SISWA KELAS V MI ROUDLOTUL BANAT SIDOARJO
SKRIPSI Oleh: SITI AROFAH NIM: D97212108
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
i
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Dosen Pembimbing: Dr. Jauharoti Alfin, S. Pd, M.Si
Kata Kunci: keterampilan Membaca Pemahaman, Bahasa Indonesia, Metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC).
Latar belakang penelitian ini adanya kesulitan yang dialami siswa kelas V MI Roudlotul Banat Sidoarjo dalam membaca pemahaman yaitu mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dalam sebuah cerita. Data yang didapatkan menunjukkan dari 18 siswa , hanya 7 siswa mampu memperoleh nilai di atas KKM yaitu 75 dan 11 anak lainnya mendapatkan nilai di bawah KKM. Sehingga peneliti ingin memberikan solusi atas permasalahan ini melalui metode CIRC.
Rumusan masalah penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana peningkatan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas V MI Roudlotul Banat sebelum diterapkan metode CIRC?, (2) Bagaimana penerapan metode CIRC dalam rangka meningkatkan keterampilan membaca pemahaman pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V MI Roudlotul Banat?, (3) Bagaimana peningkatan keterampilan membaca pemahaman pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V MI Roudlotul Banat sesudah diterapkan metode CIRC?
Metode penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian tindakan kelas dengan model Kurt Lewin. Dalam satu siklus terdiri empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V MI Roudlotul Banat Sidoarjo yang terdiri dari 18 siswa. Tindakan yang dilakukan adalah penerapan metode CIRC untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa. Teknik pengumpulan data berupa tes tulis, wawancara, observasi, dan dokumentasi.
i
HALAMAN PERSEMBAHAN ...iv
HALAMAN PERSETUJUAN ...vi
HALAMAN PENGESAHAN ...vii
ABSTRAK ...viii
KATA PENGANTAR ...ix
DAFTAR ISI ...xi
DAFTAR GAMBAR ...xiv
DAFTAR TABEL ...xv
DAFTAR GRAFIK ...xvi
BAB I PENDAHULUAN ...1
A. Latar Belakang ...1
B. Rumusan Masalah ...6
C. Tindakan yang Dipilih...6
D. Tujuan Penelitian ...7
E. Lingkup Penelitian ...7
F. Manfaat Penelitian ...8
BAB II KAJIAN TEORI ...10
A. Keterampilan Membaca ...10
1. Hakikat Keterampilan Membaca...10
2. Tujuan Membaca ...12
3. Aspek-aspek Membaca ...12
B. Membaca Pemahaman ...14
1. Pengertian Membaca Pemahaman ...14
2. Prinsip-prinsip Membaca Pemahaman ...15
3. Langkah-langkah Membaca Pemahaman ...16
ii
4. Ruang Lingkup Bahasa Indonesia ...19
5. Materi Mengidentifikasi Unsur-unsur Intrinsik ...21
D. Metode CIRC ...25
1. Pengertian Metode CIRC ...25
2. Ciri-ciri Pembelajaran CIRC ...26
3. Unsur-unsur Pembelajaran CIRC ...26
4. Langkah-langakah Pembelajaran CIRC ...28
5. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran CIRC ...29
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS ...31
A. Metode Penelitian...31
B. Setting Penelitian dan Karakteristik Subjek Penelitian ...34
C. Variabel Penelitian ...34
D. Rencana Tindakan ...35
E. Data dan Cara Pengumpulan ...39
F. Indikator Kinerja ...50
G. Tim Peneliti ...51
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA ...53
A. Profil Sekolah ...53
B. Hasil Penelitian Persiklus ...54
1. Siklus I ...54
2. Siklus II ...70
iii
Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas V MI Roudlotul Banat ...89
3. Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V MI Roudlotul Banat Sesudah diterapkan Metode Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) ...101
BAB V PENUTUP ...106
A. Kesimpulan ...106
B. Saran ...107
DAFTAR PUSTAKA
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
RIWAYAT HIDUP
iv
Gambar 3.1 Model PTK Kurt Lewin ... 33
Gambar 4.1 Kegiatan awal pembelajaran ... 56
Gambar 4.2 Kegiatan siswa berdiskusi ... 58
Gambar 4.3 Kegiatan siswa aktif mengerjakan soal evaluasi ... 59
Gambar 4.4 Siswa aktif berdiskusi... 74
Gambar 4.5 Guru berkeliling ketika siswa berdiskusi ... 75
Gambar 4.6 Siswa mempresentasikan hasil diskusi ... 75
v
Tabel 3.2 Kisi-kisi Penilaian ... 41
Tabel 3.3: Kisi-kisi Soal ... 41
Tabel 3.4 Lembar Observasi Aktivitas Guru ... 43
Tabel 3.5 Lembar Observasi Aktivitas Siswa ... 44
Tabel 3.6 Panduan Wawancara Untuk Guru ... 46
Tabel 3.7 Panduan Wawancara Untuk Siswa ... 46
Tabel 3.8 Kriteria Tingkat Keberhasilan Siswa ... 50
Tabel 4.1 Nama-nama Kelompok Siklus I ... 57
Tabel 4.2 Penilaian Kelompok Siswa Siklus I ... 60
Tabel 4.3 Hasil Tes Tulis Siklus I ... 61
Tabel 4.4 Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa Siklus I ... 62
Tabel 4.5 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I ... 64
Tabel 4.6 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I ... 66
Tabel 4.7 Nama-nama Kelompok Siklus II ... 73
Tabel 4.8 Penilaian Kelompok Siswa Siklus II ... 77
Tabel 4.9 Hasil Tes Tulis Siklus II ... 78
Tabel 4.10 Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa Siklus II ... 79
Tabel 4.11 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II ... 80
Tabel 4.12 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II ... 83
vi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Membaca merupakan salah satu kegiatan berbahasa tulis yang bersifat
reseptif. Disebut reseptif karena dengan membaca, seseorang akan dapat
memperoleh informasi, memperoleh ilmu, dan pengetahuan serta
pengalaman-pengalaman baru. Semua yang diperoleh melalui bacaan itu akan
memungkinkan orang tersebut dapat mempertinggi daya pikir, mempertajam
pandangan, dan memperluas wawasan. Dengan demikian, dapat dikatakan
bahwa kegiatan membaca merupakan kegiatan yang sangat diperlukan oleh
siapapun yang ingin maju dan meningkatkan diri. Oleh karena itu, membaca
merupakan salah satu kebutuhan manusia di zaman teknologi informasi ini.
Atas dasar itu, membaca termasuk ke dalam salah satu aspek keterampilan
berbahasa yang diajarkan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.1
Membaca adalah sebuah perantara, kita membaca untuk belajar.
Perintah membaca merupakan perintah yang sangat berharga yang
diperintahkan kepada manusia. Sebagaimana telah ditetapkan Allah bahwa
wahyu yang pertama diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui
perantara malaikat Jibril dibulan Ramadhan yaitu Surah Al-Alaq ayat 1-5 yang
berbunyi:
Mohd. Harun, Pembelajaran Bahasa Indonesia, (Aceh: ERA, 2007), 133.
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(QS. Al Alaq: 1 -5)
Keterampilan membaca pada umumnya diperoleh dengan cara
mempelajarinya di sekolah. Khusus untuk sekolah dasar (SD) kelas awal,
kegiatan membaca diarahkan agar siswa mampu memahami dan melafalkan
kalimat. Untuk mencapai maksud tersebut, guru dituntut untuk mampu
membantu siswa mengembangkan kemampuan membaca mereka. Tugas utama
guru yang utama adalah menggabungkan dasar-dasar kemampuan membca
yang sangat diperlukan siswa agar mereka dapat mengikuti proses
pembelajaran selanjutnya.
Pembelajaran membaca di SD mempunyai peranan penting dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia. Melalui pembelajaran membaca, guru dapat
mengembangkan nilai-nilai moral, kemampuan bernalar, dan kreatifitas anak
didik. Kemampuan membaca selalu ada dalam setiap tema pembelajaran. Hal
tersebut menunjukkan pentingnya penguasaan kemampuan membaca, karena
kemampuan membaca merupakan salah satu standar kemampuan berbahasa
dan sastra indonesia yang harus dicapai dalam jenjang pendidikan, termasuk di
jenjang sekolah dasar. Kemampuan membaca menjadi dasar yang utama tidak
hanya bagi pengajaran bahasa itu sendiri, tetapi juga bagi pengajaran mata
pelajaran yang lain.
