ARQAM MUHAMMADIYAH GOMBARA MAKASSAR
PROPOSAL PENELITIAN
Diajukan sebagai Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd. I.) pada Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah
Makassar
RUSLI SAGE 10519009041
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Judul Proposal : PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) PESANTREN DARUL ARQAM MUHAMMADIYAH GOMBARA KOTA MAKASSAR
Nama Penulis : RUSLI SAGE Stambuk/NIM : 105190090410
Fak/Jurusan : Agama Islam/Pendidikan Agama Islam
Setelah dengan seksama memeriksa dan meneliti, maka Proposal penelitian ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diajukan dan dipertahankan di hadapan tim penguji ujian Proposal Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar.
Makassar 05 Jumadil Ula 1435 H 07 Maret 2014 M
Disetujui :
Pembimbing I Pembimbing II
PENGESAHAN PROPOSAL
Nama : RUSLI SAGE
Stambuk/NIM : 105190090410
Fak/Jurusan : Agama Islam/ Pendidikan Agama Islam Judul Proposal :
“PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMK PESANTREN DARUL ARQAM MUHAMMADIYAH GOMBARA KOTA MAKASSAR”
Setelah dengan seksama memeriksa dan meneliti, maka Proposal penelitian ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diajukan dan dipertahankan di hadapan tim penguji ujian Proposal Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar.
Makassar 05 Jumadil Ula 1435 H 07 Maret 2014 M
Disetujui :
Pembimbing I Pembimbing II
Abd Aziz Muslimin, S. Ag., M. Pd.I. Markas Iskandar,S.Ag., M.Pd.I NBM: 197307031999031004 NBM: 2303 6090 691468
Mengetahui: Wakil Dekan I
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
PENGESAHAN PROPOSAL ... iii
BAB I PENDAHULUAN... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 5
1. Pengertian Perpustakaan Sekolah ... 5
2. Tujuan dan Fungsi Perpustakaan Sekolah ... 5
D. Kegunaan Penelitian ... 5
1. Kegunaan Akademis ... 5
2. Manfaat Penelitian ... 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 7
A. Perpustakaan Sekolah ... 7
1. Pengertian Perpustakaan Sekolah ... 10
2. Tujuan dan Fungsi Perpustakaan Sekolah ... 13
a. Tujuan Perpustakaan Sekolah ... 13
b. Fungsi Perpustakaan Sekolah ... 15
3. Standar Perpustakaan Sekolah ... 16
4. Manfaat Perpustakaan Sekolah ... 17
5. Peran Perpustakaan Sekolah ... 19
B. Prestasi Belajar ... 21
1. Pengertian Prestasi Belajar ... 21
2. Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar ... 25
3. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar ... 29
BAB III METODE PENELITIAN ... A. Jenis Penelitian ... 33
B. Lokasi dan Objek Penelitian ... 33
C. Variabel Penelitian ... 33
D. Defenisi Operasional Variabel ... 34
E. Populasi dan Sampel ... 35
F. Instrumen Penelitian ... 36
G. Teknik Pengumpulan Data ... 38
1. Angket ... 39
... 2. Dokumentasi ... 39
H. Teknik Analisis Data ... 39
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Hal tersebut terjadi sejalan dengan perubahan kebudayaan kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan telah lama diupayakan di Indonesia. Dalam setiap GBHN (Garis-Garis Besar Haluan Negara), selalu tercantum bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan di bidang pendidikan yang dilakukan secara berkelanjutan, berlandaskan kemampuan nasional dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperhatikan tantangan perkembangan jaman yang mengarah pada persaingan dunia yang tajam.
Menurut Sinaga (2009:15), salah satu prioritas pembangunan di bidang pendidikan dengan pemanfaatan perpustakaan oleh siswa secara berkelanjutan sangat erat kaitannya dengan proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh instansi pendidikan sekolah. Upaya penyelenggaraan perpustakaan sekolah merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar proses belajar mengajar. Hal ini karena pola pengajaran yang disebut sebagai keterbukaan informasi untuk memperoleh
hanya secara garis besarnya saja, sedangkan untuk mendetailnya siswa
diminta untuk mengolah buku-buku yang ada di perpustakaan dan
kemudian mata pelajaran itu didiskusikan. Dengan sistem seperti ini,
siswa harus memanfaatkan perpustakaan untuk mencari dan
menelaah buku-buku yang ada diperpustakaan dalam proses
belajarnya. Namun, ada juga di kalangan siswa yang tidak memanfaatkan
perpustakaan dalam proses belajarnya karena merasa bahwa bahan
pelajaran yang diberikan oleh guru sudah mencukupi. Selain itu,
kurangnya tugas pengembangan bahan pelajaraan dan tugas mandiri
dari guru menyebabkan siswa tidak termotivasi untuk pergi menelaah dan
mencari bahan ke perpustakaan.
Perpustakaan merupakan pusat interaksi siswa dengan buku,
sehingga perpustakaan sangat penting dalam proses belajar. Kenyamanan dan kelengkapan koleksi buku adalah syarat mutlak untuk
meningkatkan kemauan dan kemampuan belajar siswa. Sehingga,
diperlukan pengelolaan perpustakaan yang serius mengenai penataan
perpustakaan. Karena hal ini mempengaruhi minat siswa untuk belajar.
Berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia di perpustakaan termasuk bahan literatur, jurnal, dan majalah, hasil-hasil penelitian serta ada juga aktifitas kebudayaan. Pendidikan pada dasarnya usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia peserta didik
3
Dalam Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun
2003 tentang sistem Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 (2003: 9)
dinyatakan bahwa:
"Pendidikan didefinisikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaraan agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian din, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, Bangsa dan Negara."
