PRINSIP-PRINSIP
ADMINISTRASI KEBIJAKAN KESEHATAN
disampaikan oleh
dr. Achmad Farich,MM
UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG
ARTI ADMINISTRASI
Latar Belakang : Mengapa dalam kehidupan manusia diperlukan
kerja sama dengan orang atau orang lain?
Proses Administrasi : 1. Sekelompok manusia
2. Kerja sama
3. Tujuan bersama yang
ingin dicapai
C. PENGERTIAN TATA USAHA
Ilmu Administrasi
PENGERTIAN ADMINISTRASI
A. DEFINISI ADMINISTRASI
B. HAKIKAT ADMINISTRASI
DEFINISI ADMINISTRASI
Dalam Ensiklopedia 1980 (dalam Silalahi, 1992 : 9) disebutkan bahwa :
‘Administrasi (Latin
Administrare
), meliputi segala proses pelaksanaan
tindakan kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai suatu
tujuan
yang telah ditentukan’
Herbert A. Simon, 1956 (dalam Thoha, 1990 : 11) mengatakan bahwa :
‘In its broadest sense, administration can be defined as the activities of
group cooperating to accomplish common goals’ (Dalam pengertian
yang terluas, administrasi dapat dirumuskan sebagai kegiatan dari
kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama).
Bersambung……
Sondang P. Siagian, 1990 (dalam Silalahi, 1992 : 9), mengemukakan bahwa : ‘Administrasi yaitu seluruh proses pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang terlibak dalam suatu bentuk usaha kerjasama demi tercapainya tujuan yang ditentukan sebelumnya’
Dalam buku Filsafat Administrasi Sondang P.Siagian (1994 : 3 ) bahwa :
‘Administrasi sebagai proses kerja sama antara dua orang manusia
atau lebih yang didasarkan atas rasional tertentu untuk mencapai
tujuan yang ditentukan sebelumnya’
Dwight Waldo, 1971 (dalam Silalahi 1992 : 9) menyatakan : ’Administrasi adalah Suatu daya upaya manusia yang kooperatif yang mempunyai tingkat rasionatas Tinggi’
DEFINISI ADMINISTRASI
Sambungan…….
Masih bersambung dalam definisi…………
HAKIKAT ADMINISTRASI
Bahwa syarat penyebab terjadinya administrasi adalah adanya tiga
faktor (lihat slide berikut), yaitu :
1. Sekelompok orang
2. Kerja sama
3. Tujuan Tertentu
Kriteria pokok administrasi : 1. Rasionalitas
2. Efektivitas
3. Efisiensi
Kegiatan substantif dan administrasi
TIGA FAKTOR
TERJADINYA PROSES ADMINISTRASI:
SEKELOMPOK MANUSIA KERJA SAMA
ADMINISTRASI
(PENATAN KERJA SAMA)
TUJUAN TERTENTU
ADMINISTRASI SEBAGAI SUATU SISTEM
Pengertian sistem menurut Bartol ( 1995 : 63-64) : ‘A system is a set of
interrelated parts operating as a unit toward a common goal’ bahwa sistem adalah seperangkat bagian-bagian/unsur-unsur sebagai suatu kesatuan yang melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu.
Unsur-unsur administrasi : 1. Organisasi,
2. Manajemen,
Administrasi sebagai sistem : Karena masing-masing unsur administrasi
merupakan subsitem administrasi.
Hubungan ilmu administrasi dengan ilmu-ilmu lain : ilmu politik, hukum,
KLASIFIKASI FUNGSI-FUNGSI
ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN
1.Henry Fayol : Planning,Organizing, Commanding, Coordinating
and Controlling
2.H.Koontz & CO.Donnell : Planning, Organizing, Staffing, Directing
and Controlling
3.GR. Terry : Planning, Organizing, Actuating and Controlling
4. James A.F. Stoner & Stephen P.Robbins : Planning, Organizing,
Leading and Controlling
5. Luther M.Gulick : Planning, Organizing, Staffing, Directing,
Coordinating, Reporting and Budgeting
PERENCANAAN
PENGERTIAN DAN DEFINISI PERENCANAAN
SUMBER PERENCANAAN
FUNGSI PERENCANAAN
PENGERTIAN DAN DEFINISI PERENCANAAN
‘Proses pemikiran untuk menentukan hal-hal yang
akan dilakukan dimasa mendatang dan bagaimana
melaksanakannya’
Stephen P. Robin (Silalahi 1992 : 167) : ‘Planning is determining in advance
what is to be done, how is to be done, when is to be done and who is to do it’
bahwa perencanaan merupakan pra kegiatan (pre action) sebelum dilakukan
kegiatan pelaksanaan untuk mencapai suatu tujuan.
