• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI METODE COOPERATIVE, INTEGRATED, READING, AND COMPOSITION (CIRC) SISWA KELAS V MI ROUDLOTUL BANAT SIDOARJO.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI METODE COOPERATIVE, INTEGRATED, READING, AND COMPOSITION (CIRC) SISWA KELAS V MI ROUDLOTUL BANAT SIDOARJO."

Copied!
116
0
0

Teks penuh

(1)

SISWA KELAS V MI ROUDLOTUL BANAT SIDOARJO

SKRIPSI Oleh: SITI AROFAH NIM: D97212108

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

i

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Dosen Pembimbing: Dr. Jauharoti Alfin, S. Pd, M.Si

Kata Kunci: keterampilan Membaca Pemahaman, Bahasa Indonesia, Metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC).

Latar belakang penelitian ini adanya kesulitan yang dialami siswa kelas V MI Roudlotul Banat Sidoarjo dalam membaca pemahaman yaitu mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dalam sebuah cerita. Data yang didapatkan menunjukkan dari 18 siswa , hanya 7 siswa mampu memperoleh nilai di atas KKM yaitu 75 dan 11 anak lainnya mendapatkan nilai di bawah KKM. Sehingga peneliti ingin memberikan solusi atas permasalahan ini melalui metode CIRC.

Rumusan masalah penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana peningkatan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas V MI Roudlotul Banat sebelum diterapkan metode CIRC?, (2) Bagaimana penerapan metode CIRC dalam rangka meningkatkan keterampilan membaca pemahaman pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V MI Roudlotul Banat?, (3) Bagaimana peningkatan keterampilan membaca pemahaman pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V MI Roudlotul Banat sesudah diterapkan metode CIRC?

Metode penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian tindakan kelas dengan model Kurt Lewin. Dalam satu siklus terdiri empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V MI Roudlotul Banat Sidoarjo yang terdiri dari 18 siswa. Tindakan yang dilakukan adalah penerapan metode CIRC untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa. Teknik pengumpulan data berupa tes tulis, wawancara, observasi, dan dokumentasi.

(7)

i

HALAMAN PERSEMBAHAN ...iv

HALAMAN PERSETUJUAN ...vi

HALAMAN PENGESAHAN ...vii

ABSTRAK ...viii

KATA PENGANTAR ...ix

DAFTAR ISI ...xi

DAFTAR GAMBAR ...xiv

DAFTAR TABEL ...xv

DAFTAR GRAFIK ...xvi

BAB I PENDAHULUAN ...1

A. Latar Belakang ...1

B. Rumusan Masalah ...6

C. Tindakan yang Dipilih...6

D. Tujuan Penelitian ...7

E. Lingkup Penelitian ...7

F. Manfaat Penelitian ...8

BAB II KAJIAN TEORI ...10

A. Keterampilan Membaca ...10

1. Hakikat Keterampilan Membaca...10

2. Tujuan Membaca ...12

3. Aspek-aspek Membaca ...12

B. Membaca Pemahaman ...14

1. Pengertian Membaca Pemahaman ...14

2. Prinsip-prinsip Membaca Pemahaman ...15

3. Langkah-langkah Membaca Pemahaman ...16

(8)

ii

4. Ruang Lingkup Bahasa Indonesia ...19

5. Materi Mengidentifikasi Unsur-unsur Intrinsik ...21

D. Metode CIRC ...25

1. Pengertian Metode CIRC ...25

2. Ciri-ciri Pembelajaran CIRC ...26

3. Unsur-unsur Pembelajaran CIRC ...26

4. Langkah-langakah Pembelajaran CIRC ...28

5. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran CIRC ...29

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS ...31

A. Metode Penelitian...31

B. Setting Penelitian dan Karakteristik Subjek Penelitian ...34

C. Variabel Penelitian ...34

D. Rencana Tindakan ...35

E. Data dan Cara Pengumpulan ...39

F. Indikator Kinerja ...50

G. Tim Peneliti ...51

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA ...53

A. Profil Sekolah ...53

B. Hasil Penelitian Persiklus ...54

1. Siklus I ...54

2. Siklus II ...70

(9)

iii

Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas V MI Roudlotul Banat ...89

3. Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V MI Roudlotul Banat Sesudah diterapkan Metode Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) ...101

BAB V PENUTUP ...106

A. Kesimpulan ...106

B. Saran ...107

DAFTAR PUSTAKA

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

RIWAYAT HIDUP

(10)

iv

Gambar 3.1 Model PTK Kurt Lewin ... 33

Gambar 4.1 Kegiatan awal pembelajaran ... 56

Gambar 4.2 Kegiatan siswa berdiskusi ... 58

Gambar 4.3 Kegiatan siswa aktif mengerjakan soal evaluasi ... 59

Gambar 4.4 Siswa aktif berdiskusi... 74

Gambar 4.5 Guru berkeliling ketika siswa berdiskusi ... 75

Gambar 4.6 Siswa mempresentasikan hasil diskusi ... 75

(11)

v

Tabel 3.2 Kisi-kisi Penilaian ... 41

Tabel 3.3: Kisi-kisi Soal ... 41

Tabel 3.4 Lembar Observasi Aktivitas Guru ... 43

Tabel 3.5 Lembar Observasi Aktivitas Siswa ... 44

Tabel 3.6 Panduan Wawancara Untuk Guru ... 46

Tabel 3.7 Panduan Wawancara Untuk Siswa ... 46

Tabel 3.8 Kriteria Tingkat Keberhasilan Siswa ... 50

Tabel 4.1 Nama-nama Kelompok Siklus I ... 57

Tabel 4.2 Penilaian Kelompok Siswa Siklus I ... 60

Tabel 4.3 Hasil Tes Tulis Siklus I ... 61

Tabel 4.4 Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa Siklus I ... 62

Tabel 4.5 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I ... 64

Tabel 4.6 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I ... 66

Tabel 4.7 Nama-nama Kelompok Siklus II ... 73

Tabel 4.8 Penilaian Kelompok Siswa Siklus II ... 77

Tabel 4.9 Hasil Tes Tulis Siklus II ... 78

Tabel 4.10 Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa Siklus II ... 79

Tabel 4.11 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II ... 80

Tabel 4.12 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II ... 83

(12)

vi

(13)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Membaca merupakan salah satu kegiatan berbahasa tulis yang bersifat

reseptif. Disebut reseptif karena dengan membaca, seseorang akan dapat

memperoleh informasi, memperoleh ilmu, dan pengetahuan serta

pengalaman-pengalaman baru. Semua yang diperoleh melalui bacaan itu akan

memungkinkan orang tersebut dapat mempertinggi daya pikir, mempertajam

pandangan, dan memperluas wawasan. Dengan demikian, dapat dikatakan

bahwa kegiatan membaca merupakan kegiatan yang sangat diperlukan oleh

siapapun yang ingin maju dan meningkatkan diri. Oleh karena itu, membaca

merupakan salah satu kebutuhan manusia di zaman teknologi informasi ini.

Atas dasar itu, membaca termasuk ke dalam salah satu aspek keterampilan

berbahasa yang diajarkan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.1

Membaca adalah sebuah perantara, kita membaca untuk belajar.

Perintah membaca merupakan perintah yang sangat berharga yang

diperintahkan kepada manusia. Sebagaimana telah ditetapkan Allah bahwa

wahyu yang pertama diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui

perantara malaikat Jibril dibulan Ramadhan yaitu Surah Al-Alaq ayat 1-5 yang

berbunyi:

Mohd. Harun, Pembelajaran Bahasa Indonesia, (Aceh: ERA, 2007), 133.

(14)

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(QS. Al Alaq: 1 -5)

Keterampilan membaca pada umumnya diperoleh dengan cara

mempelajarinya di sekolah. Khusus untuk sekolah dasar (SD) kelas awal,

kegiatan membaca diarahkan agar siswa mampu memahami dan melafalkan

kalimat. Untuk mencapai maksud tersebut, guru dituntut untuk mampu

membantu siswa mengembangkan kemampuan membaca mereka. Tugas utama

guru yang utama adalah menggabungkan dasar-dasar kemampuan membca

yang sangat diperlukan siswa agar mereka dapat mengikuti proses

pembelajaran selanjutnya.

