T1__BAB IV Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Analisis Wacana Kritis Gaya Kepemimpinan Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo dalam Program Talkshow Mata Najwa Episode Pejabat Kekinian T1 BAB IV

10 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB IV

GAMBARAN PENELITIAN

4.1. Profil Metro TV1 4.1.1. Sejarah Metro TV

Metro TV adalah televisi berita 24 jam pertama di Indonesia yang mulai mengudara

pada tangggal 25 November 2000. Metro TV merupakan salah satu anak perusahaan dari

MEDIA GROUP yang dimiliki oleh Surya Paloh. Surya Paloh merintis usahanya di

bidang pers sejak mendirikan surat kabar harian PRIORITAS. Beralamat di Jl. Pilar Mas

Raya Kav A-D, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, 11520, Indonesia. (021)-583 000 77.

Pada tahun 1989, ia mengambil alih Media Indonesia, yang kini tercatat sebagai surat

kabar dengan oplah terbesar setelah Kompas di Indonesia. Oleh karena kemajuan

teknologi, Surya Paloh memutuskan untuk membangun sebuah televisi berita mengikuti

perkembangan teknologi dari media cetak ke media elektronik. Metro TV bertujuan untuk

menyebarkan berita dan informasi ke seluruh pelosok Indonesia. Selain bermuatan berita,

Metro TV juga menayangkan beragam program informasi mengenai kemajuan teknologi,

kesehatan, pengetahuan umum, seni dan budaya, dan lainnya lagi guna mencerdaskan

bangsa. Metro TV terdiri dari 70 % berita ( news ), yang ditayangkan dalam 3 bahasa,

yaitu Indonesia, Inggris, dan Mandarin, ditambah dengan 30 % program non berita (non

news) yang edukatif.

Metro TV mulai mengudara pada tanggal 25 November 2000 dengan 12 jam tayang.

Dan sejak 1 April 2001 Metro TV sudah mulai mengudara selama 24 jam. Metro TV

dapat diakses secara teresterial di 280 kota yang tersebar di Indonesia, yang dipancarkan

dari 52 transmisi.

Selain secara teresterial, siaran Metro TV dapat disaksikan melalui televisi kabel di

seluruh Indonesia, melalui Satelit Palapa 2 ke seluruh negara-negara ASEAN, termasuk di

(2)

Hongkong, Cina Selatan, India, Taiwan, Macao, Papua New Guinea, dan sebagian

Australia serta Jepang.

Metro TV melakukan kerjasama dengan beberapa televisi asing yaitu kerjasama

dalam pertukaran berita, kerjasama pengembangan tenaga kerja dan banyak lagi. Stasiun

televisi tersebut adalah CCTV, Channel 7 Australia, dan Voice of America (VOA),

Channel News Asia (CNA) dan Al-Jazeera Qatar. Selain bekerjasama dengan stasiun

televisi Internasional, Metro TV juga memiliki Internasional kontributor yang tersebar di

Jepang, China, USA, dan Inggris. Dengan kerjasama internasional ini Metro TV berusaha

untuk memberikan sumber berita mengenai keadaan dalam negeri yang dapat dipercaya

dan komprehensif kepada dunia luar dan juga hal ini mendukung Metro TV untuk menjadi

media yang secara cepat, tepat dan cerdas dalam mendapatkan beritanya.

4.1.2. Visi dan Misi Metro TV

Visi

Untuk menjadi stasiun televisi Indonesia yang berbeda dengan stasiun televisi lainya

dan menjadi nomor satu dalam program beritanya, menyajikan program hiburan dan

gaya hidup yang berkualitas. Memberikan konsep unik dalam beriklan untuk mencapai

loyalitas dari pemirsa maupun pemasang iklan.

Misi

i. Untuk membangkitkan dan mempromosikan kemajuan Bangsa dan Negara melalui

suasana yang demokratis, agar unggul dalam kompetisi global, dengan menjunjung

tinggi moral dan etika.

ii. Untuk memberikan nilai tambah di industri pertelevisian dengan memberikan

pandangan baru, mengembangkan penyajian informasi yang berbeda dan

memberikan hiburan yang berkualitas

iii. Dapat mencapai kemajuan yang signifikan dengan membangun dan menambah

asset perusahaan, untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan para karyawannya

(3)

