• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PENGEMASAN PESAN PADA KOMUNIKAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "STRATEGI PENGEMASAN PESAN PADA KOMUNIKAS"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI PENGEMASAN PESAN PADA KOMUNIKASI PEMASARAN POLITIK PARTAI NASDEM KOTA MALANG DALAM UPAYA

PEMENANGAN PEMILU LEGISLATIF 2014

(Studi Kualitatif Deskriptif Komunikasi Pemasaran Politik Partai Nasdem pada Pemilih Pemula dan Pemilih Pemuda)

Oleh:

Shinta Indreswari Windyaningrum

Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya

Perumahan Griya Indah Blok I No. 7 Jombang Email: [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategti pengemasan pesan pada komunikasi pemasaran politik dengan berfokus kepada pengemasan pesan kepada pemilih pemula dan pemilih muda. Pemilu legislatif diikuti oleh peserta pemilu dari partai politik yang lolos pada verifikasi KPU untuk menjadi sarana dalam pemilihan anggota DPR dan DPRD dan juga sebagai upaya petinggi partai untuk maj sebagai calon presiden. Salah satu Partai politik yang lolos verifikasi dan lolos peserta pemilu adalah Partai NasDem. Partai NasDem merupakan satu-satunya partai baru yang menjadi peserta pemilu.

Partai NaSdem mempunyai kesempatan untuk bersaing dengan partai politik lain daam pemilihan calon anggota DPR, DPRD. Salah satu pelaksanaan pemilu legislatif adalah di Kota Malang. Partai NasDem di Kota Malang menyasar pemilih muda. Dengan strategi pengemasan pesan Partai NasDem di Kota Malang berupaya untuk menarik perhatian pemilih muda di Kota Malang. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang menggambarkan adanya fenomena dengan kata-kata. Hasil penelitian ini adalah dengan strategi pengemasan pesan dengan media komunikasi dan pemilihan kata-kata muda yang digunakan untuk menarik simpati pemuda.

Kata Kunci: Pengemasan Pesan, Komunikasi Pemasaran Politik

PENDAHULUAN Latar Belakang

Pemilu legislatif (pileg) pada tahun 2014 diadakan untuk memlilih anggota DPR RI, DPRD dan DPD. Pemilu legislatif diikuti oleh peserta pemilu dari partai politik yang lolos pada uji verifikasi oleh KPU untuk menjadi sarana

(2)

pemilu adalah Partai NasDem. Partai NasDem merupakan satu- satunya partai baru yang menjadi peserta pemilu 2014 dan baru diresmikan pada tahun 2011 (website resmi partai NasDem). Sebagai peserta pemilu, Partai NasDem mempunyai kesempatan untuk bersaing dengan partai politik lain dalam pemilihan calon anggota DPR RI dan DPRD. Salah satu pelaksanaan pemilu legislatif adalah pada pemilu legislatif DPRD kota di Kota Malang. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan divisi sosialisasi dan hubungan masyarakat KPUD Kota Malang, Ashari menyatakan bahwa :

Fenomena tentang variasi kemenangan partai politik pada pemilu tersebut terjadi karena adanya peran pemilih pada saat melakukan pemilihan. Pemilih berpartisipasi menentukan pilihan mereka pada saat pemilu. Jenis pemilih pada pemilu untuk kaum muda atau pemilih usia muda bisa dikategorikan menjadi pemilih pemula dan pemilih muda.

Dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Kota Malang yang berjumlah 600 ribu jiwa, pemilih pemula di Kota Malang sesuai dengan DPT berjumlah 20% dari 600 ribu jiwa, belum terdaftar pula pemilih pemula tambahan bagi mahasiswa perantau yang ingin mencoblos di TPS Kota Malang, pemilih pemula adalah mereka yang berusia 17-22 tahun, atau jenjang pendidikan sekolah menengah dan mahasiswa. Sedangkan untuk pemilih muda di Kota Malang tercatat berjumlah

30%, dengan rentang usia 23-30 tahun. (KPUD Kota Malang, 2014).

Partai NasDem di Kota Malang dijadikan sebagai barometer pemenangan untuk wilayah Jawa Timur oleh Surya Paloh selaku ketua umum Partai NasDem, dalam pidatonya ketika berkunjung ke Kota Malang.

