• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERUBAHAN PASAL 45 "ZEGELVERORDENING 1921"

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERUBAHAN PASAL 45 "ZEGELVERORDENING 1921""

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG DARURAT NOMOR 43 TAHUN 1950

TENTANG

PERUBAHAN PASAL 45 "ZEGELVERORDENING 1921"

Presiden Republik Indonesia,

Menimbang : a. bahwa, berhubung dengan penglaksanaan bea-bea Imigrasi yang baru,

dan kenaikan beberapa pemungutan Imigrasi yang sudah ada, dipandang perlu supaya dilihat dari sudut cara susunan dan penjelasan bea meterai dari semua dokumen perjalanan yang diperlukan buat perjalanan ke Luar Negeri, sebagaimana telah diatur dalam Pasal 45, ayat (1) sub a, b dan c dari "Zegelverordening 1921 " (Staatsblad 1921 No. 498, paling akhir diubah dalam Staatsblad 1949 No. 251) dan semua bea-bea Imigrasi, kecuali apa yang telah ditetapkan dalam "Penetapan Izin Masuk" (Staatsblad 1916 No. 47) dan "Ordonansi Izin Masuk" (Staatsblad 1949 No. 331) dilampirkan dalam satu peraturan;

b. bahwa untuk itu, ayat (1) dan (2) pasal tersebut harus diubah sesuai dengan yang tersebut di atas;

Menimbang : bahwa karena keadaan-keadaan yang mendesak peraturan ini perlu segera

diadakan ;

Mengingat : Pasal 96 ayat (1) dan Pasal 117 Undang-undang Dasar Sementara

Republik Indonesia;

Memutuskan :

Menetapkan :

UNDANG-UNDANG DARURAT TENTANG PERUBAHAN PASAL 45 "ZEGELVERORDEDING 1921".

Pasal 1.

Pasal 45, ayat 1 dan 2 "Zegelverordening 1921 " (Staatsblad 1921 No. 498) diubah sebagai berikut :

(1) a. Visum-visum, paspor-paspor biasa, paspor orang-asing, surat izin kembali pas-pas Mekah dan lain-lain surat perjalanan yang akan diberikan, surat izin mendarat, surat izin masuk, surat izin penduduk dan surat-surat keterangan kependudukan dan juga pengembalian surat izin penduduk yang telah dicabut, pemberian duplikat surat izin masuk, duplikat surat izin penduduk dan duplikat surat-surat keterangan kependudukan dan juga perpanjangan-waktu dokumen-dokumen Imigrasi yang diperlukan untuk itu, dikenakan bea meterai tetap sebanyak dengan jumlah yang diharuskan untuk masing-masing surat-surat itu, sesuai dengan peraturan-peraturan yang berkenaan dengan itu.

b. Selanjutnya semua surat-surat yang diberikan berdasarkan peraturan-peraturan yang sah mengenai perjalanan dalam Indonesia dikenakan bea-tetap sebesar R. 0,30 (tiga puluh sen).

(2) Pembayaran-pembayaran bea meterai dikembalikan dalam hal-hal yang ditetapkan dalam peraturan-peraturan yang bersangkutan.

Pasal 2.

(2)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

- 2 -

Pasal 3.

Undang-undang Darurat ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 1951.

Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-undang Darurat ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 30 Desember 1950. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

SUKARNO

MENTERI KEHAKIMAN,

WONGSONEGORO.

MENTERI KEUANGAN,

SJAFRUDDIN PRAWIRANEGARA

PERDANA MENTERI MEWAKILI MENTERI LUAR NEGERI,

MOHAMMAD NATSIR.

Diundangkan

pada tanggal 30 Desember 1950 MENTERI KEHAKIMAN,

(3)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

- 3 -

Ternyata mengenai cara-susunan tarip-tarip dalam Undang-undang Imigrasi perlu diadakan perubahan, tidak hanya mengenai pemungutan-pemungutan yang sudah ada yang kebanyakan dirasa perlu menaikannya tetapi juga mengingat beberapa tarip yang baru diadakan dan yang seluruhnya masih baharu.

Berhubung dengan itu, maka cara-susunan akan lebih baik, apabila tarip-tarip yang masih belum disebutkan dalam "Penetapan Izin Masuk" (Staatsblad 1916-1947) dan "Ordonansi Izin Masuk" (Staatsblad 1949 No. 331), diikhtisarkan dalam Undang-undang yang tersendiri.

Referensi

Dokumen terkait

Selalu mengikuti rapat dan konsolidasi antar kakak Memajukan hapalan surat-surat pendek dan doa-doa keseharian adik. Dan beberapa hal lain (sesuai dengan

Dengan dasar tersebut, tenaga asing pemegang paspor biasa yang bekerja dalam rangka kerja sama teknik bilateral (antara Pemerintah RI dengan Pemerintah Negara Lain) dan

h) mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain

Melakukan kegiatan keimigrasian yang meliputi pemberian perlintasan, pemberian pemohonan dokumen perjalanan izin berangkat/kembali bagi warga negara asing maupun warga

*) Surat Izin Usaha (SIU) hanya dimintakan satu kali pada awal pengajuan Calon Pemegang Polis Badan Usaha, namun wajib melampirkan kembali Surat Perubahan SIU

Akta Kematian, Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Paspor dan sebagainya. Dalam penelitian ini konsep

(3) Untuk mendapat surat izin kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Arsitek Asing harus memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek dari Dewan Arsitek Indonesia

12 Model A.K PPWP Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb) Bagi Pemilih Yang Memberikan di TPS Menggunakan KTP atau identitas lain atau paspor. Surat suara