BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
A. LatLatar ar BeBelaklakangang Ka
Kanknker er lamlambung bung terterus us berberkukurang rang di di AmeAmerikrika a SerSerikikat. at. NaNamun, mun, iniini mas
masih ih menmenjadjadi i masmasalaalah h serserius ius dedengangan n jumjumlah lah 14.14.700 700 kekematmatian ian setsetiapiap tahunnya, kebanyakan pada individu dengan usia lebih dari 40 tahun, dan tahunnya, kebanyakan pada individu dengan usia lebih dari 40 tahun, dan ka
kadadangng-k-kadadanang g papada da inindidivividu du yayang ng lelebibih h mumudada. . KKebebananyayakakan n kakanknkerer la
lambmbunung g teterjrjadadi i papada da kkururvavatutura ra kkeeil il atatau au anantrtrum um lalambmbunung g dadann aden!karsin!ma. "nsidens kanker lambung lebih banyak di jepang, yang aden!karsin!ma. "nsidens kanker lambung lebih banyak di jepang, yang telah menyebabkan diadakannya skrining massa untuk diagn!sis a#al di telah menyebabkan diadakannya skrining massa untuk diagn!sis a#al di Negara ini. Kanker lambung pada pria merupakan keganasan terbanyak Negara ini. Kanker lambung pada pria merupakan keganasan terbanyak ketiga setelah kanker paru dan kanker k!l!retal, sedangkan pada #anita ketiga setelah kanker paru dan kanker k!l!retal, sedangkan pada #anita merupakan peringkat keempat setelah kanker payudara, kanker servik dan merupakan peringkat keempat setelah kanker payudara, kanker servik dan k!l!r
k!l!rektal $%hristian, ektal $%hristian, 1&&&'.1&&&'. Se
Seara ara umum umum kakanknker er lamlambunbung g leblebih ih sersering ing terterjadjadi i padpada a laklaki-li-lakakii dengan perbandingan ()1, pada kanker kardia lambung, insidens pada dengan perbandingan ()1, pada kanker kardia lambung, insidens pada laki-laki tujuh kali lebih banyak dari #anita. Kanker lambung lebih sering terjadi laki tujuh kali lebih banyak dari #anita. Kanker lambung lebih sering terjadi pada usia *0-70 tahun, tetapi sekitar *+ pasien kanker lambung berusia pada usia *0-70 tahun, tetapi sekitar *+ pasien kanker lambung berusia kurang dari * tahun dan 1 +
kurang dari * tahun dan 1 + kurang dari 0 tahun $Neugut, 1&&'.kurang dari 0 tahun $Neugut, 1&&'. i
i NegNegara ara selselain ain /ep/epangang, , kekelanlangsugsungangan n hidhidup up leblebih ih dardari i * * tahtahunun setelah pembeda
setelah pembedahan tum!r gaster han tum!r gaster kurang dari kurang dari 10+ sedangka10+ sedangkan di /epangn di /epang da
dapapat t memennapapai ai &0&0+ + kakarrenena a adadananya ya pepeniningngkakatatan n aara ra didiagagn!n!ststii $end!sk!
$end!sk!pi dan pi dan end!sk!pi ultras!und'.end!sk!pi ultras!und'.
leh karena itu kita sebagai pera#at perlu mengetahui lebih jelas leh karena itu kita sebagai pera#at perlu mengetahui lebih jelas te
tentntanang g kakarsrsinin!m!ma a kakanknker er dadan n aara ra pepenanangnganananannynya, a, kakarerena na dadalalamm mem
memberberikaikan n asuasuhan han kekeperpera#aa#atantan, , perpera#aa#at t memmemberberikikan an m!tm!tivaivasi si dandan penyu
penyuluhan luhan serta menegah serta menegah k!k!mplikmplikasi asi yang mungkin yang mungkin terjaterjadi di sehingsehinggaga dapat memperepat pr!ses penyembuhan pasien. alam hal ini kita juga dapat memperepat pr!ses penyembuhan pasien. alam hal ini kita juga berk!la
berk!lab!rasi dengan tim medis b!rasi dengan tim medis lainnya.lainnya.
B.
B.Tujuan PenulisanTujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan ini adalah ) Adapun tujuan penulisan ini adalah )
ujuan umum ) 2enjelaskan asuhan keujuan umum ) 2enjelaskan asuhan kepera#atan a gasterpera#atan a gaster
1 1
ujuan ujuan khusukhusus s )) 2enjelaskan k!nsep dasar dari penyakit kanker 3aster2enjelaskan k!nsep dasar dari penyakit kanker 3aster
1.
1. 2enje2enjelasklaskan denan denisi daisi dari penyri penyakit kakit kankanker 3aster 3asterer
(.
(. 2enje2enjelasklaskan eti!an eti!l!gi dl!gi dari peari penyakinyakit kankt kanker 3aster 3asterer
.
. 2enje2enjelasklaskan paan pat!sit!si!l!g!l!gi kai kankenker 3astr 3asterer
4.
4. 2enje2enjelasklaskan an StadStadium ium kankkanker 3er 3asteraster
*.
*. 2enje2enjelasklaskan manan mani5esti5estasi klasi klinis kinis kankanker 3aster 3asterer
.
. 2enje2enjelasklaskan pemerian pemeriksaan diaksaan diagn!stgn!stik dan penatik dan penatalaksalaksanaan paanaan padada kanker 3aster
kanker 3aster
7.
7. 2enje2enjelasklaskan k!an k!mplimplikasi pkasi pada kada kankanker 3aster 3asterer C. Metode Penulisan
C. Metode Penulisan
alam membuat makalah ini penulis
alam membuat makalah ini penulis menggunakan met!demenggunakan met!de deskripti5
deskripti5. Adapun bahan . Adapun bahan makalah yang didapat dengan makalah yang didapat dengan ara studiara studi kepustak
kepustakaan yaitu aan yaitu dengan mempelajari buku-buku yang berhubungandengan mempelajari buku-buku yang berhubungan dengan makalah ini.
dengan makalah ini. D. Ruang Lingkup D. Ruang Lingkup
2engingat luasnya masalah dan
2engingat luasnya masalah dan terbatasnya kemampuan,makaterbatasnya kemampuan,maka penulis membatasi pembahasan
penulis membatasi pembahasan hanya pada 6hanya pada 6Asuhan Kepera#atan %aAsuhan Kepera#atan %a 3aster
3aster E.