H. Koontz & Cyril O’Donnell (Silalahi 1992 : 167) : ‘Planning involves
selecting
objective,-- and strategies, policies, program and procedures for achieving them
--either for the entire enterprise or for any organized part there of’ bahwa
perencanaan dilakukan sebelum dilaksanakan kegiatan untuk mencapai
tujuan
PERENCANAAN (Planning)
Merupakan spesifikasi dari tujuan organisasi/perusahaan yang ingin dicapai dan cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut.
Mengembangkan adanya garis-garis besar kegiatan yang dilakukan dan mengembangkan metode-metode pelaksanaannya untuk mencapai tujuan
organisasi.
Dalam Perencanaan harus mengandung unsur 5W + 1H
What : Tindakan apa yang harus dikerjakan?
Why : Apa sebab tindakan itu harus dikerjakan?
Where : Dimana tindakan itu dikerjakan?
When : Kapan rencana tindakan itu dilakukan?
Who : siapa yang akan mengerjakan tindakan itu?
LANGKAH-LANGKAH PERENCANAAN
Penentuan tujuan yang akan dicapai.
Pendefinisian gabungan situasi secara baik.
Pendefinisian faktor-faktor yang membantu dan menghambat tujuan. Merumuskan kegiatan yang harus dilaksanakan.
PROSES PERENCANAAN DILAKUKAN DENGAN 3 PENDEKATAN
Pendekatan perkembangan yg menguntungkan (Profitable Growth Approach)
Pendekatan Portofolio & Kesenjangan Perencanaan
Pendekatan SWOT
(Strength, Weaknesses, Opportunity and Treath)
Proses perencanaan dilakukan dengan menganalisa baik faktor internal maupun eksternal organisasi.
Analisa terhadap faktor internal dapat menghasilkan adanya kekuatan (Strength) yang dimiliki oleh suatu organisasi, serta dapat mengetahui kelemahan pada organisasi (Weaknesses). Sedangkan analisa terhadap faktor ekstern dapat mengetahui kesempatan (Opportunity) yang terbuka bagi organisasi dan dapat mengetahui tekanan (Treath) yang dialami oleh organisasi.
Lihat gambar Proses Perencanaan Slide berikut ini…..
Gambar : Proses Perencanaan dengan Analisa SWOT
Misi/Tujuan
Faktor Intern Faktor Ekstern
S W O T
Sasaran/Renstra
Target
KONSEP ADMINISTRASI KESEHATAN
PERENCANAAN KESEHATAN DAN DINAMIKA PERUBAHAN NILAI UNIVERSAL DALAM PERENCANAAN KESEHATAN PRAKONDISI/PREQUISITE UNTUK PERENCANAAN
PRINSIP DASAR DAN SISTEMATIKA LANGKAH-LANGKAH PERENCANAAN
Dasar Perencanaan Kesehatan
( Ascobat Gani )
1. Definisi perencanaan : @. Proses pemecahan masalah
@. Proses pengambilan keputusan
@. Penentuan tujuan dan cara untuk mencapainya
2. Sifat perencanaan ( J de Smit : Rational and Non-rational Planning dalam ‘Health Care Administration’) :
* Berkaitan dengan pengambilan keputusan * Dilakukan dalam proses formal dan sistematis
* Orientasinya diarahkan pada masa yang akan datang * Fokusnya adalah tentang tujuan dan cara
* Keputusan dalam perencanaan bersifat kontektual dan holistic ( menyeluruh ) * Perncanaan memerlukan perubahan sikap : menerima perubahan
3. Perencanaan Kesehatan (Hendrick L.Blum in ‘Planning for Health’, 1981) * Langkah sistimatis yang rasional
* Orientasinya pada proses * Orientasi masa depan
* Mempunyai jenjang hierarki * Multi dimensi :
Sambungan….
