LAPORAN KEUANGAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL 30 JUNI 2015
(TIDAK DIAUDIT) DAN TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL
31 MARET 2015(DIAUDIT)
Daftar Isi
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan
1
Laporan Laba Rugi Komprehensif
2
Laporan Perubahan Ekuitas
3
Laporan Arus Kas
4
ASET LANCAR LIABILITAS
Kas dan setara kas 16,337,051 2,4,27 14,113,403
Piutang 2,27 LIABILITAS JANGKA PENDEK
Usaha 5 Utang 2,27
Pihak ketiga 5,743,675 10,367,080 Usaha 12
Pihak-pihak berelasi 9,348,148 2,17 11,428,070 Pihak ketiga 1,808,836 1,612,634
Lain-lain Pihak-pihak berelasi 7,703,645 2,17 5,871,776
Pihak ketiga 39,494 29,839 Lain-lain 549,138 13,17 238,870
Pihak berelasi 1,485 2,17 1,486 Beban akrual 1,233,500 2,14,27 1,380,124
Persediaan 23,351,438 2,6 15,577,121 Utang pajak 753,928 2,15 586,977
Uang muka pemasok 712,919 7,17 48,243 Liabilitas imbalan kerja
Biaya dibayar di muka 133,575 2,8 109,349 jangka pendek 533,166 23,27 112,118
Uang muka pelanggan 807,065 16 702,179
Utang dividen 3,649 2,19,27 3,720
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 13,392,927 10,508,398 LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja 3,533,494 3,533,494
TOTAL ASET LANCAR 55,667,785 51,674,591 TOTAL LIABILITAS 16,926,421 2,23 14,041,892
ASET TIDAK LANCAR EKUITAS
Aset tetap, neto 20,695,909 2,9 20,905,176 Modal saham
Taksiran tagihan pajak 527,747 2,15 527,747 Nilai nominal Rp 1.000 per saham
Aset pajak tangguhan 1,127,733 15 1,131,642 Modal dasar - 321 juta saham
Aset takberwujud 38,341 2,10 45,350 Modal ditempatkan dan disetor
Aset keuangan tidak lancar lainnya 1,222,414 2,11,27 1,222,646 penuh-306 juta saham 52,430,707 18 52,430,707
Tambahan modal disetor, neto 222,083 18 222,083 Saldo laba
Cadangan umum 1,438,721 18,19 1,438,721
Belum ditentukan penggunaannya 8,261,997 7,373,749
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 23,612,144 23,832,561 TOTAL EKUITAS 62,353,508 61,465,260
TOTAL ASET 79,279,929 75,507,152 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 79,279,929 75,507,152
Tangerang, 28 Juli 2015 PT. Sumi Indo Kabel Tbk
Direksi
-1-2015 Catatan 2014
PENJUALAN NETO 32,925,665 2,17,20,26 37,464,969
BEBAN POKOK PENJUALAN (30,154,011) 2,17,21,26 (35,579,706)
LABA BRUTO 2,771,654 1,885,263
Beban penjualan (857,656) 2,17,22 (775,953) Beban umum dan administrasi (757,139) 2,17,22 (619,527) Beban usaha lainnya (4,273) (8) Pendapatan usaha lainnya, 55,446 85,558
LABA USAHA 1,208,032 575,333
Pendapatan keuangan 7,522 2,952 Biaya keuangan (11,828) (12,235)
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 1,203,726 566,050
BEBAN PAJAK, NETO 315,478 2,15 152,154
LABA PERIODE BERJALAN 888,248 413,896
Pendapatan komprehensif lain -
-TOTAL LABA KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN 888,248 413,896
LABA PER SAHAM DASAR 0.0029 2 0.0014
-Saldo Per 31 Maret 2014 52,430,707 222,083 1,388,721 6,101,088 60,142,599
Total laba komprehensif untuk
Per 30 Juni 2014 - - - 413,896 413,896
Saldo Per 30 Juni 2013 52,430,707 222,083 1,388,721 6,514,984 60,556,495
Pemindahan ke
cadangan umum 19 - - 50,000 (50,000) -Dividen kas 19 - - - (520,200) (520,200) Dividen yang tidak terbayarkan
kepada pemegang saham - - - 3,088 3,088 Total laba komprehensif untuk
tahun berjalan 2014 - - - 1,425,877 1,425,877
Saldo Per 31 Maret 2015 52,430,707 222,083 1,438,721 7,373,749 61,465,260
Total laba komprehensif
untuk periode 30 Juni 2015 - - - 888,248 888,248
Saldo Per 30 Juni 2015 52,430,707 222,083 1,438,721 8,261,997 62,353,508
-2015 Catatan 2014 ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 40,708,015 37,452,108
Pembayaran kas kepada
pemasok (33,185,006) (30,597,502)
Pembayaran kas kepada
karyawan (1,517,978) (1,469,083)
Pembayaran kas untuk beban
pabrikasi dan beban usaha (2,788,426) (2,349,750)
Kas yang diperoleh dari
aktivitas operasi 3,216,605 3,035,773
Penerimaan kas dari :
Penghasilan bunga 4,761 2,934
Pembayaran kas untuk :
Pajak penghasilan (404,903) (177,046)
Kas Neto Diperoleh Digunakan untuk
Aktivitas Operasi 2,816,463 2,861,661 ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap - 9
-Penerimaan dividen kas -
-Perolehan aset tetap (576,274) 26 (473,977)
Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan
untuk) Aktivitas Investasi (576,274) (473,977) ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Pembayaran dividen kas, neto (2)
-KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS
DAN SETARA KAS 2,240,187 2,387,684
Pengaruh penjabaran kurs mata uang asing
atas kas dan setara kas (16,539) (9,309)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 14,113,403 9,082,556 KAS DAN SETARA KAS AKHIR
PERIODE 16,337,051 4 11,460,931
-- 5 -- a. Pendirian Perusahaan
PT Sumi Indo Kabel Tbk. (Perusahaan) didirikan pada tanggal 23 Juli 1981 berdasarkan Akta Notaris Chusu Nuduri Atmadiredja No. 121, wakil notaris di Tangerang, dengan nama PT Industri Kawat Indonesia. Perusahaan mengubah namanya menjadi PT IKI Indah Kabel Indonesia berdasarkan Akta Notaris Lieke Lianadevi Tukgali, S.H., No. 67 tanggal 19 Maret 1982. Akta pendirian dan perubahannya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/289/18 tanggal 30 April 1982 serta didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Tangerang dengan No. 23/PN/ TNG/1982 tanggal 24 Mei 1982.
Permohonan Perusahaan untuk mengubah status Perusahaan menjadi perusahaan patungan Penanaman Modal Asing sesuai dengan Undang-undang Penanaman Modal Asing No. 1 Tahun 1967 (yang telah diubah dengan Undang-undang No. 11 Tahun 1970 dan kemudian diganti dengan Undang-undang No. 25 Tahun 2007) disetujui oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal berdasarkan Surat No. 49/V/PMA/1994 tanggal 3 November 1994, yang diubah dengan Surat No. 35/III/PMA/1995 tanggal 30 Januari 1995 tanggal 30 Januari 1995 dan telah diumumkan dalam Berita Negara No. 5417, Tambahan No. 52 tanggal 30 Juni 1995.
Berdasarkan Akta Notaris Amrul Partomuan Pohan, S.H., L.L., M., No. 12 tanggal 4 Desember 1998, Perusahaan mengubah namanya menjadi PT Sumi Indo Kabel Tbk. Akta ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-2138.HT.01.04.TH.99 tanggal 29 Januari 1999 dan telah diumumkan dalam Berita Negara No. 1435, Tambahan No. 18 tanggal 2 Maret 1999.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Amrul Partomuan Pohan, SH., L.L., M., No. 3 tanggal 2 Juni 2010 mengenai perubahan tahun buku keuangan Perusahaan dari tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember menjadi dari tanggal 1 April sampai dengan tanggal 31 Maret mulai tahun buku 1 April 2011 sampai 31 Maret 2012. Perubahan ini adalah untuk menyesuaikan dengan tahun buku keuangan induk perusahaan.
Perubahan terakhir ini telah mendapat persetujuan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.AHU-AH.01.10-16316 tanggal 30 Juni 2010 dan telah diumumkan dalam Berita Negara No. 56, Tambahan No. 1777/L tanggal 13 Juli 2012.
Perubahan tahun buku Perusahaan tersebut telah disetujui oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak dalam Surat Keputusan No.KEP-00002/THBK/WPJ.07/KP.0803/ 2010 tanggal 17 Desember 2010.
Ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan adalah memproduksi konduktor, kabel listrik, kabel kontrol dan kabel telekomunikasi. Perusahaan beserta pabriknya berlokasi di Desa Pasir Jaya, Tangerang. Perusahaan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1981.
- 6 - b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 21 Januari 1991, Perusahaan melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat sebanyak 3.500.000 saham melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), dahulu dikenal sebagai Bursa Efek Jakarta (BEJ), dan Bursa Efek Surabaya (BES) (yang telah bergabung menjadi Bursa Efek Indonesia). Setelah pencatatan saham sebanyak 1.500.000 dan 17.500.000 saham masing-masing pada tanggal 21 Januari 1991 dan 1 September 1992, pembagian 13.500.000 saham bonus pada tanggal 8 September 1993 dan Perusahaan melakukan penawaran umum terbatas kepada para pemegang saham dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak 270.000.000 saham pada tanggal 23 April 1998, jumlah saham Perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia meningkat menjadi 306.000.000 saham.
c. Entitas Induk Terakhir
Entitas induk dan entitas induk terakhir Perusahaan adalah Sumitomo Electric Industries Ltd., Jepang.
d. Penyelesaian Laporan Keuangan
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan ini, yang telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 28 Juli 2015.
e. Karyawan, Dewan Komisaris dan Direksi
Berdasarkan risalah rapat umum tahunan pemegang saham yang diselenggarakan pada tanggal 21 Juli 2014, yang diaktakan dengan akta notaris Ashoya Ratam, SH.,MKn No. 12 tanggal 13 Agustus 2014, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2015 adalah sebagai berikut :
Komisaris Direksi
1 Takahiro Nakano - Presiden Komisaris 1 Hisashi Togawa - Presiden Direktur
2 Shunichiro Nishimura - Komisaris 2 Sulim Herman Limbono - Direktur
3 Cahyadi Wijaya - Komisaris Independen 3 Takeshi Samejima - Direktur
4 Akira Nishimura - Direktur
5 Takahisa Hiura - Direktur
6 Andri Adhitya Hamid - Direktur Independen
- 7 - e. Karyawan, Dewan Komisaris dan Direksi (lanjutan)
Berdasarkan risalah rapat umum tahunan pemegang saham yang diselenggarakan pada tanggal 15 Juli 2013, yang diaktakan dengan akta notaris Ashoya Ratam, SH.,MKn No. 137 tanggal, 30 Juli 2013, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada 31 Maret 2014 adalah sebagai berikut :
Komisaris Direksi
1 Takahiro Nakano - Presiden Komisaris 1 Hisashi Togawa - Presiden Direktur
2 Yutaka Nishide - Komisaris 2 Sulim Herman Limbono - Direktur
3 Shunichiro Nishimura - Komisaris 3 Takeshi Samejima - Direktur
4 Andri Adhitya Hamid - Komisaris Independen 4 Akira Nishimura - Direktur
5 Cahyadi Wijaya - Komisaris Independen 5 Hiroshi Shikata - Direktur
Beban remunerasi yang merupakan imbalan kerja jangka pendek bagi manajemen kunci Perusahaan yang terdiri dari Dewan Komisaris dan Direksi sebesar AS$151.428 dan AS$125.395 masing-masing untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2015 dan 2014.
Pada tanggal 30 Juni 2015 dan 2014, Perusahaan memiliki masing-masing 502 dan 491 karyawan (tidak diaudit).
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan
Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”), yang mencakup pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan-peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan atau “OJK”.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015.