E. SisSisteteatatikika Penua Penulislisanan
Sistematika penulisan terbagi dalam beberapa 8A8, antara lain Sistematika penulisan terbagi dalam beberapa 8A8, antara lain )) 8A8
8A8 " " mermerupaupakakan n penpendahdahuluuluan an yanyang g melmelipuiputi ti 9at9atar ar belbelakakangang, , ujuaujuann penulisan, 2an5aat dan Sistematika penulisan.
penulisan, 2an5aat dan Sistematika penulisan.
8A8 "" merupakan 9andasan te!ritis, yang terdiri dari K!nsep asar 2edis 8A8 "" merupakan 9andasan te!ritis, yang terdiri dari K!nsep asar 2edis meliputi enisi,
meliputi enisi, Anat!mi :isi!l!gi, ;ti!l!gi, <at!si!l!gi, Anat!mi :isi!l!gi, ;ti!l!gi, <at!si!l!gi, anda dan anda dan 3ejala,3ejala, <emeriksaan iagn!sis, <enatalaksanaan
<emeriksaan iagn!sis, <enatalaksanaan 2edis, K!mplikasi.2edis, K!mplikasi.
2 2
K!nsep asar Kepera#atan meliputi <engkajian, iagn!sa kepera#atan dan =enana Kepera#atan dan evaluasi.
8A8 """ 2erupakan <enutup, yang terdiri dari kesimpulan dan saran. Da!tar Pustaka
BAB ""
T"N#AUAN TE$R"T"S
A. %onsep Dasar &'Anatoi (isiologi a. Anatoi la)ungLambung merupakan sebuah kantung muskuler yang letaknya antara esophagus dan usus halus, sebelah kiri abdomen di bawah diafragma. Lambung merupakan saluran yang dapat mengembang karena adanya gerakan peristaltik, tekanan organ lain, dan postur tubuh. Struktur lambung:
a. Fundus ventrikuli
agian ini menon!ol ke atas, terletak di sebelah kiri osteum kardiakum dan biasanya berisi gas. "ada batas dengan esophagus terdapat katup sfingter kardiak.
b. #orpus ventrikuli
agian ini merupakan bagian lambung yang berbentuk tabung dan mempunyai otot yang tebal membentuk sfin$ter pylorus. %ntrum pylorus merupakan muara bagian distal dan berlan!ut ke duodenum.
$. %ntrum pylorus
&erupakan bagian lambung yang berbentuk tabung dan mempunyai otot yang tebal membentuk sfin$ter pylorus. %ntrum pylorus merupakan muara distal yang berlan!ut ke duodenum.
d. #urvatura minor
'erletak di sebelah kanan lambung dan terbentang dari osteum kardiak sampai ke pylorus. #urvatura minor dihubungkan ke hepar oleh omentum minor. Suatu lipatan ganda dari peritoneum.
e. #urvatura mayor
Lebih pan!ang dari kurvatura minor, terbentang dari sisi kiri osteum kardiak melalui fundus ventrikuli menu!u ke kanan sampai ke pylorus inferior. Ligamentum gastrolienalis terbentang dari bagian atas kurvatura mayor sampai ke limpa.
f. (steum kardiak
&erupakan tempat esophagus bagian abdomen masuk ke lambung. "ada bagian ini terdapat orifisium pilorik yang tidak mempunyai sfin$ter khusus, hanya berbentuk $in$in yang membuka dan menutup osteum dengan kontraksi dan relaksasi. (steum dapat tertutup oleh lipatan membran mukosa dan serta otot pada dasar esophagus.
b. Fisiologi Lambung Fungsi lambung:
1. Lambung menampung makanan yang masuk melalui esophagus, menghan$urkan makanan dengan gerakan peristaltik lambung dan getah lambung. "enghan$uran makanan dilakukan dengan dua $ara:
a) &ekanis : menyimpan, men$ampur dengan sekret lambung dan mengeluarkan kimus ke dalam usus. "endorongan makanan ter!adi se$ara gerakan peristaltik setiap 2* detik.
b) #imiawi : bolus dalam lambung akan di$ampur dengan asam lambung dan enim-enim tergantung !enis makanan enim yang dihasilkan antara lain pepsin asam garam, renin dan lapisan lambung.
2) etah $erna lambung yang dihasilkan:
a) "epsin, meme$ah putih telur men!adi asam amino /albumin dan pepton) agar dapat diabsorbsi di intestinum minor.
b) %sam garam /0l) mengasamkan makanan sebagai antiseptik dan desinfektan yang masuk ke dalam makanan. isamping itu mengubah pepsinogen men!adi pepsin dalam suasana asam.
$) enin, sebagai ragi pembekuan susu dan membentuk kasein dari kasinogen /kasinogen dan protein susu).
d) Lapisan lambung meme$ah lemak men!adi asam lemak untuk merangsang sekresi getah lambung.
c. Sekresi getah lambung
Sekresi getah lambung mulai ter!adi pada awal orang makan apabila melihat, men$ium, dan merasakan makanan maka sekresi lambung akan terangsang, karena pengaruh saraf sehingga menimbulkan rangsang kimiawi yang menyebabkan dinding lambung melepaskan hormon yang disebut sekresi getah lambung. Sekresi getah lambung mengalami 3 fase yaitu:
a. Fase serebral
%ntisipasi dari makan menyebabkan stimulus merambat dari otak ke nervus vagus sampai ke lambung yang merupakan kelen!ar yang terstimulasi untuk mensekresi hormon gastrin yang disekresi oleh membran mukosa kanalis pylorus yang menghasilkan getah lambung.
b. Fase gastri$
"ada fase ini gastrin lebih banyak diproduksi. $. Fase intestinal
&asuknya darah ke dalam intestinum menyebabkan sekresi getah lambung membentuk lebih banyak gastrin.
2. Definisi Ca Gaster
#arsinoma gaster ialah suatu neoplasma yang terdapat pada gaster /Simadibrata, 2***).