Penyelenggaraan perpustakaan sekolah bukan hanya untuk
mengumpulkan dan menyimpan bahan pustaka, tetapi dengan
adanya perpustakaan sekolah diharapkan siswa secara larnbat laun
memiliki kesenangan membaca yang rnerupakan alat fundamental untuk
belajar baik di sekolah maupun diluar sekolah. Perpustakaan sekolah
sebagai salah satu sarana pendidikan penunjang kegiatan belajar
siswa memegang peran yang sangat penting dalam memacu
tercapainya tujuan pendidikan di sekolah.
Maka dari itu proses belajar mengajar guru harus dapat
mengarahkan keterampilan siswa dalam hal pembinaan minat siswa agar siswa dapat menjadi mandiri dalam mencari ilmu pengetahuan,
pembinaan minat baca merupakan salah satu aspek pembinaan
perpustakaan, karena tujuan perpustakaan adalah ikut serta
mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pembangunan
perlu untuk mencoba meneliti memecahkan permasalahan tersebut. Hal
ini, yang ingin ditelusuri, untuk itu di sinilah pentingnya masalah ini
diangkat menjadi judul. Dalam karya ilmiah ini penulis mengemasnya
dalam judul "Efektivitas Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah
Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara
Makassar"
B. Rumusan Masalah
Agar pembahasannya teratur dan sistematis maka perlu
dirumuskan beberapa permasalahan, yaitu:
1. Bagaimana keadaan perpustakaan SMK Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Wilayah Sulawesi Selatan kota Makassar?
2. Bagaimana tingkat minat siswa terhadap pemanfaatan perpustakaan SMK Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Wilayah Sulawesi Selatan kota Makassar?
3. Bagaimana efektivitas pemanfaatan perpustakaan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa SMK Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Wilayah Sulawesi Selatan kota Makassar?
c.
Tujuan dan Manfaat Penelitian5
a. Mengetahui sejauh mana siswa memanfaatkan perpustakaan sekolah dalam kegiatan belajar mengajar.
b. Meningkatkan mutu kualitas prestasi siswa melalui pemanfaatan perpustakaan Sekolah.
c. Mengetahui kendala-kendala dalam meningkatkan prestasi di sekolah.
2. Manfaat Penelitian
a. Menambah kontribusi keilmuan dalam rangka menganalisis pemanfaatan perpustakaan dalam meningkatkan prestasi
siswa di sekolah.
b. Mengetahui apakah pemanfaatan perpustakaan sekolah
efektif dalam upaya peningkatan prestasi belajar siswa
..di SMK
Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara
Wilayah Sulawesi Selatan.
c. Kegunaan Penelitian
1. Kegunaan Akademis
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai salah
satu bahan referensi khususnya yang tertarik meneliti lebih jauh
tentang variasi mengajar guru yang integratif dalam menumbuhkan
minat belajar siswa.
2. Manfaat Penelitian
BAB II merupakan wadah seseorang memperoleh ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dapat diperoleh jika seseorang gemar belajar dan ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
Hadits Nabi Muhammad SAW yang membicarakan tentang keutamaan menuntut ilmu dan kedudukannya yang diriwayatkan oleh Muslim:
أوُه ُليِعأمْسِإ اأنأثّدأح اوُلاأق ٍرْجُح ُنْباأو ٍديِعأس
Qutaibah -yaitu Ibnu Sa'id- dan Ibnu Hujr mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Isma'il -yaitu Ibnu Ja'far- dari Al 'Ala' dari Ayahnya dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa'at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya." (Islam sangat mengagungkan orang-orang yang menuntut ilmu. Al-Quran dengan jelas mewajibkan umat Islam untuk belajar dengan menempatkan perintah membaca sebagai wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. dalam surah Al-Alaq ayat 1 – 5:
ٱ
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan (1) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (2) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah (3) Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam (4) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (5)
9 lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan
Betapa besarnya kebaikan yang akan didapatkan oleh orang yang berilmu berupa pahala dan kebaikan-kebaikan yang banyak. Dan pahala tadi akan terus mengalir kepadanya tanpa terputus selama ilmunya disampaikan oleh murid-muridnya dari generasi ke generasi berikutnya, dan selama kitab-kitabnya dan tulisan- tulisannya dimanfaatkan oleh para hamba di berbagai negeri. Dan seperti inilah pahala dan ganjaran orang yang berilmu akan tetap sampai kepadanya setelah kematiannya dengan sebab ilmu yang telah dia tinggalkan untuk manusia, di mana mereka mengambil manfaat terhadap ilmunya tersebut bahkan dijaga oleh Malaikat dalam setiap usahanya mencari ilmu sebagaimana hadits Rasulullah Saw. Yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah:
ٍشْيأبُح
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya berkata, telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq berkata, telah memberitakan kepada kami Ma'mar dari 'Ashim bin Abu An Nujud dari Zirr bin Hubaisy ia berkata; Aku mendatangi Shafwan bin Assal Al Muradi, lalu ia berkata; "Ada apa engkau datang?" aku lalu menjawab; "Aku ingin mengambil ilmu dari sumbernya." Ia berkata; Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seseorang yang keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu kecuali para malaikat akan mengepakkan sayap-sayapnya untuk orang tersebut karena ridla dengan apa yang ia kerjakan."
11
arti atau definisi perpustakaan sekelah bahasa Indenesia, istilah “perpustakaan” dibentuk dari kata dasar pustaka ditambah awalan “per” dan akhiran “an”.
Menurut Kamus Bahasa Indonesia (Pusat Bahasa, 2008: 1235) perpustakaan diartikan sebagai kumpuian buku-buku (bahan bacaan, dsb). Secara bahasa, “perpustakaan” berasal dari kata “Pustaka” yang berarti buku. Pustaka ialah buku atau kitab, perpustakaan kemudian beberapa buku dari berbagai bentuk dan macam.
