• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hand Out Sistem Pertanian Terpadu 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Hand Out Sistem Pertanian Terpadu 2016"

Copied!
108
0
0

Teks penuh

(1)

PERAN PERTANIAN TERPADU DALAM

PEMBANGUNAN PERTANIAN INDONESIA

PEMBANGUNAN PERTANIAN INDONESIA

1 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(2)

PEMBANGUNAN PERTANIAN MASA DEPAN

• Visi Pertanian tahun 2020:

“SEKTOR PERTANIAN SEBAGAI SEKTOR EKONOMI

MODERN, TANGGUH, DAN EFISIEN” yang dicirikan :

1. Memanfaatkan sumber daya pertanian (lahan, air, kelautan,

plasma nutfah, sumber daya genetik, sumber daya energi)

secara optimal dan memperhatikan lingkungan hidup

secara optimal dan memperhatikan lingkungan hidup

2. Menerapkan diversifikasi pertanian secara komprehensif baik

dari dimensi vertikal, horizontal, rgional

kunci sukses

teknologi spesifik lokasi dan ketersediaan prasarana

3. Menerapkan rekayasa teknologi maju dan spesifikasi lokasi

4. Meningkatkan efisiensi sistem agrobisnis dan agroindustri

agar menghasilkan produk dengan kandungan iptek yang

berdaya saing tinggi serta mampu meningkatkan

kesejahteraan petani secara berimbang

2 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(3)

PERTANIAN MASA DEPAN

Pertanian yang akan memberikan manfaat kepada petani kecil

Menghentikan degradasi sumber daya alam, jika mungkin

meningkatkan sumber daya ini

Pertanian yang berkelanjutan

3 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(4)

PERTANIAN MASA DEPAN

• Semakin sedikitnya tenaga kerja yang

akan berkiprah dalam pertanian sehingga

dituntut lebih efisien dalam penggunaan

tenga kerja

• Tuntutan teknologi yang lebih maju

• Tantangan pertanian ke depan :

PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DAN

LINGKUNGAN HIDUP YANG BERKELANJUTAN

PEMENUHAN KEBUTUHAN MANUSIA YANG

BERKELANJUTAN

4 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(5)

PRINSIP PENGELOLAAN PERTANIAN

BERKELANJUTAN

• Multikultur

• Menghargai keanekaragaman

hayati

• Menghargai kearifan lokal

• Memanfaatkan bahan-bahan

lokal

• Tidak tergantung pada

• Tidak tergantung pada

masukan dari luar

• Tidak mengeksploitasi alam

• Sesuai budaya dan pilihan dan

kemampuan petani

5 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(6)

KONSEP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DITINJAU DARI

ASPEK EKONOMI, SOSIAL DAN LINGKUNGAN

6 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(7)

GAMBARAN PETANI MASA DEPAN

• SDM Petani yang menguasai iptek

• Memiliki jiwa intreprenuer

• Siap menghadapi kompetisi bisnis baik tataran

lokal, nasional, maupun global

Sosok petani berbudaya modern

Memiliki kemampuan manajemen modern

Mampu berkarya secara produktif dan efisien

Mampu bekerja sama

7 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(8)

PERAN PERTANIAN TERPADU DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN

INDONESIA

Mendukung terwujudnya swasembada pangan secara

berkelanjutan:

Penyedia pangan yang efektif dan efisien secara deduktif

pertanian terpadu meningkatkan efektivitas dan efisiensi

produksi yang berupa peningkatan produksi dan

penurunan biaya produksi

Penyediaan pangan secara berkelanjutan siklus dan

keseimbangan nutrisi serta energi yang akan membentuk

keseimbangan nutrisi serta energi yang akan membentuk

suatu ekosistem secara keseluruhan akan terjadi dalam

pertanian terpadu, sehingga berkelanjutan produksi akan

tercapai

Meningkatkan penyediaan pangan yang

beraneka ragam (diversifikasi pangan) pangan

karbohidrat yang beragam, sumber protein dan

lemak, sayuran, buah.

Konsumsi pangan rumah tangga yang berasal

dari pertanian terpadu meningkat

8 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(9)

PERAN PERTANIAN TERPADU DALAM PEMBANGUNAN

PERTANIAN INDONESIA

Peningkatan kesejahteraan petani

- Integrasi unggas, ikan, jamur dengan

budidaya padi dapat meningkatkan

pendapatan petani (Rangasamy dkk., 1996)

- Pertanian terpadu mempunyai kelayakan

- Pertanian terpadu mempunyai kelayakan

ekonomi (Radhaniam dkk., 2003)

- Integrasi ternak-tanaman meningkatkan

pendapatan petani

• Mempunyai dampak terhadap biodiversitas sehingga

akan meningkatkan produktivitas ekosistem.

9 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(10)

SIKLUS ENERGI, AIR, DAN

MINERAL

MINERAL

PRESENTASI-3

10 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(11)

Pertanian Sebagai Sebuah Ekosistem : Aliran

Energi

• Aliran energi adalah jalur sinar matahari menuju

sistem biologis.

• Dalam hubungannya dengan pertanian, energi

yang ditangkap ditingkatkan dengan cara

memaksimalkan luas area permukaan daun yang

memaksimalkan luas area permukaan daun yang

tersedia untuk proses fotosintesis dan melalui

daur ulang simpanan energi melalui rantai

makanan.

• Kita menghasilkan uang dalam sebuah lahan

pertanian dengan cara menangkap sinar matahari

yang esensinya adalah kita memelihara tanah dan

memanfaatkan sinar matahari.

11 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(12)

Pertanian Sebagai Sebuah Ekosistem : Aliran Energi

7-4 Energy Flow in Ecosystem.mp4

12 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(13)

Pertanian Sebagai Sebuah Ekosistem : Siklus Air

Siklus air yang efektif : tidak ditemukan erosi tanah, aliran air

yang cepat menuju lahan pertanian, dan kemampuan tanah

untuk menyimpan air.

Pengelolaan lahan yang tepat dengan cara menanam

tanaman pangan dan pemberian pupuk organik akan

menciptakan siklus aliran air.

menciptakan siklus aliran air.

Dampak pengelolaan air yang efektif:

Mencegah hilangnya lapisan permukaan tanah,

Meminimalisir proses penguapan permukaan tanah,

Mencegah bencana kemarau,

Mencegah bencana banjir, dan

Menguatkan perakaran tanaman dan mencegah

perembesan air tanah menuju kolam/waduk/danau

(Savory and Butterfield, 1999).

13 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(14)

Pertanian Sebagai Sebuah Ekosistem : Siklus Air

Source: United States Climate Change Global Research Program, 2001

14 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(15)

Pertanian sebagai Sebuah Ekosistem: Siklus Mineral

• Di alam, mineral dibutuhkan oleh tanaman dan hewan

untuk tumbuh, secara kontinyu didaur ulang dalam

ekosistem.

• Sebuah siklus mineral yang efektif adalah kondisi dimana

terjadi perpindahan zat makanan (nutrisi) dari tanah ke

tanaman dan ternak, kemudian kembali ke tanah.

tanaman dan ternak, kemudian kembali ke tanah.