4.1.3. Target Audiens

Metro TV merupakan jaringan TV swasta nasional pertama di Indonesia yang

menyajikan tayangan berita sebagai tayangan utama dalam penyiaranya, dengan

rata-rata sekitar 70% tayangannya bersifat berita (News) dan memiliki persentase 30%

tayangan non berita (non news). Sasaran pemirsa Metro TV adalah semua lapisan

masyarakat yang membutuhkan informasi berita yang hangat yang sedang menjadi

pemberitaan di masyarakat. Program Metro TV dirancang untuk mengakomodasi

keluarga yang berpenghasilan menengah ke atas (target pemirsa AB 20+). Susunan

program Metro TV hampir semua menyuguhkan tayangan berita yang dalam

produksinya hampir semuanya di lakukan atau di produksi sendiri. Metro TV

memusatkan upayanya pada peningkatan kualitas produksi lokal, sementara di saat

yang sama secara selektif memperoleh hak untuk menyiarkan content asing, yang

diyakini Metro TV sesuai dengan selera lokal.

(4)

Expenditure : Besarnya pengeluaran rata-rata per bulan oleh tiap individu untuk memenuhi kebutuhannya dan tidak termasuk tabungan.

Expenditure terbagi dalam kelas-kelas:

A1 = di atas Rp 3.500.000/bulan

A2 = Rp 2.500.001 – Rp 3.500.000/bulan

B = Rp 1.750.001 – Rp 2.500.000/bulan

C1 = Rp 1.250.001 – Rp 1.750.000/bulan

C2 = Rp 900.001 – Rp 1.250.000/bulan

D = Rp 600.001 – Rp 900.000/bulan

E = di bawah / sama dengan Rp 600.000/bulan

4.2. Profil Acara Mata Najwa

Gambar 2. Logo Mata Najwa

Awal mula terbentuknya program talkshow Mata Najwa ialah sebelum Najwa Shihab

berangkat ke Australia untuk menyelesaikan pendidikan S2 jurusan Politik dan Hukum, Najwa

diminta oleh Metro TV untuk memikirkan sebuah program baru atau program sendiri, seperti

program-program yang ada sebelumnya yaitu Kick Andy yang dipandu oleh Andy F Noya, dan

juga Just Alvin yang dipandu oleh Alvin Adam yang telah menuai sukses. Dan alasan

menggunakan nama Mata Najwa ialah diharapkan dapat menjadi sebuah simbol, jadi melihat

bukan hanya yang tampak jelas dengan mata tetapi juga dengan hati. Maka topik-topik yang

(5)

diibaratkan sebagai jendela, melalui program Mata Najwa diharapkan para pemirsa atau

masyarakat dapat melihat hal-hal lain yang selama ini tidak dapat dilihat oleh masyarakat.

Mata Najwa adalah program in depth talkshow unggulan Metro TV yang dipandu oleh

jurnalis senior Metro TV, Najwa Shihab (Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV). Mata Najwa saat

ini rutin tayang pada Rabu pukul 20:05 WIB–21.30 WIB (durasi 90 menit) dan tayang ulang hari

Minggu pukul 13:30 WIB–15:00 WIB. Episode perdana Mata Najwa tayang pada 25 November

2009, dan tahun ini sudah memasuki tahun ke tujuh. Per Rabu 16 Maret 2016, program Mata

Najwa sudah tayang 337 episode. Dalam setiap episodenya, tema yang diangkat cukup beragam,

mulai dari isu-isu aktual terkait kebijakan publik, isu-isu politik, hukum dan sosial, tokoh yang

tengah menjadi perbincangan publik, maupun tema yang menginspirasi.

Untuk tayangan regular, formatnya adalah talkshow yang dipandu Najwa Shihab sebagai

tuan rumah Mata Najwa. Adapun proses produksinya bisa rekaman maupun siaran langsung dari

Grand Studio Metro TV, disaksikan 500 penonton. Sejak 2012, Mata Najwa rutin keliling dari

kota ke kota (sebagian besar di kampus), bertajuk Mata Najwa on Stage. Sampai saat ini rekor

penonton terbanyak adalah di Stadion Brantas, Kota Batu, Jawa Timur, dengan jumlah penonton

25 ribu. Beberapa kali Mata Najwa melakukan peliputan langsung ke lapangan, tergantung tema

dan angle yang akan diangkat. Untuk on air Mata Najwa, durasi 90 menit (terdiri dari 7 segmen),

dibuka dengan pengantar tema (opening), dan ditutup dengan Catatan Najwa.