#anker lambung adalah suatu keganasan yang ter!adi di lambung, sebagian besar adalah dari !enis adenokarsinoma /&utta5in, 2*11).
#anker lambung adalah tumor ganas di lambung, bisa berkembang di bagian manapun dilambung dan menyebar dari lambung ke organ lain /6illiam 7 &ellisa, 2*1*).
3. Klasifikasi tumor ganas
a. Early gastric cancer (tumor ganas lambung dini).
8erdasarkan hasil pemeriksaan radi!l!gi, gastr!sk!pi dan pemeriksaan hist!pat!l!gis dapat dibagi atas )
a).Tipe I (pritrured type)
um!r ganas yang menginvasi hanya terbatas pada muk!sa dan sub muk!sa yang berbentuk p!lip!id. 8entuknya ireguler permukaan tidak rata, perdarahan dengan atau tanpa ulserasi.
b).Tipe II (superfcial type)
apat dibagi atas sub tipe. 1'. ;levated type
ampaknya sedikit elevasi muk!sa lambung. >ampir seperti tipe ", terdapat sedikit elevasi dan lebih meluas dan melebar.
('. :lat type
idak terlihat elevasi atau depresi pada muk!sa dan hanya terlihat perubahan pada #arna muk!sa.
'. epressed type
idapatkan permukaan yang iregular dan pinggir tidak rata $iregular' hiperemik? perdarahan.
c). Tipe III (Excavated type)
2enyerupai 8!rmann "" $tum!r ganas lanjut' dan sering disertai k!mbinasi seperti "" """ atau """ "" dan "" a "" .
b. Advanced gastric cancer (tumor ganas lanjut). 2enurut klasikasi 8!rmann dapat dibagi atas ) 8!rmann ".
8entuknya berupa p!lip!id karsin!ma yang sering juga disebut sebagai 5ungating dan muk!sa di sekitar tum!r atr!pik dan iregular.
8!rmann ""
2erupakan N!n "nltrating %arsin!mat!us @ler dengan tepi ulkus serta muk!sa sekitarnya men!nj!l dan disertai n!dular. asar ulkus terlihat nekr!tik dengan #arna ke!klatan, keabuan dan merah kehitaman. 2uk!sa sekitar ulkus tampak sangat hiperemik.
8!rmann """.
8erupa inltrating %arsin!mat!us type, tidak terlihat bats tegas pada dinding dan inltrasi di5us pada seluruh muk!sa.
8!rmann "
8erupa bentuk diBuse "nltrating type, tidak terlihat batas tegas pada dinding dan inltrasi di5us pada seluruh muk!sa.
*. Etiologi
<enyebab dari karsin!ma 3aster sampai saat ini belum diketahui seara pasti. Namun para penyelidik berpendapat bah#a k!mp!sisi makanan merupakan 5akt!r penting dalam kejadian karsin!ma 3aster, meliputi hal-hal sebagai berikut)
a. K!nsumsi makanan yang diasinkan, diasap, atau yang dia#etkan. 2akanan yang diasinkan menjadi 5at!r utama peningkatan kanker lambung. Kandungan garam yang masuk ke dalam lambung akan memperlambat peng!s!ngan lambung sehingga mem5asilitasi k!nversi g!l!ngan nitrat menjadi arin!geni nitr!samines di dalam lambung. b. :akt!r in5eksi !leh kuman H. Pylory .
Adalah bakteri penyebab lebih dari &0+ ulkus du!denum dan C0+ tukak lambung $:ui!, (007'.
. S!si!ek!n!mi.
K!ndisi s!si!ek!n!mi yang rendah dilap!rkan meningkatkan risik! kanker lambung, namun tidak spesik. imana dihubungkan dengan 5at!r-5akt!r asupan diet, k!ndisi lingkungan miskin dengan sanitasi buruk. 8erbagai k!ndisi tersebut mem5asilitasi transmisi in5eksi >.pyl!ri yang menjadi predisp!sisi penting peningkatan terjadinya kanker lambung $Darbr!, (00*'.
d. 2engk!nsumsi r!k!k dan al!h!l.
<asien dengan k!nsumsi r!k!k lebih dari 0 batang sehari dan dik!mbinasi dengan k!nsumsi al!h!l kr!nik akan meningkatkan risik! kanker lambung $3!nEaleE, (00'.
e. NSA"s.
"nFamasi p!lip lambung bisa terjadi pada pasien yang meng!nsumsi NSA"s dalam jangka #aktu yang lama dan hal ini $p!lip lambung' dapat menjadi preurs!r kanker lambung. K!ndisi p!lip lambung berulang akan meningkatkan risik! kanker lambung $>!ught!n, (00'. 5. :at!r geneti.
Galaupun masih belum sepenuhnya dipahami, tetapi adanya mutasi dari gen ;-adherin terdeteksi pada *0+ tipe kanker lambung. Adanya ri#ayat keluarga anemia pernisi!sa dan p!lip aden!matus juga dihubungkan dengan k!ndisi geneti pada kanker lambung $8resiani, (00'.
g. Anemia pernisi!sa.
K!ndisi ini merupakan penyakit kr!nis dengan kegagalan abs!rpsi k!balamin $vitamin 81(', disebabkan !leh kurangnya 5at!r instrinsik sekresi lambung. K!mbinasi anemia pernisi!sa dengan in5eksi >.pyl!ri memberikan k!ntribusi penting terbentuknya tum!rigenesis pada dinding lambung $Santar!e, (00C'.
+. Tanda dan ,ejala
Keluhan utama pada a gaster adalah berat badan menurun, nyeri epigastrium, muntah, keluhan penernaan, an!reksia, dis5agia, nausea, kelemahan, hematemesis, regurgitasi dan lekas kenyang.