Tujuan akhir membaca adalah memahami isi bacaan, tetapi kenyataan
yang dapat membaca lancar suatu bahan bacaan tetapi tidak memahami isi
bahan bacaan tersebut. Membaca pemahaman merupakan salah satu aspek
kemampuan berbahasa yang harus dikuasi oleh siswa sekolah dasar terutama
pada kelas lanjut. Melalui kegiatan ini siswa dapat memperoleh informasi
secara aktif reseptif.
Masalah keterampilan memahami isi bacaan juga terjadi di MI
Roudlotul Banat Sepanjang Sidoarjo. Berdasarkan hasil wawancara dengan
wali kelas V, banyak siswa kelas V yang masih belum bisa memahami isi
bacaan dengan benar. Masalah tersebut dibuktikan dengan hasil memahami
siswa kelas V ketika guru memberikan tugas untuk memahami isi bacaan,
masih banyak yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Data yang didapatkan menunjukkan terdapat 7 anak mampu memahami isi
bacaan dengan menyebutkan tokoh cerita dengan benar, tema cerita dengan
tepat, latar dalam cerita dengan benar, dan amanat dalam cerita sesuai.
Sehingga mereka mendapat nilai diatas KKM dengan rata-rata nilai 80,5.
Adapun 11 anak mendapatkan nilai dibawah KKM yaitu dengan rata-rata nilai
57 karena mereka memahami isi bacaan dengan menyebutkan tokoh cerita
yang kurang benar, tema cerita kurang tepat, latar cerita kurang benar, dan
amanat dalam cerita kurang sesuai.2
Berdasarkan analisis peneliti terhadap nilai evaluasi hasil belajar siswa
membaca pemahaman pada mata pelajaran bahasa indonesia kelas V MI
Roudlotul Banat, masalah mendasar disebabkan oleh beberapa faktor, baik
2
faktor guru maupun dari siswa sendiri. Faktor-faktor tersebut misalnya, metode
dan metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru masih konvensional, guru
hanya memberikan bahan bacaan kemudian menugaskan siswa untuk membaca
dalam hati kemudian mengerjakan tugas yang telah diberikan, hal ini diberikan
secara berulang-ulang dalam setiap pembelajaran membaca, sehingga siswa
kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu minat baca siswa
rendah, bahkan cenderung ramai tidak disiplin.
Sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman
siswa kelas V MI Roudlotul Banat Sepanjang Sidoarjo dapat dilakukan dengan
menggunakan metode Cooperative Integrated Reading And Composition
(CIRC). Hal ini dikarenakan metode Cooperative Integrated Reading And
Composition (CIRC) merupakan salah satu metode yang dapat diterapkan
untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak terutama dalam membaca
pemahaman. Metode ini bersifat kooperatif sehingga dapat meningkatkan
kerjasama antar siswa, semua siswa dibimbing dan diarahkan untuk aktif dan
kreatif sehingga waktu pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Hasil
penelitian tentang pembelajaran struktur cerita mengidentifikasikan bahwa
CIRC bisa meningkatkan hasil belajar siswa yang rendah. Disamping itu,
berdasarkan pada beberapa hasil penelitian, siswa juga bisa membuat dan
menjelaskan prediksi tentang bagaimana masalah bisa diselesaikan dan
meringkaskan unsur-unsur utama suatu cerita kepada unsur cerita yang lain.
Kedua kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan membaca
Sebagaimana hasil pencarian penelitan terdahulu mengenai
keterampilan membaca pemahaman melalui metode CIRC yang didapat antar
lain: Abdullah Hakim3 dan Siti Zulaekah4. Adapun untuk perbedaan penelitian
yang dilakukan oleh peneliti dengan para peneliti terdahulu yaitu, Abdullah
Hakim melakukan penelitian peningkatan kemampuan membaca pemahaman
menggunakan metode CIRC. Sedangkan Siti Zulaekah menerapkan moetode
CIRC untuk meningkatkan minat dan kemampuan menulis paragraf deskriptif.
Abdullah Hakim dan Siti Zulaekah sama-sama menggunakan metode CIRC
hanya saja yang dikaji berbeda, Abdullah Hakim mengkaji tentang membaca
pemahaman sedangkan Siti Zulaekah untuk meningkatkan minat dan
kemampuan menulis paragraf deskriptif. Sedangkan peneliti menggunakan
metode CIRC untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman.
Berdasarkan paparan diatas, maka peneliti akan mengkaji masalah
tersebut melalui penelitian tindakan kelas dengan judul Peningkatan
Keterampilan Membaca Pemahaman Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Metode Cooperative, Integrated, Reading, And Composition (CIRC)Siswa Kelas V MIRoudlotul Banat Sidoarjo”.
3
Abdullah Hakim,Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Penggunaan Metode Cooperative Intergrated Reading And Composition (CIRC) Bagi Siswa Kelas V SD Negeri Temandgal Kalasan Tahun Pelajaran 2013/2014, Skripsi,(Yogyakarta, PGSD Universitas Negeri Yogyakarta, 2014)
4
Siti Zulaekah, penerapan metode pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) Untuk Meningkatkan Minat dan kemampuan menulis paragraf deskriptif
mata pelajaran bahasa indonesia: studi kasus pada siswa kelas IV MI Ma’arif Klandon
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut dapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana peningkatan keterampilan membaca pemahaman pada mata
pelajaran Bahasa Indonesia kelas V MI Roudlotul Banat sebelum
diterapkan metode Cooperative Integrated Reading and Composition
(CIRC) ?
2. Bagaimana penerapan metode pembelajaran Cooperative Integrated
Reading and Composition (CIRC) dalam rangka meningkatkan
keterampilan membaca pemahaman pada mata pelajaran Bahasa Indonesia
di kelas V MI Roudlotul Banat ?
3. Bagaimana peningkatan keterampilan membaca pemahaman pada mata
pelajaran Bahasa Indonesia kelas V MI Roudlotul Banat sesudah
diterapkan metode Cooperative Integrated Reading and Composition
(CIRC) ?
C. Tindakan yang Dipilih
Tindakan yang dipilih untuk pemecahan masalah yang dihadapi dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu dengan menggunakan metode
Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Dengan
penggunaan metode Cooperative Integrated Reading and Composition
(CIRC) diharapkan keterampilan membaca pemahaman siswa dapat
D. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang hendak dicapai peneliti dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui peningkatan keterampilan membaca pemahaman siswa
kelas V MI Roudlotul Banat sebelum diterapkan metode Cooperative
Integrated Reading and Composition(CIRC).
2. Untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran Cooperative
Integrated Reading and Composition (CIRC) dalam randka meningkatkan
keterampilan membaca pemahaman pada mata pelajaran Bahasa
Indonesia di kelas V MI Roudlotul Banat.
3. Untuk mengetahui peningkatan keterampilan membaca pemahaman siswa
kelas V MI Roudlotul Banat sesudah diterapkan metode Cooperative
Integrated Reading and Composition(CIRC).
E. Lingkup Penelitian
Agar penelitian ini bisa tuntas dan terfokus, sehingga hasil
penelitiannya akurat, dan permasalahan di atas akan dibatasi pada hal-hal
dibawah ini :
1. Mata pelajaran Bahasa Indonesia pada keterampilan mendengarkan KD
5.2 Mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat)
2. Subjek penelitian adalah pada siswa kelas V MI Roudlotul Banat Sidoarjo
semester Genap tahun ajaran 2015/2016, karena kelas ini terdapat
peningkatan keterampilan membaca pemahaman. PTK ini dilakukan
sebanyak 2 Pertemuan , tiap pertemuan 2 jam pelajaran (dua RPP).
3. Metode yang dipakai adalah metode Cooperative Integrated Reading and
Composition(CIRC).
F. Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian, maka signifikasi penelitian ini adalah
sebagai berikut :
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi pemikiran mengenai
metode alternative dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia yang berkaitan
dengan materi membaca pemahaman, dan menambah wawasan baru
pengembangan teori membaca pemahaman dengan metode Cooperative
Integrated Reading and Composition(CIRC).
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Guru
1) Memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya.
2) Dapat digunakan sebagai salah satu alternatif metode
pembelajaran yang digunakan untuk mengajarkan materi
membaca pemahaman yang lebih efektif, inovatif, dan
menyenangkan bagi siswa.
b. Bagi Siswa
1) Meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya kemampuan
2) Meningkatkan keaktifan dan kreatifitas siswa dalam proses
pembelajaran
c. Bagi Sekolah
1) Sebagai bahan pertimbangan bagi sekolah dalam meningkatkan
kualitas proses belajar mengajar, khususnya mata pelajaran
Bahasa Indonesia tentang membaca pemahaman.
2) Meningkatkan kinerja sekolah melalui peningkatan
BAB II KAJIAN TEORI
A.Keterampilan Membaca
1. Hakikat Keterampilan Membaca
Pada pembelajaran bahasa terdapat empat keterampilan berbahasa.
Empat keterampilan tersebut antara lain: keterampilan menyimak,
keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis.
Keterampilan membaca merupakan suatu proses yang dilakukan
serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak
disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis.1
Selain itu membaca juga merupakan kegiatan untuk mendapatkan
makna dari apa yang tertulis dalam teks, sehingga selain perlu menguasai
bahasa yang dipergunakan seorang pembaca juga mengaktifkan berbagai
proses mental dalam sistem kognisinya.2
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, keterampilan berasal dari
kata terampil yang artinya cakap dalam menyelesaikan tugas; mampu dan
cekatan. Keterampilan sendiri diartikan sebagai suatu kecakapan untuk
menyelesaikan tugas.3 Keterampilan ialah kegiatan yang berhubungan
dengan urat syaraf dan otot-otot (neuromuscular) yang lazimnya tampak
1
Henry Guntur Tarigan, Membaca sebagai keterampilan berbahasa, (Bandung: Andkasa, 2008),7. 2
Iskandarwassid, Strategi pembelajaran bahasa, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013), 246. 3
Tim Penyusun, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Pusat Bahasa, 2008), 1688.
dalam kegiatan jasmaniyah seperti menulis, mengetik, olahraga, dan
sebagainya.4
Dari segi linguistik, membaca adalah suatu proses penyangian
kembali dan membaca sandi, berlainan dengan berbicara dan menulis yang
justru melibatkan penyangian. Sebuah aspek pembacaan sandi adalah
menghubungkan kata-kata tulis dengan makna bahasa lisan yang
mencakup pengubahan tulisan/cetakan menjadi bunyi yang bermakna.
Membaca dapat pula diartikan sebagai suatu metode yang kita pergunakan
untuk berkomunikasi dengan diri kita sendiri dan kadang-kadang dengan
orang lain yaitu mengkomunikasikan makna yang terkandung atau tersirat
pada lambang-lambang tertulis. Selain itu membaca dapat pula dianggap
sebagai suatu proses untuk memahami yang tersirat dalam yang tersurat,
melihat pikiran yang terkandung di dalam kata-kata yang tertulis.
Dari berbagai pengertian membaca di atas, dapat ditarik
kesimpulan bahwa kegiatan membaca adalah suatu kegiatan memahami
isi, ide atau gagasan baik yang tersurat maupun tersirat dalam bahan
bacaan, sehingga dapat mengambil makna dari pesan yang hendak
disampaikan oleh penulis. Dengan demikian, pemahaman menjadi produk
yang dapat diukur dalam kegiatan membaca, bukan perilaku fisik pada saat
membaca.
2. Tujuan Membaca
4
Tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta
memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan. Makna
arti erat sekali berhubungan dengan maksud tujuan, atau intensif kita
dalam membaca.
a. Tujuan membaca mencakup:
1) Membaca untuk memperoleh perincian-perncian atau fakta-fakta
2) Membaca untuk memperoleh ide-ide utama
3) Membaca untuk mengetahui urutan atau susunan, organisasi cerita
4) Membaca untuk menyimpulkan
5) Membaca untuk mengklasifikasikan
6) Membaca untuk menilai
7) Membaca untuk memperbandingkan atau mempertentangkan.
Adapun tujuan membaca pada penelitian ini adalah membaca
untuk memahami isi dari suatu bahan bacaan secara keseluruhan sehingga
pemahaman yang komprehensif tentang isi bacaan tercapai.
3. Aspek-aspek Membaca
Telah diutarakan di atas bahwa membaca merupakan suatu
keterampilan yang kompleks yang melibatkan serangkaian keterampilan
yang lebih kecil.
Sebagai garis besarnya, terdapat dua aspek penting dalam
membaca, yaitu:
a. Keterampilan yang bersifat mekanis yng dapat dianggap berada pada
1) Pengenalan bentuk huruf
2) Pengenalan unsur-unsur linguistik (fonem, kata, frase, pola klausa,
kalimat dan lain-lain)
3) Pengenalan hubungan pola ejaan dan bunyi
4) Kecepatan membaca ke taraf lambat.
b. Keterampilan yang bersifat pemahaman yang dapat dianggap berada
pada urutan yang lebih tinggi, yang paling erat adalah dengan membaca
dalam hati, yang dapat pula dibagi atas:
1) Membaca ekstensif, yang mencakup: membaca survei, membaca
sekilas, membaca dangkal
2) Membaca intensif, yang mencakup: membaca telaah isi dan
membaca telaah bahasa.
Membaca telaah isi yang mencakup: (1) membaca teliti, (2)
membaca pemahaman, (3) membaca kritis, (4) membaca ide.
Sedangkan membaca telaah bahasa mencakup: (1) membaca
bahasa asing, dan (2) membaca sastra.
B. Membaca Pemahaman
1. Pengertian Membaca Pemahaman
Membaca pemahaman merupakan suatu proses pemerolehan
telah dimiliki oleh pembaca serta dihubungkan dengan isi bacaan.5 Sedangkan membaca pemahaman juga dapat diartikan sejenis membaca
yang bertujuan untuk memahami standar-standar atau norma-norma
kesastraan, resensi kritis, drama tulis, serta pola-pola fiksi.6
Membaca pemahaman didefinisikan pula sebagai salah satu macam
membaca yang bertujuan memahami isi bacaan.7 Kemampuan membaca
sangat kompleks dan bukan hanya kemampuan teknik membacanya saja,
tetapi juga kemampuan dalam pemahaman dan interprestasi isi bacaan.
Pemahaman merupakan salah satu aspek yang penting dalam
kegiatan membaca, sebab pada hakikatnya pemahaman suatu bahan
bacaan dapat meningkatkan keterampilan membaca itu sendiri maupun
untuk tujuan tertentu yang hendak dicapai. Jadi, kemampuan membaca
dapat diartikan sebagai kemampuan dalam memahami bahan bacaan.
Dari berbagai pengertian diatas, dapat ditarik kesimpulan
sederhana bahwa membaca pemahaman adalah kegiatan membaca untuk
memahami isi bacaan secara menyeluruh, baik yang tersirat maupun yang
tersurat dari bahan bacaan tersebut.
2. Prinsip-prinsip membaca pemahaman
5
Samsu Somadayo, Strategi dan Teknik Pembelajaran Membaca, (Yogyakarta: Grahailmu, 2011), 10.
6
Henry Guntur Tarigan, Membaca sebagai keterampilan berbahasa, (Bandung: Andkasa, 2008), 58.
7
McLaughin & Allenn mengemukakan prinsip-prinsip membaca
pemahaman adalah sebgai berikut:8
a. Pemahaman merupakan proses kontruktivis sosial
b. Keseimbangan kemahiraksaraan adalah kerangka kerja kurikulum
yang membantu perkembangan pemahaman
c. Guru yang membaca profesional (unggul) akan mempengaruhi belajar
siswa
d. Pembaca yang baik memegang peranan yang strategis dan berperan
aktif dalam proses membaca
e. Membaca hendaknya terjadi dalam konteks yang bermakna
f. Siswa menemukan manfaat membaca yang berasal dari berbagai teks
pada berbagai tingkat kelas
g. Perkembangan kosa kata dan pembelajaran mempengaruhi
pemahaman membaca
h. Pengikutsertaan adalah faktor kunci pada proses pemahaman
i. Strategi dan keterampilan membaca bisa diajarkan, dan
j. Assesmen yang dinamis menginformasikan pembelajaran membaca
pemahaman
3. Langkah-langkah membaca pemahaman
Di dalam memahami bacaan, ada beberapa langkah yang perlu
dilakukan oleh pembaca, yaitu : a. Menentukan tujuan membaca, b.
