• Tidak ada hasil yang ditemukan

Paparan rencana Produksi Batubara 26022015 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Paparan rencana Produksi Batubara 26022015 1"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

1

DIREKTORAT JENDERAL MINERAL DAN

BATUBARA

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA

MINERAL

10 MARET 2015

PEMBAHASAN PENYEDIAAN

BATUBARA

UNTUK KEBUTUHAN PLTU

PEMBAHASAN PENYEDIAAN

BATUBARA

(2)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

2

1. Pembangkit Listrik Mulut Tambang (PLMT) adalah pembangkit listrik tenaga uap

dan pembangkit listrik tenaga gas Batubara yang menggunakan bahan bakar

Batubara, yang dijamin ketersediaan Batubaranya oleh perusahaan tambang yang

berlokasi di sekitar

Pembangkit Listrik Mulut Tambang sesuai kesepakatan

perjanjian kerja sama

.

Batasan “sekitar PLTU”

adalah

pemanfaatan potensi batubara yang lebih atau/

hanya ekonomis jika dimanfaatkan disekitar lokasi tambang

Perjanjian/ kontrak jual beli adalah selama jangka waktu operasional PLTU

2. Harga Dasar Batubara adalah harga dasar yang ditawarkan perusahaan tambang

dalam proses pengadaan batubara untuk pasokan bahan bakar Pembangkit Listrik

Mulut Tambang.

(3)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

3

PROGRAM PENGEMBANGAN PEMBANGKIT 35 GW

UNTUK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK

(4)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

4

4

Peta Kondisi Krisis Listrik (Kondisi Kemarau 2014)

(5)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

5

5

Hasil Prakiraan Kebutuhan Listrik 2015-2024

Sumatera: 11,6%

31

TWh

83

TWh

TWh

IT : 11,1%

23

57

TWh

JB : 7,8%

165

TWh

324

TWh

Kalimantan:

10,4%

Sulawesi:

12,4

%

2015

2024

TWh

TWh

219

Indonesia: 8,7%

Papua: 9,4%

Maluku: 10,3%

Nusa Tenggara: 9,6%

Tahun

201

4

2015

2016

2017

2018

2019

2020

2021

2022

2023

2024

Kebutuhan

(TWh)

202

219

239

260

283

307

332

361

392

427

464

Rasio

Elektrifikasi

82.1

85.4

89,0

91,4

93,5

95,3

96,3

96,9

97,2

97,4

97,7

Rasio

Elektrifikasi

(PLN & Non

PLN)

84.1

87.5

91.0

93.4

95.4

97.2

98.3

98.8

99.1

99.2

99.4

(6)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

6

No

Keterangan

2015

2019

2024

1

Penambahan Kapasitas

(MW)

-

Konstruksi (MW)

1.087

2.057

2.057

- Pra-konstruksi (MW)

-

9.049

15.44

9

Total tambahan

1087

11.10

6

17.50

6

2

Total Kapasitas Terpasang

(MW)

6.707

16.72

6

23.12

6

3

Beban Puncak (MW)

5.130

8.083

13.14

1

4

Penambahan Transmisi

(kms)

6.944

20.53

1

24.83

9

5

Penambahan GI (MVA)

8.740

32.46

6

49.07

6

Note : Kapasitas eksisting 5.620 MW

(7)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

7

Rencana Pengembangan Sistem Kelistrikan Kalimantan

Disclaimer:

Lokasi Pembangkit

(8)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

8

(9)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

9

1.

Membentuk konsorsium untuk membangun Pembangkit Listrik

Tenaga Uap (PLTU);

2.

Membangun sendiri PLTU dengan kelebihan daya dijual ke PLN;

3.

Jaminan pasokan batubara untuk PLTU.

(10)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

10

Rencana Produksi dan Penjualan Batubara Nasional

2015

2016

2017

2018

2019

0

50

100

150

200

250

300

350

400

450

Produksi, Domestik, dan Ekspor Batubara

Tahun 2015-2019

Ju

ta

T

o

n

Berdasarkan Renstra ESDM Tahun 2015-2019 :

Rencana Produksi di Tahun 2015 sebesar 425 Juta

Ton dan meningkat menjadi 442 Juta Ton di Tahun

2019

Persentase Domestik terhadap Produksi Batubara

Nasional Tahun 2015 sebesar 21,7% dan meningkat

menjadi 34% di Tahun 2019

Berdasarkan RPJMN Tahun 2015-2019 (Perpres No. 2

Tahun 2015:

Rencana Produksi di Tahun 2015 sebesar 425 Juta

Ton dan menurun menjadi 400 Juta Ton di Tahun

2019

Persentase Domestik terhadap Produksi Batubara

Nasional Tahun 2015 sebesar 24% dan meningkat

menjadi 60% di Tahun 2019

2015

2016

2017

2018

2019

0

50

100

150

200

250

300

350

400

450

500

(11)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

11

Rencana Kebutuhan Batubara Dalam Negeri

PLTU Berdasarkan data RUPTL Tahun

2015-2019

Metalurgi :

1. PT. Krakatau Steel, PT. Meratus

Jaya Iron, PT. Krakatau Posco, PT.

Antam berdasarkan data yang

disampaikan

2. PT. Vale berdasarkan data Tahun

2013

Pupuk berdasarkan data yang

disampaikan PT. Pupuk Indonesia

Semen berdasarkan :

PT. Holcim dan PT. Semen Indonesia

berdasarkan data yang disampaikan

Tekstil berdasarkan data sebelumnya,

dengan asumsi naik 8% pertahun

Kertas berdasarkan Data Sebelumnya,

dengan asumsi naik 7% pertahun

Briket berdasarkan data dari AUBI

(12)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

12

Terima Kasih

(13)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

13

Rekapitulasi Izin Usaha Pertambangan Batubara

Status PKP2B Tahun 2015

Status IUP Tahun 2015

STATUS

EKS

BATUBARA

OP

JUMLAH

CNC

1.394

1.042

2436

NON

CNC

981

369

1350

(14)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

14

PKP2B = 75

Pertambangan Batubara = 3.786

Pulau Sumatera

PKP2B : 15

Pertambangan Batubara :

992

Pulau Sumatera

PKP2B : 15

Pertambangan Batubara :

992

Pulau Borneo

PKP2B : 60

Pertambangan Batubara :

2.687

Pulau Borneo

PKP2B : 60

Pertambangan Batubara :

2.687

Pulau Sulawesi

Pertambangan Batubara :

106

Pulau Sulawesi

Pertambangan Batubara :

106

Pulau Papua

Pertambangan Batubara :

119

Pulau Papua

Pertambangan Batubara :

119

Pulau Maluku

Pertambangan

Batubara : 12

Pulau Maluku

Pertambangan

Batubara : 12

Pulau Bali dan

Nusatenggara

Pertambangan Batubara : 1

Pulau Bali dan

Nusatenggara

Pertambangan Batubara : 1

Pulau Jawa

Pertambangan Batubara : 7

Pulau Jawa

Pertambangan Batubara : 7

Sumber : Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, 2015

(15)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

15

Realisasi Produksi dan Penjualan

Batubara

Produksi Batubara tumbuh sebesar 14% per tahun.

Persentase konsumsi batubara domestik sebesar 16-23% dari produksi , dengan

pertumbuhan 4% per tahun.

(16)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

16

Trend Harga Batubara Acuan Tahun 2014-2015

Keterangan :

(17)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

17

(18)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

18

(19)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

19

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Mineral dan Batubara

2009

2010

2011

2012

2013

*2014

0

5

10

15

20

25

30

28.4

Iuran tetap

Royalti

Penjualan hasil tambang

Total

P

N

B

P,

T

ri

ll

io

n

r

u

p

ia

h

2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 *2014 0.0 5.0 10.0 15.0 20.0 25.0 30.0 35.0 40.0 0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0 6.0

C

o

a

l

n

o

n

-t

a

x

r

e

v

e

n

u

e

,

Tr

ii

ll

io

n

r

u

p

ia

h

P

N

B

P

M

in

e

ra

l,

T

ri

ly

u

n

r

u

p

ia

h

29%

17%

12%

Pertumbuhan PNBP

batubara 28,7% dan

mineral 11,8%

Rata-rata kenaikan PNBP mineral

dan batubara sebesar 17,2%

pertahun

perbandingan antara pajak dan

non pajak adalah 3:1

Penerimaan negara dari sektor

pertambangan tahun 2013

sebesar 145,1 Trilliun rupiah

(9,7% dari APBN)

(20)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

20

Rencana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

(21)

KESDM

[image:21.780.35.382.64.507.2]

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

21

Grafik Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Keterangan :

Trend penerimaan Negara Bukan Pajak

Minerba cenderung meningkat

(22)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

22

Rencana Pengembangan Sistem Kelistrikan Jawa Bali

CRATA CBATU SGLNG BKASI CIBNG CWANG KMBNG GNDUL BRAJA UJBRG MDCAN BDSLN ADIPALA RWALO PEDAN UNGAR TASIK KDIRI SOLO GRSIK SBBRT DEPOK PITON SBSLN NGBNG CSKAN PS PLTU 2x1.000 MW PMLNG