Sebagai barometer pemenangan di wilayah Jawa Timur, Partai NasDm Kota Malang melakukan berbagai upaya dalam aktivitas politik. Aktivitas politik yang dilakukan Partai NasDem Kota Malang adalah menyampaikan pesan. Pesan yang disampaikan oleh Partai NasDem Kota Malang kepada pemilih pemula dan pemilih muda dikemas dengan isi yang menarik agar bisa tersampaikan kepada konstituen.

(3)

yang digunakan untuk mengemas agar pesan bisa tersampaikan dan bisa dimnegerti oleh pemuda.

Pesan yang dikemas dan kemudian dikomunikasikan kepada khalayak dilakukan melalui berbagai aktivitas. Salah satu aktivitas menyampaikan pesan adalah melalui aktivitas komunikasi pemasaran politik. Pemasaran politik adalah Aktivitas politik yang dilakukan Partai NasDem Kota Malang adalah memasarkan dan memperkenalkan produk politik mereka melalui pemasaran politik kepada pemilih pemula dan pemilih muda di Kota Malang untuk memasarkan produk politik kepada konstituen.

Pemasaran politik merupakan kegiatan penyebarluasan informasi berupa pesan politik dari komunikator kepada komunikan dengan tujuan untuk memasarkan dan mempromosikan produk politik untuk mendapatkan pertukaran yang diinginkan (Cangara, 2011, h. 225). Pendistribusian pesan dilakukan melalui media komunikasi yang dikemas dengan ide dan nilai untuk dipasarkan kepada khalayak. ( Sayuti, 2014, h. 86). Dalam pendistribusian pesan yang dilakukan melalui komunikasi pemasaran politik, pemilihan media dan jenis pesan penting dilakukan untuk kemudian dikemas dan pasarkan kepada konstituen.

Pesan yang baik adalah pesan yang baik adalah pesan yang dapat dterima dengan mudah oleh penerima dan pada dasaranya pesan adalah informasi (Cangara, 2011, h. 124). Partai NasDem Kota Malang

perlu membuat pesan yang dapat ditrima oleh penerima, dengan memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh pemuda, dan apa yang menjadi keinginan pemuda, maka pesan yang dibuat akan menjadi pesan yang efktif dan bisa diterima oleh khaayak. Menurut Cangara ( 2011, h. 126) pengemasan pesan dibuat dengan memperhatikan isi pesan dan media yang digunakan. Pesan yang dikemas dengan bahasa dan media yang bisa memenuhi kebutuhan pemuda. Dalam pengemasan pesan, Partai NasDem Kota Malang perlu memperhatikan bagaimana perhatian pemuda bisa dijadikan isi pesan.

Terkait dengan pengemasan pesan dalam komunikasi pemasaran politik, ada pula aktivitas kampanye politik yang juga merupakan bagian dalam aktivitas pemasaran politik (Cangara, 2011, h. 123). Komunikasi pemasaran politik memliki jangka waktu yang lebih panjang daripada kampanye politik, hal tersebut sesuai dengan pernyataan Prasetyo & Saleh (2013) bahwa pemasaran politik dilakukan bukan hanya pada masa kampanye, namun dilakukan bisa sebelum, saat, maupun sesudah kampanye politik. Kampanye politik merupakan bagian dari pemasaran politik yang juga merupakan aktivitas komunikasi pemasaran politik.

(4)

disampaikan melalui aktivitas komunikasi pemasaran politik.

METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitaitif deskriptif. Peneliti melakukan penelitian ini menggunakan paradigma interpretatif. Menurut West & Turner (2008, h.75) paradigma interpretatif adalah dengan melihat kebenaran sebagai sesuatu yang subyektif dan diciptakan oleh peneliti.

Penelitian ini berfokus pada slogan/jargon politik Partai NasDem, pemilihan kata “muda”, naskah sosialisasi Partai NasDem yang ditujukan kepada pemuda dan media yang digunakan.

Dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling untuk dijadikan sebagai informan menggunakan teknik purposive.

Teknik pengumpulan data adalah teknik atau cara pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah dengan Wawancara dan dokumentasi

Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan dokumentasi sebagai data, yaitu pada saat kampanye, dan saat proses pemasaran, yaitu sosialisasi partai, sebagai dokumentasi internal atau pribadi, dan mengumpulkan dokumentasi eksternal mealui media internet sebagai data bagi peneliti.

HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam komunikasi pemasaran politik terdapat pesan yang dikonstruksi dan dikemas lalu disampaikan oleh komunikator kepada khalayak. Partai NasDem Kota Malang merancang pesan melalui media untuk mempersuasi target pasar.

Berdasarkan keterangan informan, Partai NasDem ataupun calon legislatif mengatasnamakan Partai NasDem, yang menyasar pemilih pemula dan pemilih muda sengaja membuat pesan mereka melalui media untuk mempersuasi target pasar yaitu pemilih pemula dan pemilih muda. Pesan ini sengaja dibuat oleh calon legislatif Partai NasDem yang menyasar pemilih pemula dan pemilih muda, untuk memberikan semangat kepada pemuda, dan mereka juga mengajak pemuda untuk berkontribusi dalam melakukan perubahan, perubahan yang ingin dilakukan dengan mengangkat isu-isu nasional seperti korupsi dan isu perpolitikan lainnya, isu perpolitikan yang negatif.

(5)

berdasarkan pancasila dan mengajak kaum muda untuk bersama-sama menuju perubahan yang nilai tersebut memang ada pada Partai NasDem. Dengan nilai- nilai pancasila yang beradab, yang dimiliki Partai NasDem, maka Partai NasDem mengajak pemuda untuk turut melakukan perubahan.

Ada beberapa alat peraga kampanye yang terdapat kata “muda” atau “pemuda” pada pesannya dan terdapat kata perubahan, misalnya “saatnya kaum muda melakukan perubahan”, atau “suara pemuda suara perubahan”, dan “saatnya yang muda” yang intinya Partai NasDem mengajak pemilih pemula dan pemilih muda untuk melakukan perubahan yang disampaikan melalui media kampanye berupa spanduk, poster, stiker dan berbagai media kampanye lainnya dengan kata- kata “muda” atau “pemuda” menunjukkan bahwa pesan ditujukan untuk pemuda yaitu pemilih pemula dan pemilih muda dengan semangat perubahan Partai NasDem mengajak mereka untuk bisa memamncing semangat perubahan, dengan tujuan bagi kaum muda agar bisa mempunyai semangat perubahan dengan memilih Partai NasDem sebagai sarana suara perubahan.

Dengan pilihan kata “muda” atau “pemuda” yang kemudian terdapat kata- kata perubahan, tujuannya adalah komunikator berusaha untuk meyakinkan kepada pemuda bahwa pemuda identik dengan perubahan, pemuda dianggap sebagai sarana utama bagi Partai NasDem untuk melakukan

perubahan. Berdasarkan keterangan informan tujuan Partai NasDem adalah memang untuk meyakinkan kepada pemilih pemula dan pemilih muda terkait dengan perubahan dengan slogan Partai NasDem yaitu “Gerakan Perubahan”. Kata “muda” atau “pemuda” dengan perubahan digunakan untuk meyakinkan dan mnumbuhkan semangat perubahan kepada pemilih pemula dan pemilih muda, Partai NasDem dengan kata pemuda juga ingin menunjukkan bahwa perubahan dibutuhkan melalui pemuda atau kaum muda.

(6)

Partai NasDem akan mengikuti ajang pemilihan umum (pemilu) yang menurut keterangan informan adalah jika Partai NasDem berhasil menang dan memenuhi target maka Partai NasDem bisa menduduki kursi parlemen dan bisa mencalonkan presiden pada pilpres, tujuannya adalah untuk menang dan menduduki pemerintahan serta juga untuk mempengaruhi orang lain. Maka pesan yang dibuat melalui media mempunyai kepentingan untuk mempersuasif pemilih pemula dan pemilih muda yang merupakan individu independen dan nantinya mendapatkan suara pada pemilihan umum.

Partai NasDem mencitrakan Partainya untuk peduli dengan keberadaan kaum muda dan diyakini oleh Partai NasDem sngat memiiki peran penting dalam melakukan perubahan. Partai NasDem menjual penawaran perubahan bagi kaum muda kepada pemilh pemula dan pemilih muda, juga menjual citra bahwa Partai NasDem adalah partai yang menginginkan perubahan dan diidentikkan dengan kaum muda terutama pada pemilih muda pemilih pemula. Untuk media dari calon legislatif Partai NasDem membuat pesan bagi pemilih pemula dan pemilih muda, calon legislatif Partai NasDem juga kaum muda yang menunjukkan rasa perhatiannya pada kaum muda yaitu pemilih pemula dan pemilih muda untuk memilih kaum muda, dan bersama-sama menyuarakan perubahan, pesan tersebut akan memunculkan emosional komunikan bahwa kaum muda khususnya, saatnya ikut melakukan dan menyuarakan

perubahan. Periklanan politik dibuat dengan memperhatikan pola khalayak, periklanan politik ini dibuat untuk pemilih pemula dan pemilih muda karena pembuat pesan dengan sengaja ingin mengajak pemilih muda dan untuk pemilih pemula turut menyuarakan perubahan.