Pembelajaran membaca di SD mempunyai peranan penting dalam

pembelajaran Bahasa Indonesia. Melalui pembelajaran membaca, guru dapat

mengembangkan nilai-nilai moral, kemampuan bernalar, dan kreatifitas anak

didik. Kemampuan membaca selalu ada dalam setiap tema pembelajaran. Hal

tersebut menunjukkan pentingnya penguasaan kemampuan membaca, karena

kemampuan membaca merupakan salah satu standar kemampuan berbahasa

dan sastra indonesia yang harus dicapai dalam jenjang pendidikan, termasuk di

jenjang sekolah dasar. Kemampuan membaca menjadi dasar yang utama tidak

hanya bagi pengajaran bahasa itu sendiri, tetapi juga bagi pengajaran mata

pelajaran yang lain.

Tujuan akhir membaca adalah memahami isi bacaan, tetapi kenyataan

(15)

yang dapat membaca lancar suatu bahan bacaan tetapi tidak memahami isi

bahan bacaan tersebut. Membaca pemahaman merupakan salah satu aspek

kemampuan berbahasa yang harus dikuasi oleh siswa sekolah dasar terutama

pada kelas lanjut. Melalui kegiatan ini siswa dapat memperoleh informasi

secara aktif reseptif.

Masalah keterampilan memahami isi bacaan juga terjadi di MI

Roudlotul Banat Sepanjang Sidoarjo. Berdasarkan hasil wawancara dengan

wali kelas V, banyak siswa kelas V yang masih belum bisa memahami isi

bacaan dengan benar. Masalah tersebut dibuktikan dengan hasil memahami

siswa kelas V ketika guru memberikan tugas untuk memahami isi bacaan,

masih banyak yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Data yang didapatkan menunjukkan terdapat 7 anak mampu memahami isi

bacaan dengan menyebutkan tokoh cerita dengan benar, tema cerita dengan

tepat, latar dalam cerita dengan benar, dan amanat dalam cerita sesuai.

Sehingga mereka mendapat nilai diatas KKM dengan rata-rata nilai 80,5.

Adapun 11 anak mendapatkan nilai dibawah KKM yaitu dengan rata-rata nilai

57 karena mereka memahami isi bacaan dengan menyebutkan tokoh cerita

yang kurang benar, tema cerita kurang tepat, latar cerita kurang benar, dan

amanat dalam cerita kurang sesuai.2

Berdasarkan analisis peneliti terhadap nilai evaluasi hasil belajar siswa

membaca pemahaman pada mata pelajaran bahasa indonesia kelas V MI

Roudlotul Banat, masalah mendasar disebabkan oleh beberapa faktor, baik

2

(16)

faktor guru maupun dari siswa sendiri. Faktor-faktor tersebut misalnya, metode

dan metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru masih konvensional, guru

hanya memberikan bahan bacaan kemudian menugaskan siswa untuk membaca

dalam hati kemudian mengerjakan tugas yang telah diberikan, hal ini diberikan

secara berulang-ulang dalam setiap pembelajaran membaca, sehingga siswa

kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu minat baca siswa

rendah, bahkan cenderung ramai tidak disiplin.

Sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman

siswa kelas V MI Roudlotul Banat Sepanjang Sidoarjo dapat dilakukan dengan

menggunakan metode Cooperative Integrated Reading And Composition

(CIRC). Hal ini dikarenakan metode Cooperative Integrated Reading And

Composition (CIRC) merupakan salah satu metode yang dapat diterapkan

untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak terutama dalam membaca

pemahaman. Metode ini bersifat kooperatif sehingga dapat meningkatkan

kerjasama antar siswa, semua siswa dibimbing dan diarahkan untuk aktif dan

kreatif sehingga waktu pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Hasil

penelitian tentang pembelajaran struktur cerita mengidentifikasikan bahwa

CIRC bisa meningkatkan hasil belajar siswa yang rendah. Disamping itu,

berdasarkan pada beberapa hasil penelitian, siswa juga bisa membuat dan

menjelaskan prediksi tentang bagaimana masalah bisa diselesaikan dan

meringkaskan unsur-unsur utama suatu cerita kepada unsur cerita yang lain.

Kedua kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan membaca

(17)

Sebagaimana hasil pencarian penelitan terdahulu mengenai

keterampilan membaca pemahaman melalui metode CIRC yang didapat antar

lain: Abdullah Hakim3 dan Siti Zulaekah4. Adapun untuk perbedaan penelitian

yang dilakukan oleh peneliti dengan para peneliti terdahulu yaitu, Abdullah

Hakim melakukan penelitian peningkatan kemampuan membaca pemahaman

menggunakan metode CIRC. Sedangkan Siti Zulaekah menerapkan moetode

CIRC untuk meningkatkan minat dan kemampuan menulis paragraf deskriptif.

Abdullah Hakim dan Siti Zulaekah sama-sama menggunakan metode CIRC

hanya saja yang dikaji berbeda, Abdullah Hakim mengkaji tentang membaca

pemahaman sedangkan Siti Zulaekah untuk meningkatkan minat dan

kemampuan menulis paragraf deskriptif. Sedangkan peneliti menggunakan

metode CIRC untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman.

Berdasarkan paparan diatas, maka peneliti akan mengkaji masalah

tersebut melalui penelitian tindakan kelas dengan judul Peningkatan

Keterampilan Membaca Pemahaman Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Metode Cooperative, Integrated, Reading, And Composition (CIRC)Siswa Kelas V MIRoudlotul Banat Sidoarjo”.

3

Abdullah Hakim,Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Penggunaan Metode Cooperative Intergrated Reading And Composition (CIRC) Bagi Siswa Kelas V SD Negeri Temandgal Kalasan Tahun Pelajaran 2013/2014, Skripsi,(Yogyakarta, PGSD Universitas Negeri Yogyakarta, 2014)

4

Siti Zulaekah, penerapan metode pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) Untuk Meningkatkan Minat dan kemampuan menulis paragraf deskriptif

mata pelajaran bahasa indonesia: studi kasus pada siswa kelas IV MI Ma’arif Klandon

(18)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut dapat dirumuskan

permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana peningkatan keterampilan membaca pemahaman pada mata

pelajaran Bahasa Indonesia kelas V MI Roudlotul Banat sebelum

diterapkan metode Cooperative Integrated Reading and Composition

(CIRC) ?

2. Bagaimana penerapan metode pembelajaran Cooperative Integrated

Reading and Composition (CIRC) dalam rangka meningkatkan

keterampilan membaca pemahaman pada mata pelajaran Bahasa Indonesia

di kelas V MI Roudlotul Banat ?

3. Bagaimana peningkatan keterampilan membaca pemahaman pada mata

pelajaran Bahasa Indonesia kelas V MI Roudlotul Banat sesudah

diterapkan metode Cooperative Integrated Reading and Composition

(CIRC) ?

C. Tindakan yang Dipilih

Tindakan yang dipilih untuk pemecahan masalah yang dihadapi dalam

pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu dengan menggunakan metode

Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Dengan

penggunaan metode Cooperative Integrated Reading and Composition

(CIRC) diharapkan keterampilan membaca pemahaman siswa dapat

(19)

D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang hendak dicapai peneliti dalam penelitian ini adalah

sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui peningkatan keterampilan membaca pemahaman siswa

kelas V MI Roudlotul Banat sebelum diterapkan metode Cooperative

Integrated Reading and Composition(CIRC).

2. Untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran Cooperative

Integrated Reading and Composition (CIRC) dalam randka meningkatkan

keterampilan membaca pemahaman pada mata pelajaran Bahasa

Indonesia di kelas V MI Roudlotul Banat.

3. Untuk mengetahui peningkatan keterampilan membaca pemahaman siswa

kelas V MI Roudlotul Banat sesudah diterapkan metode Cooperative

Integrated Reading and Composition(CIRC).

E. Lingkup Penelitian

Agar penelitian ini bisa tuntas dan terfokus, sehingga hasil

penelitiannya akurat, dan permasalahan di atas akan dibatasi pada hal-hal

dibawah ini :

1. Mata pelajaran Bahasa Indonesia pada keterampilan mendengarkan KD

5.2 Mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat)

2. Subjek penelitian adalah pada siswa kelas V MI Roudlotul Banat Sidoarjo

semester Genap tahun ajaran 2015/2016, karena kelas ini terdapat

(20)

peningkatan keterampilan membaca pemahaman. PTK ini dilakukan

sebanyak 2 Pertemuan , tiap pertemuan 2 jam pelajaran (dua RPP).

3. Metode yang dipakai adalah metode Cooperative Integrated Reading and

Composition(CIRC).

F. Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian, maka signifikasi penelitian ini adalah

sebagai berikut :

1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi pemikiran mengenai

metode alternative dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia yang berkaitan

dengan materi membaca pemahaman, dan menambah wawasan baru

pengembangan teori membaca pemahaman dengan metode Cooperative

Integrated Reading and Composition(CIRC).

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Guru

1) Memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya.

2) Dapat digunakan sebagai salah satu alternatif metode

pembelajaran yang digunakan untuk mengajarkan materi

membaca pemahaman yang lebih efektif, inovatif, dan

menyenangkan bagi siswa.

b. Bagi Siswa

1) Meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya kemampuan

(21)

2) Meningkatkan keaktifan dan kreatifitas siswa dalam proses

pembelajaran

c. Bagi Sekolah

1) Sebagai bahan pertimbangan bagi sekolah dalam meningkatkan

kualitas proses belajar mengajar, khususnya mata pelajaran

Bahasa Indonesia tentang membaca pemahaman.

2) Meningkatkan kinerja sekolah melalui peningkatan

(22)

BAB II KAJIAN TEORI

A.Keterampilan Membaca

1. Hakikat Keterampilan Membaca

Pada pembelajaran bahasa terdapat empat keterampilan berbahasa.

Empat keterampilan tersebut antara lain: keterampilan menyimak,

keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis.

Keterampilan membaca merupakan suatu proses yang dilakukan

serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak

disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis.1

Selain itu membaca juga merupakan kegiatan untuk mendapatkan

makna dari apa yang tertulis dalam teks, sehingga selain perlu menguasai

bahasa yang dipergunakan seorang pembaca juga mengaktifkan berbagai

proses mental dalam sistem kognisinya.2

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, keterampilan berasal dari

kata terampil yang artinya cakap dalam menyelesaikan tugas; mampu dan

cekatan. Keterampilan sendiri diartikan sebagai suatu kecakapan untuk

menyelesaikan tugas.3 Keterampilan ialah kegiatan yang berhubungan

dengan urat syaraf dan otot-otot (neuromuscular) yang lazimnya tampak

1

Henry Guntur Tarigan, Membaca sebagai keterampilan berbahasa, (Bandung: Andkasa, 2008),7. 2

Iskandarwassid, Strategi pembelajaran bahasa, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013), 246. 3

Tim Penyusun, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Pusat Bahasa, 2008), 1688.

(23)

dalam kegiatan jasmaniyah seperti menulis, mengetik, olahraga, dan

sebagainya.4

Dari segi linguistik, membaca adalah suatu proses penyangian

kembali dan membaca sandi, berlainan dengan berbicara dan menulis yang

justru melibatkan penyangian. Sebuah aspek pembacaan sandi adalah

menghubungkan kata-kata tulis dengan makna bahasa lisan yang

mencakup pengubahan tulisan/cetakan menjadi bunyi yang bermakna.

Membaca dapat pula diartikan sebagai suatu metode yang kita pergunakan

untuk berkomunikasi dengan diri kita sendiri dan kadang-kadang dengan

orang lain yaitu mengkomunikasikan makna yang terkandung atau tersirat

pada lambang-lambang tertulis. Selain itu membaca dapat pula dianggap

sebagai suatu proses untuk memahami yang tersirat dalam yang tersurat,

melihat pikiran yang terkandung di dalam kata-kata yang tertulis.

Dari berbagai pengertian membaca di atas, dapat ditarik

kesimpulan bahwa kegiatan membaca adalah suatu kegiatan memahami

isi, ide atau gagasan baik yang tersurat maupun tersirat dalam bahan

bacaan, sehingga dapat mengambil makna dari pesan yang hendak

disampaikan oleh penulis. Dengan demikian, pemahaman menjadi produk

yang dapat diukur dalam kegiatan membaca, bukan perilaku fisik pada saat

membaca.

2. Tujuan Membaca

4

(24)

Tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta

memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan. Makna

arti erat sekali berhubungan dengan maksud tujuan, atau intensif kita

dalam membaca.

a. Tujuan membaca mencakup:

1) Membaca untuk memperoleh perincian-perncian atau fakta-fakta

2) Membaca untuk memperoleh ide-ide utama

3) Membaca untuk mengetahui urutan atau susunan, organisasi cerita

4) Membaca untuk menyimpulkan

5) Membaca untuk mengklasifikasikan

6) Membaca untuk menilai

7) Membaca untuk memperbandingkan atau mempertentangkan.

Adapun tujuan membaca pada penelitian ini adalah membaca

untuk memahami isi dari suatu bahan bacaan secara keseluruhan sehingga

pemahaman yang komprehensif tentang isi bacaan tercapai.

3. Aspek-aspek Membaca

Telah diutarakan di atas bahwa membaca merupakan suatu

keterampilan yang kompleks yang melibatkan serangkaian keterampilan

yang lebih kecil.

Sebagai garis besarnya, terdapat dua aspek penting dalam

membaca, yaitu:

a. Keterampilan yang bersifat mekanis yng dapat dianggap berada pada

(25)

1) Pengenalan bentuk huruf

2) Pengenalan unsur-unsur linguistik (fonem, kata, frase, pola klausa,

kalimat dan lain-lain)

3) Pengenalan hubungan pola ejaan dan bunyi

4) Kecepatan membaca ke taraf lambat.

b. Keterampilan yang bersifat pemahaman yang dapat dianggap berada

pada urutan yang lebih tinggi, yang paling erat adalah dengan membaca

dalam hati, yang dapat pula dibagi atas:

1) Membaca ekstensif, yang mencakup: membaca survei, membaca

sekilas, membaca dangkal

2) Membaca intensif, yang mencakup: membaca telaah isi dan

membaca telaah bahasa.

Membaca telaah isi yang mencakup: (1) membaca teliti, (2)

membaca pemahaman, (3) membaca kritis, (4) membaca ide.

Sedangkan membaca telaah bahasa mencakup: (1) membaca

bahasa asing, dan (2) membaca sastra.

B. Membaca Pemahaman

1. Pengertian Membaca Pemahaman

Membaca pemahaman merupakan suatu proses pemerolehan

(26)

telah dimiliki oleh pembaca serta dihubungkan dengan isi bacaan.5 Sedangkan membaca pemahaman juga dapat diartikan sejenis membaca

yang bertujuan untuk memahami standar-standar atau norma-norma

kesastraan, resensi kritis, drama tulis, serta pola-pola fiksi.6

Membaca pemahaman didefinisikan pula sebagai salah satu macam

membaca yang bertujuan memahami isi bacaan.7 Kemampuan membaca

sangat kompleks dan bukan hanya kemampuan teknik membacanya saja,

tetapi juga kemampuan dalam pemahaman dan interprestasi isi bacaan.

Pemahaman merupakan salah satu aspek yang penting dalam

kegiatan membaca, sebab pada hakikatnya pemahaman suatu bahan

bacaan dapat meningkatkan keterampilan membaca itu sendiri maupun

untuk tujuan tertentu yang hendak dicapai. Jadi, kemampuan membaca

dapat diartikan sebagai kemampuan dalam memahami bahan bacaan.

Dari berbagai pengertian diatas, dapat ditarik kesimpulan

sederhana bahwa membaca pemahaman adalah kegiatan membaca untuk

memahami isi bacaan secara menyeluruh, baik yang tersirat maupun yang

tersurat dari bahan bacaan tersebut.

2. Prinsip-prinsip membaca pemahaman

5

Samsu Somadayo, Strategi dan Teknik Pembelajaran Membaca, (Yogyakarta: Grahailmu, 2011), 10.

6

Henry Guntur Tarigan, Membaca sebagai keterampilan berbahasa, (Bandung: Andkasa, 2008), 58.

7

(27)

McLaughin & Allenn mengemukakan prinsip-prinsip membaca

pemahaman adalah sebgai berikut:8

a. Pemahaman merupakan proses kontruktivis sosial

b. Keseimbangan kemahiraksaraan adalah kerangka kerja kurikulum

yang membantu perkembangan pemahaman

c. Guru yang membaca profesional (unggul) akan mempengaruhi belajar

siswa

d. Pembaca yang baik memegang peranan yang strategis dan berperan

aktif dalam proses membaca

e. Membaca hendaknya terjadi dalam konteks yang bermakna

f. Siswa menemukan manfaat membaca yang berasal dari berbagai teks

pada berbagai tingkat kelas

g. Perkembangan kosa kata dan pembelajaran mempengaruhi

pemahaman membaca

h. Pengikutsertaan adalah faktor kunci pada proses pemahaman

i. Strategi dan keterampilan membaca bisa diajarkan, dan

j. Assesmen yang dinamis menginformasikan pembelajaran membaca

pemahaman

3. Langkah-langkah membaca pemahaman

Di dalam memahami bacaan, ada beberapa langkah yang perlu

dilakukan oleh pembaca, yaitu : a. Menentukan tujuan membaca, b.

