• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOSMETIKA DAN ALAT KESEHATAN. Suwarmi, S.Si, Apt

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KOSMETIKA DAN ALAT KESEHATAN. Suwarmi, S.Si, Apt"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

KOSMETIKA DAN

ALAT KESEHATAN

(2)

PENDAHULUAN

Kosmetika = Sediaan Rias

Ilmu Kosmetika bukan suatu disiplin ilmu melainkan

bersifat multidisiplin ilmu

Permenkes RI No. 220/Men Kes/Per/IX/76 tentang

Produksi dan Peredaran Kosmetika dan Alat Kesehatan Definisi Kosmetika adalah :

Bahan atau campuran bahan untuk digosokkan,

dilekatkan, dituangkan, dipercikkan, atau disemprotkan pada, dimasukkan dalam,dipergunakan pada badan atau bagian badan manusia,dengan maksud untuk

membersihkan, memelihara, menambah daya tarik dan mengubah rupa dan tidak termasuk obat.

Yang penting bahan atau campuran bahan tersebut tidak

boleh mengganggu faal atau tubuh manusia secara keseluruhan.

(3)

Permenkes RI No. 140/Men Kes/Per/III/1991

tentang Wajib Daftar Alat Kesehatan, Kosmetika dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga

Definisi Kosmetika :

Sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ kelamin luar), gigi dan rongga mulut, untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah

penampakan, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak

dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit.

(4)

Latar belakang dari pengujian sediaan rias

adalah Farmakope Indonesia, Peraturan

Menteri Kesehatan RI, Keputusan Dir Jend

POM, Pustaka dan berdasarkan pada segi

keamanan sediaan itu sendiri.

Pengujian sediaan rias ditekankan pada

keamanan penggunaannya. Selain itu wajib diuji

terhadap cemaran mikroorganisme yang tidak

diingini sesuai petunjuk Pusat Pemeriksaan

Obat dan Makanan tentang “Persyaratan

Sementara Cemaran Mikroba dalam Sediaan

Rias (Kosmetika )”.

(5)

 Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka ruang

lingkup pengujian kosmetika meliputi :

-Organoleptis/pemerian : bentuk, warna dan bau -Parameter kimia/fisika : batas-batas zat utama -Parameter mikrobiologis :

Angka lempeng total (ALT), identifikasi

Staphylococcus aureus, Pseudomonas

auregenosa, Candida albicans, Clostridium tetani, Clostridium welchii, Bacillus

antrachis dan Salmonella -Parameter biologis

Uji iritasi kulit, uji iritasi mata, uji fotosensitisasi

(6)

Katagori dan Sub katagori Kosmetika berdasarkan

Keputusan Dir Jend POM DepKes RI No.

1477/C/SK/IV/91 tentang Petunjuk Pelaksanaan Wajib Daftar Alkes, Kosmetika dan Perbekalan Kesehatan

Rumah Tangga adalah :

Sediaan bayi

Sabun mandi bayi atau pembersih bayi lainnya

Sampo bayi

Bedak bayi

Baby oil, baby lotion, baby cream

Sediaan untuk bayi lainnya

Sediaan mandi

Sabun mandi, sabun mandi cair, sabun mandi antiseptika

Busa mandi ( foam bath, buble bath )

Bath oil, bath salt, bath powder

(7)

Sediaan kebersihan badanDeodorant, antiperspirant

Feminine hygiene

Bedak badan

Perawatan kaki

Sediaan kebersihan badan lainnya

Sediaan cukur

Sediaan pracukur

Sediaan cukur

Sediaan pasca cukur

Sediaan wangi-wangian

Eau de toilette, Eau de parfum, Eau de cologne

Pewangi badan

Parfum

(8)

Sediaan rambut

– Sampo, sampo ketombe

– Hair conditioner, hair rinse – Hair creambath

– Hair tonic

– Hair styling

– Hair dressing – Dan lain lain

Sediaan pewarna rambut

– Pewarna rambut

(9)

 Sediaan rias mata – Pensil alis – Bayangan mata – Eye liner – Mascara – Eye foundation

– Eye make up remover

– Sediaan rias mata lainnya

Sediaan rias wajah

-Make-up base / vanishing cream

-Foundation

(10)

Blush on

– Lip gloss, lip liner, lip color

– Sediaan rias lainnya

Sediaan perawatan kulit

Pembersih kulit muka

– Massage cream

– Anti Jerawat

– Nutritive cream, night cream, cold cream

– Sediaan perawatan kulit lainnya

(11)

Sediaan mandi surya dan tabir surya

Sediaan tabir surya

– Sediaan mandi surya

Sediaan kuku

– Base coat, top coat, nail drier

Nail color

Nail polish remover

Sediaan kuku lainnya

(12)

