• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peencanaan DED Drainase Perkotaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Peencanaan DED Drainase Perkotaan"

Copied!
91
0
0

Teks penuh

(1)

Penyusunan Rencana Teknik Detail

Penyusunan Rencana Teknik Detail

Drainase Perkotaan

Drainase Perkotaan

Bagian 1 dari 2 Bagian 1 dari 2

Seri Belajar Bersama, Mengalir Bersama Seri Belajar Bersama, Mengalir Bersama

Tata Cara Penyusunan Rencana Teknik

Tata Cara Penyusunan Rencana Teknik Detail

Detail

Drainase Perkotaan

(2)
(3)
(4)

Powerpoint Templates Powerpoint Templates Page 2 Page 2

Latar Belakang

Latar Belakang

• Proses Perencanaan Teknis Sistem Drainase Proses Perencanaan Teknis Sistem Drainase Perkotaan adalah prosesPerkotaan adalah proses

yang dimulai daripenyiapan rencana induk, studi kelayakan (

yang dimulai daripenyiapan rencana induk, studi kelayakan ( FeasibilityFeasibility Study 

Study ) sampai pada perencanaan detail desain () sampai pada perencanaan detail desain (Detail EngineeringDetail Engineering Design

Design).).

• Proses ini Proses ini mencakup pekerjaan-pekerjmencakup pekerjaan-pekerjan Survey,Investigasi danan Survey,Investigasi dan

Desain. Desain.

(5)

PENGERTIAN

PENGERTIAN

Tata Cara Pembuatan Detail Desain Drainase Perkotaan Tata Cara Pembuatan Detail Desain Drainase Perkotaan

(6)

Powerpoint Templates

Page 4

Pengertian

Tata Cara Pembuatan Detail Desain Drainase

• Drainase

adalah prasarana yang berfungsi mengalirkan air permukaan akibat hujan ke badan penerima air dan atau ke bangunan resapan buatan.

• Drainase Perkotaan

adalah drainase di wilayah kota yang berfungsi mengendalikan air permukaan akibat hujan, sehingga tidak mengganggu baik aktifitas serta harta benda milik Negara maupun masyarakat dan dapat

memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.

• Rencana Detail

(7)

Pengertian

Tata Cara Pembuatan Detail Desain Drainase

• Badan Penerima Air

adalah sumber air di permukaan tanah berupa sungai, laut dan danau, dan dibawah permukaan tanah berupa air tanah didalam akifer.

• Bangunan Pelengkap

adalah bangunan yang ikut mengatur dan mengendalikan sistem aliran air hujan agar aman dan mudah melewati jalan, belokan, daerah

curam, bangunan tersebut seperti gorong-gorong, perternuan saluran. bangunan terjunan, jembatan, street inlet, pompa, pintu air.

(8)

Powerpoint Templates

Page 6

Pengertian

Tata Cara Pembuatan Detail Desain Drainase

• Kala ulang

selang waktu pengulangan kejadian hujan atau debit banjir rencana yang mungkin terjadi.

• Rencana induk sistem drainase perkotaan

adalah perencanaan dasar yang menyeluruh pada suatu daerah perkotaan untuk jangka panjang.

• Kelayakan

adalah rencana kegiatan yang diusulkan telah memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan.

(9)

Pengertian

Tata Cara Pembuatan Detail Desain Drainase

• Studi Kelayakan Sistem Drainase

adalah rencana kegiatan yang diusulkan yang memenuhi kriteria kelayakan teknis, ekonomi, lingkungan.

• Saluran Primer

adalah saluran drainase yang menerima air dari saluran sekunder dan menyalurkannya ke badan penerima air.

(10)

Powerpoint Templates

Page 8

Pengertian

Tata Cara Pembuatan Detail Desain Drainase

• Saluran Tersier

adalah saluran drainase yang menerima air dari sistem drainase lokal dan menyalurkannya ke saluran sekunder.