Laporan keuangan disusun atas dasar akrual dengan menggunakan konsep biaya historis kecuali untuk beberapa akun tertentu yang diukur berdasarkan pengukuran sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung yang mengelompokkan arus penerimaan dan pembayaran dari kas dan setara kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang penyajian yang digunakan pada laporan keuangan adalah Dolar Amerika Serikat (AS$) yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
- 8 - b. Setara Kas
Deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman diklasifikasikan sebagai “Setara Kas”.
c. Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi
Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak-pihak berelasi, dengan definisi yang diuraikan pada PSAK No. 7 (Revisi 2010) “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, yang mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
Suatu pihak dianggap berelasi dengan Perusahaan jika:
1) Langsung, atau tidak langsung yang melalui satu atau lebih perantara,suatu pihak (i) mengedalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada dibawah pengendalian bersama, dengan perusahaan; (ii) memiliki kepentingan dalam Perusahaan yang memberikan pengaruh signifikan atas Perusahaan; atau (iii) memiliki pengendalian bersama atas Perusahaan; 2) Suatu pihak adalah entitas asosiasi Perusahaan;
3) Suatu pihak adalah ventura bersama di mana Perusahaan sebagai venturer; 4) Suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen kunci Perusahaan atau induk;
5) Suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dari individu yang diuraikan dalam butir (1) atau (4);
6) Suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan oleh atau dimana hak suara signifikan dimiliki oleh, langsung maupun tidak langsung, individu seperti diuraikan dalam butir (4) atau (5); atau
7) Suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Perusahaan atau entitas yang terkait dengan perusahaan.
d. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang dan meliputi biaya pembelian, biaya konversi dan biaya lain yang timbul untuk membawa persediaan ke lokasi dan kondisinya yang sekarang. Persediaan barang jadi dan barang dalam proses mencakup bahan baku, upah langsung dan biaya overhead pabrik tetap maupun variabel.
e. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method).
- 9 - f. Aset Tetap
Aset Tetap, kecuali tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat (“carrying amount”) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada saat terjadinya.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan estimasi masa manfaat aset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 20
Prasarana 20
Mesin dan peralatan 15
Peralatan dan perabot kantor 5
Kendaraan 5
Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena manajemen berpendapat bahwa besar kemungkinan hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut secara substansial selesai dikerjakan dan siap digunakan.
Jumlah tercatat aset tetap direviu atas penurunan nilai jika terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat mungkin tidak dapat seluruhnya terealisasi (Catatan 2h).
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentiaan pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Pada setiap akhir periode pelaporan, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan ditelaah, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
g. Aset Takberwujud
Sesuai dengan PSAK No. 19 (Revisi 2010), “Aset Takberwujud”, pembelian dan biaya-biaya yang timbul sehubungan dengan piranti lunak (sistem) komputer yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun, dikapitalisasi dan diamortisasi menggunakan metode garis lurus (straight line) selama estimasi masa manfaat yaitu 4 (empat) tahun.
Keuntungan atau kerugian yang muncul dari penghentian pengakuan aset takberwujud merupakan selisih antara hasil pelepasan neto dan jumlah tercatatnya, dan diakui dalam laba rugi.
- 10 - h. Penurunan Nilai Aset Non-keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan, maka Perusahaan membuat estimasi formal jumlah terpulihkan aset tersebut.
Kerugian penurunan nilai, jika ada, diakui sebagai laba rugi sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya untuk aset dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui sebagai laba rugi.
i. Biaya Emisi Saham
Biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran umum terbatas hak memesan efek terlebih dahulu dikurangkan langsung dengan hasil emisi, disajikan sebagai pengurang akun agio saham dalam laporan posisi keuangan.
j. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Perusahaan dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar imbalan yang diterima, dikurangi diskon dan rabat tetapi tidak termasuk pajak penjualan (PPN).
Pendapatan atas penjualan barang diakui pada saat barang diserahkan kepada distributor atau pelanggan.
Beban diakui pada saat terjadinya dengan menggunakan dasar akrual.
k. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Laporan keuangan disajikan dalam AS Dolar, yang merupakan mata uang fungsional dan penyajian perusahaan. Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan nilai tukar yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan terakhir untuk tahun yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun yang bersangkutan.
Pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Maret 2015, kurs yang digunakan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2015 31 Maret 2015
Rupiah (Rp) 0,000075 0,000076
Yen Jepang (JP¥) 0,0082 0,0083
- 11 - l. Perpajakan
Beban pajak penghasilan merupakan jumlah dari pajak penghasilan badan yang terutang saat ini dan pajak tangguhan.
Pajak kini
Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Penghasilan kena pajak berbeda dengan laba yang dilaporkan dalam laporan laba rugi komprehensif karena penghasilan kena pajak tidak termasuk bagian dari pendapatan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan di tahun-tahun yang berbeda, dan juga tidak termasuk bagian-bagian yang tidak dikenakan pajak atau tidak dapat dikurangkan.
Perubahan terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak (“SKP”) diterima atau jika Perusahaan mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. Kekurangan dan kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari “Beban pajak kini”dalam pelaporan laba rugi komprehensif.
Pajak tangguhan
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer pada tanggal pelaporan antara dasar pengenaan pajak dari aset dan liabilitas dan jumlah tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan pada tanggal pelaporan.
Aset Pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan saldo terbawa rugi fiskal yang belum dikompensasikan, sepanjang perbedaan temporer dan rugi fiskal yang belum dikompensasikan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba fiskal pada masa yang akan datang.
Nilai tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan nilai tercatat aset pajak tangguhan tersebut diturunkan apabila laba fiscal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Pada setiap pelaporan, Perusahaan menilai kembali aset pajak tangguhan yang tidak diakui dan mengakui asset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba fiscal pada masa yang akan dating akan tersedia pemulihannya.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur berdasarkan tarif pajak yang diharapkan akan dipakai pada tahun saat aset direalisasikan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada akhir tanggal pelaporan.
Cadangan dan/atau pembalikan dari seluruh perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh dari perubahan tarif pajak, diakui sebagai “Beban pajak tangguhan, neto” dan termasuk dalam laporan laba rugi komprehensif tahun berjalan.
- 12 - l. Pajak Penghasilan (lanjutan)
Pajak pertambahan nilai
Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) kecuali :
PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak, yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari item beban-beban yang diterapkan; dan
Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.
Jumlah PPN neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada,kantor pajak termasuk sebagai bagian dari piutang atau utang pada laporan perubahan posisi keuangan.
m. Liabilitas Imbalan Kerja
Kewajiban imbalan pensiun merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal laporan keuangan dikurangi dengan penyesuaian atas keuntungan atau kerugian aktuarial dan biaya jasa lalu yang tidak diakui. Kewajiban imbalan pasti dihitung sekali setahun oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode “projected unit credit”. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi jangka panjang yang berkualitas tinggi dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana imbalan tersebut akan dibayarkan dan yang memiliki jangka waktu yang sama dengan liabiltas imbalan pensiun yang bersangkutan.