Preview artinya membaca selayang pandang, c. Membaca secara

8

(28)

keseluruhan isi bacaan dengan cermat sehingga kita dapat menentukan ide

pokok yang tertuang pada setiap paragrafnya, d. Mengemukakan kembali

isi bacaan dengan kalimat dan kata-kata sendiri.

Adanya kemampuan membaca yang tinggi diharapkan dapat

menangkap ide-ide pokok yang terdapat dalam bahan bacaan, menemukan

hubungan suatu ide ide pokok dengan ide pokok yang lain serta secara

keseluruhannya, selanjutnya dapat menghubungkan apa yang dipahami

dari bacaan tersebut dengan ide-ide diluar bacaan. Membaca merupakan

perbuatan yang dilakukan berdasarkan kerjasama beberapa aktivitas

seperti, mengamati, memahami ide, curahan jiwa, dan aktivitas jiwa

seseorang yang tertuang dalam bahan bacaan.

C.Bahasa Indonesia

1. Hakikat Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang mengajarkan

komunikasi baik lisan maupun tulis dengan baik dan benar. Bahasa

Indonesia harus diajarkan disekolah dasar.

Bahasa merupakan sistem lambang bunyi berartikulasi yang

bersifat sewenang-wenang dan konvensional yang dipakai sebagai alat

komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran.9 Sedangkan bahasa

Indonesia merupakan bahasa nasional yang digunakan di negara Indonesia.

Hal ini merupakan salah satu sebab pelajaran bahasa Indonesia diajarkan

di semua jenjang pendidikan formal.

9

(29)

2. Kedudukan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting yang

tercantum di dalam:10

a. Ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 dengan bunyi, “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.

b. Undang-Undang Dasar RI 1945 Bab XV (Bendera, Bahasa, dan

Lambang Negara, serta lagu kebangsaan) pasal 36 menyatakan bahwa “Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”.

3. Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia di MI

Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah salah

satu program yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan,

keterampilan berbahasa peserta didik, serta sikap positif terhadap Bahasa

dan Sastra Indonesia.

Tujuan mata pelajaran bahasa Indonesia di MI/SD yaitu:11

a. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang

berlaku, baik secara lisan maupun tulis,

b. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa

persatuan dan bahasa negara,

10

Sukma Pratiwi, Rangkuman Penting Intisari 4 Matapelajaran Utama SD Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, (Jakarta: ARC Media, 2015), 304.

11

(30)

c. Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan

kreatif untuk berbagai tujuan,

d. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan

kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial,

e. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas

wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan

dan kemampuan berbahasa,

f. Menghargai dan mengembangkan sastra Indonesia sebagai khazanah

budaya dan intelektual manusia Indonesia.

4. Ruang Lingkup Bahasa Indonesia

Ruang lingkup mata pelajaran bahasa Indonesia mencakup

komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang

meliputi aspek-aspek sebagai berikut:12

a. Mendengarkan

Kompetensi untuk aspek mendengarkan yang diajarkan di kelas V

yaitu, menanggapi penjelasan narasumber (petani, pedagang, nelayan,

karyawan, dll) dengan memperhatikan santun berbahasa,

mengidentifikasi unsur cerita tentang cerita rakyat yang didengarnya,

menanggapi cerita tentang peristiwa yang terjadi di sekitar yang

disampaikan secara lisan, dan mengidentifikasi unsur cerita (tokoh,

tema, latar, amanat).

12

(31)

b. Berbicara

Kompetensi untuk aspek berbicara yang diajarkan di kelas V yaitu,

menanggapi suatu persoalan atau peristiwa dan memberikan saran

pemecahannya dengan memperhatikan pilihan kata dan santun

berbahasa, menceritakan hasil pengamatan/kunjungan dengan bahasa

runtut, baik, dan benar, berwawancara sederhana dengan narasumber

(petani, pedagang, nelayan, karyawan, dll) dengan memperhatikan

pilihan kata dan santun berbahasa, mengomentari persoalan faktual

disertai alasan yang mendukung dengan memperhatikan pilihan kata

dan santun berbahasa, memerankan tokoh drama dengan lafal, intonasi,

dan ekspresi yang tepat.

c. Membaca

Standar kompetensi untuk aspek membaca kelas V yaitu, membaca teks

percakapan dengan lafal dn intonasi yang tepat, menemukan gagasan

utama suatu teks yang dibaca dengan kecepatan 75 kata per menit,

membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat, membandingkan

isi dua teks yang dibaca dengan membaca sekilas, menemukan

informasi secara cepat dari berbagai teks khusus (buku petunjuk

telepon, jadwal pelajaran, daftar susunan acara, daftar menu, dll) yang

dilakukan melalui membaca memindai, dan menyimpulkan isi cerita

anak dalam beberapa kalimat.

(32)

Pada aspek menulis, standar kompetensi yang diajarkan di kelas V

meliputi, menulis karangan berdasarkan pengalaman dengan

memperhatikan pilihan kata dan penggunaan ejaan, menulis surat

undangan (ulang tahun, acara agama, kegiatan sejolah, kenaikan kelas,

dll) dengan kalimatt efektif dan memperhatikan penggunaan ejaan,

menulis dialog sederhana antara dua atau tiga tokoh dengan

memperhatikan isi serta perannya, meringkas isi buku yang dipilih

sendiri dengan memperhatikan penggunaan ejaan, menulis laporan

pngamatan atau kunjungan berdasarkan tahapan (catatan, konsep awal,

perbaikan, final) degan memperhatikan penggunaan ejaan, dan menulis

puisi bebas dengan pilihan kata yang tepat.

Pembelajaran apresiasi sastra SD dilaksanakan melalui 4

keterampilan berbahasa (mendengarkan karya sastra, membicarakan unsur

yang terkandung di dalam karya itu, membaca aneka ragam karya sastra

anak, kemudian menulis apa-apa yang terkandung dalam pikiran, perasaan,

dan sebagainya).13

5. Materi Mengidentifikasi Unsur-Unsur Intrinsik

Unsur-unsur intrinsik terdiri atas alur, tema, tokoh, latar, amanat,

sudut pandang, dan konflik.

a. Alur

Alur atau plot adalah rangkaian peristiwa yang terjadi dari awal cerita

hingga akhir cerita. Alur juga bisa diartikan sebagai hubungan antara

13

(33)

peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain berdasarkan hubungan

sebab akibat. Ada tiga jenis alur, yaitu alur maju, alur mundur, dan

alur campuran. Pada alur maju, pengarang memulai cerita pada saat

cerita itu dimulai hingga cerita berakhir. Berbeda dengan alur maju,

pengarang yang memulai cerita dengan alur mundur menceritakan

peristiwa sekarang, lalu bercerita tentang rangkaian peristiwa di masa

lalu tentang sebab peristiwa sekarang itu terjadi. Alur campuran

dipakai pengarang dengan mengkombinasikan kedua alur, yaitu alur

maju dan alur mundur dalam cerita yang ditulisnya. Alur terdiri atas

tiga tahapan, yaitu pengenalan, keadaan mulai bergerak, keadaan

mulai memuncak, klimaks, dan penyelesaian.

b. Tema

Tema adalah masalah yang menjiwai dan mendasari cerita secara

menyeluruh. Sebuah cerita pasti memiliki pokok masalah yang

membuat cerita terus berkembang. Tema dapat ditafsirkan dengan menjawab pertanyaan, tentang “apa yang dibicarakan oleh

pengarang?”. Banyak tema yang dipilih pengarang untuk menyusun

ceritanya, misalnya tema cinta, keluarga, ketuhanan, masalah sosial,

kemanusiaan, dan lain-lain.

c. Tokoh

Tokoh adalah para pelaku peristiwa dalam sebuah cerita. Pada

(34)

manusia. Dalam cerita modern kerap dijumpai tokoh binatang atau

benda.

