• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN DAN PROFIL OBJEK PENEITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN DAN PROFIL OBJEK PENEITIAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN DAN PROFIL OBJEK PENEITIAN

Untuk menjawab masalah dan mencapai tujuan penelitian sebagaimana yang telah dirumuskan, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Bab ini menjelaskan tentang metodelogi penelitian yang mencangkup beberapa aspek bahasan, yaitu; jenis penelitian, pendekatan penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data. Dalam bab ini juga mejelaskan tentang profil dari objek penelitan Film 99 Cahaya Di Langit Eropa Part 1 dan Part 2.

3.1. Metodologi Penelitian

3.1.1. Jenis Penelitian Kualitatif

Jenis penelitian yang akan digunakan peneliti ini adalah data kualitatif. Data Kualitatif merupakan data yang tidak menggunakan angka-angka sebagai. penelitian ini adalah Metode Analisis Kualitatif terhadap naskah Film. Analisis ini pada dasarnya merupakan suatu teknik sistematik untuk menganalisis isi pesan dan mengolah pesan, atau alat untuk mengobservasi dan menganalisis isi prilaku komunikasi yang terbuka dari komunikator yang dipilih (Bungin 2001:187)

Analisis Kualitatif biasanya dipakai untuk meneliti dokumen yang berupa Teks, Gambar, Simbol dan lain sebagainya untuk memahami budaya dari situasi konteks sosial tertentu. Dalam Penelitian Isi Kualitatif, Peneliti Berinteraksi dengan material-material dokumentasi sehingga pernyataan-pernytaan yang spesifik dapata diletakan pada konteks yang tepat untuk diAnalisis (Bungin, 2001:2003).

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya prilaku, persepsi motivasi tindakan dan lain-lain secara hilistik, dan dengan satu konteks khusus secara alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. ( Meleong, 1998:6)

Karakter penelitian kualitatif, menurut Lincoln dan Guba (1985:39) dalam (Meleong, 1998:4-8). Mengulas sebelas ciri penelitian yang menjadi karakteristik

(2)

penelitian kualitatif yaitu; 1. Latar Alamiah

2. Manusia sebagai alat (instrumen) 3. Metode kualitatif

4. Analisis data secara induktif 5. Teori dari dasar (grounded theory) 6. Deskriptif

7. Lebih mementingkan proses dari pada hasil 8. Adanya batas yang ditentukan oleh focus 9. Adanya kriteria khusus untuk keabsahan data 10. Desain yang bersifat sementara

11. Hasil penelitian di rundingkan dan disepakati bersama. 3.1.2. Pendekatan Motode Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Analisis isi Wacana.Yakni setudi tentang struktur pesan dalam komunikasi. Lebih tepatnya lagi analisis wacana adalah telah mengenai aneka fungsi (fragmatik). (Sobur, 2012:48).

Analisis Wacana adalah alternative dari analisis isi kualitatif yang dominan. Jika analisi kualitatif lebih menekankan pada pertayaan “ apa” (what), analisis wacana lebih melihat pada “ bagaimana” (how) dari pesan atau teks komunikasi. Melalui analisis wacana kita bukan hanya mengetahui bagaimana isi teks berita, tetapi juga bagimana pesan itu disampaikan. Lewat kata, frase, kalimat, metafora macam apa suatu berita disampaikan. Analisis wacana lebih bisa melihat makna yang tersembunyi dari teks Eriyanto, (2001) dalam buku AnalisisTeks Media, Sobur(2012:68)

Analisis Wacana yang diperkenalkan dan dikembangkan oleh para ahli. Eriyanto (2012) dalam buku Analisis Wacana-nya misalnya, menyajikan model-model analisis wacana yang dikembangkan oleh Roger Fowler dkk (1979), Theo Van Leeuwen (1986), Sara Mills (1992), Norman Fairclough (1998), dan Teun A. Van Dijk (1998). (Sobur, 2012:73)

Dalam penelitian ini penulis merasa harus meneliti wacana dengan menggunakan teknik analisis the a vand thejik. Sebab model anlisis tersebut mengkolaborasikan elemen-elemen wacana dalam suatu teks secara mudah dan praktis.