Pesan persuasi periklanan politik yang disampaikan mengangkat tentang isu-isu yang sedang marak dalam dunia politik dan tengah menjadi perhatian dimasyarakat saat ini yaitu isu tentang korupsi dan isu negatif tentang rusaknya perpolitikan di ndonesia, menurut keterangan informann isu korupsi dan isu negatif tentang buruknya sistem politik di Indonesia sengaja diangkat oleh Partai NasDem Kota Malang, karena Partai NasDem meyakini bahwa pemuda sanat identik dengan perubahan. Partai NasDem mencitrakan partainya sebagai partai politik baru yang gencar menyuarakan perubahan yang diidentikkan dengan pemuda, yaitu pemilih pemula dan juga pemiih muda karena mereka memposisikan partainya dengan slogan “Gerakan Perubahan” yang jua mengangkat tema-tema yang berkaitan dengan perubahan serta menyasar pemilih pemula dan pemilih muda sebagai target sasaran utama.

(7)

persuasi berupa periklanan politik, dan berdasarkan dari model komunikasi politik Lasswell dengan model Partai NasDem sebagai komunikator menyampaikan pesan dengan menjual citra Partai NasDem yaitu partai baru yang peduli kepada kaum muda dan gencar melakukan perubahan yang disampaikan melalui media komunikasi cetak, sebagai periklanan politik, ada dampak yang dimunculkan dari target sasaran Partai NasDem Kota Malang yaitu

Partai NasDem Kota Malang melakukan sosialisasi untuk menyampaikan pesannya. Partai NasDem Kota Malang menggunakan saluran komunikasi massa melalui tatap muka, yaitu apabila komunikator politik berbicara didepan forum. Melalui komunikasi tatap muka bisa dengan mudah mengajak komunikan untuk mengikuti maksud dari pesan yang disampaikan. Dalam komunikasi massa satu ke-banyak komunikasi tatap muka adalah perpanjangan yang bisa ditangkap oleh indera pendengar, dan komunikasi tatap muka adalah sarana budaya keakraban sosial, yaitu komunikasi sebagai sarana untuk bisa bersosialisasi (Nimmo, 2005, h. 171). Dalam komunikasi politik Partai NasDem di Kota Malang secara tatap muka memang efektif karena komunikator bisa langsung mengajak komunikan untuk mengerti serta memahami maksud dari pesan tersebut secara langsung oleh indera pendengar, komunikator bisa secara langsung memanfaatkan sarana komunikasi tatap muka ini sebagai sarana keakraban sosial, karena

jangkauan tidak cukup luas, dan lebih intens namun dalam hal ini komunikan atau target politik terbatas, hanya pada satu forum kelompok saja. Pada Partai NasDem Kota Malang melakukan komunikasi tatap muka atau yang disebut sosialisasi kepada forum kelompok pemuda karang taruna disetiap daerah pemilihan atau dapil.

(8)

perubahan dan mengajak kaum muda untuk melakukannya.

Pesan yang disampaikan oleh Partai NasDem di Kota Malang melalui sosialisasi tatap muka merupakan pesan retorika yaitu retorika demonstratif, retorika demostratif adalah retorika yang digunakan dalam upaya untuk memperkuat kebaikan dan menjatuhkan keburukan lawannya (Nimmo, 2005, h.143). Partai NasDem Kota Malang melakukan upaya untuk memperkuat kebaikannya dengan mengatakan bahwa partainya sebagai partai baru yang muncul ditengah maraknya isu korupsi yang memang butuh perubahan, menyiratkan bahwa Partai NasDem adalah partai baru yang benar-benar berbeda dengan partai-partai sebelumnya, amanah adalah kata yang digunakan untuk memperkuat kebaikan partainya, disebutkan pula sayap partai dari Partai NasDem juga sbagai upaya retorika yang dilakukan untuk memperkuat keunggulan Partai NasDem yang peduli dengan kaum muda.