• Sistem Drainase Lokal

adalah saluran dan bangunan pelengkap yang melayani sebagian wilayah perkotaan.

• Sistem Drainase Utama

adalah saluran dan bangunan pelengkap yang melayani seluruh daerah perkotaan.

(11)

Pengertian

Tata Cara Pembuatan Detail Desain Drainase

• Studi terkait

adalah studi lain yang terkait dengan kegjatan drainase kota yang memuat data berupa : hidrologi, topografi, geologi, geografi,

hidrogeologi.

• Tinggi jagaan

adalah ketinggian yang diukur dan permukaan air maksimum sampai permukaan tanggul saluran.

(12)

Powerpoint Templates

Page 10

Pengertian

Tata Cara Pembuatan Detail Desain Drainase

• Waktu

– Waktu pengaliran adalah waktu yang diperlukan oleh titik air hujan yang

jatuh ke permukaan tanah dan mengatir ke ketitik saluran drainase yang diamati.

– Waktu drainase adalah waktu yang diperlukan oleh titik air hujan yang

mengalir dari satu titik ke titik lain dalam saluran drainase yang diamati.

– Waktu konsentrasi adalah waktu yang diperlukan oleh titik air hujan

yang jatuh pada permukaan tanah dan mengalir sampai di suatu titik di saluran drainase yang terdekat.

(13)

KETENTUAN-KETENTUAN

(14)

Powerpoint Templates

Page 12

Ketentuan Umum

• Untuk dapat membuat perencanaan detail teknik sistem drainase,

harus dilakukan dahulu studi kelayakan dari rencana induk sistem drainase.

• Pengesahan laporan perencanaan detail teknis harus oleh penanggung

(15)

Ketentuan Teknis

1. Data dan Informasi 2. Pengukuran

3. Penggambaran

4. Penyelidikan Tanah

5. Kriteria Perencanaan Hidrologi 6. Kriteria Perencanaan Hidrolika 7. Kriteria Perencanaan Struktur

(16)

Powerpoint Templates

Page 14

1. Data dan Informasi

Data dan informasi yang dibutuhkan (1/2)

• Data klimatologi yang terdiri dari data hujan, angin, kelembaban dan

temperatur dari stasiun klimatologi atau badan meteorotogi dan geofisika terdekat.

• Data hidrologi terdiri dari data

– tinggi muka air, – debit sungai, – laju sedimentasi, – pengaruh air balik, – peil banjir,

– karakteristik daerah aliran dan – pasang surut.

(17)
(18)

Powerpoint Templates

Page 15

1. Data dan Informasi

Data dan informasi yang dibutuhkan (2/2)

• Data sistem drainase yang ada yaitu:

– hasil rencana induk dan studi kelayakan, – data kuantitatif banjir;

– genangan berikut permasalahannya.

• Data peta yang terdiri dari

– peta dasar (peta daerah kerja),

– peta sistem drainase dan sistem jaringan jalan yang ada, – peta tata guna lahan,

– peta topografi yang disesuaikan dengan tipologi kota – skala antara 1 : 5.000 sampai dengan 1 : 10.000.

• Data kependudukan yang terdiri dari jumlah, kepadatan, laju

(19)

2. Pengukuran Situasi

Ketentuan Teknis Pengukuran Situasi (1/2)

• Pengukuran yang dilaksanakan harus dapat memberikan gambaran

yang cukup jelas tentang keadaan medan lapangan yang diukur dan sesuai dengan keperluan perencanaan saluran drainase.

• Pengukuran saluran meliputi: pengukuran profil memanjang dan profil

melintang.

• Pengukuran profil melintang dilaksanakan pada jalur lurus setiap 50

(20)
(21)

2. Pengukuran Situasi

Ketentuan Teknis Pengukuran Situasi (2/2)

• Toleransi kesalahan pengukuran leveling maksimum 7d (mm),

dengan d adalah jarak yang diukur dalam km.