(3)

Sumber data terdiri dari dua macam yaitu.Data primer dan data sekunder. 1. Data Primer

Merupakan data yang diperoleh dengan cara mengumpulkan data-data mengenai Hal-hal yang terkait dengan penelitian ini, Terutama vidio rekaman Film 99 Cahaya Di Langit Eropa pengumpulan data ini dilakukan melalui Internet, Buku-buku, dan Media Cetak lain-nya serta literatur-literatur lain yang kaintannya dengan materi penelitian

2. Data Sekunder

Meliputi Aktifitas - aktivitas pengumpulan data dan informasi yang berhubungan denga masalah yang diteliti dari literatur, buku, koran, majalah, agar diperoleh suatu landasan teori yang cukup kuat untuk pengmbilan keputusan. Merupakan data yang diperoleh dengan cara mengumpulkan data-data mengenai Hal-hal yang terkait dengan penelitian ini, Terutama vidio rekaman Film 99 Cahaya Di Langit Eropa pengumpulan data ini dilakukan melalui Internet, Bukubuku, dan Media Cetak lainnya serta literature -literatur lain yang kaintannya dengan materi penelitian.

3.1.4. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya, pengamatan Obsevasidan Teknik Studi Dokumentasi

1. Pengamatan (Observasi)

Peneliti mengamati langsung adegan-adegan yang ditengarai menampilkan bentuk-bentuk kontekstual dari pesan-pesan dakwah yang tekstual di Film 99 Cahaya Di Langit Eropa. sebagai objek penelitian, Selanjutnya peneliti mengadakan Analisis pesan - pesan Dakwah yang terkandung dalam Film 99 Cahaya Di Langit Eropa. Dalam Bungin ( 2007: 118) Teknik obsevasi adalah kegiatan keseharian manusia dengan menggunakan panca indera mata sebagai alat bantu utamanya selain panca indera lainnya seperti telinga, penciuman, mulut dan kulit.

2. Teknik Studi Dokumentasi

Teknik Studi Dokumentasi digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan informasi data-data berupa arsip-arsip yang berhubungan dengan masalah yang diteliti baik dari sumber buku, koran websate dan sumber lainnya yang berhubungan dengan Film 99 Cahaya Di Langit Eropa. (Nawawi, 1995:133)

(4)

teknik ini digunakan untuk mengetahui jumlah penonton, profil pemain, profil sutradara, profil peneliti naskah/novel.

Bungin (2007:126) Dokumentasi dibagi dua yaitu: 1. Dokumentasi Pribadi

Dokumentasi pribadi adalah catatan atau karangan seeorang secara tertulistentang tindakan, pengalaman, dan kepercayaannya. Dokumen pribadi dapat berupa buku harian, surat pribadi, dan otobiografi.

2. Dokumentasi Resmi

Dokumentasi resmi terbagi atas dokumentasi intereen dan ekteren. Dokumen intereen dapat berupa memo, pengumuman, instruksi, aturan lembaga untuk lapangan sendiri seperti risalah atau laporan rapat, keputuan pemimpin kantor, konvensi yaitu kebiasaan-kebiasaan yang berlangsung disuatu lembaga dan sebagainnya. Sedangkan dokumen eksteren berupa bahan-bahan informais yang dikeluarkan suatu lembaga, seperti majalah, bulletin, berita-berita yang disiarkan kemedia massa, pengumuman atau pemberitahuan.

