BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Hasil Dan Pembahasan
Pada analisa dan pembahasan ini akan diuraikan hasil pengukuran kinerja
supply chain dengan menggunakan pendekatan supply chain operation reference
yang telah dilakukan. Pembahasan ini dimaksudkan untuk memudahkan di dalam megukur kinerja karyawan di PT. BBI.
Untuk meningkatkan kinerja karyawan perusahaan harus selalu mengevaluasi sesuai kondisi perusahaan. Kinerja perusahaan perlu diukur sehingga dengan informasi tersebut pihak manajemen dapat mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki kinerja supply chain perusahaan. 5.1.1 Uji Validitas
Hasil uji validitas dari kuesioner yang disebar kepada 10 responden bahwa dari 29 pertanyaan yang terdiri atas 20 pertanyaan tentang atribut kinerja supply
chain reliability, responsiveness, agility, dan asset management yang
masing-masing terdiri atas 5 pertanyaan serta 9 pertanyaan tentang metrik level 1 supply
chain agility yang terdiri atas masing-masing 3 pertanyaan untuk matriks upside
supply chain flexibility, matriks upside supply chain adaptability, dan matriks
downside supply chain adaptability seluruh dari 29 pertanyaan tersebut
dinyatakan valid. Hal ini dibuktikan dengan seluruh nilai r hitung > r tabel. 5.1.2 Uji Reliabilitas
Hasil uji reliabilitas dari kuesioner yang disebar kepada 10 responden menunjukkan nilai alfa crocbach untuk kuesioner atribut kinerja sebesar 0,93 dimana nilai tersebut > 0,632 yang merupakan nilai r tabel maka kuesioner atribut kinerja dinyatakan reliable. Dan untuk kuesioner metriks level 1 supply chain
agility sebesar 0,89 dimana nilai tersebut > 0,632 yang merupakan nilai r tabel
maka kuesioner metriks level 1 supply chain agility dinyatakan reliable.
5.1.3 Penentuan Hierarki SCOR Model
Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah klasifikasi pemetaan
supply chain perusahaan dan hierarki SCOR model penelitian, proses klasifikasi
pemetaan dan penentuan hierarki SCOR model penelitian dilakukan dengan cara
brainstorming dengan pihak perusahaan yang kompeten dalam bidang supply
chain dan mengacu pada hierarki SCOR model.
5.1.4 Menghitung Nilai Aktual
Dari klasifikasi pemetaan aliran supply chain dan penentuan hierarki SCOR model penelitian, selanjutnya menghitung nilai aktual untuk setiap matriks pada hierarki SCOR model penelitian. Perhitungan nilai aktual dilakukan selama 5 periode (5 bulan) yaitu bulan Januari 2018 smpai dengan bulan Mei 2018 untuk mendapatkan nilai terbaik dan terburuk selama periode penelitian dan nilai aktual didapatkan dari nilai rata-rata (average) dari perhitungan selama 5 periode. Dalam penentuan nilai setiap matriks pada hierarki SCOR model penelitian diambil data dari ERP system perusahaan dan pengalaman dari pihak manajemen yang kompeten dalam bidang supply chain.
5.1.5 Menghitung Nilai Normalisasi
Perhitungan nilai normalisasi bertujuan untuk menyamakan satuan nilai (parameter) dari setiap matriks pengukuran yang digunakan untuk menghitung nilai akhir kinerja supply chain perusahaan. Perhitungan nilai normalisasi didapatkan dengan menggunakan persamaan Snorm De Boer.
5.1.6 Menghitung Nilai Bobot Matriks SCOR
Nilai bobot digunakan sebagai pengali dari nilai normalisasi. Pembobotan dilakukan untuk mengetahui tingkat kepentingan kemampuan atribut kinerja yang dipilih oleh perusahaan sebagai strategi supply chain perusahaan. Pembobotan
dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada 10 orang yang berkompeten di bidang supply chain perusahaan.
5.1.7 Menghitung Nilai Akhir Kinerja Supply Chain
Perhitungan nilai akhir kinerja supply chain dilakukan pada matriks SCOR penelitian level 1 yang dijumlahkan untuk mendapatkan nilai total dari nilai kinerja supply chain. Hasil dari perhitungan nilai akhir pengukuran kinerja supply
chain pada penelitian ini ditunjukan pada tabel di bawah.
