METODOLOGI PEMBELAJARAN FISIKA
KELOMPOK 1 :
FITRI HANDAYANI (NIM 8166175006) HIDAYATI WIJAYA (NIM 8166175010)
MARYONO (NIM 8166175014)
RHODO MAURITZ EFRAIM SIAGIAN (NIM 8166175018) SALWA DWI RATNA (NIM 8166175020)
TOPIK YANG DI BAHAS :
Pendekatan Pembelajaran Kontekstual, Sains Teknologi Masyarakat (STM) Dan
Keterampilan Proses Yang Berkaitan Dengan
Pembelajaran Fisika
Teori Perkembangan Kognitif Piaget Dan Vygotsky Yang Berkaitan Dengan
Pembelajaran Fisika
Srategi Pembelajaran
Pengubahan Konsep, Analoi, Inquiry Dan Discovery Yang Berkaitan Dengan
Pembelajaran Fisika
Teori Belajar Behavioris, Kognitivis, Dan Kontruktivis Yang Berkaitan Dengan Pembelajaran Fisika
TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF PIAET DAN VYGOTSKY
A. TEORI PERKEMBANGAN
KOGNITIF PIAGET
Menurut teori Piaget:
1. Anak berpikir
ADAPTASI
pengalaman
2. Tahapan Perkembangan
Kognitif
Proses kognitif menurut
Piaget
asimilasi
akomod
asi
ekuilibra
si
ADAPTASI
Sensorimotor (0 - 2 tahun)
Sensorimotor (0 - 2 tahun)
Pra-operasional ( 2 – 7 tahun)
Pra-operasional ( 2 – 7 tahun)
Operasional konkret ( 7 - 12 tahun)
Operasional konkret ( 7 - 12 tahun)
Operasional Formal ( 12 tahun keatas)
Operasional Formal ( 12 tahun keatas)
B. TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF
VYGGOTSKY
PRINSIP
TEORI
VYGGOTS
KY
Pembelajar
an Sosial
Zona
Perkemban
gan
Terdekat
Pemahama
n Kognitif
Piaget Vygotsky Konteks sosial-budaya Kurang ditekankan Sangat ditekankan
Konstruktivisme Konstruktivistik Kognitif Konstruktivistik Sosial
Perkembangan kognitif Perkembangan kognitif sebagai akibat eksplorasi dan peserta didik membangun pengetahuannya
Perkembangan kognitif muncul akibat interaksi sosial
Pengaruh Budaya Perkembangan kognitif bersifat universal
Perkembangan kognitif bervariasi
Tahapan Menekankan pada tahapan Tidak ada tahapan
Peranan bahasa Kurang berperan Sangat berperan menbentuk pikiran
Proses kunci Asimilasi, akomodasi, ekuilibrasi Bahasa, dialog, alat budaya, zona perkembangan
Interaksi dengan orang lain Teman sejawat dibutuhkan sebagai agen perubahan
Orang dewasa dibuthkan sebagai agen perubahan
Proses Proses individu menjadi proses sosial
Proses sosial menjadi proses psikologi individu
TEORI BELAJAR BEHAVIORIS, KOGNITIVIS, DAN
KONTRUKTIVIS
TEORI BELAJAR BEHAVIORIS, KOGNITIVIS, DAN
KONTRUKTIVIS
Menurut Behaviorisme , belajar adalah akuisisi
perilaku baru melalui pengkondisisian . Ada dua
jenis pengkondisian yaitu :
1. Pengkondisian Klasik
2. Pengkondisian operant
Prinsip-prinsip teori belajar behavioristik :
Penguatan dan hukuman
Penguatan utama dan skunder
Pola-pola penguatan
Pengaturan kontingensi
Pengontrolan stimulus dalam belajar
Penghapusan respon
Penerapan teori belajar behavioristik dalam
kegiatan pembelajaran bergantung terutama pada
yaitu :
Tujuan pembelajaran
Sifat materi pembelajaran
Karakteristik peserta didik
Yang mendasari pendekatan kognitif
pada teori belajar kognitivis yaitu :
1.Sistem memori, adalah pengelola
informasi terorganisasi aktif
2.Pengetahuan awal sebelum
pembelajaran berperan penting
pada pembelajaran.
Yang mendasari pendekatan kognitif
pada teori belajar kognitivis yaitu :
1.Sistem memori, adalah pengelola
informasi terorganisasi aktif
2.Pengetahuan awal sebelum
pembelajaran berperan penting
pada pembelajaran.
Menurut Ernest Hilgard, ada enam ciri
dari belajar wawasan pada teori belajar
kognitivis yaitu :
1.Wawasan dipengaruhi oleh kemampuan
dasar
2.Wawasan dipengaruhi oleh pengelaman
belajar yang lalu.
3.Wawasan tergantung kepada
pengaturan situasi
4.Wawasan didahului oleh usaha
coba-coba
5.Belajar dengan wawasan dapat di
ulangi
3. Teori Belajar Konstruktivis
KONTRUKTIVIS MENURUT
PIAGET
Berdasarkan teori
perkembangan kognitif
piaget dengan proses belajar
adalah bahwa dilihat dari
perkembangan kognitif
Pandangan kontruktivis Vygotsky
( kontruktivisme sosial ),
pengetahuan dikonstruksi secara
kolaborasi antara individu, yang
selanjutnya keadaan tersebut dapat
disesuaikan oleh setiap induvidu.
Pandangan kontruktivis Vygotsky
( kontruktivisme sosial ),
pengetahuan dikonstruksi secara
kolaborasi antara individu, yang
selanjutnya keadaan tersebut dapat
disesuaikan oleh setiap induvidu.
PERANAN
GURU
BERDASARKA
N PERANAN
KONTRUKTIVI
S
1. Fasilitator pengubahan konsepsi
2. Person sumber 3. Rekan peneliti 4. Penentang ide 5. Motivator peneliti 6. Perespon
7. Pengungkap pemikiran peserta didik
8. Manejer belajar 9. Pembelajar
10. Pembimbing
PENDEKATAN PEMBELAJARAN
A. PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CTL)
Pendekatan yang dapat membantu guru
mengaitkan antara materi yang di ajarkan guru
dengan situasi dunia nyata
Mendorong siswa membuat hubungaan antara
pengetahuan yang dimilikinya dengan
penerapanya daalam kehidupan mereka
sebagai anggota massyarakat
Menekankan pada strategi pembelajarannya
bukan pada hasil yang dicapai pada akhir
Komponen – komponen CTL
Komponen – komponen CTL
1
TL
n C
ta
deka
pen
f)
oso
(fl
fkir
n ber
asa
nd
la
e :
ism
ktiv
tru
Kon
•
2
n
ra
ja
la
embe
n p
ata
kegi
dari
ti
in
) :
iry
nqu
L
n (i
CT
uka
sis
nem
Me
berba
•
3
n
ra
ja
bela
pem
ma
ta
i u
ateg
str
g) :
nin
io
est
L
CT
a (qu
sis
ny
rta
Be
berba
•
3
rah
ua a
ri
da
si d
eh
unika
erol
ip
kom
da
ran d
a
ja
ika
ela
di j
mb
rja
pe
te
in,
hasil
la
ar
ag
orang
jar :
an
ela
ng
t b
de
ka
ma
ara
asa
sy
Ma
kerj
•
4
rta
se
h pe
u ole
itir
d
isa
ng b
ya
ran
laja
be
em
p
) :
lling
ode
n (m
ela
od
ik
Pem
did
•
5
ir
rpik
lu
la
u be
asa
ata
di m
jari
ri
ela
ip
laja
ipe
aru d
h d
ng b
uda
ya
ng s
pa
ya
n a
pa
nga
a-a
de
ap
kir
ang
erf
ent
ra b
ca
ng t
ka
i :