3.1.5 Teknik Analisis Data

Menurut Patton (1980:268) dalam Meleong (2007: 280) analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya kedalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar. Sehingga analisis data dapat didefiniksikan sebagai proses. Pada tahapan analisis data, data yang sudah ada dikelompokkan selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis wacana. Maka sebagai rujukan adalah dengan menggunakan analisis wacana model Van Dijk yang terdiri dari tiga elemen yaitu dimensi teks, kognisi sosial dan konteks sosial.

Karena dalam penelitian ini lebih ingin membongkar bagaimana pesan yang disampaikan oleh Film “ 99 Cahaya Di Langit Eropa”, maka penulis menganalisis elemen pertama yakni dimensi teks pada Struktur Makro yaitu makna global dari suatu teks yang dapat diamati dari topik atau tema yang diangkat oleh suatu teks, Suprastruktuk yaitu kerangka suatu teks yang meliputi pendahuluan, Isi, penutup, dan kesimpulan. Dan Struktur Mikro makna lokal dari suatu tek s yang diamati dari pilihan kata, kalimat dan gaya yang dipkai oleh suatu teks.

(5)

Setelah data sudah didapat dan dikelompokan selanjutnya dia analisis dengan teknik analissi data. Dengan menggunakan analisis Wacana model Theun A Van Dhijik.

3.2. Profil Objek Penelitian

3.2.1. Profil Hanum Salsabiela Rais( Penulis novel 99 Cahaya Dilangit Eropa) Hanum Salsabiela Rais adalah putri dari pasangan Muhammad Amien Rais dan Kusnasriyati Sri Rahayu. Hanum lahir di kota Yogyakarta pada 12 April 1982. Ia memiliki 4 Saudara. Hanum menempuh pendidikan dasar di Muhammadiyah Yogyakarta. Setelah Hanum menyelesaikan pendidikan dasarnya, ia pun melanjutkan kuliah di FKG UGM. Hingga Hanum mendapat gelar sebagai Dokter Gigi dari FKG UGM. Hanum mengawali karir sebagai jurnalis dan presenter di TRANS TV. Ia sangat menekuni pekerjaannya tersebut.

Awal mula Hanum memulai pengembaraannya di benua Eropa bersama suami yang memenangkan beasiswa dari Pemerintah Austria untuk studi S3 di WU Vienna. Hanum tinggal di Austria dengan suami tercintanya Rangga Al-mahendra. Kemudian Hanum bekerja di dalam proyek video podcast Executive Academy di WU Vienna selama 2 tahun. Dan Hanum juga tercatat sebagai koresponden detik.com bagi kawasan Eropa dan sekitarnya. Ia bekerja dengan sepenuh hati untuk berjuang di tanah Eropa dimana umat Muslim sebagai minoritas. Perjuangan yang tidak mudah untuk bertahan di negara yang Muslim sebagai kaum minoritas. Pada tahun 2010, Hanum menerbitkan buku pertamanya, yang berjudul Menapak Jejak Amien Rais Dan pada tahun 2013 Hanum menerbitkan buku ke duanya yang Berjudul 99 Cahaya Di Langit Eropa.

3.2.2. Sekilas Tentang Film 99 Cahaya Di Langit Eropa

Film 99 Cahaya Di Langit Eropa merupakan Film drama realigi Indonesia. Film ini diangkat dari sebuah Novel yang menceritakan kisah perjalanan Hanum dan Rangga. Yang di bagi menjadi 2 babak. Dan dirilis pada 30 Oktober 2014 yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto. Penulis naskah, Hanum Salsabiela Rais dan

(6)

Rangga Almahendra. Film ini diproduksi oleh Maxima Picture yang berdurasi 90 menit.1

Film 99 Cahaya Di Langit Eropa di bintangi oleh Acha Septiarsa sebagai (Hanum) tokoh utama. AbimanaAryasatya sebagai (Rangga) istri Hanum.Raline Shahsebagai (Fatma).Dewi Sandra sebagai (Marion).Nino Fernandez sebagai (Stefen). Marissa Nasution sebagai (Maaja), Alex Abbad sebagai (Khan). Gecchae Qheagaventa sebagai (Aisye). Dian Pelangi sebagai (Latife) Hanum Salsabiela Rais sebagai ( Ezra)2.