Multidimensi : 1. Dimensi waktu (Jangka pendek, menengah dan panjang) 2. Dimensi wilayah (Nasional, propinsi, kabupaten/kota) 3. Dimensi unit organisasi
4. Dimensi sifat (Renstra, rencana operasional, rencana kegiatan)
4. Perencanaan Kesehatan dan Dinamika Perubahan Sosial Ekonomi : a. Perubahan masalah kesehatan
b. Perbahan tata nilai : @. Solidaritas social - individualisme @. Otoriter - demokratis
c. Kedudukan kesehatan dalam pembangunan
@.Health as invesment or consumtion
@ More money for health or more health for money
d. Keterbatasan sumber daya : @. Dana @. Tenaga e. Ketidak pastian
@. Kesehatan bersifat multidimensional, semakin sulit meramalkannya @. Kemajuan teknologi informasi
@. Kelemahan sistem informasi kesehatan
Sambungan Short Term (Treatment) - Long Term Vision
(Human Resource Development) Medical Care - Health Care
Sambungan :
5. NILAI UNIVERSAL DALAM PERENCANAAN KESEHATAN * Equity (Premis dasar : Health is a human right)
* Efficiency
* Effectiveness (Quality)
* Sustainability (berkesinambungan) baik dalam hal pembiayaan maupun pelayanan
6. PRAKONDISI/PREREQUISITE UNTUK PERENCANAAN KESEHATAN * Data dan Informasi : - Tersedia?
- Facility Based? - Population Based? * Kemampuan Perencanaan (SDM)
* Otoritas Perencanaan (Top Down or Bottom Up)
7. PRINSIP DASAR DAN SISTEMATIKA LANGKAH-LANGKAH PERENCANAAN : * Langkah Pokok Perencanaan : - Where are we now? (Analisis Situasi)
- Where are we going to go (Penentuan Tujuan) - How to get there (Penentuan Kegiatan/Program) * Penentuan tujuan adalah sangat esensial dan kritikal
* Langkah-langkah Perencanaan :………
PENGORGANISASIAN BIDANG KESEHATAN
AZHAR KASIM
‘Organisasi adalah suatu pola kerja sama antara orang-orang yang
terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan untuk
mencapai tujuan tertentu’
Prof.DR.S.P.Siagian
Organisasi diartikan sebagai :‘Setiap bentuk kerja sama untuk pencapaian tujuan bersama dan terikat secara formal yang tercermin pada hubungan
ORGANISASI DAPAT DILIHAT DARI
2 (DUA) ASPEK PENTING :
1. Struktur organisasi : a. Pengelompokan orang secara formal b. Digambarkan dalam Bagan Organisasi
2. Proses perilaku sebagai aktivitas kehidupan dalam struktur organisasi : a. Komunikasi
b. Pembuatan keputusan c. Motivasi
d. Kepemimpinan
Pengorganisasian merupakan proses penyusunan struktur organisasi
UNSUR DALAM STRUKTUR DAN FAKTOR YANG
4. Sentralisasi dan desentralisasi kegiatan
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ORGANISASI
1. Tujuan organisasi
2. Teknologi yang digunakan 3. Manusia ( orang-orang ) 4. Besar kecilnya organisasi
HIERARKI : Berkaitan dengan tingkatkekuasaan yangmenimbulkan adanya apa yang disebut atasan dan bawahandalam struktur organisasi, dengan aspek-aspek sebagai berikut :
1. Lini dan staf ( line and staff ) 2. Rentang kendali ( span of control )
LANGKAH-LANGKAH PENGORGANISASIAN
1. Mengetahui dengan jelas tujuan yang akan dicapai. 2. Merinci tujuan (goal) dalam beberapa tujuan.
3. Membagi habis semua kegiatan, kemudian menggolongkan dalam beberapa satuan kerja/unit kerja operasional yang kemudian menjadi unit kerja.
4. Menentukan wewenang dan tanggung jawab masing-masing orang, menentukan jaringan komunikasi dan pola interaksi, sehingga setiap orang ada kejelasan kepada siapa melapor dan kepada siapa instruksi diberikan.
5. Mengadakan, memilih dan menempatkan orang-orang pada posisi yang sesuai dengan kemampuan dan keterampilan masing-masing.
