2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Definisi Kualitas
Kualitas atau mutu adalah kata kunci suatu perusahaan yang harus dijaga oleh untuk dapat memberikan kepuasan pelayanan kepada customer. Oleh karena itu perusahaan selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas hasil produksinya agar dapat mempertahankan pelanggannya. Secara definitive kualitas dapat diartikan sebagai derajad atau tingkatan dimana nilai suatu produk atau jasa dapat memuaskan keinginan konsumen6. Menurut W.Edwards Deming kualitas dapat diartikan sebagai suatu tingkat yang dapat diprediksi dari keseragaman dan ketergantungan pada biaya yang rendah dan sesuai dengan pasar.
Untuk menjaga kualitas maka harus ada usaha peningkatan kualitas. Usaha ini merupakan usaha perbaikan yang bertujuan untuk mempertahankan dan memperbaiki kualitas suatu produk. Adapun tujuan dari perbaikan adalah untuk menghasilkan barang dengan harga murah dengan kualitas nomor satu dan delivery sesuai waktu yang ditetapkan. Peningkatan kualitas atau pengendalian kualitas adalah suatu sistem verifikasi dan penjagaan dari suatu tingkatan kualitas produk atau proses yang
dikehendaki dengan cara perencanaan yang seksama, pemakaian peralatan yang sesuai, inspeksi yang terus menerus, serta tindakan korektif bilamana diperlukan.
2.1.2 Alat Bantu Peningkatan Kualitas
Peningkatan kualitas dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa alat Bantu. Alat bantu yang dapat digunakan antara lain adalah sebagai berikut:
1.Delapan Langkah Peningkatan Kualitas (8 Steps for Improvement)
Langkah-langkah peningkatan kualitas dengan Delapan langkah peningkatan kualitas adalah sebagai berikut:
Langkah I: Menentukan Thema
Didalam langkah ini akan dibahas tentang masalah yang akan diangkat untuk dianalisa penyebab masalah untuk dilakukan penanggulangan dari masalah yang dihadapi. Syarat dari masalah yang bisa diangkat untuk dilakukan perbaikan antara lain adalah:
• Proses tidak sesuai dengan prosedur kerja yang ditetapkan
• Barang yang dihasilkan tidak sesuai dengan kualitas yang ditetapkan
• Menyimpang dari standard yang telah ditentukan
• Menimbulkan kesulitan bagi pelanggan atau proses berikutnya
Dalam menentukan thema hal lain yang harus mempertimbangkan adalah apakah masalah tersebut:
• Susah atau tidak untuk ditanggulangi
• Layak untuk ditanggulangi
• MUDA (sia-sia) atau tidak
Dalam pengumpulan data, data yang diperlukan adalah data yang berkaitan dengan thema, kemudian dilakukan pengelompokan data sehingga masalah yang dinyatakan dalam thema menjadi jelas.
Langkah II: Menentukan Target
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan target adalah:
• Spesifik, target harus jelas judul maksud dan tujuannya
• Measurable, target harus jelas nilai dan satuanya dan dapat diukur
• Achievable, target harus bisa dicapai dalam usaha penaggulangan sehingga semua aktifitasnya tidak sia-sia.
• Reasonable/Realistik, alasan penentuan target masuk akal dan realistic
• TimeBase,waktu penentuan pencapaian target jelas.
Beberapa dasar yang dapat dipakai dalam penentuan target antara lain adalah:
• Target yang ditetapkan perusahaan
• Target yang ditetapkan oleh customer
• Kondisi terbaik yang pernah dicapai
• Hasil dari analisa
Langkah III: Analisa Kondisi yang Ada atau Faktor-Faktor yang Berpengaruh
Sasaran yang ingin dicapai dalam langkah ke-III ini antara lain adalah:
• Mendapatkan fakta-fakta dan data tentang penyimpangan atau kondisi yang berhubungan dengan akar permasalahan.
• Mempersempit masalah.
Hal-hal lain yang harus diperhatikan adalah:
• Memfokuskan pembicaraan atau aktifitas untuk mengetahui akar permasalahan yang sebenarnya secara pasti
• Mengumpulkan data dan informasi baru yang lebih banyak, tidak cukup pada data yang sudah ada.