Pada istilah “Perpustakaan sekolah” merupakan kata yang menerangkan kata “Perpustakaan”. Memahami perpustakaan secara umum merupakan dasar memahami perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolahmerupakan bagian dari perpustakaan secara umum.
Banyak batasan atau pengertian tentang perpustakaan
yang disampaikan oleh para pakar di bidang perpustakaan. Beberapa pengertian perpustakaan tersebut sebagai berikut:
a. Menurut Sutamo NS (2008: 7)
Perpustakaan adalah suatu ruangan, bagian dari gedung/bangunan, atau gedung itu sendiri, yang berisi buku-buku koleksi, yang disusun dan diatur sedemikian rupa sehinggamudah dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk pembaca.”
b. C. Larasati Milburga (2009: 17)
berkesinambungan oleh pemakainya sebagai sumber informasi.”
c. Dalam Undang-undang Republik Indonesia nomor, tahun 2007 (2007: 75) tentang perpustakaan pada pasal 1 yang disebutkan bahwa:
“Perpustakaan adalah institusi pengelolaan koleksi karya tulis, karya cetak, atau karya rekam secara professional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka”.
Dari beberapa pengertian di atas dapat dipahami bahwa pengertian perpustakaan secara umum adalah suatu unit kerja yang berupa tempat mengumpulkan, menyimpan dan memelihara koleksi pustaka baik bukubuku ataupun bacaan lainnya yang diatur, diorganisasikan dan diadministrasikan dengan cara tertentu untuk memberi kemudahan dan digunakan secara kontinu oleh pemakainya sebagai informasi.
Untuk lebih dapat memahami pengertian perpustakaan sekolah maka beberapa para ahli yang mengemukakan pengertian perpustakaan sekolah dengan berbagai sudut pandang mereka masing.
13
Soeatminah (2010: 37) berpendapat bahwa Perpustakaan sekolah, adalah Perpustakaan yang ada di sekolah sebagai sarana pendidikan untuk menunjang pencapaian tujuan pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Dari definsi tersebut dapat penulis simpulkan, bahwa perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang didirikan oleh sekolah, dan berada di lingkungan sekolah yang merupakan sarana penunjang sekolah, dengan tujuan utamanya untuk membantu tercapainya tujuan pendidikan yangdiselenggarakan oleh sekolah, di mana perpustakaan sekolah tersebut bernaung.
2. Tujuan Dan Fungsi Perpustakaan Sekolah
a. Tujuan Perpustakaan Sekolah
untuk mempertinggi daya serap dan penalaran dalam proses pendidikan.
Menurut Pawit M. Yusuf (2007: 2) tujuan dengan diselenggarakannya perpustakaan sekolah ialah untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat dilingkungan sekolah yang bersangkutan, khusunya para guru dan murid dan sebagai media dan sarana untuk menunjang kegiatan proses belajar mengajar ditingkat sekolah.
Untuk itu guru, diharapkan dapat memperluas cakrawala pengetahuannya dalam kegiatan belajar-mengajar. Akhirnya secara singkat dapat dikatakan bahwa perpustakaan sekolah bertujuan untuk mempertinggi kualitas dan kemampuan keilmuan para siswa dalam proses belajar-mengajar serta membantu memperluas cakrawala berfikir para guru dalam lingkungan sekolah tersebut.
Menurut C. Larasati Milburga (2009: 54) Perpustakaan sekolah bertujuan untuk mempertinggi daya serap dan kemampuan siswa dalam proses pendidikan serta bantuan memperluas cakrawala pengetahuan guru atau karyawan dan lingkungan pendidikan.
15
Jadi secara singkat penulis simpulan bahwa, perpustakaan sekolah bertujuan untuk mempertinggi kualitas dan kemampuan keilmuan para siswa dalam proses belajar mengajar serta membantu memperluas cakrawala berfikir para guru dalam lingkungan sekolah.
b. Fungsi Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan sekolah berfungsi sebagai pusat sumber belajar mengajar, perpustakaan juga berfungsi membantu program pendidikan pada umumnya, yang sesuai dengan tujuan kurikulum masing-masing instansi sekolah masing-masing, untuk mengembangkan kemampuan anak menggunakan sumber informasi, untuk kebutuhan para siswa dan pemakai perpustakaan sekolah.
Menurut Dian Sinaga (2009: 26) Perpustakaan sekolah berfungsi sebagai sarana yang menyediakan bahan-bahan pustaka yang mengandung unsur hiburan yang sehat dan bermanfaat.
Fungsi serta manfaat perpustakaan sekolah pada umumnya dan perpustakaan sekolah pendidikan guru pada khususnya menurut Noerhayati Soedibyo (2009: 86) dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Perpustakaan sebagai sarana penunjang pendidikan. 2. Perpustakaan merupakan sumber pembinaan kurikulum. 3. Perpustakaan sebagai sarana proses mengajar atau
belajar.
4، Perpustakaan sebagai sarana penanaman dan pembinaan minat baca.
Dari beberapa fungsi yang disebutkan oleh para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan berfungsi sebagai pusat kegiatan pembelajaran, untuk menunjang proses pebelajaran di lingkungan sekolah baik untuk guru dan siswa.
Untuk itu para siswa atau guru diharapkan'memiliki rasa ingin dalam memanfaatkan perpustakaannya, dalam hubungan ini bisa dikemukakan bahwa jika para siswa diharapkan mempergunkan perpustakaan, maka pimpinan sekolah dan para guru harus terlebih dulu memberi contoh dalam menggunakan perpustakaan itu, dengan kata lain kalau para siswa diharapkan suka membaca, maka pertama-tama para siswa harus tahu bahwa para gurunya senang membaca, senang memanfaatkaan perpustakaan. Agar fungsi-fungsi dalam perpustakaan sekolah dapat berfungsi sebagaimana mestinya untuk menciptakan tujuan pembelajaran di sekolah tercapai.