Film drama religi ini menceritakan tengtang persahabatan antara insan – insan manusia dengan ikatan iman, dan dengan seseorang yang tanpa keyakinan (iman) akan keberadaan Tuhan di dirinya. Mengungkap kisah perjalanan islam di eropa. tentang jejak- jejak Islam yang ada di Eropa terutama di Prancis dan Spanyol. Hanum dan Rangga banyak menemukan keindahan di Benua Eropa, diantaranya menara Eiffel, Tembok Berlin, Konser Mozart, Stadion Sepak Bola San Siro, Colosseum Roma, gondola- gondola di Venesia dan juga lainnya. Tetapi Hanum dan Rangga banyak menemukan fakta- fakta yang belum banyak diketahui oleh banyak orang tentang jejak-jejak islam.

1.2.2. Sinopsis Film 99 Cahaya Di Langit Eropa.

Untuk pertama kalinya dalam 26 tahun, Hanum merasakan hidup di suatu negara dimana Islam menjadi minoritas. Pengalaman yang makin memperkaya spiritual untuk lebih mengenal Islam dengan cara yang berbeda.

Tinggal di Eropa selama 3 tahun, Hingga akhirnya aku menemukan banyak hal lain yang jauh lebih menarik dari sekedar Menara Eiffel, Tembok Berlin, Konser Mozart, Stadion Sepakbola San Siro, Colloseum Roma, atau Gondola gondola di Venezia. Pencarianku telah mengantarkan ku pada daftar tempat-tempat ziarah baru di Eropa. Aku tak menyangka Eropa sesungguhnya juga menyimpan sejuta misteri tentang Islam.

Pertemuanku dengan perempuan muslim di Austria, Fatma Pasha telah mengajarkanku untuk menjadi bulir-bulir yang bekerja sebaliknya. Menunjukkan pada Eropa bulir cinta dan luasnya kedamaian Islam. Sebagai Turki di Austria, Ia

1 http://www.sinopsisfilmbioskopterbaru.com/2014/10/sinopsis-lengkap-film-99-cahaya-di-langit-eropa-final-2.html (diakses 15 Juni 2016, pikul 13:07)

2\'http://hot.detik.com/movie/2378137/mengenal-karakter-karakter-dalam-film-99-cahaya-di-langit-eropa/10 (diakses 15 juni 2016, pukul 14:12)

(7)

mencoba menebus kesalahan kakek moyangnya yang gagal meluluhkan Eropa dengan menghunus pedang dan meriam. Kini ini iamencoba lagi dengan cara yang lebih elegan, yaitu dengan lebarnya senyum dan dalamnya samudra kerendahan hati.

Aku dan Fatma mengatur rencana. Kami akan mengarungi jejak-jejak Islam dari barat hingga ke timur Eropa. Dari Andalusia Spanyol hingga ke Istanbul Turki. Dan entah mengapa perjalanan pertamaku justru mengantarkanku ke Kota Paris, pusat ibukota peradaban Eropa.

Di Paris aku bertemu dengan seorang mualaf, Marion Latimer yang bekerja sebagai ilmuwan di Arab World Institute Paris. Marion menunjukkan kepadaku bahwa Eropa juga adalah pantulan cahaya kebesaran Islam. Eropa menyimpan harta karun sejarah Islam yang luar biasa berharganya. Marion membukakan mata hatiku. Membuatku jatuh cinta lagi dengan agamaku, Islam. Islam sebagai sumber pengetahuan yang penuh damai dan kasih.