• Toleransi kesalahan penutupan sudut poligon sebesar maksimal

l0n (detik), dengan n adalah jumlah titik poligon.

• Pengukuran menggunakan suatu titik acuan ketinggian dan

koordinat tertentu yang terikat dengan titik trianggulasi yang ada, bila titik trianggulasi tidak ada, dapat dipakai titik acuan yang ada.

(22)
(23)

3. Penggambaran

Ketentuan Teknis Penggambaran

• Peta sistem drainase jaringan jalan, tata

guna lahan, dan topografi (kontur setiap 0,5 m sampai 2 m) dibuat dengan skala 1:5.000 sampai 1:10.000

• Gambar potongan memanjang saluran,

horisontal 1:1.000 vertikal 1:100

• Gambar potongan melintang saluran,

horisontal dan vertikal, skala 1:100

• Gambar detil bangunan, skala 1:10

(24)
(25)

4. Penyelidikan Tanah

Ketentuan Teknis Penyelidikan Tanah

• Pengambilan sampel dipilih tempat-tempat yang akan memikul

konstruksi bangunan pelengkap saluran seperti : jembatan, rumah pompa, gorong-gorong yang relatif besar.

• Minimal dua sampel untuk daerah yang labil untuk menentukan

konstruksi saluran.

(26)
(27)

5. Kriteria Perencanaan Hidrologi

Ketentuan Hujan

• Perkiraan hujan rencana dilakukan dengan

analisis frekuensi terhadap data curah hujan harian maksimum tahunan, dengan lama pengamatan sekurang-kurangnya 10 tahun.

• Analisis frekuensi terhadap curah hujan.

menggunakan metode Probabilitas Distribusi Normal, Log normal distribusi, Pearson Type III, Log Pearson tipe III dan Gumbel.

Perhitungan didasarkan pada ketentuan standar return period yang telah disepakati.

(28)
(29)

5. Kriteria Perencanaan Hidrologi

Ketentuan Debit Banjir

• Debit rencana dihitung dengan metode rasional yang telah

dimodifikasi.

• Koefisien limpasan (runoff ) ditentukan berdasarkan tata guna lahan

daerah tangkapan.

• Waktu konsentrasi adalah jumlah dari waktu pengaliran di permukaan

dan waktu drainase.

• Koefisien penyimpangan dihitung dari rumus waktu konsentrasi dan

(30)
(31)

6. Kriteria Perencanaan Hidraulika

• Kapasitas saluran dihitung dengan rumus Manning atau yang sesuai. • Untuk saluran drainase yang terpengaruh oleh pengempangan (back

water effect ) perlu diperhitungkan pasang surutnya dengan Standard Step Method.

• Kecepatan maksimum ditentukan oleh dinding dan dasar saluran,

untuk :

– saluran tanah v = 0,7 m/dt ,

– pasangan batu kali v = 2 m/dt dan – pasangan beton v = 3 m/dt.

(32)
(33)

7. Kriteria Perencanaan Struktur

Ketentuan Muatan

• Berat bahan diperhitungkan sebagai beban di dalam hitungan

perencanaan mengacu pada SNI pedoman perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung.

• Beban rencana dapat dipergunakan sesuai dengan standar yang

berlaku, kombinasi muatan atas struktur ditentukan secara individual sesuai dengan fungsi, cara dan tempat

(34)
(35)

7. Kriteria Perencanaan Struktur

Ketentuan Stabilitas Struktur

• Stabilitas struktur penahan tanah akan dikontrol

keamanannya terhadap kekuatan amblas, geser, dan guling. Besarnya faktor keamanan untuk pondasi, masing- masing sebesar 1,5.

• Pasangan batu dengan tegangan tekan maksimum 8 kg/cm2.

Untuk klasifikasi beton dipakai fc = 17,5 MPa (mengacu pada SNI.T- 15.1991.03, tentang tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung).