Ada tiga jenis tokoh, yakni protagonis, antagonis, dan tritagonis.

1) Protagonis (tokoh utama)

Tokoh ini sangat berperan dan menentukan dalam cerita. Cerita

sangat bergantung pada tokoh ini. Tanpa tokoh ini, alur cerita

tidak akan berjalan dengan baik.

2) Antagonis (tokoh yang berlawanan dengan tokoh utama)

Tokoh ini merupakan tokoh lawan atau pihak yang

bersebrangan dengan tokoh utama . tokoh antagonis tidak

identik dengan tokoh jahat. Bisa saja tokoh antagonis adalah

tokoh baik. Sebagaimana tokoh protagonis juga tidak selalu

sebagai tokoh baik.

3) Tritagonis (tokoh tambahan)

Tokoh ini merupakan tokoh pelengkap yang diperlukan dalam

hubungannya dengan tokoh protagonis dan antagonis. Meskipun

demikian, cerit tidak bergantung dan tidak ditentukan oleh

tokoh jenis ini. Karakter tokoh dapat diketahui dari penjelaan

pengarang secara langsung tentang tokoh, gambaran fisik tokoh,

tindakan yang dilakukan tokoh, ucapan tokoh, ucapan tokoh lain

tentang karakter satu tokoh, dan lingkungan tokoh.

(35)

Latar adalah tempat, waktu, dan suasana terjadinya rangkaian

peristiwa dalam sebuah cerita. Latar memberikan gambaran atau

penjelasan tentang kapan, dimana, dan bagaimana cerita

berlangsung dari awal hingga akhir.

5) Amanat

Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang

melalui cerita. Pengarang tidak semataa-mata menulis cerita,

tetapi juga menyampaikan pesan yang terkandung dalam cerita

itu. Ada dua cara menyampaikan amanat, yaitu secara tersurat

dan tersirat. Penyampaian amanat dalam cerita secara tersurat

dan implisit, yakni pengarang menuliskan pesan-pesannya

langsung tertulis dalam cerita itu, biasanya pada bagian akhir

cerita. Adapun penyampaian amanat secara tersirat atau

eksplisit, yakni amanat tiak langsung tertulis dalam cerita, tetapi

bisa ditafsirkan dari oercakapan, peristiwa yang menimpa tokoh,

atau akibaat yang terjadi pada tokoh dalam akhir cerita itu.

6) Sudut pandang

Sudut pandang adalah cara yang digunakan oleh pengarang

dalam mengisahkan cerita. Ada dua sudut pandang, yaitu sudut

pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga. Pada

sudut pandang orang pertama atau akuan, pengarang sebagai

tokoh aku. Peran tokoh aku sebagai protagonis, antagonis, atau

(36)

pengarang tidak berperan sebagai tokoh aku maupun tokoh lain

dalam cerita. Pengarang mengambil posisi di luar cerita. Dengan

sudut pandang ini, pengarang leluasa menuturkan cerita, serba

tahu terhadap tindak-tanduk dan isi batin setiap tokoh dalam

ceritanya.

7) Konflik

Konflik adalah pertentangan atau hal yang menyebabkan

ketegangan agar cerita terus berkembang tanpa konflik,alur

cerita tidak mungkin berjalan sampai tahap penyelesain.Konflik

membuat pembaca penasaran untuk mengetahui apa yang terjadi

pada tokoh-tokoh di akhir cerita. Konflik banyak jenisnya,

antara lain konflik fribadi (batin), konflik social, konflik dengan

alam konflik budaya, dan konflik agama.

D. Metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

1. Pengertian Metode CIRC

Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

merupakan program pembelajaran komprehensif untuk mengajarkan

membaca dan menulis pada siswa kelas dasar pada tingkat yang lebih

tinggi dan juga pada sekolah menengah.14

CIRC, sebuah program yang komprehensif untuk mengajari

pembelajaran membaca, menulis, dan seni berbahasa pada kelas yang lebih

14

(37)

tinggi di sekolah dasar. Pengembangan CIRC difokuskan pada

metode-metode pengajaran, merupakan sebuah usaha untuk menggunakan

pembelajaran kooperatif sebagai sarana memperkenalkan teknik terbaru

dalam pengajaran praktis pembelajaran membaca dan menulis. Pendekatan

pembelajaran kooperatif menekankan tujuan-tujuan kelompok dan

tanggung jawab dari tiap individu.

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Cooperative

Integrated Reading and Composition (CIRC) merupakan salah satu jenis

metode pembelajaran metode kooperatif yang dirancang khusus untuk

pembelajaran membaca dan menulis secara komprehensif yang diterapkan

pada kelas 2-8 (dari sekolah dasar sampai menengah pertama).

2. Ciri-ciri pembelajaran CIRC

Di dalam pembelajaran kooperatif terdapat bermacam-macam

metode pembelajaran kooperatif lainnya, berikut disampaikan beberapa

ciri-ciri dari CIRC, yaitu:

a. Adanya suatu tujuan kelompok

b. Adanya tanggung jawab tiap individu

c. Tidak adanya tugas khusus

d. Tiap anggota dalam satu kelompok memiliki kesempatan yang sama

untuk sukses

e. Dibutuhkan penyesuaian dari tiap anggota kelompok.

(38)

CIRC terdiri dari tiga unsur penting: kegiatan-kegiatan dasar

terkait, pengajaran langsung pelajaran memahami bacaan, dan seni

berbahasa dan menulis terpadu. Setiap siswa bekerja dalam tim-tim yang

sifatnya heterogen. Semua kegiatan pembelajaran mengikuti siklus yang

melibatkan presentasi dari guru, latihan tim, latihan independen, pra

penilaian teman, latihan tambahan, dan tes. Unsur utama CIRC terdiri dari:

kelompok membaca, tim, kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan

cerita, pemeriksaan oleh pasangan, dan tes. Pembahasan mengenai

unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut:

Kelompok membaca. Jika menggunakan kelompok membaca,

siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari dua atau tiga

orang berdasarkan tingkat kemampuan membaca mereka, yang dapat

ditentukan oleh guru. Jika tidak, diberikan pengajaran kepada seluruh

kelas.

Tim. Siswa dibagi ke dalam pasangan dalam kelompok membaca

mereka, dan selanjutnya pasangan-pasangan tersebut dibagi ke dalam tim

yang terdiri dari pasangan-pasangan dari dua kelompok membaca atau

tingkat. Misalnya, sebuah tim terdiri dari kelompok membaca tingkat

rendah. Anggota ini menerima poin berdasarkan kinerja individual mereka

pada semua kuis, karangan, dan buku laporan, dan poin-poin inilah yang

membentuk skor tim.

Kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan cerita. Siswa

(39)

diperkenalkan dan didiskusikan dalam kelompok membaca yang diarahkan

oleh guru. Tahap-tahap kegiatannya meliputi: membaca berpasangan,

menulis cerita yang bersangkutan dan tata bahasa cerita, mengucapkan

kata-kata dengan keras, makna kata, menceritakan kembali cerita, dan

ejaan.

Pemeriksaan oleh pasangan. Jika siswa telah menyelesaikan

semua kegiatan ini, pasangan mereka memberikan formulir tugas yang

mengindikasikan bahwa mereka telah menyelesaikan dan/atau memenuhi

kriteria terhadap tugas tersebut.

Tes. Pada akhir periode kelas, siswa diberikan tes pemahaman

terhadap cerita, diminta untuk menuliskan kalimat-kalimat bermakna

untuk tiap kosakata, dan diminta membacakan daftar kata-kata dengan

keras kepada guru. Pada tes ini siswa tidak diperbolehkan saling

membantu. Hasil tes dan evaluasi dari menulis cerita yang bersangkutan

adalah unsur utama dari skor tim mingguan siswa.

4. Langkah-langkah Pembelajaran CIRC

CIRC sebagai salah satu jenis metode pembelajaran, dalam

pelaksanaannya memiliki langkah-langkah pembelajaran.

