• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN ALAT PENGUKUR KONSENTRASI ASAP ROKOK PADA RUANGAN BERBASIS MIKROKONTROLER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERANCANGAN ALAT PENGUKUR KONSENTRASI ASAP ROKOK PADA RUANGAN BERBASIS MIKROKONTROLER"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN ALAT PENGUKUR KONSENTRASI ASAP ROKOK PADA RUANGAN BERBASIS MIKROKONTROLER

Fitria Yunita¹, Joko Haryatno², Achmad Rizal³

¹Teknik Telekomunikasi, Fakultas Ilmu Terapan, Universitas Telkom Abstrak

Rokok mengandung kurang lebih 4000 lebih elemen-elemen dan setidaknya 200 diantaranya berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah Karbon monoksida (CO), Nikotin, Tar, Hidrogen Sianida/HCN, Hidrogen sulfida, Asam Format dan masih banyak lagi. Selain itu dalam sebatang rokok juga mengandung bahan-bahan lain yang mengandung racun

Pada proyek akhir ini dibuat suatu rangkaian pengukur konsentrasi asap rokok pada ruangan. Rangkaian ini menggunakan sensor AF-30 sebagai blok input untuk mendeteksi asap rokok pada ruangan. Sensor ini mempunyai tingkat sensitifitas yang tinggi terhadap dua jenis gas yaitu Hidrogen dan Ethanol yang dianggap mewakili gas-gas yang terkandung dalam asap rokok. Pada blok proses menggunakan mikrokontroler AVR AT-Mega 8535 dan blok output menggunakan LCD yang akan menampilkan berapa kadar asap rokok pada ruangan tersebut.

Pada saat asap terdeteksi reisistansi sensor akan turun, dan naik lagi jika kepekatan asap yang terdeteksi semakin berkurang. Pada saat asap pekat terdeteksi nilai konsentrasi asap rokok yang terukur yaitu ± 492.7 ppm dan akan turun sebanding dengan penurunan asap rokok yang

terdeteksi.

Kata Kunci : asap rokok,microcontroller,LCD.

Abstract

A cigarette contains approximately more than 4000 elements and at least 200 of them are dangerous for health. The main poisons in a cigarette are Carbon Monoxide (CO), Nicotine, Tar, Hydrogen Cyanide (HCN), Hydrogen Sulfide, Format Acid, and many others. Other wise, a cigarette also contains some other toxic substances.

This Final Project is made to make an in-room cigarette smoke concentration gauge circuit. This circuit uses AF-30 censor as the input block to detect the cigarette smoke in a room.

This censor has a high level of sensitivity to two kinds of gases, they are Hydrogen and Ethanol which are considered as the representation of the gases in cigarette smoke. The process block uses microcontroller AVR ATMega 8535 and the output block uses LCD which will show how much the amount of cigarette smoke in that room. When the smoke is detected, the censor’s resistance will decrease, and it will increase again if the concentration of the detected smoke decreases. When the thick smoke is detected, the value of measured smoke is ± 492.7ppm and it will decrease proportional to the descent of the detected smoke.

(2)

BAB I PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman Nicotiana tabacum, Nicotiana rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan. Setiap batang rokok yang dinyalakan akan mengeluarkan lebih 4.000 bahan kimia beracun yang membahayakan. Zat-zat beracun yang terdapat dalam rokok antara lain adalah Karbon monoksida (CO), Nikotin, Tar, Hidrogen Sianida/HCN, Hidrogen sulfida, Asam Format dan masih banyak lagi. Asap rokok yang terhirup tidak hanya berbahaya bagi si perokok tapi juga bagi perokok pasif,yaitu orang yang tidak merokok tapi ikut menghirup asap rokok tersebut.

Tidak jarang kita jumpai ruangan yang penuh dengan asap rokok, sehingga ruangan menjadi pengap, dan ruangan tersebut tidak dilengkapi dengan alat pengukur konsentrasi asap rokok. Sehingga tidak diketahui berapa konsentrasi asap rokok di ruangan tersebut. Padahal bisa jadi konsentrasi asap rokok di ruangan tersebut sudah terlalu tinggi sehingga berbahaya bagi orang-orang yang berada di ruangan tersebut. Dengan adanya alat pengukur konsentrasi asap rokok ini diharapkan dapat di ambil suatu tindakan atau penanganan bila konsentrasi asap rokok di suatu ruangan sudah terlalu tinggi, misal dengan adanya ruangan khusus untuk merokok.

Oleh sebab itu dibutuhkan suatu alat pengukur konsentrasi asap rokok di suatu ruangan. Dalam proyek akhir ini direalisasikan suatu alat pengukur konsentrasi asap rokok pada ruangan. Alat ini terdiri dari 3 blok, yaitu blok input, proses dan blok output. Pada blok input digunakan sensor asap rokok AF-30 yang mempunyai tingkat sensitifitas yang tinggi terhadap dua jenis gas yaitu Hidrogen dan Ethanol yang dianggap mewakili gas-gas yang terkandung dalam asap rokok. Jika sensor tersebut mendeteksi keberadaan gas-gas tersebut diudara dengan tingkat konsentrasi tertentu, maka sensor akan menganggap terdapat asap rokok di udara. Sedangkan pada blok proses digunakan mikrokontroller AVR-AT Mega 8535 yang memilki fitur-fitur yang lebih lengkap dari seri-seri sebelumnya, sedangkan berapa konsentrasi asap rokok pada ruangan tersebut akan ditampilkan di blok output, yaitu LCD.

(3)

BAB I. PENDAHULUAN

INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM 2 2.PERUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah yang akan timbul dalam realisasi alat pengukur konsentrasi asap rokok pada ruangan ini antara lain :

1. Bagaimana rancangan bentuk rangkaian alat pengukur konsentrasi asap rokok pada ruangan yang akan dibuat?

2. Komponen-komponen apa saja yang dibutuhkan dalam pembuatan alat pengukur

konsentrasi asap rokok pada ruangan yang akan dibuat?

3. Bagaiamana cara kerja dari rangkaian alat pengukur konsentrasi asap rokok pada ruangan yang akan dibuat?

4. Bagaimana perfomansi dari alat pengukur konsentrasi asap rokok pada ruangan yang akan dibuat?

3.TUJUAN PENULISAN

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan tujuan dari proyek akhir ini adalah:

a. Mengetahui cara untuk merealisasikan rangkaian alat pengukur konsentrasi asap rokok pada ruangan.

b. Mengetahui komponen – komponen yang dibutuhkan dalam realisasi alat pengukur konsentrasi asap rokok pada ruangan

c. Mengetahui cara kerja dari rangkaian alat pengukur konsentrasi asap rokok pada ruangan d. Mengetahui perfomansi dari alat pengukur konsentrasi asap rokok pada ruangan

4. BATASAN MASALAH

Untuk mempermudah dan membatasi cakupan pembahasan masalah pada Proyek Akhir ini maka diberikan batasan-batasan sebagai berikut:

a. Pemrograman mikrokontroler hanya menggunakan bahasa C.

b. Proyek akhir ini hanya berupa prototipe yang disimulasikan.

(4)

INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM 3

d. Pengukuran sensor menggunakan asap rokok

e. Nilai konsentrasi asap rokok yang terukur ditampilkan pada LCD dalam satuan ppm, dengan satu digit di belakang koma.

f. Nilai R-air (resistansi sensor saat udara bersih) yang digunakan 14,9 KΏ. g. Nilai output ADC sensor 97 – 233 atau dari tegangan 1,89 – 4,55 Volt.

5. METODOLOGI PENELITIAN

Langkah yang akan ditempuh dalam menyelesaikan Proyek Akhir ini diantaranya adalah : 1. Studi Literatur

a) Pencarian dan pengumpulan literatur-literatur dan kajian-kajian yang berkaitan dengan masalah-masalah yang ada pada Proyek Akhir ini, baik berupa artikel, buku referensi, internet, dan sumber-sumber lain yang berhubungan dengan masalah Proyek Akhir.

b) Pengumpulan data-data dan spesifikasi sistem yang diperlukan untuk

meningkatkan performansi sistem. 2. Analisa Masalah

Dengan jalan menganalisa semua permasalahan yang ada berdasarkan sumber-sumber yang ada dan berdasarkan pengamatan terhadap masalah tersebut.

3. Perancangan dan Pembuatan Rangkaian

Yaitu membuat rancangan-rancangan kemudian merealisasikan rancangan tersebut ke dalam suatu rangkaian.

4. Simulasi Sistem

Setelah tahap perancangan berdasarkan standar yang ada, tahap selanjutnya adalah melakukan simulasi sistem untuk melihat kinerja sistem tersebut.

6. SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan yang digunakan pada proyek akhir ini adalah sebagai berikut.

(5)

BAB I. PENDAHULUAN

INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM 4 BAB I Pendahuluan

Berisi latar belakang permasalahan, perumusan masalah, pembatasan masalah dan asumsi yang digunakan, tujuan dan metode penelitian yang dilakukan.

BAB II Dasar Teori

Berisi konsep dasar rangkaian termometer digital secara umum dan konsep dasar termometer digital. Ini akan mendukung dalam pemecahan masalah, baik yang berhubungan dengan sistem maupun dengan perangkat.

BAB III Perancangan dan Pembuatan Rangkaian Alat Pengukur Konsentrasi Asap Rokok

Berisi tentang perancangan dan pembuatan Pendeteksi Konsentrasi Asap Rokok Pada ruangan

BAB IV Pengukuran dan Analisis Hasil Pengukuran

Berisi tentang alat-alat yang digunakan dalam pengukuran dan cara pengukuran yang dilakukan atas spesifikasi alat pengukur konsentrasi asap rokok

BAB V Kesimpulan dan Saran

Berisi kesimpulan atas hasil kerja yang telah dilakukan beserta rekomendasi dan saran untuk pengembangan dan perbaikan selanjutnya.

(6)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil perancangan dan pengujian pada proyek akhir ini yang berjudul “Perancangan Alat pengukur Konsentrasi Asap Rokok Dalam Ruangan Berbasis Mikrokontroler ” maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Dari pengujian R air (Resistansi sensor saat udara bersih) yang telah dilakukan, sensor AF 30 dapat bekerja dengan baik yaitu nilai R air yang diperoleh sebesar 14.9 KΏ, hal ini sesuai dengan nilai R-air yang terdapat pada datasheet yaitu 15 – 35 KΏ

2. Dari pengukuran kepekaan sensor terhadap asap rokok yang telah dilakukan, sensor AF 30 dapat bekerja dengan baik yaitu resistansi sensor turun pada saat asap rokok terdeteksi dan semakin lama resistansinya akan naik lagi jika asap yang terdeteksi semakin berkurang. Nilai konsentrasi asap rokok yang terukur yaitu:

- 0.6 ppm untuk nilai ADC 97

- 1.8 ppm untuk nilai ADC 98 - 109

- 5.5 ppm untuk nilai ADC 110 - 124

- 16.4 ppm untuk nilai ADC 125 -146

- 49.4 ppm untuk nilai ADC 147 - 176

- 148.4 ppm untuk nilai ADC 177- 221

- 492.7 ppm untuk nilai ADC ≥ 222

3. Mikrokontroler AVR ATMega8535 yang berfungsi sebgai ADC internal dan pengolah data dapat berfungsi dengan baik, yaitu dapat mengkonversi tegangan kedalam bit – bit kemudian mengolah data yang diperoleh dari sensor dan menampilkan pada LCD sesuai dengan yang diharapkan.

4. Pada saat keadaan tanpa asap, sensor tetap bisa mendeteksi kandungan gas hidrogen di udara bebas.

(7)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM 35 5.2 SARAN

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dan hasil yang telah dicapai pada proyek akhir ini, penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada sistem ini, maka dapat diambil beberapa saran yang dapat dikembangkan lebih lanjut diantaranya :

1. Untuk pengukuran konsentrasi asap rokok pada ruangan sebaiknya digunakan lebih dari satu sensor, agar hasil pengukuran yang diperoleh lebih akurat.

2. Sebaiknya digunakan jenis sensor yang lebih spesifik untuk mendeteksi gas-gas yang terkandung pada asap rokok.

3. Penentuan konversi hasil pengukuran sebaiknya didasarkan terhadap beberapa referensi sehingga hasil pengukuran lebih akurat atau jika dimungkinkan maka lebih baik dilakukan kalibrasi dengan alat yang sudah ada dan yang sudah dinyatakan valid atau terpercaya.

(8)

LAMPIRAN A

GAMBAR RANGKAIAN

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Gambar

GAMBAR RANGKAIAN

Referensi

Dokumen terkait

pengukuran debit bisa berlangsung bertahun-tahun. Sedangkan untuk sistem konversi energi air skala kecil waktu pengukuran dapat lebih pendek, misalnya untuk beberapa musim

Dari percobaan yang dilakukan sebanyak 5 kali dengan nilai k yang berbeda-beda, hasil akurasi yang diperoleh pada tabel 4 dengan dataset Indian Pima yang

Ditandai juga dengan pesatnya proses modernisasi, industrialisasi, komersialisasi dan edukasi yang terpusat pada kota-kota besar yang kemudian menjadi faktor penggerak

1) Pembangunan peternakan saat ini telah dipayungi oleh Undang-Undang Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang telah memberi kewenangan

Dalam melakukan penelitian di Universitas Wanita Internasional kami menemukan permasalahan yaitu dalam pendaftaran mahasiswa baru, registrasi mahasiswa baru, pengolahan kelas

Ada pengaruh tingkat pengetahuan, paritas, jenis persalinan terhadap fungsi seksual ibu nifasAda pengaruh paritas terhadap fungsi seksual tetapi tidak ada pengaruh

Namun dengan doa yang terus dilakukan dan kerjasama, puji Tuhan Seminar Nubuatan ini dapat berjalan dengan luar biasa, bahkan puluhan tahun saya menjadi anggota gereja banyak yang