• Data dan fakta harus diutamakan bukan berdasarkan pada asumsi dan pengalaman.
• Waktu munculnya masalah harus diketahui secara tepat dan pasti.
• Belum diijinkan untuk menentukan “Apa Sebabnya” masalah itu terjadi.
Langkah IV: Analisa Penyebab Masalah
Dalam langkah analisa penyebab masalah atau langkah ke empat ini, langkah yang dapat dilakukan adalah menyelidiki dan menguji penyebab-penyebab yang mungkin terjadi untuk menemukan penyebab utama dari akar permasalahan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam langkah ini antara lain:
• Masalah harus sudah pasti spesifik (akar permasalahan yang sebenarnya sudah jelas)
• Jika masalah yang akan dibahas masih luas maka faktor-faktor penyebabnya juga masih luas.
Langkah V: Rencana Penanggulangan
Dalam melakukan rencana penanggulangan masalah perlu dipertimbangkan beberapa hal antara lain:
• Dampak, dengan masalah yang ada saat ini apakah kita akan mampu meng-eliminir dan menuntaskan masalah yang terjadi
• Teknis, apakah tindakan perbaikan yang kita lakukan dapat diterapkan dan mudah dioperasikan atau dilakukan
• Biaya, berapa besar keuntungan yang didapatkan dari perbaikan yang kita lakukan
Hal lain yang juga perlu dipertimbangkan adalah faktor-faktor:
• Q (Quality) • C (Cost) • D (Delivery) • S (Safety) • M (Moral) • P (Productivity) • E (Environment)
Dalam rencana penanggulangan dapat dibantu dengan menggunakan prinsip 5W2H (why, what, where, when,who, how, how much).
Langkah VI: Pelaksanaan Penaggulangan
Dalam melakukan tindakan penaggulangan ini kita akan menjalankan semua rencana yang telah dibuat pada langkah rencana penanggulangan dengan melibatkan orang-orang yang terkait di bidang ini.
Tindakan yang harus diperhtikan adalah pastikan bahwa tindakan penanggulangan tidak menimbulkan masalah baru.
Langkah VII: Evaluasi Hasil
Setelah semua tindakan penanggulangan berjalan maka untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari perbaikan yang telah dilakukan maka perlu dilakukan evaluasi hasil. Untuk mengevaluasi hasil harus digunakan tolok ukur yang sama dengan kondisi sebelum perbaikan, hal ini dibertujuan untuk memudahkan memahami hasil sebelum dan sesudah perbaikan.
Jika hasil penanggulangan tidak sesuai dengan target maka harus diperiksa kembali rencana kerja apakah sistem yang direncanakan sudah baik.
Langkah VIII: Standardisasi dan Tindak Lanjut
Langkah ini diperlukan untuk menghindari serta mencegah supaya masalah yang sama tidak akan muncul kembali di kemudian hari.
