• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH TEKANAN DAN LAMA PENGGORENGAN V (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH TEKANAN DAN LAMA PENGGORENGAN V (1)"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

!

! " # " $ % & & " &

! # " & " " & " " & " &

& ' " " " & ( & % && )) &

& & *+ +, " ) , & " " && & "

" && & & ! % &# - && & & & " " &

& & & ( " " & " $ & . $ "

& " & " && & " & && % & & " & " && & " & && % &

-&& / & 0 & " !/ 0# & % % . " && & &

) +1 ) 1 ) 2 % " && & & 3) *) 4) +) 5 &

" $ & $ & " - &

& $ & " " 6 7 " $ 6

" & " && & " " " & & "

$ & " " 6 8 9 ) 4* : ;*,

4< : 3 4*, 44 44 : 4; <;,

"Sukun, " ), = > & Pengaruh tekanan, dan Lama Penggorengan.

#

1.1 Latar Belakang masalah

Tanaman sukun, " Park. dapat digolongkan menjadi sukun yang berbiji disebut

dan yang tanpa biji disebut % . Sukun tergolong tanaman tropik sejati, tumbuh

paling baik di dataran rendah yang panas. Tanaman ini tumbuh baik di daerah basah, tetapi juga dapat

tumbuh di daerah yang sangat kering asalkan ada air tanah dan aerasi tanah yang cukup. Sukun

bahkan dapat tumbuh baik di pulau karang dan di pantai. Di musim kering, disaat tanaman lain tidak

dapat atau merosot produksinya, justru sukun dapat tumbuh dan berbuah dengan lebat. Tidak heran,

jika sukun dijadikan sebagai salah satu cadangan pangan nasional. Sukun dapat dijadikan sebagai

(2)

keberadaan pangan ini panen susulan pada bulan Juli – Agustus.[1]. Buah sukun yang telah dimasak

cukup bagus sebagai sumber vitamin A dapat menutupi kekosongan produksi pangan konvensional.

Sukun dapat dipakai sebagai pangan alternatif pada bulan(bulan Januari, Februari dan September,

dimana pada bulan(bulan tersebut terjadi musim kemarau sehingga padi mengalami gagal panen.

Musim panen sukun dua kali setahun. Panen raya bulan Januari ( Februari dan dan B komplek tetapi

miskin akan vitamin C. Kandungan mineral Ca (kalsium) dan P (posfot) buah sukun lebih baik

daripada kentang dan kira(kira sama dengan yang ada dalam ubi jalar. Sukun mempunyai komposisi gizi

yang relatif tinggi, 100 gram berat basah sukun mengandung karbohidrat 35,5%, protein 0,1%, lemak

0,2%, abu 1,21%, protein 0,1%, lemak 0,2%, abu 1,21%, fosfor 0,048%, kalsium 0,21%, besi

0,0026%, kadar air 61,8% dan serat atau fiber 2%. (Koswara, 2006).

Upaya untuk meningkatkan daya guna sukun dan nilai ekonominya dapat dilakukan dengan

menganekaragamkan jenis produk olahan sukun, untuk itu perlu dikembangkan cara pengolahan lain

seperti pembuatan tepung sukun dan kripik sukun. Dalam penggorengan kripik sukun, ada dua cara

yang dapat dilakukan yaitu penggorengan kripik biasa dan penggorengan dengan vakum (

% &). Penggorengan dengan metode vacuum akan menghasilkan produk pangan dengan kandungan

gizi seperti protein, lemak, dan vitamin yang tetap terjaga. Sistem penggorengan seperti ini, produk(

produk pangan yang rusak dalam penggorengan akan bisa digoreng dengan baik, menghasilkan

produk yang kering dan renyah, tanpa mengalami kerusakan nilai gizi dan flavor seperti halnya yang

terjadi pada penggorengan biasa.

Mesin % & mempunyai cara kerja yang sederhana, sukun digoreng pada mesin

% &, dengan medium minyak goreng. Pemanasan minyak goreng disetting pada suhu rendah (80(

850 Celcius) (Anonim, 2003). Penggorengan vakum dilakukan pada tekanan rendah, sehingga

penguapan dapat berlangsung cepat dan merata karena terdapat kesenjangan tekanan dan kelembaban

yang besar antara bagian luar dan bagian lahan bahan. Kerusakan sikap sensoris produk juga dapat

ditekan karena dalam kondisi vakum tidak dibutuhkan suhu tinggi untuk penguapan air (Ketaren,

1998). Keuntungan lain penggunaan system penggorengan vakum adalah warna dan zat(zat nutrisi

yang terkandung dalam buah tidak banyak mengalami perubahan karena proses penguapan air

(3)

1.2.Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka perumusan masalah yang dilakukan

dalam penelitian ini adalah “ Apakah ada pengaruh tekanan terhadap mutu keripik sukun dengan

menggunakan % & ? dan Apakah ada pengaruh lama penggorengan terhadap mutu keripik

sukun dengan menggunakan % & ?

