• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I BALI : SEBUAH TINJAUAN UMUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I BALI : SEBUAH TINJAUAN UMUM"

Copied!
174
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

BALI : SEBUAH TINJAUAN UMUM

Tinjauan umum merupakan sebuah pengantar untuk lebih mengenal segala halnya tentang Pulau Bali, mulai dari hal yang paling umum, hingga hal yang bersifat khusus yaitu hal yang hanya terdapat di Pulau Bali. Sehingga sebelum membaca lebih lanjut tiap bab yang ada, gambaran secara umum tentang hal yang ada di Bali akan menjelaskan informasi umum tentang Bali seperti keadaan geografis Bali, hingga analisis yang berkaitan dengan 4A yaitu atraksi, aktivitas, aksesibilitas, dan amenitas di setiap objek yang ada.

A. Bali Secara Umum

Bali adalah sebuah pulau yang termasuk salah satu provinsi yang ada di Indonesia, sekaligus menjadi salah satu provinsi di Indonesia. Selain terdiri dari Pulau Bali, wilayah Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Serangan.

(2)

2 Ga mbar 1. Ci tra I konos P ulau B ali Sumbe r : G oogle earth

(3)

3

Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya ialah Denpasar, yang terletak di bagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia.

Bali juga dikenal sebagai Pulau Dewata. Bali terkenal dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan baik dalam negeri maupun wisatawan mancanegara.

B. Keadaan Geografis

Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 153 km dan selebar 112 km sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Secara astronomis, Bali terletak di 8°25′23″ Lintang Selatan dan 115°14′55″ Bujur Timur yang membuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain.

Batas-batas Pulau Bali yaitu :  Sebelah utara : Laut Jawa

 Sebelah selatan : Samudera Indonesia

(4)

4

 Sebelah timur : Selat Lombok / Pulau Lombok Relief dan topografinya menunjukan di tengah-tengah pulau Bali, terbentang pegunungan yang memanjang dari Barat ke Timur dan diantara pegunungan itu ada pegunungan api, yaitu Gunung Agung (3140m) dan Gunung Batur (1717m). Selain itu, di Propinsi Bali terdapat empat buah danau yaitu Danau Bratan (375,6 Ha), Danau Buyan (336 Ha), Danau Tamblingan (110 Ha), dan Danau Batur (1607,5 Ha). Sungai yang bersumber dari hutan dan danau tersebut kebanyakan mengalir ke daerah selatan, seperti Sungai Unda, Sungai Petanu, Sungai Ayu, Sungai Pulukan, dan Sungai Loloan.

Wilayah Bali termasuk beriklim tropis yang dipengaruhi oleh angin musim yang berganti setiap 6 bulan sekali. Daerah Bali memiliki 2 musim yaitu musim kemarau (April sampai Oktober) dan musim hujan (Oktober sampai April). Temperatu udara bervariasi antara 24,0 0C dan 30,8 0C. Curah hujan dalam 5 tahun terakhir bervariasi antara 893,4 mm terendah dan 2.702,6 mm tertinggi untuk rata-rata tahunan. Kelembaban udara berkisar antara 90 % dan pada musim hujan bisa mencapai 100 % sedangkan pada musim kering 60%.

(5)

5 C. Sejarah Bali

Penghuni pertama pulau Bali diperkirakan datang pada 3000-2500 SM yang bermigrasi dari Asia. Peninggalan peralatan batu dari masa tersebut ditemukan di desa Cekik yang terletak di bagian barat pulau. Zaman prasejarah kemudian berakhir dengan datangnya ajaran Hindu dan tulisan Sansekerta dari India pada 100 SM.

Kebudayaan Bali kemudian mendapat pengaruh kuat kebudayaan India yang prosesnya semakin cepat setelah abad ke-1 Masehi. Nama Balidwipa (pulau Bali) mulai ditemukan di berbagai prasasti, diantaranya Prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada 913 M dan menyebutkan kata Walidwipa. Diperkirakan sekitar masa inilah sistem irigasi subak untuk penanaman padi mulai dikembangkan. Beberapa tradisi keagamaan dan budaya juga mulai berkembang pada masa itu. Kerajaan Majapahit (1293–1500 AD) yang beragama Hindu dan berpusat di pulau Jawa, pernah mendirikan kerajaan bawahan di Bali sekitar tahun 1343 M. Saat itu hampir seluruh nusantara beragama Hindu, namun seiring datangnya Islam berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di nusantara yang antara lain menyebabkan keruntuhan Majapahit. Banyak bangsawan, pendeta, artis dan

(6)

6

masyarakat Hindu lainnya yang ketika itu menyingkir dari Pulau Jawa ke Bali.

Orang Eropa yang pertama kali menemukan Bali ialah Cornelis de Houtman dari Belanda pada 1597, meskipun sebuah kapal Portugis sebelumnya pernah terdampar dekat tanjung Bukit, Jimbaran, pada 1585. Belanda lewat VOC pun mulai melaksanakan penjajahannya di tanah Bali, akan tetapi terus mendapat perlawanan sehingga sampai akhir kekuasaannya posisi mereka di Bali tidaklah sekokoh posisi mereka di Jawa atau Maluku. Bermula dari wilayah utara Bali, semenjak 1840-an kehadiran Belanda telah menjadi permanen yang awalnya dilakukan dengan mengadu-domba berbagai penguasa Bali yang saling tidak mempercayai satu sama lain. Belanda melakukan serangan besar lewat laut dan darat terhadap daerah Sanur dan disusul dengan daerah Denpasar. Pihak Bali yang kalah dalam jumlah maupun persenjataan tidak ingin mengalami malu karena menyerah, sehingga menyebabkan terjadinya perang sampai mati atau puputan yang melibatkan seluruh rakyat baik pria maupun wanita termasuk rajanya. Diperkirakan sebanyak 4.000 orang tewas dalam peristiwa tersebut, meskipun Belanda telah memerintahkan mereka untuk

(7)

7

menyerah. Selanjutnya, para gubernur Belanda yang memerintah hanya sedikit saja memberikan pengaruhnya di pulau ini, sehingga pengendalian lokal terhadap agama dan budaya umumnya tidak berubah.

Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II dan saat itu seorang perwira militer bernama I Gusti Ngurah Rai membentuk pasukan Bali 'pejuang kemerdekaan'. Menyusul menyerahnya Jepang di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda segera kembali ke Indonesia (termasuk Bali) untuk menegakkan kembali pemerintahan kolonialnya layaknya keadaan sebelum perang. Hal ini ditentang oleh pasukan perlawanan Bali yang saat itu menggunakan senjata Jepang.

Pada 20 November 1945, pecahlah pertempuran Puputan Margarana yang terjadi di desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai yang berusia 29 tahun, memimpin tentaranya dari wilayah timur Bali untuk melakukan serangan sampai mati pada pasukan Belanda yang bersenjata lengkap. Seluruh anggota batalion Bali tersebut tewas semuanya dan menjadikannya sebagai perlawanan militer Bali yang terakhir.

Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah bagian dari Negara Indonesia

(8)

8

Timur yang baru diproklamasikan, yaitu sebagai salah satu negara saingan bagi Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dikepalai oleh Sukarno dan Hatta. Bali kemudian juga dimasukkan ke dalam Republik Indonesia Serikat ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949. Tahun 1950, secara resmi Bali meninggalkan perserikatannya dengan Belanda dan secara hukum menjadi sebuah propinsi dari Republik Indonesia.

Letusan Gunung Agung yang terjadi di tahun 1963, sempat mengguncangkan perekonomian rakyat dan menyebabkan banyak penduduk Bali bertransmigrasi ke berbagai wilayah lain di Indonesia.

Tahun 1965, seiring dengan gagalnya kudeta oleh G30S terhadap pemerintah nasional di Jakarta, di Bali dan banyak daerah lainnya terjadilah penumpasan terhadap anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia. Di Bali, diperkirakan lebih dari 100.000 orang terbunuh atau hilang. Meskipun demikian, kejadian-kejadian di masa awal Orde Baru tersebut sampai dengan saat ini belum berhasil diungkapkan secara hukum.

Serangan teroris telah terjadi pada 12 Oktober 2002, berupa serangan Bom Bali 2002 di kawasan

(9)

9

pariwisata Pantai Kuta, menyebabkan sebanyak 202 orang tewas dan 209 orang lainnya cedera. Serangan Bom Bali 2005 juga terjadi tiga tahun kemudian di Kuta dan pantai Jimbaran. Kejadian-kejadian tersebut mendapat liputan internasional yang luas karena sebagian besar korbannya adalah wisatawan asing dan menyebabkan industri pariwisata Bali menghadapi tantangan berat beberapa tahun terakhir ini. Penduduk Bali kira-kira sejumlah 4 juta jiwa, dengan mayoritas 92,3% menganut agama Hindu. Agama lainnya adalah Budha, Islam, Protestan dan Katolik.