PLTU 1x1.000 MW

CLCAP IPP BANGIL NEW ANTOSARI SRLYA MTWAR IDRMYU BANTEN XBOGOR CGRLNG MKRNG DKSBI PRIOK CLGON JATENG IPP TJATI B PLTU 2x1.000 MW

PLTU 2x660 MW

GRATI TANDES CBTUBRU TMBUN ~ ~ ~SURALAYA

~

~

~

~

~

~

~

~

~

Disclaimer:

Lokasi Pembangkit

maupun GI hanya indikatif awal

3

2

4

5

1

1. PLTU Jawa-7 2x1000 MW (2019/20) 2. PLTU Jawa-9 600 MW (2018) 3. PLTU Banten 625 MW (2016) 4. PLTU Jawa-5 2x1000 MW (2020/21) 5. PLTU Lontar Exp #4 315 MW (2018)

6. PLTGU Peaker Muara Karang 500 MW (2017) 7. PLTU Jawa-12 2x1000 MW (2019/20) 8. PLTGU Jawa-2 800 MW (2018)

9. PLTGU Muara Tawar Add-on Blok 2,3,4 650 MW (2017) 10. PLTGU Jawa-1 2x800 MW (2018)

11. PLTU Jawa-6 2x1000 MW (2023)

6 7

8

9

12. PLTU Indramayu #4,5 2x1000 MW (2019/24) 13. PLTGU/MG Peaker Jawa-Bali 1 450 MW (2017) 14. Upper Cisokan PS 4x260 MW (2019)

15. PLTA Rajamandala 47 MW (2017) 16. PLTA Jatigede 2x55 MW (2019) 17. Matenggeng PS 4x225 (2022/23) 18. PLTU Cilacap 614 MW (2015) 19. PLTU Jawa-8 1x1000 MW (2019) 20. PLTU Jawa-1 1x1.000 MW (2019) 21. PLTU Jawa-3 2x660 (2021/22) 22. PLTU Jawa-3 2x660 (2021/22) 23. PLTU Jawa-4 2x1000 MW (2021/22)

10

1112

13

14 15

16

17

18

19

20

24. PLTU Adipala 660 MW (2015) 25. PLTU Jawa-10 1x600 MW (2021) 26. PLTU Jawa-13 2x1000 MW (2023/24) 27. PLTGU Jawa-3 800 MW (2018)

28. PLTGU/MG Peaker Jawa-Bali 2 450 MW (2017) 29. PLTGU Grati 450 MW (2016/17)

30. PLTU Clk. Bawang 380 MW (2015) 31. PLTMG Pesanggaran 200 MW (2015) 32. PLTU Jawa-11 1x600 MW (2019) 33. PLTGU/MG Jawa-Bali 3 450 MW (2017) 34. PLTGU/MG Jawa-Bali 4 450 MW (2016/17)

21

22

2324

25

26

27

28

29

30

GITET 500 kV

Keterangan :

SUTET 500 kV Pembangkit

Rencana GITET 500 kV Rencana SUTET 500 kV Rencana Pembangkit

~

31

34

33

(23)

KESDM

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

23

Sumberdaya dan Cadangan Batubara Indonesia

Gambar

Grafik Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Referensi

Dokumen terkait

Dengan menggunakan data teknis dan ekonomi pembangkit listrik, dengan tahun dasar 2010 dihitung biaya pembangkitan listrik PLTU batubara yang telah mempertimbangkan

Batubara diperkirakan paling dominan digunakan sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik di masa datang. Penggunaan batubara dalam jumlah yang besar akan meningkatkan emisi gas

Pemerintah memberlakukan batasan atas harga energi pada level tertentu, tidak jarang investasi dalam pemba - ngunan pembangkit listrik, kilang minyak, tambang batubara akan

Sampai dengan saat ini penggunaan batubara sebagai bahan bakar pada pembangkit tenaga listrik dinilai sangat ekonomis, sehingga pemanfaatannya semakin meningkat

Co-firing pembangkit listrik tenaga batubara adalah teknologi yang menggantikan batubara dengan bahan bakar dari sumber terbarukan dengan perbandingan komposisi tertentu, dan

Pemerintah juga mengeluarkan Permen ESDM Nomor 3 Tahun 2015 yang mengatur prosedur pembelian tenaga listrik dan harga patokan tenaga listrik dari PLTU Mulut Tambang, PLTU

Untuk membangun fasilitas pembangkit listrik dengan bahan bakar batubara, maka hal terpenting yang harus diperhatikan dalam mendesain fasilitas tersebut adalah sifat-sifat dan

tentang standar emisi untuk pembangkit listrik di Indonesia, mendorong upaya untuk selalu mengurangi emisi tersebut. Batubara diperkirakan paling dominan digunakan sebagai