30 3.1. Jenis, Lokasi dan Waktu Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif asosiatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan analisis data yang berkaitan dengan angka, uji statistik yang disesuaikan dengan rumusan atau identifikasi yang diteliti (Kurniawan, 2015:77). Penelitian asosiatif merupakan adalah penelitian yang menggabungkan dua variabel atau lebih (Sugiyono, 2016:69). Penelitian ini terdiri dari tiga variabel bebas dan satu variabel terikat.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah gaya hidup ( X1), label halal (X2), dan harga (X3). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah keputusan pembelian (Y). Berdasarkan penjelasan di atas, diketahui penelitian ini untuk melihat hubungan dan pengaruh antar variabel bebas berupa gaya hidup, label halal dan harga terhadap keputusan pembelian dengan melakukan pengujian hipotesis dan statistika.
3.1.2. Lokasi Penelitian
3.1.3. Waktu Penelitian
Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan dalam lima bulan yang dimulai dari Oktober 2015 sampai dengan Februari 2016. Rincian waktu penelitian disajikan sebagai berikut:
Tabel 3.1.
Jadwal Kegiatan Penelitian
3.2. Populasi dan Sampel 3.2.1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan atau totalitas objek yang dibatasi oleh kriteria tertentu (Sedarmayanti, 2011:20). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa wanita stambuk 2012 dan 2013 kelas pagi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area yang pernah membeli dan menggunakan kosmetik Wardah berjumlah 80 orang.
3.2.2. Sampel
Menurut Sugiyono (2006), sampel adalah bagian dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik penarikan sampel probability sampling. Teknik probability sampling adalah teknik yang memberi peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai sampel. Kriteria penentuan sampel dalam penelitian ini adalah :
1. Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area.
2. Pernah membeli Produk Kosmetik Wardah walau hanya satu produk saja. 3. Jika kedua kriteria diatas tidak terpenuhi maka mahasiswa tersebut bukan merupakan populasi penelitian
Berdasarkan kriteria sampel dalam penelitian ini, maka diketahui jumlah mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area tahun ajaran 2012 dan 2013 yang dapat dijadikan sampel adalah sebagai berikut :
Tabel 3.2 Sampel Penelitian
Keterangan 2012 2013 Total
Membeli Kosmetik
Wardah 39 41 80
Tidak pernah membeli
Wardah 7 4 11
Total 91
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui mahasiswa stambuk 2012 yang menggunakan Kosmetik Wardah sebanyak 39 orang. mahasiswa stambuk 2013 yang menggunakan Kosmetik Wardah sebanyak 41 orang. Mahasiswa stambuk 2012 yang tidak menggunakan Kosmetik Wardah sebanyak 7 orang dan mahasiswa stambuk 2013 yang tidak menggunakan Kosmetik Wardah sebanyak 4 orang. Sehingga jumlah mahasiswa yang dapat dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah 80 orang.
3.3. Definisi Operasional Variabel
Pada penelitian ini, terdapat dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas berupa gaya hidup, label halal dan harga. Variabel terikat berupa keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan skala Likert. Berikut beberapa definisi operasional dari beberapa variabel yang digunakan pada penelitian beserta indikator dalam penelitian ini, yaitu:
Tabel 3.3. Definisi Operasional Variabel
No Variabel Definisi Indikator Item Skala
1.Aktifitas 1. Kosmetik mendukung 2.Minat 1. Prioritas hidup
konsumen. 2. Ketertarikan
No Variabel Definisi Indikator Item Skala 3.4. Jenis dan Sumber Data
3.4.1. Jenis Data
Jenis data berdasarkan sifatnya yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Wardah di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area stambuk 2012 dan 2013 kelas pagi.
2. Data Kualitatif, yaitu data yang tidak dapat dihitung berupa kalimat, kata kata, gambar. Data kualitatif dalam penelitian ini adalah hasil wawancara yang diberikan kepada responden yaitu mahasiswi pengguna kosmetik Wardah di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area stambuk 2012 dan 2013 kelas pagi.