Bahasa yang digunakan di Bali adalah Bahasa Indonesia, Bali dan Inggris khususnya bagi yang bekerja di sektor pariwisata. Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling luas pemakaiannya di Bali dan sebagaimana penduduk Indonesia lainnya, sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan trilingual. Meskipun terdapat beberapa dialek dalam bahasa Bali, umumnya masyarakat Bali menggunakan sebentuk bahasa Bali pergaulan sebagai pilihan dalam berkomunikasi. Secara tradisi, penggunaan berbagai dialek bahasa Bali ditentukan berdasarkan sistem catur warna dalam agama Hindu Dharma dan keanggotan klan (istilah Bali: soroh,

(10)

10

gotra); meskipun pelaksanaan tradisi tersebut cenderung

berkurang. Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga (dan bahasa asing utama) bagi banyak masyarakat Bali yang dipengaruhi oleh kebutuhan yang besar dari industri pariwisata.

D. Budaya Bali 1. Musik

Musik tradisional Bali memiliki kesamaan dengan musik tradisional di banyak daerah lainnya di Indonesia, misalnya dalam penggunaan gamelan dan berbagai alat musik tabuh lainnya. Meskipun demikian, terdapat kekhasan dalam teknik memainkan dan gubahannya, misalnya dalam bentuk kecak, yaitu sebentuk nyanyian yang konon menirukan suara kera. Demikian pula beragam gamelan yang dimainkan pun memiliki keunikan, misalnya gamelan jegog, gamelan gong gede, gamelan gambang, gamelan selunding dan gamelan Semar Pegulingan. Ada pula musik Angklung dimainkan untuk upacara ngaben serta musik Bebonangan dimainkan dalam berbagai upacara lainnya.

(11)

11

Terdapat bentuk modern dari musik tradisional Bali, misalnya Gamelan Gong Kebyar yang merupakan musik tarian yang dikembangkan pada masa penjajahan Belanda serta Joged Bumbung yang mulai populer di Bali sejak era tahun 1950-an. Umumnya musik Bali merupakan kombinasi dari berbagai alat musik perkusi metal (metalofon), gong dan perkusi kayu (xilofon). Karena hubungan sosial, politik dan budaya, musik tradisional Bali atau permainan gamelan gaya Bali memberikan pengaruh atau saling memengaruhi daerah budaya di sekitarnya, misalnya pada musik tradisional masyarakat Banyuwangi serta musik tradisional masyarakat Lombok.

2. Tari

Seni tari Bali pada umumnya dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok; yaitu wali atau seni tari pertunjukan sakral, bebali atau seni tari pertunjukan untuk upacara dan juga untuk pengunjung, dan balih-balihan atau seni tari untuk hiburan pengunjung.

Pakar seni tari Bali I Made Bandem pada awal tahun 1980-an pernah menggolongkan tari-tarian Bali tersebut; antara lain yang tergolong ke dalam wali

(12)

12

misalnya Berutuk, Sang Hyang Dedari, Rejang dan Baris Gede, bebali antara lain ialah Gambuh, Topeng Pajegan, dan Wayang Wong, sedangkan balih-balihan antara lain ialah Legong, Parwa, Arja, Prembon dan Joged, serta berbagai koreografi tari modern lainnya.

Salah satu tarian yang sangat populer bagi para wisatawan ialah Tari Kecak.

Sumber: dokumentasi pribadi

Gambar 2. Tari Kecak

Sekitar tahun 1930-an, Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari ini berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak

(13)

13

mempopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.

3. Pakaian Adat

Pakaian daerah Bali sesungguhnya sangat bervariasi, meskipun secara selintas kelihatannya sama. Masing-masing daerah di Bali mempunyai ciri khas simbolik dan ornamen, berdasarkan kegiatan/upacara, jenis kelamin dan umur penggunanya. Status sosial dan ekonomi seseorang dapat diketahui berdasarkan corak busana dan ornamen perhiasan yang dipakainya.

4. Rumah Adat

Rumah Bali yang sesuai dengan aturan Asta Kosala Kosali (bagian Weda yang mengatur tata letak ruangan dan bangunan, layaknya Feng Shui dalam Budaya China). Menurut filosofi masyarakat Bali, kedinamisan dalam hidup akan tercapai apabila terwujudnya hubungan yang harmonis antara aspek pawongan, palemahan, dan parahyangan. Untuk itu, pembangunan sebuah rumah harus meliputi aspek-aspek tersebut atau yang biasa disebut „‟Tri Hita Karana‟‟. Pawongan merupakan para penghuni rumah. Palemahan berarti harus ada hubungan yang baik antara penghuni rumah dan lingkungannya.

(14)

14

Pada umumnya,bangunan atau arsitektur tradisional daerah Bali selalu dipenuhi hiasan, berupa ukiran, peralatan serta pemberian warna. Ragam hias tersebut mengandung arti tertentu sebagai ungkapan keindahan simbol-simbol dan penyampaian komunikasi. Bentuk-bentuk ragam hias dari jenis fauna juga berfungsi sebagai simbol-simbol ritual yang ditampilkan dalam patung.

E. Transportasi

Bali tidak memiliki jaringan rel kereta api seperti di Pulau Jawa namun jaringan jalan yang sangat baik tersedia khususnya ke daerah-daerah tujuan wisatawan. Sebagian besar penduduk memiliki kendaraan pribadi dan memilih menggunakannya karena moda transportasi umum tidak tersedia dengan baik, kecuali taksi. Bali terhubung dengan Pulau Jawa dengan layanan kapal feri yang menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk dengan Pelabuhan Ketapang di Kabupaten Banyuwangi dengan lama tempuhnya sekitar 30 hingga 45 menit. Penyeberangan ke Pulau Lombok melalui Pelabuhan Padang Bay menuju Pelabuhan Lembar yang memakan waktu sekitar empat jam. Transportasi udara dilayani oleh Bandara

(15)

15

Internasional Ngurah Rai dengan destinasi ke sejumlah kota besar di Indonesia, Australia, Singapura, Malaysia, Thailand serta Jepang.

F. Geomorfologi

Pulau Bali terletak diantara Pulau Jawa dengan Pulau Nusa Tenggara. Pulau Bali sebagian besar merupakan daerah pegunungan dan perbukitan yang meliputi hampir sebagian besar dari luas wilayah seluruhnya. Relief Pulau Bali merupakan rantai pegunungan yang membentang dari barat ke timur. Selain itu Pulau Bali merupakan pulau yang relatif memanjang, dari arah barat ke timur.

Pertama, morfologi dataran, mencakup kurang lebih (30 - 35)% luas Pulau Bali. Wilayah ini sudah dimanfaatkan sebagai pemukiman, fasilitas umum, pariwisata dan sebagainya.

Kedua, morfologi perbukitan bergelombang. Luas wilayah ini kira-kira (65 - 70%) dari luas Pulau Bali dengan kemiringan diatas 5 derajat dan ketinggian di atas 20 meter di atas permukaan laut (dpl). Hampir seluruhnya wilayah ini berbukit. Bila kita lihat perbandingan persentasi luasnya, wilayah perbukitan jauh lebih luas dari

(16)

16

wilayah dataran atau kira-kira dua lebih banding satu. Air hujan yang turun dari wilayah perbukitan, bila semua diloloskan ke wilayah dataran, tentu wilayah dataran akan meluap dan tidak mampu menahan air sehingga sebagian lolos ke laut, sebagian meresap ke tanah atau mungkin akan menyebabkan terjadinya banjir, erosi dan tanah longsor.

Sebagian besar terbentuk dan tersusun oleh batuan vulkanik yang terbentuk dari kegiatan gunung api kuarter, sedangkan batuan sedimen dan campuran sedimen vulkanik terdapat di bagian barat (Negara), utara (Singaraja) dan selatan (Nusa Penida dan Bukit Jimbaran) yang sebarannya tidak terlalu luas.

(17)

17 G. Jenis Tanah Ga mbar 3. P eta T ana h B ali Sumbe r : PP L H U niv ersi tas Uday ana

(18)

18 1. Jenis tanah Latosol

Tanah Latosol Coklat Kekuningan terdapat pada beberapa daerah sebagian besar Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan. Tanah Latosol Kemerahan dan

Litosol terdapat di sepanjang garis pantai selatan Pulau

Bali. Tanah Latosol Coklat dan Litosol tersebar di sebagian Kabupaten Jembrana dan Buleleng, juga terdapat di ujung timur Pulau Bali bagian tengah yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Karangasam. 2. Jenis tanah Regosol

Tanah Regosol Coklat terdapat pada bagian utara Pulau Bali yang masuk dalam wilayah Kecamatan Tejakula. Tanah Regosol Coklat Kekuningan terdapat di sebagian besara Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Klungkung. Tanah Regosol Kelabu terdapat di bagian utara Pulau Bali yang termasuk dalam Kabupaten Buleleng bagian utara. Tanah Regosol Humus terdapat di daerah yang dekat dengan Gunung Batur yaitu sebagian Kabupaten Bangli. Tanah Regosol Kelabu terdapat di daerah Gunung Agung, Gunung Batur, dan daerah yang dekat dengan Danau Buyan, Danau Bratan, dan Danau Tamblingan.