Preview artinya membaca selayang pandang, c. Membaca secara
8
keseluruhan isi bacaan dengan cermat sehingga kita dapat menentukan ide
pokok yang tertuang pada setiap paragrafnya, d. Mengemukakan kembali
isi bacaan dengan kalimat dan kata-kata sendiri.
Adanya kemampuan membaca yang tinggi diharapkan dapat
menangkap ide-ide pokok yang terdapat dalam bahan bacaan, menemukan
hubungan suatu ide ide pokok dengan ide pokok yang lain serta secara
keseluruhannya, selanjutnya dapat menghubungkan apa yang dipahami
dari bacaan tersebut dengan ide-ide diluar bacaan. Membaca merupakan
perbuatan yang dilakukan berdasarkan kerjasama beberapa aktivitas
seperti, mengamati, memahami ide, curahan jiwa, dan aktivitas jiwa
seseorang yang tertuang dalam bahan bacaan.
C.Bahasa Indonesia
1. Hakikat Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang mengajarkan
komunikasi baik lisan maupun tulis dengan baik dan benar. Bahasa
Indonesia harus diajarkan disekolah dasar.
Bahasa merupakan sistem lambang bunyi berartikulasi yang
bersifat sewenang-wenang dan konvensional yang dipakai sebagai alat
komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran.9 Sedangkan bahasa
Indonesia merupakan bahasa nasional yang digunakan di negara Indonesia.
Hal ini merupakan salah satu sebab pelajaran bahasa Indonesia diajarkan
di semua jenjang pendidikan formal.
9
2. Kedudukan Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting yang
tercantum di dalam:10
a. Ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 dengan bunyi, “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.
b. Undang-Undang Dasar RI 1945 Bab XV (Bendera, Bahasa, dan
Lambang Negara, serta lagu kebangsaan) pasal 36 menyatakan bahwa “Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”.
3. Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia di MI
Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah salah
satu program yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan,
keterampilan berbahasa peserta didik, serta sikap positif terhadap Bahasa
dan Sastra Indonesia.
Tujuan mata pelajaran bahasa Indonesia di MI/SD yaitu:11
a. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang
berlaku, baik secara lisan maupun tulis,
b. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa
persatuan dan bahasa negara,
10
Sukma Pratiwi, Rangkuman Penting Intisari 4 Matapelajaran Utama SD Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, (Jakarta: ARC Media, 2015), 304.
11
c. Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan
kreatif untuk berbagai tujuan,
d. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan
kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial,
e. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas
wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan
dan kemampuan berbahasa,
f. Menghargai dan mengembangkan sastra Indonesia sebagai khazanah
budaya dan intelektual manusia Indonesia.
4. Ruang Lingkup Bahasa Indonesia
Ruang lingkup mata pelajaran bahasa Indonesia mencakup
komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang
meliputi aspek-aspek sebagai berikut:12
a. Mendengarkan
Kompetensi untuk aspek mendengarkan yang diajarkan di kelas V
yaitu, menanggapi penjelasan narasumber (petani, pedagang, nelayan,
karyawan, dll) dengan memperhatikan santun berbahasa,
mengidentifikasi unsur cerita tentang cerita rakyat yang didengarnya,
menanggapi cerita tentang peristiwa yang terjadi di sekitar yang
disampaikan secara lisan, dan mengidentifikasi unsur cerita (tokoh,
tema, latar, amanat).
12
b. Berbicara
Kompetensi untuk aspek berbicara yang diajarkan di kelas V yaitu,
menanggapi suatu persoalan atau peristiwa dan memberikan saran
pemecahannya dengan memperhatikan pilihan kata dan santun
berbahasa, menceritakan hasil pengamatan/kunjungan dengan bahasa
runtut, baik, dan benar, berwawancara sederhana dengan narasumber
(petani, pedagang, nelayan, karyawan, dll) dengan memperhatikan
pilihan kata dan santun berbahasa, mengomentari persoalan faktual
disertai alasan yang mendukung dengan memperhatikan pilihan kata
dan santun berbahasa, memerankan tokoh drama dengan lafal, intonasi,
dan ekspresi yang tepat.
c. Membaca
Standar kompetensi untuk aspek membaca kelas V yaitu, membaca teks
percakapan dengan lafal dn intonasi yang tepat, menemukan gagasan
utama suatu teks yang dibaca dengan kecepatan 75 kata per menit,
membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat, membandingkan
isi dua teks yang dibaca dengan membaca sekilas, menemukan
informasi secara cepat dari berbagai teks khusus (buku petunjuk
telepon, jadwal pelajaran, daftar susunan acara, daftar menu, dll) yang
dilakukan melalui membaca memindai, dan menyimpulkan isi cerita
anak dalam beberapa kalimat.
Pada aspek menulis, standar kompetensi yang diajarkan di kelas V
meliputi, menulis karangan berdasarkan pengalaman dengan
memperhatikan pilihan kata dan penggunaan ejaan, menulis surat
undangan (ulang tahun, acara agama, kegiatan sejolah, kenaikan kelas,
dll) dengan kalimatt efektif dan memperhatikan penggunaan ejaan,
menulis dialog sederhana antara dua atau tiga tokoh dengan
memperhatikan isi serta perannya, meringkas isi buku yang dipilih
sendiri dengan memperhatikan penggunaan ejaan, menulis laporan
pngamatan atau kunjungan berdasarkan tahapan (catatan, konsep awal,
perbaikan, final) degan memperhatikan penggunaan ejaan, dan menulis
puisi bebas dengan pilihan kata yang tepat.
Pembelajaran apresiasi sastra SD dilaksanakan melalui 4
keterampilan berbahasa (mendengarkan karya sastra, membicarakan unsur
yang terkandung di dalam karya itu, membaca aneka ragam karya sastra
anak, kemudian menulis apa-apa yang terkandung dalam pikiran, perasaan,
dan sebagainya).13
5. Materi Mengidentifikasi Unsur-Unsur Intrinsik
Unsur-unsur intrinsik terdiri atas alur, tema, tokoh, latar, amanat,
sudut pandang, dan konflik.
a. Alur
Alur atau plot adalah rangkaian peristiwa yang terjadi dari awal cerita
hingga akhir cerita. Alur juga bisa diartikan sebagai hubungan antara
13
peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain berdasarkan hubungan
sebab akibat. Ada tiga jenis alur, yaitu alur maju, alur mundur, dan
alur campuran. Pada alur maju, pengarang memulai cerita pada saat
cerita itu dimulai hingga cerita berakhir. Berbeda dengan alur maju,
pengarang yang memulai cerita dengan alur mundur menceritakan
peristiwa sekarang, lalu bercerita tentang rangkaian peristiwa di masa
lalu tentang sebab peristiwa sekarang itu terjadi. Alur campuran
dipakai pengarang dengan mengkombinasikan kedua alur, yaitu alur
maju dan alur mundur dalam cerita yang ditulisnya. Alur terdiri atas
tiga tahapan, yaitu pengenalan, keadaan mulai bergerak, keadaan
mulai memuncak, klimaks, dan penyelesaian.
b. Tema
Tema adalah masalah yang menjiwai dan mendasari cerita secara
menyeluruh. Sebuah cerita pasti memiliki pokok masalah yang
membuat cerita terus berkembang. Tema dapat ditafsirkan dengan menjawab pertanyaan, tentang “apa yang dibicarakan oleh
pengarang?”. Banyak tema yang dipilih pengarang untuk menyusun
ceritanya, misalnya tema cinta, keluarga, ketuhanan, masalah sosial,
kemanusiaan, dan lain-lain.
c. Tokoh
Tokoh adalah para pelaku peristiwa dalam sebuah cerita. Pada
manusia. Dalam cerita modern kerap dijumpai tokoh binatang atau
benda.