Langkah-langkah pembelajaran dilakukan untuk mewujudkan tujuan pembelajaran

yang ingin dicapai. Langkah-langkah metode pembelajaran Cooperative

Integrated Reading and Composition (CIRC), terdiri dari15:

a. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen

15

(40)

b. Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran

c. Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan

memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar

kertas

d. Mempresentasikan atau membacakan hasil kelompok

e. Guru membuat kesimpulan bersama

f. Penutup

5. Kelebihan dan kekurangan pembelajaran CIRC

Secara khusus, kelebihan metode pembelajaran CIRC adalah

sebagai berikut:

a. CIRC sangat tepat untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam

menyelesaikan soal pemecahan masalah

b. Dominasi guru dalam pembelajaran berkurang

c. Siswa termotivasi pada hasil secara teliti, karena bekerja dalam

kelompok

d. Para siswa dapat memenuhi makna soal dan saling mengecek

pekerjaannya

e. Membantu siswa yang lemah

f. Meningkatkan hasil belajar khususnya dalam menyelesaikan soal yang

berbentuk pemecahan masalah.

Sedangkan kekurangan metode pembelajaran CIRC tersebut yaitu,

Dalam metode pembelajaran, metode CIRC ini hanya dapat dipakai untuk

(41)

dipakai untuk mata pelajaran seperti: matematika dan mata pelajaran lain

yang menggunakan prinsip menghitung.16

16 (http://www.asikbelajar.com/2012/11/model-pembelajaran-circ-cooperative.html)

(42)

BAB III

PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS

A. Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan cara atau prosedur yang sistematis dan

terorganisasi untuk menyelidiki suatu masalah tertentu dengan maksud

mendapatkan informasi untuk digunakan sebagai solusi atau jawaban atas

masalah yang diteliti.1

Metode yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian tindakan

kelas. Kata penelitian tindakan kelas berasal dari bahasa inggris Classroom

Action Research, yang berarti penelitian tindakan kelas.

PTK meliputi tiga kata yaitu “penelitian”, “tindakan”, dan “kelas”.

Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek, menggunakan aturan

metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat

bagi peneliti atau orang-orang yang berkepentingan dalam rangka

peningkatan kualitas diberbagai bidang. Tindakan adalah suatu gerak kegiatan

yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu yang dalam pelaksanaannya

berbentuk rangkaian periode/siklus kegiatan. Sedangkan kelas adalah

sekelompok siswa/mahasiswa yang dalam waktu yang sama dan tempat yang

sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru/dosen yang sama.2

Menurut Suyanto dalam Masnur, PTK adalah suatu bentuk penelitian

yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar

1

Ulber Silalahi. Metode Penelitian Social. (Bandung: Andgota Ikapi, 2010) , 12 2

Ekawarna, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Referensi, 2013), 4.

(43)

dapat memperbaiki atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas

secara profesional.3

Dari pengertian diatas maka penelitian tindakan kelas adalah penelitian

tindakan yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas dalam rangka

memecahkan masalah sampai itu dapat dipecahkan.

Dalam pelaksanaannya penelitian tindakan kelas ini menggunakan

metode Kurt Lewin. Metode Kurt Lewin merupakan metode yang selama ini

menjadi acuan pokok dari berbagai metode action research, terutama

classroom action research (CAR). Lewin adalah orang pertama yang

memperkenalkan action research, konsep pokok action research menurut

Lewin terdiri dari empat tahap penting yaitu (1) perencanaan (planning), (2)

aksi atau tindakan (acting), (3) observasi (observing), dan (4) refleksi

(reflecting). Hubungan antara keempat komponen tersebut menunjukkan

sebuah siklus. 4

Apabila digambarkan dalam bentuk visualisasi, maka metode Kurt

Lewin akan tergambar dalam bagan Seperti berikut:

3

Masnur Muslich, Melaksanakan PTK itu mudah (Classroom Action Research), cet. Ke-2, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), 9.

4

(44)

Dan seterusnya

Gambar 3.1 Model PTK Kurt Lewin

Metode penelitian tindakan kelas yang digunakan adalah metode

penelitian kombinasi. Metode penelitian ini mengkombinasikan atau

menggabungkan antara metode penelitian kualitatif dan metode kuantitatif.

Metode kualitatif dan kuantitatif digunakan bersama-sama dalam penelitian,

sehingga diperoleh data yang komperhensif, valid, reliabel, dan obyektif.5

B. Setting Penelitian dan Karakteristik Subyek Penelitian

1. Setting Penelitian

a. Tempat penelitian : MI Roudlotul Banat Taman Sidoarjo

5

Sugiono, Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods), (Bandung: Alfabeta, 2013), 19. Identifikasi

Perencanaan

Refleksi Tindakan

Observasi

Siklus I

Siklus II Perencanaan

(45)

b. Waktu Penelitian : Penelitian ini akan dilaksanakan pada awal semester

genap yaitu pada bulan Maret 2016

2. Subyek Penelitian

Sebagai subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V MI

Roudlotul Banat Sepanjang Sidoarjo tahun ajaran 2015/2016 dengan

jumlah siswa sebanyak 18 siswa, 8 siswa laki-laki dan 10 siswa

perempuan.

C. Variabel Penelitian

Variabel yang menjadi sasaran dalam PTK ini adalah meningkatkan

keterampilan membaca pemahaman dengan menerapkan Metode Cooperative

Integrated Reading and Composition (CIRC) pada mata pelajaran Bahasa

Indonesia kelas V. Di samping variabel tersebut masih ada beberapa variabel

yang lain yaitu:

1. Variabel input : siswa kelas V MI Roudlotul Banat Sepanjang Sidoarjo

tahun ajaran 2015-2016.

2. Variabel proses : penerapan metode Cooperative Integrated Reading and

Composition (CIRC).

3. Variabel output : peningkatan keterampilan membaca pemahaman siswa.

D. Rencana Tindakan

Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model penelitian dari Kurt

(46)

tahap kegiatan yaitu : tahap membuat rencana tindakan, melaksanakan

tindakan, mengadakan pengamatan atau observasi, mengadakan refleksi.6

Pada penelitian tindakan kelas ini, peneliti melakukan dengan 2 siklus,

sebagai berikut:

1. Siklus I

a. Perencanaan (planning)

Pada tahap perencanaan ini, kegiatan yang harus dilakukan

peneliti antara lain:

1) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) materi

pelajaran dengan materi bahasa Indonesia mengidentifikasi unsur

cerita (tokoh, tema, latar, amanat)

2) Mempersiapkan sumber pembelajaran berupa bahan bacaan yang

berhubungan dengana materi.

3) Mempersiapkan lembar kerja siswa.

4) Menyusun dan menyiapkan pedoman observasi pelaksanaan

pembelajaran dan lembar observasi. Pedoman observasi digunakan

untuk mencatat hasil pengamatan terhadap pelaksanaan

pembelajaran serta digunakan untuk mencatat segala perilaku dan

aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

5) Menyusun dan menyiapkan pedoman wawancara untuk

mempermudah peneliti dalam mengetahui respon siswa dan guru

terhadap pembelajaran yang sedang dilaksanakan.

6

(47)

6) Menyusun dan mempersiapkan lembar evaluasi siswa.

b. Tindakan (action)

Pada pertemuan ini peneliti menggunakan konsep belajar

kelompok melalui metode pembelajaran Cooperative Integrated

Reading and Composition (CIRC) . Prosedur pelaksanaannya adalah

menerapkan tindakan mengacu pada RPP dan skenario pembelajaran.

Meliputi kegiatan awal, kegiaatan inti, dan kegiatan penutup. Selain itu,

pada kegiatan ini peneliti juga melakukan penelitian terhadap siswa.

Dibawah ini adalah RPP selama pembelajaran dalam siklus I

berlangsung:

Tabel 3.1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I

Kegiatan Waktu

a.Kegiatan Pendahuluan

1) Guru mengucapkan salam

2) Guru menanyakan kabar siswa

3) Siswa berdo’a dengan dipimpin oleh ketua kelas

4) Guru memberikan ice breaking untuk

membangkitkan semangat siswa dengan

melakukan tepuk merah 3x, kuning 2x, dan hijau 1x.

5) Guru melakukan apersepsi dengan mengaitkan

materi sebelumnya dan mengaitkan materi hari ini dengan pengalaman yang dimiliki

6) Guru mengajukan pertanyaan awal untuk menggali

kemampuan awal siswa. “Siapa yang pernah membaca cerita rakyat?”, “cerita apa yang pernah kalian baca?”

7) Guru menginformasikan materi yang akan

dipelajari yaitu tentang mengidentifikasi unsur-unsur cerita.

8) Guru menyampaikan tujuan dan kompetensi yang

ingin dicapai dalam pembelajaran.

10 Menit

b.Kegiatan Inti

1) Siswa menyimak penjelasan guru mengenai

(48)

membaca pemahaman.