(19)

19 3. Jenis tanah Andosol

Jenis tanah ini terdapat di Kecamatan Baturiti, Kecamatan Banjar, Kecamatan Pupuan, dan sebagian Kecamatan Petang.

4. Jenis tanah Mediteran

Tanah Mediteran Coklat terdapat di sebagian daerah yang dekat dengan selat Bali yaitu di Pulau Menjangan dan ujung barat sebelah utara pulau Bali yang masuk wilayah Kecamatan Gerokgak, terdapat juga di daerah bagian barat dari Kecamatan Melaya. Kemudian untuk tanah Mediteran Coklat Kemerahan terdapat di Kepulauan Nusa Penida dan Kecamatan Kuta Selatan.

5. Jenis tanah Aluvial

Tanah Aluvial Coklat Kelabu Bali terdapat di daratan Melaya, Negara, bagian utara Gerukgak, dan Manggis. Tanah Aluvial Hidromorf terdapat di daratan Kecamatan Kuta dan bagian selatan daratan Negara.

H. Fisiografi

Berdasarkan fisiografinya Pulau Bali dapat dibagi menjadi satuan – satuan sebagai berikut :

(20)

20

1. Daerah batugamping barat. Ujung pulau bali di sebelah barat, disekitar tempat penyeberangan Gilimanuk bahan penyusunnya berlainan dengan daerah yang ada di sebelah timur, daerah ini berbatuan batugamping. Kini daerah ini merupakan sebuah hutan tutupan, beberapa macam binatang hidup dengan mendapat perlindungan. Daerah ini juga merupakan salah satu daerah yang terkering di pulau ini yang kemungkinan disebabkan oleh angin musim barat dan angin musim timur yang sifatnya kering, berhembus sejajar dengan garis pantai. Usaha ekonomi yang dapat diharapkan dari daerah ini terbatas. pada hakikatnya daerah ini sebagian besar adalah sabana. Air tanah sukar didapatkan.

2. Daerah endapan alluvial selatan. Daerah ini sebagian besar terdiri atas endapan sungai dan sebagian lagi dari pelapukan tanah vulkanik muda. Daerah ini adalah daerah terlandai yang paling luas di Pulau Bali sehingga merupakan daerah yang paling baik dan paling mudah untuk diusahakan sebagai lahan pertanian. Daerah di sekitar Denpasar materialnya alluvial yang masih baru, sedangkan tanah di daerah selatan denpasar teksturnya lempung dan lapisannya tebal.

(21)

21

3. Daerah batugamping selatan. Daerah ini terletak di sebelah selatan pulau Bali dan meliputi juga Nusa Penida. Batuan yang ada hampir seluruhnya berupa lapisan batugamping kuarter. Daerah ini juga termasuk daerah yang kering di Bali. Air merupakan barang yang langka. Air hujan yang jatuh di atas tanah kapur, sebagian besar terus masuk ke dalam tanah melalui lubang – lubang doline, dan mengalir ke laut melalui sungai – sungai bawah tanah. Untuk keperluan sehari – hari penduduk menampung air hujan ke dalam kolam – kolam penampungan. Persawahan tidak terdapat di daerah ini. Pohon – pohon yang rindang jarang ditemukan. Penciri daerah berbatugamping ini adalah adanya cliff dengan ketinggian lebih dari 100 meter. Pada kaki cliff tersebut banyak dijumpai notch sebagai abrasi gelombang laut.

4. Daerah vulkanik muda. Sebagian besar daerah pedalaman Pulau Bali tertutup oleh bahan – bahan gunungapi dan dapat dibagi kedalam 2 bagian yaitu bagian sebelah barat dan bagian sebelah timur. Garis pemisah antara kedua bagian ini terletak kira – kira di sepenjang jalan Tabanan-Singaraja lewat Pupuan. Daerah vulkanik muda sebelah barat adalah daerah

(22)

22

yang bertopografi berat. Di sebelah timur garis Pupuan-Singaraja keadaan berlainan. Topografi di daerah ini tidak begitu terjal. Di sebelah timur masih terdapat gunungapi-gunungapi aktif. Di antara punggung-punggung gunung banyak tedapat lembah-lembah yang luas, yang lebih mudah dapat diusahakan untuk kegiatan pertanian. Tanah di daerah ini memiliki tekstur dan struktur yang baik sehingga potensial sebagai akuifer dan pertanian.

Daerah Gunung Serayu di ujung Pulau Bali sebelah timur nampaknya lebih tua umur lapisannya daripada lapisan-lapisan yang ada di sebelah baratnya. Hal ini dimungkinkan karena bekas lubang kepundan yang sudah lapuk.

Di sebelah barat Gunung Serayu, terdapat sebuah depresi dengan Karangasem sebagai pusatnya, yang selanjutnya dinamakan depresi Karangasem. Meskipun beriklim agak kering namun kawasan ini selalu hijau. Setidak – tidaknya lebih hijau daripada daerah – daerah yang ada di sekitarnya. Hal ini disebabkan oleh adanya rembesan air tanah yang keluar dari lapisan – lapisan tanah Gunungapi Agung. Sungai – sungai yang airnya mengalir ke depresi ini tidak kering pada musim

(23)

23

kemarau. Selanjutnya di sebelah barat daripada depresi Karangasem ini terdapat sebuah daerah yang terdiri atas barisan bukit – bukit yang rendah, tingginya tidak lebih dari 800 meter. Bukit – bukit tersebut dinamakan Gugusan Bukit Sidemen. Gugusan bukit sidemen ini terpisahkan dengan Gunungapi Agung dengan sebuah pelana yang dinamakan Pelana Sibetan. Lapisan – lapisan bukit ini terdiri atas lapisan breksi yang kini banyak digali untuk tanah uruk. Lapisan ini bukan lapisan penahan air yang baik. Semua sungai yang berasal dari lapisan ini, kering pada musim kemarau. Sawah – sawah yang terdapat pada lembah – lembah daerah ini adalah sawah tadah hujan atau airnya dating dari daerah lain.

5. Daerah pantai utara. Di sepanjang pantai utara terdapat jalur alivium yang sempit. Topografi datar hingga landai dengan air tanah dangkal sebagian besar dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan pemukiman.

I. Kondisi Hidrologi

Sumber air di pulau bali adalah air hujan, air sungai, air danau, air tanah dan mata air. air ini digunakan untuk keperluan rumah tangga, pertanian, industri kecil

(24)

24

dan pariwisata. arah aliran air sungai pada umumnya ke selatan atau ke utara dengan batas pemisah aliran alamnya membujur kea rah barat timur yang berupa pegunungan atau gunungapi yang berjajar arah barat-timur.

Dataran alluvial bagian utara pegunungan adalah jalur alluvium sempit yang berdasar perbandingan curah hujannya adalah daerah kering. jalur antara kubatambahan di sebelah timur dan tukad gemgem (kalisade) di sebelah barat terdapat banyak mataair, sehingga daerah ini nampak basah. Di sebelah timur kubatambahan hamper tidak ada mata air walaupun sumur-sumur gali dekat pantai airnya masih tawar, sungai-sungainya umunya kering pada musim kemarau akan tetapi akan terjadi banjir dengan arus yang sangat deras pada musim hujan. erosi dan sedimentasi terjadi cukup intensif. Endapan-endapan pasir bertumpuk dimuara-muara sungai sering dijumpai setelah terjadi banjir.

Jalur pantai utara di dekat tukad gemgem gradient sungainya menonjol dan hulunya kurang basah. jika dibandingkan sungai-sungai di sebelah timurnya. Bahan sediment di pantai sebagian besar berasal dari sungai-sungai sebelah timurnya.

(25)

25

Sungai-sungai di bagian selatan sebagian besar terdiri atas jalur lembah atau jurang yang dalam, terutaa pada daerah yang aliran air sungainya mengalir melalui batuan tuff. karma batuan tuff relative lunak dan mudah terkena erosi vertical. Di sebelah utara denpasar terdiri tas alluvium yang masih muda dan bertekstur kasar sehingga merupakan akuifer yang baik. Pada musim kemarau pun air masih dapat dilihat melalui mata air. sungai yang mengalir ke selatan disebut dengan sungai permanent. Sementara di daerah batugamping bagian barat dan di nusa penida , masalah air merupakan kendala utama.

Danau-danau yang terdapat di pulau bali berupa danau kawah, yaitu :

1. Danau kawah kembar buyan- tamblingan dengan lua masing-masing adalah 336 hektar dan 110 hektar dan mempunyai volume 21 juta m³ dan 9 juta m³

2. Danau kawah bratan luasnya 3765 hektar dengan volume 27 juta m³

3. Danau kawah batur luasnya 10675 hektar dengan volume 47 juta m³ danau-danau ini merupakan obyek wisata yang sangat berarti.