2. SEVEN (7) TOOLS
Alat bantu lain yang dapat digunakan untuk peningkatan kualitas adalah seven tools yang dalam penggunaanya tidak harus digunakan semuanya tetapi tergantung tools mana yang cocok. Seventools terdiri dari:
a. Check Sheet atau Lembar Periksa
Check sheet atau lembar periksa adalah alat bantu untuk memudahkan proses pengumpulan data. Lembar periksa atau cheek sheet cocok digunakan untuk:
• Mengumpulkan data mengenai seberapa sering suatu masalah terjadi
• Membedakan antara opini dan fakta Tabel 2.1 Contoh Check Sheet
PT. KAYABA
INDONESIA CHECK SHEET: ACHIEVEMENT RATE LINE SD
PPC-4W DEPARTMENT
MODEL MONTHLY MONTHLY 1 s/d 18 19 PLAN
EST ST
NO KAYABA PROD DEL
STK GOOD B.O
PLA
N ACT (+/-) STOCK 19 20 21 22
NO COSTUMER PLAN PLAN STK NG Feb-06 W/H OP TODA Y TO
TAL Sun Mon Tue Wed FNM
PISTON ROD CLAI M MU TA SI % DAIHATSU 285W SD-RH 132 A1040-10632- 300 280 76 41 P 200 140 -101 51 51 100 BZ010 --- 200 11044-01200- D 170 160 -10 -5 10 10 20 66% DAIHATSU 285W SD-LH 183 A1040-10633- 400 280 68 P 200 72 -128 -25 -25 100 BZ010 --- -55 -55 -55 -75 200 11044-01200- D 180 160 -20 -5 10 20 92% DAIHATSU 285W SD-RH 808 A1040-10634- 11500 12100 1235 220 P 6600 5600 -1220 188 188 500 500 BZ020 --- -812 -812 -812 -1312 10560 11044-01200- D 7100 6600 -500 -47 500 500 8% DAIHATSU 285W SD-LH 839 A1040-10635- 11400 12100 1167 416 P 6600 5600 -1416 203 203 400 500
PT. KAYABA
INDONESIA CHECK SHEET: ACHIEVEMENT RATE LINE SD
PPC-4W DEPARTMENT
MODEL MONTHLY MONTHLY 1 s/d 18 19 PLAN
EST ST
NO KAYABA PROD DEL
STK GOOD B.O
PLA
N ACT (+/-) STOCK 19 20 21 22
NO COSTUMER PLAN PLAN STK NG Feb-06 W/H OP TODA Y TO
TAL Sun Mon Tue Wed FNM
PISTON ROD CLAI M MU TA SI % BZ020 --- -877 -877 -877 -1377 10560 11044-01200- D 7100 6520 -580 -44 500 500 8% SUZUKI YL0 SD RH 271 A1040-10671- 3800 4320 597 200 P 2100 1700 -600 89 83 200 200 81850-61J00 --- -61 -205 -205 -373 4800 11044-19219- D 2208 2208 6 144 144 168 6% SUZUKI YL0 SD LH 306 A1040-10672- 3800 4320 732 100 P 2100 1800 -400 324 318 200 200 81860-61J00 --- -138 4800 11044-19219- D 2208 2208 6 144 144 168 6%
STAY DAMPER JIMNY
5 A1940-10124- 48 47 6 P 6 5 5 81860-80101- 96 11944-03221- D 48 48 5% SD 122016 80 SD200-13028- 300 220 P 300 280 -20 60 60 SD122016 220 SD204-04254- D 220 220 36% 2972 TOTAL 31500 33668 4159 1094 P 18100 1530 9 -3885 1243 1231 1500 1400
STAY DAMPER OEM
--- --- -1187 -1485 -1485 -2861 31556 D 19234 1812 4 -1110 12 -101 1308 298 1376 9%
b. Graph
Graph adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk membantu dalam menganalisa masalah. Metode graph dapat dibuat dengan tiga macam cara yaitu:
Metode graph yang pertama adalah line graph. Line Graph adalah grafik yang dapat digunakan untuk menggambarkan atau menunjukan kecenderungan suatu masalah.Didalam line graph suatu masalah akan ditunjukan oleh sumbu horizontal dan jumlah masalah akan ditunjukan pada sumbu vertical. Untuk mengetahui masalah yang paling diminan dapat dilihat pada titik tertinggi yang dicapai.
0 5 10 15 20 25 30 Kons umen Ban yak Pel ayana n la ma Pem bay aran terla mbat Sist em ku rang tepat Series1
Gambar 2.1 Contoh Line Graph7
Metode graph yang kedua adalah bar graph. Bar Graph adalah grafik yang digunakan untuk membandingkan secara kwalitatif data yang satu dengan data lain yang sejenis. Dengan metode graph juga dapat menunjukan kecenderungan suatu
masalah secara nominal, seperti pada bar graph dibawah ini dapat dilihat bahwa selama satu minggu terjadi empat masalah dengan point terbesar ada pada masalah pembayaran terlambat yaitu sebesar 27 kasus.