6. Menyusun struktur organisasi untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab, jaringan komunikasi dsb.
BENTUK-BENTUK ORGANISASI
Š Organisasi Lini adalah suatu bentuk organisasi yang didalamnya terdapat
garis wewenang yang menghubungkan langsung secara vertikal antara atasan dan bawahan. Tidak ada pembedaan antara pelaksana tugas pokok dan tugas penunjang. Contoh Organisasi Lini ( lihat gambar hal 47 )
Š Organisasi Lini & Staf : Dalam organisasi lini dan staf diadakan pebedaan
antara unit pelaksanan tugas pokok (lini) dan unit penunjang (staf). Contoh Organisasi Lini & Staf ( Lihat gambar hal 48 )
Š Organisasi Fungsional : Suatu organisasi yang pemimpin tertinggi
melimpahkan wewenangnya kepada kepala unit struktural yang memimpin kelompok yang menduduki jabatan ungsional. Contoh Organisasi
Fungsional ( Lihat hal 49 )
Š Organisasi Lini & Fungsional : Suatu bentuk organisasi dimana pemimpin
PRINSIP ORGANISASI
Š
Kejelasan tujuan yang ingin dicapai
Š
Pemahaman tujuan oleh para anggota organisasi
Š
Penerimaan tujuan oleh para anggota organisasi
Š
Adanya kesatuan arah
Š
Kesatuan perintah
Š
Fungsionalisasi
Š
Delimasi berbagai tugas
Š
Keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab
Š
Pembagian tugas
Š
Kesederhanaan struktur
Š
Pola dasar organisasi yang relatif permanen
Š
Adanya pola pendelegasian wewenang
Š
Rentang pengawasan
Š
Jaminan pekerjaan
SETIAP ORGANISASI MEMPUNYAI BUDAYA
ORGANISASI YANG BERBEDA-BEDA
Budaya organisasi dapat diartikan sebagai suatu sistem rekatan nilai dan kepercayaan yang berkembang diantara anggota organisasi pada suatu waktu tertentu.
Yang berhubungan erat dengan budaya organisasi adalah iklim organisasi yang menunjukkan suasana organisasi, termasuk didalamnya semangat organisasi, kepuasan
kerja, kepemimpinan kerjasama dan kinerja organisasi.
BAGAIMANA BUDAYA ORGANISASI BIDANG KESEHATAN?!
‘PARADIGMA SEHAT’
Perubahan pemahaman akan konsep sehat dan sakit serta semakin kayanya khasanah ilmu pengetahuan dengan informasi tentang determinan penyebab penyakit yang multifaktorial, telah menggugurkan paradigma pembangunan kesehatan yang lebih mengutamakan pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif, dengan menerapkan paradigma pembangunan kesehatan baru yaitu ‘PARADIGMA SEHAT’ merupakan upaya untuk lebih meningkatkan kesehatan bangsa yang bersifat proaktif.
‘PARADIGMA SEHAT’ tsb merupakan model pembangunan kesehatan yang dalam jangka panjang mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dalam menjaga kesehatan mereka sendiri, melalui kesadaran yg lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif.
‘PARADIGMA SEHAT’
Untuk terwujudnya ‘PARADIGMA SEHAT’ maka perlu kajian faktor-faktor yang
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DERAJAT KESEHATAN (Hendrick L.Blum in ‘Planning for Health’)
FAKTOR PENDUDUK
Š Herediter atau Keturunan
Untuk terwujudnya
‘PARADIGMA SEHAT’ sebagai paradigma kesehatan baru,
maka kajian yang seksama perlu dilakukan tentang :
Š
Dasar-dasar Pembangunan Kesehatan
ŠVisi Pembangunan Kesehatan
DASAR-DASAR, VISI dan MISI PEMBANGUNAN
KESEHATAN adalah KEBIJAKAN YANG DILAKUKAN
PEMERINTAH PADA BIDANG KESEHATAN
Istilah ‘kebijakan’ asal kata bahasa Inggris yaitu ‘policy’ yang diterjemahkan menjadi kebijakan (Samodra Wibawa,1994 - Muhadjir Darwin, 1998). Istilah policy juga ada
yang menterjemahkan sebagai kebijaksanaan (Islamy, 1989 - Abdul wahab, 1990).
Menurut Thomas R. Dye : ‘Health policy is whatever the government choose to do or not to do’ (Kebijakan kesehatan merupakan tindakan atau pilihan pemerintah untuk
melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu di bidang kesehatan).
Kebijakah kesehatan (health policy) adalah apapun pilihan pemerintah untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu dibidang kesehatan.
What is policy?
ISTILAH KEBIJAKAN
Apabila pemerintah memilih untuk melakukan sesuatu maka tentunya ada
tujuan begitu pula apabila pemerintah memilih tidak melakukan sesuatu
inipun merupakan kebijakan yang tentu juga ada tujuannya.
Contoh : Dengan mewabahnya penyakit DBD di beberapa daerah di Indonesia, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan sebagai antisipasi meluasnya penyakit DBD dilakukan penyemprotan/pengasapan nyamuk di rumah-rumah warga masyarakat.