Demikian seterusnya sehingga menjadi siklus yang

berulang.

• Cara untuk mempertahankan siklus mineral dalam usaha

pertanian, melalui:

1) Pemberian pakan pada ternak,

2) Pengelolaan limbah peternakan dan limbah pertanian

yang tepat,

3) Upaya pencegahan erosi.

15 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(16)

Pertanian sebagai Sebuah Ekosistem: Siklus Mineral

ESSENTIAL MINERAL ELEMENTS PART 01.mp4

16 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(17)

Pertanian sebagai Sebuah Ekosistem: Siklus Mineral

ESSENTIAL MINERAL ELEMENTS PART 01.mp4

17 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(18)

Pertanian sebagai Sebuah Ekosistem : Keanekaragaman

Usaha pertanian akan dinamis dan sehat jika didalamnya

ditemukan keanekaragaman tanaman dan hewan yang

tinggi (baik di bawah tanah maupun di atas tanah).

“Semakin Tinggi Keanekaragaman maka Semakin Tinggi

Tingkat Kestabilannya”

18 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(19)

BAHAN ORGANIK

Residu hijauan tanaman pangan

Feses dan urin dari ternak

Limbah dari rumah potong

Feses dan limbah manusia

Biomasa tanaman pengganggu/gulma

Limbah organik dari tanaman buah dan sayuran

Limbah rumah tangga

Limbah rumah tangga

Limbah dari tebu

Limbah dari prosesing pegrepresan biji-bijian untuk diambil

minyaknya.

Debu dari asap pembakaran

Limbah-limbah tersebut sebaiknya dilakukan proses dekomposisi

atau vermi kompos (bantuan cacing tanah untuk mendegradasi)

19 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(20)

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN

TANAMAN

Tanah 45%

Bahan organik 5%

Udara 25%

Air 25%

Air 25%

20 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(21)

Karakteristik Limbah

Limbah tanaman memiliki rasio C:N yang sangat

tinggi, sehingga perlu peran mikroorganisme

jika perlu ditambahkan inokulum

mikroorganisme

Limbah tebu

Dalam kondisi segar, limbah tebu mengandung

Dalam kondisi segar, limbah tebu mengandung

0,36% N dengan rasio C:N=122:1

Limbah tebu yang sudah mengalami proses

dekomposisi memiliki kandungan N yang lebih

tinggi, yaitu 1,09% dan terjadi penurunan rasio

C:N=20:1

Produksi limbah tebu = 6-8 matrik ton.

21 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(22)

Karakteristik Limbah

Slurry biogas :

Memiliki peran yang penting untuk menjaga kesuburan

tanah

Biogas dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan

slurry

dimanfaatkan sebagai pupuk

Slurry

kering mengandung 1,8% N, 1,10% P

2

O

5

, dan 1,5% K

2

O

Vermi kompos :

Vermi kompos :

Kascing memiliki kandungan unsur hara yang tinggi

Kascing mengandung 1,6% N, 0,54% P

2

O

5

, dan 0,80% K

2

O

Limbah industri :

Limbah industri yang memiliki kandungan unsur hara cukup

baik adalah mollases dan bagase (ampas tebu)

Aplikasi : bagase yang telah mengalami proses dekomposisi

10 ton/ha.

22 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(23)

Karakteristik Limbah

Limbah dari saluran pembuangan di perkotaan :

Terdiri dari fase cair dan fase padatan, mengandung 0,5% N, 0,3% P, dan

0,3% K.

Perlu kehati-hatian dalam penggunaannya karena mengandung senyawa

yang membahayakan bagi tanaman, ternak, maupun manusia (seperti

kandungan logam berat.

Residu tanaman

Residu tanaman adalah bagian dari tanaman setelah diambil bagian yang

memiliki nilai ekonomis (disebut juga jerami)

Jerami tanaman sereal memiliki kandungan N=0,5%, P=0,6%, dan 1,5% K

Sekam Padi

Merupakan hasil sampingan utama dari industri penggilingan padi.

Rendah kandungan unsur hara : 0,3% N, 0,2% P, dan 0,3% K

Diaplikasikan pada tanah becek sebagai salin dan alkalin untuk

meningkatkan kondisi fisik tanah.

Sebagai alas pada pemeliharaan ternak.

23 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(24)

IMPLEMENTASI SISTEM PERTANIAN TERPADU

24 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(25)

PERTANIAN ORGANIK

PRESENTASI 5

25 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(26)

MENGAPA?

• Menurunnya kesuburan dan struktur tanah

• Chemical fertilisers and pesticides pollute our air

and water

• Agricultural chemicals, including hormones and

• Agricultural chemicals, including hormones and

antibiotics leave residues in food that may cause

cancer or genetic damage.

• Food quality have also changed for the worse.

soil and energy resources are being depleted

26 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(27)

OBJECTIVES OF ORGANIC AND CONVENTIONAL

FARMING

(28)

28 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(29)

Keanekaragaman hayati

29 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(30)

30 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(31)

Sosial Sustainability

(Keberlanjutan Sosial)

Menyokong Kebutuhan Masyarakat

Memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa harus memenuhi

dari luar wilayah.

Mengajarkan komunitas masyarakat tentang produksi

pangan yang berkelanjutan.

pangan yang berkelanjutan.

Pemasaran produk pertanian secara langsung melalui pasar

yang dibangun oleh komunitas dan masyarakat itu sendiri.

Menjadi edu-wisata dan tempat untuk pelatihan (magang).

Meningkatkan kualitas hidup dalam kehidupan masyarakat

yang terlibat melaui komunikasi yang jelas dan kegembiraan

suluruh pekerja dalam lahan pertanian tersebut.

31 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(32)

Sosial Sustainability

(Keberlanjutan Sosial)

32 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(33)

Economy Sustainability

(Keberlanjutan Ekonomi)

Seleksi terhadap usaha yang menguntungkan

Memerlukan perencanaan finansial yang matang

Pemasaran secara langsung

Manajemen resiko

Manajemen resiko

33 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(34)

Penerapan Prinsip Pemeliharaan Kesuburan Tanah

Tujuannya adalah untuk :

Menjaga produktivitas tanaman pangan (sebagai penghasil pangan dan

serat)

Menjaga kualitas tanaman pangan

Menjaga kualitas lahan penggembalaan

Menjaga lahan tertutup hijauan sepanjang tahun melalui penerapan tanaman

pastura,

cover crops

, dan pupuk hijau.

pastura,

cover crops

, dan pupuk hijau.

Mempertahankan level bahan organik tanah (melalui suplai bahan organik yang

berasal dari kompos dan pupuk hijau).

Pengolahan tanah yang tepat

Pengolahan irigasi/pengairan untuk mencegah terjadinya erosi.

Menerapkan rotasi tanaman dan teknik pemupukan yang sesuai.

Menjaga keseimbangan unsur hara (nutrisi) dan pH tanah untuk menjaga

pertumbuhan tanaman.

34 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(35)

Batasan Istilah

Annual

: Tanaman yang melengkapi seluruh siklus hidup

dalam satu tahun atau satu musim (perkecambahan,

pertumbuhan, berbunga, dan berbiji)

Perennial

: Tanaman tumbuh sepanjang musim (tanaman

pohon)

pohon)

Upaya menjaga kesuburan tanah : Tanaman Penutup

Biennial

: Tanaman yang membutuhkan dua tahun atau

paling sedikit lebih dari satu musim untuk melengkapi siklus

hidupnya. Pada tahun pertama, tanaman mengalami

pertumbuhan vegetatif, dan pada tahun kedua berbunga.

35 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(36)

Menjaga Kesuburan Tanah :

Tanaman Penutup (

Cover Crops

)

Bercocok tanam tanaman perennial, annual dan biennial, pemanfaatan pupuk

hijau. Contohnya : vetch

(Vicia sativa)

, rye (

P. graminis

), oats (

P. graminis

), fava

beans, semanggi, buckwheat, sudangrass, dan sunnhemp

Meningkatkan ketersediaan unsur hara

Temperatur, kadar air, pengelolaan residu, dan kualitas tanaman penutup juga

mempengaruhi pelepasan unsur hara.

mempengaruhi pelepasan unsur hara.

Tanaman penutup meningkatkan properti fisik tanaman melalui siklus karbon dan

nitrogen

Beberapa tanaman penutup menekan berbagai nematoda parasit dan penyakit

tanaman, contohnya:

rye, triticale

, dan

mustards

.

Tanaman penutup memiliki efek menghambat perkembangan gulma yang luar

biasa, melalui kompetisi pemanfaatan sinar matahari dan menekan

perkembangbiakan tanaman yang tidak dikehendaki, atau melalui allelopathy.

Mengurangi kejadian erosi dan menarik serangga yang menguntungkan.

36 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(37)

Beberapa Contoh Cover Crop

(Vetch, Peas, and Oats)

37 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(38)

Beberapa Contoh Cover Crop

(Vetch, Bell Bean, and Oats)

38 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(39)

Menjaga Kesuburan Tanah :

Penggunaan Kompos

Penggunaan kompos dalam budidaya tanaman dan padang rumput

penggembalaan sangat bermanfaat untuk membentuk bahan organik

dalam tanah, menambah unsur hara tanah, dan menahan air.

Unsur hara yang didapatkan dari kompos (bahan utamanya

manure

)

memiliki keseimbangan unsur N-P-K berdasarkan uji yang sudah

memiliki keseimbangan unsur N-P-K berdasarkan uji yang sudah

dilakukan.

Jumlah kompos dan waktu pemberian berbeda pada masing-masing

lahan pertanian.

Biaya produksi, ketersediaan sumber daya lokal, dan biaya yang

bervariasi juga mengakibatkan perbedaan kualitas produk.

39 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(40)

Menjaga Kesuburan Tanah :

Manure

Mengintegrasikan ternak herbivora (merumput) dan jenis ternak yang lain

pada lahan pertanian akan menghasilkan produk sampingan yaitu kompos

yang bermanfaat untuk kesuburan tanah.

Memanfaatkan manure ternak dalam sebuah sistem pertanian sangat

menguntungkan.

menguntungkan.

Terdapat berbagai variasi kandungan unsur hara/nutrisi

manure

ternak.

Jika menggunakan manure segar, tidak dapat langsung diaplikasikan pada

lahan pertanian.

Berdasarkan standar penerapan pertanian organik, penggunaan pupuk

organik kurang lebih 120 hari sebelum pemanenan.

40 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(41)

Proses Dekomposisi

(Out and On-Farm Decomposition)

41 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(42)

Menjaga Kesuburan Tanah :

Manure

Penggunaan kompos dalam budidaya tanaman dan padang rumput penggembalaan sangat

bermanfaat untuk membentuk bahan organik dalam tanah, menambah unsur hara tanah,

dan menahan air.

Unsur hara yang didapatkan dari kompos (bahan utamanya

manure

) memiliki

keseimbangan unsur N-P-K berdasarkan uji yang sudah dilakukan.

Jumlah kompos dan waktu pemberian berbeda pada masing-masing lahan pertanian.

Biaya produksi, ketersediaan sumber daya lokal, dan biaya yang bervariasi juga

Biaya produksi, ketersediaan sumber daya lokal, dan biaya yang bervariasi juga

mengakibatkan perbedaan kualitas produk.

Mengintegrasikan ternak herbivora (merumput) dan jenis ternak yang lain pada lahan

pertanian akan menghasilkan produk sampingan yaitu kompos yang bermanfaat untuk

kesuburan tanah.

Memanfaatkan manure ternak dalam sebuah sistem pertanian sangat menguntungkan.

Terdapat berbagai variasi kandungan unsur hara/nutrisi

manure

ternak.

Jika menggunakan manure segar, tidak dapat langsung diaplikasikan pada lahan pertanian.

Berdasarkan standar penerapan pertanian organik, penggunaan pupuk organik kurang lebih

120 hari sebelum pemanenan.

42 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(43)

Kesuburan Tanah: Pengolahan Lahan

Persiapan lahan untuk persiapan benih penanaman benih

Menyediakan jarak antar komoditi tanaman yang sesuai

Memberikan peningkatan produksi yang optimal antara komoditi

tanaman

Meningkatkan aerasi tanah, memecah bongkahan tanah untuk media

Meningkatkan aerasi tanah, memecah bongkahan tanah untuk media

yang baik bagi perkembangan biji dan akar tanaman.

Meningkatkan aliran air yang masuk dalam sistem

Meningkatkan laju aktivitas mikroba dan mineralisasi

Pengolahan lahan yang terlalu berlebihan justru akan merusak

lapisannya.

43 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(44)

Pengolahan Tanah (Dengan dan Tanpa)

Mempercepat laju dan mempertahankan kandungan unsur hara

tanaman

Meningkatkan kekompakan lapisan tanah.

Membutuhkan energi tinggi dan biaya tenaga kerja

Pengolahan tanah yang berlebihan akan mengakibatkan hilangnya

Pengolahan tanah yang berlebihan akan mengakibatkan hilangnya

bahan organik yang mengakibatkan tanah menjadi tandus dan menjadi

tidak subur.

Limbah tanaman dapat memproteksi tanah dari angin dan erosi tanah

Memungkinkan retensi air pada sistem irigasi yang dibangun.

Sistem tersebut, lebih mempertahankan kandungan bahan organik pada

tanah pada level tertentu jika dibandingkan dengan program

pengolahan tanah pada lingkungan yang sama

44 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(45)

Pengolahan Tanah (Dengan dan Tanpa)

Residu tanaman akan menurunkan temperatur tanah,

yang akan menghambat; perkembangan biji,

pertumbuhan tanaman, dan pada akhirnya menjadi

tidak menguntungkan.

Kontrol gulma sulit dikendalikan tanpa keberadaan

Kontrol gulma sulit dikendalikan tanpa keberadaan

herbisida.

Memerlukan peralatan khusus

Meningkatnya kehilangan unsur hara dan herbisida

dapat dihambat melalui teknik ini yang sudah

diterapkan selama bertahun-tahun.

45 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(46)

Beberapa Peralatan Pertanian

(Spader,

46 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(47)

Pengolahan Tanah Dengan

Row Marker, Rototiller

untuk

Mempersiapkan Bantalan Benih

47 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(48)

No-till Roller, Deep Tillage Chisel Plow

48 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(49)

PENGOLAHAN LAHAN-2 (

CONTINUED

)

49 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(50)

Kesuburan Tanah: Pengolahan Lahan

Persiapan lahan untuk persiapan benih penanaman benih

Menyediakan jarak antar komoditi tanaman yang sesuai

Memberikan peningkatan produksi yang optimal antara komoditi

tanaman

Meningkatkan aerasi tanah, memecah bongkahan tanah untuk media

Meningkatkan aerasi tanah, memecah bongkahan tanah untuk media

yang baik bagi perkembangan biji dan akar tanaman.

Meningkatkan aliran air yang masuk dalam sistem

Meningkatkan laju aktivitas mikroba dan mineralisasi

Pengolahan lahan yang terlalu berlebihan justru akan merusak

lapisannya.

50 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(51)

Pengolahan Tanah (Dengan dan Tanpa)

Mempercepat laju dan mempertahankan kandungan unsur hara

tanaman

Meningkatkan kekompakan lapisan tanah.

Membutuhkan energi tinggi dan biaya tenaga kerja

Pengolahan tanah yang berlebihan akan mengakibatkan hilangnya

Pengolahan tanah yang berlebihan akan mengakibatkan hilangnya

bahan organik yang mengakibatkan tanah menjadi tandus dan menjadi

tidak subur.

Limbah tanaman dapat memproteksi tanah dari angin dan erosi tanah

Memungkinkan retensi air pada sistem irigasi yang dibangun.

Sistem tersebut, lebih mempertahankan kandungan bahan organik pada

tanah pada level tertentu jika dibandingkan dengan program

pengolahan tanah pada lingkungan yang sama

51 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(52)

Pengolahan Tanah (Dengan dan Tanpa)

Residu tanaman akan menurunkan temperatur tanah,

yang akan menghambat; perkembangan biji,

pertumbuhan tanaman, dan pada akhirnya menjadi

tidak menguntungkan.

Kontrol gulma sulit dikendalikan tanpa keberadaan

Kontrol gulma sulit dikendalikan tanpa keberadaan

herbisida.

Memerlukan peralatan khusus

Meningkatnya kehilangan unsur hara dan herbisida

dapat dihambat melalui teknik ini yang sudah

diterapkan selama bertahun-tahun.

52 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(53)

Beberapa Peralatan Pertanian

(Spader)

53 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(54)

Pengolahan Tanah Dengan

Row Marker, Rototiller

untuk

Mempersiapkan Bantalan Benih

54 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(55)

No-till Roller, Deep Tillage Chisel Plow

55 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(56)

Membajak

56 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(57)

Kesuburan Tanah : Penerapan Pengolahan Tanah Secara

Organik dan Pupuk Tambahan

Organic amendments and fertilizers are useful as long as

they are in balance with the rest of the system.

Use soil test to find deficiencies.

Balance nutrient inputs with nutrient outputs each year.

Inputs>outputs=accumulation.

Inputs>outputs=accumulation.

Results in risk of an excess nutrients creating nonpoint

source pollution and enhancing disease and pest incidence.

Inputs<outputs=soil depletion.

Potential risk of plant nutrient deficiencies and stress,

reduced yield, and increased susceptibility to pest and

pathogens.

57 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(58)

ROTASI TANAMAN

58 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(59)

Kesuburan Tanah: Rotasi Tanaman

Memutus siklus pertumbuhan gulma dan hama penyakit tanaman

Menambah kesuburan tanah karena adanya pergantian tanaman,

contohnya leguminosa yang menggantikan tanaman jagung atau tomat.

Mencegah pertumbuhan serangga pengganggu tanaman dan gulma

Dalam beberapa kasus, produksi meninggkat karena efek yang ditimbulkan

Dalam beberapa kasus, produksi meninggkat karena efek yang ditimbulkan

oleh rotasi tanaman.

Rotasi tanaman yang ideal membutuhkan perencanaan jangka panjang

tentang:

Tanaman pangan yang akan dibudidayakan

Cover crop yang akan dibudidayakan

Ternak yang akan dipelihara

59 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(60)

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penerapan Rotasi

Tanaman

Hindari melakukan rotasi spesies tanaman yang memiliki kesamaan hama

dan penyakit. Lakukan pergantian tanaman untuk memutus siklus hama

dan penyakit tanaman.

Rotasi tanaman untuk memaksimalkan input nutrisi (unsur hara) dan

mendistribusikannya sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Perhatikan tentang musim selanjutnya dan

cover crops

yang dapat tumbuh

sepanjang musim.

Intercropping

adalah pertumbuhan dua atau lebih tanaman yang ditanam

berdekatan untuk meningkatkan interaksi antara keduanya.

60 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(61)

Berbagai Contoh Rotasi Tanaman

61 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(62)

Petunjuk Dalam Pelaksanaan Rotasi Tanaman

Tanamlah leguminosa yang tinggi kandungan nitrogen untuk memenuhi kebutuhan tanaman pakan

yang lain seperti jagung (keuntungan yang didapat dari suplai nitrogen)

Tanamlah tanaman yang rendah kebutuhan unsur nitrogen (kelompok serealia) pada tahun kedua

atau ketiga setelah leguminosa.

Tanamlah tanaman tahunan yang sama hanya dalam satu tahun, jika memungkinkan untuk

menurunkan perkembangbiakan serangga pengganggu, penyakit, dan nematoda yang nantinya akan

menjadi masalah.

Jangan spesies tanaman yang memiliki kesamaan secara berurutan (karena permasalahan yang

ditimbulkan karena serangga pengganggu, penyakit, dan nematoda umumnya diakibatkan karena

ditimbulkan karena serangga pengganggu, penyakit, dan nematoda umumnya diakibatkan karena

menanam tanaman yang dekat kekerabatannya secara berurutan)

Lakukan budidaya tanaman perennial lebih lama, seperti leguminosa pada lahan yang gundul dan

tingi potensi erosi)

Implementasikan rotasi tanaman untuk menyokong kesehatan tanaman.

Pilihlah tanaman yang memiliki perakaran yang dalam, seperti alfalfa, safflower, atau bunga matahari

sebagai bagian dari rotasi tanaman.

Membudidayakan beberapa jenis tanaman akan menyisakan residu dalam jumlah yang cukup

banyak (limbah hasil panen sorghum, jagung, atau tanaman biji-bijian). Hal tersebut akan membantu

untuk memelihara level bahan organik tanah.

62 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(63)

Presentasi 6

PENGENDALIAN GULMA, HAMA,

DAN PENYAKIT TANAMAN

63 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(64)

Manajemen Ekologi Gulma

Meningkatkan kemiringan tanah, aerasi, perembesan air, dan

kesuburan tanah untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman

dan meminimalkan perkembangbiakan gulma.

Membersihkan peralatan secara maksimal sebelum

memindahkannya dari satu lokasi pertanian ke lokasi yang

lain untuk menghindari perpindahan benih gulma dari lahan

yang terinfeksi.

yang terinfeksi.

Cegah jangan sampai benih gulma tersebut tumbuh pada

lahan pertanian

Memanfaatkan kompos dari berbagai jenis ternak untuk

mematikan benih gulma yang akan tumbuh.

Bekerjasama dengan rekan untuk mengeliminasi atau

meminimalisir penyebaran gulma / permasalahan gulma dari

lahan yang berdekatan.

64 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(65)

Peralatan untuk Membasmi Hama (Allis Chalmers Basket Weeder)

65 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(66)

Manajemen Ekologi Hama & Penyakit Tanaman

Bercocok tanam berbagai jenis spesies tanaman,

implementasi tanaman penutup (

cover crop

)

Rotasi tanaman

Penataan pola tanam

Menggunakan varietas yang resisten terhadap serangan hama

Menggunakan varietas yang resisten terhadap serangan hama

dan penyakit.

66 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(67)

BUDIDAYA TERNAK PADA PENERAPAN

SISTEM PERTANIAN TERPADU

67 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(68)

Berdasarkan tujuan pemeliharaan, lembu diklasifikasikan dalam ;

Breed

pekerja ; Tujuan pemeliharaannya adalah sebagai ternak pekerja,

umumnya produksi susunya rendah.

Breed

penghasil susu : Tujuan pemeliharaannya adalah sebagai ternak

yang menghasilkan susu, umumnya kemampuannya sebagai ternak

pekerja rendah.

Dual purpose

: Baik untuk dijadikan sebagai ternak pekerja dan

penghasil susu, contohnya adalah Ongole.

PEMELIHARAAN SAPI

penghasil susu, contohnya adalah Ongole.

Breed

eksotik : Tinggi produksi susunya, contohnya : Jersey, Holstein

Friesian, Aryshire, Brown Swiss, dan Guernsey.

Kebutuhan kandang

Setiap sapi membutuhkan luasan kandang 12-18 m2, sedangkan kerbau

membutuhkan luasan 12-15 m2 (penting untuk ventilasi dan sirkulasi

udara.

Lantai dibuat kasar dengan kemiringan 2,5 cm untuk setiap panjang 25

cm.

68 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(69)

Periode laktasi = 9-10 bulan

Calving interval =

16-18 bulan

Periode kering = 6-8 minggu

Dari sudut pandang ekonomis, induk sapi dikawinkan pada pada bulan

kedua dan ketiga setelah melahirkan.

Untuk ternak yang lemah/melaui fase produksi tinggi, perkawinan dapat

ditunda 1-2 bulan.

PERKEMBANGBIAKAN&PEMELIHARAAN

ditunda 1-2 bulan.

Siklus birahi sapi adalah 21 hari dengan tanda-tanda birahi sekitar 1 hari.

Waktu yang terbaik untuk mengawinkan sapi adalah selama sampai dengan

berakhirnya masa birahi.

Jika menggunakan atau memanfaatkan inseminasi buatan, inseminasi

kedua dapat dilaksanakan 6-8 jam setelah inseminasi yang pertama.

Periode kebuntingan bervariasi, umumnya berkisar 280 hari (9 bulan 10

hari)

69 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(70)

Jika yang dipelihara adalah ternak kerbau, periode laktasi

berkisar 7-9 bulan.

Siklus birahinya berkisar 21-23 hari

Periode kebuntingan = 310 hari

Pemeliharaan anak kerbau sangat penting karena

membutuhkan air dalam jumlah besar

PERKEMBANGBIAKAN&PEMELIHARAAN

membutuhkan air dalam jumlah besar

Tempat kubangan dan pencegahan terjangkitnya parasit

cacing juga diperlukan.

Untuk sapi ekstrem (produksi tinggi), ternak sapi dewasa

pada umur 3 tahun, periode tersebut dapat diperpendek 6

bulan di bawah manajemen pemeliharaan yang baik.

70 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(71)

Secara umum ternak mengkonsumsi pakan yang mengandung serat, limbah

tanaman/jerami yang nilai nutrisinya rendah, dan konsentrat

Roughage

:

Sapi perah memiliki kemampuan untuk mengkonversi pakan yang mengandung nilai

nutrisi rendah menjadi produk yang berkualitas tinggi, yaitu susu.

Limbah tanaman adalah komponen utama pakan ternak sapi termasuk tanaman

leguminosa,

hay

dari tanaman nonleguminosa, jerami dan silase leguminosa dan

PAKAN

leguminosa,

hay

dari tanaman nonleguminosa, jerami dan silase leguminosa dan

rumput.

Konsentrat :

Biji-bijian

By product

biji-bijian termasuk dalam konsentrat

Digunakan secara luas pada ransum sapi perah, meliputi ; sereal (jagung, sorghum,

oat, dan barley), biji kapas, limbah industri (dedak, gandum, padi, kulit ari), bungkil biji

yang diekstrak minyaknya (kacang tanah, sesame (wijen), rapeseed, kedelai, dan

linseed)

71 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(72)

Campuran vitamin dan mineral

Disarankan agar pakan disuplementasi dengan vitamin A dan D

Campuran mineral mengandung garam Ca dan P juga perlu

ditambahkan dalam ransum.

Ransum ternak per hari umumnya mengandung konsentrat 1 kg untuk

PAKAN

Ransum ternak per hari umumnya mengandung konsentrat 1 kg untuk

produksi 2 liter susu, 20-30 kg hijauan, jerami 5-7 kg, dan 32 liter air.

72 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(73)

Pemeliharaan kambing sangat bergantung pada kondisi lingkungan.

Sistem pemeliharaan dapat secara intensif maupun ekstensifikasi (diumbar) dengan skala

pemeliharaan kecil, sedang, atau besar.

Tujuan pemeliharaan kambing adalah untuk produksi susu, daging dan kulit.

Sistem perkandangan :

Kambing dapat dipelihara dengan cara dikandangkan.

Keberhasilan pemeliharaan kambing tergantung pada pemilihan tempat. Kambing tidak

PEMELIHARAAN KAMBING

Keberhasilan pemeliharaan kambing tergantung pada pemilihan tempat. Kambing tidak

hidup pada daerah yang terlalu rimbun atau berair (seperti rawa-rawa).

Kambing dipelihara pada tempat yang kering, nyaman, aman, bebas dari cacing,

dihindarkan dari panas yang terlalu tinggi dan cuaca buruk.

Anak kambing tetap dipelihara pada tempat yang hangat, sampai cukup umur untuk

dilepas bersama induknya.

Jantan dan betina dipelihara bersama.

Luasan kandang yang dibutuhkan untuk kambing adalah 4,5-5,4 m

2

.

73 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(74)

Kambing dewasa pada umur sekitar 6-7 bulan.

Kambing jantan dapat dikawinkan pada umur 1 tahun, dan kambing betina

dapat dikawinkan setelah umur 10 bulan.

Periode kebuntingan adalah 145-155 hari.

Tiap kali kelahiran dapat menghasilkan 1-3 ekor anak domba.

Rata-rata jumlah anak yang dilahirkan adalah tiga ekor dalam dua tahun.

Anak kambing dapat disapih setelah umur 30-45 hari.

PERKEMBANGBIAKAN KAMBING

Anak kambing dapat disapih setelah umur 30-45 hari.

Induk dapat dikawinkan kembali 45-60 hari setelah melahirkan.

Sekali dalam lima tahun, kambing pemacek dapat diganti untuk mencegah

kemunduran

performance

yang diakibatkan oleh

inbreeding

.

Ketika bobot badan mencapai 25-30 kg (atau sekitar 9 bulan) kambing

sudah dapat dijual.

74 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(75)

Jumlah nutrisi pakan yang dibutuhkan oleh kambing relative rendah. Oleh karena itu

kambing umumnya dipelihara oleh peternak yang sumber daya alamnya rendah dan

berada pada lahan yang marjinal.

Umumnya kambing browsing (ramban) dan mengkonsumsi pakan dimana ternak lain

tidak suka.

Kambing makan 4-5 kali lipat dari bobot badannya.

Karena keuntungan berdasarkan dari pertambahan bobot badan, maka konsumsi

PAKAN KAMBING

Karena keuntungan berdasarkan dari pertambahan bobot badan, maka konsumsi

energi dan protein harus cukup diberikan pada kambing.

Hijauan yang umumnya dikonsumsi adalah leguminosa dan sisanya adalah rumput.

Konsentrat yang diberikan pada kambing meliputi : jagung, gandum, garam, bungkil

kacang tanah, tepung ikan, pollard. Garam dan vitamin mix juga dapat ditambahkan.

Air bersih harus selalu tersedia untuk kambing. Air harus diganti setiap pagi dan

sore.

Air yang bersih dibutuhkan untuk pencernaan, sirkulasi darah, dan mengeliminasi

bahan tidak tercerna dalam tubuh. Air juga dibutuhkan untuk mengatur suhu tubuh.

75 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(76)

Domba sangat mudah beradaptasi di berbagai tempat.

Domba sangat sempurna dalam mengkonversi limbah menjadi produk ternak yang berkualitas tinggi.

Kandang untuk pemeliharannya juga relative murah. Untuk mencegah predator,maka pagar yang

mengelilingi harus memiliki tinggi diatas 2 m.

Perkembangbiakan :

Satu ekor domba jantan dewasa dapat mengawini 40-50 domba betina.

Jika pada populasi ternak tersebut terdapat lebih dari satu domba jantan.

Tidak seperti ternak pada umumnya yang memiliki siklus birahi yang periodik, ternak domba kawin

PEMELIHARAAN DOMBA

Tidak seperti ternak pada umumnya yang memiliki siklus birahi yang periodik, ternak domba kawin

pada musimnya.

Durasi periode birahi 1-3 hari dari 75% dari seluruh populasi domba betina yang ada dengan lama

birahi 21-39 hari.

Waktu yang paling tepat untuk untuk mengawinkan adalah pada akhir masa birahi.

Rata-rata interval birahi adalah 18 hari selama musim kawin.

Domba jantan untuk pemacek sebaiknya berumur 2,5-5 tahun.

Domba betina akan tumbuh dengan pesat sampai dengan umur dua tahun hingga siap untuk

dikawinkan.

Rata-rata domba dapat melahirkan 5 ekor anak/tahun.

76 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(77)

Domba membutuhkan 1-2 kg leguminosa tergantung pada

umur dan bobot tubuh.

Sumber protein yang diberikan sebagai konsentrat seperti

bungkil kacang tanah, bungkil wijen, atau bungkil biji

safflower.

Konsentrat ditambahkan ketika kualitas leguminosa dan

PAKAN DOMBA

Konsentrat ditambahkan ketika kualitas leguminosa dan

rumput rendah.

Umumnya 110-225 g bungkil cukup untuk pemeliharaan

ternak yang memberikan produktivitas yang baik.

Penambahan garam, CaCO

3

, dan tepung tulang dalam

jumlah yang cukup baik untuk mencegah defisiensi mineral

pada pakan.

77 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(78)

Konsumsi daging unggas terhitung sekitar 27% dari total

konsumsi daging di dunia. Rata-rata pertumbuhanya adalah

5%/tahun.

Breed : Banyak strain tipe petelur dan pedaging telah

dikembangkan.

Kandang

Kepadatan kandang yang sesuai diperlukan untuk pemeliharaan

Unggas

Kepadatan kandang yang sesuai diperlukan untuk pemeliharaan

ternak unggas.

Kepadatan kandang 0,2 m

2

/ekor ayam dewasa untuk tipe ringan

seperti white leghorn dan 0,3-0,4m

2

untuk tipe berat.

Kandang harus memiliki ventilasi yang baik, selain itu juga

memiliki sanitasi yang baik

78 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(79)

Unggas termasuk ternak yang efisien dalam mengkonversi pakan.

60-70% dari biaya produksi adalah biaya pakan. Oleh karena itu ransum yang

murah dan efisien akan memberikan keuntungan yang maksimal.

Ransum harus mengandung karbohidrat,lemak,mineral, dan vitamin yang

seimbang.

Beberapa bahan pakan yang digunakan pada ransum unggas adalah ;

Serealia/biji-bijian : jagung, gandum, sorghum, dan pecahan beras.

Tepung dan bungkil-bungkilan : Bungkil, maize gluten meal, tepung ikan, tepung

PAKAN UNGGAS

Tepung dan bungkil-bungkilan : Bungkil, maize gluten meal, tepung ikan, tepung

daging, tepung darah.

Mineral dan garam : Kapur, cangkang kerang, garam, dan mineral mangan.

Ternak umur 1 hari-4 minggu diberi pakan starter, setelah itu pakan finisher yang

mengandung lebih banyak energi dengan kandungan 18-20% protein.

Pakan dapat diberikan dengan frekuensi 2-3x

Feed additive yang diberikan : antibiotik dan obat-obatan.

Untuk unggas tipe petelur ditambahkan cangkang kerang, kapur, dan ribolavin.

79 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(80)

Unggas harus mengikuti program vaksinasi sesuai

dengan ketentuan tiap manual production guide..

Ketika mencapai BB optimal (1-1,5 kg) pada umur 6

minggu, maka ayam dapat dipanen.

Tipe petelur dipelihara sampai dengan umur di atas 1,5

tahun untuk selanjutnya diafkir dan dijadikan ternak

Pemeliharaan unggas

Tipe petelur dipelihara sampai dengan umur di atas 1,5

tahun untuk selanjutnya diafkir dan dijadikan ternak

potong.

Produksi telur dapat mencapai 180-230 butir/tahun.

Pertama kali bertelur dimulai pada umur 6 bulan.

Sebagai tambahan ayam memproduksi 230 g/ekor/hari

manure segar dengan kadar air 75%

80 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(81)

Babi dipelihara untuk produksi daging

Pakan yang diberikan ; hijauan, biji-bijian, limbah industri (hasil samping penggilingan

biji-bijian), limbah RPH, limbah rumah tangga dan restoran.

Pertumbuhannya sangat pesat

Prolifik : Jumlah anak perkelahiran=10-12 ekor

Dengan manajemen yang baik frekuensi kelahiran 2x/tahun

Persentase karkas 65-70% dari bobot hidup

BABI

Breed

:

Breed

yang umum dibudidayakan Yorkshire dan Landrace

Pertimbangan pemilihan

breed

tersebut :

Memiliki sifat prolifik

Kualitas karkas baik

Laju pertumbuhan

Konversi pakan

Babi jantan pemacek sebaiknya dipilih yang berumur 5-6 bulan dengan BB=90 kg,

memiliki kaki yang kuat.

Pemilihan induk yang baik yang memiliki

litter size

8 anak/kelahiran.

81 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(82)

Kandang harus nyaman untuk pertumbuhan yang

optimal, tidak terlalu lembab, sirkulasi udara baik, dan

tidak terlalu panas.

Material lokal dapat digunakan untuk pembuatan

kandang.

Kepadatan kandang 2,7 m

2

/ekor dengan ketinggian

Perkandangan ternak babi

Kepadatan kandang 2,7 m

2

/ekor dengan ketinggian

dinding kandang 1,2 m

2

.

Manajemen :

Untuk induk babi dengan BB sekitar 100 kg, ketika umur

12-14 bulan dapat digunakan sebagai induk pembibit.

Bobot badan penting sebagai dasar pertimbangan

menjadikan sebagai pembibit

82 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(83)

Pakan memegang peranan penting pada produksi ternak babi,

pertumbuhannya paling pesat jika dibandingkan ternak yang lain.

Kebutuhan protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin harus

mencukupi.

Babi memiliki lambung tunggal sehingga pakannya tinggi persentase

konsentrat dan minim kandungan serat kasar.

Bahan pakan utamanya : serealia/biji-bijian,

by-product

prosesing biji-bijian.

Kandungan serat kasar rendah, sekitar 5-6% untuk efisiensi pemanfaatan pakan

Pakan babi

Kandungan serat kasar rendah, sekitar 5-6% untuk efisiensi pemanfaatan pakan

yang lebih baik.

Ransumnya juga mengandung 0,5% garam.

Kebutuhan Ca dan P lebih tinggi dibandingkan domba dan sapi.

Jika pakannya adalah limbah dapur/pertanian/limbah pengolahan ikan & RPH,

maka biaya produksi pakan menjadi rendah.

Rata-rata konsumsi pakannya adalah 3,5% dari Bbnya (2,5-3 kg/100 kg BB +

0,25 kg/anak babi dengan induk yang sedang laktasi).

83 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(84)

Ponds serve various useful purposes, viz. domestic requirement of water,

supplementary irrigation source to adjoining crop fields and pisciculture.

With the traditional management, farmers obtain hardly 300-400 kg of wild

and culture fish per ha annually.

However, poly-fish culture with the stocking density of 7500 fingerlings and

supplementary feeding will boost the total biomass production.

Pond:

The depth of pond should be 1.5 to 2.0 m. this depth will help for effective

A

quaculture

The depth of pond should be 1.5 to 2.0 m. this depth will help for effective

photosynthesis and temperature maintenance for the growth of zoo and

phytoplanktons.

Clay soils have high water retention capacity and hence are best suited for fish

rearing. Pond water should have appropriate proportion of nutrients, phosphate

(0.2 -0.4 ppm), nitrate (0.06-0.1 ppm) and dissolved oxygen (5.0-7.0).

Water should be slightly alkaline (pH 7.5-8.5). if the pH is less than 6.5, it can be

adjusted with the addition of lime at an interval of 2-3 days.

Higher pH (>8.5) can be reduced with addition of gypsum.

Application of fresh dung may also reduce high pH in the water.

84 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(85)

Soil of the pond should be tested for N and P content.

If the nutrient content is less, nitrogenous fertilizers like ammonium sulphate and urea and phosphate

fertilizers like super phosphate can be added.

Organic manures such as poultry droppings may also be applied to promote the growth of phyto and

zooplanktons.

Species of fish:

1. Among the major carps, Catla (

Catla catla

) is the fast growing fish. It consumes a lot of vegetation and

decomposing higher plants. It is mainly a surface and column feeder.

Aquaculture

decomposing higher plants. It is mainly a surface and column feeder.

2. Rohu (

Labeo rohita

) is a column feeder and feeds on growing plants, decomposing vegetation, large

colonial algae, zooplanktons and detritus to a small extent.

3. Calbasu (

Labio calbasu

) is a common feeder on detritus.

4. Mrigal (

Cirrhimus mrigale

) is a bottom feeder, taking detritus to a large content, diatoms, filamentous

and other algae and higher plants.

5. Common carp (

Cyprinus cario

) is a bottom feeder and omnivorous.

6. Silver carp (

Hypophthalmichlthys molitrix

) is mainly a surface and phytoplankton-feeder and also

feeds on microplants.

7. Grass carp (

Cyernus carpia

) is a specialized feeder on aquatic plants, cut grass and vegetable matter.

It is also a fast growing exotic fish.

85 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(86)

Cyprinus cario

Cirrhimus mrigale

86 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(87)

87 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(88)

PENDAHULUAN

• Penerapan pertanian organik sudah dimulai sejak

tahun 1980’an.

• Terhitung hanya 0,2% dari seluruh aktivitas

pertanian di Indonesia yang menerapkan sistem

pertanian organik (IFOAM, 2011).

• Komoditi utama dari pertanian organik yang

• Komoditi utama dari pertanian organik yang

dihasilkan :

– 60% kopi untuk import

– 40% sayuran dan beras untuk konsumsi

• Produsen utama beras organik berlokasi di Jawa

Tengah dan didukung oleh PBB dan pemerintah

daerah

88 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(89)

FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHAMBAT SISTEM

PERTANIAN ORGANIK DI INDONESIA

• Keterbatasan ketersediaan material organik seperti

pupuk organik

– Menanam leguminosa → kurang efisien

– Penggunaan pupuk hijau → kurang efisien

– Penggunaan pupuk hijau → kurang efisien

• Kontrol terhadap hama dan penyakit tanaman

menjadi tantangan yang cukup besar dikarenakan

cuaca yang mudah berubah dan biopestisida tidak

begitu efektif untuk menghambat serangan hama

dan penyakit

89 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(90)

NEGARA MAJU Vs NEGARA BERKEMBANG

Di Eropa, sistem pertanian campuran (

Mixed Farming

)

diterapkan untuk menurunkan kelebihan nitrogen dari

usaha peternakan dengan jalan mendaur ulang

manure menjadi pupuk organik untuk budidaya

tanaman.

tanaman.

Di Indonesia, penerapan SPT diterapkan untuk

menjawab masalah terkait keterbatasan ketersediaan

pupuk organik → menggunakan limbah peternakan

menjadi pupuk → menurunkan biaya pembelian pupuk

(Lantinga, Ooman, Schiere, 2004)

90 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(91)

Duck, fish, and azolla fully integration into an organic

rice system in Malang, Indonesia

91 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(92)

Interaction and cycles of elements in the

integrated rice system

92 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(93)

Azzola pinata

93 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(94)

ITIK LOKAL DAN IKAN NILA

94 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(95)

PERLAKUAN PENELITIAN

95 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(96)

WEEDING AND SPRAYING BIO-PESTICIDES

96 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(97)

INTEGRATED FISH FARMING

97 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(98)

INTEGRATED FISH FARMING

98 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(99)

INTEGRATED FARMING SYSTEM

99 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(100)

SISTEM TANAMAN PANGAN-PAKAN

PADA PETERNAKAN SKALA KECIL

PADA PETERNAKAN SKALA KECIL

100 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(101)

PENDAHULUAN

• Ketersediaan hijauan sepanjang musim merupakan faktor yang

penting untuk petani/peternak skala kecil.

• Beberapa leguminosa yang mampu beradaptasi dan dikembangkan

di daerah tropis, adalah :

– Cowpea (

V. unguiculata

)

Stylosanthes ssp

.

Stylosanthes ssp

.

Leucaena leucocephala

• Tanaman tersebut mensuplai pangan bagi manusia dan limbah

pertanian bagi ternak.

• Tanaman singkong (

Manihot esculenta, Crantz

) yang diintegrasikan

dengan tanaman leguminosa memberikan kualitas limbah hijauan

kering dari tanaman singkong yang berkualitas baik (25% PK)

sepanjang musim.

101 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(102)

INTERAKSI

• Keberhasilan

intercropping

antara singkong dengan

tanaman leguminosa disebabkan oleh beberapa faktor :

– Leguminosa meningkatkan kesuburan tanah

– Menurunkan tingkat erosi

– Secara langsung akan meningkatkan produksi

tanaman pangan dan ternak.

tanaman pangan dan ternak.

• Hasil evaluasi menunjukkan bahwa integrasi tanaman

pangan dan ternak memberikan meningkatan

produktivitas ternak (sapi perah, sapi pedaging, kerbau)

• Kandungan saponin dan tanin pada tanaman

leguminosa berpotensi untuk menurunkan produksi

methane (CH

4

) pada rumen.

102 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(103)

Cassava hay

• Digunakan sebagai suplemen protein untuk ternak ruminansia (sapi

perah, sapi pedaging, dan kerbau)

• Tanaman singkong terdiri atas hijauan dan umbi akar yang dipanen

setelah berumur 2-4 bulan.

• Batang dan daun dipotong 3-5 cm dan dikeringkan di bawah sinar

matahari (kandungan BK=85%, PK=25%, dan condensed

tannin=4% dalam BK

tannin=4% dalam BK

• Pemberian pakan

cassava hay

1-2 kg/ekor/hari untuk ternak sapi

dan kerbau akan menurunkan jumlah telur parasit, menurunkan

kebutuhan konsentrat, meningkatkan produksi susu 1-2 kg/ekor/hari

dan lemak susu dari 4 menjadi 4,6%.

• Pemberian cassava hay dalam pakan (0,56

1,70 kg/ekor/hari)

menurunkan level konsentrat dari 1,6 menjadi 1 kg/ekor/hari tanpa

memberi pengaruh terhadap produksi susu.

• Tanin yang terkondensasi juga menurunkan nematoda pada saluran

pencernaan.

103 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(104)

Cassava diintegrasikan dengan

Phaseolus calcaratus

• Limbah hijauan

Phaseolus

calcaratus

memiliki

kandungan protein yang tinggi

(17-20,4%) dengan produksi

1,9 ton BK/ha.

104 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(105)

Integrasi

Cassava

dengan

Leguminosa

Stylosanthes guyanensis

Vigna unguiculata

Ruzi grass

105 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(106)

Sumber :

https://www.google.co.id/search?q=Integrated+farming+system&biw=1366&bih=667&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ei=n61qVOfxCM7 9ugTb4oGIAQ&ved=0CCIQsAQ#tbm=isch&q=Integrated+farming+system+practiced+in+Southeast+Asia.ppt&spell=1&facrc=_&imgdii=_&imgrc= jF4uEV0mB6b5zM%253A%3Bfolhlyqil4KjPM%3Bhttp%253A%252F%252Fimage.slidesharecdn.com%252F1030panyasirikhamko-111027194034-

phpapp02%252F95%252Fregional-ca-project-proposal-in-degraded-annual-cropping-systems-areas-in-south-east-asia-panyasiri-khamko-21- 728.jpg%253Fcb%253D1319762497%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.slideshare.net%252Fjohick68%252Fregional-ca-project-proposal-in-degraded-annual-cropping-systems-areas-in-south-east-asia-panyasiri-khamko%3B728%3B546

106 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(107)

107 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

(108)

PILOT PROJECT PADI-ITIK

108 Dyah Lestari Yulianti-PS.Peternakan Univ.

Referensi

Dokumen terkait

Teknologi pengelolaan lahan kering baik dalam bentuk komponen teknologi (teknik pengelolaan hara dan bahan organik tanah, konservasi dan rehabilitasi lahan, pengelolaan air,

untuk kelurahan atau desa yang mengem- bangkan pengelolaan lingkungan di mana seluruh masyarakatnya mengelola lingkungan dengan menanam tanaman organik. Selain tidak

Penggunaan Berbagai Pupuk Organik pada Tanaman Padi di Lahan Sawah Irigasi.. Prosiding seminar nasional pertanian

Program mitigasi pada tanah mineral adalah: (1) pembukaan lahan tanpa bakar dan optimalisasi pemanfaatan lahan, (2) penerapan teknologi budidaya tanaman, (3) pemanfaatan pupuk

Pemanfaatan pupuk mikroba di samping pupuk organik dalam pengelolaan hara tanaman tampaknya merupakan suatu keharusan dalam usahatani kedelai dan sudah terbukti dapat memperbaiki

Perlakuan pemupukan berupa pupuk an- organik, kombinasi pupuk anorganik dan organik serta pupuk organik pada tanaman jagung manis memberikan pengaruh tidak nyata

Untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman padi dalam sistem pertanian organik diperlukan pengelolaan hara yang tepat melalui pemberian pupuk organik dan pengelolaan bahan organik in

Pasar Uang Masukan Eksternal Organik RT Pengelola Proses Produksi Ternak Produk Utama Daging Proses Produksi Tanaman Produk Utama Pangan Produk Ikutan Hijauan Produk Ikutan