Ada tiga jenis tokoh, yakni protagonis, antagonis, dan tritagonis.
1) Protagonis (tokoh utama)
Tokoh ini sangat berperan dan menentukan dalam cerita. Cerita
sangat bergantung pada tokoh ini. Tanpa tokoh ini, alur cerita
tidak akan berjalan dengan baik.
2) Antagonis (tokoh yang berlawanan dengan tokoh utama)
Tokoh ini merupakan tokoh lawan atau pihak yang
bersebrangan dengan tokoh utama . tokoh antagonis tidak
identik dengan tokoh jahat. Bisa saja tokoh antagonis adalah
tokoh baik. Sebagaimana tokoh protagonis juga tidak selalu
sebagai tokoh baik.
3) Tritagonis (tokoh tambahan)
Tokoh ini merupakan tokoh pelengkap yang diperlukan dalam
hubungannya dengan tokoh protagonis dan antagonis. Meskipun
demikian, cerit tidak bergantung dan tidak ditentukan oleh
tokoh jenis ini. Karakter tokoh dapat diketahui dari penjelaan
pengarang secara langsung tentang tokoh, gambaran fisik tokoh,
tindakan yang dilakukan tokoh, ucapan tokoh, ucapan tokoh lain
tentang karakter satu tokoh, dan lingkungan tokoh.
Latar adalah tempat, waktu, dan suasana terjadinya rangkaian
peristiwa dalam sebuah cerita. Latar memberikan gambaran atau
penjelasan tentang kapan, dimana, dan bagaimana cerita
berlangsung dari awal hingga akhir.
5) Amanat
Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang
melalui cerita. Pengarang tidak semataa-mata menulis cerita,
tetapi juga menyampaikan pesan yang terkandung dalam cerita
itu. Ada dua cara menyampaikan amanat, yaitu secara tersurat
dan tersirat. Penyampaian amanat dalam cerita secara tersurat
dan implisit, yakni pengarang menuliskan pesan-pesannya
langsung tertulis dalam cerita itu, biasanya pada bagian akhir
cerita. Adapun penyampaian amanat secara tersirat atau
eksplisit, yakni amanat tiak langsung tertulis dalam cerita, tetapi
bisa ditafsirkan dari oercakapan, peristiwa yang menimpa tokoh,
atau akibaat yang terjadi pada tokoh dalam akhir cerita itu.
6) Sudut pandang
Sudut pandang adalah cara yang digunakan oleh pengarang
dalam mengisahkan cerita. Ada dua sudut pandang, yaitu sudut
pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga. Pada
sudut pandang orang pertama atau akuan, pengarang sebagai
tokoh aku. Peran tokoh aku sebagai protagonis, antagonis, atau
pengarang tidak berperan sebagai tokoh aku maupun tokoh lain
dalam cerita. Pengarang mengambil posisi di luar cerita. Dengan
sudut pandang ini, pengarang leluasa menuturkan cerita, serba
tahu terhadap tindak-tanduk dan isi batin setiap tokoh dalam
ceritanya.
7) Konflik
Konflik adalah pertentangan atau hal yang menyebabkan
ketegangan agar cerita terus berkembang tanpa konflik,alur
cerita tidak mungkin berjalan sampai tahap penyelesain.Konflik
membuat pembaca penasaran untuk mengetahui apa yang terjadi
pada tokoh-tokoh di akhir cerita. Konflik banyak jenisnya,
antara lain konflik fribadi (batin), konflik social, konflik dengan
alam konflik budaya, dan konflik agama.
D. Metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)
1. Pengertian Metode CIRC
Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)
merupakan program pembelajaran komprehensif untuk mengajarkan
membaca dan menulis pada siswa kelas dasar pada tingkat yang lebih
tinggi dan juga pada sekolah menengah.14
CIRC, sebuah program yang komprehensif untuk mengajari
pembelajaran membaca, menulis, dan seni berbahasa pada kelas yang lebih
14
tinggi di sekolah dasar. Pengembangan CIRC difokuskan pada
metode-metode pengajaran, merupakan sebuah usaha untuk menggunakan
pembelajaran kooperatif sebagai sarana memperkenalkan teknik terbaru
dalam pengajaran praktis pembelajaran membaca dan menulis. Pendekatan
pembelajaran kooperatif menekankan tujuan-tujuan kelompok dan
tanggung jawab dari tiap individu.
Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Cooperative
Integrated Reading and Composition (CIRC) merupakan salah satu jenis
metode pembelajaran metode kooperatif yang dirancang khusus untuk
pembelajaran membaca dan menulis secara komprehensif yang diterapkan
pada kelas 2-8 (dari sekolah dasar sampai menengah pertama).
2. Ciri-ciri pembelajaran CIRC
Di dalam pembelajaran kooperatif terdapat bermacam-macam
metode pembelajaran kooperatif lainnya, berikut disampaikan beberapa
ciri-ciri dari CIRC, yaitu:
a. Adanya suatu tujuan kelompok
b. Adanya tanggung jawab tiap individu
c. Tidak adanya tugas khusus
d. Tiap anggota dalam satu kelompok memiliki kesempatan yang sama
untuk sukses
e. Dibutuhkan penyesuaian dari tiap anggota kelompok.
CIRC terdiri dari tiga unsur penting: kegiatan-kegiatan dasar
terkait, pengajaran langsung pelajaran memahami bacaan, dan seni
berbahasa dan menulis terpadu. Setiap siswa bekerja dalam tim-tim yang
sifatnya heterogen. Semua kegiatan pembelajaran mengikuti siklus yang
melibatkan presentasi dari guru, latihan tim, latihan independen, pra
penilaian teman, latihan tambahan, dan tes. Unsur utama CIRC terdiri dari:
kelompok membaca, tim, kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan
cerita, pemeriksaan oleh pasangan, dan tes. Pembahasan mengenai
unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut:
Kelompok membaca. Jika menggunakan kelompok membaca,
siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari dua atau tiga
orang berdasarkan tingkat kemampuan membaca mereka, yang dapat
ditentukan oleh guru. Jika tidak, diberikan pengajaran kepada seluruh
kelas.
Tim. Siswa dibagi ke dalam pasangan dalam kelompok membaca
mereka, dan selanjutnya pasangan-pasangan tersebut dibagi ke dalam tim
yang terdiri dari pasangan-pasangan dari dua kelompok membaca atau
tingkat. Misalnya, sebuah tim terdiri dari kelompok membaca tingkat
rendah. Anggota ini menerima poin berdasarkan kinerja individual mereka
pada semua kuis, karangan, dan buku laporan, dan poin-poin inilah yang
membentuk skor tim.
Kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan cerita. Siswa
diperkenalkan dan didiskusikan dalam kelompok membaca yang diarahkan
oleh guru. Tahap-tahap kegiatannya meliputi: membaca berpasangan,
menulis cerita yang bersangkutan dan tata bahasa cerita, mengucapkan
kata-kata dengan keras, makna kata, menceritakan kembali cerita, dan
ejaan.
Pemeriksaan oleh pasangan. Jika siswa telah menyelesaikan
semua kegiatan ini, pasangan mereka memberikan formulir tugas yang
mengindikasikan bahwa mereka telah menyelesaikan dan/atau memenuhi
kriteria terhadap tugas tersebut.
Tes. Pada akhir periode kelas, siswa diberikan tes pemahaman
terhadap cerita, diminta untuk menuliskan kalimat-kalimat bermakna
untuk tiap kosakata, dan diminta membacakan daftar kata-kata dengan
keras kepada guru. Pada tes ini siswa tidak diperbolehkan saling
membantu. Hasil tes dan evaluasi dari menulis cerita yang bersangkutan
adalah unsur utama dari skor tim mingguan siswa.
4. Langkah-langkah Pembelajaran CIRC
CIRC sebagai salah satu jenis metode pembelajaran, dalam
pelaksanaannya memiliki langkah-langkah pembelajaran.