0 5 10 15 20 25 30 Kons um en B anya k Pel ayanan lam a Pem bay aran terla mbat Sist em kura ng te pat Series1
Gambar 2.2 Contoh Bar Graph8
Metode graph yang ketiga adalah pie graph. Pie Graph adalah grafik yang dapat digunakan untuk menggambarkan prosentase dari masing-masing terhadap keseluruhan. Dengan menggunakan pie graph dapat diketahui bahwa kasus terbesar yang terjadi selama satu minggu yaitu sebesar 46%.
Konsumen Banyak 21% Pelayanan lama 16% Pembayara n terlambat 46% Sistem kurang tepat 17%
Gambar 2.3 Contoh Pie Graph9
c. Radar Chart
Radar chart adalah salah satu metode satu metode seven tools yang dapat digunakan untuk menunjukan balancing atau keseimbangan antar masalah.
0 10 20 30 Konsumen Banyak Pelayanan lama Pembayaran terlambat
tem kurang tepat Series1
Gambar 2.4 Contoh Gambar Radar Chart10
9 Richard Y Chang dan Mattew E. Niedzwiecki, Alat Peningkatan Mutu Jilid 2 10 PT Kayaba Indonesia; Langkah & 7 Tools Aktifitas QCC
d. Peta Kendali P
Data yang ada disini diklasifikasikan dengan data yang baik dan yang jelek saja, jadi kualitas hasil kerja hanya dibedakan dalam dua kondisi tersebut. P-chart berkaita dengan jumlah cacat dibagi dengan jumlah sample yang diperiksa dalam sebuah sample lot size (n) yang besarnya n dari masing-masing sample lot sama11. Rumus dari CL adalah p-bar = Jumlah Proporsi kesalahan
/
jumlah pegamatan= Σnp
/
ΣnSP =
(
√p-bar (1-p-bar)/
n)
LCL = p-bar + 3 SP UCL = p-bar + 3 SPe. Diagram Pareto
Salah satu alat dari seven tools adalah diagram pareto. Diagram pareto dibuat untuk menemukan masalah atau penyebab yang merupakan kunci dalam penyelesaian masalah dan perbandingan terhadap keseluruhan. Dengan mengetahui penyebab-penyebab yang dominan atau yang pertama kali harus diatasi maka kita bisa menetapkan prioritas perbaikan. Diagram pareto dapat digunakan untuk membantu:
• Memilih suatu proses atau masalah untuk dilakukan perbaikan
• Mengevaluasi tindakan perbaikan yang telah dilakukan
• Menentukan frekuensi relative dari berbagai persoalan.
• Memfokuskan pokok persoalan vital dengan cara mengurutkan berdasarkan kepentingan. 0.00% 20.00% 40.00% 60.00% 80.00% 100.00% 120.00% 1234567891011121314151617181920212223242526272829 Series2 Series1
Gambar 2.5 Contoh Diagram Pareto12
f. Diagram Fish Bone
Diagram fish bone adalah salah satu metode dalam seven tools. Diagram sebab akibat atau yang lebih dikenal dengan nama diagram tulang ikan (fish bone diagram) diperkenalkan pertama kalinya oleh Prof. Koru Ishikawa pada tahun 1943.13 Diagram fish bone atau tulang ikan dapat digunakan untuk :
• Membuat kategori atau mengelompokkan berbagai sebab potensial dari suatu masalah.
• Menganalisa apa yang sesungguhnya terjadi dalam suatu proses
12 Richard Y Chang dan Mattew E. Niedzwiecki, Alat Peningkatan Mutu Jilid 2 13 Sritomo Wignjosoebroto; Pengantar Teknik & Managemen Industri
• Menjelaskan suatu proses bekerja dan masalah-masalah yang terjadi didalamnya.
Gambar 2.6 Contoh Diagram Fish Bone
Selain diagram fish bone alat untuk memecahkan masalah secara verbal adalah metode why-why analisis.