Setiap Rabu malam, Mata Najwa hadir di Metro TV. Tak sekedar membagi informasi,

tapi juga menyuguhkan kedalaman arti, mengupas sebuah fenomena, hingga menampilkan

sosok-sosok berpengaruh di negeri ini. Memasuki tahun ketujuh, Mata Najwa semakin

mengukuhkan diri sebagai program yang menjadi referensi para penentu kebijakan di negeri ini.

Selama tujuh tahun mengudara, program ini telah berhasil mendapatkan sejumlah penghargaan,

seperti masuk dalam The 15th Asian Television Awards untuk kategori Best Current Affair

Program dan terpilih sebagai program talkshow terbaik dalam KPI Awards tahun 2013. Terpilih

juga sebagai brand yang paling direkomendasikan oleh majalah SWA dan mendapat

penghargaan The World of Mouth Marketing Award 2011. Menjadi salah satu Programme of The

Year versi Majalah Rolling Stone di tahun 2014. Dan bulan Mei (2016) lalu, Mata Najwa juga

(6)

Tim inti Mata Najwa dipimpin program owner sekaligus host, Najwa Shihab. Adapun tim

produksi terdiri dari: 1 eksekutif produser (Dahlia Citra Buana), 4 produser (Amanda Manuputty,

Budi Purnomo, Laban Laisila, Surya Wijayanti), 3 periset (Fitratama Nugroho, Meyrza Ashrie,

Mochamad Azhar), 3 production assistance (Ari Aprianto, Fani Aulia, Febriyani Sandriyo), 1

reporter (Sari Syahrial).

4.3. Sinopsis Episode Pejabat Kekinian

Mata Najwa episode Rabu, 09 Maret 2016 dengan tema “Pejabat Kekinian” seperti biasa

dibuka oleh pembawa acara Najwa Shihab sebagai tuan rumah dengan serangkaian kalimat yang

indah dan menarik yang tentunya sesuai dengan tema yang hendak dibahas “Menjadi pejabat hari

ini memang mesti menyesuaikan diri dan kondisi. Piawai memanfaatkan media sosial sebagai

alat paling actual agar sosok dapat terus dijual. Tapi kerja sebenar-benarnya butuh pembuktian,

menghasilkan karya nyata tak sekedar duduk anis di belakang meja. Jika pemimpin mau

menyerap aspirasi, tentu rakyat juga yang akan mengapresiasi. Karena menjadi gaul saja tidak

mencukupi, kepemimpinan harus tahan banting dan uji”.

Edisi pejabat kekinian diawali dengan pemutaran cuplikan video yang berhubungan

dengan tema. Pada sesi awal pembawa acara memperkenalkan narasumber pertama yakni

Ridwan Kamil atau yang akrab disapa dengan sebutan Kang Emil yang adalah Walikota

Bandung. Sebelum diskusi dimulai dengan Kang Emil, terlebih dahulu disajikan bagi penonton

sekilas tentang profil Kang Emil dan kesehariannya sebagai Walikota Bandung melalui sebuah

video singkat. Setelah pemutaran video tersebut, Najwa Shihab sebagai pembawa acara memulai

diskusi dengan Kang Emil dengan membahas seputar pernyataan Kang Emil mengenai

keputusannya untuk tidak ambil bagian dalam pilkada DKI Jakarta, karena sebelumnya Kang

Emil sempat diisukan akan maju untuk bertarung melawan Ahok pada pilkada DKI Jakarta 2017

mendatang, yang dilanjutkan dengan cuplikan video konferensi pers Ridwan Kamil atau Kang

Emil ketika memutuskan untuk tidak maju dalam pilkada DKI Jakarta. Atas pertanyaan ini Kang

Emil menjelaskan bahwa dirinya mengambil keputusan tidak maju pilkada DKI Jakarta karena

beberapa pertimbangan, diantaranya adalah tugas dan tanggung jawab utama sebagai Walikota

Bandung belum selesai, masa jabatan yang tersisa masih dua tahun sehingga masih ingin

menyelesaikan masa tersebut untuk tugas dan tanggung jawab yang belum selesai pula, adanya

(7)

maju pada pilkada DKI Jakarta, dan pertimbangan berikutnya adalah berbagai saran dari pihak

keluarga.