Membahas tentang Masalah korupsi yang telah menjadi isu politik, dan menggambarkan keadaan Indonesia yang telah terjadi selama ini, serta janji yang diucapkan para politikus selama ini yang seolah sudah menjadi tradisi politik di Indonesia adalah upaya untuk menjatuhkan keburukan lawan dalam retorika politik Partai NasDem Kota Malang. Ada beberapa jenis fokus retoris yang digunakan pada persuasi retorika politik, pada Parti NasDem Kota Malang, yang

retorika dilakukan pada komunitas tertentu, yaitu pada perkumpulan karang taruna, komunikator menganggap diri mereka sama dengan khalayaknya, dan kata kunci untuk sebutan komunitas adalah “kami”. Pada teks panduan untuk sosialisasi, Partai NasDem Kota Malang melakukan sosialisasi dengan menyebut diri mereka adalah kami atau kita, karena menganggap bahwa kaum muda, yaitu kelompok karang taruna ini adalah bagian dari mereka (Partai NasDem). Seperti misalnya, “kita semua disini butuh perubahan, kita semua disini adalah penerus bangsa pelopor perubahan, kita sudah bosan, mari kita melakukan dan menyuarakan perubahan”.

KESIMPULAN

Pengemasan pesan melalui Komunikasi pemasaran politik yang dilakukan Partai NasDem di Kota Malang dengan target pemilih pemula dan pemilih muda menggunakan komunikator politikus, pesan persuasif dengan bentuk periklanan politik dan retorika politik serta media yang digunakan melalui komunikasi massa menggunakan media cetak dan komunikasi interpersonal/tatap muka. Pesan bersifat persuasif, dengan dua jenis pengemasan pesan yaitu pesan dengan periklanan politik yang digunakan melalui media cetak dan retorika dengan pada komunikasi tatap muka.

(9)

Partai NasDem sebagai partai yang sedang berusaha meyakinkan bahwa perubahan yang dilakukan diidentikkan dengan kaum muda. Sedangkan untuk pesan persuasi politik dengan retorika adalah untuk menjatuhkan keburukan lawan dan mengunggulkan kebaikan komunikator politik serta untuk meyakinkan khalayak. Dan tujuannya adalah sama-sama untuk merubah perilaku dan pandangan khalayak. Pada komunikasi Partai NasDem untuk pemilih pemula dan pemilih muda hanya menggunakan dua media untuk target pemilih pemula dan pemilih muda. Pesan yang dikemas dengan menggunakan media cetak dalam bentuk periklanan politik dikemas dengan kata muda yang bisa membangkitkan semangat pemuda dan diidentikkan dengan nilai inti Partai NasDem yaitu perubahan. Sedangkan pengemasan pesan yang dilakukan melalui media tatap muka atau sosialisasi dikemas dengan mengangkat nilai-nilai keburukan secara nasional yang kemudaian juga mengangkat nilai-nilai perubahan melalui retorika politik yang bersifat demontratif.

DAFTAR PUSTAKA Buku:

Alie, M. (2013). Pemasaran politik di era multipartai. Jakarta: Expose (PT. Mizan Publika).

Budiharjo, M. (2008). Dasar-dasar ilmu politik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Cangara, H.(2011). Komunikasi politik (konsep teori dan strategi. Jakarta: Rajawali Pers. Firmanzah.(2008). Marketing

politik: antara pemahaman dan

realitas. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Kaid, L. L. (2004). Handbook of political communication research.London: Lawrence Erblaum Associates Publhisher. Kotler, P., & Armstrong, G. (2001).

Prinsipprinsip pemasaran. (Edisi 8, Jilid 1). (S. Damos, terjemahan). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Kriyantono, R. (2006). Teknik praktis riset komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. McNair, B. (2010). An introduction

to political communication. Oxon: Routledge. Moelong, L. J. (2005). Metode penelitian kualitatif. Jakarta: PT. Remaja Rosadakarya.

Newman, B. (1999). Handbook of political marketing. London: Sage Productions

Nimmo, D. (2005). Komunikasi politik (komunikator, media, dan pesan). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Salim, A. (2006). Teori dan paradigma penelitian sosial. Yogyakarta: Bibiliografi.

