menyapa Rakyat Mendekat Pada Rakyat, mempersiapkan

Untuk tindak pencegahan yaitu : tetap menjaga kondisi kandang selalu bersih dengan melakukan desinfeksi pada kandang dan peralatan kandang, sanitasi lingkungan dengan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air daun mindi mampu menurunkan bobot larva dan bobot pupa pada perlakuan terhadap L1 dan L2 (P&lt;0,05) dibandingkan dengan kontrol,