3.4.2. Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian diperoleh dari berbagai sumber yang terdiri dari :
1. Data Primer
Data yang diperoleh langsung oleh peneliti melalui objeknya. Dalam penelitian ini adalah hasil kuesioner dan wawancara langsung dengan mahasiswi pengguna kosmetik Wardah di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area stambuk 2012 dan 2013 kelas pagi.
2. Data Sekunder
3.5. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang telah diuraikan dalam penelitian untuk mendapatkan data, informasi dan bahan yang diperlukan dengan menggunakan beberapa metode antara lain:
1. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Pengumpulan data melalui bahan bacaan meliputi literatur, buku, majalah dan berbagai bahan bacaan lain yang relevan dan berhubungan dengan judul penelitian yang memiliki beberapa variabel yang sama dengan penelitian ini. 2. Penelitian Lapangan (Field Research)
Pengumpulan data yang dilakukan secara langsung terhadap objek penelitian atau dengan terjun langsung ke lapangan dengan beberapa teknik yaitu:
a. Pengamatan (Observation)
Mengadakan penelitian dengan cara mengamati langsung terhadap objek yang diselidiki dan mencatat tanpa ikut berpartisipasi langsung. Dalam penelitian ini penulis mengamati kosmetik apa yang sering digunakan dan dibawa mahasiswa stambuk 2012 dan 2013 Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area.
b. Wawancara (Interview)
c. Kuesioner (Questionaire)
Penyebaran daftar pertanyaan Responden memilih salah satu jawaban yang telah disediakan dalam daftar pertanyaan yang menggunakan skala likert. Skala likert untuk mengukur sikap, pendapat, dan presepsi seorang dan sekelompok orang tentang fenoomena sosial (Sugiyono, 2016:93) dengan 5 kriteria pilihan, yaitu:
a. Jawaban “Sangat Setuju” diberi nilai 5 b. Jawaban “Setuju” diberi nilai 4
c. Jawaban “Ragu-Ragu” diberi nilai 3 d. Jawaban “Tidak Setuju” diberi 2 e. Jawaban “Sangat tidak setuju” diberi 1
3.6. Uji Validitas dan Reliabilitas 3.6.1. Uji Validitas
Metode yang digunakan untuk menguji validitas adalah melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel. Cara menentukan tingkat validitas test adalah dengan menghitung koefisien antara alat evaluasi yang akan diketahui validitasnya dengan alat ukur lain yang telah dilaksanakan dan diasumsikan telah memiliki validitas yang tinggi. Pengujian validitas ini dibantu dengan program SPSS dengan product moment dengan rumus sebagai berikut:
Rxy =
� −( )( )
{� 2− )2 {� 2− ( )2}
(Kurniawan,2014:90).
3.6.2. Uji Reabilitas
Uji yang digunakan untuk mengetahui konsistensi dan kestabilan suatu alat ukur, apakah alat pengukur yang digunakan dapat dihandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Pengujian dengan menggunakan program SPSS Versi. 17. Reliabilitas berhubungan dengan ketetapan tes. Instrumen yang baik merupakan instrumen yang memiliki data sesuai dengan kenyataan. Tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap. Untuk mengetahui reliabilitas tes digunakan rumus sebagai berikut:
r
= ��−1
�2 –
�2
3.7. Teknik Analisis Data 3.7.1. Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif adalah statistik yang menggambarkan fenomena atau karakteristik data. Dalam suatu penelitian, analisis deskriptif perlu dilakukan karena karakteristik dari suatu data akan menggambarkan fenomena dari data.
3.7.2. Uji Asumsi Klasik
Persyaratan dalam analisis regresi adalah uji asumsi klasik. Pengujian asumsi klasik diperlukan untuk mengetahui apakah hasil estimasi regresi yang dilakukan, benar-benar bebas dari adanya gejala heteroskedastisitas, gejala multikolinearitas, dan gejala normalitas. Model regresi akan dapat dijadikan alat estimasi yang tidak bias jika telah memenuhi persyaratan BLUE (best linea r unbiased estimator) yakni tidak terdapat heteroskedastistas, tidak terdapat multikolinearitas, dan berdistribusi normal (Ghozali, 2009:95).