ela
eks
Ref
ke b
•
Beberapa Perbandingan Pendekatan Kontekstual
Dengan Pendekatan Ttradisional
No Pendekatan CTL Pendekatan Tradisional
1 Siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Siswa adalah penerima informasi secara pasif.
2 Siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok, diskusi, saling mengoreksi
Siswa belajar secara individual. 3 Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau
masalah yang disimulasikan Pembelajaran sangat abstrak dan teoritis 4 Perilaku dibangun atas kesadaran diri. Perilaku dibangun atas kebiasaan
5 Keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman. Keterampilan dikembangkan atas dasar latihan.
6 Seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar
hal itu keliru dan merugikan. Seseorang tidak melakukan yang jelekkarena dia takut hukuman. 7 Bahasa diajarkan dengan pendekatan
komunikatif yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata
N
o
Pendekatan CTL
Pendekatan Tradisional
8
Hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan
diri
Hadiah untuk perilaku baik adalah pujian
atau nilai (angka) rapor
9
Pemahaman rumus dikembangkan atas dasa
skemata yang sudah ada di dalam diri siwa
Rumus itu ada diluar diri siswa, yang
harus diterangkan diterima, dihafalkan,
dan dilatihkan
10 Pemahaman rumus itu relative
berbeda antara siswa yang satu
dengan yang lainnya, sesuai dengan
skemata siswa
Rumus adalah kebenaran absolut
11 Siswa menggunakan kemampuan
berpikir kritis, terlibat penuh dalam
proses pembelajaran yang efektif
Siswa secara pasif menerima
rumus atau kaidah
12 Pengetahuan dikembangkan sendiri
Pengetahuan adalah
penangkapan terhadap
serangkaian fakta, konsep, atau
hukum yang berada diluar diri
manusia
13 Penghargaan terhadap pengalaman
siswa sangat diutamakan
Pembelajaran tidak
memperhatikan pengalaman
siswa
14 Pembelajaran terjadi di berbagai
tempat, konteks dan setting
B. PENDEKATAN SAINS TEKNOLOI MASYARAKAT (STM)
•
siswa membangun
sendiri
pemahamannya
tentang
bahan-bahan pembelajaran
STM
•
Bertujuan
mereformasi atau
meninggkatkan
serta melenggkapi
pengajaran ilmu
pengetahuan yang
konvensional
PENDEKATAN
KETRAMPILA
N PROSES
Keterampilan yang
dimiliki fsikawan dalam
memecahkan masalah
fsika menggunakan
metode fsika atau
metode ilmiah dalam
pembelajaran fsika
Dapat dilatih dalam
pembelajaran fsika
berbasis laboratorium
atau eksperimen.
Misalnya : model
pembelajaran inquiry
training dapat
meningkatkan
1. Mengamati
2. Melakukan eksperimen
3. Berkolaborasi
Ktrampilan proses terdiri atas ketrampilan:
4. Merekam
5. Mengukur
6. Menyortir dan
mengklasifkasi
7. Menganalisis
STRATEGI
PEMBELAJA
RAN
3 PROSES KUNCI DALAM
MEMBANGUN
PENGETAHUAN:
1. Asimiliasi : siswa
mengunakan konsepsi
yang sudah ada untuk
merespon fenomena
baru
2. Akodomasi : proses
konfik kognitif.
Akomodasi
proses
perubahan konseptual
karena konsepsi awal
siswa dengan fenomena
baru
3. Ekuilibrasi
Strategi pengubahan konseptual :
Suatu kondisi dimana sisswa memegang konsepsi
awal dengan konsepsi baru yang keduanya saling
bertentangan, sehingga siswa memutuskan untuk
mengubahnya.
Contoh :
Konsepsi awal : siswa menganggap massa dan
berat adalah sama
STRATEGI
PEMBELAJA
RAN
STRATEGI ANALOGI menggunakan
perbandingan yang dibuat untuk
menunjukkan kesamaan antara ciri-ciri pokok benda, sementara keseluruhan cirinya
berbeda, misalnya pompa dengan jantung.