1.3.Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh tekanan penggorengan

keripik sukun dengan menggunakan alat % &, dan untuk Mengetahui pengaruh lama

penggorengan keripik sukun dengan menggunakan alat % &.

$# %

2.1. Tanaman Sukun

Tanaman sukun terdapat di berbagai wilayah di Indonesia. Tanaman sukun mempunyai

beberapa nama ilmiah yang sering digunakan, yaitu " > , "

Linn, atau " . (Kartikawati dan Adinugraha, 2003).

Gambar 1. Buah Sukun

Sukun merupakan tanaman tahunan yang tumbuh baik pada lahan kering (daratan), dengan

tinggi pohon dapat mencapai 10 m atau lebih. Gambar 1. Menunjukkan buah sukun, buah muda

(4)

dan ber serat halus. Rasanya agak manis dan memiliki aroma yang spesifik. Berat buah sukun dapat

mencapai 1 kg per buah, (Koswara, 2006).

$#$#Manfaat Sukun

Buahnya dapat digunakan sebagai bahan makanan. Jaman dahulu di Hawai sukun digunakan

sebagai makanan pokok. Di Madura digunakan sebagai obat sakit kuning. Bunganya dapat diramu

sebagai obat. Bunganya dapat menyembuhkan sakit gigi dengan cara dipanggang lalu digosokkan pada

gusi yang giginya sakit, (Kartikawati dan Adinugraha, 2003). Daunnya selain untuk pakan ternak, juga

dapat diramu menjadi obat. Di India bagian barat, ramuan daunnya dipercaya dapat menurunkan

tekanan darah dan meringankan asma. Daun yang dihancurkan diletakkan di lidah untuk mengobati

sariawan. Juice daun digunakan untuk obat tetes telinga. Abu daun digunakan untuk infeksi kulit.

Bubuk dari daun yang dipanggang digunakan untuk mengobati limpa yang membengkak, (Kartikawati

dan Adinugraha, 2003).

Getah tanaman digunakan untuk mengobati penyakit kulit. Getah yang ditambah air jika

diminum dapat mengobati diare. Kayu sukun tidak terlalu keras tapi kuat , elastis dan tahan rayap,

digunakan sebagai bahan bangunan antara lain mebel, partisi interior, papan selancar dan peralatan

rumah tangga lainnya. Serat kulit kayu bagian dalam dari tanaman muda dan ranting dapat digunakan

sebagai material serat pakaian. Di Malaysia digunakan sebagai mode pakaian. Komposisi zat gizi buah

sukun dapat dilihat pada Tabel 1, dan perbandingan kandungan zat gizi disajikan pada Tabel 2. (Irwan,

2011).

Tabel 1. Komposisi Zat Gizi Sukun per 100 g

& ' ( ( )* + (

Karbohidrat (g) 9,2 28,2 78,9

Lemak (g) 0,7 0,3 0,8

Protein (g) 2 1,3 3,6

Vitamin B1 (mg) 0,12 0,12 0,34

Vitamin B2 (mg) 0,06 0,05 0,17

Vitamin C (mg) 21 17 47,6

Kalsium (mg) 59 21 58,8

Fosfor (mg) 46 59 165,2

(5)

Tabel 2. Perbandingan Komposisi Kandungan Gizi Sukun dengan beberapa Bahan Pangan lainnya

dalam 100 gram (SNI 01(4279(1996).