-. Patosiologi
engan adanya kanker lambung, lesi tersebut akan menginvasi muskularis pr!pia dan akan melakukan metastasis pada kelenjar getah bening regi!nal. 9esi pada kanker lambung memberikan berbagai maam keluhan yang timbul, gangguan dapat dirasakan pada pasien biasanya jika sudah pada 5ase pr!gresi5, dimana berbagai k!ndisi akan munul seperti dyspepsia, an!reksia, penurunan 88, nyeri abd!men, k!nstipasi, anemia, mual serta muntah. K!ndisi ini akan memberikan berbagai masalah kepera#atan.
apat disimpulkan bah#a kebiasaaan hidup mempunyai peran penting, makanan panas dapat merupakan 5akt!r timbulnya tum!r ganas seperti juga makanan yang di asap, ikan asin yang mungkin mempermudah timbuknya tum!r ganas gaster.
Selain itu 5akt!r lain yang mempengaruhi adalah 5akt!r herediter, dan 5akt!r in5eksi >. <yl!ri.
Karsin!ma gaster berasal dari pertumbuhan epitel pada membran muk!sa gaster. Kabanyakan karsin!ma gaster berkembang pada bagian ba#ah gaster. Sedangkan pada atr! gaster disapatkan bagian atas gaster dan seara multisenter.
Karsin!ma gaster terlihat beberapa bentuk.
1. Seperempatnya berasal dari pr!pria yang berbentuk 5ungating yang tumbuh ke lumen sebagai massa.
(. Seperempatnya berbentuk tum!r yang berulserasi.
. 2assa yang tumbuh melalui dinding menginvasi lapisan !t!t.
4. <enyebarannya melalui dinding yang disemari penyebaran pada permukaan. *. 8entuk linisplastika.
. Sepertiganya karsin!ma berbagai bentuk di atas.
<r!gn!sis yang baik berhubungan dengan bentuk p!lip!id dan kemudian berbentuk ulserasi dan yang paling jelek ada bentuk sirrh!us. <enyebaran karsin!ma gaster sering kehati, arteri hepatika dan elia, pankreas dan hilus selitar limpa. apat juga mengenai tulang, paru, !tak dan bagian lain saluran erna.
Diagra Pato/o0 K!nsumsi makanan yang di asinkan, diasap atau yang "n5eksi >eli!bater K!ndisi s!si! ek!n!mi K!nsum si A"NS :akt!r geneti 2er!k! k H 9im5!m a 2A9 Anemia pernisi!s <!lip lambun g 2utasi gen ;-%adheri K!ntak agen karsin! gen %arin!geni nitr!samines didalam lambung <erubahan metaplasia pada epithelium di dinding
Kanker lambung
=esik!
"nvasi jaringan H e5ek k!mpresi !leh tum!r
"ntervensi bedah 3astrekt!mi =esp!n <sik!l! "ntervensi radiasi dan is5agia An!reksia K!mpresi sara5 Asupan Nutrisi tidak Nyeri <re perati5 Keemasan pemenuhan in5!rmasi <erubaha n intake nutrisi Aktual?=esik! ketidakseimban gan nutrisi kurang dari Nyeri <asa
8edah 9uka <asa
<enurunan kemampuan batuk Kerusakan jaringan lunak =esp!n Serabut <!rt de entrIe pasa bedah 1*
1. Peeriksaan Diagnosis
&. Peeriksaan sis.
<emeriksaan sis dapat membantu diagn!sis berupa berat badan menurun dan anemia. idaerah epigastrium mungkin ditemukan suatu massa dan jika telah terjadi metastasis ke hati, teraba hati yang iregular, dan kadang-kadang kelenjar lim5e klavikula teraba.
2. Radiologi.
<emeriksaan radi!l!gi yang penting adalah pemeriksaan k!ntras ganda dengan berbagai p!sisi seperti telentang. engkurap, !blik yang disertai dengan k!mprsi.
3. ,astroskopi dan Biopsi.
<emeriksaan gastr!sk!pi banyak sekali membantu diagn!sis untuk melihat adanya tum!r gaster. <ada pemeriksaan kuda $1&&' dengan bi!psi ditemukan &4 + pasien dengan tum!r ganas gaster sedangkan dengan sit!l!gi lavse hanya didapatkan *0 +.
*. Peeriksaan dara4 pada tinja.
<ada tum!r ganas sering didapatkan perdarahan dalam tinja $!ult bl!!d', untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan tes 8enEidin.
+. Sitologi.
<emeriksaan <apani!la!u dari airan lambung dapat memastikan tum!r ganas lambung dengan hasil C0 J &0 +. entu pemeriksaan ini perlu dilengkapi dengan pemeriksaan gastr!sk!pi dan bi!psi.
5. %oplikasi
1. <er5!rasi
Aktual?=esik! ketidake5ekti5an
bersihan jalan napas =isik! "n5eksi
apat terjadi per5!rasi akut dan per5!rasi kr!nik. (. >ematemesis.
>ematemesis yang masi5 dan melena dapat terjadi pada tum!r ganas lambung sehingga dapat menimbulkan anemia.
. bstruksi.
apat terjadi pada bagian ba#ah lambung dekat daerah pil!rus yang disertai keluhan muntah-muntah.
4. Adhesi.
/ika tum!r mengenai dinding lambung dapat terjadi perlengketan dan inltrasi dengan !rgan sekitarnya dan menimbulkan keluhan nyeri perut *. <enyebaran
<ada berbagai !rgan seperti hati, panreas dan k!l!n.
6. Penatalaksanaan
&. Beda4
/ika penyakit belum menunjukkan tanda penyebaran, pilihan terbaik adalah pembedahan. Galaupun telah terdapat daerah sebar, pembedahab sudah dapat dilakukan sebagai tindakan paliati5. =eaksi kurati5 akan berhsil bila tidak ada tanda metastasis di tempat lain, tidak ada sisa %a pada irisan lambung, reseksi airan sekitar yang terkena, dari pengambilan kelenjar lim5a seukupnya.
2. Radiasi
<eng!batan dengan radiasi memperlihatkan kurang berhasil. 3. %eoterapi
<ada tum!r ganas dapat dilakukan pemberian !bat seara tunggal atau k!mbinasi kem!terapi. i antara !bat yang di gunakan adalah * :@, trimetre!te, mit!nisin %, hidr!urea, epirubisin dan karmisetin dengan hasil 1C J 0 +.