Contoh dalam fsika : Analogi antara medan gravitasi dengan medan elektrostatik
STRATE
GI
ANALO
STRATEGI
PEMBELAJA
RAN
STRATEGI INQUIRY
strategi dimana dalam
pembelajaran siswa
diarahkan untuk
mencari dan
menemukan sebuah
konsep pada materi
pembelajaran
sedangkan guru
berperan sebagai
fasilitator dan
pembimbingg siswa
dalam belajar
STRATE
GI
INQUIR
STRATEGI
PEMBELAJA
RAN
STRATEGI INQUIRY
strategi dimana proses
pembelajaran terjadi
bila pelajar tidak
disajikan dengan
pelajaran dalam
bentuk fnalnya, tetapi
dengan
mengorganisasi
sendiri.
Discovery dilakukan
dengan:
1. Observasi
2. Klasifkasi
3. Pengukuran
4. Prediksi
5. Penentuan
STRATEG
I
Dalam pembelajaran kooperatif, kegiatan
belajar siswa dilakukan dengan cara
berkelompok.
Model
pembelajaran
kooperatif
merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran
yang menjadi kesatuan dengan proses sharing
antar peserta didik, sehingga mewujudkan
pemahaman bersama diantara peserta didik
itu sendiri.
Landasan Teoritis
Hasil Belajar Siswa
Sintaks
Lingkungan Belajar
Hasil Belajar Akademik Teori Belajar
Konstruktivis SosiokulturalHakekat
Vygotsky
Proses demokrasi dan peran aktif siswa
Berpusat pada siswa
Belajar dalam kelompok kecil dengan tingkat kemampuan
heterogen
1. Menyampaikan tujuan dan motivasi
2. Menyajikan informasi 3. Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar
4. Membimbing kelompok bekerja dan belajar
5. Evaluasi 6. Memerikan penghargaan
Landasan Teoritis pembelajaran kooperatif
dikembangkan dari teori belajar konstruktivis
yang lahir dari gagasan Vygotsky, Ia
memandang
belajar
sebagai
hakikat
sosiokultural
sehingga
membentuk
masyarakat belajar (
learning community
).
A. Landasan Teoritis
Tujuan pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan
kemampuan akademik siswa yang dinilai dari hasil
belajar akademik ini untuk memahami konsep-konsep
sulit. Tujuan pembelajaran kooperatif lain adalah
untuk
menajarkan
kepada
siswa
mengenai
keterampilan sosial. Keterampilan-keterampilan yang
dipelajari dalam pembeljaran kooperatif disebut
keterampilan kooperatif.
B. Tujuan Hasil Belajar
C. Sintaks model kooperatif
Fase
Tingkah Laku
Fase 1 : Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
Fase 2 : Menyajikan informasi
Fase 3 : Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok kooperatif
Fase 4 : Membimbing kelompok bekerja dan belajar
Fase 5 : Evaluasi
Fase 6 : Memberikan penghargaan
Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.
Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.
Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.
Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya
Lingkungan
belajar
pembelajaran
kooperatif berimplikasi pada proses
demokrasi dan peran aktif siswa.
D. Lingkungan Belajar
Landasan teoritik model berbasis masalah mengacu
pada teori Dewey, Konstruktiv Piaget dan Vygotsky,
serta belajar penemuan Bruner.
Model Pembelajaran Berbasis Masalah
Tujuan hasil belajar Model PBM :
1. Keterampilan penyelidikan dan mengatasi
masalah
2. Perilaku dan keterampilan sosial sesuai peran
orang dewasa
Lingkungan belajar pembelajaran berbasis masalah
bersifat terbuka, melibatkan peserta didik secara aktif
dan merasakan atmotfir atau suasana kebebasan
intelektual (kebebasan mengemukakan pendapat).
Model Pembelajaran Berbasis Masalah
Landasan
Teoritis
Hasil Belajar
Siswa
Teori Belajar
Konstruktivis
penemuan
Belajar
Bruner
Terbuka, proses
demokrasi, peran
aktif siswa
Inquiry, bebas
mengemukakan pendapat
1. Orientasi siswa pada masalah2. Mengorganisasikan siswa belajar 3. membimbing penyelidikan
4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Model Pembelajaran Berbasis Masalah
Tahap
Tingkah Laku Guru
Tahap-1
Orientasi siswa pada masalah
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan, mengajukan fenomena atau demonstrasi atau cerita untuk memunculkan masalah, memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemecahan masalah yang dipilih.