Suyati, D. S. (2014). Komunikasi pemasaran politik. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

Sugiyono. ( 2010). Memahami penelitian kualitatif. Bandung:Alfabeta.

Tjiptono, F. (2006). Pemasaran jasa. Malang: Bayumedia Publishing. West, R., & Turner L. H.(2008).

Pengantar teori komunikasi analisis dan aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika.

Jurnal:

(10)

politik kontestan pilkada dalam meningkatkan citranya di ranah publik (studi tentang aktifitas kampanye politik kandidat kepala daerah dalam mempengaruhi perilaku pemilih di kabupaten Malang). Diakses dari

http://www.academia.edu/483117 3/Jurnal_Academika_Marketing_ Politik_at_Bambang_Dwi_Praset yo.

Rapika, W. Strategi kampanye politik koalisi partai pengusung Afi-Mukmin dalam pemilihan gubernur 2013. Diakses dari http://ejournal.ilkom.fisip-

unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2013/11/E- JURNAL%20RAPIKA%20WD% 20UPLOAD%20%2811-16-13-03-07-49%29.pdf. (2013)

Sandra, J. L. political branding jokowi selama masa kampanye pemilu gubernur dki jakarta 2012 di media sosial twitter. (2013). Diakses dari Jurnal e- Komunikasi, 2013 - studentjournal.petra.ac.id

Waldhemar I. M, Shihab, S. M. Pengaruh produk politik dan pull marketing terhadap keputusan memilih masyarakat dki jakarta pada pemilihan presiden 2009. (2009). Diakses dari portal.kopertis3.or.id.

Artikel Berita:

Arifin, Zainul, (2014). Hasil hitung suara pileg 2014 PDIP jawara di kota Malang. Diakses dari Liputan6.com/hasil-hitung-suara-pileg-2014. (diakses pada, 18 Oktober 2014 oukul 2:19 wib) Badoh, I. F. (2013). Pakta integritas

politik. Diakses dari

http://www.indonesiabersih.org/p erspektif/pakta-integritas-politik/. Nn. (2014). Partai NasDem.

Diakses dari

http://www.partainasdem.org/par tai/page/2.

Nn. (2014). Survei kompas hanya NasDem dan Hanura di parpol menengah. Diakses dari http://nasional.kompas.com/read/2 014/01/09/1417107/Survei.Komp as.Han

ya.Nasdem.dan.Hanura.Mencoron g.di.Parpol.Menengah.

Nn. (2014). NasDem optimis target 20 juta Anggota tercapai. Diakses dari jpnn.com (pada 18 Oktober 2014 pukul 3.23. wib).

Website:

Nn. (2014). www.partainasdem.org ( diakses pada 20 Juli 2014 pukul 20.30 WIB)

Nn. (2014). www.kpu.go.id ( diakses pada 31 Desember 2013 pukul 22.00 wib)

Sumber Video:

Diakses dari

http://www.youtube.com/results? search_query=iklan+politik+abur izal+ba krie. (Diakses pada 22 Juni 2014 pukul 12.00 WIB).

Diakses dari

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan mengenai strategi yang dipakai oleh 24 Mobile Spa menjemput bola calon pelanggannya lewat pengemasan pesan yang

Maraknya komunikasi politik di media sosial menunjukkan kesadaran partai politik untuk dapat memenangi suara dari para pemilih dengan menggunakan media massa yang juga

Semangat kritis para pemilih pemula dalam menentukan pilihan politiknya pada pemilu 2014 diperlukan dalam memberikan pelajaran kepada caleg maupun partai politik, yang selama

Dalam hal ini, partai politik sebagai peserta pemilihan umum menjadi pihak yang bersinggungan langsung dengan pemilih pemula.. Namun dinamika perpolitikan

Bagi pemilih pemula peran aktif dalam proses pemilihan Pemilu atau Pilkada akan dimulai dari mencari informasi tentang partai politik peserta pemilu, mencermati nama-nama daftar

Apabila calon kandidat atau partai politik tertentu memiliki kapabilitas yang unggul, maka dapat memberikan pengaruhdan menjadi pendorong pemilih pemula untuk terlibat

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan mengenai strategi yang dipakai oleh 24 Mobile Spa menjemput bola calon pelanggannya lewat pengemasan pesan yang

Adapun perbedaannya, jika penelitian ini lebih memfokuskan untuk mengkaji tentang strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan penerbit buku dalam menyampaikan pesan-pesan ke- Islaman