*. Diit
iit yang diberikan adalah makanan yang tidak mengiritasi lambung, suplemen makanan harus tinggi kal!riL vitamin A dan % serta besi
sehingga perbaikan jaringan dipermudah. 8ila gastrekt!mi t!tal dilakukan, vitamin 81( parenteral akan perlu diberikan untuk jangka #aktu yang tidak terbatas.
2akan makanan reguler b!leh dilakukan bulan setelah reseksi lampung parsial. A#alnya makanan diberikan sedikit dan sering, atau nutrient diberikan melalui selangL nutrisi parenteral t!tal mungkin perlu dilakukan.
B.
%onsep
Asu4an
%epera0atan
&. Pengkajian a. Pre operasi"dentitas pasien
=i#ayat kesehatan dahulu dan sekarang
<engkajian yang didapatkan sesuai stadium kanker lambung.
Keluhan yang dikaji seperti an!reksia, nyeri epigastrium, berat
badan menurun dengan epat, melena, dan anemiaL pada k!ndisi
ini biasanya sudah ada metastasis dalam kelenjar getah bening,
regi!nal, paru, !tak, tulang, dan !varium.
<engkajian ri#ayat penyakit yang pernah diderita seperti ulkus
peptikum atau gastritis kr!nis yang disebabkan !leh in5eksi >.pyl!ri,
perilaku? kebiasaan yang mendukung peningkatan risik! penyakit
ini, seperti k!nsumsi al!h!l dan tembakau kr!nis, k!nsumsi
makanan yang diasinkan, terdapat penurunan berat badan selama
ada ri#ayat penyakit tersebut.
'
<sik!s!sial
<engkajian psik!s!sial biasanya didapatkan adanya keemasan
berat setelah pasien mendapat in5!rmasi menenai k!ndisi kanker
lambung. Kaji pengetahuan pasien tentang pr!gram peng!batan
kanker meliputi) radiasi, kem!terapi, dan pembedahan gastrekt!mi,
kaji tentang status perka#inan dan adanya !rang yang memberikan
dukungan em!si!nal.
'
<emeriksaan
sik
Selama pemeriksaan sik ini dimungkinkan untuk melakukan
palpasi massa, !bservasi adanya aites. rgan ini diperiksa untuk
nyeri tekan atau massa. Nyeri biasanya merupakan gejala lambat.
'
<emeriksaan diagn!sti
<emeriksaan yang diperlukan seperti radi!gra, end!sk!pi, bi!psy,
sit!l!gi, dan lab!rat!rium klinik.
'
<engkajian penatalaksanaan medis
<enatalaksanaan medis disesuaikan dengan penentuan stadium
dan pengel!mp!kan stadium tum!r. "ntervensi yang laEim dilakukan
adalah tindakan end!sk!pi, kem!terapi, radi!terapi, dan intervensi
bedah.
). Post operasi
1' 2elakukan pengkajian a#al dan melanjutkan dengan segala
intervensi kepera#atan segera.
(' <ada pasa !perasi, pasien di kaji terhadap k!mplikasi sekunder
akibat intervensi bedah seperti hem!ragi, in5eksi, distensi
abd!men, atau penurunan status nutrisi.
' <engkajian segera pasien bedah saat kembali ke ruangan
pera#atan)
espirasi
) kepatenan jalan napasL kedalaman, 5rekuensi, dan
karakter pernapasanL si5at dan bunyi napas.
!ir"ulasi
) anda-tanda vital termasuk tekanan darahL k!ndisi kulit.
#eurologi
) ingkat resp!ns
$rainase
) Adanya drainaseL keharusan untuk menghubungkan
selang ke system drainase yang spesikL adanya dan k!ndisi
balutan.
%enyamanan
) tipe nyeri dan l!kasiL mual atau muntahL perubahan
p!sisi yang dibutuhkan.
Psi"ologi
) si5at dari pertanyaan pasienL kebutuhan akan istirahat
dan tidurL gangguan !leh kebisingan, pengunjungL ketersediaan bel
pemanggil atau lampu pemanggil.
%eselamatan
) Kebutuhan akan pagar tempat tidurL drainase selang
tidak tersumbatL airan " terin5us dengan tepat dan letak "
terbebat dengan baik.
Peralatan
) iperiksa untuk 5ungsi yang baik.
2. Diagnosa %epera0atan a. Pre operasi
1' Nyeri berhubungan dengan pr!ses pertumbuhan sel-sel kanker
(' <erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan intake makanan tidak adekuat.
' Keemasan berhubungan dengan pr!gn!sis penyakit dan renana
pembedahan.
4' <emenuhan in5!rmasi berhubungan dengan adanya evaluasi
diagn!sti, intervensi peng!batan, dan renana pera#atan rumah.
). Post7$p
&'
Ketidake5ekti5an p!la na5as b.d kemampuan batuk menurun, nyeri
pasa bedah
2'
Nyeri berhubungan dengan insisi bedah.
' <erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan perubahan system gastr!intestinal pada pasa !perati5..
4' =esik! tinggi in5eksi berhubungan dengan p!rt de entrIe luka
pasa bedah.
*' =isik! injuri berhubungan dengan pasa pr!sedur bedah
gastrekt!mi.
3. Ren8ana %epera0atan
a. Pre7$perasi
1'. Nyeri berhubungan dengan pr!ses pertumbuhan sel-sel kanker
ujuan ) Nyeri berkurang sampai hilang setelah dilakukan tindakan
kepera#atan
%riteria hasil ) dalam batas n!rmal, klien mengatakan nyeri
berkurang, klien tampak rileks
=enana indakan)
1'
Kaji karakteristik nyeri, l!kasi, 5rekuensi $<M=S'
=asi!nal) mengetahui tingkat nyeri sebagai evaluasi untuk
intervensi selanjutnya
('
9akukan manajemen nyeri sesuai skala nyeri)
a.
Atur p!sisi si!l!gis
=asi!nal) meningkatkan rasa nyaman dengan mengurangi
sensasi tekan pada area dapat yang sakit.
b. Ajarkan teknik relaksasi seperti napas dalam pada saat rasa
nyeri dating
=asi!nal) hip!ksemia l!al dapat menyebabkan rasa nyeri dan
peningkatan suplai !ksigen pada area nyeri dapat membantu
menurunkan rasa nyeri.