Perusahaan diharuskan menyediakan imbalan pensiun mínimum yang diatur dalam Undang-undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UUK”), yang merupakan kewajiban imbalan pasti.
Penyisihan biaya jasa lalu ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa kerja rata-rata yang diharapkan dari karyawan yang memenuhi syarat tersebut. Selain itu, penyisihan untuk biaya jasa kini dibebankan langsung pada operasi tahun berjalan. Keuntungan atau kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban menggunakan “Pendekatan Koridor”, yaitu apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial neto yang belum diakui pada akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian aktuarial yang melebihi batas 10% tersebut diakui atas dasar metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan yang diharapkan.
Perusahaan memberikan imbalan kerja jangka panjang lainnya dalam bentuk penghargaan masa kerja. Ekspektasian biaya imbalan ini diakui sepanjang masa kerja karyawan, dengan menggunakan metodologi akuntansi yang hampir sama dengan metodologi yang digunakan dalam program imbalan pasca-kerja. Liabilitas ini dinilai oleh aktuaria independen.
n. Pelaporan Segmen
Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.
- 13 - n. Pelaporan Segmen (lanjutan)
Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya kepada segmen dan menilai kinerjanya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segemen tersebut.
o. Laba Per Saham
Laba per saham dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun bersangkutan. Jumlah rata-rata tertimbang saham adalah 306 juta saham untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan 2014.
Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan 2014, oleh karenanya, laba per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba rugi komprehensif.
p. Instrumen Keuangan
i. Aset Keuangan
Pengakuan awal
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo, dan aset keuangan tersedia untuk dijual. Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan pada saat pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan sesuai, akan dievaluasi kembali setiap akhir tahun keuangan.
Pada saat pengakuan awalnya, aset keuangan diukur pada nilai wajar dan, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi, nilai wajar tersebut ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Aset keuangan Perusahaan mencakup kas dan setara kas, piutang dan aset keuangan tidak lancar lainnya.
Pengukuran setelah pengakuan awal
- Pinjaman yang diberikan piutang
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut dicatat pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode tingkat bunga efektif. keuntungan atau kerugian diakui dalam laba atau rugi pada saat dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi.
- 14 - p. Instrumen Keuangan (lanjutan)
i. Aset Keuangan (lanjutan)
Kas dan setara kas, piutang dan Aset keuangan tidak lancar lainnya – lain-lain Perusahaan termasuk dalam kategori ini.
- Aset keuangan tersedia untuk dijual
Aset keuangan tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak di klasifikasikan ke dalam tiga kategori sebelumnya. Setelah pengukuran awal, asset keuangan tersedia untuk dijual diukur pada nilai wajar sengan laba atau rugi yang belum terealisasi diakui dalam pendapatan komprehensif lain sampai investasi tersebut dihentikan pengakuannya. Pada saat itu, laba atau rugi kumulatif yang sebelumnya diakui harus direklasifikasi ke dalam laba atau rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.
Investasi yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual termasuk investasi pada saham yang tidak tersedia nilai wajarnya dengan kepemilikan kurang dari 20% dicatat pada biaya perolehan.
Aset keuangan tidak lancar lainnya - Penyertaan saham Perusahaan termasuk dalam kategori ini.
ii. Liabilitas Keuangan
Pengakuan awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi, liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau derivatif yang telah ditetapkan untuk tujuan lindung nilai yang efektif, jika sesuai. Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Saat pengakuan awal, liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar dan, dalam hal liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Perusahaan tidak mempunyai liabilitas keuangan selain liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Liabilitas keuangan perusahaan meliputi utang, beban akrual, liabilitas imbalan kerja jangka pendek dan utang dividen.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba atau rugi pada saat liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi.
- 15 - p. Instrumen Keuangan (lanjutan)
iii. Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.
iv. Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang secara aktif diperdagangkan di pasar keuangan ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar yang berlaku pada penutupan pasar pada akhir periode pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian tersebut meliputi penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar (arm’s-length market
transactions), referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substantial
sama, analisis arus kas yang didiskonto, atau model penilaian lainnya.
v. Biaya Perolehan Diamortisasi dari Instrumen Keuangan
Biaya perolehan diamortisasi diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi cadangan penurunan nilai dan pembayaran atau pengurangan pokok. Perhitungan ini mencakup seluruh premi atau diskonto pada saat akuisisi dan mencakup biaya transaksi serta komisi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif.
vi. Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai.
Aset keuangan dicatat pada biaya perolehan diamortisasi
Untuk piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Perusahaan terlebih dahulu menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual. Jika Perusahaan menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.
Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa mendatang yang belum terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa datang didiskontokan dengan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Jika pinjaman yang diberikan memiliki suku bunga variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan untuk mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif berlaku..
- 16 - p. Instrumen Keuangan (lanjutan)
vi. Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan)
Aset keuangan dicatat pada biaya perolehan diamortisasi (lanjutan)
Nilai tercatat atas aset keuangan dikurangi melalui penggunaan pos cadangan kerugian penurunan nilai dan jumlah kerugian yang terjadi diakui dalam laba rugi. Pendapatan bunga tetap diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan nilainya berdasarkan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Pinjaman yang diberikan dan piutang beserta cadangan terkait dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan pemulihan di masa mendatang yang realistis dan seluruh agunan telah terealisasi atau dialihkan kepada Perusahaan. Jika, pada tahun berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya bertambah atau berkurang dengan menyesuaikan pos cadangan penurunan nilai. Jika di masa mendatang penghapusan tersebut dapat dipulihkan, jumlah pemulihan tersebut diakui sebagai laba rugi
Aset keuangan yang tersedia untuk dijual
Dalam hal investasi ekuitas diklasifikasikan sebagai asset keuangan yang tersedia untuk dijual, bukti objektif akan termasuk penurunan nilai yang signifikan dan berkepanjangan dibawah nilai perolehan investasi tersebut.
Ketika terdapat bukti penurunan nilai, kerugian kumulatif – yang diukur sebagai selisih antara biaya perolehan dan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan nilai investasi yang sebelumnya diakui pada pendapatan komprehensif lain- direklasifikasikan dari ekuitas ke dalam laporan laba rugi: Kerugian penurunan nilai atas investasi ekuitas tidak dihapuskan melalui laporan laba rugi; sedangkan peningkatan nilai wajar setelah penurunan nilai diakui dalam ekuitas.
vii. Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
Aset keuangan
Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan (atau, apabila dapat diterapkan untuk bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan sejenis) terjadi bila: (1) hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau (2) Perusahaan memindahkan hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut atau menanggung liabilitas untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan salah satu diantara (a) Perusahaan secara substansial memindahkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (b) Perusahaan secara substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah memindahkan pengendalian atas aset tersebut.