Museum Louvre, Pantheon, Gereja Notre Dame hingga Les Invalides semakin membuatku yakin dengan agamaku. Islam dulu pernah menjadi sumber cahaya terang benderang ketika Eropa diliputi abad kegelapan. Islam pernah bersinar sebagai peradaban paling maju di dunia, ketika dakwah bisa bersatu dengan pengetahuan dan kedamaian, bukan dengan teror atau kekerasan.

Perjalananku menjelajah Eropa adalah sebuah pencarian 99 Cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan oleh Islam di benua ini. Cordoba, Granada, Toledo, Sicilia dan Istanbul masuk dalam manifest perjalanan spiritualku.

Saat memandang matahari tenggelam di Katedral Mezquita Cordoba, Istana Al Hambra Granada, atau Hagia Sophia Istanbul, aku bersimpuh. Matahari tenggelam yang aku lihat adalah jelas matahari yang sama, yang juga dilihat oleh orang-orang di benua ini 1000 tahun lalu. Matahari itu menjadi saksi bisu bahwa Islam pernah menjamah Eropa, menyuburkannya dengan menyebar benih-benih ilmu pengetahuan, dan menyianginya dengan kasih sayang dan toleransi antar umat beragama.

(8)

Akhir dari perjalananku selama 3 tahun di Eropa justru mengantarkanku pada titik awal pencarian makna dan tujuan hidup. Makin mendekatkanku pada sumber kebenaran abadi yang maha sempurna. 3

1.2.3. Daftar Pemain Dan Karakter Tokoh

Tabel 3.1. Daftar Pemain Dan Karakter Tokoh

3http://www.hanumrais.com/p/sinopsis-99-cahaya.html#.V2Apy9feq1s (diakses 14 juni 2016, pukul 11:09)

4

\'http://hot.detik.com/movie/2378137/mengenal-karakter-karakter-dalam-film-99-cahaya-di-langit-eropa/3 (diakses 15 Juni 2016, pukul 13:28)

No Nama Pemain Karakter Tokoh

1.

Hanum (Acha Septriasa)

Hanum Salsabiela Rais adalah karakter utama dalam film yang diperankan oleh Acha Septriasa. "Karakter Hanum ini dia adalah seorang istri yang menyusul suaminya ke Wina untuk menyelesaikan studi. Walau banyak cobaan selama tinggal di Eropa tapi sebagai seorang istri dan Muslim ia tetap tegar menghadapi berbagai godaan tersebut..4

2.

Rangga (Abimana Arysatya)

Abimana Arysatya (Rangga), Rangga adalah suami dari Hanum yang menjalani pendidikan dengan kuliah di international school. Karakter Rangga mengalami pengembangan dari cerita novel. Selain berkutat di kehidupan kampus, karakter Rangga banyak berperan dalam menemani Hanum (AchaSeptriasa) dalam menapaki jejak peninggalan Islam di Eropa.

(9)

4.

Fatma ( Raline Shah)

Fatma, diperankan oleh Raline Shah adalah wanita Turki keturunan langsung dari jenderal perang Dinasti Ottoman yang menduduki Austria lebih dari tiga ratus tahun lalu. Fatma diceritakan memiliki pengetahuan mendalam tentang sejarah Islam, khususnya di Eropa. Fatma juga menjadi sahabat sekaligus karakter yang membantu Hanum (Acha Septriasa) menemukan jejak-jejak Islam di Eropa. Perjalanan dan pencariannya pun menuntun Hanum lebih cinta sekaligus kagum dengan agamanya.

5.

Aisye

(GecchaeGheagaventa )

Aisya adalah anak Fatma yang dimainkan oleh aktris cilik Gecchae Qheagaventa. Ia turut hadir memeriahkan suasana dalam perjalanan Hanum dan Fatma menemukan cahaya-cahaya di langit Eropa.

6.

Stefen ( Nino Fernandez)

Karakter yang diperankan oleh Nino Fernandez ini banyak berinteraksi dengan Rangga dan Khan (Alex Abbad).