3. Standar Perpustakaan Sekolah
Pemerintah Indonesia melalui Undang-undang nomor, 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan yang kemudian secara eksplisit diatur melalui peraturan Pemerintahan bab III pasal 11 ،tahun 2007 tentang Standar Nasional Perpustakaan, di sebutkan bahwa:
17
a. Standar koleksi
b. Standar sarana dan prasarana c. Standar pelayanan perpustakaan
a. Personil, yaitu kualifikasi staf perpustakaan; pendidikannya dan pengalaman-pengalamanya jumlah personal yang diperlukan dibandingkan dengan jumlah unit bahan pustaka yang ada. b. Bahan 'Pustaka, yaitu ketentuan-ketentuan tentang jumlah
buku-buku dan bahan-bahan lain.
c. Pembiayaan, yaitu biaya minimal yang harus ada untuk pemeliharaandan pertumbuhan perpustakaan itu.Biasanya biaya itu ditentukan per jiwa misalnya : Permurid Rp. 50.000,-setahun.
d. Ruang perpustakaan dan inventaris (alat dan perabotan), biasanya ditentukan menurut jumlah murid.
e. Organisasi, guna menentukan agar perpustakaansekolah
mengklasifikasi dan mengkatalog bahan-bahan pustaka.
f. Program dan tujuan, untuk menentukan agar sekolah-sekolah memakai bahan pustaka sebagai alat dalam pelajaran.
g. Standar pelayanan untuk menentukan jumlah jam pelajaran yang diberikan dan aspek-aspek lain mengenai pelayanan itu. Jadi dapat disimpulkan peran Perpusakaan sekolah adalah sebuah pusat pendidikan di sekolah yang dapat menunjang pengajaran dan pembelajaran bagi guru dan siswa agar tercapai tujuan pendidikan di sekolah.
4. Manfaat Perpustakaan Sekolah
diharapkan dapat membantu murid-murid dan guru menyelesaikan tugas-tugas dalam proses belajar mengajar.
Sesuai dengan namanya, perpustakaan sekolah tentu berada di sekolah, dikelola oleh sekolah, dan berfungsi untuk sarana kegiatan belajar -mengajar, penelitian sederhana, menyediakan bahan bacaan guna menambah ilmu pengetahuan, sekaligus rekreasi sehat di sela-sela kegiatan belajar.
Perpustakaan sekolah sangat bermanfaat dalam menunjang penyelenggaraan dan proses belajar mengajar. Oleh karena itu pada prinsipnya setiap sekolah diwajibkan menyediakan perpustakaan, dan perpustakaan merupakan bagian dari kegiatan sekolah.
19
Sedangkan mengenai manfaat perpustakaan sekolah secara terinci yang dikemukakan oleh Ibrahim Bafadal (2008: 5-6) adalah sebagai berikut:
a. Perpustakaan sekolah dapat menimbulkan kecintaan murid- murid terhadap membaca.
b. Dapat memperkaya pengalaman belajar murid c. Dapat menentukan kebiasaan belajar sendiri. d. Dapat mempercepat penguasaan teknik membaca. e. Dapat membantu perkembangan kecakapan membaca. f. Dapat melatih murid-murid ke arah tanggung jawab. g. Dapat memperlancar murid-murid dalam menyelesaikan
tugas-tugas sekolah.
Perpustakaan sekolah tampak bermanfaat apabila benar-benar memperlancar pencapaian tujuan proses belajar mengajar di sekolah, indikasi manfaat tersebut berupa tingginya prestasi murid-murid, terbiasa belajar mandiri, dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Jadi dapat disimpulkan, perpustakaan dapat bermanfaat dengan baik jika bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan sekolah harus dapat menunjang proses belajar mengajar, agar dapat menunjang proses belajar mengajar, maka dalam pengadaan bahan pustaka hendaknya mempertimbangkan kurikulum sekolah, serta selera para pembaca dalam hal ini adalah murid -murid.
5. Peran Perpustakaan Sekolah
itu peran yang harus dijalankan itu ikut menentukan dan mempengaruhi tercapainya misi dan tujuan perpustakaan.
Noerhayati Soedibyo (2009: 87 – 89) menyebutkan peran perpustakaan ada tujuh yaitu:
a. Peran perpustakaan sebagai sarana penunjang pendidikan, dalam hal ini perpustakaan jelas berperan sebagai pencatat, penglestarian pengetahuan dan kebudayaan manusia. Di pihak lain, pendidikan pada dasarnya merupakan proses pemindahan dan pewarisan kebudayaan dan pengetahuan. b. Perpustakaan merupakan sumber pembinaan kurikulum,
Perpustakaan sekolah yang baik merupakan sumber memberikan bahan pelengkap dalam penyusunan dan pembinaan kurikulum.
c. Perpustakaan sebagai sarana proses mengajar atau belajar, para siswa yang ingin lebih mendalam suatu topik, mengerjakan tugas, membuat laporan dan sebagainya bisa dibantu dengan fasilitas-fasilitas yang ada di perpustakaan. d. Perpustakaan sebagai sarana penanaman dan
pengembangan minat baca perpustakaan harus pula menyediakan buku-buku bacaan yang menarik yang akan menggugah kesenangan membaca, dan mendorong siswa untuk terus gemar membaca.
e. Perpustakaan dan peran disiplin.
f. Perpustakaan dan rekreasi, perpustakaan hanya menyediakan bahan-bahan bacaan yang bersifat menghibur sehat seperti roman, puisi, cerpen.
g. Untuk memenuhi kebutuhan penelitian para siswa, perpustakaan harus menyediakan bahan-bahan yang diperlukan seperti, laporan, kamus dan ensiklopedi.