Langkah-langkah pembelajaran dilakukan untuk mewujudkan tujuan pembelajaran
yang ingin dicapai. Langkah-langkah metode pembelajaran Cooperative
Integrated Reading and Composition (CIRC), terdiri dari15:
a. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen
15
b. Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran
c. Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan
memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar
kertas
d. Mempresentasikan atau membacakan hasil kelompok
e. Guru membuat kesimpulan bersama
f. Penutup
5. Kelebihan dan kekurangan pembelajaran CIRC
Secara khusus, kelebihan metode pembelajaran CIRC adalah
sebagai berikut:
a. CIRC sangat tepat untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam
menyelesaikan soal pemecahan masalah
b. Dominasi guru dalam pembelajaran berkurang
c. Siswa termotivasi pada hasil secara teliti, karena bekerja dalam
kelompok
d. Para siswa dapat memenuhi makna soal dan saling mengecek
pekerjaannya
e. Membantu siswa yang lemah
f. Meningkatkan hasil belajar khususnya dalam menyelesaikan soal yang
berbentuk pemecahan masalah.
Sedangkan kekurangan metode pembelajaran CIRC tersebut yaitu,
Dalam metode pembelajaran, metode CIRC ini hanya dapat dipakai untuk
dipakai untuk mata pelajaran seperti: matematika dan mata pelajaran lain
yang menggunakan prinsip menghitung.16
16 (http://www.asikbelajar.com/2012/11/model-pembelajaran-circ-cooperative.html)
BAB III
PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS
A. Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan cara atau prosedur yang sistematis dan
terorganisasi untuk menyelidiki suatu masalah tertentu dengan maksud
mendapatkan informasi untuk digunakan sebagai solusi atau jawaban atas
masalah yang diteliti.1
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian tindakan
kelas. Kata penelitian tindakan kelas berasal dari bahasa inggris Classroom
Action Research, yang berarti penelitian tindakan kelas.
PTK meliputi tiga kata yaitu “penelitian”, “tindakan”, dan “kelas”.
Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek, menggunakan aturan
metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat
bagi peneliti atau orang-orang yang berkepentingan dalam rangka
peningkatan kualitas diberbagai bidang. Tindakan adalah suatu gerak kegiatan
yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu yang dalam pelaksanaannya
berbentuk rangkaian periode/siklus kegiatan. Sedangkan kelas adalah
sekelompok siswa/mahasiswa yang dalam waktu yang sama dan tempat yang
sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru/dosen yang sama.2
Menurut Suyanto dalam Masnur, PTK adalah suatu bentuk penelitian
yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar
1
Ulber Silalahi. Metode Penelitian Social. (Bandung: Andgota Ikapi, 2010) , 12 2
Ekawarna, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Referensi, 2013), 4.
dapat memperbaiki atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas
secara profesional.3
Dari pengertian diatas maka penelitian tindakan kelas adalah penelitian
tindakan yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas dalam rangka
memecahkan masalah sampai itu dapat dipecahkan.
Dalam pelaksanaannya penelitian tindakan kelas ini menggunakan
metode Kurt Lewin. Metode Kurt Lewin merupakan metode yang selama ini
menjadi acuan pokok dari berbagai metode action research, terutama
classroom action research (CAR). Lewin adalah orang pertama yang
memperkenalkan action research, konsep pokok action research menurut
Lewin terdiri dari empat tahap penting yaitu (1) perencanaan (planning), (2)
aksi atau tindakan (acting), (3) observasi (observing), dan (4) refleksi
(reflecting). Hubungan antara keempat komponen tersebut menunjukkan
sebuah siklus. 4
Apabila digambarkan dalam bentuk visualisasi, maka metode Kurt
Lewin akan tergambar dalam bagan Seperti berikut:
3
Masnur Muslich, Melaksanakan PTK itu mudah (Classroom Action Research), cet. Ke-2, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), 9.
4
Dan seterusnya
Gambar 3.1 Model PTK Kurt Lewin
Metode penelitian tindakan kelas yang digunakan adalah metode
penelitian kombinasi. Metode penelitian ini mengkombinasikan atau
menggabungkan antara metode penelitian kualitatif dan metode kuantitatif.
Metode kualitatif dan kuantitatif digunakan bersama-sama dalam penelitian,
sehingga diperoleh data yang komperhensif, valid, reliabel, dan obyektif.5
B. Setting Penelitian dan Karakteristik Subyek Penelitian
1. Setting Penelitian
a. Tempat penelitian : MI Roudlotul Banat Taman Sidoarjo
5
Sugiono, Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods), (Bandung: Alfabeta, 2013), 19. Identifikasi
Perencanaan
Refleksi Tindakan
Observasi
Siklus I
Siklus II Perencanaan
b. Waktu Penelitian : Penelitian ini akan dilaksanakan pada awal semester
genap yaitu pada bulan Maret 2016
2. Subyek Penelitian
Sebagai subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V MI
Roudlotul Banat Sepanjang Sidoarjo tahun ajaran 2015/2016 dengan
jumlah siswa sebanyak 18 siswa, 8 siswa laki-laki dan 10 siswa
perempuan.
C. Variabel Penelitian
Variabel yang menjadi sasaran dalam PTK ini adalah meningkatkan
keterampilan membaca pemahaman dengan menerapkan Metode Cooperative
Integrated Reading and Composition (CIRC) pada mata pelajaran Bahasa
Indonesia kelas V. Di samping variabel tersebut masih ada beberapa variabel
yang lain yaitu:
1. Variabel input : siswa kelas V MI Roudlotul Banat Sepanjang Sidoarjo
tahun ajaran 2015-2016.
2. Variabel proses : penerapan metode Cooperative Integrated Reading and
Composition (CIRC).
3. Variabel output : peningkatan keterampilan membaca pemahaman siswa.
D. Rencana Tindakan
Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model penelitian dari Kurt
tahap kegiatan yaitu : tahap membuat rencana tindakan, melaksanakan
tindakan, mengadakan pengamatan atau observasi, mengadakan refleksi.6
Pada penelitian tindakan kelas ini, peneliti melakukan dengan 2 siklus,
sebagai berikut:
1. Siklus I
a. Perencanaan (planning)
Pada tahap perencanaan ini, kegiatan yang harus dilakukan
peneliti antara lain:
1) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) materi
pelajaran dengan materi bahasa Indonesia mengidentifikasi unsur
cerita (tokoh, tema, latar, amanat)
2) Mempersiapkan sumber pembelajaran berupa bahan bacaan yang
berhubungan dengana materi.
3) Mempersiapkan lembar kerja siswa.
4) Menyusun dan menyiapkan pedoman observasi pelaksanaan
pembelajaran dan lembar observasi. Pedoman observasi digunakan
untuk mencatat hasil pengamatan terhadap pelaksanaan
pembelajaran serta digunakan untuk mencatat segala perilaku dan
aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
5) Menyusun dan menyiapkan pedoman wawancara untuk
mempermudah peneliti dalam mengetahui respon siswa dan guru
terhadap pembelajaran yang sedang dilaksanakan.
6
6) Menyusun dan mempersiapkan lembar evaluasi siswa.
b. Tindakan (action)
Pada pertemuan ini peneliti menggunakan konsep belajar
kelompok melalui metode pembelajaran Cooperative Integrated
Reading and Composition (CIRC) . Prosedur pelaksanaannya adalah
menerapkan tindakan mengacu pada RPP dan skenario pembelajaran.
Meliputi kegiatan awal, kegiaatan inti, dan kegiatan penutup. Selain itu,
pada kegiatan ini peneliti juga melakukan penelitian terhadap siswa.
Dibawah ini adalah RPP selama pembelajaran dalam siklus I
berlangsung:
Tabel 3.1
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I
Kegiatan Waktu
a.Kegiatan Pendahuluan
1) Guru mengucapkan salam
2) Guru menanyakan kabar siswa
3) Siswa berdo’a dengan dipimpin oleh ketua kelas
4) Guru memberikan ice breaking untuk
membangkitkan semangat siswa dengan
melakukan tepuk merah 3x, kuning 2x, dan hijau 1x.
5) Guru melakukan apersepsi dengan mengaitkan
materi sebelumnya dan mengaitkan materi hari ini dengan pengalaman yang dimiliki
6) Guru mengajukan pertanyaan awal untuk menggali
kemampuan awal siswa. “Siapa yang pernah membaca cerita rakyat?”, “cerita apa yang pernah kalian baca?”