Tabel 2.2 Contoh Why-Why Analisis
What Why How Where When Who
No. Faktor
Masalah Penyebab Bagaimana Dimana Kapa
n Pelaksana 1 Machine Penggunaan grinding whell banyak Spesifikasi grinding wheel terbatas Mencari spesifikasi grinding wheel yang baru dan lebih baik
PT. Kayaba Indonesia Sep-05 Indra 2 Man Kemampuan setting tiap operator berbeda
Belum ada training tentang setting mesin Mengadakan training kepada operator Line Grinding Oct-05 Sigit 3 Methode Proses dresser sering kurang control
Belum ada standar dan evaluasi tentang proses dresser
Membuat standar proses dresser Line Grinding Oct-05 Aris 4 Environment Keinerja operrator terganggu debu
Mesin tidak ada penutupnya
Membuat penutup pada mesin Line Grinding Nov-05 Bambang LINGKUNG MATERIA MESIN / SUDAH ALARM GANTI TOOL
JENIS TAP TIDAK SESUAI TUNTUTAN TARGET TIDAK MELAKUKAN PENGECEKA N BELUM DI MP BA METODE MENGGUNAK AN CUTTING TIDAK MEMBERSIHKAN
REJEK CYLINDER TINGGI
KEKERASAN MATERIAL BERBEDA
TAP SUDAH TUMPUL
g. Histogram
Histogram adalah salah satu alat bantu dalam memecahkan masalah yang dapat digunakan untuk:
• Membuktikan atau menyelidiki apakah suatu proses benar-benar terjadi. Dimana histogram akan berfungsi sebagai indikator masalah dan dengan penyelidikan lebih lanjut dapat dibuktikan sumber atau sebab masalah tersebut.
• Menyampaikan informasi mengenai variasi dalam suatu proses.
• Mengambil keputusan dengan memusatkan perhatian pada upaya perbaikan.
h. Run Chart
Run chart merupakan sejenis grafik garis yang digunakan sebagai alat analisa untuk: 1. Mengumpulkan dan menginterprestasikan data.
2. Membuat gambar terhadap situasi yang sedang dianalisis. 3. Menemukan pola pengetahuan atau pengertian yang bernilai. 4. Membandingkan data untuk memeriksa perubahan yang terjadi14
0 2 4 6 8 10 12 Seni n Sela sa Rab u Kam is Jum' at Sabt u Hari Ju ml a h K lai m Series2
Gambar 2.7 Contoh Run Chart15
i. Scater Diagram
Scater diagram adalah grafik yang menyerupai kumpulan titik yang dapat digunakan untuk:
• Menunjukan korelasi dua kelompok data yang berpasangan
• Mempelajari faktor-faktor yang berpengaruh.
0 200 400 600 800 1000 1200 0 2 4 6 8 Jumla h Cla im B ia y a R ep ai r Series1 Series2 Series3
Gambar 2.8 Contoh Scater Diagram16
15 Richard Y Chang dan Mattew E. Niedzwiecki, Alat Peningkatan Mutu Jilid 2 16 PT Astra Internasional, Buku Pedoman Astra Total Quality Control
Untuk mempermudah pemilihan alat bantu dalam langkah perbaikan dengan metode 8 step for improvement dan 7 tools maka dapat digambarkan sebagai berikut: Tabel 2.3 Tabel Kombinasi 8 Step for Improvement-7Tools-PDCA17
Langkah Aktifitas Alat/Teknik PDCA
I Menentukan Thema Lembar Pengumpulan Data,Diagram Pareto,Histogram, Bagan Kendali Plan
II Menentukan Target Histogram, Line Graph Plan III Analisa Kondisi yang
Ada
Diagram Pareto,
Diagram Scater Plan IV Analisa Penyebab Fish Bone, Why-Why
Analisis Plan
V Rencana
Penaggulangan 5W2H Plan
VI Pelaksanaan
Penaggulangan Do
VII Evaluasi Hasil
Lembar Pengumpulan Data,Diagram
Pareto,Histogram, Bagan Kendali
Check
VII Standardisasi dan
Tindak Lanjut Action
2.2 Kerangka Pemikiran
Gambar 2.9 Kerangka Pemikiran (dihalaman sebaliknya)
Gambar 2.9 Kerangka Pemikiran Raw Material Piston Rod
Proses Machining Piston Rod
Finish Good
Proses Berikutnya
Cacat
Dibuang
Analisa Masalah Dengan 7 Tools
Menemukan Penyebab utama terhadap cacat yang terjadi