21
B. Prestasi Belajar
1. Pengertian Prestasi Belajar
Dalam pengertian yang umum atau lebih popuiar, belajar adalah mengumpulkan sejumlah pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh dari seseorang yang lebih tahu atau sekarang ini dikenal dengan guru, dalam belajar pengetahuan tersebut dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga akhirnya menjadi banyak. Orang yang banyak pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang banyak belajar, sementara orang yang sedikit pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang sedikit belajar, dan orang yang tidak berpengetahuan dipandang sebagai orang yang tidak belajar. Sehingga Rasulullah Saw. mengingatkan kewajiban setiap muslim menuntut ilmu yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah:
ُنْب ُصْفأح اأنأثّدََأح ٍراّمأع ُنْب ُما أ
ََشِه اأنأثّدََأح
ِدّمأحُم ْنأع ٍَريِظْنِش ُنْب ُريِثأك اأنأثّدأح أناأمْيألُس
ألاََأق ٍكََِلاأم ِنْب ِسأنأأ ْنأع أنيِري ََِس ِنْب
ألاََأق
ُبألأط أمّل أََسأو ِهََْيألأع ُهّللا ىّلأص ِهّللا ُلوُسأر
ُع ََِضاأوأو ٍمِل ََْسُم ّلََُك ىألأع ٌة أََضيِرأف ِمْلِعْلا
َِريِزاَََأنأخْلا ِدّلأقُمأك ِهَََِلْهأأ ِرَََْيأغ أدَََْنِع ِمْلِعْلا
أبأهّذلاأو أؤُلْؤّللاأو أرأهْوأجْلا
Terjemahnyaberkata, telah menceritakan kepada kami Katsir bin Syinzhir dari Muhammad bin Sirin dari Anas bin Malik ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Dan orang yang meletakkan ilmu bukan pada pada ahlinya, seperti seorang yang mengalungkan mutiara, intan dan emas ke leher babi."
Menurut Muhibbin Syah (2010: 139), tujuan inti dalam proses belajar mengajar adalah untuk mengetahui sejauh mana kemajuan peserta didik. Oleh karena itu, evaluasi sangat penting. Evaluasi dapat diartikan “penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program”.
Jadi fungsi dari evaluasi adalah agar guru dapat mengetahui sampai sejauh mana kemampuan para siswa dan siswi dalam menerima ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh guru.
Dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah, proses kegiatan belajar dan mengajar merupakan suatu kegiatan yang paling pokok, karena berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan tergantung pada proses belajar mengajar yang dialami oleh siswa. Oleh karena itu, prestasi erat kaitanya dengan belajar.
23
suatu model pembelajaran tertentu pula.
Menurut S. Nasution (2010: 25) prestasi belajar adalah suatu perubahan individu yang belajar, perubahan tidak hanya mengenai pengetahuan juga membentuk kecakapan, kebiasaan diri pribadi individu yang belajar.
Dari beberapa pengertian diatas dapatlah disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah suatu hasil yang diperoleh setelah proses belajar berlangsung, yaitu dengan cara penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang dibuktikan dalam tes belajar dan hasil akhirnya dalam bentuk nilai.
Adapun pengertian belajar adalah yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan, sebagian orang beranggapan bahwa belajar adalah semata-mata mengumpulkan atau menghafalkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi atau materi pelajaran. Menurut beberapa ahli mendefinisikan belajar ialah:
Alisuf Sabri (2011: 55) mengemukakan bahwa, belajar adalah “Proses perubahan tingkah laku sebagai akibat pengalaman atau latihan”.
perubahan yang menuju ke arah kemajuan atau ke arah perbaikan.”
Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2008: 13) bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kongnitif, afektif, dan pisikomotorik.
Menurut Ngalim Purwanto (2007: 85) belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, dimana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk.
Menurut Chalidjah Hasan (1994: 84) belajar ialah suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, sikap dan keterampilan.
Sedangkan menurut Zikri Neni Iska (2008: 82) belajar adalah proses perubahan dari belum mampu menjadi sudah mampu, terjadi dalam jangka waktu tertentu.
25
lingkungan.
2. Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Prestasi belajar yang dicapai seorang individu merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam diri (faktor internal) maupun dari luar individu (faktor eksternal). Pengenalan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar penting sekali artinya dalam rangka membantu murid dalam mencapai prestasi belajar yang sebaik-baiknya.
Prestasi belajar merupakan suatu hasil dari proses belajar mengajar, di mana di dalamnya terdapat beberapa faktor yang saling mempengaruhi, selajutnya tinggi rendahnya, besar kecilnya prestasi belajar dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut.
Faktor yang mempengaruhi belajar menurut Alisuf Sabri (1996: 59 – 60) mengatakan bahwa ada berbagai faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa yang secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan eksternal.
a. Faktor Internal Siswa (yang berasal dari dalam diri)
1) Faktor fisiologis siswa, seperti kondisi kesehatan dan kebugaran fisik, serta kondisi panca indranya terutama penglihataan dan pendengaran.
motivasi, dan kemampuan-kemapuan kognitif seperti kemampuan-kemampuan kognitif seperti kemampuan pengetahuan (bahan apersepasi) yang dimiliki siswa.
b. Faktor Eksternal Siswa (yang berasal dari luar diri)
1) Faktor lingkungan siswa, Faktor ini terbagi dua, yaitu pertama faktor lingkungan alam atau non sosial seperti keadaan suhu, kelembaban udara, waktu, letak sekolah, dan sebagainya. kedua faktor lingkungan sosial seperti, manusia dan budayanya.
Untuk melengkapi rumusan di atas tentang faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa, di sini penulis mengutip rumusan dari Sumandi Suryabrata dalam bukunya “Psikologi Pendidikan”, dan Muhibbin Syah dalam bukunya “Psikologi Pendidikan dengan pendekatan baru”.