(36)
(37)

Referensi

DRAINASE

Materi Diseminasi dan Sosialisasi Keteknikan Bidang Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP), Direktorat Pengembangan PLP,

(38)
(39)

INFO UNTUK ANDA

(40)

Page 27

Materi Lainnya

Seri Belajar Bersama : Drainase

Dasar-dasar Teknik dan

Manajemen Drainase

Perencanaan Rencana Induk

dan Studi Kelayakan

 –  Proses Desain

 –  Rencana Induk Drainase  –  Studi Kelayakan Drainase  –  Detail Desain Drainase

Konstruksi dan Pengelolaan

 –  Pelaksanaan Pembangunan

Drainase (Clean Construction)

 –  Operasi dan Pemeliharaan

(41)

Materi Lainnya

Step by Step Series : Pengelolaan Air Limbah Domestik

Kebijakan dan Strategi

Pengembangan Sistem

Pengelolaan Air Limbah

Dasar-dasar Teknik dan

Pengelolaan Air Limbah

Penyusunan Perencanaan

Sistem Pengelolaan Air

Limbah

Perencanaan Pengelolaan

Air Limbah Sistem Terpusat

(

Off-Site System

)

Instalasi Pengolahan

Lumpur Tinja (IPLT)

Instalasi Pengolahan Air

Limbah (IPAL)

(42)

Page 29

Materi Lainnya

Progressio Series: Cara Mudah, Cepat dan Tepat

Proses Penyusunan Buku

Putih Sanitasi (BPS)

Proses Penyusunan Strategi

Sanitasi Kab/Kota (SSK)

Proses Penyusunan

Memorandum Program

(MPS)

Metode Review Strategi

Sanitasi (SSK)

Penilaian Kualitas Program

dan Kegiatan Sanitasi

Menyusun Skala Prioritas

Program dan Kegiatan

Sanitasi

Penggalangan Komitmen

atas Program dan Kegiatan

Sanitasi (internalisasi dan

eksternalisasi)

Sumber Pendanaan

Pemerintah untuk Sanitasi

Sumber Pendaan CSR untuk

(43)

Materi Lainnya

Step by Step Series : Pedoman Pelaksanaan PPSP

Sasaran PSP di Daerah

Kriteria Penetapan Peserta

Program PPSP

Tahapan Kampanye,

Edukasi dan Advokasi

Tahapan Kelembagaan,

Keuangan dan Peraturan

Tahapan Penyusunan

Tahapan Pelaksanaan/

Implementasi

Tahapan Pemantauan dan

Evaluasi

Struktur Organisasi dan Tata

Kerja Pokja Sanitasi Provinsi

Struktur Organisasi dan Tata

(44)

Page 31

Websites Pilihan

Nawasis.Com Sanitasi.Net, Sanitasi.Org PenataanRuang.Com

(45)
(46)

Powerpoint Templates

Page 1 Powerpoint Templates

Penyusunan Rencana Teknik Detail

Drainase Perkotaan

Bagian 2 dari 2

Seri Belajar Bersama, Mengalir Bersama

Tata Cara Penyusunan Rencana Teknik Detail

Drainase Perkotaan

(47)
(48)

Powerpoint Templates

Page 2

CARA PENGERJAAN

(49)

Cara Pengerjaan

Penyusunan Rencana Teknik Detail Drainase Perkotaan

1. Mengumpulkan data dan informasi 2. Menganalisis data hidrologi

3. Menghitung debit saluran drainase 4. Melaksanakan pengukuran

5. Menggambar saluran

6. Menganalisis data hidraulika 7. Menganalisis data struktur 8. Menggambar desain

(50)
(51)

1. Mengumpulkan Data dan Informasi

• Data klimatologi yang terdiri dari data

– hujan, angin,

– kelembaban dan temperatur.