Jenis Bahan Pangan

Energi Protein Lemak

(g)

Karbohidrat (g)

(kal) (g)

Tepung sukun 302 3,6 0,8 78,9

Buah sukun tua 108 1,3 0,3 28,2

Beras 360 6,8 0,7 78,9

Jagung 129 4,1 1,3 30,3

Ubi Kayu 146 1,2 0,3 34,7

Ubi jalar 123 1,8 0,7 27,9

Kentang 83 2,0 0,1 19,1

Berdasarkan Tabel 1 dan 2 di atas, dapat disimpulkan bahwa nilai gizi buah sukun tidak kalah

dengan bahan(bahan pangan lainnya yang sering digunakan sebagai bahan pangan pokok ataupun

bahan pangan pokok alternatif di Indonesia. Bahkan, dalam beberapa hal sukun tampak lebih unggul

dari bahan pangan lainnya. Dengan demikian sukun, khususnya tepung sukun mempunyai prospek

yang sangat baik sebagai bahan pangan pengganti beras. Produk pangan olahan yang merupakan hasil

olahan langsung dari buah sukun segar misalnya keripik sukun, apem sukun, bolu cup sukun, getuk

sukun, kroket sukun, prol sukun, dan lain(lain.

2.3#= > &

Mesin % & adalah mesin yang berfungsi untuk memproduksi keripik buah ataupun

sayur dengan cara melakukan penggorengan vacuum tanpa merubah rasa buah tersebut. =

mampu memproduksi berbagai jenis keripik buah, seperti, keripik ubi, keripik pisang, keripik mangga,

keripik sukun, dan lain(lain. Vacuum bisa juga digunakan untuk membuat keripik sayur dan juga

keripik ikan. Tipe mesin vacuum bermacam(macam bentuk dan ukurannya. Salah satu tipe mesin

vacuum dapat diuraikan sebagai berikut: (Anonim, 2007)

Spesifikasi teknik mesin vacuum tipe VF30 – 18

Kapasitas masukan : 10 kg/proses

Lama proses pembuatan : 20 (50 menit/proses

Volume minyak goreng : 40 kg

(6)

Dimensi bak air : 88x70x65 cm3

Dimensi total (p x l x t) : 88x70x100 cm3

Bunner : RINNAI 2 titik api

Bahan bakar : Liquid Petrolium Gas (LPG)

Kebutuhan LPG : 0,1 – 0,2 kg/jam

Sistem pengvakuman : Water jett 1 injektor

Pompa air : Grundfas

Kebutuhan daya listrik : 2200 watt

Model bak air : Horisontal

System pendinginan : Sirkulasi air

Control suhu : Manual

Dalam 40 kg minyak tersedia kapasitas masukannya 2 kg, 5 kg dan 10 kg.

2.4. Cara Kerja = > &

Cara kerja dari mesin % & tidaklah rumit, bahan yang dimasukkan kedalam

penggorengan akan digoreng secara . Penggorengan secara vacuum ini akan membuat

kadar air didalam buah maupun sayuran akan menjadi keripik. Komponen(komponen penting dari

mesin vacuum frying terdiri dari vacuum penggoreng , kondesor, pompa waterjett pemanas dan

waterbox. Suhu dan tekanan kerja untuk menggoreng buah rata(rata sekitar 85(900C dan tekanan ± 25

cmHg, tergantung dari jenis dan karakteristik buah. Lama proses penggorengan berlangsung rata(rata

sekitar 1(1,5 jam atau disesuaikan dengan jenis bahan baku yang diproduksi, setiap buah memiliki

karakteristik yang berbeda. Minyak goreng dapat digunakan hingga mencapai 200 kali penggorengan.

Lama daya tahan keripik buah yang dihasilkan mesin % & tergantung akan kemasan, keripik

buah memiliki daya tahan mencapai ½ tahun. (Anonim, 2007)

2.6#Keripik Sukun

Keripik sukun adalah makanan yang terbuat dari sukun yang diiris tipis kemudian digoreng

sampai kering dan renyah, biasanya rasanya adalah asin dengan aroma bawang yang gurih. Keripik

merupakan sejenis makanan ringan berupa irisan tipis dari umbi(umbian , buah(buahan, atau sayuran

yang digoreng didalam minyak nabati. Untuk menghasilkan rasa yang gurih dan renyah biasanya

(7)

melalui tahap penggorengan, tetapi ada pula dengan hanya melalui penjemuran atau pengerinngan.

Keripik dapat berasa asin, pedas, manis, asam, gurih, atau paduan dari kesemuanya.(Koswara, 2006).

Tabel 3. Syarat Mutu Keripik Sukun

Tabel 3. Syarat Mutu Keripik Sukun Menurut SNI (01(4297(1996)

, ) )

-1 Kadar Air (%) Maks 5

2 Kadar Karbohidrat (%) Min 30

3 Kadar Lemak (%) Maks 40

.#

Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium Balai Riset dan Standarisasi di Jalan Cut Nyak

Dhien no. 377 Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi beberapa

tahap:

3.1.Analisa Data

Data analisa menggunakan sidik ragam (Rancangan Acak Lengkap), Beda Nyata Jujur (BNJ).

3.4. Variabel Tetap

1. Sukun = 2 kg sekali penggorengan = 64 kg sukun

2. Kapur sirih = (0,2%)

3.5. Variabel Berubah

A. Tekanan = 0,5; 0,7; 0,9 dan 1 atm

B. Lama Penggorengan = 20, 30, 40, dan 50 menit

Adapun data sekunder yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Analisis Kadar Air

b. Analisis Kadar Lemak

(8)

d. Uji Organoleptik

/#

Hasil Penelitian yang telah diuji cobakan antara perlakuan tekanan dan lama penggorengan

terhadap mutu keripik sukun dapat dinyatakan bahwa semua hasil perlakuan yang dicobakan

berpengaruh sangat nyata terhadap hasil pengujian kadar air, kadar abu, kadar lemak dan uji

organoleptik terhadap warna, rasa, dan aroma. Hasil analisa sidik ragam kadar air,kadar abu, kadar

lemak, dan uji organoleptik terhadap warna, rasa, dan aroma keripik sukun pada tiap taraf perlakuan

tekanan dan lama penggorengan dapat dilihat pada pembahasan penelitian dibawah ini:

4.1. Kadar Air

Rata(rata analisis kadar air keripik sukun pada tiap taraf perlakuan tekanan dan lama penggorengan

disajikan pada Tabel 4.

Tabel 4. Rata(rata analisa kadar air keripik sukun pada tiap taraf perlakuan tekanan dan lama

penggorengan.

Tekanan Lama penggorengan ( menit )

(Atm) 20 30 40 50

0,5 3,88 3,66 2,92 2,28

0,7 3,64 3,48 2,42 1,88

0,9 3,56 3,42 3,16 1,45

1 3,48 3,28 1,66 0,86

BNJ (0,05) = 0,0426

Tabel 4.Dapat dinyatakan nilai rata(rata kadar air tertinggi dijumpai pada perlakuan (0,5 atm –

20 menit) sebesar 3,88% dan nilai rata(rata kadar air terendah dijumpai pada perlakuan (1 atm – 50

menit) yaitu sebesar 0,86%, terjadinya penyusutan kadar air pada proses penggoregan keripik sukun

dengan menggunakan % & disebabkan oleh tekanan dan lama penggorengan yang semakin

tinggi. Suhu optimum untuk penggorengan keripik sukun berkisar 80 ( 90 ̊C dengan lama

penggorengan 30 – 40 menit. Menurut SNI (01(4279(1996) keripik sukun persyaratan kadar air

maksimal 5%, dari tabel diatas nilai kadar air yang diperoleh sudah termasuk persyaratan SNI keripik

sukun. Penurunan kadar air keripik sukun pada tiap taraf perlakuan tekanan dan lama penggorengan

(9)

Gambar 2. Hubungan antara penga

kadar air keripik suku

Gambar 2. Menyatakan

mengakibatkan penurunan kadar a

menit dan suhu 80 ̊C nilai kadar a

Semakin tinggi tekanan dan lama p

dikarenakan tekanan yang tinggi

menguap. Penguapan air selama p

pengaruh tekanan dan lama penggorengan terhadap n

sukun.

takan bahwa penambahan tekanan dan lama

adar air. Pada perlakuan tekanan 0,5 atm dengan la

adar air masih diatas 3,88% dan pada perlakuan lain

lama penggorengan, maka air yang berada dalam baha

tinggi akan membuat keripik semakin kering dan a

ama penggorengan terjadi karena suhu minyak sebag

gga air dalam bahan menguap.(Setyawan an Setyabud

nsional dilakukan pada suhu yang cukup tinggi (± 160

didih minyak akan rendah jika tekanan didalam

6 cm Hg, = , minyak sudah mendidih pada suhu

ada hubungannya dengan mineral pada bahan, kand

gantung dari dua jenis bahan dan cara penggorengann

ai rata(rata kadar abu terendah dijumpai pada perlaku

(10)

lama penggorengan 30 menit yait

adalah dengan nilai maksimal 2,0

masih dibawah nilai mutu maksim

sukun menggunakan vakum mula

penggorengan keripik sukun deng

penggorengan yang semakin ting

perlakuan tekanan dan lama pengg

0 .# ++ ) - 1

1 *) ++, ) Gambar 3. menyatakan ba

sukun, maka nilai kadar abu yang

lama penggorengan dijumpai nila

penggorengan 50 menit yaitu sebe

sisa hasil pembakaran suatu bahan

terdiri dari karbonat fosfat, sulfat

bahwa, mineral yang digolongkan

pangan karena ternyata bahwa j

penggorengan disajikan pada Gambar 3.

- 1 ( 0 () * ( ( * * ! *

++, ) + #

kan bahwa semakin bertambah tekanan dan lama p

yang dihasilkan akan semakin tinggi. Dari semua p

ai nilai kadar abu yang tinggi pada perlakuan tekan

u sebesar 4,92%. Menurut,(Winarno, 1997) abu merup

bahan organik. Abu atau mineral yang terdapat dalam

sulfat dan mineral. Selanjutnya menurut,(Suhaedjo,

(11)

4.3. Kadar Lemak

Istilah " yang berarti lemak, minyak atau unsur yang menyerupai lemak yang didapat dalam

pangan yang digunakan dalam tubuh. Lemak mengandung lebih banyak karbon dan lebih sedikit

oksigen dari pada karbohidrat, oleh karena itu lebih banyak mempunyai energinya. (Suhaedjo, 1985).

Keripik sukun mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi, terutama nilai energi. 100 gr keripik sukun di

peroleh energi sebesar 86 kkal. Rata(rata analisa kadar lemak keripik sukun pada tiap taraf perlakuan

tekanan dan lama penggorengan dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5.Rata(rata analisa kadar lemak keripik sukun pada tiap taraf perlakuan tekanan dan lama

penggorengan.

Tekanan Lama penggorengan ( menit )

(Atm) 20 30 40 50

0,5 88,88 89,50 89,62 89,86

0,7 89,02 89,88 89,92 90,24

0,9 91,32 91,36 91,52 92,10

1 94,46 94,76 95,88 96,34

BNJ (0,05) = 0,00220

Tabel 5.Dapat dinyatakan bahwa pada perlakuan lama penggorengan 50 menit yaitu sebesar

89,86%, yang merupakan hasil perlakuan yang memiliki kadar lemak tertinggi, dan nilai terendahnya

dijumpai pada perlakuan tekanan 0,5 atm dan lama penggorengan 20 menit yaitu sebesar 88,88%.

Ketentuan SNI untuk kadar lemak yaitu maksimal 1,0 b/b. Sedangkan hasil penelitian yang sudah

dilakukan masih dibawah nilai maksimal standar yang ditetapkan.

4.4. Analisis Uji Argonoleptik.

Uji organoleptik pada keripik sukun meliputi rasa, aroma dan warna, menggunakan uji

kesukaan dengan skala hedonik antara 1 (sangat tidak suka) – 5 (sangat suka). Data hasil pengamatan

menunjukkan bahwa dengan statistik non parametik uji friedman menunjukkan kombinasi keripik

sukun tekanan dan lama penggorengan berpengaruh sangat nyata terhadap warna, rasa dan aroma.

4.4.1 Warna

Warna penting bagi makanan, baik makanan yang tidak diproses maupun yang diproduksi.

(12)

Selain warna dapat memberikan petunjuk mengenai perubahan kimia dalam makanan seperti

pencoklatan .(Winarno, 1993), kombinasi perlakuan tekanan dan lama penggorengan keripik sukun 0,9

atm dan 40 menit yaitu sebesar 200 dan merupakan warna keripik sukun yang paling bagus menurut

persepsi panelis berarti bahwa warna keripik sukun kuning dan rasanya renyah. Hasil uji Friedman

pada selang kepercayaan 95% untuk warna yaitu nilai X2 hitung = 107,2869, dan X2 tabel = 30,6,

menunjukkan bahwa X2 hitung > X2 tabel, sehingga disimpulkan bahwa warna antara perlakuan

berpengaruh sangat nyata (α = 0,01).

4.4.2 Rasa

Instrumen yang paling berperan mengetahui rasa suatu bahan pangan adalah indera lidah. Dalam

pengawasan mutu makanan ,rasa termasuk komponen yang sangat penting untuk menentukan

penerimaan konsumen.. Hasil uji Friedman pada selang kepercayaan 95% untuk rasa yaitu nilai X2

hitung = 130,9284, dan X2 tabel = 30,6, menunjukkan bahwa X2 hitung > X2 tabel, sehingga

disimpulkan bahwa rasa antara perlakuan berpengaruh sangat nyata (α = 0,01).

4.4.3 Aroma

Aroma berhubungan dengan indera pembauan yang berfungsi untuk menilai produk. Cita rasa

bahan pangan sesungguhnya terdiri dari komponen bau, rasa dan rangsangan mulut. Bau makanan

banyak menentukan kelezatan makanan . (Winarno, 1993). Hasil uji Friedman pada selang

kepercayaan 95% untuk aroma yaitu nilai X2 hitung = 110,35, dan X2 tabel = 30,6, menunjukkan

bahwa X2 hitung > X2 tabel, sehingga disimpulkan bahwa aroma antara perlakuan berpengaruh sangat

nyata (α = 0,01).

2#

Berdasarkan pengolahan data maka dapat diambil beberapa kesimpulan:

a. Perlakuan tekanan dan lama penggorengan keripik sukun berpengaruh sangat nyata

terhadap kadar air, kadar abu, kadar lemak dan uji organoleptik terhadap warna, rasa dan

aroma.

b. Perlakuan tekanan dan lama penggorengan keripik sukun berpengaruh sangat nyata

(13)

c. Perlakuan tekanan dan lama penggorengan keripik sukun berpengaruh sangat nyata

terhadap kadar air, kadar abu, kadar lemak dan uji organoleptik terhadap warna dan

aroma. Nilai kadar air berkisar 0,86 – 3,88%, Kadar abu 3,14 – 4,92% dan Kadar lemak

88,88 – 96,34%.

3# 4

Koswara, 2006. Sukun Sebagai Cadangan Pangan Alternatif. " &

Anonim, 2003. Panduan Teknologi Pengolahan Sukun Sebagai Bahan Pangan Alternatif. Direktorat

Jenderal Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian.

Ketaren. 1998. Pengantar Teknologi Lemak Dan Minyak Pangan. Penerbit Universitas Indonesia.

Jalarta

Kartikawati, N. K dan H.A. Adinugraha, 2003. Teknik Persemaian dan Informasi Benih Sukun. Pusat

Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan. Purwobinangun.

Yogyakarta.

Irwan. 2011. Perbandingan komposisi Kandungan Gizi Sukun Dengan Beberapa Bahan Pangan

Lainnya Dalam 100 gram.

Anonim. 2007. Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Bina Ilmu. Surabaya.

Setyawan dan setyabudi. 2008. Pengaruh cara pembuatan dan suhu penggorengan vakum terhadap sifat

kimia dan sensor, keripik buncis (- ) muda. ? " " +!3# 4+ +4

Winarno. F. G. 1997. Kimia Pangan gizi. Penerbit PT. Gramedia pustaka utama. Jakarta.

Suhaedjo. 1985. Pangan Gizi dan Pertanian. Penerbit Universitas Indonesia.

Gambar

Gambar 1. Buah Sukun
Tabel 1. Komposisi Zat Gizi Sukun per 100 g
Tabel 2. Perbandingan Komposisi Kandungan Gizi Sukun dengan beberapa Bahan Pangan lainnya
Tabel 4.Dapat dinyatakan nilai rata(rata kadar air tertinggi dijumpai pada perlakuan  (0,5 atm –
+2

Referensi

Dokumen terkait

Dengan keadaan lingkungan seperti ini rata-rata persentase hidup setek cabang bambu kuning cukup bagus karena pada tanah yang sesuai tanaman bambu akan tumbuh dengan

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG KEPEMUDAAN BIDANG KEOLAHRAGAAN SEKSI PEMBERDAYAAN DAN KEWIRAUSAHAAN PEMUDA SEKSI MANAJEMEN DAN KELEMBAGAAN SEKSI PENGEMBANGAN

( )Sangat tidak setuju ( )Tidak Setuju ( )Cukup setuju ( )Setuju ( )Sangat setuju Pengalaman anda, apakah selama ini anda pernah mengalami hambatan dengan teman anda, jika

Dalam adegan ini juga didukung oleh audio yang berbunyi &#34;Orang sekarang tahu bagaimana memulai hari dengan percaya diri ...&#34; Tanda yang terlihat sangat jelas adalah

[r]

Karena aplikasi ini merupakan web based programming yang kinerjanya berdasarkan kecepatan akses database dan kecepatan akses jaringan internet, maka digunakanlah bahasa pemrograman

[r]

Tumpangsari Monokultur.. sudah tidak berproduksi lagi, terung telah masuk masa generatif dan dapat dipanen hasilnya. Metode ini dinilai sangat efektif utnuk budidaya