7) Guru menginformasikan materi yang akan
dipelajari yaitu tentang mengidentifikasi unsur-unsur cerita.
8) Guru menyampaikan tujuan dan kompetensi yang
ingin dicapai dalam pembelajaran.
10 Menit
b.Kegiatan Inti
1) Siswa menyimak penjelasan guru mengenai
membaca pemahaman.
2) Guru melakukan umpan balik kepada siswa
3) Siswa dibagi menjadi 3 kelompok heterogen
beranggotakan 5-6 orang secara acak.
4) Guru memberikan bacaan cerita kepada setiap
kelompok.
5) Siswa bekerjasama saling membacakan cerita untuk
mengidentifikasi unsur-unsur yang terdapat dalam cerita.
6) Masing-masing kelompok membacakan hasil
diskusinya di depan kelas dan kelompok yang lain memberi tanggapan.
7) Guru memberikan penguatan terhadap jawaban dari
setiap kelompok
8) Guru melakukan penilaian atas jumlah skor yang
diperoleh setiap kelompok.
9) Guru memberikan soal evaluasi individu mengenai
materi mengidentifikasi unsur-unsur cerita. c.Kegiatan Penutup
1) Guru bersama siswa memberikan kesimpulan atas
materi hari ini.
2) Siswa yang belum jelas diberikan kesempatan
untuk bertanya.
Observasi atau pengamatan dalam penelitian ini dilakukan selama
proses pembelajaran di kelas berlangsung. Observasi dilaksanakan
untuk mengamati setiap proses dan perkembangan yang terjadi pada
peserta didik. Observasi dilakukan oleh peneliti sesuai dengan pedoman
observasi yang telah dibuat.
d. Refleksi
Pada tahap ini peneliti menganalisis seluruh tindakan yang
hasil soal evaluasi individu siswa, observasi, dan wawancara. Peneliti
juga mendiskusikan dengan guru baik tentang kekurangan maupun
ketercapaian. Jika ternyata hasil yang diperoleh belum berhasil maka
akan dilakukan siklus selanjutnya.
2. Siklus II
Kegiatan yang dilakukan pada siklus kedua dimaksudkan sebagai
perbaikan dari siklus pertama. Tahapan pada siklus kedua identik dengan
siklus pertama yaitu dengan perencanaan (planning), dilanjutkan dengan
tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Pada
tahap ini dilakukan refleksi terhadap siklus I dan siklus II. Selain itu juga
dilakukan diskusi dengan guru kolaborator untuk mengevaluasi agar dapat
dibuat kesimpulan atas pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia
melalui penerapan metode Cooperative Integrated Reading and
Composition (CIRC) dalam meningkatkan keterampilan membaca
pemahaman siswa setelah melaksanakan rangkaian kegiatan mulai dari
siklus I sampai siklus II.
E.Data dan Cara Pengumpulan
1. Data
Data adalah semua keterangan seseorang yang dijadikan responden
maupun yang berasal dari dokumen-dokumen baik dalam bentuk statistik
atau dalam bentuk lainnya guna keperluan penelitian yang dimaksud.7
Dalam penelitian, data yang diperlukan ada dua macam, yaitu:
7
a. Data Kualitatif
Data kualitatif merupakan data yang berhubungan dengan
kategorisasi, karakteristik berwujud pertanyaan atau berupa kata-kata.
Adaapun yang termasuk dalam data kualitatif pada penelitian ini,
meliputi:
1) Materi yang disampaikan dalam Penelitian Tindakan Kelas
2) Metode yang dipakai dalam Penelitian Tindakan Kelas
b. Data Kuantitatif
Data kuantitatif merupakan data yang berwujud angka-angka.
Adapun yang termasuk dalam data kuantitatif pada penelitian ini,
meliputi:
1) Data jumlah siswa kelas V
2) Data presentase ketuntasan minimal
3) Data nilai siswa
4) Data prosentase aktivitas guru dan siswa
2. Cara pengumpulan data
Teknik pengumpulan data yang diambil atau dilakukan peneliti
adalah teknik tes, observasi, dokumentasi, wawancara. Teknik pengumpulan
data tersebut dilakukan oleh peneliti diupayakan agar mendapatkan data
yang valid, maka peneliti melakukan pengumpulan data dengan cara
a. Tes
Tes adalah cara yang digunakan untuk pengukuran dan penilaian di
bidang pendidikan.8 Tes juga diartikan serentetan pertanyaan atau latihan
serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan,
pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh
individu atau kelompok.9
Dari kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan tes merupakan
cara yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, dan
kemempuan individu atau kelompok. Tes yang digunakan dalam
penelitian ini adalah bertujuan untuk mengukur keterampilan membaca
pemahaman. Peneliti menggunakan tes berupa pemberian soal-soal
tertulis untuk dikerjakan siswa secara individu.
Berikut ini merupakan kisi-kisi penilaian dan kisi-kisi soal
Mengidentifikasi unsur-unsur cerita pada tabel.
Tabel 3.2 Kisi-kisi Penilaian
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Bentuk soal : Pilihan Ganda,uraian
Kelas/Semester : V/II Jumlah soal : 11 butir
1. Pemahaman Mengidentifikasi
unsur-unsur
Anas Sudjiono, Pengantar statistik Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Press, 2005) , 67. 9
2. Keterampilan Menceritakan
Kompetensi Indikator Butir Soal
Bentuk
Pengamatan atau observasi adalah suatu teknik yang dilakukan
dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara
sistematis. Teknik observasi bertujuan untuk mengumpulkan data,
referensi, peristiwa, tindakan, dan proses yang seang dilakukan dalam
Observasi yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas ini
berupa kegiatan pengamatan terhadap seluruh proses pembelajaran yang
dilaksanakan dalam mencatatnya. Observasi dilakukan untuk mengetahui
persiapan, perhatian, keaktifan, dan keterampilan membaca pemahaman
siswa dalam pembelajaran berlangsung dengan menggunakan metode
CIRC.
Hasil observasi digunakan untuk mengetahui proses dan dampak
pembelajaran, dan perlakuan untuk menata langkah-langkah perbaikan
agar lebih efektif dan efisien untuk tahapan berikutnya. Hal-hal yang
diamati dalam penelitian ini meliputi:
1) Aktivitas guru pada proses pembelajaran dengan menggunakan
metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC).
2) Aktivitas siswa pada proses pembelajaran dengan menggunakan
metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)
Tabel 3.4
Lembar Obserbvasi Aktifitas Guru
Aspek yang Diamati Ya Tidak
a. Kegiatan Pendahuluan
1) Guru mengucapkan salam
2) Guru menanyakan kabar siswa
3) Guru meminta salah satu siswa memimpin
berdo’a
4) Guru mengabsen siswa
5) Guru mengaitkan pembelajaran hari ini dengan
pembelajaran sebelumnya
6) Guru memotivasi siswa dengan mengajak
tepuk warna.
7) Guru menginformasikan materi yang akan
8) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. b.Kegiatan Inti
9) Guru menyampaikan penjelasan singkat
tentang materi unsur-unsur cerita.
10)Guru menjelaskan mengenai langkah-langkah
membaca pemahaman
11)Guru melakukan umpan balik kepada siswa
12)Guru membentuk siswa menjadi beberapa
kelompok
13)Guru memberikan soal cerita dan lembar kerja
kepada siswa
14)Guru berkeliling mengecek kegiatan diskusi
siswa
15)Guru memberikan penguatan kepada siswa
yang menyampaikan hasil diskusinya
16)Guru melakukan penilaian terhadap hasil
diskusi siswa Kegiatan Penutup
17)Guru memberikan soal evaluasi individu
18)Guru memberikan kesimpulan mengenai materi
yang telah dipelajari
19)Guru meminta salah satu siswa untuk
memimpin berdo’a
20)Guru mengucapkan salam penutup.