• Data hidrologi terdiri dari data

– tinggi muka air, – debit sungai, – laju sedimentasi, – pengaruh air balik, – peil banjir,

(52)
(53)

1. Mengumpulkan Data dan Informasi

• Data sistem drainase yang ada yaitu:

– hasil rencana induk dan studi kelayakan, – data kuantitatif banjir;

– genangan berikut permasalahannya.

• Data peta yang terdiri dari

– peta dasar (peta daerah kerja),

– peta sistem drainase dan sistem jaringan jalan yang ada, – peta tata guna lahan,

(54)

Powerpoint Templates

Page 6

2. Menganalisis Data Hidrologi

Analisis data hidrologi mencakup: • Analisis frekuensi hujan.

• Hitung intensitas curah hujan.

• Tentukan koefisien limpasan rata-rata. • Hitung debit rencana.

(55)

2. Menganalisis Data Hidrologi

Analisis frekuensi hujan

1. Kumpulkan data curah hujan harian kalau ada data curah hujan jam-jaman dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

2. Analisis data curah hujan menjadi curah hujan Rata-rata 3. Lakukan Analisa Frekuensi sbb :

– Cara Normal Distribusi – Cara Ln Distribusi Normal – Cara Pearson Tipe III

– Cara Ln Pearson Tipe III – Cara Gumbel

(56)
(57)

2. Menganalisis Data Hidrologi

Analisis frekuensi hujan

 – 

 Cara Normal

1. Hitung Nilai Rata-rata :

2. Hitung Standar Deviasi : Keterangan;

R : Hujan tahunan maksimum

Rrt : Hujan tahunan maksimum rata-rata δR : Deviasi standar

(58)
(59)

2. Menganalisis Data Hidrologi

(60)

Powerpoint Templates

Page 10

2. Menganalisis Data Hidrologi

Analisis frekuensi hujan

 – 

 Cara Pearson Tipe III (1/2)

1. Hitung Nilai Rata-rata Curah Hujan : 2. Hitung Standar Deviasi :

Keterangan;

R : Hujan tahunan maksimum

Rrt : Hujan tahunan maksimum rata-rata δR : Deviasi standar

3. Hitung Koefisien Skewness : 4. Hitung Zp :

(61)

2. Menganalisis Data Hidrologi

(62)

Powerpoint Templates

Page 12

2. Menganalisis Data Hidrologi

(63)

2. Menganalisis Data Hidrologi

Analisis frekuensi hujan

 – 

 Cara Gumbel

1. Hitung hujan maksimum tahunan rata-rata = Rrt 2. Hitung standard deviasi

3. Hitung koefisien variasi :

4. Cari nilai expected mean of reduced dari n 5. Hitung frequency factor :

(64)

Powerpoint Templates

Page 14

2. Menganalisis Data Hidrologi

Analisis frekuensi hujan

 – 

 Membuat IDF Curve

• Dengan menggunakan Program TRANHYD dapat dibuat dengan mudah dibuat Intensity Duration Frequency (IDF) Curve.

(65)
(66)

Powerpoint Templates

Page 15

3. Menghitung Debit Saluran Drainase

• Cari data curah hujan di Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) setempat, minimum 10 tahun terakhir.

• Tentukan kala ulang rencana saluran drainase, misalnya 10 tahun • Hitung luas daerah pengaliran saluran (DPSal) dalam ha

• Hitung panjang saluran dalam m

• Hitung kemiringan dasar saluran rata-rata dan hasil pengukuran waterpass

• Hitung waktu konsentarsi (tc) dengan rumus Kirpich • Hitung intensitas hujan dengan rumus Mononobe • Hitung koefisien run-off (C)

(67)

3. Menghitung Debit Saluran Drainase

Kala Ulang

• Kala ulang harus berdasarkan:

– luas daerah pengaliran saluran (daerah tangkapan air), dan – jenis (tipologi) kota yang akan direncanakan.

(68)

Powerpoint Templates

Page 17

3. Menghitung Debit Saluran Drainase

(69)

4. Melaksanakan Pengukuran

4. Melaksanakan Pengukuran

•• Pengukuran dilaksanakan sesuai Pengukuran dilaksanakan sesuai ketentuanketentuan teknis yang telah ditetapkan.

(70)
(71)

5. Menggambar Saluran

5. Menggambar Saluran

1.

1. GamGambarbarkan kan sitsituasuasi dei detaitail lal lapanpangan gan beberdardasarsarkan kan penpengukgukurauran.n. 2.

2. GamGambarbarkan kan salsalurauran yan yang adng ada, ya, yang tang terderdiri iri dardari poi potontongan gan memmemanjanjangang dan melintang sesuai dengan ketentuan teknis yang telah ditetapkan. dan melintang sesuai dengan ketentuan teknis yang telah ditetapkan.

(72)
(73)

6. Menganalisis Data Hidraulika

6. Menganalisis Data Hidraulika

1

1.. HHititunung g ddimimeensnsi i sasaluluraran.n. 2.

2. TeTentuntukan kan banbangungunan an pelpelengengkap kap yanyang dig diperperluklukan an dan dan hithitungung dimensinya.

(74)
(75)

7. Menganalisis Data Struktur

1. Analisis hasil penyelidikan tanah sesuai dengan ketentuan teknis yang telah ditetapkan.

2. Hitung berat dan beban rencana untuk saluran berdasarkan hasil penyelidikan dengan kondisi struktur tanah.

3. Tentukan stabilitas struktur, stabilitas kemiringan talud.

4. Tentukan struktur saluran dan bangunan pelengkap berdasarkan kondisi tanah dan tersedianya bahan bangunan di lokasi.

(76)
(77)

8. Menggambar Desain

1. Gambarkan desain saluran dan bangunan pelengkap, berdasarkan analisis hidrologi, hasil penggambaran kondisi di lapangan, analisis hidraulika dan analisis struktur,

2. Lengkapi gambar-gambar detail untuk saluran atau bangunan tertentu.

(78)
(79)

9. Menentukan Paket Pekerjaan

1. Tentukan paket-paket pekerjaan berdasarkan fungsi saluran dan bangunan pelengkap atau berdasarkan perkiraan kemampuan kontraktor setempat.

2. Hitung volume pekerjaan yang dibuat per paket pekerjaan. 3. Hitung rencana anggaran biaya.

4. Tentukan urutan prioritas paket-paket pekerjaan yang akan dilaksanakan di lapangan, berdasarkan kepentingan dan pengembangan daerah, pembobotan, ketersediaan dana.

5. Buat jadwal pekerjaan setiap paket pekerjaan, dibuat per tahun anggaran atau berdasarkan tersedianya dana untuk pelaksanaan

(80)

Powerpoint Templates

Page 24

10. Nota Perhitungan

• Susun nota perhitungan sebagai kumpulan dari hasil

– analisis hidrologi, – analisis hidraulika, – analisis struktur,

– kriteria-kriteria yang digunakan, dan – catatan lain yang dianggap perlu.

(81)
(82)

Powerpoint Templates

Page 25

11. Dokumen Tender

1. Buat syarat-syarat teknis 2. Buat syarat-syarat umum

3. Buat syarat-syarat administrasi berdasarkan ketentuan yang berlaku.

(83)
(84)

Free Powerpoint Templates

Page 26

Referensi

DRAINASE

Materi Diseminasi dan Sosialisasi Keteknikan Bidang Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP), Direktorat Pengembangan PLP, Direktorat Jenderal Cipta Karya,

(85)
(86)

Page 27

INFO UNTUK ANDA

(87)

Materi Lainnya

Seri Belajar Bersama : Drainase

Dasar-dasar Teknik dan

Manajemen Drainase

Perencanaan Rencana Induk

dan Studi Kelayakan

 –  Proses Desain

 –  Rencana Induk Drainase  –  Studi Kelayakan Drainase  –  Detail Desain Drainase

Konstruksi dan Pengelolaan

 –  Pelaksanaan Pembangunan

Drainase (Clean Construction)

 –  Operasi dan Pemeliharaan

(88)

Page 29

Materi Lainnya

Step by Step Series : Pengelolaan Air Limbah Domestik

Kebijakan dan Strategi

Pengembangan Sistem

Pengelolaan Air Limbah

Dasar-dasar Teknik dan

Pengelolaan Air Limbah

Penyusunan Perencanaan

Sistem Pengelolaan Air

Limbah

Perencanaan Pengolahan

Sistem Setempat (

On-Site

System

)

Perencanaan Pengelolaan

Air Limbah Sistem Terpusat

(

Off-Site System

)

Instalasi Pengolahan

Lumpur Tinja (IPLT)

Instalasi Pengolahan Air

Limbah (IPAL)

Clean Construction

Bidang

(89)

Materi Lainnya

Progressio Series: Cara Mudah, Cepat dan Tepat

Proses Penyusunan Buku

Putih Sanitasi (BPS)

Proses Penyusunan Strategi

Sanitasi Kab/Kota (SSK)

Proses Penyusunan

Memorandum Program

(MPS)

Metode Review Strategi

Menyusun Skala Prioritas

Program dan Kegiatan

Sanitasi

Penggalangan Komitmen

atas Program dan Kegiatan

Sanitasi (internalisasi dan

eksternalisasi)

(90)

Page 31

Materi Lainnya

Step by Step Series : Pedoman Pelaksanaan PPSP

Sasaran PSP di Daerah

Kriteria Penetapan Peserta

Program PPSP

Tahapan Kampanye,

Edukasi dan Advokasi

Tahapan Kelembagaan,

Keuangan dan Peraturan

Tahapan Penyusunan

Rencana Strategis (BPS/SSK)

Tahapan Memorandum

Program Sanitasi (MPS)

Tahapan Pelaksanaan/

Implementasi

Tahapan Pemantauan dan

Evaluasi

Struktur Organisasi dan Tata

Kerja Pokja Sanitasi Provinsi

Struktur Organisasi dan Tata

Kerja Pokja Sanitasi

Kabupaten/Kota

(91)

Websites Pilihan

Nawasis.Com Sanitasi.Net, Sanitasi.Org PenataanRuang.Com

Referensi

Dokumen terkait

Variabel keterampilan sosial tidak memiliki pengaruh terhadap variabel komitmen organisasi pengurus organisasi UKK- KOPMA UIN Antasari Banjarmasin. Rumus dalam penentuan

Perwakilan perusahaan yang hadir adalah Direktur atau yang mewakili dengan membawa surat kuasa.. Demikian

 Guru memberikan kesempatan kepada siswa dalam setiap kelompoknya untuk mengumpulkan informasi sebanyak-  banyaknya mengenai sifat-sifat persegi  panjang untuk

Pada subsektor tanaman perkebunan rakyat, kenaikan nilai tukar disebabkan oleh meningkatnya indeks harga pada kelompok tanaman perkebunan rakyat seperti karet dan sawit

Reservoir rekah dapat diartikan sangat luas karena sistem rekah alami dapat memberikan efek beraneka ragam dalam performa reservoir pada tahap primary , secondary serta tertiary

yang bisa dilakukan adalah dengan membandingkan hasil data. wawancara dengan observasi, membandingkan apa

Penelitian ini memfokuskan Pada tahap ketika peneliti terjun langsung ke SMP IT Assa’idiyyah Kirig Mejobo Kudus sebagai tempat penelitian, maka peneliti akan

Dari data yang terhimpun dapat diketahui bahwa perdagangan tenaga kerja perempuan dan anak secara kuantitas dapat terjadi dengan modus menjanjikan pekerjaan di luar