Air tanah di pulau bali cukup potensial dengan debit antara 0.1 hungga 10.l per detik. air tanah pada

(26)

26

akuifer tertekan mempunyai debit antara 40 -90. l per detik yang umumnya digunakan sebagai sumber air minum. Beberapa mata air yang mempunai debit antara 10 – 20 l per detik terdapat pada lereng pegunungan atau gunungapi dan pada tebing sungai.

J. Geologi

Berdasarkan lithologi penyusun yang mengontrol bentang alamnya, Pulau Bali terdiri atas batuan gunungapi (vulcanic rocks), endapan permukaan dan endapan sedimen. Semuanya ini terletak pada dua morfologi. Pada daerah yang bermorfologi dataran, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya di wilayah ini sudah dimanfaatkan sebagai pemukiman, fasilitas umum, pariwisata dan sebagainya. Sebagian besar terbentuk dan tersusun oleh batuan vulkanik yang terbentuk dari kegiatan gunung api kuarter, sedangkan batuan sedimen dan campuran sedimen vulkanik terdapat di bagian barat (Negara), utara (Singaraja) dan selatan (Nusa Penida dan Bukit Jimbaran) yang sebarannya tidak terlalu luas. Umumnya wilayah ini mendekati garis pantai sepanjang Pulau Bali, berada pada ketinggian: (0 - 20) meter di atas permukaan laut dengan kemiringan (0 - 5 derajat).

(27)

27 Ga mbar 4. P eta Ge ologi B ali Sumbe r : D ire ktorat Ge o logi

(28)

28

Pada daerah yang bermorfologi perbukitan bergelombang, batuan yang tersingkap di wilayah ini adalah batuan gunungapi yang terdiri atas lava dan piroklastik secara umum subur terutama untuk tanaman keras (kehutanan).

K. Struktur Geologi Regional Bali

Struktur geologi wilayah Bali dimulai dengan adanya kegiatan di lautan selama kala Miosen Bawah yang menghasilkan batuan lava bantal dan breksi yang disisipi oleh batu gamping.

Di bagian selatan terjadi pengendapan oleh batugamping yang kemudian membentuk Formasi Selatan. Di jalur yang berbatasan dengan tepi utaranya terjadi pengendapan sedimen yang lebih halus. Pada akhir kala Pliosen, seluruh daerah pengendapan itu muncul di atas permukaan laut. Bersamaan dengan pengangkatan, terjadi pergeseran yang menyebabkan berbagai bagian tersesarkan satu terhadap yang lainnya. Umumnya sesar ini terbenam oleh bahan batuan organik atau endapan yang lebih muda. Selama kala Pliosen, di lautan sebelah utara terjadi endapan berupa bahan yang berasal dari endapan yang kemudian menghasilkan Formasi Asah. Di barat laut

(29)

29

sebagian dari batuan muncul ke atas permukaan laut. Sementara ini semakin ke barat pengendapan batuan karbonat lebih dominan. Seluruh jalur itu pada akhir Pliosen terangkat dan tersesarkan.

Kegiatan gunungapi lebih banyak terjadi di daratan, yang menghasilkan gunung api dari barat ke timur. Seiring dengan terjadinya dua kaldera, yaitu mula-mula kaldera Buyan-Bratan dan kemudian kaldera Batur, Pulau Bali masih mengalami gerakan yang menyebabkan pengangkatan di bagian utara. Akibatnya, Formasi Palasari terangkat ke permukaan laut dan Pulau Bali pada umumnya mempunyai penampang Utara-Selatan yang tidak simetris. Bagian selatan lebih landai dari bagian Utara. Stratigrafi regional berdasarkan Peta Geologi Bali, geologi Bali tergolong masih muda. Batuan tertua kemungkinan berumur Miosen Tengah.

L. Iklim

Keadaan curah hujan tahunan Pulau Bali adalah sebagai berikut :

1. Seluruh pantai Pulau Bali curah hujan rata-rata tahunannya kurang dari 1500 mm. Makin jauh dari pantai jumlah hujan makin bertambah. Jumlah hujan

(30)

30

yang tertinggi terdapat di sekitar danau – danau di tengah – tengah pulau tersebut. Di samping itu, curah hujan yang tinggi terdapat di lereng sebelah selatan Gunung Agung.

2. Daerah kering terdapat di sekitar Kintamani, di daerah pegunungan di tengah – tengah yang disebabkan oleh letaknya yang ada di daerah bayangan hujan.

3. Sebagian besar daerah Pulau Bali yang letaknya di atas 100 meter dari permukaan air laut, hujan rata – rata tahunan lebih dari 2000 mm.

4. Perbedaan dari musim ke musim nampak jelas.

Apabila diperhatikan, curah hujan bulanan tempat– tempat di Pulau Bali ternyata bahwa bulan yang sering paling kering adalah Bulan September. Bulan Juli dan Agustus sudah merupakan bulan – bulan kering yang kemudian memuncak pada bulan September. Bulan yang paling basah adalah Bulan Januari. Dengan demikian, pada umumnya rezim hujan pulau ini ada persamaannya dengan rezim hujan di kepulauan Indonesia lainnya. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan, adalah adanya perbedaan rezim hujan tempat – tempat yang terletak di sebelah utara pulau, dengan tempat – tempat yang terletak di sebelah selatan rangkaian pegunungan tengah.

(31)

31

Jumlah hujan yang jatuh dalam waktu satu tahun sama dimana-mana. Akan tetapi, musim hujan tempat-tempat yang terletak di sebelah utara ternyata lebih basah dan lebih pendek. Hal ini berarti, bahwa intensitas hujan di Bali bagian utara pada musim hujan lebih besar daripada di Bali selatan. Hal ini berarti musim kering di Bali utara lebih panjang daripada di Bali selatan. Intensitas hujan adalah faktor yang paling penting dalam menyebabkan banjir, tanah longsor, dan erosi.

M. Flora Dan Fauna

Iklim serta jenis tanah yang sesuai, menjadi salah satu factor bagi orang Bali untuk mengutamakan usaha pertanian dan beternak. Namun tidak seluruh lahan di Pulau Bali dapat diusahakan untuk keperluan pertanian. kawasan pertanian terpenting terletak pada jalur yang terbentang antara Tabanan – Klungkung dan Kuta sampai ketinggian 100 meter.

Luas hutan di Pulau Bali 124.999 ha ( 22% dari luas wilayah. Terdiri atas 86.039 ha hutan lebat, 21.099 ha hutan jarang, 15.069 ha hutan gundul, dan 2.792 ha hutan bakau. Hutan bakau terletak di sekitar Benoa sepanjang 10

(32)

32

km dan luasnya 2.792 ha. Kayu bakau ini umumnya digunakan sebagai kayu bakar.

Hutan – hutan di Bali sejak dari jaman kerajaan dulu telah mendapat perhatian dari raja – raja, yakni dengan membuat peraturan bagi perlindungan hutan. Rupanya penduduk Bali dari dahulu telah melihat hubungan antara penggundulan hutan dengan banjir sebagai suatu sebab akibat. Kayu – kayu di Bali yang cukup baik untuk dijadikan sebagai bahan bangunan dan alat rumah tangga adalah jeis kepelan (Mangletia glance), cemara pandak (Podocarpus imbricate), dan tangi (Lagerstroemia speciosa).

Beberapa fauna yang khas di Pulau Bali adalah Jalak Bali dan Banteng. Terutama Jalak Bali menjadi fauna maskot di Pulau ini. Burung ini juga dikenal dengan nama Jalak Putih karena burung ini berbadan putih. Sementara itu, ujung sayapnya dihiasi warna hitam. Di pipinya, terdapat pola berwarna biru membingkai matanya. Burung ini biasa bersarang berpasangan. Pada zaman dahulu, dalam satu kawanan biasanya terdapat 30 sampai 60 burung.

Belakangan hutan dan savana Bali tidak lagi aman untuk tempat bernaung bagi burung yang pernah menjadi

(33)

33

maskot Provinsi Bali ini. Pembukaan lahan untuk ladang dan pertanian membuat pohon sulit ditemui. Padahal, Jalak Bali tidak bisa beradaptasi bersarang di tempat lain, selain lubang bekas sarang burung pelatuk. Di samping itu, perburuan yang tidak terkendali, pemasangan jebakan, dan penembakan liar terus mendera Jalak Bali. Binatang pemakan serangga dan buah ini pun terancam punah.

Fauna khas yang lain adalah sapi Bali. Sapi Bali merupakan sapi keturunan Bos sondaicus (Bos Banteng) yang berhasil dijinakkan dan mengalami perkembangan pesat di Pulau Bali. Sapi Bali asli mempunyai bentuk dan karakteristik sama dengan banteng. Sapi Bali termasuk sapi dwiguna (kerja dan potong).