Sediaan hygiene mulut:

Dentrificia (pasta, powder, liquid)

Mouth washes Mouth freshener

Sediaan hygiene mulut lainnya

Secara Teknis Kosmetika dibagi 2 kelompok:

Kelompok Kosmetika Rias (Dekoratif )

Kelompok Kosmetika Perawatan ( Skin care )

Kosmediks :penggabungan obat (bahan aktif

yang dapat memperbaiki fisiologi kulit) dan

kosmetika

(13)

Permenkes RI No. 236/ Men Kes/Per/X/1977

tentang Perijinan Produksi Kosmetika dan Alat kesehatan, ijin produksi Kosmetika dan Alkes diberikan oleh menteri. Ketentuan ini tidak berlaku bagi :

Apotik yang meracik atau membuat di tempatnya dan menjual langsung kepada pemakai.

Salon kecantikan, dokter, rumah sakit, poliklinik atau instalasi kesehatan yang memproduksi untuk keperluan sendiri.

Badan pemerintah dan atau swasta yang

memproduksi untuk keperluan ilmu pengetahuan (riset), pendidikan atau analisa kimia.

(14)

ALAT KESEHATAN

Permenkes RI No. 220/MenKes/Per/IX/76

Definisi

Alat Kesehatan

adalah :

Barang, instrumen, aparat atau alat,

termasuk tiap komponen, bagian atau

perlengkapannya yang diproduksi, dijual atau

dimaksudkan untuk digunakan dalam :

Pemeliharaan dan perawatan kesehatan,

diagnosa, penyembuhan, peringanan atau

pencegahan penyakit, kelainan keadaan badan

atau gejalanya pada manusia.

(15)

Pemulihan, perbaikan atau perubahan suatu fungsi badan atau struktur badan manusia. Diagnosa kehamilan pada manusia atau

pemeliharaan selama hamil dan setelah melahirkan, termasuk pemeliharaan bayi

Usaha mencegah kehamilan pada manusia dan yang tidak termasuk golongan obat

(16)

Permenkes RI No. 140/MenKes/Per/III/1991

Alat Kesehatan adalah :

Bahan, instrumen, aparatus, mesin, alat untuk ditanamkan, reagen/produk diagnostik in vitro atau barang lain yang

sejenis atau yang terkait, termasuk komponen, bagian dan perlengkapannya yang :

disebut dalam FI, EFI dan Formularium Nasional atau

suplemennya dan / atau

digunakan untuk mendiagnosa penyakit, menyembuhkan,

merawat, memulihkan, meringankan atau mencegah penyakit pada manusia dan / atau

dimaksudkan untuk mempengaruhi struktur dan fungsi tubuh

manusia dan / atau

dimaksudkan untuk mendiagnosa kondisi bukan penyakit dan

yang dalam mencapai tujuan utamanya ;

tidak melalui reaksi kimia pada / dalam tubuh manusia dan

/ atau

(17)

Katagori dan Sub Katagori Alat Kesehatan

sesuai Kep Dir Jen POM Depkes RI No.

1477/C/SK/IV/91 adalah :

Peralatan kimia klinik dan toksikologi klinik

a.tes kimia klinik

b.peralatan laboratorium klinik

c.tes toksikologi klinik

Peralatan hematologi dan patologi

Peralatan imunologi dan mikrobiologi

Peralatan anestesi

(18)

Peralatan gigi

Peralatan telinga, hidung dan tenggorokan ( THT ) Peralatan Gastroenterologi, Urologi ( GU )

Peralatan RSU dan Perorangan Peralatan Neurologi

Peralatan Obstetrik dan Ginekologi ( OG ) Peralatan mata

Peralatan Ortopedi

Peralatan Kesehatan Fisik Perlalatan Radiologi

(19)

Permenkes RI No. 140/MenKes/Per/III/1991

Perbekalan kesehatan rumah tangga adalah alat, bahan atau campuran untuk pemeliharaan dan perawatan kesehatan untuk manusia, hewan peliharaan, rumah tangga dan tempat-tempat umum.