Kebijakan kesehatan adalah pengalokasian nilai-nilai secara syah di bidang kesehatan kepada seluruh warga anggota masyarakat (Health policies are those policies developed by governmental bodies and officials).
Kesimpulan : 1. Kebijakan kesehatan dibuat oleh pemerintah yang berupa tindakan di bidang kesehatan.
2. Kebijakan kesehatan baik untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu itu mempunyai tujuan tertentu di bidang kesehatan.
TINGKAT-TINGKAT KEBIJAKAN (LAN-RI, 1997)
A. LINGKUP NASIONAL
1. Kebijakan Nasional : Kebiajakan negara yang bersifat fundamental dan stategis dalam pencapaian tujuan nasional/negara sebagaimana tertera dalam UUD 1945.
Yang berwenang menetapkan kebijakan nasional yaitu MPR, DPR dan Presiden. Kebiajakan Nasional yang dituangkan dalam peraturan perundang-undangan dapat berbentuk : UUD, Ketetapan MPR, UU. Peraturan Pemerintah Pengganti UU (PERPU).
2. Kebijakan Umum : Kebijakan Presiden sebagai pelaksanaan UUD, TAP MPR, UU untuk mencapai tujuan nasional.
Yang berwenang menetapkan Kebijakan Umum adalah Presiden. Kebijakan Umum dapat berbentuk : Peraturan Pemerintah (PP), KEputusan Presiden (KEPPRES), Instruksi Predisen (INPRES)
3. Kebiajkan Pelaksanaan : merupakan penjabaran dari Kebijakan Umum sebagai strategi pelaksanaan tugas di bidang tertentu.
Yang berwenang menetapkan Kebijakan Pelaksanaan adalah Menteri/Pejabat setingkat Menteri dan Pimpinan LPND. Kebijakan Pelaksanaan yang tertulis dapat berbentuk Peraturan, Keputusan, Instruksi pejabat tersebut diatas.
B. LINGKUP WILAYAH DAERAH
1. KEBIJAKAN UMUM
Kebijakan Umum pada tingkat daerah adalah kebijakan Pemerintah Daerah sebagai pelaksanaan azas desentralisasi dalam rangka mengatur Urusan Rumah Tangga Daerah.
Yang berwenang menetapkan Kebijakan Umum di Daerah Propinsi adalah
Gubernur, dan pada Daerah kabupaten/kota ditetapkan oleh Bupati/Walikota dan DPRD Kabupaten/Kota.
Kebijakan Umum pada tingkat daerah dapat berbentuk Peraturan Daerah (PERDA) Propinsi dan PERDA Kabupaten/Kota
2. KEBIJAKAN PELAKSANAAN
Ada tiga macam Kebijakan Pelaksanaan pada lingkup Wilayah/Daerah : 1. Kebijakan Pelaksanaan dalam rangka desentralisasi merupakan realisasi pelaksanaan PERDA.
2. Kebijakan Pelaksanaan dalam rangka dekonsentrasi merupakan pelaksanaan kebiajakan nasional di daerah.
3. Kebijakan Pelaksanaan dalam rangka tugas perbantuan/medebewind merupakan pelaksanaan tugas Pemerintah Pusat di daerah yang diselenggarakan oleh
Pemerintah Daerah.
Yang berwenang menetapkan kebijakan pelaksanaan adalah :
a. Dalam rangka desentralisasi adalah Gubernur/Bupati/Walikota. b. Dalam rangka dekonsentrasi adalah Gubernur/Bupati/walikota.
c. Dalam rangka tugas perbantuan/medebewind adalah Gubernur/Bupati/walikota. Dalam rangka pelaksanaan dan tugas perbantuan berupa Keputusan dan instruksi Gubernur/bupati/Walikota.
Dalam rangka pelaksanaan dekonsentrasi beerbentuk Keputusan Gubernur/Bupati/- Walikota.