Karakteristik Sapi Bali antara lain : warna bulu pada waktu pedet berwarna sawo matang dan kemerahan, sedang pada sapi betina tidak berubah warnanya dan jantan dewasa menjadi berwarna hitam; berat badan untuk jantan 450 kg, sedang pada sapi betina 350 kg; bertanduk ;mempunyai bercak putih pada pantat (bentuk setengah lingkaran); bibir bawah tepi dan bagian dalam telinga serta keempat kakinya mulai dari tarsus dan carpus ke bawah sampai kuku berwarna putih dan pada pinggiran punggung terdapat garis hitam

(34)

34

Kemudian Flora yang khas di Provinsi Bali adalah Majegau ( cempaga). Majegau yang dalam bahasa latin disebut Dysoxylum densiflorum merupakan flora (tumbuhan) identitas provinsi Bali mendampingi jalak bali sebagai fauna identitas. Pohon majegau yang sering disebut juga sebagai cempaga merupakan anggota famili Maleaceae (suku mahoni-mahonian). Tanaman ini memiliki kualitas kayunya yang baik sehingga di Bali banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan (terutama bangunan-bangunan suci) dan sebagai bahan kerajinan ukiran.

Majegau atau cempaga merupakan pohon berkayu dengan ketinggian mencapai 40 meter dan dengan diameter hingga 1,2 meter. Kayunya berat, keras namun berserat halus dengan warna coklat kuning muda hingga merah muda atau coklat-merah muda, mengkilap. Daun majegau berbentuk lanset lonjong. Buahnya berbentuk bulat telur dengan panjang antara 3-6 cm. Selain itu, di Pulau Bali juga terdapat flora khas yang lain seperti Pohon Siwalan / Lontar, Pohon Jambu Bali, dan Jeruk Bali.

(35)

35

N. Analisis 4 A ( Atraksi, aktivitas, aksesibilitas, dan amenitas ) Pulau Bali

1. Atraksi

Yang dimaksud dengan atraksi atau daya tarik wisata adalah kenampakan objek yang menarik yang menjadi tujuan pengunjung objek tersebut. Atraksi wisata dapat berupa atraksi alam (natural attractions), seni budaya (cultural attractions), dan buatan (built

attractions). Atraksi atau daya tarik alam adalah hal

yang menarik dari alam bukan hasil karya manusia. Daya tarik budaya adalah daya tarik yang berupa hasil olah budi manusia, seperti kesenian (seni pertunjukan dan seni kerajinan), peninggalan bersejarah, cultural

events atau special events, adat istiadat masyarakat

(upacara tradisional, tata kehidupan sehari-hari), museum, dll. Sedangkan daya tarik buatan adalah daya tarik yang diciptakan oleh manusia.

2. Aksesibilitas

Aksesibilitas adalah sarana yang memberikan kemudahan kepada wisatawan untuk mencapai daerah tujuan wisata. Aksesibilitas tidak hanya menyangkut kemudahan transportasi bagi wisatawan untuk

(36)

36

mencapai sebuah tempat wisata tetapi juga waktu yang dibutuhkan tanda penunjuk arah menuju lokasi wisata dan sebagainya.

3. Amenitas

Amenitas adalah fasilitas pendukung demi kelancaran kegiatan pariwisata yang juga ditujukan untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan. Fasilitas tersebut terdiri dari akomodasi, rumah makan, pusat informasi wisata, pusat/toko cinderamata, pusat kesehatan, pusat layanan perbankan, sarana komunikasi, pos keamanan, BPW, ketersediaan air bersih, dan listrik.

4. Aktivitas

Aktivitas adalah kegiatan apa yang pengunjung lakukan ditempat tujuan. Aktivitas yang beraneka ragam bagi wisatawan dapat menyebabkan lama tinggal wisatawan yang lebih panjang yang dapat meningkatkan pengeluaran wisatawan. Selanjutnya, aktivitas yang dilakukan oleh wisatawan dapat menimbulkan aktivitas usaha yang dapat dikerjakan oleh penduduk setempat. Aktivitas usaha tersebut dapat

(37)

37

berupa penjualan jasa maupun barang kepada wisatawan.

1. Tanah Lot

Sumber: Dokumentasi pribadi

Gambar 5. Pura Tanah Lot a. Atraksi

Di Tanah Lot terdapat atraksi berupa gelombang air laut yang memecahkan tebing dan terdapat Pura yang terletak diatas batu karang besar berada di tengah pantai. Di sebelahnya terdapat satu pura lagi yang terletak diatas tebing yang menjorok ke laut (mirip pura Uluwatu). Tanah Lot terkenal dengan pemandangannya yang indah, bila cuaca baik, dapat melihat matahari tenggelam (sunset) yang sangat indah. Di sekitar Pura

(38)

38

ini hidup ular dengan warna hitam putih. Ular-ular itu sehari-harinya menjadi tontonan menarik bagi para pengunjung.

b. Aktivitas

Karena pura Tanah Lot memiliki potensi sebagai tempat wisata yang terkenal hingga mancanegara, maka penduduk di sekitar pura Tanah Lot berprofesi sebagai penjual souvenir, cindera mata, berjualan makanan maupun minuman, bahkan sebagai pawang ular dan penjaga gua ular suci.

c. Aksesibilitas

Untuk menjangkau objek wisata ini mudah sebab bus bisa masuk dan jalan menuju tempat ini juga sudah bagus dengan pemandangan di kanan-kiri jalan begitu hijau dan alami.

d. Amenitas

Sarana dan prasarana yang ada di objek wisata ini cukup mendukung dengan adanya Sunset Terrace, sejumlah restoran yang menyajikan berbagai makanan dan juga toko-toko yang menjual soevernir khas bali. Selain itu juga tempak MCK yang memadai dan cukup.

(39)

39 2. Mangrove Center

Sumber: Dokumentasi pribadi

Gambar 6. Hutan Mangrove di Mangrove Center a. Atraksi

Balai pengelolaan memiliki daya tarik tersendiri sehingga menarik berbagai pihak untuk mengunjungi daerah ini. Hal ini dikarenakan di Indonesia hanya ada dua balai pengelolaan mangrove, yaitu di Bali dan Sumatra. Namun, balai pengelolaan ini bukan hanya tempat untuk pengelolaan mangrove saja tetapi juga sebagai Mangrove Information Center yang hanya ada di Bali. MIC ini tidak hanya sebagai tempat informasi bagi Negara Indonesia saja, tetapi dari pihak asing juga

(40)

40

menggunakan balai ini sebagai pusat informasi

mangrove.

b. Aktivitas

Di dalam kawasan pengelolaan dan pelestarian

mangrove tersebut banyak aktivitas manusia yang dapat

langsung terlihat. Petugas di Balai tersebut melakukan usaha untuk melestarikan mangrove, seperti pembibitan, persemaian, pemilahan dan sebagainya termasuk dalam pengawasan terhadap hutan mangrove tersebut. Selain itu masyarakat sekitar juga banyak memanfaatkan hutan mangrove ini dalam kegiatan sehari-harinya, seperti mencari ikan dan hewan-hewan lainnya sebagai bahan makanan maupun untuk di jual dan memanfaatkan tanaman dari hutan mangrove untuk bahan makanan dan obat-obatan. Walaupun masyaratkat memanfaatkan hutan mangrove, kelestarian hutan mangrove di Bali tetap terjaga karena masyarakat sekitar yang selalu ikut melestarikan dan mengawasi kelestarian hutan mangrove tersebut.

c. Aksesibilitas

Dilihat dari tingkat aksesibilitasnya, BPHM Wilayah I ini termasuk tinggi aksesibilitasnya. Hal ini

(41)

41

dikarenakan tempat ini mudah untuk dijangkau, sebab letaknya sangat strategis yaitu dekat dengan jalan raya yang merupakan jalur utama. Sehingga kemungkinan untuk disinggahi oleh wisatawan domestic atau asing menjadi besar. Keterjangkauannya ini membuat pengelolaan hutan mangrove menjadi berhasil karena pengawasanya terhadap pembalakan dan alih fungsi lahan lebih mudah.

d. Amenitas

Di BPHM Wilayah I ini, fasilitas yang tersedia tergolong sudah cukup lengkap. fasilitas-fasilitas tersebut merupakan salah satu sarana pendukung dalam usaha pelestarian hutan mangrove di Bali. fasilitas tersebut yaitu jalan raya yang sudah beraspal, gedung BPHM Wilayah I sebagai Mangrove Information Center, jalan trek yang sudah dibuat sedemikian rupa sehingga pengunjung dapat berjalan-berjalan dengan mudah, dan juga guide khusus dari Balai tersebut serta peralatan lain yang mendukungnya.

BPHM Wilayah I ini juga menyediakan paket wisata alam mengelilingi hutan mangrove, baik untuk rute pendek maupun rute panjang. rute pendek hanya

(42)

42

memperlihatkan sebagian kecil dari hutan mangrovenya, sedangkan rute panjang memperlihatkan sebagian besar hutan mangrove sehingga zonasi hutan mangrove dapat terlihat. jika air pasang jalur yang digunakan bukan jalur darat tetapi menggunakan jalur air yaitu menggunakan perahu karet.