. Ajarkan met!de distraksi
=asi!nal) pengalihan rasa nyeri dengan ara distraksi dapat
meningkatkan resp!ns pengeluaran end!rphin untuk memutus
resept!r rasa nyeri.
d. 8eri manajemen sentuhan berupa pemijatan ringan pada area
sekitar nyeri.
=asi!nal) meningkatkan resp!ns aliran darah pada area nyeri
dan merupakan salah satu met!de pengalihan perhatian.
e. 8eri k!mpres hangat pada area nyeri.
=asi!nal) meningkatkan resp!ns aliran darah pada area nyeri.
'
K!lab!rasi dengan pemberian analgesi seara peri!di.
=asi!nal) mempertahankan kadar !bat dan menghindari punak
peri!de nyeri.
(' <erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan intake makanan tidak adekuat.
ujuan) nutrisi dapat terpenuhi
%riteria hasil) pemasukan nutrisi adekuat, 88 pasien stabil, muk!sa
mulut lembab, turg!r kulit elasti, dalam batas n!rmal, >asil
lab!rat!rium n!rmal.
"ntervensi)
1. Kaji p!la makan pasien
=asi!nal) mengidentikasi kekuatan?desiensi nutrisi dan
membantu dalam menentukan intervensi yang tepat.
(. @kur tinggi, berat badan dan ketebalan lipatan kulit trisep.
imbang berat badan setiap hari atau sesuai indikasi.
=asi!nal) membantu dalam identikasi mal nutrisi pr!tein-kal!ri,
khususnya bila berat badan dan pengukuran antr!p!metrik
kurang dari n!rmal.
. 8erikan makan p!rsi keil tapi sering dengan memberi makanan
yang tidak mengiritasi lambung.
=asi!nal) memaksimal intake nutrisi tanpa kelelahan dan energy
besar serta menurunkan iritasi saluran erna.
4. Anjurkan pasien makan dengan perlahan dan mengunyah
makanan dengan saksama.
=asi!nal) agar makanan dapat le#at dengan mudah ke lambung.
*. Anjurkan dan bantu pasien untuk mempertahankan hygiene !ral
yang baik.
=asi!nal) menurunkan rasa tidak enak karena sisa makanan.
. K!lab!rasi dengan ahli giEi untuk menetapkan k!mp!sisi dan
jenis diet yang tepat.
=asi!nal) merenanakan diet dengan kandungan giEi yang ukup
untuk memenuhi peningkatan kebutuhan energy dan kal!ri
sehubungan dengan status hipermetab!lik klien.
7. K!lab!rasi untuk pemeriksaan lab!rat!rium khususnya 8@N,
pr!tein serum, dan albumin.
=asi!nal) menilai kemajuan terapi diet dan membantu
perenanaan intervensi selanjutnya.
C. K!lab!rasi untuk pemberian multivitamin
=asi!nal) multivitamin bertujuan untuk memenuhi kebutuhan
vitamin yang tinggi sekunder dari peningkatan laju metab!lisme
umum.
'. Keemasan berhubungan dengan renana pembedahan
ujuan ) Keemasan dapat diminimalkan setelah dilakukan tindakan
kepera#atan
%riteria hasil) Keemasan pasien berkurang, klien tampak lebih
rileks dan santai, klien dapat berpartisipasi akti5 dalam aturan
peng!batan.
=enana indakan)
1.
/elaskan setiap tindakan yang akan dilakukan terhadap pasien
=asi!nal) pasien k!!perati5 dalam segala tindakan dan
mengurangi keemasan pasien
(.
8eri kesempatan pada pasien untuk mengungkapkan perasaan akan
ketakutannya
=asi!nal) untuk mengurangi keemasan
. ;valuasi tingkat pemahaman pasien ? !rang terdekat tentang
diagn!sa medik
=asi!nal) memberikan in5!rmasi yang perlu untuk memilih
intervensi yang tepat
4. <ertahankan hubungan saling peraya antara pera#at dank lien.
=asi!nal) hubungan saling peraya membantu memperlanar
pr!ses terapeutik.
*.
8antu klien mengenali dan mengakui rasa emasnya.
=asi!nal) rasa emas merupakan e5ek em!si sehingga apabila
sudah teridentikasi dengan baik, maka perasaan yang
mengganggu dapat diketahui.
. 8erikan in5!rmasi akurat, k!nsisten mengenai pr!gn!sis. >indari
memperdebatkan tentang persepsi pasien terhadap situasi.
=asi!nal) dapat menurunkan ansietas dan memungkinkan
pasien membuat keputusan?pilihan berdasarkan realita.
7. /elaskan peng!batan yang dianjurkan, tujuannya dan p!tensial
e5ek samping. 2embantu pasien menyiapkan peng!batan.
=asi!nal) tujuan peng!batan kanker menghanurkan sel-sel
maligna sambil meminimal kerusakan pada sel yang n!rmal.
4' <emenuhan in5!rmasi berhubungan dengan adanya evaluasi
diagn!sti, intervensi peng!batan, dan renana pera#atan rumah.
ujuan) in5!rmasi kesehatan terpenuhi setelah dilakukan tindakan
kepera#atan.
%riteria hasil) pasien mampu menjelaskan kembali pendidikan
kesehatan yang diberikan.
=enana tindakan)
1. Kaji tingkat pengetahuan pasien tentang pr!sedur diagn!sti,
pr!gram peng!batan, dan renana pera#atan di rumah.
=asi!nal) tingkat pengetahuan dipengaruhi !leh k!ndisi
s!si!ek!n!mi pasien, pera#at dapat lebih terarah dalam
memberikan pendidikan sesuai dengan pengetahuan pasien
seara e5ekti5 dan esien.
(. %ari sumber yang meningkatkan penerimaan in5!rmasi.
=asi!nal) keluarga terdekat pasien perlu dilibatkan dalam
pemenuhan in5!rmasi untuk menurunkan risik! kesalahan
interpretasi terhadap in5!rmasi yang diberikan.
. /elaskan pada pasien tentang pemeriksaan diagn!stik yang akan
dilakukan.
=asi!nal ) persiapan dan penjelasan yang rasi!nal meningkatkan
esiensi dan e5ektivitas pemeriksaan diagn!sti.