2) Guru melakukan umpan balik kepada siswa

3) Siswa dibagi menjadi 3 kelompok heterogen

beranggotakan 5-6 orang secara acak.

4) Guru memberikan bacaan cerita kepada setiap

kelompok.

5) Siswa bekerjasama saling membacakan cerita untuk

mengidentifikasi unsur-unsur yang terdapat dalam cerita.

6) Masing-masing kelompok membacakan hasil

diskusinya di depan kelas dan kelompok yang lain memberi tanggapan.

7) Guru memberikan penguatan terhadap jawaban dari

setiap kelompok

8) Guru melakukan penilaian atas jumlah skor yang

diperoleh setiap kelompok.

9) Guru memberikan soal evaluasi individu mengenai

materi mengidentifikasi unsur-unsur cerita. c.Kegiatan Penutup

1) Guru bersama siswa memberikan kesimpulan atas

materi hari ini.

2) Siswa yang belum jelas diberikan kesempatan

untuk bertanya.

Observasi atau pengamatan dalam penelitian ini dilakukan selama

proses pembelajaran di kelas berlangsung. Observasi dilaksanakan

untuk mengamati setiap proses dan perkembangan yang terjadi pada

peserta didik. Observasi dilakukan oleh peneliti sesuai dengan pedoman

observasi yang telah dibuat.

d. Refleksi

Pada tahap ini peneliti menganalisis seluruh tindakan yang

(49)

hasil soal evaluasi individu siswa, observasi, dan wawancara. Peneliti

juga mendiskusikan dengan guru baik tentang kekurangan maupun

ketercapaian. Jika ternyata hasil yang diperoleh belum berhasil maka

akan dilakukan siklus selanjutnya.

2. Siklus II

Kegiatan yang dilakukan pada siklus kedua dimaksudkan sebagai

perbaikan dari siklus pertama. Tahapan pada siklus kedua identik dengan

siklus pertama yaitu dengan perencanaan (planning), dilanjutkan dengan

tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Pada

tahap ini dilakukan refleksi terhadap siklus I dan siklus II. Selain itu juga

dilakukan diskusi dengan guru kolaborator untuk mengevaluasi agar dapat

dibuat kesimpulan atas pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia

melalui penerapan metode Cooperative Integrated Reading and

Composition (CIRC) dalam meningkatkan keterampilan membaca

pemahaman siswa setelah melaksanakan rangkaian kegiatan mulai dari

siklus I sampai siklus II.

E.Data dan Cara Pengumpulan

1. Data

Data adalah semua keterangan seseorang yang dijadikan responden

maupun yang berasal dari dokumen-dokumen baik dalam bentuk statistik

atau dalam bentuk lainnya guna keperluan penelitian yang dimaksud.7

Dalam penelitian, data yang diperlukan ada dua macam, yaitu:

7

(50)

a. Data Kualitatif

Data kualitatif merupakan data yang berhubungan dengan

kategorisasi, karakteristik berwujud pertanyaan atau berupa kata-kata.

Adaapun yang termasuk dalam data kualitatif pada penelitian ini,

meliputi:

1) Materi yang disampaikan dalam Penelitian Tindakan Kelas

2) Metode yang dipakai dalam Penelitian Tindakan Kelas

b. Data Kuantitatif

Data kuantitatif merupakan data yang berwujud angka-angka.

Adapun yang termasuk dalam data kuantitatif pada penelitian ini,

meliputi:

1) Data jumlah siswa kelas V

2) Data presentase ketuntasan minimal

3) Data nilai siswa

4) Data prosentase aktivitas guru dan siswa

2. Cara pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang diambil atau dilakukan peneliti

adalah teknik tes, observasi, dokumentasi, wawancara. Teknik pengumpulan

data tersebut dilakukan oleh peneliti diupayakan agar mendapatkan data

yang valid, maka peneliti melakukan pengumpulan data dengan cara

(51)

a. Tes

Tes adalah cara yang digunakan untuk pengukuran dan penilaian di

bidang pendidikan.8 Tes juga diartikan serentetan pertanyaan atau latihan

serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan,

pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh

individu atau kelompok.9

Dari kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan tes merupakan

cara yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, dan

kemempuan individu atau kelompok. Tes yang digunakan dalam

penelitian ini adalah bertujuan untuk mengukur keterampilan membaca

pemahaman. Peneliti menggunakan tes berupa pemberian soal-soal

tertulis untuk dikerjakan siswa secara individu.

Berikut ini merupakan kisi-kisi penilaian dan kisi-kisi soal

Mengidentifikasi unsur-unsur cerita pada tabel.

Tabel 3.2 Kisi-kisi Penilaian

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Bentuk soal : Pilihan Ganda,uraian

Kelas/Semester : V/II Jumlah soal : 11 butir

1. Pemahaman Mengidentifikasi

unsur-unsur

Anas Sudjiono, Pengantar statistik Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Press, 2005) , 67. 9

(52)

2. Keterampilan Menceritakan

Kompetensi Indikator Butir Soal

Bentuk

Pengamatan atau observasi adalah suatu teknik yang dilakukan

dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara

sistematis. Teknik observasi bertujuan untuk mengumpulkan data,

referensi, peristiwa, tindakan, dan proses yang seang dilakukan dalam

(53)

Observasi yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas ini

berupa kegiatan pengamatan terhadap seluruh proses pembelajaran yang

dilaksanakan dalam mencatatnya. Observasi dilakukan untuk mengetahui

persiapan, perhatian, keaktifan, dan keterampilan membaca pemahaman

siswa dalam pembelajaran berlangsung dengan menggunakan metode

CIRC.

Hasil observasi digunakan untuk mengetahui proses dan dampak

pembelajaran, dan perlakuan untuk menata langkah-langkah perbaikan

agar lebih efektif dan efisien untuk tahapan berikutnya. Hal-hal yang

diamati dalam penelitian ini meliputi:

1) Aktivitas guru pada proses pembelajaran dengan menggunakan

metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC).

2) Aktivitas siswa pada proses pembelajaran dengan menggunakan

metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

Tabel 3.4

Lembar Obserbvasi Aktifitas Guru

Aspek yang Diamati Ya Tidak

a. Kegiatan Pendahuluan

1) Guru mengucapkan salam

2) Guru menanyakan kabar siswa

3) Guru meminta salah satu siswa memimpin

berdo’a

4) Guru mengabsen siswa

5) Guru mengaitkan pembelajaran hari ini dengan

pembelajaran sebelumnya

6) Guru memotivasi siswa dengan mengajak

tepuk warna.

7) Guru menginformasikan materi yang akan

(54)

8) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. b.Kegiatan Inti

9) Guru menyampaikan penjelasan singkat

tentang materi unsur-unsur cerita.

10)Guru menjelaskan mengenai langkah-langkah

membaca pemahaman

11)Guru melakukan umpan balik kepada siswa

12)Guru membentuk siswa menjadi beberapa

kelompok

13)Guru memberikan soal cerita dan lembar kerja

kepada siswa

14)Guru berkeliling mengecek kegiatan diskusi

siswa

15)Guru memberikan penguatan kepada siswa

yang menyampaikan hasil diskusinya

16)Guru melakukan penilaian terhadap hasil

diskusi siswa Kegiatan Penutup

17)Guru memberikan soal evaluasi individu

18)Guru memberikan kesimpulan mengenai materi

yang telah dipelajari

19)Guru meminta salah satu siswa untuk

memimpin berdo’a

20)Guru mengucapkan salam penutup.