3. Uluwatu

Sumber: Dokumentasi pribadi Gambar 7. Uluwatu

a. Atraksi

Atraksi yang ada di Uluwatu merupakan atraksi alam dan keindahan pura. Daya tarik utamanya yaitu pemandangan alam, tonjolan tebing batu karang terjal yang tinggi di pesisir pantai laut yang dipadukan dengan adanya pura dengan arsitektur khasnya. Atraksi

(43)

43

alam yaitu matahari terbenam (sunset) juga menjadi kekhasan dari obyek pariwisata Uluwatu.

b. Aktivitas

Aktivitas yang menonjol yaitu kegiatan ibadah di pura. Aktivitas lainnya yaitu suguhan tari kecak yang menawan pada sore hari antara pukul 16.30 sampai 19.30 yang mengiringi terbenamnya matahari.

c. Aksesibilitas

Objek wisata Bali paling selatan ini berjarak sekitar 30 km dari kota Denpasar ke selatan. Objek wisata ini berada di sebelah selatan bandara Internasional Ngurah Rai. Jadi akses untuk menuju ke lokasi cukup mudah.

d. Amenitas

Fasilitas yang terdapat di Uluwatu ini adalah tempat penginapan dan hotel mudah ditemui, toilet dan masjid juga ada. Pedagang yang menjual souvenir maupun oleh-oleh juga sudah tersedia disana.

(44)

44 4. Gunung Kawi

Sumber: Dokumentasi pribadi

Gambar 8. Gunung Kawi a. Atraksi

Gunung Kawi merupakan wisata budaya yang menyajikan warisan budaya peninggalan nenek moyang dari dinasti Warmadewa yang berupa pahatan-pahatan candi yang mengagumkan. Dilihat dari wisata religinya terlihat dari adanya vihara di sebelah tenggara dari kompleks candi tersebut. Adanya wihara tersebut merupakan wujud toleransi hidup beragama pada waktu itu yang patut menjadi contoh dan tauladan bagi kita di masa ini, belajar dari kearifan masa lalu. Selain itu aspek fisik yang berupa candi yang berasal dari batuan

(45)

45

breksi yang cukup keras, serta plasma nutfah di sekitar Gunung Kawi baik itu padi Bali maupun pohon-pohon besar dan tata air yang terjaga dengan baik.

b. Aktivitas

Aktivitas yang ada di kawasan wisata Gunung Kawi dapat dibagi menjadi dua yaitu :

1) Aktivitas alam

Masyarakat di Bali mempunyai kepercayaan bahwa alam bukan untuk dieksploitasi, tetapi bagi mereka antara alam dan manusia saling membutuhkan bahkan masyarakat Bali beranggapan bahwa semua itu sederajat dan mempunyai nyawa. Seperti terlihat dari pemasangan kain kotak-kotak berwarna hitam putih yang dililitkan di pohon-pohon dan batu besar. Masyarakat Bali menganggap bahwa pohon dan batu tersebut mempunyai nyawa, sehingga tak ada seorangpun yang berani merusak atau menebangnya, sehingga di kompleks candi tersebut banyak ditemukan pohon-pohon. Hal ini berakibat positif karena air bisa meresap dan tertahan akar-akar dari pohon-pohon tersebut. Selain itu masyarakat Bali tidak pernah menyia-nyiakan sumber air seperti umbul, situ dan sumber air

(46)

46

lainnya. Mereka mengelolanya dengan baik. Seperti kolam air yang terdapat di situs Gunung Kawi yang tertata rapi dan bersih. Terlihat dari adanya saluran air dari atas candi sampai ke bawah yang berguna untuk menjaga candi agar tidak lapuk dan rusak karena genangan air.

2) Aktivitas Manusia

Aktivitas manusia yang ada seperti areal persawahan di sekitar wisata yang membuktikan penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Jenis padi yang ditanam yaitu jenis padi Bali yang sudah jarang ditemukan dan berbeda dengan padi di Jawa karena jenis padi Bali lebih tinggi pohonnya, umur panjang dan rasanya enak. Karena kemiringan yang cukup curam, lahan pertanian diolah dengan terasering agar tidak terjadi erosi. Selain sebagai petani ada juga penduduk yang menjual pernak-pernik khas bali, sehingga hal tersebut dapat mendukung tumbuhnya perekonomian di Gunung Kawi.

(47)

47 c. Aksesibilitas

Keterjangkauan kompleks Candi Gunung Kawi dari Denpasar kira-kira 40 kilometer. Sebelum masuk kompleks candi, kita harus terlebih dahulu menuruni 315 anak tangga dan terowongan dari batu. Jaraknya sekitar 700 meter dari areal parkir. Di sepanjang perjalanan menuju kompleks candi akan terlihat pemandangan alam berupa persawahan dan sungai, selain itu juga ada penjual pernak-pernik di kiri-kanan tangga

d. Amenitas

Fasilitas yang ada di kawasan wisata Gunung Kawi adalah hotel atau penginapan di sekitar kawasan wisata dan toilet yang telah dikelola oleh penduduk setempat dengan baik. Selain itu untuk oleh-oleh di lokasi terdapat seperti pasar kecil yang menjual pernak-pernik khas bali yang harganya relatif murah.

(48)

48 5. Gunung Batur

Sumber: Dokumentasi pribadi

Gambar 9. Gunung Batur

a. Atraksi

Atraksi yang ada merupakan atraksi alam, yaitu berupa pemandangan alam dengan gunung yang di tengahnya terdapat Danau Batur. Di kaki Gunung Batur terdapat sebuah desa yang peradabannya masih tradisional dan belum terjamah oleh modernisasi. Desa Trunyan memiliki keunikan tersendiri yaitu tentang penguburan mayat yang hanya disandarkan pada pohon besar.

(49)

49 b. Aktivitas

Aktivitas yang terjadi di daerah ini adalah aktivitas alam yaitu kegiatan tumbuhnya purna kaldera,pertumbuhan tersebut ditandai dengan pertumbuhan kerucut Gunung Batur yang hingga kini terbentuk. Kemudian juga bisa melakukan pengamatan Gunung Batur yang terlihat jelas mulai dari puncak hingga lereng bawah pada tempat yang telah disediakan, terdapat juga museum gunungapi yang dapat dikunjungi untuk menambah pengetahuan tentang Gunung Batur.

c. Aksesibilitas

Wisatawan dapat mencapai lokasi Gunung Batur dengan menggunakan taksi atau menyewa mobil. Wisatawan juga dapat bergabung dengan sebuah tour untuk mengunjungi Gunung Batur dan Danau Batur. Wisatawan dapat berganti bus antara Bali Selatan dan Lovina, kemudian berhenti di Kintamani.

d. Amenitas

Fasilitas yang tersedia di sekitar lokasi gunung batur antara lain : restoran yang didesain view nya

(50)

50

menghadap ke Gunung Batur, hal ini bertujuan agar pengunjung itu dapat menikmati makanan yang ada dengan menikmati pemandangan yang ada pula. Toilet yang tersedia juga ada yang dikelola oleh pihak restoran. Masjid juga belum dikelola secara baik. Tempat penjualan oleh-oleh juga tidak begitu menyenangkan karena, sedangkan untuk aktivitas manusia berupa kegiatan jual-beli, penjual disana sangat keras dalam menawarkan barang jualannya, jadi pengunjung tidak merasa nyaman dalam memilih ataupun hanya melihat-lihat barang dagangan mereka. 6. Jatiluwih

Sumber: Dokumentasi pribadi

(51)

51 a. Atraksi

Budaya subak merupakan budaya yang tidak ada di daerah lain. Sistem pembagian air di subak yang menjadikan subak memiliki ciri khas tersendiri. Sistem air ini tidak ditemukan di lain tempat selain di Bali, sehingga banyak masyarakat di seluruh penjuru dunia mengagumi sistem subak ini. Kebersamaan dan kerukunan masyarakat subak juga menjadi penopang budaya subak agar tetap berkembang di Bali.

b. Aktivitas

Aktivitas yang khas dalam sistem ini yaitu pengairannya yang tidak terdapat di daerah lain. Hal inilah yang membuat subak menjadi sesuatu yang mengagumkan. Kebersamaan masyarakat subak yang tergolong sangat kuat dan rukun, terlihat dalam pola pembagian air yang merata tanpa kecurangan dan permusuhan.

c. Aksesibilitas

Untuk menuju persawahan yang menggunakan sistem Subak yang berada pada desa Jatiluwih cukup jauh dengan jalan yang beraspal tapi kurang begitu

(52)

52

bagus, jalannya hanya dapat digunakan untuk kendaraan ukuran mobil, untuk kendaraan ukuran Bus memang agak sulit dilalui.

d. Amenitas

Adapun fasilitas sarana dan prasarana yang ada di Jatiluwih tidaklah begitu banyak/mencolok. Di Jatiluwuh hanya ditemukan sebuah restoran. Restoran tersebut hanya dikelola oleh salah satu masyarakat, sehingga ditinjau dari sarana ataupun prasarana di Jatiluwih dapat dikatakan kurang begitu lengkap.