4. /elaskan dan lakukan pemenuhan dan persiapan pembedahan.
=asi!nal) man5aat dari instruksi pra!perati5 telah diketahui sejak
lama. Setiap pasien diajarkan sebagai individu dengan
mempertimbangkan
segala
keunikan,
tingkat
ansietas,
kebutuhan, serta harapan-harapannya terhadap pr!sedur bedah
yang akan dijalani.
*. 8erikan in5!rmasi pada pasien dan keluarga yang akan menjalani
pera#atan rumah.
=asi!nal) in5!rmasi yang akurat membantu pasien dalam
melakukan pera#atan diri dirumah.
). Post7$perasi
1). #etidakefektifan pola nafas b.d kemampuan batuk menurun, nyeri pas$a bedah
'u!uan : kebersihan !alan napas pasien tetap optimal setelah dilakukan tindakan keperawatan.
riteria hasil : !alan napas bersih, bunyi napas normal, tidak ada penggunaan otot bantu pernapasan, ''< dalam batas normal.
=enana tindakan )
1.
Kaji dan m!nit!r jalan napas.
=asi!nal) deteksi a#al untuk interpretasi intervensi selanjutnya.
(.
Auskultasi bunyi na5as, atat adanya bunyi na5as misalnya mengi, krekels,
r!nhi.
=asi!nal)
8eberapa derajat spasme br!nkus terjadi dengan
!bstruksi jalan na5as dan dapat?tidak dimani5estasikan adanya
bunyi na5as adventisius misalnya) penyebaran, krekels basah
$br!nkitis', bunyi na5as redup dengan ekspirasi mengi $emsema'
atau tidak adanya bunyi na5as $asma berat'.
.
"nstruksikan pasien untuk napas dalam dan melakukan batuk e5ekti5.
=asi!nal) pada pasien pasa bedah dengan tingkat t!leransi yang
baik, pernapasan dia5ragma dapat meningkatkan ekspansi paru.
8atuk juga did!r!ng untuk mel!nggarkan sumbatan muus.
4.
8eri !ksigen liter?menit.
=asi!nal) pemberian !ksigen dilakukan pada 5ase a#al pasa
bedah. <emenuhan !ksigen dapat membantu meningkatkan <a(
di airan !tak yang akan memengaruhi pengaturan pernapasan.
*. 8ersihkan seret dan lakukan suti!ning apabila kemampuan
mengevaluasi seret tidak berhasil.
=asi!nal) kesulitan bernapas dapat terjadi akibat sekresi lendir
yang berlebihan.
. Kaji pasien untuk p!sisi yang nyaman misalnya peninggian kepala
tempat tidur, duduk pada sandaran tempat tidur.
=asi!nal) <eninggian kepala tempat tidur mempermudah 5ungsi
perna5asan dengan menggunakan gravitasi. S!k!ngan tangan?kaki
dengan meja, bantal, dll membantu menurunkan kelemahan !t!t
dan dapat sebagai alat ekspansi dada.
('.
Nyeri berhubungan dengan insisi bedah.
ujuan ) Nyeri berkurang sampai hilang setelah dilakukan tindakan
kepera#atan.
%riteria hasil ) Nyeri berkurang sampai dengan hilang
=enana indakan )
1.
Kaji karakteristik nyeri, l!kasi, 5rekuensi $<M=S'.
=asi!nal) mengtahui tingkat nyeri sebagai evaluasi untuk
intervensi selanjutnya
(.
Ajarkan tehnik relaksasi tarik na5as dalam
=asi!nal) tehnik relaksasi dapat mengatasi rasa nyeri karena
asupan !ksigen terpenuhi.
.
Ajarkan teknik distraksi pada saat nyeri.
=asi!nal) distraksi $pengalihan perhatian' dapat menurunkan
stimulasi internal.
4.
K!lab!rasi dengan d!kter untuk pemberian analgetik intravena.
=asi!nal) analgetik membantu menghambat stimulasi nyeri ke
pusat persepsi nyeri di k!rtek serebri sehingga nyeri dapat
berkurang.
'.<erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
perubahan system gastr!intestinal pada pasa !perati5.
ujuan) asupan nutrisi dapat !ptimal dilaksanakan.
%riteria hasil) pasien dapat menunjukkan met!de menelan makanan
yang tepat, terjadi penurunan reFuk es!phagus, dalam batas
n!rmal, 8erat 8adan n!rmal?meningkat.
=enana tindakan)
1. Kaji k!ndisi dan t!leransi gastr!intestinal pasagastrekt!mi.
=asi!nal) parameter penting adalah dengan melakukan auskultasi
bising usus. Apabila bising usus terdengar artinya 5ungsi
gastr!intestinal sudah pulih setelah anestesi umum.
(. 9akukan pera#atan mulut.
=asi!nal) intervensi ini menurunkan risik! in5eksi !ral.
. 2asukkan 10-(0 ml airan s!dium kl!rida setiap si5 melalui selang
nas!gastrik.
=asi!nal) pembersihan ini selain untuk menjaga kepatenan selang
nas!gastrik juga untuk meningkatkan penyembuhan pada area
pasagastrekt!mi.
4. 8erikan nutrisi air melalui selang nas!gastrik atau atas instruksi
medis.
=asi!nal) pemberian nutrisi air dilakukan untuk memenuhi asupan
nutrisi melalui gastr!intestinal.
*. K!lab!rasi dengan ahli giEi mengenai jenis nutrisi yang akan
digunakan pasien.
=asi!nal) ahli giEi harus terlibat dalam penentuan k!mp!sisi dan
jenis makanan yang akan diberikan sesuai dengan kebutuhan
individu.
. >indari makan jam sebelum tidur.
=asi!nal) intervensi untuk menegah terjadinya reFuks.
4'.=esik! tinggi in5eksi berhubungan dengan p!rt de entrIe luka pasa
bedah.
ujuan) terjadi perbaikan pada integritas jaringan lunak dan tidak
terjadi in5eksi.
%riteria hasil) tidak ada tanda-tanda in5eksi dan peradangan pada
area luka pembedahan, leuk!sit dalam batas n!rmal, dalam
batas n!rmal.