- 17 -
vii. Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan)
Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika liabilitas keuangan awal digantikan dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan ketentuan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba atau rugi.
q. Provisi
Provisi diakui jika Perusahaan dan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan kewajiban tersebut provisi tidak diakui.
r. Peristiwa setelah periode pelaporan
Peristiwa setelah akhir tahun yang memberikan informasi mengenai posisi keuangan Perusahaan pada tanggal pelaporan (peristiwa penyesuaian), jika ada, dicerminkan dalam laporan keuangan. Peristiwa setelah akhir tahun yang bukan peristiwa penyesuaian diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan jika material.
s. Perubahan Kebijakan Akuntansi di Periode Mendatang
Perusahaan belum menerapkan standar akuntansi yang telah diterbitkan atau direvisi dan dipertimbangkan relevan kepada laporan keuangan, namun belum efektif pada tanggal 30 Juni 2015:
Berlaku untuk laporan keuangan yang dimulai pada awal atau setelah 1 Januari 2015:
i) PSAK No.1 (2013) : Penyajian Laporan Keuangan
Revisi terhadap PSAK 1 memperkenalkan pengelompokan pos-pos yang disajikan pada pendapatan komprehensif lain. Pos-pos yang akan direklasifikasi (“didaur ulang”) ke laba rugi pada periode mendatang, seperti keuntungan atau kerugian atas aset keuangan tersedia untuk dijual, harus disajikan terpisah dari pos-pos yang tidak akan direklasifikasi,
- 18 -
s. Perubahan Kebijakan Akuntansi di Periode Mendatang (lanjutan)
Berlaku untuk laporan keuangan yang dimulai pada awal atau setelah 1 Januari 2015: (lanjutan).
ii) PSAK No.24 (2013) : Imbalan Kerja
PSAK 24 yang direvisi mensyaratkan:
(a) Seluruh biaya jasa lalu diakui pada yang lebih awal antara amandemen/kurtailmen terjadi dan pengakuan biaya restrukturisasi atau terminasi terkait diakui, dan
(b) Keuntungan atau kerugian aktuaria langsung diakui pada pendapatan komprehensif lainnya.
iii) PSAK No.46 (2014) : Pajak Penghasilan
PSAK ini memberikan tambahan pengaturan untuk aset atau liabilitas pajak tangguhan yang berasal dari asset yang tidak disusutkan yang diukur menggunakan model revaluasi, dan yang berasal dari properti investasi yang diukur dengan menggunakan model nilai wajar.
iv) PSAK No.48 (2014) : Penurunan Nilai Aset.
PSAK ini memberikan tambahan persyaratan pengungkapan untuk setiap asset individual atau unit penghasil kas yang mana kerugian penurunan nilai telah diakui atau dibalik selama periode.
v) PSAK No.50 (2014) : Instrumen Keuangan: Penyajian.
PSAK ini mengatur lebih dalam kriteria mengenai hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan kriteria penyelesaian secara neto.
vi) PSAK No.55 (2014) : Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.
PSAK ini, antara lain, menambah pengaturan kriteria instrument lindung nilai yang tidak dapat dianggap telah kadaluwarsa atau telah diberhentikan, serta ketentuan untuk mencatat instrumen keuangan pada tanggal pengukuran dan pada tanggal setelah pengakuan awal.
vii) PSAK No.60 (2014) : Instrumen Keuangan: Pengungkapan..
PSAK ini, antara lain, menambah pengaturan pengungkapan saling hapus dengan informasi kuatitatif dan kualitatif serta pengungkapan mengenai pengalihan instrumen keuangan.
viii) PSAK No.67: Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain
PSAK 67 menetapkan persyaratan bagi pengungkapan atas kepentingan suatu entitas, pengaturan bersama, entitas asosiasi dan entitas terstruktur. Persyaratan dalam PSAK 67 lebih komprehensif daripada persyaratan pengungkapan yang sebelumnya ditetapkan.
- 19 -
s. Perubahan Kebijakan Akuntansi di Periode Mendatang (lanjutan)
Berlaku untuk laporan keuangan yang dimulai pada awal atau setelah 1 Januari 2015: (lanjutan).
ix) PSAK No.68: Pengukuran Nilai Wajar
PSAK 68 menetapkan sumber panduan tunggal bagi semua pengukuran nilai wajar. PSAK 68 tidak merubah kapan suatu entitas diharuskan menggunakan nilai wajar, namun lebih kepada memberikan panduan bagaimana mengukur nilai wajar pada saat nilai wajar disyaratkan atau diijinkan. Sehubungan dengan penerapan PSAK 68, Perusahaan melakukan evaluasi ulang atas kebijakannya untuk mengukur asset dan liabiltas yang diharuskan untuk diukur pada nilai wajar.
Perusahaan sedang mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari Standar yang direvisi dan yang baru tersebut terhadap laporan keuangan.
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI SIGNIFIKAN
Penyusunan laporan keuangan Perusahaan mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas yang terpengaruh pada periode pelaporan berikutnya
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:
Penentuan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional dari Perusahaan adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana Perusahaan beroperasi. Manajemen mempertimbangkan mata uang yang paling mempengaruhi pendapatan dan beban dari barang dan jasa yang diberikan serta mempertimbangkan indikator lainnya dalam menentukan mata uang yang paling tepat menggambarkan pengaruh ekonomi dari transaksi, kejadian, dan kondisi yang mendasari.
Perusahaan menetapkan mata uang funsionalnya adalah Dolar AS.
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 2.
- 20 - Pertimbangan (lanjutan)
Taksiran Tagihan Pajak
Berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku saat ini, manajemen mempertimbangkan apakah jumlah yang tercatat dalam akun di atas dapat dipulihkan dan direstitusi oleh Kantor Pajak. Nilai tercatat atas “Taksiran tagihan pajak”pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Maret 2015 adalah sebesar AS$527.747. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 15.