7. Bedugul

Sumber: Dokumentasi pribadi

(53)

53 a. Atraksi

Atraksi alam yang dapat ditemukan disini adalah pemandangan Danau Bratan yang dikelilingi oleh gunung-gunung. Di Bedugul tedapat gua peninggalan zaman Jepang yang konon kabarnya gua tersebut digunakan untuk tempat penyikasaan para buruh.

b. Aktivitas

Bedugul adalah salah satu obyek wisata yang dimanfaatkan untuk wisata olahraga, tempat ini merupakan obyek rekreasi perahu dan olahraga selancar yang ditarik oleh perahu motor. Beberapa training dan pertandingan ski air taraf nasional maupun internasional sering dilaksanakan di sini sebagai obyek wisata yang terletak di pegunungan. Atraksi manusia yang terjadi adalah adanya pura yang dijadikan tempat sembahyang bagi umat Hindu. Pura ini letaknya di pinggir danau. Lalu ada juga masyarakat yang memanfaatkan danau ini untuk mencari ikan.

(54)

54 c. Aksesibilitas

Dengan jarak hanya sekitar 50 km dari Denpasar, Bedugul rasanya sangat mudah terjangkau. Perjalanan ke Bedugul sangat menyenangkan karena keindahan alamnya dengan jalan yang mulus dan berkelok-kelok. Pada satu sisi terlihat pemendangan sawah yang bertingkat-tingkat seperti tangga dan di bagian lain terhampar lembah menghijau.

d. Amenitas

Fasilitas yang tersedia adalah pengunjung dapat menikmati pemandangan Danau Bratan dengan menggunakan speedboat maupun perahu air. Fasilitas lain yang tersedia di sini adalah tersedianya tempat-tempat penginapan dan lapangan olahraga serta rumah makan. di samping itu terdapat juga hutan wisata yang sangat luas dan bagus di sebelah barat Danau Bratan.

(55)

55 8. Garuda Wisnu Kencana

Sumber: Dokumentasi pribadi

Gambar 12. Salah Satu Bagian Patung Garuda Wisnu Kencana

a. Atraksi

Selain terdapat bagian dari Patung Garuda Wisnu Kencana yang belum sepenuhnya rampung dan melihat keindahan Bali dari ketinggian. Di Garuda Wisnu Kencana juga terdapat pegelaran Tari Kecak yaitu tarian Khas dari Provinsi Bali.

b. Aktivitas

Disediakan teropong untuk pengunjung yang ingin melihat keindahan Bali dari ketinggian, selain itu

(56)

56

pengunjung juga dapat mengamati hasil mahakarya yang berupa sebuah patung yang memang belum jadi sepenuhnya, sehingga hanya terdapat beberapa bagian patung yang akan disusun nantinya.

c. Aksesibilitas

Untuk mencapai lokasi Garuda Wisnu kencana sangat mudah, karena lokasinya yang mudah dijangkau oleh semua jenis kendaraan dari sepeda motor sampai Bus besar, kualitas jalannya juga sangat baik dan kondisi dari jalannya juga baik, sehingga akan memberi kenyamanan yang lebih pada setiap pengunjung ketempat ini.

d. Amenitas

Di lokasi Garuda Wisnu Kencana terdapat fasilitas yang cukup memadai mulai dari tempat parkir yang besar, toilet yang cukup terawat dengan kondisi baik hanya saja agak kotor dan tempat ibadah yang cukup baik namun kurang terawat, sehingga terkesan agak kotor.

(57)

57 9. Taman Nasional Bali Barat

Sumber: Dokumentasi pribadi

Gambar 13. Padang rumput Taman Nasional Bali Barat

a. Atraksi

Penangkaran Jalak Bali yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Bali Barat dan ditujukan untuk proses reintroduksi Jalak Bali di habitat Alam. Dapat diamatinya atraksi burung Jalak Bali mulai proses pembiakan hingga remaja, dan akhirnya dilepas ke alam bebas.

b. Aktivitas

Terdapat berbagai tipe hutan, mulai dari tipe hutan mangrove yang terdapat di pesisir pantai, hutan

(58)

58

musim, serta hujan yang terdapat di perbukitan sehingga sangat cocok untuk kegiatan wisata alam dan

tracking.

c. Aksesibilitas

Kawasan Taman Nasional Bali Barat memiliki aksesibilitas yang sangat baik, hampir seluruh kawasan memiliki jaringan jalan masuk, baik melalui daratan maupun perairan. Potensi ini mempunyai peranan penting dalam pengembangan wisata. Aksesibilitas yang akan masuk ke dalam penangkaran Jalak Bali agak susah untuk dilalui bus besar.

d. Amenitas

Untuk mendukung kegiatan wisata alam dan pengelolaan taman nasional bali barat, sarana dan prasarana yang telah tersedia antara lain Area parkir yang menunjang wisata alam telah tersedia di bumi perkemahan, kantor balai di Cekik, Penangkaran Jalak Bali di Tegal Bunder, walaupun parkir yang ada di penangkaran Jalak Bali agak susah untuk parkir kendaraan besar seperti bus pariwisata yang ukuran besar. Terdapat fasilitas yang cukup lengkap yang berupa toilet dan tempat ibadah yang bersih.

(59)

59 BAB II

DESAIN MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

A. Pendahuluan

Media pembelajaran merupakan perantara untuk mengantarkan informasi yang abstrak menjadi konkret di pikiran siswa. Selain itu media pembelajaran juga dapat digunakan sebagai perantara informasi yang konkret namun tidak memungkinkan untuk dibawa di dalam kelas, misalnya proses erupsi gunung api, tsunami, gempa bumi, dan peristiwa lainnya. Guru/ dosen harus mampu untuk mendesain media yang sesuai kaidah pengembangan dan memperhatikan desain pesan yang baik. Guru/ dosen jangan hanya sekedar memanfaatkan media yang sudah ada, tetapi harus mengembangkan produk media maupun multimedia sendiri melalui proses ujicoba berulang-ulang sehingga menghasilkan media pembelajaran yang baik.

Kemajuan di bidang teknologi pendidikan (educational technology), maupun teknologi pembelajaran (instructional technology) menuntut digunakannya berbagai multimedia serta peralatan-peralatan yang semakin canggih (sophisticated). Boleh dikatakan bahwa dunia pendidikan dewasa ini hidup dalam dunia multimedia, dimana

(60)

60

pembelajaran secara konvensional yang lebih mengedepankan metode ceramah, dan diganti dengan sistem penyampaian bahan pembelajaran modern yang lebih mengedepankan peran pebelajar dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Lebih-lebih pada kegiatan pembelajaran yang menekankan pada kompetensi-kompetensi yang terkait dengan keterampilan proses, peran media pembelajaran menjadi semaikin penting. Pembelajaran geografi yang dirancang secara baik dan kreatif dengan memanfaatkan teknologi multimedia, dalam batas-batas tertentu akan dapat memperbesar kemungkinan siswa untuk belajar lebih banyak, mencamkan apa yang dipelajarinya lebih baik, dan meningkatkan kualitas pembelajaran geografi, khususnya dalam rangka meningkatkan ketercapaian kompetensi.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat mendorong berbagai lembaga pendidikan memanfaatkan multimedia untuk meningkatkan efektivitas dan fleksibilitas pembelajaran. Meskipun banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran menggunakan multimedia cenderung sama bila dibandingkan dengan pembelajaran konvensional atau klasikal, tetapi keuntungan yang bisa diperoleh dengan

(61)

61

multimedia adalah dalam hal fleksibilitasnya. Melalui multimedia materi pembelajaran dapat diakses kapan saja dimana saja, disamping itu materi yang dapat diperkaya dengan berbagai sumber belajar termasuk multimedia dengan cepat dapat diperbaruhi oleh pengajar. Oleh karena perkembangan multimedia yang relatif masih baru, definisi dan implementasi multimedia sangatlah bervariasi dan belum ada standard yang baku.

Vygotsky (Asri Budiningsih, 2003) berpendapat bahwa perkembangan kognitif seseorang selain ditentukan oleh individu sendiri secara aktif, juga ditentukan lingkungan sosial yang aktif pula. Inti dari teori ini adalah adanya Zona Proximal Development dalam perkembangan individu, dimana setiap anak didik dalam suatu domain mempunyai level perkembangan aktual yang dapat dinilai dengan menguji secara individual dan potensi terdekat dalam domain tersebut. Untuk memutuskan jarak antara level perkembangan aktual dan perkembangan potensial seorang individu atau siswa ditentukan melalui pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa (guru/ instruktur/ dosen) atau dalam kolaborasi dengan teman sebaya. Teori ini menunjukkan bahwa seorang anak dapat melampaui tahap perkembangannya ke tahap

(62)

62

perkembangan yang lebih tinggi. Hal inilah yang mendasari desain dalam pembuatan media berbasis komputer diharapkan mampu melatih kecerdasan majemuk (multiple

intelegence) dengan memperhatikan aspek spasial, visual,

audial dan kinestetik.