1. Faktor Internal
Suryabrata (2005: 235 – 236) berpendapat bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah faktor Internal (yang berasal dari dalam diri siswa), di mana faktor tersebut merupakan faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar mencakup faktor fisiologis dan psikologis.
a. Faktor fisiologis menurut Suryabrata (2005: 236) yang terdiri dari kondisi jasmani pada umumnya terutama fungsi-fungsi panca indra.
27
segar akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar. Jika fisiknya tidak sehat maka belajarnyapun akan terganggu karena tidak konsentrasi.
2) Panca indra adalah bagian-bagian tubuh yang berfungsi untuk menerima rangsangan sesuai dengan modalitas masing-masing.
b. Faktor psikologis menurut Syah (2012: 135), yang terdiri dari kecerdasan siswa, sikap siswa, bakat siswa, minat siswa, dan motivasi siswa.
1) Kecerdasan atau intelegensi adalah suato kemampuan mentol yang melibatkan proses berfikir secara rasional, oleh karena itu kecerdasan tidak dapat di amati secara langsung melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan menifestosi dari proses berkir rasional. 2) Sikap siswa adalah gejala internal yang berdimensi
afektif berupa kerandrungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap objek orang, barang dan sebagainya, baik secara positif maupun negatif.
3) Bakat adalah kemampuan yang spesifik yang diberikan pada individu pada suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan, kecakapan atau keterampilan tertentu melalui suatu latihan.
sesuatu yang digemari atau disukai.
5) Motivasi adalah keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong prilaku kerah tujuan. Oleh karena itu motivasi mempunyai dua aspe, yaitu: (1) motivasi intristik ialah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar, (2) motivasi ekstrinsik ialah hal dan keadaan yang datang dari luar individu siswayang juga mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. Contohnya pujian dan hadiah.
2. Faktor Eksternal Siswa (yang berasal dari luar diri siswa). Seperti faktor internal siswa, menurut Syah (2012: 135) faktor eksternal siswa juga terdiri atas dua macam, yakni: faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan nonsosial. a. Lingkungan yang terdiri dari alam dan sosial
1) Lingkungan alam
Maksudnya adalah keadaan cuaca yang mempengaruhi minat belajar anak misalnya pada musim hujan anak-anak malas untuk pergi ke sekolah karena jalan menuju sekolah mereka banjir.
2) Lingkungan nonsosial
Faktor lingkungan non sosial terdiri dari tiga, yaitu: lingkungan sekolah, masyarakat, dan lingkungan keluarga.
29
gedung sekolah, dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga siswa dan letaknya, alat alat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar siswa yang digunakan siswa. Menurut Syah, faktor-faktor ini turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa.
Lingkungan yang sangat mempengaruhi kegiatan belajar adalah orang tua dan keluarga- keluarga siswa itu sendiri, sifat-sifat orang tua, praktek pengelolaan keluarga, ketegangan keluarga dan letak demograsi keluarga (letak rumah) semua akan memberikan dampak baik atau buruk terhadap kegiatan belajar dan hasil yang dicapai siswa.
Secara singkat penulis dapat menyimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu faktor diri sendiri dan faktor yang berasal dari lingkungan.
3. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar
“keadaan jasmani, keadaan sosial emosional, lingkungan, memulai pelajaran, membagi pekerjaan, kontrol, sikap optimis, mengunakan waktu, cara mempelajari buku, dan mempertinggi kecepatan membaca peserta didik”.
Kondisi faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yang baik, diperlukan jasmani yang sehat, dalam keadaan jasmani yang sehat apabila jasmani dalam keadaan sakit, kurang gizi, kurang istirahat maka tidak dapat belajar dengan efektif. Keadaan sosial emosional, peserta didik yang mengalami kegoncangan emosi yang kuat, atau mendapat tekanan jiwa, demikian pula anak yang tidak disuka temanya tidak dapat belajar secara efektif, karena kondisi ini sangat mempengaruhi konsentrasi pikiran, kemauan dan perasaan.
Kondisi positif, baik faktor internal, eksternal maupun faktor pendekatan belajar maka seorang siswa dapat dipastikan akan memperoleh keberhasilan dalam belajarnya dan menjadi siswa yang berprestasi tinggi. Sebaliknya jika faktor-faktor tersebut dalam kondisi yang negatif didapati oleh siswa maka dapat dipastikan siswa tersebut akan menemui banyak masalah dalam belajarnya dan tidak akan memperoleh keberhasilan yang baik dalam belajarnya.
31
menyebabkan siswa tersebut mengalami kegagalan dalam belajar disebut kesulitan belajar. Kesulitan belajar bukan berarti bermasalahnya seluruh faktor yang mempengaruhi belajar pada siswa, tetapi bisa jadi yang bermasalah hanya satu atau beberapa faktor saja, misalnya anak yang memiliki intelegensi yang tinggi bisa menjadi anak yang tidak berprestasi dibidang akademiknya jika lingkungannya tidak mendukung.
Menurut Syah (2012: 170) fenomena kesulitan belajar siswa biasanya nampak jelas dari menurunnya kinerja akademik atau prestasi belajarnya, namun kesulitan belajar juga dapat dibuktikan dengan munculnya kelainan prilaku siswa seperti berteriak-teriak di dalam kelas, mengusik teman, sering tidak masuk sekolah.
Banyak langkah-langkah yang dapat ditempuh guru, antara lain agar kesulitan belajar siswa dapat ditanggulangi maka seorang pendidik atau orang tua perlu melakukan beberapa hal yang baik dan menggembirakan antara lain: a. Kasih sayang yang ikhlas.
b. Perhatian dan pengertian yang besar. c. Bimbingan arahan yang kontinyu.