Jika terdapat heteroskedastisitas, maka varian tidak konstan sehingga dapat menyebabkan biasnya standar error. Jika terdapat multikolinearitas, maka akan sulit untuk mengisolasi pengaruh-pengaruh individual dari variabel, sehingga tingkat signifikansi koefisien regresi menjadi rendah. Oleh karena itu, uji asumsi klasik perlu dilakukan. Pengujian-pengujian yang dilakukan adalah sebagai berikut :
a. Uji Normalitas
dilihat dari grafik normal probability plot. Apabila variabel berdistribusi normal, maka penyebaran plot akan berada di sekitar dan disepanjang garis 45°.
b. Uji Multikolinieritas
Tujuan dari uji multikolinieritas adalah menguji model regresi apakah adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Uji Multkolinearitas mengetahui ada tidaknya variabel independen yang memiliki kemiripan dengan variabel independen lainnya dalam suatu model regresi, atau untuk mengetahui ada tidaknya korelasi diantara sesama variabel independen. Uji Multikolinearitas dilakukan dengan membandingkan nilai toleransi (tolerance value) dan nilai variance inflation factor (VIF) dengan nilai yang disyaratkan. Nilai yang disyaratkan bagi nilai toleransi adalah lebih besar dari 0,01, dan untuk nilai VIF kurang dari 10.
c. Uji Heteroskedastisitas
3.7.3. Analisis Regresi Linear Berganda
Uji statistik yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Analisis regresi merupakan suatu pendekatan yang digunakan untuk mendefinisikan hubungan matematis antara variabel-variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y). Model regresi dinyatakan dalam persamaan:
Keterangan :
Y : Keputusan Pembelian β0 : Konstanta
β1 : Koefisien regresi gaya hidup terhadap keputusan pembelian β2 : Koefisien regresi label halal terhadap keputusan pembelian β3 : Koefisien regresi harga terhadap keputusan pembelian x1 : Gaya Hidup
x2 : Label Halal x3 : Harga
e : error
3.7.4. Uji Hipotesis
Uji hipotesis menilai ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual. Uji hipotesis terdiri dari uji parsial (uji-t), uji simultan (uji-F) dan uji koefisien determinasi.
a. Uji Parsial (Uji-t)
Uji-t digunakan untuk menguji pengaruh secara parsial antara variabel bebas terhadap variabel terikat dengan asumsi variabel lain dianggap konstan, dengan batas toleransi kesalahan (standart error) 5% (α = 0.05)
Kriteria pengujian :
tHitung > tTabel = H0 ditolak, H1 diterima. tHitung < tTabel = H0 diterima, H1 ditolak
b. Uji simultan (Uji-F)
Uji-F digunakan untuk menguji pengaruh secara simultan antara variabel bebas terhadap variabel terikat dengan asumsi variabel lain dianggap konstan, dengan batas toleransi kesalahan (standart error) 5% (α = 0.05)
Kriteria pengujian :
FHitung > FTabel = H0 ditolak, H1 diterima FHitung < FTabel = H0 diterima, H1 ditolak
c. Analisis Korelasi Determinasi (R2)
Koefisien determinasi berguna mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel indiependen. Jika nilai R2 yang kecil
berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel bebas memberikan hampir seluruh informasi yang dibutuhkan untuk memprediksikan variabel terikat.
Kelemahan mendasar penggunaan koefisien determinasi adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan kedalam model. Setiap tambahan
satu variabel independen, maka R2 pasti meningkat tidak peduli apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Oleh karena
nilai Adjusted R2 dapat naik atau turun apabila satu variabel independen ditambahkan ke dalam model. Untuk variabel bebas lebih dari dua menggunakan
Adjusted R2 (Basuki, 2016:51).
Nilai R pada tabel korelasi berarti berapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Untuk meinterpretasi nilai korelasi (R) dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.4 Intepretasi Korelasi
Nilai Korelasi Interpretasi
0,00-0,09 diabaikan
0,10-0,29 Rendah
0,30-0,49 Moderat atau cukup
0,50-0,70 Sedang
>0,70 Kuat