=enana tindakan)
1. /aga k!ndisi balutan dalam keadaan bersih dan kering.
=asi!nal) k!ndisi bersih dan kering akan menghindari k!ntaminasi
k!mensal-yang akan menyebabkan resp!ns inFamasi l!al dan
akan memperlambat pr!ses penyembuhan luka.
(. 9akukan pera#atan luka steril pada hari ke dua pasa bedah.
=asi!nal) pera#atan luka sebaiknya tidak dilakukan setiap hari
untuk mengurangi k!ntak dengan luka yang steril, sehingga
menegah k!ntaminasi kuman pada luka bedah.
. Angkat drain pasa bedah sesuai instruksi medis.
=asi!nal) pengangkatan drain sesuai indikasi bertujuan untuk
menurunkan risik! in5eksi.
4. K!lab!rasi penggunaan antibi!ti.
=asi!nal) antibi!ti injeksi diberikan selama tiga hari pasa bedah
kemudian dilanjutkan !ral sampai jahitan dilepas.
*'
=esik! injuri berhubungan dengan pasa pr!sedur bedah
gastrekt!mi.
ujuan)pasien tidak mengalami injuri
%riteria hasil) dalam batas n!rmal, tidak terjadi in5eksi pada
daerah insisi, k!ndisi kepatenan selang dada !ptimal.
=enana tindakan)
1. 9akukan pera#atan diruang intensi5.
=asi!nal) untuk menurunkan risik! injuri dan memudahkan
intervensi pasien selama 4C jam diruang ra#at.
(. Kaji 5at!r-5akt!r yang meningkatkan risik! injuri.
=asi!nal) saat k!ndisi pasa bedah, akan terdapat banyak drain
pada tubuh pasien.
. <ertahankan status hem!dinamik yang !ptimal.
a. <antau pengeluaran urine rutin
=asi!nal) pasien pasa pr!sedur es!5agekt!mi akan
mengalami transudasi airan ke interstisial.
b. ;valuasi seara hati-hati dan d!kumentasikan intake dan
!utput airan.
=asi!nal) pera#at mend!kumentasikan jumlah urine dan
#aktu penatatan, serta memeriksa kepatenan saluran
urine.
4. 2!nit!r k!ndisi selang nas!gastrik.
=asi!nal) menurunkan risik! kerusakan anast!m!sis.
*. 2!nit!r adanya k!mplikasi keb!!ran anast!m!sis pasa bedah,
seperti hipertermi, nyeri inFamasi,takipnea,takikardi, hip!ksemia,
dan perubahan #arna pada selang drainase.
=asi!nal) keb!!ran merupakan salah satu k!mplikasi tersering
pada pasa bedah gastrekt!mi.
. K!lab!rasi untuk pemberian antibi!ti pasa bedah.
=asi!nal) antibi!ti menurunkan
risik! in5eksi yang akan
menimbulkan reaksi inFamasi l!al dan dapat memperlambat
pr!ses penyembuhan pasa5unduplikasi lambung.
*. E9aluasi
a. iagn!sa pre !perasi
1' erjadi penurunan resp!n nyeri
(' 2endapatkan nutrisi !ptimal.
' Keemasan berkurang.
4' "n5!rmasi kesehatan berkurang.
b. iagn!sa p!st !perasi
1' <!la napas e5ekti5.
(' 2endapatkan tingkat kenyamanan.
' 2endapatkan nutrisi !ptimal.
4' "n5eksi tidak terjadi.
*' idak mengalami injuri dan k!mplikasi pasabedah.
BAB III
!"#$#
A. K!SI%#LA"
Setelah mempelajari tinjauan te!ritis, dapat disimpulkan sebagai berikut) %arsin!ma 3aster merupakan tum!r ganas yang mengandung atau terdiri dari jaringan lemak. 8ila lip!ma ini tumbuh pada daerah retr!perit!neal dan perirenal sering menjadi lip!sar!ma) tum!r ganas yang tumbuhnya epat dan inltrat. 2aka untuk penegahan dini hal tersebut di atas bagi tenaga kesehatan terutama pera#at pr!5esi!nal untuk memberi penyuluhan kepada para pasien yang mengalami adanya benj!lan untuk periksa dan perlunya pengangkatan benj!lan tersebut untuk menghindari k!mplikasi lebih lanjut dan dapat membahayakan nya#a pasien
B. SARAN
Adapun saran yang dapat penulis sampaikan ialah )
1. iharapkan pasien dan keluarga untuk tetap menjaga p!la makan agar tidak terlalu banyak mengk!nsumsi makanan yang instan dan dimasak dengan ara di bakar atau diasapkan.
(. iharapkan kepada pera#at agar tidak menganggap remeh terhadap tanda dan gejala ketika masih ringan karena jika penyakit ini terlambat ditangani maka akan mengakibatkan k!mplikasi yang berat pada pasien serta menganam nya#a pasien.
. iharapkan kepada pasien dan keluarga untuk rutin !ntr!l ke d!kter untuk pemantauan terapi.
Da!tar Pustaka
SmeltEer, S. %, H 8are, 8. 3. $(00('. &u"u ajar "epera'atan medical beda &runner !uddart. ;disi C, !l. (. /akarta);3%
%arpenit!, 9. /. $1&&&'. $iagnosa dan rencana "epera'atan. ;d . /akarta ) 2edia Aesulappius.
<urna#an, A. S., H >usna, A. $1&C('. %apita !ele"ta %edo"teran. /akarta) 2edia Aesulapius.
2uttain, A., H Sari, K. $(011'. &u"u ajar gangguan gastrointestinal apli"asi asuan "epera'atan medical beda. /akarta)Salemba 2edika.
Sud!y!, A. G., Setiy!hadi, 8., Al#i, "., 2arellus, S. K., H Setiati, S. $(00&'. &u"u ajar ilmu penya"it dalam. ;disi *, jilid . /akarta)"nterna<ublishing
!enges, 2. ;., 2!!rh!use, 2. :., H 3eissler, A. %. $(000'. encana asuan "epera'atan* pedoman untu" perencanaan dan pendo"umentasian pera'atan pasien. ;disi . /akarta);3%.