Selanjutnya Kang Emil dikejar dengan pertanyaan tentang karir politiknya. Pertanyaan

ini meluputi ambisinya menjadi Walikota Bandung saat itu dan juga masalah kedekatannya

dengan partai tertentu yang mendukungnya bahkan pertanyaan seputar ambisinya untuk maju

pada pertaruhan yang lebih besar kelasnya dibanding Walikota. Untuk sederet pertanyaan ini

Kang Emil menjelaskan bahwa keinginannya untuk menjadi Walikota Bandung saat itu

disebabkan karena panggilan untuk melayani kota sendiri dengan tujuan untuk memperbaiki

birokrasi dan sistem pemerintahan yang dianggapnya berantakan. Kang Emil juga mengaku

bahwa memiliki kedekatan dengan partai tertentu bahkan menjalin hubungan komunikasi yang

baik dengan partai tersebut karena telah mendukung dia dalam Pilkada lalu sehingga berhasil

menang dan menjadi Walikota Bandung saat ini. Untuk ambisi politik kedepannya Kang Emil

menyebutkan bahwa semua itu tentu ada hanya saja dirinya masih ingin menyelesaikan masa

jabatannya saat ini, jika kesempatan ada dan dia sudah menyelesaikan tugasnya sebagai

Walikota, Kang Emil menyatakan siap untuk bertarung pada level yang lebih tinggi dan siap

digandengkan dengan siapapun termasuk Prabowo Subianto dan Joko Widodo, sebagaimana

yang di usik Najwa Shihab melalui pertanyaannya.

Pembahasan selanjutnya bersama Kang Emil mulai masuk pada tema “Pejabat Kekinian”.

Dimana Najwa sebagai pembawa acara menyatakan bahwa Kang Emil adalah salah satu pejabat

yang eksis dengan media sosial, bahkan lewat media sosial Kang Emil pernah mengajak warga

Bandung untuk menjadi Walikota (sambil memutar video yang dimaksud). Atas pertanyaan ini

Kang Emil menjelaskan bahwa saat ini era digital, eranya media sosial marak dimana-mana. Ini

merupakan cara yang canggih untuk melakukan pertukaran ide dengan cepat serta respon yang

cepat. Jadi melalui video tersebut Kang Emil membuka kesempatan bagi warga Kota Bandung

untuk memberikan ide-ide terbaik mereka untuk bersama-sama membangun Kota Bandung,

sehingga siapa yang idenya dianggap paling baik, akan bersama-sama Kang Emil menjalankan

ide tersebut. Pertanyaan selanjutnya adalah tentang keaktifan Kang Emil pada media sosial.

Bagaimana mengelolanya serta apa manfaat yang dirasakan. Atas pertanyaan ini Kang Emil

menjelaskan bahwa aktif di jejaring sosial itu perlu, karena dengan hal tersebut dirinya bisa

mengetahui berbagai informasi dan masalah yang terjadi di daerah yang dia pimpin sehingga

(8)

permasalahan masyarakat, membuat jarak dengan masyarakat semakin dekat, komunikasi yang

dibangun juga lebih dekat bahkan mudah dicari serta dihubungi oleh masyarakat, pada intinya

adalah membuka sekat antara dirinya sebagai pejabat dengan masyarakat yang selama ini

menghambat tugas dan tanggung jawab kebanyakan pejabat negara. Sekmen bersama Kang Emil

ini ditutup dengan pemutaran cuplikan video pendapat warga kota Bandung tentang

kepemimpinan Kang Emil sebagai Walikota.

Pada sesi kedua dari episode ini diawali dengan menampilkan cuplikan video saat Ganjar

Pranowo, Gubernur Jawa Tengah sedang melakukan tugas kesehariannya dan pada saat

melalukan sidak pada beberapa instansi pemerintah di Jawa Tengah. Setelah itu Najwa Shihab

menyapa dan memperkenalkan Ganjar pada penonton. Perbincangan dengan Ganjar diawali

dengan membahas pertemuan antara dirinya bersama Ridwan Kamil beserta Ahok pada suatu

kesempatan sebelumnya (sambil memutar video tersebut), sembari mengajukan pertanyaan

apakah ada kedekatan diantara mereka bertiga, dan apakah kedekatan itu tidak menimbulkan rasa

kompetisi untuk menjadi lebih baik diantara satu dengan yang lainnya? Menyikapi pertanyaan ini

Ganjar menjelaskan bahwa hubungan antar kepala-kepala daerah memang selalu ada yang

tentunya itu tidak bisa dipungkiri. Kedekatan ini juga untuk saling berbagi strategi serta

pengalaman mengenai penanganan masalah masyarakat didaerah masing-masing. Untuk masalah

kompetisi tentunya perlu asalkan itu sehat dan didorong agar menjadi lebih baik.