Tabel 3.5

Lembar Observasi Aktifitas Siswa

Aspek yang Diamati Ya Tidak

a. Kegiatan Pendahuluan

1) Siswa menjawab salam dari guru

2) Siswa menjawab pertanyaan kabar dari guru

3) Siswa berdo’a dengan baik

4) Siswa mengkomunikasikan kehadiran kepada

guru

5) Siswa memperhatikan guru melakukan apersepsi

6) Siswa semangat saat diajak guru tepuk warna

7) Siswa memperhatikan guru menginformasikan

(55)

8) Siswa mendengarkan saat guru menjelaskan tujuan pembelajaran.

b. Kegiatan Inti

9) Siswa mendengarkan guru menyampaikan

penjelasan singkat tentang materi

mengidentifikasi unsur-unsur cerita

10) siswa mendengarkan penjelasan guru

mengenai membaca pemahaman

11) siswa menjawab pertanyaan dari guru

12) siswa membentuk kelompok

13) siswa mendapat lembar kerja dari guru

14) siswa saling membacakan cerita dalam

kelompoknya

15) siswa bekerjasama menjawab soal diskusi

16) siswa menyampaikan hasil diskusi didepan

kelas

c. Kegiatan Penutup

17)siswa mengerjakan soal secara individu dengan

batasan waktu yang telah ditentukan oleh guru

18)siswa membuat kesimpulan tentang materi

yang telah dipelajari 19)siswa berdo’a

20)siswa menjawab salam.

c. Dokumentasi

Dokumentasi adalah pengumpulan, pemilihan, pengolahan, dan

penyimpanan informasi di bidang pengetahuan.10

Dokumentasi pada penelitian ini adalah absensi, data nilai, dan

gambar-gambar yang dibutuhkan selama proses pembelajaran

berlangsung.

d. Wawancara

10

(56)

Pertemuan langsung yang direncanakan antara pewawancara dan

yang diwawancarai untuk saling bertukar pikiran, guna memberikan atau

menerima informasi tertentu yang diperlukan dalam penelitian.

Wawancara ini digunakan untuk memperoleh data tentang kendala

siswa dalam belajar, hasil belajar siswa, media yang digunakan guru

dalam pembelajaran. Instrumen yang digunakan adalah panduan

wawancara.

Tabel 3.6

Panduan wawancara penelitian pada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V MI Roudlotul Banat Sepanjang Sidoarjo

No Tujuan Penelitian Wawancara Guru

1. Dapat mengetahui proses

pembelajaran sebelum adanya pemberian metode CIRC

mata pelajaran Bahasa

Indonesia materi

mengidentifikasi unsur-unsur cerita

a. Bagaimana proses pembelajaran

Bahasa Indonesia saat materi

mengidentifikasi unsur-unsur

cerita?

b. Bagaimana antusias siswa saat

materi tersebut di ajarkan?

c. Metode apakah yang anda

gunakan pada saat materi

tersebut?

2. Dapat mengetahui penerapan

metode CIRC dalam

meningkatkan keterampilan

membaca pemahaman siswa pada mata pelajaran Bahasa

Indonesia materi

Mengidentifikasi unsur-unsur cerita

a. Bagaimana aktifitas siswa saat

mengikuti pembelajaran dengan metode CIRC?

3. Dapat mengetahui

peningkatan keterampilan

membaca pemahaman materi Mengidentifikasi unsur-unsur cerita pada siswa setelah metode CIRCdi terapkan?

a. Bagaimana peningkatan

keterampilan membaca

pemahaman siswa setelah

adanya penerapan metode

(57)

Tabel 3.7

Panduan wawancara penelitian kepada siswa kelas V MI Roudlotul Banat Sepanjang Sidoarjo

No. Tujuan Penelitian Daftar Wawancara Siswa

1. Dapat mengetahui proses

pembelajaran sebelum adanya pemberian metode CIRC mata pelajaran Bahasa Indonesia

materi Mengidentifikasi

unsur-unsur cerita

a. Apa yang kamu lakukan saat

guru memberikan penjelasan materi Mengidentifikasi

unsur-berdiskusi dengan teman

kelompok?

2. Dapat mengetahui penerapan

metode CIRC dalam

meningkatkan keterampilan

membaca pemahaman siswa pada mata pelajaran Bahasa

membaca pemahaman materi Mengidentifikasi unsur-unsur cerita pada siswa setelah metode CIRC diterapkan.

a. Apa yang kamu lakukan saat

guru memberikan penjelasan materi Mengidentifikasi

unsur-berdiskusi dengan teman

kelompok?

e. Bagaimana cara guru anda

(58)

Mengidentifikasi unsur-unsur cerita?

f. Bagaimana kelas yang

kondusif menurut kamu?

3. Teknis Analisi Data

Pada penelitian tindakan kelas ini, digunakan analisis deskripsi

kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan

kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk

mengetahui hasil belajar yang dicapai siswa juga untuk mengetahui respon

siswa terhadap kegiatan serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran

berlangsung.11

a. Analisis prosentase Aktifitas Guru dan Siswa

Data tentang aktivitas siswa dianalisis dengan menghitung

presentase aktivitas siswa untuk setiap indikator. Rumus menghitung

presentase aktivits siswa untuk tiap-tiap indikator adalah :

X1

S1 = x 100%

N Keterangan :

S1 : Presentase aktivitas guru/siswa

X1 : Banyak aktivitas guru/siswa

N : Jumlah aktivitas secara keseluruhan

11

(59)

b. Analisis Hasil Tes

Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana

yaitu,

1) Untuk menilai ulangan atau tes formatif

Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa

yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang berada di kelas

tersebut sehingga diperoleh rata-rata tes formatif yang dapat

dirumuskan :12

Adapun untuk menghitung presentase ketuntasan belajar

digunakan rumus sebagai berikut.13

Ʃ siswa yang tuntas belajar

P = x 100%

Ʃ siswa

Analisis ini dilakukan pada tiap siklus ditahap refleksi.

Hasil analisis ini digunakan sebagai bahan refleksi untuk melakukan

perencanaan lanjut dalam siklus selanjutnya. Hasil penilaian yang

12

Nana Sudjana, Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: RR, 1989), 109. 13

(60)

telah diperoleh tersebut dikelompokkan ke dalam bentuk penskoran

nilai siswa. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar,

bahwa tingkat pencapaian untuk hasil belajar adalah 75%. Dengan

kriteria tingkat keberhasilan belajar yang dikelompokkan ke dalam

lima kategori berikut:

Tabel 3.8

Kriteria Tingkat Keberhasilan Belajar

Tingkat Kberhasilan (%) Arti

90 – 100 % Sangat Baik

70 – 89 % Baik

50 – 69 % Cukup Baik

0 – 49 % Tidak Baik

F. Indikator Kinerja

Indikator kinerja adalah suatu kriteria yang digunakan untuk melihat

tingkat keberhasilan dari kegiatan PTK dalam meningkatkan atau memperbaiki

PBM dikelas. Indikator kinerja harus realistik dan data dapat diukur (jelas cara

pengukurannya)14

Metode pembelajaran Cooperative Integrated Reading and

Composition (CIRC) dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman

pada siswa kelas III MI Roudlotul Banat dengan indikator sebagai berikut:

14

(61)

a. Setelah penelitian ini dilakukan diharapkan keterampilan siswa pada

pelajaran bahasa indonesia meningkat. Diukur dari presentase ketingkatan

belajar siswa sebelum menggunakan metode pembelajaran Cooperative

Integrated Reading and Composition (CIRC) dan sesudah menggunakan

metode pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition

(CIRC).

b. Meningkatnya prosentase ketuntasan belajar ≥ 80%.

c. Meningkatnya jumlah siswa yang berhasil mencapai KKM 75,00.

G.Tim Peneliti dan Tugasnya

Penelitian ini dilakukan oleh peneliti dan berkolaborasi dengan guru

mata pelajaran Bahasa Indonesia, tugas peneliti adalah melakukan tindakan

dalam penelitian, sedangkan guru saling bekarja sama membantu pelaksanaan

kegiatan penelitian maupun sagala hal yang bersangkutan dengan penelitian

tersebut.

Peneliti

Nama : Siti Arofah

Nim : D97212108

Jabatan : Mahasiswi Prodi PGMI UIN Sunan Ampel Surabaya

Tugas :

1. Menyusun perencanaan pembelajaran, instrumen penilaian, lembar

observasi.

2. Menilai instrumen berupa naskah wawancara kepada siswa dan guru

Gambar

Gambar 3.1 Model PTK Kurt Lewin
Tabel 3.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I
Tabel 3.2
Tabel 3.3 Kisi-kisi Soal
+7

Referensi

Dokumen terkait

Judul Skripsi: ” PENERAPAN STRATEGI COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN

Suyatmi, 2013, Peningkatan Keterampilan Membaca dan Menulis Permulaan Dengan Metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada Siswa Kelas I SD Negeri 02

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dapat meningkatkan

Indikator kinerja dalam penelitian tindakan kelas ini adalah diharapkan dengan metode Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) kemampuan membaca pemahaman pada

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran cooperative integrated reading and composition (CIRC) untuk meningkatkan kemampuan

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA INTENSIF PADA SISWA KELAS IV SDN

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) pada mata pelajaran

Indikator keberhasilan dalam memberikan tindakan yang dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa dengan menerapkan melalui metode Cooperative Integrated Reading and