Tabel 5.1 Hasil perhitungan nilai akhir kinerja supply chain PT. BBI
No Atribut Kinerja Metriks SCOR Normalisasi Bobot Skor Performansi 1 Supply chain reliability Perfect order
fulfillment (pof) (%)
45,20 0,239 10,82 2 Supply chain responsiveness Order fulfillment
cycle time (days)
50,00 0,254 12,68 3 Supply chain agility Upside supply
chain flexibility (mounth) 50,00 0,087 4,37 4 Upside supply chain adaptability (%) 60,00 0,087 5,25 5 Downside supply chain adaptability (%) 71,43 0,079 5,62 6 Supply chain asset
management
Cash to cash cycle time (days)
69,60 0,254 17,65
Jumlah skor performansi supply chain 56,38 Dari tabel di atas diperoleh nilai kinerja dari supply chain PT. BBI sebesar 56,38. Dengan nilai kinerja terendah yaitu sebesar10,82 untuk atribut reliability dan nilai terbesar yaitu 17,65 untuk atribut asset management. Berdasarkan sistem
monitoring indikator performansi nilai 56,38 ini dapat dikatakan menengah atau
rata-rata (average) untuk sebuah sistem supply chain perusahaan. Nilai kinerja
suplly chain ini disebabkan tidak semua matriks pengukuran kinerja SCOR
memiliki nilai yang tinggi khususnya untuk matriks atribut kinerja reliability dan
responsiveness.
Adapun gap atau selisish yang terjadi antara nilai performansi dengan nilai terbaik sesuai pembobotan yang ditentukan perusahaan melalui kuesioner atribut kinerja
maupun kuesioner matriks level 1 supply chain agility dapat dilihat dalam Tabel 5.2 dan Grafik 5.1 sebagai berikut :
Tabel 5.2 Gap Nilai performansi supply chain PT. BBI
No Atribut
Kinerja Metriks SCOR Normali sasi Bobot PerforSkor mansi
Nilai
terbaik Gap Gap (%) 1 Supply chain reliability Perfect order fulfillment (pof) (%) 45,20 0,239 10,82 23,90 13,08 54,73 2 Supply chain responsiveness Order fulfillment cycle time (days) 50,00 0,254 12,68 25,40 12,72 50,08 3 Supply chain agility Upside supply chain flexibility (mounth) 50,00 0,087 4,37 8,70 4,33 49,77 4 Upside supply chain adaptability (%) 60,00 0,087 5,25 8,70 3,45 39,66 5 Downside supply chain adaptability (%) 71,43 0,079 5,62 7,90 2,28 28,86 6 Supply chain asset management Cash to cash cycle time (days) 69,60 0,254 17,65 25,40 7,75 30,51
Sumber : Pengolahan data
Gambar 5.1 Grafik Gap Nilai Performansi Supply Chain PT. BBI
Secara nilai performansi keseluruhan ada gap atau selisih sebesar 43,62 % dibandingkan dengan nilai terbaik sesuai pembobotan yang dilakukan oleh perusahaan. Dengan perincian sebagai berikut :
1. Nilai kinerja untuk atribut supply chain reliability sebesar 10,82 dengan nilai terbaik sesuai dengan pembobotan yang ditentukan oleh perusahaan adalah 23,90 maka selisihnya sebesar 13,08 (54,73%).
2. Nilai kinerja untuk atribut supply chain responsiveness sebesar 12,68 dengan nilai terbaik sesuai dengan pembobotan yang ditentukan oleh perusahaan adalah 25,40 maka selisihnya sebesar 12,72 (50,08%).
3. Nilai kinerja untuk atribut supply chain agility sebesar 15,24 dengan nilai terbaik sesuai dengan pembobotan yang ditentukan oleh perusahaan adalah 25,40 maka selisihnya sebesar 10,16 (40,00%). Dengan skor kinerja
upside flexibilty sebesar 4,37 dan nilai terbaik 8,70 maka selisihnya 4,33
(49,77%), upside adaptability dengan skor kinerja sebesar 5,25 dan nilai terbaik 8,70 maka selisihnya 3,45 (39,66%), dan downside adaptability
Perfect Order Fulfillment Order Fulfillment Cycle Time Upside Supply Chain Flexibility Upside Supply Chain Adaptability Downside Supply Chain Adaptability Cash To Cash
Cycle Time Total
10.82 12.68 4.37 5.25 5.62 17.65 56.39 23.90 25.40 8.70 8.70 7.90 25.40 100.00 (13.08) (12.72) (4.33) (3.45) (2.28) (7.75) (43.61) (60.00) (40.00) (20.00) 20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00
dengan skor kinerja sebesar 5,62 dan nilai terbaik 7,90 maka selisihnya 2,28 (28,86%).
4. Nilai kinerja untuk atribut kinerja supply chain asset management sebesar 17,65 dengan nilai terbaik sesuai dengan pembobotan yang ditentukan oleh perusahaan adalah 25,40 maka selisihnya sebesar 7,75 (30,51%). 5. Nilai total dari kinerja supply chain PT. BBI adalah sebesar 56,38 daan
bersadarkan sistem monitoring sebuah supply chain perusahaan nilai tersebut masuk dalam kategori “Average” atau kelompok rata-rata.