Tahap-2
Mengorganisasi siswa untuk belajar
Guru meminta siswa untuk mendefenisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.
Tahap-3
Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok
Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.
Tahap-4
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model serta membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya.
Tahap-5
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS
PROYEK
( PROJECT BASED LEARNING)
•
tidak hanya bersifat kooperarif
( Diskusi Kelompok ) Tetapi
juga pada hasil produk yang
dihasilkan. Siswa diajarkan
belajar secara kelompok dan
individu untuk menyelesaikan
proyek.
•
Teori Belajar Kontruktivisme
Teori
Belajar Koognitivisme
Teori belajar
Piaget dan
Teori Belajar Vygosky
Landasan
teoritis
Sintaks model pembelajaran berbasis proyek :
Fase-Fase Aktivitas Guru/Siswa
Fase Pertama
Menentukan Proyek
Siswa menentukan tema/topik proyek berdasarkan tugas proyek yang diberikan guru.
Fase Kedua
Merancang Langkah – Langkah
Siswa merancang langkah – langkah kegiatan penyelesaian proyek dari awal sampai akhir beserta pengelolaannya.
Fase Ketiga
Menyusun Jadwal Pelaksanaan Proyek
Guru mendampingi peserta didik untuk melakukan penjadwalan yang telah dirancang.
Fase Keempat
Penyelesaian Proyek
Siswa melakukan pengerjaan proyek yang telah dirancang. Guru memonitoring aktivitas siswa
Fase Kelima
Penyusunan Laporan
Siswa menganalisis data proyek. Guru memfasilitasi siswa dalam menyusun laporan.
Fase Keenam
Evaluasi Proses dan Hasil Proyek
4. TUJUAN HASIL BELAJAR YANG INGIN DICAPAI MODEL
PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK.
Tujuan Hasil Belajar yang ingin dicapai sebagai
berikut :
•
Siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan
yang baru dalam menyelesaikan proyek.
•
Siswa lebih percaya diri dalam memecahkan masalah
berbasis proyek.
•
Membuat siswa lebih aktif dalam memecahkan
masalah yang kompleks dalam bentuk produk nyata.
•
Siswa lebih terampil dalam mengelola sumber belajar
dalam menyelesaikan proyek.
•
Meningkatkan kemampuan siswa dalam bekerja sama
dan berdiskusi kelompok.
•
Siswa lebih mandiri dalam menganalisis dan
menyelesaikan proyek.
Model pembelajaran siklus belajar
( learning cycle)
1. RUANG LINGKUP BELAJAR MODEL PEMBELAJARAN
SIKLUS BELAJAR ( LEARNING CYCLE).
Ruang lingkup belajar model pembelajaran siklus
belajar bersifat kooperative artinya siswa diajarkan
belajar kelompok untuk memecahkan masalah. model
pembelajaran siklus belajar mengharapkan siswa
untuk bisa :
a. Belajar berdiskusi
b. Melakukan eksperimen
c. Belajar bekerja sama dalam kelompok
Teori Yang Mendukung Model pembelajaran
Siklus Belajar
Model pembelajaran Siklus Belajar
didukudng teori belajar Koognitivisme.
Yaitu teori belajar :
2. Sintaks Model pembelajaran Siklus Belajar
Fase-Fase Aktivitas Guru/Siswa
Fase Pertama
Eksplorasi ( Penyelidikan)
1. Siswa Diajarkan mengenal materi baru atau fenomena baru.
2. Guru membantu siswa mengidentifikasi konsep yang akan dipelajari.
3. Guru Sebagai Fasilitator
Fase Kedua
1. Explanation ( Pengenalan Konsep)
2. Expansion ( Perluasan)
1. Siswa mencoba memahami konsep baru dengan berdiskusi yang berkaitan denga konsep baru.
2. Guru membimbing siswa pada pemahaman konsep baru yang bermakna.
3. Guru membantu siswa mengembangkan konsep dengan menghubungkan konsep yang diperolehnya.
Fase Ketiga
Evaluasi dan Aplikasi
1. Siswa memperoleh penguatan dan pengembangan struktur mental yang baru.