• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERIODE ~ NOVEMBER 2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERIODE ~ NOVEMBER 2019"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PERIODE ~ NOVEMBER 2019

TIM GEOLOGY

PT KIDECO JAYA AGUNG

DESEMBER 5, 2019

(2)

Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan November 2019 Page 0

LEMBAR PERSETUJUAN

Tabel 1 Ringkasan Biaya dan Aktivitas Eksplorasi Kideco pada bulan NOVEMBER 2019

Diskripsi Nama Jabatan Tanda

Tangan Tanggal Dibuat

Oleh Alfeus Ebenezer Kaban Supervisor Diperiksa

Oleh Weny Lesmana A/Manager Geologi

Disetujui

Oleh Lim Dong Kyu General Manager

Park Sang Bong Director N a m a P e ru s a h a a n / A n a k P e ru s a h a a n A re a y a n g D ila k u k a n A k tiv ita s E k s p lo ra s i B ia y a y a n g D ik e lu a rk a n P ih a k y a n g M e la k u k a n E k s p lo ra s i M e to d e P e n g u jia n d a n P e m ilih a n A re a l H a s il A k tiv ita s E k s p lo ra s i h in g g a P e rio d e P e la p o ra n in i R e n c a n a T in d a k L a n ju t R oto S ela ta n - W U P R oto S a m ura ng a u 1,934,170,350 Rp P T M intec A b a d i R oto U ta ra -W U P R oto S a m ura ng a u, & S usub a ng - W U P S usub a ng 1,426,828,357 Rp P T S um a g ud S a pta S ina r P T K ID E C O JA Y A A G U N G (K ID E C O ) P em b ora n lub a ng terb uka (open

hole) d a n pem b ora n inti

(coring ), d ileng ka pi d eng a n

log g ing g eofisika d a n peng ujia n sa m ple b a tub a ra serta b a tua n peng a pitnya T ota l Lub a ng : 20 Lub a ng C oring : 1,481.2 m O pen H ole :2,974.3 m T ota l K ed a la m a n : 4,455.5 m eter M ela njutka n a ktifita s pem b ora n

(3)

Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan November 2019 Page 1

1. LATAR BELAKANG

PT Kideco Jaya Agung (Kideco) merupakan salah satu kontraktor pemerintah Republik Indonesia yang bergerak di bidang pertambangan batubara melalui Perjanjian Kerjasama Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) generasi pertama yang ditandatangani pada tanggal 14 September 1982, dengan nomor perjanjian Kerja sama J2/Ji.DU/40/82, yang berlaku selama 30 tahun dari awal produksi komersial pertama di tahun 1993.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Kideco beroperasi di wilayah Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, tepatnya berada di Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang. Lokasi Kideco berada sekitar 130 km dari kota Balikpapan ke arah selatan. Jenis transportasi yang dapat digunakan untuk mencapai area ini adalah dengan menggunakan speedboat ± 20 menit untuk menyeberangi Teluk Balikpapan dan dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan roda 2 atau roda 4 dengan waktu tempuh ± 4 jam.

Sesuai dengan perjanjian tersebut, Kideco memiliki 4 Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dengan total luasan awal setelah dilakukan Tata Batas pada tahun 2011 dan berdasarkan surat dari Direktur Jenderal Mineral dan Batubara No. 175/30/DJB/2015 tertanggal 29 Januari 2015 perihal Perubahan Lampiran Keputusan No. 959.K/DJB/2014 tertanggal 17 November 2014, adalah seluas 50.921 Ha. Pada tahun 2017, luasan wilayah Kideco diubah kembali berdasarkan surat dari Direktur Jenderal Mineral dan Batubara No. 2444/30/DJB/2017 tertanggal 10 November 2017 perihal Revisi Persetujuan Rencana Kegiatan Pada Seluruh Wilayah PKP2B, dimana total luasan wilayah PKP2B Kideco menjadi 47,500 Ha, yang terbagi menjadi 4 WUP, antara lain sebagai berikut:

(4)

Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan November 2019 Page 2

NamaWilayah IzinUsaha

Pertambangan (WIUP) Luas Keterangan – Tahapan Kegiatan

WIUP Roto Samurangau 27,460.00 Ha Eksplorasi Detail & Eksploitasi

WIUP Susubang Uko 6,903.00 Ha Eksplorasi Pengembangan

WIUP Samu Biu 6,583.00 Ha Eksplorasi Pendahuluan

WIUP Pinang Jatus 6,554.00 Ha Eksplorasi Pendahuluan

Total 47,500.00 Ha

Laporan ini merupakan penyampaian atau laporan kepada para pihak yang berkepentingan mengenai hasil kegiatan eksplorasi secara ringkas yang telah dilakukan pada bulan Oktober 2019 dimana pelaporan ini dibuat dan dilaporkan secara independen pada Wilayah Usaha Penambangan (WUP) Kideco atau selanjutnya disebut sebagai Ringkasan Pelaporan Hasil Eksplorasi (PHE) Periode November 2019 pada wilayah WUP Kideco.

2. KONDISI UMUM

Pada sebagian lokasi pada WIUP Roto Samurangau dan WIUP Susubang Uko telah dilakukan operasi penambangan dengan metode tambang terbuka dengan menggunakan Truck dan Excavator, yang dikerjakan oleh Kideco dibantu oleh kontraktor pertambangan dengan sistem rental untuk produksi batubara dan kontrak penggalian tanah penutup, namun pada beberapa lokasi masih dilakukan kegiatan eksplorasi detail untuk memastikan kemenerusan perlapisan batubara dan kemungkinan untuk dapat dilakukan penambangan secara ekonomis. Target produksi batubara yang direncanakan pada tahun ini sesuai dengan perencanaan adalah sebesar 34 juta ton.

Pemilihan metode penambangan tambang terbuka seperti yang disebutkan diatas dikarenakan terdapat banyaknya perlapisan batubara (multi seam) yang dibatasi oleh perlapisan batuan (interburden) yang tidak terlalu

(5)

Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan November 2019 Page 3

tebal, selain itu perlapisan batubara memiliki kemiringan perlapisan (dip) landai hingga sangat curam. Dalam operasional tambang terbuka, material interburden dan overburden atau bisa juga disebut waste sebagian besar diangkut keluar tambang (pit) dan ditempatkan pada area yang telah direncanakan di luar pit hingga batas kedalaman pit tercapai. Dalam proses penambangan, tambang atau pit dibagi menjadi beberapa sector atau area. Setelah batas kedalaman salah satu sector atau area pit tersebut dapat tertutup kembali seperti yang telah direncanakan.

Operasi tambang terbuka menggunakan hydraulic excavator dengan ukuran tepat dan disesuaikan dengan kapasitas angkut truck, sehingga dapat digunakan untuk menambang batubara dan waste secara efisien. Batubara hasil penambangan yang diangkut keluar dari pit (ROM) tidak melalui proses pencucian, tetapi dihancurkan untuk menghasilkan produk batubara yang nantinya diangkut kepelabuhan untuk dipasarkan.

Area Kideco memiliki struktur geologi mayor yaitu pembentukan lipatan (antiklin dan sinklin) yang memanjang dari utara - selatan hingga timur laut - barat daya dengan kemiringan sayap lipatannya berkisar antara 10°~ 60°. Kemiringan lapisan batubara (seam) di area Kideco berkisar 20°~ 90° memanjang dari timur ke barat. Struktur lipatan yang terbentuk merupakan struktur lipatan yang asimetris yang melandai dari perlapisan yang paling muda (atas). Struktur sesar juga berasosiasi dengan struktur mayor berupa lipatan ini.

Pada laporan saat ini hanya mencantumkan 1 wilayah penambangan Kideco, yaitu WIUP Roto Samurangau. WIUP Roto Samurangau tersusun atas batuan Formasi Warukin, Formasi Pamaluan, Formasi Berai, Formasi Tanjung, dan Batuan Granit dan Diorit dengan formasi pembawa batubara adalah Formasi Warukin yang berumur Miosen Tengah – Miosen Akhir, sedangkan WIUP Susubang tersusun atas batuan Formasi Warukin, Formasi Berai, Formasi

(6)

Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan November 2019 Page 4

Tanjung, dan Formasi Pitap dengan formasi pembawa batubara adalah Formasi Warukin yang berumur Miosen Tengah – Miosen Akhir dan Formasi Tanjung yang berumur Eosen Akhir pada sisi selatan bagian barat.

Terdapat lebih dari 50 lapisan batubara yang telah teridentifikasi pada Pit Roto dengan ketebalan sebenarnya mencapai 26.2 meter. Pada Pit Samurangau, terdapat 85 lapisan batubara dengan ketebalan sebenarnya mencapai 10.6 meter. Sedangkan pada Pit Susubang, terdapat 41 lapisan batubara dengan ketebalan sebenarnya mencapai 4.6 meter.

3. PELAKSANA KEGIATAN EKSPLORASI

Kegiatan eksplorasi dilaksanakan oleh kontraktor kegiatan eksplorasi Kideco, yaitu PT Mintec Abadi (Mintec) dan PT Sumagud Sapta Sinar (Sumagud) dibawah pengawasan penuh Competent PersonIndonesia (CPI) Kideco. Selain itu, pada kedua kontraktor tersebut juga terdapat Competent Person Indonesia (CPI) di bidang kegiatan eksplorasi yang ikut terlibat dalam pengawasan kegiatan eksplorasi yang sedang berlangsung.

Kegiatan eksplorasi yang dilakukan adalah : pemetaan geologi, pemboran, logging geofisika, dan analisa kualitas. Peralatan dan perlengkapan yang digunakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk masing –

masing tipe kegiatan dan pekerjaan. Pelaksanaan kegiatan eksplorasi tersebut telah mengikuti standart pekerjaan yang telah ditetapkan dan diawasi secara langsung oleh Competent Person Indonesia (CPI).

(7)

Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan November 2019 Page 5

4. HASIL KEGIATAN EKSPLORASI 4.1. Daerah Eksplorasi

Daerah kegiatan pemboran pada bulan November 2019 dilakukan di 3 area berbeda, yaitu area Pit Roto Utara (RTN), PitRoto Selatan (RTS) dan Pit Susubang (SSB). Kegiatan pemboran tersebut dikerjakan oleh 2 kontraktor pemboran PT Kideco Jaya Agung yaitu PT Mintec Abadi (Mintec) dan PT Sumagud Sapta Sinar (Sumagud). Dalam pembagian area kerja, Mintec mengerjakan kegiatan pemboran pada area RTS dan SSB sedangkan Sumagud mengerjakan kegiatan pemboran pada area RTN dan SSB.

4.2. Metode Eksplorasi

Pemboran dilakukan baik secara vertikal maupun pemboran miring sesuai dengan target perlapisan batubara. Pemboran yang dilakukan menggunakan metoda touch coring dan full coring sesuai target kedalaman perlapisan batubara dan kebutuhan akan analisa geoteknik terhadap perlapisan batuan pengapit batubara.

Pemboran open hole menggunakan batang bor NQ (diameter dalam 60.3mm) sedangkan touch coring dengan batang bor HQ (diameter dalam 77.8mm). Pada beberapa titik dilakukan pemboran twin holes untuk mendapatkan kedalaman batubara yang akurat sebelum dilakukan coring, maksudnya adalah pemboran pertama dengan menggunakan metode open hole, kemudian dilanjutkan dengan logging geofisika untuk mendapatkan kedalaman batubara. Setelah kedalaman batubara diketahui, titik bor digeser sekitar 0.5 ~ 1.0 m dari titik sebelumnya dan dilakukan pemboran kedua dengan metode touch coring untuk mendapatkan sampel batubara pada interval tertentu. Perolehan conto (core recovery) untuk batubara dipastikan lebih dari atau sama dengan 95%.

Logging geofisika dilakukan untuk membuktikan dan membandingkan posisi kedalaman perlapisan batubara target dengan hasil coring yang telah

(8)

Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan November 2019 Page 6

dilakukan pada kegiatan pemboran. Sehingga didapatkan posisi kedalaman batubara secara akurat dan diperkuat dengan bukti bukti yang jelas.

Reconcile log geofisika dengan sebagian besar titik bor pemboran dengan conto batuan ataupun pemboran tanpa conto dapat meningkatkan akurasi data yang diperoleh. Pada umumnya, data log geofisika yang diperoleh berupa data gamma ray, density, dan caliper. Data yang diperoleh termasuk kedalaman litologi batuan penyusun, ketebalan, dan parting.

4.3. Biaya Eksplorasi

Biaya kegiatan pemboran eksplorasi pada periode bulan November 2019 untuk setiap kontraktor pemboran PT Kideco Jaya Agung dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Table 1. Biaya Eksplorasi PT Kideco Jaya Agung Periode November 2019

NO KONTRAKTOR EKSPLORASI BIAYA EKSPLORASI

(November) KETERANGAN

1 PT. MINTEC ABADI Rp 1,934,170,350 13 Holes ~ 2,369.7 meter

2 PT. SUMAGUD SAPTA SINAR Rp 1,426,828,357 7 Holes ~ 2,085.8 meter

TOTAL Rp 3,360,998,707 20 Holes ~ 4,455.5 meter

4.4. Pengawasan Pemboran

Kegiatan pemboran eksplorasi diprioritaskan pada satu area WIUP, yaitu area WIUP Roto Samurangau yang dilakukan oleh 2 perusahaan kontraktor pemboran PT Kideco Jaya Agung, yaitu PT Mintec Abadi dan PT Sumagud Sapta Sinar. PT Mintec Abadi mengoperasikan 4 unit mesin bor yaitu2 unit Mustang 9-F4 (DM01 dan DM02), 1 unit Jacro 200 (DM03), dan 1 unit Traz V 600 (DM04). Pengawasan kegiatan eksplorasi oleh PT Mintec Abadi dilakukan langsung oleh PT Mintec Abadi dan disupervisi oleh PT Kideco Jaya Agung, sedangkan PT Sumagud Sapta Sinar saat ini mengoperasikan 2 unit mesin bor

(9)

Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan November 2019 Page 7

yaitu Sumatech 500 (Rig 03) dan Sumatech 250 (Rig 02), dimana kegiatan eksplorasi oleh PT Sumagud Sapta Sinar diawasi langsung secara penuh oleh PT Kideco Jaya Agung.

4.5. Hasil Pemboran

Kegiatan pemboran eksplorasi pada bulan November 2019 dilakukan pada 3 area yaitu area Roto Utara, Roto Selatan dan Susubang. Detail hasil kegiatan eksplorasi pada setiap area tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Table 2. Hasil Kegiatan Pemboran Eksplorasi PT Kideco Jaya Agung Periode November 2019

AREA

A/PLAN 2019 NOVEMBER YEAR TO DATE HOLE DEPTH HOLE DEPTH HOLE DEPTH

ROTO SAMURANGAU RTN ~ SM6 3 900 2 996.00 58 15,293.95 RTS-G - - - - 1 152.70 RTM ~ RTS - - - - - - RTS 4 1,000 4 720.00 91 16,166.80 SM-D1 - - - - - - SM-D2 - - - - SUWI - - - - 9 1,896.30 SUSUBANG SSB 10 2,193 14 2,739.50 26 5,256.85 TOTAL 17 4,093 20 4,455.50 185 38,766.60

(10)

Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan November 2019 Page 8

Table 3. Detail Hasil Kegiatan Pemboran Eksplorasi PT Kideco Jaya Agung Periode November 2019

HOLE ID AREA DRILLING PROGRESS REMARK

O. HOLE CORING T/ DEPTH L/ DEPTH 1 1911RTNSS47 RTN 165.8 169.2 335.0 326.00 2 1911RTNSS48 153.9 169.1 323.0 314.00 1911RTNSS49 139.8 198.2 338.0 On Progress 3 1911SSBSS10 SSB 134.7 107.2 241.9 232.50 4 1911SSBSS11 134.9 - 134.9 130.50 5 1911SSBSS12 149.9 - 149.9 146.00 6 1911SSBSS13 98.8 134.2 233.0 224.20 7 1911SSBSS14 191.4 81.6 272.9 266.00 1911SSBSS15 24.9 32.6 57.4 On Progress 8 1911SSBMT07 138.0 - 138.0 63.30 9 1911SSBMT09 252.0 - 252.0 244.50 10 1911SSBMT12 270.0 - 270.0 262.00 1911SSBMT14 81.0 - 81.0 On Progress

11 1910SSBMT05 99.6 42.0 141.6 158.00 Depth Cont. From

Last Month 12 1911SSBMT06 150.5 50.5 201.0 196.50 13 1911SSBMT08 - 80.5 80.5 79.00 14 1911SSBMT10 144.6 35.5 180.1 162.30 15 1911SSBMT11 111.6 59.5 171.1 167.00 16 1911SSBMT13 69.1 65.5 134.5 130.00 17 1911RTSMT85 RTS 131.8 38.2 170.0 167.0 18 1911RTSMT86 155.3 51.7 207.0 203.0 19 1911RTSMT87 - 98.0 98.0 94.0 20 1911RTSMT88 159.0 - 159.0 158.0 1911RTSMT89 18.0 68.0 86.0 On Progress TOTAL 2,974.3 1,481.2 4,455.5 2,226.8

(11)

Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan November 2019 Page 9

4.6. Rencana Pemboran bulan Desember 2019

Kegiatan pemboran pada bulan Desember 2019 adalah melanjutkan aktivitas kegiatan eksplorasi sesuai dengan rencana tahunan yang telah dicanangkan sebelumnya. Dimana pada bulan Desember 2019, direncanakan kegiatan eksplorasi dilaksanakan pada WIUP Roto Samurangau yang terbagi dalam 3 area kerja yaitu Roto Utara, Roto Selatan serta eksplorasi di WIUP Susubang. Kegiatan pemboran pada bulan Desember 2019, direncanakan dapat menyelesaikan 18 lubang dengan target kedalaman 4,100meter.

Gambar

Tabel 1 Ringkasan Biaya dan Aktivitas Eksplorasi Kideco pada bulan NOVEMBER 2019
Table 1. Biaya Eksplorasi PT Kideco Jaya Agung Periode November 2019
Table 2. Hasil Kegiatan Pemboran Eksplorasi PT Kideco Jaya Agung Periode November 2019
Table 3. Detail Hasil Kegiatan Pemboran Eksplorasi PT Kideco Jaya Agung  Periode  November 2019

Referensi

Dokumen terkait

Penambangan batubara oleh PT. Tambang Bukit Tambi menggunakan sistem penambangan terbuka dimana salah satu faktor yang dapat mempengaruhi penambangan adalah air yang masuk ke wilayah

Metode penambangan yang digunakan adalah sistem tambang terbuka Strip mine dikarenakan lapisan endapan batubara yang akan ditambang secara umum

Proses penambangan batubara dengan menggunakan metode tambang terbuka menyebabkan tersingkapnya batuan yang akan memungkinkan terjadinya kontak langsung dengan oksigen dan

Penambangan elektrifikasi merupakan rekayasa teknis yang dilakukan oleh Tambang Batubara X untuk memperkecil biaya pengupasan overburden dengan memanfaatkan tenaga listrik

Penambangan batubara oleh PT. Tambang Bukit Tambi menggunakan sistem penambangan terbuka dimana salah satu faktor yang dapat mempengaruhi penambangan adalah air yang masuk ke wilayah

Pada akti2itas penambangan sebisa mungkin dump truck yang digunakan sesuai dengan ma*am dan medan ker%a seperti alat gali di lokasi  -ront tambang$ .entuk bak  dump

Kegiatan penambangan di PT Freeport Indonesia dilakukan menggunakan dua metode bergantung pada posisi bijih yang akan ditambang, yaitu dengan metode tambang bawah tanah

penambangan yang dijalankan adalah tambang terbuka (open pit mine) merupakan bukaan yang dibuat dipermukaan tanah, bertujuan untuk mengambil bijih dan akan