Tabel 3.5
Lembar Observasi Aktifitas Siswa
Aspek yang Diamati Ya Tidak
a. Kegiatan Pendahuluan
1) Siswa menjawab salam dari guru
2) Siswa menjawab pertanyaan kabar dari guru
3) Siswa berdo’a dengan baik
4) Siswa mengkomunikasikan kehadiran kepada
guru
5) Siswa memperhatikan guru melakukan apersepsi
6) Siswa semangat saat diajak guru tepuk warna
7) Siswa memperhatikan guru menginformasikan
8) Siswa mendengarkan saat guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
b. Kegiatan Inti
9) Siswa mendengarkan guru menyampaikan
penjelasan singkat tentang materi
mengidentifikasi unsur-unsur cerita
10) siswa mendengarkan penjelasan guru
mengenai membaca pemahaman
11) siswa menjawab pertanyaan dari guru
12) siswa membentuk kelompok
13) siswa mendapat lembar kerja dari guru
14) siswa saling membacakan cerita dalam
kelompoknya
15) siswa bekerjasama menjawab soal diskusi
16) siswa menyampaikan hasil diskusi didepan
kelas
c. Kegiatan Penutup
17)siswa mengerjakan soal secara individu dengan
batasan waktu yang telah ditentukan oleh guru
18)siswa membuat kesimpulan tentang materi
yang telah dipelajari 19)siswa berdo’a
20)siswa menjawab salam.
c. Dokumentasi
Dokumentasi adalah pengumpulan, pemilihan, pengolahan, dan
penyimpanan informasi di bidang pengetahuan.10
Dokumentasi pada penelitian ini adalah absensi, data nilai, dan
gambar-gambar yang dibutuhkan selama proses pembelajaran
berlangsung.
d. Wawancara
10
Pertemuan langsung yang direncanakan antara pewawancara dan
yang diwawancarai untuk saling bertukar pikiran, guna memberikan atau
menerima informasi tertentu yang diperlukan dalam penelitian.
Wawancara ini digunakan untuk memperoleh data tentang kendala
siswa dalam belajar, hasil belajar siswa, media yang digunakan guru
dalam pembelajaran. Instrumen yang digunakan adalah panduan
wawancara.
Tabel 3.6
Panduan wawancara penelitian pada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V MI Roudlotul Banat Sepanjang Sidoarjo
No Tujuan Penelitian Wawancara Guru
1. Dapat mengetahui proses
pembelajaran sebelum adanya pemberian metode CIRC
mata pelajaran Bahasa
Indonesia materi
mengidentifikasi unsur-unsur cerita
a. Bagaimana proses pembelajaran
Bahasa Indonesia saat materi
mengidentifikasi unsur-unsur
cerita?
b. Bagaimana antusias siswa saat
materi tersebut di ajarkan?
c. Metode apakah yang anda
gunakan pada saat materi
tersebut?
2. Dapat mengetahui penerapan
metode CIRC dalam
meningkatkan keterampilan
membaca pemahaman siswa pada mata pelajaran Bahasa
Indonesia materi
Mengidentifikasi unsur-unsur cerita
a. Bagaimana aktifitas siswa saat
mengikuti pembelajaran dengan metode CIRC?
3. Dapat mengetahui
peningkatan keterampilan
membaca pemahaman materi Mengidentifikasi unsur-unsur cerita pada siswa setelah metode CIRCdi terapkan?
a. Bagaimana peningkatan
keterampilan membaca
pemahaman siswa setelah
adanya penerapan metode
Tabel 3.7
Panduan wawancara penelitian kepada siswa kelas V MI Roudlotul Banat Sepanjang Sidoarjo
No. Tujuan Penelitian Daftar Wawancara Siswa
1. Dapat mengetahui proses
pembelajaran sebelum adanya pemberian metode CIRC mata pelajaran Bahasa Indonesia
materi Mengidentifikasi
unsur-unsur cerita
a. Apa yang kamu lakukan saat
guru memberikan penjelasan materi Mengidentifikasi
unsur-berdiskusi dengan teman
kelompok?
2. Dapat mengetahui penerapan
metode CIRC dalam
meningkatkan keterampilan
membaca pemahaman siswa pada mata pelajaran Bahasa
membaca pemahaman materi Mengidentifikasi unsur-unsur cerita pada siswa setelah metode CIRC diterapkan.
a. Apa yang kamu lakukan saat
guru memberikan penjelasan materi Mengidentifikasi
unsur-berdiskusi dengan teman
kelompok?
e. Bagaimana cara guru anda
Mengidentifikasi unsur-unsur cerita?
f. Bagaimana kelas yang
kondusif menurut kamu?
3. Teknis Analisi Data
Pada penelitian tindakan kelas ini, digunakan analisis deskripsi
kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan
kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk
mengetahui hasil belajar yang dicapai siswa juga untuk mengetahui respon
siswa terhadap kegiatan serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran
berlangsung.11
a. Analisis prosentase Aktifitas Guru dan Siswa
Data tentang aktivitas siswa dianalisis dengan menghitung
presentase aktivitas siswa untuk setiap indikator. Rumus menghitung
presentase aktivits siswa untuk tiap-tiap indikator adalah :
X1
S1 = x 100%
N Keterangan :
S1 : Presentase aktivitas guru/siswa
X1 : Banyak aktivitas guru/siswa
N : Jumlah aktivitas secara keseluruhan
11
b. Analisis Hasil Tes
Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana
yaitu,
1) Untuk menilai ulangan atau tes formatif
Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa
yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang berada di kelas
tersebut sehingga diperoleh rata-rata tes formatif yang dapat
dirumuskan :12
Adapun untuk menghitung presentase ketuntasan belajar
digunakan rumus sebagai berikut.13
Ʃ siswa yang tuntas belajar
P = x 100%
Ʃ siswa
Analisis ini dilakukan pada tiap siklus ditahap refleksi.
Hasil analisis ini digunakan sebagai bahan refleksi untuk melakukan
perencanaan lanjut dalam siklus selanjutnya. Hasil penilaian yang
12
Nana Sudjana, Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: RR, 1989), 109. 13
telah diperoleh tersebut dikelompokkan ke dalam bentuk penskoran
nilai siswa. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar,
bahwa tingkat pencapaian untuk hasil belajar adalah 75%. Dengan
kriteria tingkat keberhasilan belajar yang dikelompokkan ke dalam
lima kategori berikut:
Tabel 3.8
Kriteria Tingkat Keberhasilan Belajar
Tingkat Kberhasilan (%) Arti
90 – 100 % Sangat Baik
70 – 89 % Baik
50 – 69 % Cukup Baik
0 – 49 % Tidak Baik
F. Indikator Kinerja
Indikator kinerja adalah suatu kriteria yang digunakan untuk melihat
tingkat keberhasilan dari kegiatan PTK dalam meningkatkan atau memperbaiki
PBM dikelas. Indikator kinerja harus realistik dan data dapat diukur (jelas cara
pengukurannya)14
Metode pembelajaran Cooperative Integrated Reading and
Composition (CIRC) dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman
pada siswa kelas III MI Roudlotul Banat dengan indikator sebagai berikut:
14
a. Setelah penelitian ini dilakukan diharapkan keterampilan siswa pada
pelajaran bahasa indonesia meningkat. Diukur dari presentase ketingkatan
belajar siswa sebelum menggunakan metode pembelajaran Cooperative
Integrated Reading and Composition (CIRC) dan sesudah menggunakan
metode pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition
(CIRC).
b. Meningkatnya prosentase ketuntasan belajar ≥ 80%.
c. Meningkatnya jumlah siswa yang berhasil mencapai KKM 75,00.
G.Tim Peneliti dan Tugasnya
Penelitian ini dilakukan oleh peneliti dan berkolaborasi dengan guru
mata pelajaran Bahasa Indonesia, tugas peneliti adalah melakukan tindakan
dalam penelitian, sedangkan guru saling bekarja sama membantu pelaksanaan
kegiatan penelitian maupun sagala hal yang bersangkutan dengan penelitian
tersebut.
Peneliti
Nama : Siti Arofah
Nim : D97212108
Jabatan : Mahasiswi Prodi PGMI UIN Sunan Ampel Surabaya
Tugas :
1. Menyusun perencanaan pembelajaran, instrumen penilaian, lembar
observasi.
2. Menilai instrumen berupa naskah wawancara kepada siswa dan guru