Stefan seorang yang memiliki pemikiran sekuler. Ia tidak terlalu percaya dengan agama, dan lebih mengutamakan logika.

(10)

7.

Khan (Alex Abbad)

Khan yang diperankan Alex Abbad. Ia sangat memegang teguh kepercayaannya, bahkan bisa dibilang cukup radikal secara ideologi. Karakter Khan adalah keturunan Pakistan.

8.

Maarja (Marissa Nasution)

Marissa Nasution memerankan tokoh Maarja. Maarja adalah seorang wanita berkebangsaan Jerman yang menjadi sahabat Rangga. Karakter tersebut berkonflik dengan Rangga dan Khan karena

perbedaan sud ut pandang.

9.

Latife (Dian Pelangi)

Latife Karakter ini diperankan oleh Dian Pelangi. Latife merupakan perempuan keturuanan Turki yang sukses dengan usaha tokonya di Austria. Ternyata, salah satu kunci kesuksesan Latife adalah sifat yang menerapkan kejujuran dan murah senyum. Upaya Latife menjadi agen muslim yang baik di Eropa, menginspirasi orang-orang di sekitarnya.

(11)

10.

Ezra

(Hanum Salsabiela Rais)

Ezra adalah saingan Latife dalam dunia usaha. Ezra kagum dengan Latife karena memancarkan perilaku yang menunjukkan dirinya sebagai muslim yang baik. Ezra pun tertarik untuk mempelajari Islam dengan lebih jauh, hingga memutuskan untuk menjadi mualaf tetap merasa bangga dan selalu tegar serta tegas dalam menghadapi berbagai godaan.

11.

Fatin

(Fatin Sidqia lubis)

Fatin Sidqia Lubis (Fatin). Di Film ini, penyanyi jebolan ajang pencarian bakat X-Factor tersebut menjadi dirinya sendiri dan tidak menggunakan bahasa/berbahasa asing seperti actor /aktris lainnya.

12.

Guntur Soeharjanto

Sebagai Sutradara Film 99 Cahaya Di Langit Eropa

(12)

13.

Riyan Purwoko

Sebagai peyuting Film 99 Cahaya Di Langit Eropa

14.

Enggar Bidiono

Sebagai Sinematografi dalam Film 99 Cahaya Di Langit Eropa

Gambar

Tabel 3.1. Daftar Pemain Dan Karakter Tokoh

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, perancangan buku wisata edukasi Taman Nasional Gunung Leuser dengan media fotografi ini bertujuan untuk memberikan visualisasi dan informasi yang

(9) Kepala Dinas Kabupaten/Kota setelah menerima LMHHO lembar kesatu dari pemegang izin, setiap bulan wajib membuat Daftar Laporan Produksi Hasil Hutan Olahan-Kayu (DLPHHO-K)

Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana dampak peran ganda perawat wanita terhadap kinerja pada masa pandemic covid-19.. Penelitian ini dilakukan

Faktor yang menyebabkan mahasiswa PPL mengalami kesulitan saat melaksanakan ouyou renshuu adalah maha- siswa PPL memberikan masukan dan ungkapan baru yang bisa digunakan

Pada penelitian ini hasil dari karakterisasi morfologi dengan menggunakan alat SEM akan dibandingkan dan dianalisis citra dari gambar morfologi yang dihasilkan

Berdasarkan data di atas, penulis menarik simpulan bahwa ada dua (2) tindakan antisosial yang dilakukan Yuno, yaitu tidak peduli dengan keselamatan orang lain

Zeorin, senyawa yang diisolasi dari Aegle marmelos Correa, mampu menunjukkan efek penghambatan terhadap pelepasan mediator sel mast yaitu enzim -hexosaminidase dengan

4,7,8 berdasarkan kuesioner responden paling banyak memiliki lama menyirih 6-10 tahun sebanyak 17 orang (40,4%).Berdasarkan uji korelasi menggunakan chi-square test,