Masih pada tema yang diangkat, Gubernur Jawa Tengah ini diperhadapkan untuk

menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan kepemilikan akun media sosial, apakah milik

pribadi ataukah memang ada admin yang mengelolanya. Untuk pertanyaan ini Ganjar menjawab

bahwa semua akun media sosial yang dimiliki adalah milik pribadi dan dikelola pribadi langsung

dari smartphone miliknya tanpa menggunakan admin atau bantuan tenaga ahli lainnya.

Selanjutnya Ganjar dikejar dengan pertanyaan tentang hal–hal kekinian apa saja yang perlu

diketahui oleh masyarakat, khususnya di Jawa Tengah melalui media sosialnya. Atas pertanyaan

ini Ganjar menjelaskan bahwa ada beberapa hal penting yang saat ini selalu diinformasikan ke

masyarakat melalui akun media sosialnya seperti; informasi mengenai investasi di Jawa Tengah,

potensi wisata, serta infrastruktur publik yang sedang dibangun. Pada sesi ini, untuk

membuktikan bahwa kedua narasumber benar-benar aktif bersosial media maka Najwa Shihab

mengajak keduanya untuk melakukan foto bersama (selfie) dan meminta keduanya langsung

(9)

tersebut mendapat lebih dari 4000 like dan 2000 lebih diretweet oleh followers pada akun

twitternya.

Sama halnya dengan narasumber sebelumnya, Ganjar juga ditanyakan pendapatnya

tentang mengapa pejabat perlu menggunakan media sosial. Ganjar Pranowo menjawab

pertanyaan ini dengan menjelaskan bahwa saat ini adalah era virtual dan digital, sehingga ketika

menggunakan media sosial memudahkan pejabat dengan rakyatnya untuk saling berkomunikasi,

bertukar informasi, selain itu membuat hubungan antar keduanya menjadi lebih dekat agar

masyarakat benar-benar merasakan adanya perhatian dari kepala daerahnya secara langsung.

Media sosial ini juga sebagai media transparansi antara kedua belak pihak. Pertanyaan

selanjutnya yang harus dijawab oleh Ganjar Pranowo adalah apa efektifnya menggunakan media

sosial dalam menjalankan tugas sebagai Gubernur. Untuk pertanyaan ini Ganjar menjelaskan

bahwa media sosial sangat efektif karena dengan hal tersebut dirinya dapat merespon dengan

cepat persoalan-persoalan yang dia terima, selain itu warga juga bisa dengan cepat melaporkan

permasalahan yang mereka hadapi, semuanya bisa serba cepat kita respon dan ketahui.

Dalam sesi ini, kedua narasumber juga mendapat penilaian dari Direktur CSIS dan juga

Direktur Badan Komunikasi Indonesia. Keduanya menilai bahwa keputusan untuk menggunakan

media sosial dalam manajemen serta kepemimpinan baik Ridwan Kamil maupun Ganjar

Pranowo merupakan keputusan yang bijak dan tepat dimana hal ini menandakan bahwa mereka

pejabat yang melek media yang menggunakan media untuk berpartisipasi dengan rakyat. Selain

itu keduanya juga dinilai memiliki kemampuan membangun komunikasi terhadap masyarakat

dengan baik bahkan menjadikan media sosial sebagai sarana untuk menampung aspirasi

masyarakat yang di pimpin di daerah masing-masing.

Episode “Pejabat Kekinian” ini ditutup dengan adanya report dari Badan Komunikasi

Indonesia tentang penggunaan media sosial oleh Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo. Adapun

reportnya sebagai berikut untuk keaktifan, Ganjar Pranowo lebih aktif dimana dalam waktu satu

bulan Ganjar melakukan lebih dari 2000 postingan twitter, sedangkan untuk respon terhadap

postingan lebih banyak didapatkan Ridwan Kamil dengan 118.000 lebih respon dalam sebulan.

Dari setiap postingan, 21% postingan Ganjar Pranowo tentang Pilkada DKI Jakarta, dan untuk

hal yang sama diungguli oleh Ridwan Kamil dengan 64,3%. Dilihat dari jenis kelamin para

perespon, postingan Ridwan Kamil direspon oleh 56% laki-laki dan 44% perempuan sedangkan

(10)

perespon, postingan Ridwan banyak direspon oleh pengguna twitter dengan usia 26-35 tahun,

sedangkan untuk Ganjar tidak sempat dibacakan karena acara langsung ditutup oleh Najwa

Figur

Tabel 4.1.3.
Tabel 4 1 3 . View in document p.3
Gambar 2. Logo Mata Najwa
Gambar 2 Logo Mata Najwa . View in document p.4

Referensi

Memperbarui...