Katagori dan Sub Katagori PKRT sesuai Kep Dir Jen POM Depkes RI No. 1477/C/SK/IV/91 adalah :

1.Tissue dan kapas

a. Kapas kecantikan d. Refresing tissue

b. Facial tissue e. Tissue dan kapas lainnya c. Toilet tissue

2.Sediaan untuk mencuci

a. Sabun cuci d. Pemutih

b. Detergen e. Enzim pencuci

(20)

3.Pembersih

a. Pembersih peralatan dapur b. Pembersih kaca

c. Pembersih lantai

d. Pembersih porselen, pembersih kloset e. Pembersih mebel

f. Pembersih karpet g. Pembersih lainnya 4.Alat Perawatan Bayi

a. Dot dan sejenisnya b. Teething ring

c. Popok bayi

(21)

5.Antiseptika dan Desinfektan a. Antiseptika

b. Desinfektan

c. Antiseptika dan desinfektan lainnya 6.Pewangi

a. Pewangi ruangan b. Pewangi telepon c. Pewangi lainnya

7.Pestisida Rumah Tangga

a. Pembasmi seranggad. Pembasmi kutu binatang b. Pencegah serangga e. Pembasmi tikus rumah

c. Pembasmi kutu rambut f. Pestisida rumah tangga lainnya

(22)

Pedoman pengujian alat kesehatan meliputi :

Organoleptis/pemerian : bentuk, warna dan bau

Parameter sediaan :

Penandaan : Volume, bobot, ukuran dan keadaan

kemasan

Parameter kimia/kimia-fisika/fisika

Identifikasi, penetapan kadar, daya serap, daya

tenggelam, daya regang, sifat mengeras

Parameter biologis : farmakologis, toksikologis

Parameter mikrobiologis : sterilitas, koefisien

(23)

Permenkes : 220/MenKes/Per/IX/76 Tentang Produksi dan Peredaran Kosmetika dan Alat Kesehatan

Pasal 2 :

Untuk memproduksi Kosalkes harus mendapat ijin dari Menkes Kosalkes harus memenuhi syarat keselamatan, kesehatan dan mutu harus didaftarkan di departemen Kesehatan

Pasal 17 :

Perusahaan harus mempunyai tenaga ahli sebagai penanggung jawab mutu

Permenkes : 236/MenKes/Per/X/77 Tentang Perijinan Produksi Kosmetika dan Alat Kesehatan

Pasal 2 :

Perusahaan yang memproduksi Kosalkes harus mendapat ijin dari Menteri

Pasal 12 :

Perusahaan harus melaporkan hasil produksinya setiap 3 (tiga) bulan sekali kepada Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan

(24)

Permenkes : 140/MenKes/Per/III/91 Tentang Wajib Daftar Alat Kesehatan, Kosmetika dan PKRT

 Pasal 2 :

Alkes, Kosmetika dan PKRT yang diedarkan/dijual di

wilayah Indonesia harus didaftarkan pada Depkes RI cq Dirjen POM Depkes RI

 Pasal 3 :

Pendaftaran produk DN dilakukan oleh perusahaan DN yang telah Berijin.

Pendaftaran produk LN dilakukan oleh importir /penyalur yang diberi kuasa oleh perusahaannya di LN

(25)

Permasalahan di Bidang Kosmetika :

 Kosmetika yang beredar TMS (Tidak Memenuhi Syarat)

antara lain :

– Produk belum terdaftar contoh plasenta

– Produk dari luar negeri tidak perlu didaftarkan juga tidak diperjualbelikan, jadi dipakai/untuk dikonsumsi sendiri

– Mengandung bahan yang dilarang, contoh pewarna pada lipstik, blush on, tidak boleh mengandung

Rhodamin B

– Penandaan (label) TMS

 Hygiene dan Sanitasi TMS, contoh ruang produksi TMS  Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kosmetika

yang memenuhi persyaratan mutu, keamanan dan kemanfaatan.

(26)

Permenkes : 220/MenKes/Per/IX/76 Tentang

Produksi dan Peredaran Kosmetika dan Alat Kesehatan

Ijin Edar Produk KOSALKES

CD ... (10) digit Produk Kosmetika dalam negeri

CL ... (10) digit Produk Kosmetika luar negeri

PD ... (10) digit Produk PKRT dalam negeri

PL ... (10) digit Produk PKRT luar negeri

KD ... (10) digit Produk Alkes dalam negeri

KL ... (10) digit Produk Alkes luar negeri

Kosmetika yang diijinkan beredar :

Mempunyai Nomor Registrasi :Depkes RI CD ... (10 digit)

Kosmetika dalam negeri

Depkes RI CL ... (10 digit) Kosmetika luar negeri (impor)

(27)

Tidak mengandung bahan-bahan yang dilarang

digunakan dalam kosmetika a.l :

– Asam retinoat

– Pewarna tertentu / bahan berbahaya

– Merkuri/Raksa/Hg

Nomor Registrasi Kosmetika

Depkes RI/POM CD/CL 10 digit

1 2

3 45 6

7 89 10

Digit

: 1,2

Katagori

Digit

: 3,4,5

Sub katagori

Digit

: 6,7

Tahun Pendaftaran

Digit

: 8,9,10

No urut pendaftaran

(28)

Pengawasan Kosalkes

Tujuan utama adalah melaksanakan pengamanan

teknis dalam rangka pelaksanaan tugas pokok

sesuai dengan kebijaksanaan teknis yang telah

ditetapkan oleh Dirjen POM yang berdasarkan

peraturan per-UU-an yang berlaku.