ADA TIGA MACAM BENTUK SISTEM KESEHATAN :
1. Monopoli pemerintah
2. Dominasi pemerintah
3. Dominasi swasta
Adapun derajat keterlibatan dari ketiga bentuk sistem tersebut, sbb :
Keterlibatan Pemerintah
Keterlibatan Swasta
Sistem Kebijakan Kesehatan meliputi beberapa unsur :
INPUT PROCESS OUTPUT IMPACT
Input : Masalah Kebijakan Kesehatan Process : Pembuatan Kebijakan Kesehatan Output : Kebijakan Kesehatan
Impact : Dampak dari kebijakan Kesehatan
Kebjakan kesehatan merupakan produk (output) dari suatu input
DASAR PEMBANGUNAN KESEHATAN
Pada hakikatnya adalah nilai kebenaran dan aturan pokok sebagai landasan
untuk berpikir/bertindak dalam pembangunan kesehatan
Dasar pembangunan kesehatan merupakan landasan dalam penyusunan visi, misi
dan strategi, serta petunjuk pokok pelaksanaan pembangunan kesehatan secara
nasional yang meliputi :
1. Perikemanusiaan sebagai etika profesi
2. Pemberdayaan dan kemandirian sebagai upaya yang dapat membangkitkan dan
mendorong peran serta masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan.
3. Adil dan merata bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh
derajat kesehatan yang setinggi-tingginya tanpa memandang suku, golongan, ras,
agama dan status sosial ekonominya.
4. Pengutamaan dan manfaat sebagai upaya kesehatan yang bermutu dan mengikuti
perkembangan I P T E K, maka upaya kesehatan harus dilaksanakan secara
profesional, berdayaguna dan berhasil guna dengan mempertimbangkan kebutuhan
GAMBARAN KEADAAN MASYARAKAT INDONESIA DI MASA DEPAN
(VISI) YANG INGIN DICAPAI MELALUI PEMBANGUNAN KESEHATAN,
MENDUKUNG VISI PRESIDEN :
“Terwujudnya Indonesia yang
Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan
Gotong-royong”.
(
Kepmenkes RI No. HK.02.02/MENKES /52/2015)
7 misi pembangunan yaitu:
1.
Terwujudnya keamanan nasional yang mampu menjaga
kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi
dengan mengamankan sumber daya maritim dan
mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara
kepulauan.
2.
Mewujudkan masyarakat maju, berkesinambungan dan
demokratis berlandaskan negara hukum.
3.
Mewujudkan politik luar negeri bebas dan aktif serta
memperkuat jati diri sebagai negara maritim.
4.
Mewujudkan kualitas hidup manusia lndonesia yang
7 misi pembangunan yaitu
(lanjutan)
:
5.
Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.
6.
Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang
mandiri, maju, kuat dan berbasiskan kepentingan
nasional, serta
7.
Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam
ARAH PEMBANGUNAN KESEHATAN MASUK KEDALAM 9
AGENDA PRIORITAS YANG DIKENAL DENGAN NAWA CITA
1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan
memberikan rasa aman pada seluruh warga Negara.
2. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola
pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya.
3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah
dan desa dalam kerangka negara kesatuan.
4. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan
hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.
5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
6. Meningkatkan produktifitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional. 7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor
strategis ekonomi domestik.
8. Melakukan revolusi karakter bangsa.
TUJUAN PEMBANGUNAN
KESEHATAN 2015-2019
1.
meningkatnya status kesehatan masyarakat
dan;
2.
meningkatnya daya tanggap
(responsiveness) dan perlindungan
Tujuan indikator peningkatan status kesehatan
masyarakat
1.
Menurunnya angka kematian ibu dari 359 per 100.00
kelahiran hidup (SP 2010), 346 menjadi 306 per 100.000
kelahiran hidup (SDKI 2012).
2.
Menurunnya angka kematian bayi dari 32 menjadi 24 per
1.000 kelahiran hidup.
3.
Menurunnya persentase BBLR dari 10,2% menjadi 8%.
4.
Meningkatnya upaya peningkatan promosi kesehatan dan
pemberdayaan masyarakat, serta pembiayaan kegiatan
promotif dan preventif.
5.
Meningkatnya upaya peningkatan perilaku hidup bersih
Tujuan indikator meningkatkan daya tanggap (responsiveness)
dan perlindungan masyarakat terhadap risiko sosial dan finansial di
bidang kesehatan :
1.
Menurunnya beban rumah tangga untuk
membiayai pelayanan kesehatan setelah
memiliki jaminan kesehatan, dari 37% menjadi
10%
2.
Meningkatnya indeks responsiveness terhadap
Program Kemenkes ada dua yaitu program generik
dan program teknis.
Program generik meliputi :
1.
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis
Lainnya.
2.
Program Penguatan Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional
(JKN)/Kartu Indonesia Sehat (KIS).
3.
Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur
Kementerian Kesehatan.
Program teknis meliputi :
1.
Program Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.
2.Program Pengendalian Penyakit dan Penyehatan
dan Lingkungan.
3.
Program Pembinaan Upaya Kesehatan.
4.