Cadangan atas Penurunan Nilai Piutang Usaha - Evaluasi Individual
Perusahaan mengevaluasi akun tertentu yang diketahui bahwa para pelanggannya tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Perusahaan mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas pelanggan terhadap jumlah terutang guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan.
Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah cadangan penurunan nilai piutang. Nilai tercatat dari piutang usaha Perusahaan sebelum cadangan penurunan nilai piutang pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Maret 2015 masing-masing adalah sebesar AS$15.091.823 dan AS$21.795.150 Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 5.
Cadangan atas Penurunan Nilai Piutang Usaha - Evaluasi Kolektif
Bila Perusahaan memutuskan bahwa tidak terdapat bukti objektif atas penurunan nilai pada evaluasi individual atas piutang usaha, baik yang nilainya signifikan maupun tidak, Perusahaan menyertakannya dalam kelompok piutang usaha dengan risiko kredit yang serupa karakteristiknya dan melakukan evaluasi kolektif atas penurunan nilai. Karakteristik yang dipilih mempengaruhi estimasi arus kas masa depan atas kelompok piutang usaha tersebut karena merupakan indikasi bagi kemampuan pelanggan untuk melunasi jumlah terhutang.
Arus kas masa depan pada kelompok piutang usaha yang dievaluasi secara kolektif untuk risiko kredit yang serupa dengan piutang usaha pada kelompok tersebut.
Nilai tercatat dari piutang usaha Perusahaan sebelum cadangan penurunan nilai piutang pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Maret 2015 masing-masing adalah sebesar AS$15.091.823 dan AS$21.795.150 Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 5.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan, Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang
kegiatan usaha normal.
Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Nilai tercatat neto liabilitas pajak penghasilan badan pada tangggal 30 Juni 2015 sebesar AS$311.569. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan
- 21 - Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama ketidakpastian estimasi lain pada akhir tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Penyisihan Penurunan Nilai Pasar dan Keusangan Persediaan
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimilik, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Penyisihan dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Nilai tercatat persediaan Perusahaan sebelum penyisihan atas keusangan dan penurunan nilai pasar pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Maret 2015 masing-masing adalah sebesar AS$23.351.438 dan AS$15.577.121 Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 6.
Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan yang memiliki pengaruh lebih dari 10% kewajiban imbalan pasti periode sebelumnya, ditangguhkan dan diamortisasi secara garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan. Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto.
Penyisihan liabilitas imbalan kerja jangka panjang Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Maret 2015 masing-masing adalah sebesar AS$3.533.494 Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 23.
Penyusutan Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran estimasi masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 5 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai tercatat neto atas aset tetap Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Maret 2015 adalah sebesar AS$20.695.909 dan AS$20.905.176 Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 9.
- 22 - Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Realisasi dari Aset Pajak Tangguhan
Perusahaan melakukan penelaahan atas nilai tercatat aset pajak tangguhan pada setiap akhir periode pelaporan dan mengurangi nilai tersebut sampai sebesar kemungkinan aset tersebut tidak dapat direalisasikan, dimana penghasilan kena pajak yang tersedia memungkinkan untuk penggunaan seluruh atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut. Penelaahan Perusahaan atas pengakuan aset pajak tangguhan untuk perbedaan temporer yang dapat dikurangkan didasarkan atas tingkat dan waktu dari penghasilan kena pajak yang ditaksirkan untuk periode pelaporan berikutnya. Taksiran ini berdasarkan hasil pencapaian Perusahaan di masa lalu dan ekspektasi di masa depan terhadap pendapatan dan beban, sebagaimana juga dengan strategi perencanaan perpajakan di masa depan. Tetapi tidak terdapat kepastian bahwa Perusahaan dapat menghasilkan penghasilan kena pajak yang cukup untuk memungkinkan penggunaan sebagian atau seluruh bagian dari aset pajak tangguhan tersebut.
4. KAS DAN SETARA KAS
Kas dan setara kas terdiri dari :
30 Juni 2015 31 Maret 2015
Kas
Dolar AS 943 1,500
Rupiah 780 890
Sub Total 1,723 2,390
Bank - Pihak ketiga
PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia
Rekening Dolar AS 5,839,658 4,413,846
Rekening Yen Jepang 211,669 5,642
Rekening Rupiah 250,463 97,518
PT Bank Central Asia Tbk
Rekening Dolar AS 631,386 2,326,936
Rekening Rupiah 531,134 271,870
PT Bank Mizuho Indonesia
Rekening Dolar AS 2,458,260 1,563,767
Rekening Rupiah 84,221 102,363
The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd., Jakarta
Rekening Dolar AS 3,138,697 282,762
Rekening Rupiah 162,063 161,545
PT Bank Mandiri (Persero)Tbk
Rekening Rupiah 27,777 120,471
- 23 -
Kas dan setara kas terdiri dari :
30 Juni 2015 31 Maret 2015
Deposito berjangka - Pihak ketiga PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia
Rekening Dolar AS 3,000,000 4,000,000
Rekening Rupiah - 764,293
Sub Total 3,000,000 4,764,293
Total 16,337,051 14,113,403
Tingkat bunga tahunan deposito berjangka adalah sebagai berikut :
30 Juni 2015 31 Maret 2015
Deposito Dolar AS 0.10% - 0.125% 0.10% - 0.135%
Rekening Rupiah - 6% - 7%
5. PIUTANG USAHA
Rincian piutang usaha adalah sebagai berikut:
30 Juni 2015 31 Maret 2015 Pihak ketiga PT Kinden Indonesia PT PLN (Persero) 1,122,681 605,257 PT Alstom Grid 811,648 -PT Asahimas Chemical 773,656 2,180,504
PT Tmeic Asia Indonesia 620,926
-BUT Toyo Engineering Corporation 379,127
-Mitsubishi Hitachi Power System Ltd, Japan 294,423 898,339
PT Rekayasa Industri 285,731 1,572,415
BUT Samsung Engineering Co.Ltd., 238,224 1,399,362
PT Schneider Indonesia 182,699 630,772
PT ABB Sakti 112,448 85,297
CV Sumber Rejeki 110,778
-PT Meindo Elang Indah 97,810 71,345
PT Kuarta Putra Pratama 90,256 140,049
PT Pentamitra Abadi 64,136 29,157
PT Meiden Engineering Indonesia. 56,403
-PT Oaktech Nusantara 54,808
-52,517
-- 24 --
Rincian piutang usaha adalah sebagai berikut:
Technip Far East Sdn. Bhd., Brunei Darussalam 45,750 87,518 PT Tripatra Engineers & Constructors 45,096 65,347 Taganito HPAL Nickel., Filipina 18 89,215 PT Jaya Kencana - 1,601,870 TPSC (India) Private Limited., India - 218,476 Mitsubishi-Sumitomo JO - 185,015 Shillon Global Construction. Inc., Filipina - 87,300 PT Krakatau Posco - 78,495 PT ODG Indonesia - 52,923 Lain-lain (masing-masing dibawah AS$50.000 304,540 288,424 Sub-total 5,743,675 10,367,080
Pihak-pihak berelasi (Catatan 17)
Sumitomo Electric Industries Ltd., Jepang 7,040,419 8,406,787 Sumitomo Electric Automotive Products (Singapore)
Pte Ltd, Singapura 1,119,631 1,222,926 PT Taiyo Sinar Raya Teknik 604,180 1,135,367 PT Sumi Indo Wiring Systems 178,591 311,165 PT Karya Sumiden Indonesia 292,909 278,047 Sumitomo Electric Industries Ltd., Tokyo 74,428 44,088 Sumitomo Densetsu 37,990 -J. Power Systems Corp. Jepang - 26,695 PT Sumiden Serasi Wire Products - 2,995
Sub-total 9,348,148 11,428,070
Total 15,091,823 21,795,150
Piutang usaha terdiri dari:
30 Juni 2015 31 Maret 2015 Pihak ketiga Dolar AS 1,318,973 8,027,886 Rupiah 4,424,702 2,339,194 Sub-total 5,743,675 10,367,080 Pihak-pihak berelasi(Catatan 17) Dolar AS 9,082,611 11,315,094 Rupiah 265,537 112,976 Sub-total 9,348,148 11,428,070 Total 15,091,823 21,795,150
- 25 -
Analisa umur piutang usaha adalah sebagai berikut :
30 Juni 2015 31 Maret 2015
Belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai 9,865,674 10,930,029 Lewat jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai :
> 1 bulan - 3 bulan 4,591,155 7,697,098 > 3 bulan - 6 bulan 192,446 920,019 > 6 bulan - 1 tahun 332,644 1,876,075
> 1 tahun 109,904 371,929
Total 15,091,823 21,795,150
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan pada akhir tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Maret 2015, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa tidak diperlukan pembentukan cadangan penurunan nilai.
Tidak terdapat piutang usaha yang dijaminkan, dan umumnya dikenakan syarat pembayaran selama 30-60 hari.
6. PERSEDIAAN
Persediaan terdiri dari :
30 Juni 2015 31 Maret 2015
Barang jadi 9,083,706 5,539,153
Barang dalam proses 10,253,679 6,349,768
Bahan baku 2,503,870 2,151,275
Suku cadang 1,510,183 1,536,925
Total 23,351,438 15,577,121
Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kerugian akibat kebakaran dan risiko kerugian lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar AS$5.800.000 pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Maret 2015. Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian terhadap risiko-risiko tersebut.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir periode, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak diperlukan pembentukan penyisihan persediaan usang.
- 26 -
Rincian uang muka pemasok adalah sebagai berikut :
30 Juni 2015 31 Maret 2015
Pihak ketiga 700,656 42,843 Pihak berelasi (Catatan 17) 12,263 5,400
Total 712,919 48,243
8. BIAYA DIBAYAR DIMUKA
Rincian biaya dibayar di muka adalah sebagai berikut:
30 Juni 2015 31 Maret 2015
Sewa apartemen dibayar di muka 76,940 104,712 Asuransi dibayar di muka 56,635 4,637
Total 133,575 109,349
9. ASET TETAP
Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:
Saldo Awal Saldo Akhir
30 Juni 2015 1 April 2015 Penambahan Pengurangan 30 Juni 2015
Biaya Perolehan
Tanah 2,273,704 - - 2,273,704 Bangunan 5,270,166 81,817 - 5,351,983 Prasarana 1,724,219 50,076 - 1,774,295 Mesin dan peralatan 32,987,451 184,566 - 33,172,017 Peralatan dan perabot kantor 920,100 22,680 13,872 928,908 Kendaraan 1,066,223 - 1,066,223
Total Biaya Perolehan 44,241,863 339,139 13,872 44,567,130
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 2,815,857 59,979 - 2,875,836 Prasarana 1,231,403 17,136 - 1,248,539 Mesin dan peralatan 18,069,806 401,003 - 18,470,808 Peralatan dan perabot kantor 480,855 31,751 9,644 502,962 Kendaraan 738,766 34,309 - 773,075 Total Akumulasi Penyusutan 23,336,687 544,178 9,644 23,871,221
- 27 -
Rincian aset tetap adalah sebagai berikut : (lanjutan)
Saldo Awal Saldo Akhir 31 Maret 2015 1 April 2014 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Maret 2015
Biaya Perolehan
Tanah 2,273,704 - - - 2,273,704
Bangunan 5,190,960 85,589 6,383 - 5,270,166
Prasarana 1,675,781 71,151 22,713 - 1,724,219
Mesin dan peralatan 30,960,395 2,247,292 221,740 1,504 32,987,451 Peralatan dan perabot kantor 623,352 298,037 1,289 - 920,100
Kendaraan 1,049,266 45,469 28,512 - 1,066,223
Sub-total 41,773,458 2,747,538 280,637 1,504 44,241,863
Aset dalam penyelesaian 1,504 - - (1,504)
-Total Biaya Perolehan 41,774,962 2,747,538 280,637 - 44,241,863
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 2,585,206 236,107 5,456 - 2,815,857
Prasarana 1,183,765 67,978 20,340 - 1,231,403
Mesin dan peralatan 16,568,499 1,673,062 171,755 - 18,069,806 Peralatan dan perabot kantor 386,240 95,904 1,289 - 480,855
Kendaraan 626,006 140,322 27,562 - 738,766
Total Akumulasi Penyusutan 21,349,716 2,213,373 226,402 - 23,336,687 Nilai Buku 20,425,246 20,905,176
Penambahan sampai tanggal 31 Maret 2015 termasuk reklasifikasi dari aset dalam penyelesaian ke mesin sebesar AS$1.504.
Pengurangan aset tetap juga termasuk penghapusan aset tetap dengan nilai buku sebesar AS AS$4.228 dan AS$54.235 masing-masing untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Maret 2015..
Penyusutan dibebankan pada beban pokok penjualan sebesar AS$544.178 dan AS$2.213.373 masing-masing untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Maret 2015.
Pada tanggal 30 Juni 2015 aset tetap, kecuali tanah, diasuransikan terhadap risiko kerugian akibat kebakaran dan risiko kerugian lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar AS$.38.244.563 dan Rp14.627.000.000 dan manajemen perusahaan berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian terhadap risiko-risiko tersebut.
Pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Maret 2015, jumlah harga perolehan aset tetap Perusahaan yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan dalam kegiatan operasional adalah masing-masing sebesar AS$10.997.265 dan AS$10.550.596.
- 28 -
9. ASET TETAP (lanjutan)
Pada tanggal 31 Maret 2015, nilai wajar aset tetap Perusahaan yang termasuk tanah, bangunan dan mesin dan perlatan masing-masing sekitar AS$28.139.952 (tidak diaudit)
Perusahaan memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas tanah yang dimiliki sebagai berikut:
Nomor HGB
HGB No. 209/Tangerang, Banten HGB No. 165/Tangerang, Banten HGB No. 344/Tangerang, Banten
Tanggal Berakhir HGB
21 November 2036 17 Agustus 2028 26 Juli 2034
Manajemen berkeyakinan bahwa HGB tersebut di atas dapat diperpanjang pada saat masa berlakunya habis.
Berdasarkan evaluasi manajemen Perusahaan, seperti yang disyaratkan dalam PSAK No.16, tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap Perusahaan.
10. ASET TAKBERWUJUD
Rincian aset takberwujud adalah sebagai berikut : 30 Juni 2015 31 Maret 2015 Harga perolehan 896,003 Akumulasi amortisasi (857,662) (850,653) Total 38,341 45,350 896,003
11. ASET KEUANGAN TIDAK LANCAR LAINNYA
Rincian aset keuangan tidak lancar lainnya adalah sebagai berikut:
30 Juni 2015 31 Maret 2015
Penyertaan saham 1,210,124 1,210,124
Lain-lain 12,290 12,522
Total 1,222,414 1,222,646
Penyertaan saham merupakan penyertaan saham Perusahaan pada PT Karya Sumiden Indonesia (KSI), dengan persentase pemilikan sebesar 4,49%, disajikan sebesar biaya perolehan (cost method). Ruang lingkup kegiatan usaha KSI adalah memproduksi kawat tembaga.
- 29 - 12. UTANG USAHA
Akun ini terdiri dari liabilitas kepada para pemasok yang timbul terutama dari pembelian bahan baku.
Utang usaha terdiri dari :
Rincian utang usaha menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut :
30 Juni 2015 31 Maret 2015 Pihak ketiga Dolar AS 1,621,587 1,423,251 Rupiah 177,492 180,885 Yen Jepang 9,757 8,498 Sub-total 1,808,836 1,612,634
Pihak-pihak berelasi (Catatan 17)
Dolar AS 7,703,645 5,871,776
Total 9,512,481 7,484,410
Utang lain-lain terdiri dari utang kepada pihak berelasi atas pembelian aset tetap dan utang kontraktor. Utang usaha tidak dijamin, tidak dikenakan bunga dan umumnya dikenakan syarat pembayaran antara
30 hari sampai 60 hari.
13. UTANG LAIN-LAIN
Rincian utang lain-lain adalah sebagai berikut : 30 Juni 2015 31 Maret 2015 Pihak ketiga Rupiah 288,701 173,838 AS Dolar 63,064 36,175 Yen Jepang 182,017 -Sub-total 533,782 210,013
Pihak-pihak berelasi (Catatan 17)
Rupiah 13,222 -AS Dolar 2,134 28,857 Sub-total 15,356 28,857
Total 549,138 238,870
Utang lain-lain terdiri dari utang kepada pihak berelasi atas pembelian aset tetap dan utang kontraktor.
- 30 -
Akun ini terutama terdiri dari akrual untuk jasa, royalty dan komisi.
Rincian beban akrual adalah sebagai berikut :
30 Juni 2015 31 Maret 2015 Beban komisi 361,712 465,483 Royalti 240,016 152,295 Beban Jasa 70,568 53,722 Lain-lain 561,204 708,624 Total 1,233,500 1,380,124 15. PERPAJAKAN
a. Taksiran tagihan pajak
Taksiran tagihan pajak terdiri dari :
30 Juni 2015 31 Maret 2015
Pajak penghasilan badan-2014 527,747 527,747
Total 527,747 527,747
b. Utang pajak
Utang pajak terdiri dari:
30 Juni 2015 31 Maret 2015
Pajak pertambahan nilai - neto 354,719 308,485 Pajak penghasilan Pasal 4 (2) - final 1,541 4,357 Pasal 21 44,756 33,269 Pasal 23 2,636 1,341 Pasal 25 - 57,741 Pasal 26 5,695 11,320 Pasal 29 344,581 170,464 Total 753,928 586,977
- 31 -
c. Rekonsiliasi antara laba sebelum beban (manfaat) pajak, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif dan estimasi penghasilan kena pajak adalah sebagai berikut :
2015 2014
Laba sebelum pajak 1,203,726 566,050 Beda temporer
Aset tetap (15,637) (56,595) Beda tetap
Sumbangan 5,354 -Gaji dan imbalan kerja 5,150 (581) Jamuan dan representasi 4,354 4,194 Penghasilan bunga yang dikenakan pajak final (7,522) (2,953) Lain-lain 50,849 41,903
Penghasilan kena pajak 1,246,274 552,018
April - Juni
d. Beban pajak kini
Perhitungan beban pajak kini dan estimasi utang pajak penghasilan (taksiran tagihan pajak) adalah sebagai berikut:
2015 2014
Penghasilan kena pajak 1,246,274 552,018 Beban pajak kini 311,569 138,005 -Dikurangi pajak penghasilan dibayar di muka :
Pasal 22 21,916 23,505 Pasal 23 55 63 Pasal 25 115,481 83,866
Total 137,452 107,434
Estimasi utang pajak penghasilan
(Taksiran tagihan pajak ) 174,117 30,571
April - Juni
e. Beban (manfaat) pajak Perusahaan adalah sebagai berikut : 2015 2014 Kini 311,569 138,005 Tangguhan 3,909 14,149 Total 315,478 152,154 April - Juni