Dalam rangka pengawasan Kosalkes maka tindakan

pemerintah dalam hal ini Dirjen POM adalah

melaksanakan :

I. Pendaftaran Kosalkes

Pelaksanaan pendaftaran produk bukan hanya

sekedar mendaftar, mencetak/memberikan no

registrasi kepada produk yang diminta untuk

didaftarkan tapi sebagai bagian untuk memenuhi

peraturan Per-UU-an yang berlaku.

(29)

Melalui sistem registrasi kita sekurang-kurangnya

dapat mengikuti, meneliti dan menilai sejak awal dari segala aspek yang diperlukan terhadap produk-produk yang diajukan pendaftarannya dan dimaksudkan untuk diedarkan.

Pengawasan produk untuk sistem registrasi memenuhi

sasaran dengan ruang lingkup yang jelas.

Bagi produk-produk yang akan didaftarkan diadakan

penilaian terhadap formula, komposisi, khasiat,

kegunaan, mutu, penandaan, keamanan dan lain-lain ketentuan yang harus dipenuhi. Apabila informasi ini dapat memenuhi persyaratan penilaian maka

pendaftaran produk tersebut disetujui dan diberikan no. Registrasi.

(30)

II.

Perijinan Produk Kosmetika dan Alat Kesehatan

Ijin produksi penting bagi perusahaan yang

memproduksi Kosalkes. Melalui ijin produksi ini maka produsen Kosalkes dapat dibina dan

diarahkan.

Dalam pengajuan ijin prosuksi, pemohon diharuskan

melampirkan :

Peta lokasi, denah bangunan, salinan ijin yang

dimiliki dari instansi lainnya, jenis yang diproduksi, penanggung jawab produksi, alat-alat produksi,

(31)

III.Pedagang Besar Kosmetika dan Alat Kesehatan

Melalui pengajuan ijin pedagang besar Kosalkes maka

produk yang diedarkan dapat dipertanggung jawabkan karena adanya penyalur bagi produk kosmetika maupun alat kesehatan. Dalam pengajuan ijinnya maka

pemohon diharuskan mengisi formulir yang mencantumkan :

penanggung jawab pedagang besarlokasi dan denah bangunan

produk Kosalkes yang diedarkan

No. Registrasi produk yang diedarkan

Surat keterangan sebagai penyalur dari produsen yang

(32)

IV.Sampling Kosmetika dan Alat Kesehatan

Terhadap produk yang disampling dilakukan

pemeriksaaan mutu baik pada lab BPOM/PPOM/lab

lainnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan mutu ini maka dapat diketahui apakah Kosmetika / Alkes

mengandung bahan yang berbahaya bagi kesehatan, misalnya :

Untuk krim pemutih tidak boleh mengandung senyawa

raksa / Hg, bedak bayi tidak boleh mengandung asam borat karena toksik terhadap kulit.

V.Pengawasan dan Penilaian terhadap Periklanan Kosmetika dan Alkes

Iklan merupakan media menyebarluaskan Kosalkes.Produk yang belum terdaftar dan berlebih-lebihan

hingga menyesatkan konsumen tidak diberi ijin dan diberi teguran oleh Dirjen POM.

VI.Monitoring Efek samping Kosmetika

(33)

Referensi

Dokumen terkait

Harus mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Melaksanakan dokumentasi pengadaan, penyimpanan dan penyaluran Alat Kesehatan/Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga

 Pada saat ini jenis dan jumlah alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT) yang beredar dan digunakan masyarakat semakin

2 % penilaian pre market alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT) yang diselesaikan tepat waktu sesuai Good Review Practices.

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 70 Tahun 2014 Tentang Perusahaan Rumah Tangga Alat Kesehatan Dan Perbekalan Kesehatan Rumah

22) Kasubdit Pengawasan Produk, Direktorat Pengawasan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga, Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan... Inspektur

1 Pembinaan dan pengawasan industri, sarana produksi dan sarana distribusi sediaan farmasi, obat tradisional, alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT),

Dokumen ini berisi pedoman standar pelayanan publik tentang cara pembuatan peralatan kesehatan yang baik dan perbekalan kesehatan rumah tangga yang

Prosedur Audit Internal bertujuan untuk memberikan panduan dalam memahami dan menerapkan Audit internal, dalam kaitannya dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 20 tahun 2017 tentang Cara Pembuatan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang