• Tidak ada hasil yang ditemukan

PAPSI BPRS 16 Laporan Sumber dan Pengunaan Dana Kebajikan 231203

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PAPSI BPRS 16 Laporan Sumber dan Pengunaan Dana Kebajikan 231203"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

16.1

B

AGIAN

XVI

L

APORAN

S

UMBER DAN

P

ENGGUNAAN

D

ANA

K

EBAJIKAN

A. Definisi

01. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan merupakan laporan yang menunjukkan sumber dan penggunaan dana kebajikan selama suatu jangka waktu tertentu, serta saldo dana kebajikan yang menunjukkan dana kebajikan yang belum disalurkan pada tanggal tertentu.

02. Penerimaan nonhalal adalah semua penerimaan dari kegiatan yang tidak sesuai dengan prinsip Syariah, antara lain penerimaan jasa giro atau bunga yang berasal dari bank umum konvensional.

B. Dasar Pengaturan

01. PSAK 101 tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah.

C. Penjelasan

01. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan adalah salah satu komponen Laporan Keuangan yang mencerminkan kegiatan sosial Bank.

02. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan merupakan laporan yang memberikan informasi agar para pemakai dapat mengevaluasi aktivitas Bank dalam mengelola dana kebajikan.

03. Bank menyajikan Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan sebagai komponen utama Laporan Keuangan, yang menunjukkan:

a. Sumber dana kebajikan yang berasal dari penerimaan, antara lain:

(2)

16.2 ii. sedekah;

iii. pengembalian dana kebajikan produktif; iv. denda; dan

v. penerimaan nonhalal.

b. Penggunaan dana kebajikan untuk: i. dana kebajikan produktif; ii. sumbangan; dan

iii. penggunaan lainnya untuk kepentingan umum. c. Kenaikan atau penurunan sumber dana kebajikan. d. Saldo awal dana kebajikan.

e. Saldo akhir dana kebajikan.

04. Dana kebajikan merupakan kewajiban yang paling likuid atau menjadi prioritas yang pertama untuk segera diselesaikan. 05. Infak dan sedekah adalah dana yang diterima dari eksternal

Bank atau dari rekening nasabah atas perintah nasabah tersebut.

06. Denda adalah penerimaan dari nasabah atas kelalaian atau kesengajaan yang mengakibatkan tidak terpenuhinya kewajiban nasabah sesuai dengan akad, seperti akad murabahah atau istishna.

07. Penerimaan nonhalal berasal dari penerimaan jasa giro dari bank umum konvensional atau penerimaan lainnya yang tidak dapat dihindari dalam kegiatan operasional Bank.

08. Penerimaan nonhalal pada umumnya terjadi dalam kondisi darurat atau kondisi yang tidak diinginkan oleh Bank karena secara prinsip dilarang.

09. Penerimaan nonhalal bukan bagian dari pendapatan Bank sehingga tidak disajikan di Laporan Laba Rugi, tetapi sebagai bagian dari sumber dana kebajikan.

(3)

16.3 D. Perlakuan Akuntansi

01. Penerimaan dana kebajikan diakui sebagai kewajiban dan diakui sebagai pengurang kewajiban ketika disalurkan.

02. Dana kebajikan disajikan sebagai kewajiban paling likuid.

E. Ilustrasi Jurnal

01. Pada saat penerimaan dana kebajikan Db. Kas/rekening…

Kr. Rekening Dana Kebajikan

02. Pada saat penyaluran dana kebajikan Db. Rekening Dana Kebajikan

Kr. Kas/rekening…

03. Pada saat pengembalian dana kebajikan Db. Kas/rekening…

Kr. Rekening Dana Kebajikan

F. Pengungkapan

Hal-hal yang harus diungkapkan antara lain: 01. Sumber dana kebajikan.

02. Kebijakan penyaluran dana kebajikan kepada masing-masing penerima.

03. Proporsi dana yang disalurkan untuk masing-masing penerima dana kebajikan yaitu pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan pihak ketiga.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini penulis maksudkan melihat tingginya pendapatan laba bersih dari dana deviden yang masuk pada kas daerah cukup besar dalam setiap tahunnya, akan tetapi peran

BPRS Bhakti Sumekar disajikan dalam beberapa jenis laporan terdiri dari laporan bulanan ke Bank Indonesia (BI) diantaranya (laporan neraca, laporan laba rugi,

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) adalah semua penerimaan Pemerintah Pusat yang diterima dalam bentuk penerimaan dari sumber daya alam (SDA), pendapatan bagian laba Badan

Bagian laba Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) adalah penerimaan yang berupa bagian laba bersih dari BUMD, yang terdiri dari laba bank pembangunan daerah dan bagian laba

59, karena BMT pada saat menerima dana sumbangan diakui sebagai dana Infaq, shodaqah (sosial) bukan sebagai tabungan dana qard al hasan - infaq, shadaqah dan untuk

BPRS Bhakti Sumekar disajikan dalam beberapa jenis laporan terdiri dari laporan bulanan ke Bank Indonesia (BI) diantaranya (laporan neraca, laporan laba rugi,

Temuan penelitian memunjukkan bahwa sumber pendapatan non halal bank umum syariah yaitu: denda dan pendapatan bunga atau jasa giro yang diterima dari penempatan pada bank

Setoran deviden yang diserahkan ke PEMDA sudah dipotong pajak dan besaran pembagiannya sesuai dengan peraturan daerah yang telah ditetapkan dari laba rugi yang didapatkan oleh