B. Pengertian Media Pembelajaran

Heinich, dkk (1982) mengatakan istilah media sebagai “the term refer to anything that carries information

between a source and a receiver”. Sementara media

pembelajaran dimaknai sebagai wahana penyalur pesan atau informasi belajar. Batasan tersebut terungkap antara lain dari pendapat-pendapat para ahli seperti Wilbur Schramm (1971), Gagne dan Briggs (1970). Dari pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa setidaknya mereka sependapat bahwa : (a) media merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurannya ingin diteruskan kepada sasaran atau penerima pesan tersebut, dan (b) bahwa materi yang ingin disampaikan adalah pesan pembelajaran, dan (c) bahwa tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya proses belajar. Yusufhadi Miarso (1985) memberikan batasan media pembelajaran sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang fikiran,

(63)

63

perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa. Batasan yang sederhana ini memiliki arti yang sangat luas dan mendalam, mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran.

Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara harfiah berarti “perantara” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Makna tersebut dapat diartikan sebagai alat komunikasi yang digunakan untuk membawa suatu informasi dari suatu sumber kepada penerima. Sejumlah pakar membuat batasan tentang media, diantaranya yang dikemukakan oleh Association of

Education and Communication Technology (AECT)

Amerika. Menurut AECT, media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi. Apabila dikaitkan dengan kegiatan pembelajaran maka media dapat diartikan sebagai alat komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk membawa informasi dari pengajar ke peserta didik.

Sementara itu, Fatah Syukur (2005) memberikan definisi media sebagai berikut: Media pembelajaran adalah

(64)

64

alat, metode dan teknik yang digunakan sebagai perantara komunikasi antara seorang guru dengan murid dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran di sekolah.

Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.

C. Jenis dan Klasifikasi Media

Jenis media yang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran cukup beragam, mulai dari media yang sederhana sampai pada media yang cukup rumit dan canggih. Untuk mempermudah mempelajari jenis media, karakter, dan kemampuannya, dilakukan pengklasifikasian atau penggolongan media. Menurut Heinich, dkk (1996), salah satu klaisifikasi yang dapat menjadi acuan dalam pemanfaatan media adalah klasifikasi yang dikemukakan oleh Edgar Dale yang dikenal dengan kerucut pengalaman (cone of experience). Kerucut pengalaman Dale mengklasifikasikan media berdasarkan pengalaman belajar

(65)

65

yang akan diperoleh peserta didik, mulai dari pengalaman belajar langsung, pengalaman belajar yang dapat dicapai melalui gambar, dan pengalaman belajar yang bersifat abstrak. Untuk dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kerucut pengalaman Dale, dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar 14. Piramida Pengalaman Dale

Menurut Seel & Richey (1994), kerucut pengalaman Dale melukiskan analogi visual berdasarkan

Symbolic

Iconic

Enactive

Direct, Puposeful Experiences Contrived Experiences Dramatized Exsperiences Demonstrations Field Trips Exhibits Television Motion Pictures Recordings-Radio Still Pictures

Visual Symbols Verbal Symbols

(66)

66

tingkat kekonkritan dan keabstrakan metode pengajar dan bahan pembelajaran. Semakin menuju ke puncak kerucut, penggunaan media semakin memberikan pengalaman belajar yang bersifat abstrak.

Penggolongan lain yang dapat dijadikan acuan dalam pemanfaatan media adalah berdasarkan pada teknologi yang digunakan, mulai dari media yang teknologinya tinggi (high technology). Jika penggolongan media ditinjau dari teknologi yang digunakan, maka penggolongannya sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, sehingga penggolongan media dapat berubah dari waktu ke waktu. Misalnya pada era tahun 1950 media televisi dikategorikan sebagai media berteknologi tinggi, tetapi kemudian pada era tahun 1970/ 1980 media tersebut bergeser dengan kehadiran media komputer. Pada masa tersebut, komputer digolongkan sebagai media dengan teknologi tinggi (Heinich, dkk, 1996). Pada tahun 1990 teknologi komputer tergeser kedudukannya dengan kehadiran media computer conferencing melalui internet. Heinich, dkk. (1996) membuat klasifikasi media yang mudah dipelajari yaitu seperti pada tabel berikut ini.

(67)

67 Tabel 1.

Klasifikasi Media Pembelajaran

KLASIFIKASI JENIS MEDIA

Media yang tidak diproyeksikan (non projected

meida)

Realia, model, bahan grafis (graphical material), display

Media yang diproyeksikan (projected media)

OHT, slide, opaque

Media Audio (audio) Audio kaset, audio vision,

active audio vision

Media berbasis komputer (computer based media)

Computer Assisted

Instruction (CAI)

Computer Managed

Instruction (CMI)

Multimedia kit Perangkat praktikum Sumber : Heinich, 1996

Pengklasifikasian yang dilakukan Heinich, dkk. ini pada dasarnya adalah penggolongan media berdasarkan bentuk fisiknya yaitu apakah media tersebut masuk dalam golongan media yang tidak diproyeksikan atau yang diproyeksikan, atau apakah media tertentu masuk dalam golongan media yang dapat didengar lewat audio atau dapat dilihat secara visual.

(68)

68

D. Peranan dan Fungsi Media Pembelajaran

Media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran diharapkan dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad ke-20 usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam bidang penididikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet. Dalam proses pembelajaran, media memiliki kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pengajaran.

Kehadiran media tidak saja membantu pengajaran dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi memberikan nilai tambah pada kegiatan pembelajaran. Hal ini berlaku bagi segala jenis media, baik yang canggih dan mahal maupun media yang sederhana dan murah. Kemp & Dayton (1985) menjabarkan sejumlah kontribusi media dalam kegiatan pembelajaran antara lain:

(69)

69

2. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik; 3. Kegiatan belajar dapat menjadi lebih interaktif;

4. Waktu yang dibutuhkan untuk pembelajaran dapat dikurangi;

5. Kualitas belajar dapat ditingkatkan;

6. Pembelajaran dapat disajikan dimana dan kapan saja sesuai dengan yang diinginkan;

7. Meningkatkan sifat positif peserta didik dan proses belajar mengajar menjadi lebih kuat/ baik;

8. Memberikan nilai positif bagi pengajar.

Menurut Heinich, dkk. (1996), kontribusi media dalam proses pembelajaran ditinjau dari kondisi proses berlangsungnya, sebagai berikut:

1. Proses pembelajaran yang bergantung pada kehadiran pengajar.

Pada kondisi ini, penggunaan media dalam proses pembelajaran umumnya bersifat sebagai pendukung bagi pengajar. Perancangan media yang tepat akan sangat membantu menguatkan materi pembelajaran yang disampaikan oleh pengajar secara langsung. 2. Proses pembelajaran tanpa kehadiran pengajar

Ketidakhadiran pengajar dalam proses pembelajaran dapat disebabkan oleh tidak tersedianya pengajar atau

Gambar

Gambar 1. Citra Ikonos Pulau  Bali
Gambar 2. Tari Kecak
Gambar 3. Peta Tanah Bali Sumber : PPLH Universitas Udayana
Gambar 4. Peta Geologi Bali Sumber : Direktorat Geologi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sri Murni, walaupun fasilitas belajar mengajar serta buku pendukung pembelajaran telah cukup lengkap, tetapi ternyata peran kontrol orang tua sangat kurang, ini

 Fasilitas support pendukung operasi juga terus dilakukan baik dengan mengoptimalkan sarana eksisting maupun melakukan modernisasi termasuk dukungan penuh terhadap

Untuk sarana transportasi laut yang menghubungkan antara Pulau Ternate dengan beberapa wilayah di Kabupaten Halmahera Barat telah tersedia beberpa pelabuhan dengan kondisi yang

Oleh karena itu, diperlukan perencanaan dan perancangan sarana akomodasi penginapan yang memiliki fasilitas lengkap dengan menawarkan pemandangan area pegunungan berupa

Mempunyai meja tempat penjualan dengan permukaan yang rata dengan kemiringan cukup sehinnga tidak menimbulkan genangan air dan tersedia lubang pembuangan air, setiap sisi

kontruksi dan fasilitas yang memadai, sanitasi pasar yang tersedia dan perilaku hidup bersih dari para pedagang dan pengunjung serta keamanan dan fasilitas penunjang yang dapat

Dalam bidang sarana kesehatan di Kampung Baru juga cukup lengkap, dapat dilihat dengan adanya dua unit rumah sakit yang salah satunya sekaligus sebagai rumah bersalin yang

Peminat anjing seringkali cukup kesulitan dalam menjangkau fasilitas yang biasanya berada di tempat yang berbeda, dan tidak menyediakan fasilitas yang lengkap dan