Berdasarkan uraian di atas, penulis berkesimpulan bahwa hal yang mendorong prestasi belajar itu dipengaruhi oleh faktor-faktor yang datang dari dalam dirinya sendiri, dan faktor dari luar diri sendiri, kedua faktor tersebut akan selalu berinteraksi, sehingga secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi prestasi belajarnya. Dan yang termasuk dituntunkan oleh Islam adalah keikhlasan dalam belajar sebagaimana keikhlasan dalam berbuat sebagaimana hadits Rasulullah Saw. yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i:
اأنأثّدََأح ألاََأق أسيِرْدِإ ُنْب ُدّمأحُم اََأنأرأبْخأأ
ْنأع ِهَيِب
أأ ْنأع ٍثاَأيِغ ِنْب ِصْفأح ُنْب ُرأمُع
ْنأع ٍفّر أ
َََصُم ِنْب أةَََأحْلأط ْنأع ٍرأع ْ
َََسِم
ِهََيِبأأ ْنأع ٍدْع أََس ِنْب ِبأعْصُم
ّنأأ ّنأظ ُهّن
أأ
ِباأح ََْص
أأ ْنِم ُهََأنوُد ْنأم ىألأع ًل ََْضأف ُهََأل
ّيِبأن ألاأقأف أمّلأسأو ِهْيألأع ُهّللا ىّلأص ّيِبّنلا
ُر ََُصْنأي اََأمّنِإ أمّلأسأو ِهْيألأع ُهّللا ىّلأص ِهّللا
ْمِهِتأوْعأدَََِب َاأهِفيِع أ
َََضِب أةّمُ ْلا ِهِذَََأه ُهّللا
ْمِهِص ألْخِإأو ْمِهِت ألأصأو
Terjemahnya33
A. Jenis Penelitian
Jika ditinjau dari segi tujuan, maka jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian Field researchyang akan menemukan fenomena-fenomena baru dalam lokasi penelitian dan bersifat survey. Data-data yang telah terkumpul akan dianalisis secara Deskriptif.
Suryana (2008 : 87) menjelaskan penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang diupayakan untuk mengamati permasalahan secara sistematis dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat objek tertentu.
B. Lokasi dan Objek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMK Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Wilayah Sulawesi Selatan Jalan lr. Sutami Kota Makassar Propinsi Sulawesi Selatan dan objek analisis penelitian ini adalah siswa SMK Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Wilayah Sulawesi Selatan kota Makassar.
C. Variabel Penelitian
35
bagian penting dari suatu penelitian, karena merupakan obyek penelitian atau menjadi titik perhatian penelitian.
Berdasarkan pendapat di atas, maka dalam penelitian ini ada dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Efektivitas Pemanfaatan Perpustakaan dan variabel terikat adalah Prestasi Belajar.
D. Defenisi Operasional Variabel
Menurut Nasir (1999: 152), definisi operasional adalah definisi yang diberikan kepada suatu variabel atau konstrak dengan cara memberikan arti atau menspesifikasi kegiatan, ataupun memberikan suatu operasional yangdiperlukan untuk mengukur konstrak atau variabel tersebut. Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan sehubungan dengan permasalahan adalah :
1. Pemanfaatan perpustakaan
Perpustakaan dapat bermanfaat dengan baik jika bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan sekolah harus dapat menunjang proses belajar mengajar, agar dapat menunjang proses belajar mengajar, maka dalam pengadaan bahan pustaka hendaknya mempertimbangkan kurikulum sekolah, serta selera para pembaca dalam hal ini adalah murid -murid.
2. Prestasi belajar siswa
diri sendiri, kedua faktor tersebut akan selalu berinteraksi, sehingga secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi prestasi belajarnya.
E. Populasi dan Sampel
Menurut Gulo (2002: 76), Populasi ialah terdiri atas sekumpulan objek yang menjadi objek yang menjadi pusat perhatian, yang dari padanya tekandung informasi yang ingin diketahui. Sedangkan menurut Soegeng (2006: 70) populasi adalah keseluruhan dari sasaran penelitian. Secara sederhana, populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Jadi populasi yang penulis maksudkan dalam penelitian ini adalah siswa SMK Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Wilayah Sulawesi Selatan kota Makassar.
Tabel 1
Keadaan Populasi
No Siswa Laki-laki Perempuan Jumlah
1 Siswa kelas X 20 7 27
2 Siswa kelas XI 8 3 11
3 Siswa kelas XII 22 5 25
Jumlah 50 15 65
Sumber Data : SMK Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah
Gombara
37
Secara umumnya adalah suatu himpunan bagian yang ditarik dari populasi. Dengan cara ini diharapkan setiap anggota dari populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih sebagai sampel penelitian. Namun, karena jumlah populasi yang memungkinkan keseluruhannya dapat menjadi objek penelitian sehingga sampel pada penelitian adalah seluruh siswa pada SMK Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Wilayah Sulawesi Selatan Kota Makassar.
F. Instrumen Penelitian
Untuk memperoleh data tentang pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap prestasi belajar siswa SMK Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Wilayah Sulawesi Selatan, instrument pengumpulan data yang digunakan yaitu:
1. Pedoman Observasi
Dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi atau pengamatan dan dokumentasi. Observasi adalah dasar semua pengetahuan. Para ilmuwan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi Nasution (Sugiyono, 2005: 64).
Observasi dilakukan di SMK Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Wilayah Sulawesi Selatan Kota Makassar dengan cara mengamati suasana siswa membaca buku di perpustakaan sekolah.
Wawancara adalah cara menghimpun bahan keterangan yang dilakukan dengan tanya jawab secara lisan secara sepihak berhadapan muka, dan dengan arah serta tujuan yang telah ditetapkan. Anas Sudijono (2009: 82) ada beberapa kelebihan pengumpulan data melalui wawancara, diantaranya pewawancara dapat melakukan kontak langsung dengan peserta yang akan dinilai, data diperoleh secara mendalam, yang diinterview bisa mengungkapkan isi hatinya secara lebih luas, pertanyaan yang tidak jelas bisa diulang dan diarahkan yang lebih bermakna.
Wawancara dilakukan secara mendalam dan tidak terstruktur kepada subjek penelitian dengan pedoman yang telah di buat. Teknik wawancara digunakan untuk mengungkapkan data tentang bentuk partisipasi siswa di perpustakaan sekolah dan faktor yang mempengaruhi kebiasaan siswa di perpustakaan terhadap prestasi belajar.
3. Pedoman Angket
Menurut Arikunto (2002: 140), angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui. Angket yang digunakan adalah angket tertutup, yaitu angket disusun dengan menyediakan pilihan jawaban lengkap sehingga hanya tinggal memberi tanda pada jawaban yang dipilih
39
Suharsimi Arikunto (2002:206) metode dokumentasi adalah mencari data yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya. Hadari Nawawi (2005:133) menyatakan bahwa studi dokumentasi adalah cara pengumpulan data melalui peninggalan tertulis terutama berupa arsip-arsip dan termasuk juga buku mengenai pendapat, dalil yang berhubungan dengan masalah penyelidikan.
Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu, bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya dari seseorang (Sugiyono, 2008: 329). Hasil observasi atau pengamatan akan lebih dipercaya apabila didukung dengan adanya dokumentasi. Dokumentasi dalam penelitian ini dapat berupa foto mengenai apa yang dilakukan siswa ketika dilakukan berada di perpustakaan sekolah.
G. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik yang digunakan penulis untuk mengumpulkan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
angket karena dalam penelitian ini penulis ingin memperoleh data mengenai pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap prestasi belajar siswa.
2. Pemeriksaan Dokumentasi (Studi dokumen) dilakukan dengan penelitian bahan dokumentasi yang ada dan mempunyai relevansi dengan tujuan penelitian (Sudijono, 2008: 30). Jadi metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal variabel yang berupa catatan, tanskip, buku, agenda dan sebagainya. yang diamati bukan benda hidup tetapi benda mati. Untuk mendapatkan data tentang prestasi siswa yang dalam hasil belajar berupa nilai raport siswa kelas X, XI dan XII.
H. Teknik Analisis Data
Penelitian ini merupakan deskriftif dengan menggunakan data. Untuk mengelolah data menjadi sebuah pembahasan, maka penulis menganalisis data dengan teknik analisis deskriptif yaitu berusaha memberikan gambaran dari data yang di peroleh dengan menggunakan rumus presentase sesuai dengan table sebelumnya.
Hermawan Wasito (1997 : 58) menyatakan bahwa rumus yang digunakan dalam menganalisis data adalah sebagai berikut:
N F
P x 100%
Keterangan: P= Persentase
41
F= Frekuensi yang sedang dicari
Anonim. Pustaka Lidwa: Ensiklopedi Hadits 9 Imam. Versi Software Windows. Jakarta: PT. Telkom diakses pada tanggal 22 Februari 2014.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: PT Rineka Cipta, Cet. 13, 2006.
Bafadal, Ibrahim. Pengolahan Perpustakaan Sekolah, Jakarta: Bumi Aksara, Cet. V, 2006.
Dalyono, M. Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, Cet. IV, 2007. Darmono. Perpustakaan Sekolah Pendekatan Aspek Manajemen dan
Tata Kerja, Jakarta: PT. Grasindo, Cet. I, 2007.
Daryanto. Kamus Bahasa Indonesia Lengkap, Surabaya: Apollo, 1997. Gulo, W. Metodologi Penelitian, Jakarta: PT. Grasindo, Cet. I, 2002. Hasan, Chalidjah. Psikologi Pendidikan, Surabaya: Al-lkhlas, 1994.
M. Yusuf, Pawit. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah, Jakarta: Kencana, 2007, Cet. II, 2007.
Milburga, C.Larasati. Membina Perpustakaan Sekolah, Yogyakarta: Kanisius, Cet. XII, 2009.
Mulyasa. Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, Cet. IV, 2006.
Nasution, S. Didaktik Dasar-dasar Mengajar, Bandung: Rineka Cipta, 2010.
NS, Sutarno. Perpustakaan dan Masyarakat, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, edisi. I, 2003.
Purwanto, Ngalim. Psikologi Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosda Karya, Cet. V, 2007.
Sabri, Alisuf. Psikologi Pendidikan, Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, Cet. II, 1996.
Sinaga, Dian. Mengelola Perpustakan Sekolah, Bandung: Bejana, Cet. IV, 2009.
43
Soedibyo, Noerhayati. Pengelolaan Perpustakaan, Jilid I, Bandung: Alumni, 2009.
Soegeng. Dasar-dasar Penelitian, Semarang:-IKIP PGRI PRESS, 2006. Sudijono, Anas. Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta: PT Grafindo
Persada, 2008.
Suryabrata, Sumandi. Psikologi Pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo, Cet. XIII, 2012.
Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan dengan Pendekataan Baru, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, Cet. 15, 2010.
Undang-undang. Republik Indonesia, nomer, 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, Yogyakarta: Pustaka Timur, 2007.
Undang-undang. Republik Indonesia, nomor, 20 tahun 2003 tentang. Sistem pendidikan Nasional, Jakarta: Cv Eka Jaya, Cet. I, 2003.
Zikri Neni Iska. Psikologi Pengantar Pemahaman Diri dan Lingkungan,
Jakarta: Kizi Brother’s, Cet. II, 2008.
Hadari Nawawi & Mimi Martini. Penelitian Terapan. Yogyakarta: Gadjahmada University Press, 2005